Jadilah Lelaki Perkasa, Seperkasa Kuda Putih

Tuesday, November 30, 2010

Alex Anak Tiriku Pemuas Nafsu Birahi

Saat menikah aku tidak tahu kalau ternyata suamiku masih berstatus suami sah orang lain, namun belakangan kuketahui nasi sudah menjadi bubur. Aku bagaikan wanita tak berharga dihadapan suamiku, karena aku hanyalah wanita simpanan dimatanya. hidupku hampa dan tak berarti. Aku hanya ingin sedikit curhat dan cerita sekx disini. Jadi begini pada akhirnya dia pun mengakui kalau sudah punya anak isteri, namun apalah artinya aku yang lemah dan bodoh ini jika harus bersikeras untuk menuntutnya. Kendatipun aku tahu akan sangat menyakiti isteri sahnya, jika ia mengetahui. Suamiku adalah seorang perwira yang mempunyai kedudukan penting di sebuah propinsi (tidak kusebut tempatnya). Usianya sudah mencapai 55 tahun dan aku sendiri baru mencapai 27 ahun. Fasilitas yang diberikan dan ketakutanku lah yang membuatku sangat tak berdaya untuk menentang keberadaanku. Aku dibelikan sebuah villa yang sangat mewah yang terletak tidak begitu jauh dari kota tempat suamiku bertugas. Semua fasilitas yang diberikan kepadaku sangatlah mewah bagiku, aku mendapatkan sebuah mobil pribadi, telepon genggam dan perangkat entertainment di rumah. Namun ini semua ternyata masih kurang, aku ingin punya momongan, aku ingin dicintai dan disayangi. Kenyataannya aku hanya tempat persinggahan saja. Belakangan kudengar bahwa suamiku juga punya WIL sain selain aku, malahan kadang ia juga jajan kalau sedang keluar kota, kabar ini kudapatkan dari isteri ajudannya sambil wanti-wanti agar aku tutup mulut. Aku sendiri memang sudah kenal dekat dengan keluarga ajudan suamiku, namun demikian sampai saat ini rahasia ini masih tersimpan cukup rapi. Bagaimanapun juga aku kesal dan sedih dengan kondisi seperti ini, sehingga timbul niatku untuk berperilaku serupa. Pada suatu hari suamiku bertindak ceroboh dengan menitipkan anak bungsunya kepadaku, beliau memperkenalkanku sebagai ipar ajudannya. Anak itu memanggilku Mbak maklum dia masih SMP dan usinya pun masih 14 tahun. Wajahnya, perilakunya persis bapaknya, nilai kesopanannya agak kurang bila dibanding dengan anak-anak di kampungku. Maklumlah ia adalah anak pejabat tinggi. Jam 21.00 bapaknya telepon, meminta Alex (sebut saja nama anak itu begitu) untuk tidur di rumah karena bapak ada urusan. Aku jadi curiga pasti dia ada kencan dengan orang lain. Alex pun belum tidur, ia lagi asyik nonton televisi di ruang keluarga. Akhirnya timbul niat burukku untuk memperdaya Alex, namun bagaimana caranya? aku dihadapkan pada jalan buntu. Akhirnya spontan kumasukkan VCD-VCD porno ke dalam player untuk saya hidangkan kepada Alex. Aku hidupkan oven selama 3 menit yang kebetulan isinya adalah daging yang sudah masak sejak siang tadi. Langsung saja kurayu dia untuk menyantapnya sehingga kami pun menyantap daging panggang dan sambal kecap bersama-sama. Sambil basa-basi kutanyakan sekolahnya, tampaknya kemampuannya di sekolah biasa-biasa saja, terbukti dengan kekurang antusiasannnya bicara tentang sekolah. Ia lebih suka bicara tentang video game dan balap motor. Kupegang tengkuknya dan kupijit sambil kukatakan, “Kamu pasti capek, sini Mbak pijitin…" dia pun diam saja, maklum dia adalah anak yang manja. Kuraih remote control dan kutekan play untuk CD yang pertama, film-filmnya adalah jenis vivid dengan tema seks yang cukup halus. Tampaknya Alex sangat menyukainya, ah pucuk di cinta ulam pun tiba. Sambil kupijit sekujur tubuhnya, kuamati roman mukanya. Kukatakan tidak usah malu, karena itu hanya film saja (tidak sungguhan). Muka Alex tegang, setiap ada adegan orang berpelukan (cuma berpelukan) aku suruh dia telentang untuk pijatan bagian depan. Sambil telentang Alex tetap memperhatikan film yang tampaknya mulai disukainya itu. Kini acara di film mulai ke adegan yang cukup panas, seorang wanita melepas pakaiannya sehingga tinggal pakai celana dan BH dalam saja. Alex semakin tegang dan agak kupercepat tanganku mengarah ke pangkal pahanya. Pura-pura kupijit pahanya dengan menyentuh kemaluannya, dia terkejut ketika kemaluannya yang tegang kesentuh tanganku. Pucat pasi mukanya, namun kunetralisir dengan mengatakan "Tenang Alex, semua orang sama, adalah hal yang sangat wajar bila seseorang terangsang. Karena semua orang mempunyai nafsu.” “Malu Mbak”, jawab Alex. Kalau orang banyak malu, tapi Alex kan sendirian cuma sama Mbak. Mbak nggak malu kok. Mengan berkata demikian kubuka bajuku sehingga aku hanya pakai BH saja. Akupun heran juga kagum, anak seumur dia juga bisa tegang dan tampak tidak berdaya, jauh dari sikap sehari-hari yang agak arogan. Namun aku mulai menyukainya tanpa memikir yang jauh ke depan mengingat bapaknya sendiri juga berbuat serupa terhadap saya. Film terus berputar, tubuh Alex terasa sangat malah aku khawatir kalau dia sakit, dia tampak pucat entah takut apa bagaimana, aku tidak tahu. Alex hanya melirik buah dadaku tanpa berani menatap langsung, dia tetap memperhatikan film dengan seksama. Saat kupegang lagi kemaluannya dia hanya diam saja, tak kusia-siakan kesempatan ini kuremas kemaluan yang berukuran agak kecil itu. Akupun sudah tidak memperhatikan film lagi, kubuka celana Alex dan kuperhatikan kemaluannya. Tampak bersih dan mulai ditumbuhi bulu-bulu halus, aku semakin bernafsu melihatnya. Langsung kuterkam dengan mulutku dan kumulai menjilatnya, Alex hanya terdiam sambil kadang pinggulnya bergerak menikmatinya. Kuhisap kemaluannya dan dia pun teriak uuuh.. Mbak.. kubiarkan anak kecil itu menggelinjang, kubimbing tangannya ke payudaraku. Ah, dia malah meremas kuat sekali. Kumaklumi dia sangat lugu dalam hal ini, aku tidak menyesal malah menyukainya. Aku hisap terus, dia pun semakin bergerak tidak karuan sambil teriak-teriak ah, uh, ah, uh. Kemudian dia teriak keras sambil tubuhnya gemetar disusul oleh cairan hangat dari kemaluannya. Aku telan sperma cairan asin dan pekat ini tanpa rasa jijik sedikit pun, dan dia pun diam lemas terkulai. Kupeluk dia, dan kubisikkan kata-kata, “Enakkan”, sambil aku tersenyum, dia balas pelukanku dan hanya bicara “Mbak..” Aku bimbing dia ke kamar mandi dan kumandikan dengan air hangat, burung kecilku masih tidur dan aku yakin nanti akan bangun lagi. Kemudian kami pun tidur bersama di depan televisi di atas karpet, dia tampak kelelahan dan tertidur pulas. Aku pun puas meski tidak sampai coitus. Menjelang subuh aku bangun, dan kulihat dengan seksama tubuh Alex yang sedang tidur telanjang. Nafsuku bangkit lagi dan kucoba membangunkan burung kecil itu, ternyata berhasil dan kuulangi lagi perbuatan tadi malam dengan pertambahan Alex meningkatkan variasi permainan. Tampaknya Alex mulai mengikuti naruninya sebagai makhluk bernafsu, ia mungkin meniru adegan film tadi malam. BH-ku dibuka dan dijilati, aku pun merasakan kenikmatan dari anak bau kencur, kubayangkan anak dan bapaknya mengerjaiku seperti sekarang, ah tak mungkin. Aku tuntun tangan Alex ke kemaluanku yang sejak tadi malam belum tersentuh sama sekali. Kubimbing tangannya menggesek-gesek kemaluannya dan ia pun memahami keinginanku. Gerakan-gerakan Alex dan servicenya kepadaku masih sangat kaku, mungkin perlu beberapa kali aku melatihnya. Tiba-tiba ia menarik paksa celana dalamku dan BH-ku pun dilucuti. Kubiarkan dia berkreasi sendiri, tampak wajahnya masih tegang tapi tidak setegang tadi malam dan ia pun mulai tidak sopan kepadaku, ah biarlah. Aku didorong hingga telentang, dan ia pun langsung menindihku. Dicobanya memasukkan burung kecil itu ke dalam kemaluanku, namun berkali-kali ia tidak berhasil. Ia pun semakin penasaran, ah suami kecilku ini mesti banyak belajar dariku. Kubimbing kemaluannya memasuki kemaluanku dan ia pun menggesek-gesekkannya. Terasa nafsuku merasuk ke sekujur tubuhku, kini penantianku tadi malam hampir tercapai dan ah nikmat sekali, suami kecilku bisa memuaskanku kali ini. Dengan cepat aku bangun dan kuhampiri burung kecil yang masih menantang itu, kuhisap dalam-dalam, dia pun mengerang kenikmatan dan terus menerus kuhisap hingga badannya bergetar dan lagi-lagi air liur burung kecil yang hangat itu menjadi bagian dari dagingku. Hari sudah terang, dan segera kami mandi air hangat bersama-sama. Aku merasa puas dan Alex hanya diam saja, entah apa yang dipikirkan. Menyesalkah? aku tidak tanya. Kenyataannya kisah ini masih berlangsung, sekarang Alex sudah SMA dan masih tetap dalam bimbinganku. Pagi harinya bapaknya Alex (yang juga suamiku) datang dan dengan tanpa menaruh curiga sedikitpun. Ini adalah pengalaman pertamaku dengan burung muda.

Diperkosa Kakak Sendiri

nimbuzz
Cerita Seks berikut ini adalah pengalaman cerita sex yang bisa dibilang menyedihkan. Tepatnya 8 tahun yang lalu, sekarang saya sudah berumur 22 tahun. Cerita ini nyata saat pertama kalinya saya kehilangan darah perawan saya oleh kakak saya sendiri yana bernama Adit. Inilah awal kesedihan saya dan awal dari cerita seks panas dewasa ini. Saya adalah cewek yang lumayan cantik karena saya memiliki hidung yang mancung dengan mata yang kecil dan lentik. Payudara saya cukup besar untuk cewek berumur 14ahun saat itu. Saya tidak mempunyai pacar karena saya ingin belajar giat supaya saya bisa bersekolah di Philadelphia, United States setelah saya lulus SMA nanti. Saya memiliki kakak laki-laki yang usianya 2 tahun di atas saya. Namanya adalah Aditya candra (Nama belakangnya bukan nama keluarga saya karena nama belakangnya adalah karangan saya saja). Dia satu sekolah dengan saya sehingga tiap hari Adit selalu menemani saya di sekolah. Saya tidak pernah berpikir kenapa dia sampai melakukan perbuatan maksiat itu terhadap saya apalagi saya adalah adik perempuannya satu-satunya. Saat itu kami berdua sedang libur setelah 2 minggu menjalankan ujian kenaikan kelas. Saya masih ingat sekali bahwa hari kejadian itu adalah hari senin. Saat itu saya sedang monton VCD Donald Duck dan Mickey Mouse. Ketika saya sedang menonton film tersebut, tiba-tiba saya mau pipis sehingga saya meninggalkan TV untuk cepat-cepat pergi kekamar mandi karena saya tidak mau ngompol di sofa di mana saya sedang tiduran karena saya bisa dimarahi mama nantinya. Saya lari ke kamar mandi dan langsung pipis. Itulah kesalahan saya yang fatal karena saya lupa menutup pintu. Sewaktu saya sedang pipis, kakak saya Adit datang tergopoh-gopoh. Saya yakin sekali bahwa Adit pasti habis memakai putaw atau jenis drugs yang lain karena saya sering melihat dia teler kalau habis pakai obat. Adit melihat saya sedang pipis dan saya membiarkan saja ketika dia masuk ke kamar mandi karena saya tidak ada perasaan curiga pada dia. Ketika dia masuk, tiba-tiba dia mengunci pintu kamar mandi dan tiba-tiba dia menyerang tubuh saya yang saat itu sedang pipis. Saya kaget dan hendak berteriak tetapi dengan cepat Adit menutup mulut saya dan mengancam mau membunuh saya kalau saya berteriak. Saya langsung menangis karena saya tidak mengerti kenapa kakak saya tega melakukan perbuatan bejad kepada saya. Saya cuma menangis saja menyaksikan Adit membuka pakaian dan celana dalam yang saya kenakan. Setelah saya tidak memakai busana apa-apa lagi, Adit langsung menciumi puting susu saya dengan ganasnya sementara jari-jarinya memainkan klitoris saya. Saya masih menangis karena saya masih tidak mengerti tetapi dilain pihak, saya mulai menikmati permainan kakak saya karena saya kadang-kadang mendesah di tengah tangisan saya, apalagi saya sempat merasakan pipis beberapa kali ketika Adit mulai menjilati liang kemaluan saya dan memainkan lidahnya didalam lubang kemaluan saya. Saya yakin dia menelan semua cairan kewanitaan saya. Perasaan saya saat itu tidak karuan karena saya mulai menyenangi permainannya dan sekaligus benci dengan sikapnya yang telah memperkosa saya. Adit terus menjilati kemaluan saya dan saya sudah 2 kali merasakan ingin pipis tetapi saya tidak mengerti kenapa saya ingin pipis ketika dia menjilati kemaluan saya, saya merasakan kenikmatan yang maha dasyat. Tiba-tiba saya melihat Adit mulai membuka pakaiannya dan mulai mempersiapkan batang kemaluannya yang sudah mengacung sempurna. Adit langsung menciumi saya dan saya cuma bisa berkata, "Jangan.. jangan..”, tetapi Adit diam saja dan mulai memasukkan batang kemaluannya ke dalam liang kenikmatan saya. Saya tahu saya masih perawan makanya saya meronta-ronta ketika dia mau memasukkan batang kemaluannya.facebookSaya menampar pipinya tetapi dia malah membalas tamparan saya sehingga saya menjadi sangat takut waktu itu. Akhirnya saya cuma diam saja sambil menangis sementara Adit mulai mengarahkan batang kenikmatannya ke dalam liang kemaluan saya. Ketika batang kemaluan Adit mulai masuk ke dalam kemaluan saya, saya merasakan sakit yang amat sangat tetapi saya tidak bisa melakukan apa-apa karena saya sangat ketakutan apalagi saya tahu dia dalam pengaruh obat, jadinya dia tidak menyadari bahwa dia sedang menyetubuhi adiknya sendiri. Di saat Adit mulai memainkan batangannya di dalam lubang kenikmatan saya, saya merasakan ada cairan darah perawan yang keluar dari liang senggama saya yang sudah dirobek oleh kakak saya sendiri. Saya tiba-tiba menjadi tidak mengerti karena saya mulai menyukai goyangan batang kemaluannya di dalam liang kenikmatan saya karena secara otomatis saya mulai bergoyang-goyang mengikuti irama batang kemaluan kakakku Adit di dalam liang senggama saya walaupun saat itu saya masih menangis. Adit memeluk tubuh saya sambil terus menggenjot tubuh saya. Selama 20 menit Adit tetap menggenjot tubuh saya dengan tubuhnya dan batang kenikmatannya yang tertanam di dalam liang kemaluan saya. Saya mulai merasakan bahwa saya ingin pipis tetapi kali ini saya merasakan sesuatu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya tetapi rasanya enak sekali dan saya sama sekali tidak mengerti apa itu tetapi ketika saya mengeluarkan cairan nikmat saya, saya berteriak dan memeluk kakak saya erat-erat dan ketika saya memeluknya erat-erat, rupanya batang kemaluan kakakku sepertinya tertanam lebih dalam lagi di liang kenikmatan saya sehingga dia sepertinya mengeluarkan cairan dari dalam batang kelaminnya dan membasahi lapisan kemaluan saya. Setelah itu, Adit melepaskan pelukan saya serta mencabut batang kemaluannya dari dalam liang kenikmatan saya dan kemudian meninggalkan saya seorang diri. Saya masih sempat melihat ada cairan bekas Adit yang masih menetes dari dalam lubang kemaluan saya. Saya hanya diam dan tiba-tiba saya menangis sedih karena harga diri saya telah dirusak oleh kakak saya sendiri. Sejak saat itu saya mulai membenci laki-laki, tetapi saya mulai mengenal seks karena ketika saya ingin sekali merasakan pipis nikmat, saya selalu melakukan masturbasi di kamar mandi atau bahkan di kamar tidur saya. Tapi tentunya saya selalu melakukannya kalau tidak ada orang di rumah. Sejak saat itu saya membenci kakak saya dan setiap kali ada lelaki yang mencoba mendekati saya, saya selalu mengolok-oloknya dengan kata-kata yang kasar sehingga satu persatu dari mereka menjauhi saya. Sekarang saya berada di Philadelphia dan banyak teman saya yang mengatakan bahwa saya ini termasuk cewek bodoh karena saya selalu menolak cowok baik-baik yang cakap dan pandai dan itu tidak terjadi sekali. Saya memang membenci laki-laki tetapi saya bukan lesbi larena ketika saya menghindari semua laki-laki di dalam hidup saya, ada seorang lesbi yang mendekati saya dan saya juga menghindarinya. Akibatnya persahabatan kami menjadi renggang dan dia mulai meninggalkan saya. Saya hanya dapat mencapai orgasme ketika saya melakukan masturbasi ketika saya sedang mandi atau sebelum tidur. Jadinya itu membuat saya berpikir, kenapa saya perlu laki-laki kalau saya bisa memuaskan nafsu saya dengan swalayan.mig33

Pengalaman Sexs Dengan Ibu Dosenku Dan Pembantunya

pada waktu ujian
tengah semester di warnai
rintikan hujan disepanjang jalan
menemaniku menuju ketempat
itu, saya dipanggil ke rumah
dosen wanita yang masih agak
muda, sekitar 26 tahun. body
asyik di pandang mata,lurus
sebahu rambutnya. Ia juga
lulusan dari perguruan tinggi
tersebut. Dipanggil ke rumahnya
karena saya diminta untuk
mengurus keperluan dia, karena
dia akan ke luar kota. Malam
harinya saya pun ke rumahnya
sekitar jam 7 malam. Saat itu
rumahnya hanya ada pembantu
(yang juga masih muda dan
cantik). Suaminya ketika itu
belum pulang dari rapat di
puncak.Otomatis kondisi rumah
lagi sepi,hanya wanita-wanita
tok penghuninya.
Saat saya membuka pintu
rumahnya, saya agak terbelalak
karena dia memakai gaun tidur
yang tipis, sehingga terlihat
payudara yang menyumbul
keluar. Saat saya perhatikan, dia
ternyata tidak memakai BH.
Terlihat saat itu buah dadanya
yang masih tegar berdiri, tidak
turun. Putingnya juga terlihat
besar dan kemerahan,
sepertinya memiliki ukuran
sekitar 36B.
Sewaktu saya sedang
memperhatikan Dosen saya itu,
saya kepergok oleh
pembantunya yang ternyata dari
tadi memperhatikan saya. Sesaat
saya jadi gugup, tetapi kemudian
pembantu itu malah
mengedipkan matanya pada
saya, dan selanjutnya ia
memberikan minuman pada
saya. Saat ia memberi minum,
belahan dadanya jadi terlihat
(karena pakaiannya agak
pendek), dan sama seperti dosen
saya ukurannya juga besar.
Kemudian dosen saya yang
sudah duduk di depan saya
berkata, (mungkin karena saya
melihat belahan dada pembantu
itu) “Kamu pingin ya “nyusu”
sama buah dada yang sintal..?”
Saya pun tergagap dan
menjawab, “Ah… enggak kok
Bu..!”
Lalu dia bilang, “Nggak papa kok
kalo kamu pingin.., Ibu juga
bersedia nyusuin kamu.”
Mungkin karena ia saya anggap
bercanda, saya bilang saja, “Oh..,
boleh juga tuh Bu..!”
Tanpa diduga, ia pun mengajak
saya masuk ke ruang kerjanya.
Saat kami masuk, ia berkata,
“Andre, tolong liatin ada apaan
sih nih di punggung Ibu..!”
Kemudian saya menurut saja,
saya lihat punggungnya. Karena
tidak ada apa-apa, saya bilang,
“Nggak ada apa-apa kok Bu..!”
Tetapi tanpa disangka, ia malah
membuka semua gaun tidurnya,
dengan tetap membelakangiku.
Saya lihat punggungnya yang
begitu mulus dan putih.
Kemudian ia menarik tangan
saya ke payudaranya, oh
sungguh kenyal dan besar.
Kemudian saya merayap ke
putingnya, dan benar perkiraan
saya, putingnya besar dam
masih keras.
Kemudian ia membalikkan
tubuhnya, ia tersenyum sambil
membuka celana dalamnya.
Terlihat di sekitar kemaluannya
banyak ditumbuhi bulu yang
lebat.
Kemudian saya berkata, “Kenapa
Ibu membuka baju..?”
Ia malah berkata, “Sudah..,
tenang saja! Pokoknya puaskan
aku malam ini, kalau perlu
hingga pagi.”
Karena saya ingin juga
merasakan tubuhnya, saya pun
tanpa basa-basi terus
menciuminya dan juga buah
dadanya. Saya hisap hingga ia
merasa kegelian. Kemudian ia
membuka pakaian saya, ia pun
terbelalak saat ia melihat batang
kejantanan saya.
“ Oh, sangat besar dan panjang..!
(karena ukuran penis saya
memang besar, sekitar 17 cm
dan berdiameter 3 cm)”
Dosen saya pun sudah mulai
terlihat atraktif, ia mengulum
penis saya hingga biji kemaluan
saya.
“ Ah.. ahh Bu… enak sekali, terus
Bu, aku belum pernah dihisap
seperti ini..!” desah saya.
Karena dipuji, ia pun terus
semangat memaju-mundurkan
mulutnya. Saya juga meremas-
remas terus buah dadanya,
nikmat sekali kata dosen saya.
Kemudian ia mengajak saya
untuk merubah posisi dan
membentuk posisi 69.
Saya terus menjilati vaginanya
dan terus memasukkan jari saya.
“ Ah.. Andre, aku sudah nggak
kuat nih..! Cepat masukkan
penismu..!” katanya.
“Baik Bu..!” jawab saya sambil
mencoba memasukkan batang
kemaluan saya ke liang
senggamanya.
“ Ah.., ternyata sempit juga ya
Bu..! Jarang dimasukin ya Bu..?”
tanya saya.
“ Iya Andre, suami Ibu jarang
bercinta dengan Ibu, karena itu
Ibu belum punya anak, ia pun
juga sebentar permainannya.”
jawabnya.
Kemudian ia terus
menggelinjang-gelinjang saat
dimasukkannya penis saya
sambil berkata, “Ohh… ohhh…
besar sekali penismu, tidak
masuk ke vaginaku, ya Ndre..?”
“Ah nggak kok Bu..” jawab saya
sambil terus berusaha
memasukkan batang
keperkasaan saya.
Kemudian, untuk melonggarkan
lubang vaginanya, saya pun
memutar-mutar batang
kemaluan saya dan juga
mengocok-ngocoknya dengan
harapan melonggarkan liangnya.
Dan betul, lubang senggamanya
mulai membuka dan batang
kejantanan saya sudah masuk
setengahnya.
“Ohhh… ohhh… Terus Ndre,
masukkan terus, jangan ragu..!”
katanya memohon.
Setelah memutar dan mengocok
batang kejantanan saya,
akhirnya masuk juga rudal saya
semua ke dalam liang
kewanitaannya.
“ Oohh pssfff… aha hhah.. ah…”
desahnya yang diikuti dengan
teriakannya, “Oh my good..!
Ohhh..!”
Saya pun mulai mengocok
batang kemaluan saya keluar
masuk. Tidak sampai semenit
kemudian, dosen saya sudah
mengeluarkan cairan vaginanya.
“ Oh Andre, Ibu keluar…” terasa
hangat dan kental sekali cairan
itu.
Cairan itu juga memudahkan
saya untuk terus memaju-
mundurkan batang keperkasaan
saya. Karena cairan yang
dikeluarkan terlalu banyak,
terdengar bunyi, “Crep.. crep..
sleppp.. slepp..” sangat keras.
Karena saya melakukannya
sambil menghadap ke arah pintu,
sehingga terdengar sampai ke
luar ruang kerjanya.
Saat itu saya sempat melihat
pembantunya mengintip
permainan kami. Ternyata
pembantu itu sedang meremas-
remas payudaranya sendiri
(mungkin karena bernafsu
melihat permainan kami). Oh,
betapa bahagianya saya sambil
terus mengocok batang
keperkasaan saya maju mundur
di liang vagina dosen saya. Saya
juga melihat tontonan gratis ulah
pembantunya yang masturbasi
sendiri, dan saya baru kali ini
melihat wanita masturbasi.
Setelah 15 menit bermain
dengan posisi saya berada di
atasnya, kemudian saya
menyuruh dosen saya pindah ke
atas saya sekarang. Ia pun
terlihat agresif dengan posisi
seperti itu.
“ Aha.. ha.. ha…” ia berkata seperti
sedang bermain rodeo di atas
tubuh saya.
15 menit kemudian ia ternyata
orgasme yang kedua kalinya.
“ Oh, cepat sekali dia orgasme,
padahal aku belum sekalipun
orgasme.” batin saya.
Kemudian setelah orgasmenya
yang kedua, kami berganti posisi
kembali. Ia di atas meja,
sedangkan saya berdiri di
depannya. Saya terus bermain
lagi sampai merasakan batas
dinding rahimnya.
“ Oh.. oh.. Andre, pelan-pelan
Ndre..!” katanya.
Kelihatannya ia memang belum
pernah dimasukan batang
kemaluan suaminya hingga
sedalam ini. 15 menit kemudian
ia ternyata mengalami orgasme
yang ketiga kalinya.
“ Ah Andre, aku keluar, ah… ah…
ahhh… nikmat..!” desahnya
sambil memuncratkan kembali
cairan kemaluannya yang
banyak itu.
Setelah itu ia mengajak saya ke
bath-tub di kamar mandinya. Ia
berharap agar di bath-tub itu
saya dapat orgasme, karena ia
kelihatannya tidak sanggup lagi
membalas permainan yang saya
berikan. Di bath-tub yang diisi
setengah itu, kami mulai
menggunakan sabun mandi
untuk mengusap-usap badan
kami. Karena dosen saya sangat
senang diusap buah dadanya, ia
terlihat terus-terusan
bergelinjang. Ia membalasnya
dengan meremas-remas buah
kemaluan saya menggunakan
sabun (bisa pembaca rasakan
nikmatnya bila buah zakar
diremas-remas dengan sabun).
Setelah 15 menit kami bermain di
bath-tub, kami akhirnya berdua
mencapai klimaks yang keempat
bagi dosen saya dan yang
pertama bagi saya.
“ Oh Andre, aku mau keluar
lagi..!” katanya.
Setelah terasa penuh di ujung
kepala penis saya, kemudian
saya keluarkan batang
kejantanan saya dan kemudian
mengeluarkan cairan lahar panas
itu di atas buah dadanya sambil
mengusap-usap lembut.
“Oh Andre, engkau sungguh kuat
dan partner bercinta yang
dahsyat, engkau tidak cepat
orgasme, sehingga aku dapat
orgasme berkali-kali. ini pertama
kalinya bagiku Andre. Suamiku
biasanya hanya dapat
membuatku orgasme sekali saja,
kadang-kadang tidak sama
sekali.” ujar dosen saya.
Kemudian karena kekelalahan, ia
terkulai lemas di bath-tub
tersebut, dan saya keluar ruang
kerjanya masih dalam keadaan
bugil mencoba mengambil
pakaian saya yang berserakan di
sana.
Di luar ruang kerjanya, saya lihat
pembantu dosen saya tergeletak
di lantai depan pintu ruangan itu
sambil memasukkan jari-jarinya
ke dalam vaginanya. Karena
melihat tubuh pembantu itu
yang juga montok dan putih
bersih, saya mulai
membayangkan bila saya dapat
bersetubuh dengannya. Yang
menarik dari tubuhnya adalah
karena buah dadanya yang
besar, sekitar 36D. Akhirnya saya
pikir, biarlah saya main lagi di
ronde kedua bersama
pembantunya. Pembantu itu pun
juga tampaknya bergairah
setelah melihat permainan saya
dengan majikannya.
Saya langsung menindih
tubuhnya yang montok itu
dengan sangat bernafsu. Saya
mencoba melakukan
perangsangan terlebih dulu ke
bagian sensitifnya. Saya
mencium dan menjilat seluruh
permukaan buah dadanya dan
turun hingga ke bibir
kemaluannya yang ditumbuhi
hutan lebat itu. Tidak berapa
lama kemudian, kami pun sudah
mulai saling memasukkan alat
kelamin kami. Kami bermain
sekitar 30 menit, dan tampaknya
pembantu ini lebih kuat dari
majikannya. Terbukti saat kami
sudah 30 menit bermain, kami
baru mengeluarkan cairan
kemaluan kami masing-masing.
Oh, ternyata saya sudah bermain
seks dengan dua wanita
bernafsu ini selama satu
setengah jam. Saya pun akhirnya
pulang dengan rasa lelah yang
luar biasa, karena ini adalah
pertama kalinya saya merasakan
bercinta dengan wanita.
TAMAT

Bercinta Dengan Nenek Nelly

"Nenek Neli.." begitu biasanya cucu-cucunya memanggil. Nenek Neli pemilik rumah yang kutempati (kost) adalah nenek yang yang mengerti benar arti kecantikan wanita, itu menurut pandanganku. Usianya kira-kira 60-an, gerak-geriknya lembut dan gurat-gurat kecantikannya masih terlihat jelas. Kalau kubanding-bandingkan, wajaa Nenek Neli persis seperti bintang sinetron RE. Dengan kulit putih bersih dan terawat. Bagaimana tidak kelihatan bersih ni nenek, setiap minggu mandi susu, luluran dan perawatan kecantikan lainnya. Jadi pantaslah kecantikan masih memancar dan usia tuanya tidak begitu kelihatan. Di rumahnya, Nenek Neli tinggal sendiri ditemani dua orang pembantu serta 3 kamar dilantai atas dikoskan. Anak-anak Nenek Neli ada 2 orang, Ibu Riri dan Ibu Rossa, sudah menikah tapi tinggal di lain kota. Aku, Ari dan Reni adalah anak-anak kostnya. Kami sebagai anak kost memang kompak bertiga dan sudah lama kost di rumah Nenek Neli. Sehingga kami bertiga ini sudah seperti keluarga atau ya sebut saja cucunya Nenek Neli. Selama kami tinggal, terutama aku, memang tidak ada pengalaman (sex) yang seru. Tapi sore itu, aku mendapat suatu pengalaman sex baru. Berhubungan sex dengan nenek-nenek, Nenek Neli! Nah.. Begini ceritanya. Aku (Jojo, 20 tahun) sampai di tempat kost jam 4 sore. Sepi, karena 2 orang tetangga kostku pulang ke rumahnya, mereka menghabiskan libur kuliahnya di rumah masing-masing. Aku memang ada rencana pulang, mungkin 2-3 hari lagi. Kulihat Nenek Neli sedang meraway bonsai-bonsainya. "Sore.. Nek." kataku sambil menghampirinya. "O.., Nak Jo, udah pulang rupanya." asyik sekali kelihatan Nenek Neli dengan bonsai-bonsainya. Hobynya yang satu ini memang cocok dengan pribadi Nenek Neli. Resik dan anggun, bagaikan bonsai peliharaannya. Karena capek dan, aku pamit mau istirahat di kamar. Pelan-pelan kunaiki anak tangga, menuju kamarku. Wah.., terasa sekali sepinya, biasanya sore-sore begini kami berkumpul sambil becanda-canda, terutama sama si Big Beautiful, Reni. Walaupun Reni ini bodynya bomber (beratnya 80 kg kurang lebih sih), wajahnya lumayan cantik juga. Gendut tapi wajahnya tidak terlalu bulat, pokoknya cantik deh. Gila! kok bisa ngelamunin Reni. Entah karena ngelamunin Reni atau memang nafsuku lagi kumat, kulepaskan celana, yang tinggal hanya CD-ku saja. Gundukan celana dalamku makin membesar, penisku tegang! Sakit juga rasanya, akhirnya kulepaskan CD-ku, telanjang bulat! Kumainkan penisku, kukocokin penisku sambil membayangkan menyenggamai si gendut Reni. Tiba-tiba.., "Ceklek.. kreeit..," pintu kamarku terbuka (aku lupa mengunci pintunya).Memek Nenek"Weleh-weleh.., Nak Jo, Nak Jo.. Barang gede gitu kok dianggurin, sini masukin lubang Nenek aja..!" Kaget sekali aku, tidak tahu rasanya, antara malu dan birahiku masih telentang bugil di tempat tidur. Tapi Nenek Neli dengan cueknya malah melangkah masuk ke kamar, menghampiriku. Rupanya dari tadi dia sudah menonton acara ngocokku. Dan aku benar-benar tidak menyangka akan ucapannya. "Ngentot Nenek Neli..?" "Siapa takut..!?" Nah, ini yang kumaksud pengalaman baru dan membuat pribadi sex-ku berubah. Di kemudian hari, aku hanya senang berkencan (bersenggama) dengan wanita uang usianya di atas usiaku. Kalau tidak tante-tante, ya.. Nenek-nenek. Dan yang pasti melalui Nenek Neli lah aku dikenalkan dengan teman-temannya. Pokoknya lebih asyik begituan dengan nenek-nenek, liang vaginanya keset dan agak sempit lah..!peri.mungilPenis besarku dielus-elus sama Nenek Neli, lembut sekali. Kuraba susu Nenek Neli (Nenek Neli masih memakai daster tipis). Lumayan besar (bulat lonjong) tapi agak turun. Wajah kami sudah demikian dekatnya, penisku masih dipegangnya sambil dikocok. Gurat-guratan wajah Nenek Neli kelihatan menampakkan wajah tuanya. "Tapi siapa perduli..! Yang kulihat sekarang, Nenek Neli benar-benar bagaikan pacarku (gadis 20 tahunan), sintal dan menggairahkan! Dan yang pasti akan kugituin dia habis-habisan..! Posisi kami masih berdiri, tapi sekujur tubuh kami sudah tidak terbalut sehelai pakaian pun, los polos.. telanjang bulat! Tubuh Nenek Neli yang putih mengelinjang kegelian ketika susu besarnya kuhisap-hisap, kugigit dan kutarik-tarik puting susunya. "Uh.. hh.. aduh.. biyung.. geli aku..!" teriaknya tertahan oleh birahi. Susu Nenek Neli mengelonjor, makin turun bergoyang-oyang. Lidahku makin liar
menjalar-jalar menjelajahi lekuk
tubuh Nenek Neli yang putih mulus. Puas bermain di puting susunya, lidahku menjelajah turun ke bawah gunung kembar Nenek Neli. Perutnya sedikit turun, bergelombang bagaikan sisa ombak di pesisir pantai. Sungguh semakin membuat birahiku bergejolak. Bulu-bulu kemaluannya masih terlihat lebat dan kelihatan bibir vaginanya sedikit menyembul, bagaikan jengger ayam. "Wow.., bener-bener terawat luar dalam ini Nenek." batinku. Walaupun lemak sedikit menggumpal di perutnya, tapi kulit nenek masih gres, mulus sampai liang vaginanya pun bersih terawat, terlihat berwarna merah segar kemudaan. "Shrup.. shrup.. cop.. cop.." bunyi lidahku menari-nari menghisap lubang kemaluan Nenek Neli. "Uh.. uh.. oohh trus trus.. Nak, aduh.. nikmatnya.. iihh..!" badan Nenek Neli meliuk-liuk menahan kegelian. Memek Nenek Neli basah oleh oudahku. Mungkin yang namanya monupouse (berakhirnya kelenjar pelicin) ya.. ini, vagina Nenek Neli sama sekali tidak mengeluarkan
cairan. "Bu.. ibu.." tiba-tiba si Sum, pembantu Nenek Neli memanggil-manggil. "Brengsek..!" umpatku kesal. Gimana tidak kesel, lagi mau masukin vagina Nenek Neli, eh.. Si Sum manggil tuannya. Bergegas Nenek Neli merapihkan pakaian dan rambutnya yang acak-acakan. Sambil tersenyum, dia berbisik, "Kamu pinter.. Nak. Nanti malamm kita terusin ya.. Sayang..?" Nenek Neli bergegas turun dan tidak lupa mengecup pipiku mesra. Samar-samar kudengar alasan Nenek Neli kepada Sum, dia di kamar atas dari tadi mengecek kamar anak-anak kost. Busyet, si nenek pintar bohong juga. Jam di kamarku menunjukkan pukul 09.00 malam. Lampu-lampu di ruang tamu dan kamar pembantu mulai dipadamkan. Sepertinya kedua pembantu Nenek Neli sudah mulai tidur. Kecapean kali dari pagi kerja beberes rumah. Sepi sesekali terdengar bunyi jangkrik bersahutan. Aku sudah tidak sabar menunggu Nenek Neli. Acara TV di kamarku tidak lagi menarik perhatianku. Sayup-xayup kudengar langkah kaki menaiki tangga. "Sstt.. Nak Jojo.. ini Nenek.." bergegas kubuka pintu
kamarku, kupeluk erat nenek seksiku ini. "Nek..kog lama sih.., Jojo udah nggak tahan nih!" kataku sambil kutunjukkan penisku yang sudah terangsang berat. Aku memang sengaja telanjang bulat menunggu kedatangan Nenek Neli. "Ih.. gedenya!" dipegangnya penisku. "Ya.. Nenek juga udah pengin ngerasain punya kamu, Jo. Rasanya gimana ya.. kalo punya kamu yang gede itu masuk ke Memek Nenek..? Aduh.. ngebayangin aja rasanya udah cekot-cekot.." jatanya sambil pakaiannya dilepas. Yang menempel hanya kutang dan celana dalam berwarna
hitam. Seksi sekali! Sekarang badan kami menempel erat, bergumul di tempat tidurku. Ujung penisku yang terangsang berat diusap, diremas, pokoknya geli habis deh..! Badanku menggelinjang menahan geli. Bibir kami saling bercumbu, menggigit dengan nafsu yang membara. Sambil puting buah Dada Nenek Neli
kupilin-pilin."Aduh.. Nak.. uuh.. sini gantian, Nenek mau hisap punya kamu..!" dengan cepat Nenek Neli bergerak turun mencari penisku yang masih tegak. Ujung-ujung penisku dijilatinya. "Uh.. ah.. ah.. sstt.. Nek.. ah.. enak sekali Nek.." suaraku tertahan menahan geli yang sangat. Mendengar eranganku, Nenek 9eli semakin bernafsu memainkan lidahnya. Dari ujung penis, lidahnya menjilat-jilat batang kemaluanku, terus... Terus.. sampai dua pelorku pun tidak luput dari jilatannya. Kedua pelorku dihisap dan dikulumnya. "Sstt.. uuh.. geli.. Nek..," tidak kuat aku menahan geli. Busyet! Nenek Neli benar-benr jago. Baru kali ini aku merasakan sensasi sex yang begitu hebat. Tua-tua keladi nenek ini, makin tua makin HOT. "Srupp.. srupp.. sstt.. sstt.." suaranya kedengaran seperti kepedasan. Mulut Nenek Neli terbuka lebar memasukkan penisku, karaoke!eli sekali batang penisku bergesekan dengan giginya. Uh.. Tambah geli aku, begitu ujung penisku digigit-gigitnya. "Nek.. Jojo.. Nggak tahan.. Jojo
mau masukin ya..?" pelan-pelan penisku dilepas, nenek Neli telentang di sisi tempat tidur dengan kaki terbuka lebar (mengangkang). Lubang vaginanya terbuka lebar, siap melumat batang penisku. Ujung penisku mulai menyentuh bibir kemaluannya. Dari atas, vaginanya yang terbuka terlihat menyembul sedikit lubang kencing Nenek Neli. Kugesek-gesekkan dulu penisku ke biji kacangnya.
"Uh.. uh.. geli.. oohh.. nak Jo.. Nenek udah nggak tahan..!" kemudian erangannya berganti menjadi, "Ah.. aah.. aduh.. Nak.." ketika penisku menerobos masuk ke dalam vagina Nenek Neli. Pertama masuk vaginanya sedikit tertahan (kering)karena cairan kemaluannya tidak seperti gadis belasan tahun. Baru ciuman saja sudah deras muncrat. Vagina Nenek Neli kering-kering nikmat, bagaikan bersenggama dengan perawan ting-ting. "Blep.. plak.. plak.. blep.." bersahutan-sahutan bunyi batang kemaluanku beradu, sambil masih kupegang kedua kakinya naik ke atas membentuk huruf V. Mata Nenek Neli meram melek menahan gejolak kenikmatan. Kupandangi wajahnya, sedikit mehanan nyeri, tersenyum. Buah dadanya bergoyang naik turun, kiri.. kanan.., seiring penisku menghujam masuk keluar lubang vaginanya. Terasa ngilu penisku di dalam, rupanya Nenek Neli sengaja mempermainkan liangnya. "Uuh.. oohh.. jepitannya enak sekali Nek..!" eranganku pertanda Nenek Neli akan mengakhiri permainan ini.. Aahh.. Jo.. Nenek.. oohh.. aduhh... Keluar.. oohh.." Gesekan penisku semakin keras maju mundur, liang senggama Nenek Neli berdenyut-denyut menjepit batang kemaluanku sambil tangannya mencengkram sprei tempat tidur. Terasa cairan hangat membasahi penisku. Aku sudah tidak tahan, seolah-olah ada dorongan yang begitu hebat di dalam diriku. Semakin keras kupompa vagina Nenek Neli, semakin keras dorongan yang kurasakan. Ah.., rasanya spermaku akan tumpah keluar."Sekarang.. Nek.. oohh.. Joo.. mo keluar.. aahh..!" spermaku muncrat membasahi dalam lubang vagina Nenek Neli. Basah dan hangat sekali. Berkedut-kedut vagina Nenek Neli. Batang kemaluanku masih setia terbenam di dalam lubang kenikmatannya. Nenek Neli tersenyum senang sambil memencet hidungku. Lama kami saling terkapar di tempat tidur. Nenek Neli merasa tidak kuat turun dari kamarku. Sambil tidur-tiduran, kami saling terbuka menceritakan pribadi masing-masing. Hangat sekali malam ini dikeloni oleh Nenek Neli. Dia mengharapkan supaya aku mau terus kost di rumahnya (gratis tentunya). Dan suatu saat, dia akan mengenalkanku dengan teman-teman yang sehoby dengan Nenek Neli. Aku hanya mengangguk di dekapan Nenek Neli.

Ngentot Pembantuku Mbak Dian

Kisah ini kembali terulang ketika keluarga gw membutuhkan seorang pembantu lagi.
Kebetulan saat itu mbak Dian menganjurkan agar meponakannya Rini yang bekerja disini, membantu keluarga ini. Mungkin menurut ortu gw dari pada susah susah cari kesana kesini, gak pa pa lah menerima tawaran Dian ini. Lagian dia juga sudah cukup lama berkerja pada keluarga ini. Mungkin malah sudah menjadi pembantu kepercayaan keluarga kami ini. Akhirnya ortu menyetujui atas penawaran ini dan mengijinkan keponakannya untuk datang ke Jakarta dan tinggal bersama dalam keluarga ini. Didalam pikiran gw gak ada hal yang akan menarik perhatian gw kalau melihat keponakannya. "Paling paling anaknya hitam, gendut, trus jorok. Mendingan sama bibinya aja lebih enak kemutannya.” Pikir gw dalam hati. Sebelum kedatangan keponakannya yang bernama Rini, hampir setiap malam kalau anggota keluarga gw sudah tertidur lelap. Maka pelan pelan gw ke kamar belakang yang memang di sediakan keluarga untuk kamar tidur pembantu. Pelan pelan namun pasti gw buka pintu kamarnya, yang memang gw tahu mbak Dian gak pernah kunci pintu kamarnya semenjak kejadian itu. Ternyata mbak Dian tidur dengan kaki mengangkang seperti wanita yang ingin melahirkan. Bagaimanapun juga setiap gw liat selangkangannya yang disekitar memeknya halus gak di tumbuhi sehelai rambutpun juga. Bentuknya gemuk montok, dengan sedikit daging kecil yang sering disebut klitoris sedikit mencuat antara belahan vagina yang montok menggiurkan kejantanan gw. Perlahan lahan gw usap permukaan vagina mbak Dian yang montok itu, sekali kali gw sisipin jari tengah gw tepat ditengah vaginanya dan gw gesek gesekan hingga terkadang menyentuh klitorisnya. Desahan demi desahan akhirnya menyadarkan mbak Dian dari tidurnya yang lelap. "mmmm....sssshh.....oooohh, Donn... kok gak bangun mbak sih. Padahal mbak dari tadi tungguin kamu, sampai mbak ketiduran.” Ucap mbak Dian sama gw setelah sadar bahwa vaginanya disodok sodok jari nakal gw. Tapi mbak Dian gak mau kalah, tanpa diminta mbak Dian tahu apa yang gw paling suka. Dengan sigap dia menurunkan celana pendek serta celana dalam gue hingga dengkul, karena kejantanan gw sudah mengeras dan menegang dari tadi.Mbak Dian langsung menggenggam batang kejantanan gw yang paling ia kagumi semenjak kejadian waktu itu. Dijilat jilat dengan sangat lembut kepala kejantanan gw, seakan memanjakan kejantanan gw yang nantinya akan memberikan kenikmatan yang sebentar lagi ia rasakan. Tak sesenti pun kejantanan gw yang gak tersapu oleh lidahnya yang mahir itu. Dikemut kemut kantong pelir gw dengan gemasnya yang terkadang menimbulkan bunyi bunyi “plok.. plok”. Mbak Dian pun gak sungkan sungkan menjilat lubang dubur gw. Kenikmatan yang mbak Dian berikan sangat diluar perkiraan gw malam itu. "Mbak....uuuh. enak banget mbak. Terus mbak nikmatin kontol saya mbak.” Guyam gw yang udah dilanda kenikmatan yang sekarang menjalar. Semakin ganas mbak Dian menghisap kontol gw yang masuk keluar mulutnya, ke kanan kiri sisi mulutnya yang menggesek susunan giginya. Kenikmatan yang terasa sangat gak bisa gw ceritain, ngilu. Ningga akhirnya pangkal unjung kontol gw terasa ingin keluar. "Mbak... Donny mau keluar nih..." Sambil gw tahan kontol gw didalam mulutnya, akhirnya gw muncratin semua sperma didalam mulut mungil mbak Dian yang berbibir tipis itu. "Croot... croot... Ohhh... nikmat banget mbak mulut mbak ini, gak kalah sama memek mbak Dian. Namun kali ini mbak Dian tanpa ada penolakan, menerima muncratan sperma gw didalam mulutnya. Menelan habis sperma yang ada didalam mulutnya
hingga tak tersisa. Membersihkan sisa sperma yang meleleh dari lubang kencing gw. Tak tersisa setetespun sperma
yang menempel di batang kontol gw. Bagaikan wanita yang kehausan di tengah padang gurun sahara, mbak Dian menyapu seluruh batang kontol gw yang teralirkan sperma yang sempat meleleh keluar dari lubang kencing gw. Lalu dengan lemas aku menindih tubuhnya dan berguling ke sisinya. Merebahkan tubuh gw yang sudah lunglai itu dalam kenikmatan yang baru tadi gue rasakan.memek pembokat"Donn... memek mbak blom dapet jatah... mbak masih pengen nih, nikmatin sodokan punya kamu yang berurat panjang besar membengkak itu menyanggah di dalam memek mbak....” pinta mbak Dian sambil memelas. Mengharapkan agar gw mau memberikannya kenikmatan yang pernah ia rasakan sebelumnya. "Tenang aja mbak... mbak pasti dapat kenikmatan yang lebih dari pada sebelumnya, karena punya saya lagi lemes, jadi sekarang mbak isep lagi. Terserah mbak pokoknya bikin adik saya yang perkasa ini bangun kembali. Oke." Tanpa kembali menjawab perintah gw. Dengan cekatan layaknya budak seks. Mbak Dian mengambil posisi kepalanya tepat di atas kontol gw, kembali mbak Dian menghisap hisap. Berharap keperkasaan gw bangun kembali. Segala upaya ia lakukan, tak luput juga rambut halus yang tumbuh mengelilingi batang kontol gw itu dia hisap hingga basah lembab oleh air ludahnya. Memang gw akuin kemahiran pembantu gw yang satu ini hebat sekali dalam memanjakan kontol gw didalam mulutnya yang seksi ini. Alhasil kejantanan gw kembali mencuat dan mengeras untuk siap bertempur kembali. Lalu gw juga gak mau lama lama peperti ini. Gw juga mau merasakan kembali kontol gw ini menerobos masuk ke dalam memeknya yang montok gemuk itu. Mengaduk ngaduk isi memeknya. Gw memberi aba aba untuk memulai ke tahap yang mbak dian paling suka. Dengan posisi women on top, mbak Dian mengenggam batang kontol gue. Menuntun menyentuh memeknya yang dari setadi sudah basah. kontol gw di gesek gesek terlebih dahulu di bibir permukaan memeknya. Menyentuh, mengesek dan membelah bibir memeknya yang mengemaskan.Perlahan kontol gw menerobos bibir memeknya yang montok itu. Perlahan lahan kontol gw seluruhnya terbenam didalam liang kenikmatannya. Goyangan pinggulnya mbak dian membuat gw nikmat banget. Semakin lama semakin membara pinggul yang dihiasi bongkahan pantat semok itu bergoyang mempermainkan kontol gw yang terbenam didalam memeknya. "uh... Donn. Punya kamu perkasa banget sih. Nikmat banget...." dengan mimik muka yang merem melek menikmati hujaman kontol gw ke dalam liang senggamanya. "memek mbak Dian juga gak kalah enaknya. Bisa pijit pijit punya saya... memek mbak di apain sih... kok enak banget." "Ih... mau tahu aja. Gak penting diapain. Yang penting kenikmatan yang diberikan sama memek mbak sama kamu Donn....” sahut mbak Dian sambil mencubit pentil tetek gw. "Donn... ooohh.... Donn.... mbak mmmmauu kluuuuaaarr.. Ooohh.” Ujar mbak Dian sambil mendahakkan kepalanya ke atas, berteriak karena mencapai puncak dari kenikmatannya. Dengan lunglai mbak Dian ambruk merebahkan tubuhnya yang telanjang tepat di atas badan gw. Untung saja posisi kamar mbak Dian jauh dari kamar kamar saudara dan ortu gw. Takutnya teriakan tadi membangunkan mereka dan menangkap basah persetubuhan antara pembantu dengan anak majikannya. Gak kebayang deh jadinya kayak apa. Lalu karena gw belum mencapai kenikmatan ini, maka dengan menyuruh mbak Dian mengangkatkan pantatnya sedikit tanpa harus mengeluarkan batang kontol gw dari dalam liang kenikmatannya. Masih dengan posisi women on top. Kembali kini gue yang menyodok nyodok memeknya dengan bringas. Sekarang gw gak perduli suara yang keluar dari mulut mbak Dian dalam setiap sodokan demi sodokan yang gw hantam kedalam memeknya itu. "Donn.... kamu kuat banget Donn... aaah... uuuhhh.. sshhhh.... ooohhh...” erangan demi erangan keluar silih berganti bersama dengan keringat yang semakin mengucur di sekujur badan gw dan mbak Dian. "Truuuus... Donn... sodok trusss memek mbak Doooonn. Jangan perduliin hantam truuuss." Erangan mbak Dian yang memerintah semakin membuatdarah muda gw semakin panas membara. Sekaligus semakin membuat gw terangsang. "Suka saya entot yah mbak.. Kontol saya enak’kan... hhmmm." Tanya gw memancing birahinya untuk semakin meningkat lagi. "hhhhhmmmm... suka....sssshhh... Banget Donn. Suka banget." kembali erangannya yang tertahan itu terdengar bersama dengan nafasnya yang menderu dera karena nafsu birahinya kembali memuncak. "Bilang kalau mbak Dian adalah budak seks Donny.” Perintah gw. "Mbak budak seks kamu Donn, mbak rela meskipun kamu perkosa waktu itu.... Ohhhh... Nikmatnya kontol kamu ini Donn." semakin kencang kontol gw entotin memeknya mbak Dian. Mungkin seusai pertempuran ranjang ini memeknya mbak Dian lecet lecet karena sodokan kontol gw yang tak henti hentinya memberikan ruang untuk istirahat. Merasa sebentar lagi akan keluar, maka gw balikkan posisi tubuh mbak Dian dibawah tanpa harus mengeluarkan kontol yang sudah tertanam rapi didalam memeknya. Gw peluk dia trus gw balikin tubuhnya kembali ke posisi normal orang melakukan hubungan badan. Gw buka lebar lebar selangkangan mbak Dian dan kembali memompa memek mbak Dian. Terdengar suara suara yang terjadi karena beradunya dua kelamin berlainan jenis. "plok... plok...” semakin kencang terdengar dan semakin cepat daya sodokan yang gw hantam ke dalam liang vaginanya. Terasa sekali bila dalam posisi seperti ini, kontol gw seperti menyentuh hingga rahimnya. Setiap di ujung hujangan yang gw berikan. Maka erangan mbak Dian yang tertahan itu mengeras. Sampai saatnya terasa kembali denyut denyutan yang semula gw rasakan, namun kali ini denyut itu semakin hebat. eakan telah di ujung helm surga gw. Gw tahan gak mau permainan ini cepat cepat usai setiap mau mencapai puncaknya. Gw pendam dalam dalam kontol gw di dalam lubang senggamanya mbak dian.

Bercinta Dengan Tante Sendiri

Aku adalah salah satu fans dari
ceritasekspanasdewasa.blogspot.com aku terilhami
untuk menulis pengalamanku ini
karena ini adalah pengalamanku
yang luar biasa (bagiku).
Sebelum aku menulis isi dari
cerita ini, aku akan memberikan
gambaran sekilas tentang
tanteku ini. Tingginya sekitar
167-an, lingkar dadanya sekitar
34-an, pinggulnya 32-an, aku
menambahkan "an" karena aku
kurang tahu pasti besar masing-
masing bagian tubuhnya itu.
Kejadian itu terjadi di Denpasar
Bali, tahun 1998, aku waktu itu
kelas 3 SMU di salah satu SMU di
Denpasar. Tapi sekarang aku
kuliah di Jakarta di salah satu
kampus yang tidak begitu
terkenal di Jakarta. Aku memang
sudah lama sekali sangat
menginginkan tubuh tanteku itu,
tapi butuh penantian yang lama,
kira-kira sejak aku SMP. Mulailah
kuceritakan isinya. Waktu itu
sekitar jam 12.30 WITA, matahari
benar-benar panasnya minta
ampun, terus motorku endut-
endutan. Wahh! benar-benar
reseh dah. Tapi akhirnya aku
sampai di kost-kostan, langsung
saja aku ganti baju, terus sambil
minum air Aqua, wuahh, segar
tenan rek. Lalu tiba-tiba belum
kurebahkan badan untuk
istirahat handphone-ku bunyi,
ternyata dari tanteku, lalu
kujawab,
"Halo Tan, ada apa?"
"Kamu cepet dateng ya!" ucap
tanteku.
"Sekarang?" tanyaku lagi.
"La iya-ya, masa besok, cepet
yah!" ujar tanteku.
Lalu aku bergegas datang ke
rumah tanteku itu.
Sesampainya di sana, kulihat
rumahnya kok sepi, tidak seperti
biasanya (biasanya ramai sekali),
lalu kugedor pintu rumah
tanteku. Tiba-tiba tanteku
langsung teriak dari dalam.
"Masuk aja Wa!" teriak tanteku.
Oh ya, namaku Dewa. Lalu aku
masuk langsung ke ruang TV.
Terus aku tanya,
"Tante dimana sih?" tanyaku
dengan nada agak keras.
"Lagi di kamar mandi, bentar ya
Wa!" sahut tanteku.
Sambil menunggu tanteku mandi
aku langsung menghidupkan
VCD yang ada di bawah TV, dan
menonton film yang ada di situ.
Tidak lama kemudian tanteku
selesai mandi lalu menghampiri
aku di ruang TV. Oh my god!
Tanteku memakai daster tipis
tapi tidak transparan sih, tapi
cetakan tubuhnya itu loh,
wuiihh! Tapi perlu pembaca
ketahui di keluargaku terutama
tante-tanteku kalau lagi di rumah
pakaiannya seksi-seksi.
Aku lanjutkan, lalu dia
menegurku.
"Sorry ya Wa, Tante lama."
"Oh, nggak papa Tante!" ujarku
rada menahan birahi yang mulai
naik.
"Oom kemana Tante?" tanyaku.
"Loh Oom kamu kan lagi ke
Singaraja (salah satu kota di
Bali)," jawab tanteku.
"Memangnya kamu nggak di
kasih tau kalo di Singaraja ada
orang nikah?" tanya tanteku lagi.
"Wah nggak tau Tante, Dewa
sibuk sih," jawabku.
"Eh Wa, kamu nggak usah tidur
di kos-an yah, temenin Tante di
sini, soalnya Tante takut kalo
sendiri, ya Wa?" tanya tanteku
sedikit merayu.
Wow, mimpi apa aku semalam
kok tanteku mengajak tidur di
rumahnya, tidak biasanya,
pikirku.
"Tante kok nggak ikut?" tanyaku
memancing.
"Males Wa," jawab tanteku
enteng.
"Ooo, ya udah, terus Dewa tidur
dimana Tan?" tanyaku lagi.
"Mmm.. di kamar Tante aja, biar
kita bisa ngobrol sambil nonton
film, di kamar Tante ada film
baru tuh!" ujar tanteku.
Oh god! what a miracle it this.
Gila aku tidak menyangka aku
bisa tidur sekamar, satu tempat
tidur lagi, pikirku.
"Oke deh!" sahutku dengan
girang.
Singkat cerita, waktu sudah
menunjukkan pukul enam sore.
"Waa..! Dewaa..! udah mandi
belum?" teriak tanteku
memanggil.
"Bentar Tan!" jawabku.
Memang saat itu aku sedang
membersihkan motor, melap
motor adalah kebiasaanku,
karena aku berprinsip kalau
motor bersih terawat harga
jualnya pasti tinggi. Pada saat itu
pikiran kotorku dalam sekejap
hilang. Setelah melap motor, aku
bergegas mandi. Di kamar mandi
tiba-tiba pikiran kotorku muncul
lagi, aku berpikir dan
mengkhayalkan kemaluan
tanteku, "Gimana rasanya ya?"
khayalku. Terus aku berusaha
menghilangkan lagi pikiran itu,
tapi kok tidak bisa-bisa. Akhirnya
aku mengambil keputusan dari
pada nafsuku kupendam terus
entar aku macam-macam, wah
pokoknya bisa gawat. Akhirnya
aku onani di kamar mandi. Pas
waktu di puncak-puncaknya aku
onani, tiba-tiba pintu kamar
mandi ada yang mengetuk.
Kontan saja aku kaget, ternyata
yang masuk itu adalah tanteku.
Mana pas bugil, sedang tegang
lagi kemaluanku, wah gawat!
"Sibuk ya Wa?" tanya tanteku
sambil senyum manja.
"Eh.. mm.. so.. so.. sorry Tan, lupa
ngunci," jawabku gugup.
Tapi sebenarnya aku bangga,
bisa menunjukkan batang
kemaluanku pada tanteku.
Panjang batang kemaluanku pas
keadaan puncak bisa mencapai
15 cm, pokoknya "international
size" deh.
"Oh nggak papa, cepetan deh
mandinya, terus langsung ke
kamar ya, ada yang pengen
Tante omongin."
"Oh my god, marah deh Tante,
wah gawat nih," pikirku.
Lalu aku cepat-cepat mandi, terus
berpakaian di dalam kamar
mandi juga, tidak sempat deh
melanjutkan onani, padahal
sudah di puncak.
Setibanya di kamar tanteku, aku
melihat tante memakai celana
pendek, sangat pendek, ketat,
pokoknya seksi sekali, terus aku
bertanya,
"Ada apa Tan, kayaknya gawat
banget sih?" tanyaku takut-takut
sambil duduk di atas tempat
tidur.
"Enggak, Tante pengen cerita,
tentang Oom-mu itu lho," ujar
tanteku.
"Emangnya Oom kenapa Tan?"
tanyaku lagi.
Dalam hatiku sebenarnya aku
sudah tahu oom itu orangnya
agak lemah, jadi aku berharap
tante menawarkan kemaluannya
padaku. Dengan seksama aku
medengarkan cerita tanteku itu.
"Sebenernya Tante nggak begitu
bahagia sama Oom-mu itu, tapi
dibilang nggak bahagia nggak
juga, sebabnya Oom-mu itu
orangnya setia, tanggung jawab,
dan pengertian, yang bikin Tante
ngomong bahwa Tante nggak
bahagia itu adalah masalah
urusan ranjang," ujar tanteku
panjang lebar.
"Maksud Tante?" tanyaku lagi.
"Ya ampun, masih nggak ngerti
juga, maksud Tante, Oom-mu itu
kalo diajak begituan suka cepet
nge-down, nah ngertikan?"
tanya tanteku meyakinkan aku.
"Ooo.." ucapku pura-pura tidak
mengerti.
"Mmm.. Wa, mau nggak nolongin
Tante?" tanya tanteku dengan
nada memelas.
"Bantu apa Tan?" tanyaku lagi.
"Kan hari ini sepi, terus Oom-mu
kan nggak ada, juga sekarang
Tante lagi terangsang nih, mau
nggak kamu main sama Tante?"
tanya tanteku sembari
mendekatkan tubuhnya
kepadaku.
Gila! Ternyata benar juga yang
aku khayalkan, Tanteku minta!
Cihui! ups tapi jangan sampai
aku terlihat nafsu juga, pikirku
dalam-dalam.
"Tapi Dewa takut Tante, nanti
ada yang ngeliat gimana?"
ucapku polos.
"Loh..! kan kamu ngeliat sendiri,
emang di sini ada siapa? kan
nggak ada siapa-siapa," jawab
tanteku meyakinkan.
"Ya udah deh," ujar tanteku
sambil memulai dengan
menempelkan tangannya ke
kemaluanku yang sebenarnya
sudah menegang dari tadi.
"Wow.. gede juga ya! Buka dong
celanamu Wa!" ujar tanteku
mesra.
Lalu kubuka celanaku dengan
cepat-cepat, dengan cepat pula
tanteku memegang kemaluanku
yang sudah over size itu. Sambil
mengocok batang kemaluanku
dengan tangan kirinya, tangan
kanan tanteku memegang
payudaranya dan mengeluarkan
bunyi-bunyi yang merangsang.
"Emf.. ehm.. mm.. gede banget
kemaluanmu Wa!" ujar tanteku.
Aku tidak terlalu mendengarkan
omongan tanteku, soalnya aku
sudah "over" sekali. Lalu tanteku
mulai menempelkan kemaluanku
ke mulutnya, dan dengan
seketika sudah dilumatnya
batang kemaluanku itu.
"Oh God! Eh.. eh.. ehm.. e.. nak..
Tante.. terus Tan..!" ujarku
merasakan nikmatnya kuluman
tanteku itu. Tanteku lalu
merebahkan tubuhku di atas
ranjangnya, lalu dengan ganas ia
menyedot batang kemaluanku
itu, lalu ia memutar tubuhnya
dan meletakkan liang
kemaluannya di atas mukaku
tanpa melepaskan kemaluanku
dari mulutnya. Dengan sigap aku
langsung menjilat liang kemaluan
tanteku. Merasakan itu tanteku
mengerang keenakan. "Aaah..
Wa.. enak.. terus Wa.. terus jilat..!"
erang tanteku keras-keras.
Mendengar itu, nafsuku makin
bertambah, dengan nafsu yang
menggebu jilatan ke
kemaluannya kutingkatkan lagi,
dan akibatnya tanteku
mengalami orgasme yang
dahsyat, sampai-sampai mukaku
kena semprotan cairan
kewanitaannya. "Oh Dewa.. Tante
sayang kamu.. uh.. ka.. ka.. mu
ponakan Tante paling.. hee.. bat..
aah," puji tanteku sambil
mengerang merasakan nikmat.
Aku merasa bangga karena aku
masih bertahan, lalu aku
membalikkan tubuh tanteku
sehingga ia terlentang. Kuangkat
kedua kakinya sehingga
terpampanglah liang
kemaluannya berwarna pink
merekah. Sebelum aku mulai
menu utamanya, pertama aku
melucuti pakaiannya terlebih
dahulu, setelah terbuka, aku
mulai memainkan mulutku di
puting payudaranya, dan
kemaluanku yang telah "over"
tadi kuletakkan di atas perutnya
sambil menggesek-gesekkannya.
Perlahan aku menciumi tubuh
tanteku dengan arah menurun,
mulai dari puting terus ke perut
lalu ke paha sampai akhirnya
tiba di bibir kemaluannya.
Dengan penuh nafsu aku
menjilat, menyedot, sampai
menggigit saking gemasnya, dan
rupanya tanteku akan
mengalami orgasmenya lagi.
"Ooohh.. Waa.. Tante mau kee..
luu.. aar! Aaah..!" erang tanteku
lagi sambil menjambak rambut
kepalaku sehingga wajahku
terbenam di kemaluannya. "Wa,
udah ah, Tante nggak kuat lagi,
Oom-mu mana bisa kayak gini,
udah deh Wa, lansung aja tante
pengen langsung ngerasain itu-
mu."
Tubuhnya kutopang dengan
tangan kiri, sementara tangan
kiri membimbing batang
kemaluanku mencari sarangnya.
Melihatku kesulitan mencari liang
kemaluan tanteku, akhirnya
tanteku yang membimbing
untuk memasukkan batang
kemaluaku ke liang
kemaluannya. Setelah menempel
di lubangnya, perlahan
kudorong masuk batang
kemaluanku, dorongan itu
diiringi dengan desahan tanteku.
"Egghmm.. terus Waa.. pelan tapi
terus Wa.. egghhmm..!" desahan
tanteku begitu merangsang. Aku
sebenarnya tidak senang
dengan permainan yang
perlahan. Akhirnya dengan tiba-
tiba dorongan batang
kemaluanku, kukeraskan
sehingga tanteku teriak
kesakitan. "Aaahh.. Waa.. saakitt..
pelan-pelan.. aargghh.." teriak
tanteku menahan sakitnya itu.
Dan tidak percuma, batang
kemaluanku langsung terbenam
di dalam liang kehormatannya
itu. Setelah itu batang
kemaluanku, aku maju-
mundurkan perlahan, untuk
mencari kenikmatan.
Dengan gerakan perlahan itu
akhirnya tanteku menikmati
kembali permainan itu. "Ah.. uh..
terus Wa.. enak sekali.. itu-mu
gede sekali.. egghh.. lebih enak
dari Oom-mu itu.. terus Waa.."
erang tanteku keenakan. Lalu
lama-lama aku mulai
mempercepat gerakan maju-
mundur, dan itu mendapat reaksi
yang dahsyat dari tanteku, ia
juga mulai memainkan
pinggulnya, hingga terasa
batang kemaluanku mulai
berdenyut,
"Tan.. saya mauu.. kelu.. arr..
nih..!"
"Di dalam aja Waa.. Tante..
juugaa.. mauu keeluaarr..
aarrgghh..!"
Akhirnya kami keluar bersama-
sama, kira-kira enam kali
semprotan aku mengeluarkan
sperma. Aaahh.. begitu
nikmatnya.
Setelah itu kucabut batang
kemaluanku dari liang kemaluan
tanteku, terus kuberikan ke
mulut tanteku untuk dibersihkan.
Dengan ganas tanteku menjilati
spermaku yang masih ada di
kepala kemaluanku hingga
bersih. Setelah itu tanteku pergi
ke kamar mandi untuk
membersihkan diri, dan aku
tetap berada di kamar, tiduran
melepas lelah. Setelah tanteku
selesai membersihkan diri, ia
kembali ke kamar dan segera
mencium bibirku, lalu ia bilang
bahwa selama oom-ku di
Singaraja, aku diharuskan tinggal
di rumah tanteku dan aku jelas
mengiyakan. Lalu tante juga
bertanya apakah keadaan kostku
bebas, maka kujawab iya. Lalu
tante bilang bahwa kalau
misalnya oom-ku ada di rumah,
terus tanteku ingin main
denganku, tanteku akan
mencariku ke kost, aku hanya
manggut-manggut senang saja.
Demikianlah pengalamanku
dengan tante sendiri. Dan apabila
ada tante-tante kesepian atau
wanita-wanita kesepian yang
butuh seks, silakan hubungi aku
lewat e-mail.

Mesum Bareng Linda 40 tahun Yang Masih HOT

Kisah ini terjadi pada awal akhir
tahun 2003 tepatnya bulan
bulan desember. Aku seorang
pria berwajah biasa dengan
tinggi 171 dan berat 50 kg,
termasuk kurus bodyku dan
kulitku sawo matang khas jawa
dan umurku 25 tahun. Aku
sebenernya baru tinggal di
Surabaya karena aku orangnya
kerasan banget di kamar jadi di
Surabaya aku agak kurang
pergaulan alias kuper terhadap
cewek-cewek di Surabaya.
Suatu hari ketika aku chatting di
kamar, tiba-tiba menyapa
seorang cewek (umur 41 tahun)
dan selanjutkan kami kenalan
ternyata namanya Linda, kami
chatting sampai 3 jam lamanya
dan aku sangat suka dengan
type cewek ini karena dia sangat
terbuka masalah sex.
Setelah selesai chatting dan kami
bertukar nomer handphone,
tiba-tiba malamnya HPku
berbunyi, ternyata Linda yang
SMS aku. Dia bilang boleh telpon
aku atau tidak, jadi kujawab aja
boleh. Kemudain tak lama
kemudian dia telepon. Setelah
ngobrol-ngobrol banyak dia
mengaku bahwa dia berasal dari
bandung dan dia ternyata masih
single karena trauma dengan
pacarnya dulu. Karena sifat dia
yang terbuka maka kami cepat
akrab dan ngobrol banyak hal
tertama tentang sex.
Kubilang kalau aku orangnya
agak hypersex dia malah jadi
penasaran dan ingin mencoba
karena cowoknya dulu hanya
tahan sebentar karena hanya
mementingkan dirinya sendiri
dan tidak mementingkan
kepuasan pasangannya. Dan aku
bilang padanya kalau aku belum
bisa orgasme kalau pasanganku
belum keluar minimal 3 kali (3
kali orgasme).
"Wah hebat donk kalau gitu" kata
Linda di telpon.
"Ah biasa aja" jawabku santai
karena ku anggap itu hal yang
lumrah.
"Seandainya aku punya cowok
kayak kamu betapa bahagianya
aku" kata Linda lagi.
"Aku mau kok jadi cowok kamu"
kataku nekad.
"Kamu kan baru umur 25 tahun
sedangkan aku sudah 41 tahun,
kamu mana mau ama cewek
setua aku, kan kamu bias cari
cewek yang sebaya sama kamu"
kata Linda.
"Kurang enak she kalau ama
cewek yang sebaya atau lebih
muda dari aku, soalnya aku
paling suka cewek yang jauh
lebih tua dibanding aku,
biasanya cewek yang jauh lebih
tua dari aku yang bias
ngimbangi nafsu sex ku yang
kuat ini" jawabku.
"Jadi kamu mau jadi pacarku"
kata Linda setengah tidak
percaya.
"Swear.Aku senang banget jika
kamu mau jadi pacarku"
jawabku yakin.
"Tapi jarak kita kan jauh, kamu di
surabaya sedangkan aku di
bandung. Jadi kita jarang ketemu
donk" kata Linda.
"Masalah jarak kan enggak
masalah kan kita bisa gantian
datang ke kota masing-masing.
Siapa yang bisa lah" kataku.
"Wah.. kalau gitu kamu kesini
donk"kata Linda penuh harap.
"Kalau sekarang enggak bisa
deh.. Soalnya aku lagi bokek
berat neh.. kalau kamu mau
datang aja ke Surabaya sekaligus
lihat-lihat kota Surabaya" kataku
setangah membujuk.
Setelah dibujuk-bujuk dan
omong-omong ternyata dia mau
ke Surabaya besok pagi dan
minta di jemput di airport.
Setelah janjian kemudain dia
tutup telponnya karena sudah
tengah malam dan dia harus
bangun pagi besok.
Paginya kira-kira pukul 08:00
aku sudah menunggu Linda di
airport. Setelah diumumkan
bahwa pesawat merpati dari
bandung telah tiba, maka aku
siap-siap di lokasi kedatangan.
Tiba-tiba HP ku berbunyi,
ternyata Linda yang telepon.
"Kamu yang mana don" tanya
Linda.
"Akuyang pake baju item dan
pake kacamata" jawabku.
"Aku pake baju biru muda, aku
sudah lihat kamu, nampak nggak
aku melambai" kata Linda.
Kulihat seorang wanita berbaju
biru muda melambaikan tangan
kepadaku, dan aku
menghampirinya. Aku kaget
banget, ternyata dia cewek
Chinese dan dari wajahnya
kayak baru umur 35 tahunan,
bodynya ramping, kulitnya putih
halus, rambutnya sebahu dan
kuperhatiin dadanya, ternyata
dia punya payudara kecil,
menurut perkiraanku ukuran
payudaranya 34A. Tapi dia
seorang wanita yang sangat
menarik dan orang tak akan
menyagka kalau dia sudah
berumur 41 tahun. Pasti orang
mengira dia berumur 35-an
tahun.
Setelah naik taxi dan ngobrol
juga saling memperhatikan kami
serasa sudah kenal berbulan-
bulan mungkin karena dia
pandai berbicara (dia kerja
sebagai marketing salah satu
perusahaan ansuransi di
bandung). Setelah sampai hotel
"IP" didaerah Ngagel dan pesan
kamar, kami langsung masuk
kamar. Ketika dia menyusun
pakaiannya ke dalam lemari,
kupeluk dari belakang dan
kucium tengkuknya yang putih
halus. Linda mengelinjang
kegelian.
"Jangan don, geli neh" kata
Linda.
"Kan geli-geli enak" jawabku
sambil memutar tubuh Linda
sehingga kami berhadapan.
Dengan agak membungkuk
kucium jidatnya (dia tingginya
155/45), Linda memejamkan
matanya sambil menikmati
ciumanku. Kemudian kucium
bibirnya yang tipis dan sexy, dia
mendesah dan membalas
ciumanku dan ternyata dia
sangat ahli dan hal ciuman.
Lidahnya bermain dimulutku dan
kontan saja Mr. P ku yang dari
tadi sudah keras jadi makin
mengeras.
Kemudian kugendong tubuhnya
dan kubaringkan di kasur
perlahan-lahan. Lalu kucium
lehernya yang jenjang dan putih
mulus dan tangankupun mulai
merayap ke arah dadanya, Linda
mengerang perlahan menahan
rangsangan yang sudah
ditahannya selama bertahun-
tahun. Kemudian kujilati
kupingnya yang mungil dan
bersih, Linda menjerit agak keras
karena ternyata letak
rangsangan paling hebat yang
dirasakannya saat di jilatin
kupingnya. Tanganku perlahan
membuka bajunya dan
nampaklah tubuhnya yang putih
mulus dan terpampang sepasang
apel yang mungil di balut
dengan Bra pink.
"Gilaa!! Tubuhnya seperti tubuh
gadis berumur 20 tahunan"
pikirku.
Lalu kujilati seluruh leherdan
kuping dan turun kebawah
sambil tanganku meremas-remas
lebut payudaranya yang masih
dibalut dengan bra pink tersebut.
Kemudian kulepas bra Linda dan
Linda mulai berani membuka
kaosku. Wah, benar-benar luar
biasa indahnya tubuh Linda,
putih mulus dan kencang,
ternyata dia benar-benar
merawat tubuhnya dengan baik.
Kujilat puting susunya yang
sebelah kanan sambil tangan
kiriku mengelus-elus susunya
yang kiri.
"Oughh, Don, hisap sayang" kata
Linda sambil menggelinjang-
gelinjang keenakan.
"Sabar sayang" jawabku.
Kemudian ku hisap puting
susunya yang kanan dan tangan
kiriku memuntir-muntir puting
yang satunya. Linda menggeliat-
geliat sambil tangannya
mencengkeram punggungku
dan mulutnya menjerit-jerit
perlahan.
"Uhh enak banget Don.. Kamu
hebat sayang. Hisap terus
sayang.. yang kuat" ceracau
Linda didalam rangsangannya
Kemudian setelah puas dengan
puting yang kanan, mulutku
ganti memainkan puting yang
sebelah kiri, menghisap, menjilat,
dan menggigit-gigit kecil
putingnya sambil tanganku
membuka kancing celananya.
Ternyata Linda nggak mau kalah,
dia berusaha membuka celanaku
juga. Terpaksa kuhentikan
kegiatan mulutku. Dan kemudian
kubuka celanannya dan
membuka celanaku sendiri.
Woowww.. Terpampang
dihadapanku sepasang paha
putih mulus yang di sela-sela
paha tersebut terdapat
gundukan bukit kecil yang masih
tertutup celana dalamnya yang
berwarna pink juga seperti
warna BH dia. Nampak bulu-bulu
hitam halus membayang dibalik
celana dalamnya yang berwarna
pink. Kemudian kubuka celana
dalamnya, terpampanglah
sebuah bukit kecil yang
ditumbuhi dengan hutan yang
tak begitu lebat. Indah
Kemudian kudekatkan mukaku
ke sela paha Linda, tercium bau
harus khas vagina sangat
merangsang. Kubuka belahan
vaginanya perlahan dengan
kedua belah jariku. Nampak
sebuah pemandangan yang
sangat menakjubkan. Bukit kecil
dengan warna serba pink
hamper sewarna dengan warna
celana dalam dan branya.
Kemudian kujilat clitsnya hingga
Linda terlonjak dan kemudian
menjerit-jerit keenakan. Dan
kumasukan lidahku ke lubang
vaginanya yang masih sangat
sempit itu, tak peduli dengan
jeritan Linda yang keras
mungkin terdengar sampai
depan pintu kamar hotel
seandainya ada orang disana,
kuhisap lubang vaginanya yang
sudah banjir dengan air maninya
karena Linda sudah orgasme
sebanyak 2 kali selama
pemanasan ini, Linda kemudian
menagang dan menyemprotlah
air mani bak air mancur
kemulutku, banjirlah mulutku
dengan air mani Linda yang
histeris itu dan kutelan air
maninya semua dan kujilat
seluruh vaginanya hingga
kering.
"Enak banget air mani kamu
Linda" kataku.
"Ayo don.. Jangan siksa aku,
masukkan punyamu" kata Linda
merengek.
"Bentar donk, ini kan belum apa-
apa sayang" kataku.
Tapi tangan Linda kemudian
menarik celana dalamku hingga
lepas. Mencuat keluarlah Mr. P ku
yang emang sejak tadi tegang.
Mendelik mata Linda melihat
acungan mr P ku yang sudah
tegang 100%.
"Oww!! Besar banget Don, mana
muat masuk ke lubang
vaginaku" seru Linda.
Emang pennisku ukurannya
lumayan besar, panjang
penniesku 17 cm dan diameter
sekitar 4 cm.
"Tenang aja.. Pasti bisa masuk
kok" kataku cuek.
Tangan Linda menggapai
pennisku dan mengocok2nya
pennisku dengan semangat dan
aku kemudian melanjutkan
kegiatanku di seputar dada dia
dan tanganku bermain di di
vagina Linda. Linda kemudian
mendekatkan mulutnya ke
pennisku dan menjilatinya. Tapi
kularang, karena aku memang
suka mengoral vagina cewek
tapi aku kurang suka di oral
pennisku karena pacarku yang
dulu paling enggak suka
mengoral penis.
"Enggak usah di jilatin deh
rudalku itu lin" kataku.
"Kamu enggak suka ya" tanya
Linda.
"Kurang suka she, soalnya aku
bersifat memuaskan cewek
bukan memuaskan diriku
sendiri" jawabku.
"Kayak gigolo aja" kata linda
sambil ketawa.
Aku Cuma tersenyum dan
kemudian melanjutkan kegiatan
mulutku yang menjilati seluruh
tubuh Linda dan tangankupun
gencar meremas susunya dan
bergerilya di sekitar pahanya.
Linda menggeliat-geliat
menikmati seluruh kegiatanku
dan mulutnya menjerit-jerit
keras sambil tangannya
menjambak-jambak rambutku.
Setelah hamper 35 menit
melakukan pemanasan, Linda
menarik tubuhku ke dalam
pelukannya.
"Don masukan donk.. Jangan
siksa aku kayak gini, please,
please honey.." kata Linda
memohon.
Aku mengangguk kepala sambil
mengarahkan rudalku ke lubang
vagina linda, kemudian kugesek-
gesekan kepala rudalku ke
vagina Linda. Linda mendesah-
desah dan dia mengangkat
pantatnya supaya rudalku
masuk ke vagina diatapi karena
lubang vagina Linda sangat
sempit mungkin karena lama
nggak dipake main dan juga
vagina Linda berukuran mungil
hingga yang masuk hanya
kepala rudalku. Lalu kutekan
rudalku ke dalam lubang vagina
Linda tapi ternyata enggak bisa
masuk juga, kupaksakan rudalku
masuk ke lubang vagina Linda
hingga masuk rudalku setengah
dan Linda menjerit kesakitan.
"Sorry, sayang. Habis susah
banget masuk ke lubang vagina
kamu sih, kamu masih perawan
ya" tanyaku.
"Nggak. Aku dulu sering main
juga jadi enggak mungkin aku
masih perawan. Kontol kamu aja
yang kegedean hingga susah
masuk ke vaginaku" kata Linda.
Kukeluar masukan rudalku yang
baru masuk setengah supaya
licin dan bisa masuk ke vagina
Linda dengan mulus. Linda
menggoyang-goyangkan
pantatnya sambil mendesah-
desah keenakan, kemudian
kutekan rudalku ke dalam vagina
Linda hingga masuk semua
rudalku ke dalam lubang
vaginanya.
"Aduh sakit Don" jerit Linda.
Kudiamkan rudalku yang
tertancap penuh di lubang
vagina Linda sambil tanganku
meremas-remas pantatnya dan
mulutku menjilati leher dan
telinganya untuk menetralisir
rasa sakit Linda akibat masuknya
rudalku ke lubang vaginanya.
Linda mulai melupakan rasa sakit
di vaginanya dan dia
menggelinjang-gelinjang
kenikmatan merasakan
rangsangan akibat permainan
lidahku dan gigitan-gigitan
kecilku di kupingnya serta
remasan di pantatnya yang
montok.
Setelah kulihat Linda menikmati
jilatan dan remasanku sampai
matanya mendelik-ndelik akibat
menahan nikmatnya
rangsanganku dan mulutnya
juga sudah mulai berteriak-teriak
histeris baru kukeluar masukan
rudalku perlahan-lahan supaya
Linda tidak merasakan kesakitan
akibat keluar masuknya rudalku
yang ukurannya over karena
ukuran vagina dia mungil.
"Oughh yes. Terus Don. Lebih
cepat Don. Oughh nikmat" kata
Linda diantara jeritan
kenikmatan dia.
"Kamu hebat Don. Lebih cepat..
Aku mau keluar neh" kata Linda
lagi.
Kemudian kukeluar masukan
rudalku didalam vagina Linda
dan kurasakan ada tegangan
didalam vagina Linda sehingga
lubang vagina Linda semakin
sempit. Seolah-olah rudalku
dipijit-pijit oleh sesuatu yang
hangat didalam vaginanya.
Semakin kupercepat kocokan
rudalku didalam vagina Linda
hingga kurasakan tubuh Linda
menegang kaku dan tangannya
mencakar punggungku hingga
agak pedih tapi aku nggak peduli
dengan pedih tersebut,
kuperhatikan mata Linda
mendelik dan mulutnya menjerit-
jerit mengucapkan kata-kata
yang enggak jelas. Kemudian
kutekan rudalku dalam-dalam
hingga menyentuh dasar rahim
Linda dan kudiamkan.
"Aarrgg" jerit Linda kemudian
tubuhnya lemas dan mata
terpejam.
Kemudian ku peluk tubuhnya
yang mungil memberi
kesempatan dia beristirahat dulu
tanta mencabut rudalku didalam
vaginanya. Setelah kupikir dia
sudah cukup puas menikmati
istirahatnya baru kemudian
tangan dan lidahku beraksi
untuk merangsang nafsu Linda
lagi. Nampaknya nafsu Linda
sudah terbangkit lagi, nampak
dari gerakan tubuhnya dan
mulutnya sudah mulai
mendesah-desah keenakan.
Kemudian mendadak kucabut
rudalku dari lubang vaginanya,
dan Linda nampak kecewa tapi
aku enggak perduli dan
kubalikan tubuh Linda dan
kusuruh nungging. Lalu
kumasukan rudalku ke lubang
vagina Linda dari arah belakang
(doggy style). Kuhentakan
rudalku dan kemudian masuk
seluruh rudalku ke dalam vagina
Linda sampai tubuh Linda
tersentak dan mulutnya bunyi
"ngekk!!"
"Aduh Don, nikmat banget" rintih
Linda.
Kukeluar masukan rudalku
dengan cepat dan tanganku
meremas-remas kedua susu
Linda dari belakang karena
posisiku sambil memeluk
punggung Linda. Tangan Linda
mencakar-cakar kasur dan
mulutnya menjerit-jerit keras.
"Don.. Aku mau keluar lagi" kata
Linda.
"Keluarin aja sayang" jawabku.
Kupercepat kocokan rudalku dan
tiba-tiba tubuh Linda menegang
dan mulutnya menjerit keras,
kurasakan ada cairan hangat
menyiram kepala rudalku dari
dalam lubang vagina Linda. Linda
mengalami orgasmenya yang ke
lima kali. Kudiamkan rudalku
didalam vagina Linda selama dua
menit kemudian kukocok lagi
perlahan-lahan dan kemudian
cepat, Linda ternyata nafsunya
sangat kuat juga kemudian dia
minta aku berhenti dan
mencabut rudalku dari dalam
lubang vaginanya. Kemudian aku
disuruh terlentang dan dia
mengangkangiku dan
memasukan rudalku ke dalam
vaginanya dari atas.
Kemudian dia menggoyang-
goyang pantantnya dan
terkadang dia agak memutar-
mutar tubuhnya hinggan terasa
sentuhan-sentuhan dinding
rahimnya di kepala rudalku.
Nampaknya Linda mau keluar
lagi hingga dia mempercepat
goyangan pantatnya dan
akupun meremas-remas
pantatnya untuk menambah
kenikmatannya dalam mencapai
orgasme keenamnya.
Terasa tubuh Linda menegang
dan kurasakan cairan hangat
menyiram rudalku kulihat air
maninya menetes kebawah
karena lubang vaginanya nggak
muat menampung air maninya.
Kemudian tanpa mencabut
rudalku dari dalam vaginanya
kurebahkan tubuh Linda
disampingku dan kurubah
posisiku kembali diatasnya.
Kupeluk Linda dari atas.
Setelah orgasme ke 11 kalinya
Linda nampak sangat lemas dan
aku merasa kasihan melihat dia
kecapean. Terbayang
diwajahnya dia begitu lelah.
"Don, kok kamu belum keluar
juga sayang. Keluarin donk.
Please.. Aku sudah nggak kuat
neh. Badanku sudah lemes
banget dan vaginaku sudah
terasa linu. Tolong donk sayang,
aku nggak mau hanya aku yang
merasa puas" kata Linda sambil
memohon kepadaku
"Oke deh. Aku emang bentar lagi
keluar kok. Aku juga sudah capek
nih" jawabku.
Kemudian Linda menggoyang-
goyang pantatnya perlahan. Dan
aku mulai menggerakan rudalku
keluar masuk lubang vagina
Linda sehingga Linda dengan
sisa-sisa tenaganya yang sudah
terkuran di sebelas kilmaxnya itu
mulai menggerak-gerakan
tubuhnya dan mencengkeram
punggungku dengan keras dan
mulutnya mendesah-desah tidak
berteriak-teriak kayak
sebelumnya mungkin karena
tenaganya sudah terkuras habis.
"Don, aku mau keluar lagi nih,
keluar bareng yukk" kata Linda
memelas.
"Iya.. Aku juga sudah mau keluar
neh sayang" jawabku sambil
mengocok-ngockkan rudalku
dengan cepat ke lubang
vaginanya.
Kurasakan lubang vagina Linda
mulai menyempit kembali dan
kurasakan ada sesuatu yang
mengalir dari dalam tubuhku
menuju rudalku dan kemudian
hentakkan rudalku ke dalam
lubang vagina Linda hingga
menyentuh dinding rahim Linda.
Bagai banjir keluarlah air maniku
dan muncrat ke dalam lubang
rahim Linda.
"Aaargg" jerit Linda.
Nampaknya Linda juga orgasme
dan kami bareng menumpahkan
air mani kami. Dan tubuh Linda
mulai melemas. Lalu kupeluk
tubuh Linda yang mungil dan
kucium jidatnya. Kemudian
kucabut rudalku dari lubang
vagina Linda, Linda memejamkan
mata menikmati gesekan kulit
pada liang vaginanya akibat
kucabut rudalku dari dalam liang
vaginanya.
Kemudian aku berbaring
disamping Linda dan kupeluk
tubuhnya yang basah dengan
keringat itu.
"Kamu puas enggak sayang,"
tanya Linda kepadaku.
"Puas banget, vaginamu sangat
enak dan aku baru sekali ini
menemui vagina yang enak
seperti ini hingga membuat aku
puas banget" kataku jujur.
"Tapi aku enggak kuat lagi kalau
nanti kamu minta main lagi,
mungkin besok baru aku bisa
soalnya vaginaku linu mungkin
karena kamu main terlalu lama
dan kontolmu kegedean"
katanya.
"Nggak apa-apa.. Kita tidur aja
dan besok kita lanjutkan lagi"
jawabku sambil mencium
pipinya.
Linda kemudian memelukku
dengan erat. Kulihat matanya
mulai terpejam dan tak lama
kemudian dia tertidur pulas
didalam pelukanku. Dan akupun
mulai merasakan capeknya
tubuhku dan tak lama kemudian
aku tertidur pulas. Kami
melakukan itu selama 3 hari 3
malam karena kami harus kerja
dan dia kemudian pulang ke
Bandung dan kami ketemu
sebulan dua kali. Gantian siapa
yang mengunjungi.
*****
Demikianlah kisahku dengan
Linda, masih ada beberapa kisah
lagi dengan cewek lain yaitu
dengan SPG salah satu
perusahaan rokok di Surabaya,
dan wanita simpanan salah satu
pejabat dan juga ada beberapa
lagi istri pejabat (ini yang paling
heboh).
Jika ada diantara anda seorang
wanita kesepian atau tante
kesepian membutuhkan
kehangatan saya, dari umur 17
sampai umur 45 tahun silahkan
kirim e-mail dan saya akan
langsung membalas e-mail anda
dan kita bisa mengadakan
pertemuan.
Sungguh Puaskah Istri Anda ?