Jadilah Lelaki Perkasa, Seperkasa Kuda Putih

Tuesday, May 25, 2010

Dari Gaple Turun Ke ranjang

suamiku sangat hobby bermain DOMINO....alias GAPLE......
tapi tidak menggunakan uang.....hanya saja yang kalah kuliat berdiri....dan telinganya digantungi batu bateray,,,,kadang juga
berdiri sambil menggunakan HELM......aneh aneh saja....
terkadang suamiku main GAPLE di teras rumah sampai jam 1 dini hari.......sehingga pengeluaran rutinitas kami bertambah dengan menyediakan kopi dan makanan ringan untuk teman teman suamiku....yang menemaninya bermain gaple......
suamiku wiraswasta...ia hanya makelar mobil..tapi penghasilannya lumayan....jadi hidup kami yah mencukupi bahkan masih ada yang bisa kami tabung......
kami belum memiliki anak......sedang perkawinan kami sudah berjalan 3 tahun........,umur suamiku 32 tahun sedang aku 24 tahun....., suamiku lahir di malang dan aku asli surabaya....

tawa dan canda mereka yang saling mengejek apabila ada yang berdiri tidak putus2nya.....sepanjang malam......dan ini sudah berlangsung hampir setahun.....rumah kami memang dijadikan tempat ngumpul teman teman suamiku....juga tetangga sebelah menyebelah kami........

ada salah satu teman suamiku yang kemudian kuketahui bernama bang Asmar....dia tinggal tidak begitu jauh dari rumah kami.....pekerjaannya kalau tidak salah adalah SATPAM....
orangnya lebih tinggi sedikit dari suamiku...badannya atletis....dan kelihatan rahangnya begitu kokoh...dan kuat...
Bang Asmar paling sering memperhatikan aku....kalau aku mengantarkan minuman...atau makanan ke meja mereka....
ia paling sering menatapku...aneh...dan tidak henti2nya menatap ke payudaraku.......kadang aku jadi malu dibuatnya......
caranya berbicara kadang aneh terdengar dikuping....tuturkatanya....lain dari kebanyakan....rupanya dia memang bukan dari JAWA...tapi dari makassar ,...kalau tidak salah bang Asmar suku bugis.....
orangnya selalu ceriah....dan kadang membuat banyolan2 yang membuat suamiku dan temannya yang lain tertawa...terpingkal pingkal......
suatu hari suamiku berangkat ke ngawi...kalau gak salah di mantingan...untuk mengambil mobil yang katanya mau dijual murah......suamiku berangkat sore......
ia berkata padaku......
ma...mungkin saya balik besok pagi.....soalnya agak jauh juga nih...gak kuat nyupir malam.......
iyaa...hati hati pa......kataku mengiringi kepergiannya....

dan malamnya bergantian temannya datang kerumahku menannyakan suamiku....kujawab mungkin malam ini gak ada gaple gaple an...soalnya suamiku kembalinya besok...
oooooo,ya sudah kalau gitu.....merekapun pulang....
dan sekitar jam 22.00 WIB datanglah Bang Asmar......
dia juga menanyakan suamiku...kujawab yang sama ...
tapi dia malah gak pulang....seperti teman suamiku yang lainnya........
ia malah duduk di teras.....wahh...sayang yah...gumamnya...
aku hanya tersenyum....ia menatapku.....yah...itu tatapan matanya itu......membuat selalu jantungku berdebar debar.....
aku hanya tersenyum....dan matanya kembali melihat kepayudaraku.........aku kembali salah tingkah....
sudah tau yah?.....sekarang ada siaran TIVI baru.....siaran khusus jawa timuran....namanya JTV?.....
apa iya??? kataku menimpali.....
di tiviku kok belum ada yah....gak tau cara nyari siarannya.....
ayo....abang yang nyarikan.......
ia langsung berdiri...dan masuk kerumahku.....aku malah yang mengekorinya dari belakang..........
ia menuju ke TV dan dicarinya siarannya.....aku hanya duduk dikursi tamu melihat aktifitasnya.....
setelah ketemu ..iapun ikutan duduk dikursi tamu pas didepanku....
tuh...sudah....bagus khan?...siarannya?....
aku mengangguk..tapi kok aku gelisah yah berduaan dengannya.....,lantas iapun berkata.....ongkosnya mana?.....
aku tertawa ....ooo pake ongkos toh.......ya iyyalah....
mau tau ongkosnya?.....tanyanya lagi....berapa sih?.....
tanyaku....bang Asmar mendekatiku.....ia lansung memelukku
dan mencium pipiku....mengecup bibirku.........
aku terpana ....mulutku diam...aku bingung.....tak tau harus berbuat apa dengan kejadian yang begitu cepat dan tak kuduga duga itu.....
aku melepaskan diri....
bang....nanti diliat orang......kataku....ia melepaskan pelukannya
ia menuju kepintu...kukira ia mau pulang sudah ...tau taunya ia menutup pintu....dan tidak lupa mengambil sandalnya memasukkannya kedalam rumah...dan mengunci pintu...iapun menuju kearahku.......nah...sekarang gak diliat orang khan....
iapun kembali memelukku....dan menciumiku habis2an.....aku tak mampu menolaknya....
saat itu aku memang tidak dengan sengaja sudah merangsangnya dengan gaun tidurku ini.....soalnya aku memang sudah pengen istirahat ...maklum suami sedang pergi......mungkin saja bang Asmar....terangsang,....dengan kondisiku ini sehingga ia begitu berani melakukan hal ini.....
aku sama sekali tidak sadar.......ketika ia menggiringku kekamar....dan merebahkanku ke tempat tidur.....
tangannya melingkar dibawah leherku....menjadi bantal bagi kepalaku.......
Kemudian dengan tangan yang satunya dia sibakkan gaun tidurku sehingga payudaraku yang tidak memakai bra terbuka tanpa terhalang apapun. Matanya melotot mengamat-ngamati dan mengelus payudaraku yang memang menantang ini....., dengan puting kemerahan serta kulitnya yang putih mulus. memang bentuk dan ukuran payudaraku bisa membuat laki laki....menitikkan air liurnya bila menatapnya.....
begitulah sehingga bang Asmar.....tidak henti hentinya mempermainkan payudaraku........sehingga....
"Nnngghh.. Bang" desahku dengan mendongak ke belakang merasakan mulutnya memagut payudaraku yang membuatnya
terpesona.....

Mulutnya menjilat, mengisap, dan menggigit pelan putingnya. Sesekali aku bergidik keenakan kalau kumis pendeknya menggesek putingku yang sensitif. Tangan lainnya turut bekerja pada payudaraku yang sebelah dengan melakukan pijatan atau memainkan putingnya sehingga kurasakan kedua benda sensitif itu semakin mengeras. Yang bisa kulakukan hanya mendesah dan meremasi rambutnya yang sedang menyusu.

Puas menyusu dariku, mulutnya perlahan-lahan turun mencium dan menjilati perutku yang rata dan terus berlanjut makin ke bawah sambil tangannya menurunkan celana dalamku. Sambil memeloroti dia mengelusi paha mulusku. celana dalamkupun akhirnya lepas melalui kaki kananku yang dia angkat, setelah itu dia mengulum sejenak jempol kakiku dan juga menjilati kakiku.........................................
Darahku semakin bergolak oleh permainannya yang erotis itu. Selanjutnya dia mengangkat kedua kakiku ke bahunya, badanku setengah terangkat dengan selangkangan menghadap ke atas.

Aku pasrah saja mengikuti posisi yang dia inginkan, pokoknya aku ingin menuntaskan birahiku ini. Tanpa membuang waktu lagi dia melumat kemaluanku dengan rakusnya, lidahnya menyapu seluruh pelosok vaginaku dari bibirnya, hingga ke dinding di dalamnya, anusku pun tidak luput dari jilatannya. Lidahnya disentil-sentilkan pada lubang kemaluanku memberikan sensasi yang luar biasa pada daerah itu. Aku benar-benar tak terkontrol dibuatnya, mataku merem-melek dan berkunang-kunang, syaraf-syaraf memekku mengirimkan rangsangan ini ke seluruh tubuh yang membuatku serasa menggigil dan ngilu dibagian selangkangan..........

"Ah.. Aahh.. Bang.. Nngghh.. Terus!" erangku lebih panjang di puncak kenikmatan, aku meremasi payudaraku sendiri sebagai ekspresi rasa nikmat

Asmar..... terus menyedot cairan yang keluar dari sana dengan lahapnya. Tubuhku jadi bergetar seperti mau meledak. Kedua belah pahaku semakin erat mengapit kepalanya. Setelah puas menyantap hidangan pembuka berupa cairan cintaku, barulah dia turunkan kakiku. Aku sempat beristirahat dengan menunggunya membuka baju, tapi itu tidak lama. Setelah dia membuka baju, dia buka juga dasterku yang sudah tersingkap, kami berdua kini telanjang bulat.

Dia membentangkan kedua pahaku dan mengambil posisi berlutut di antaranya. Bibir kemaluanku... ...

jadi ikut terbuka memancarkan warna merah merekah diantara bulu-bulu hitamnya, siap untuk menyambut yang akan memasukinya. Namun Asmar... tidak langsung mencoblosnya, terlebih dulu dia gesek-gesekkan penisnya yang besar itu pada bibirnya untuk memancing birahiku agar naik lagi. Karena sudah tidak sabar ingin segera dicoblos, aku meraih batang itu, keras sekali benda itu waktu kugenggam, panjang dan berurat lagi.

"Aaakkhh..!" erangku lirih sambil mengepalkan tangan erat-erat saat penisnya melesak masuk ke dalamku
"Aauuhh..!" aku menjerit lebih keras dengan tubuh berkelejotan karena hentakan kerasnya hingga penis itu tertancap seluruhnya pada lubang memekku....

Untung saja rumah kami agak terpisah jauh dengan rumah tetangga....karena rumahku memiliki halaman samping yang lumayan luas.......,kalau tidak tentu suara-suara aneh di kamarku pasti terdengar oleh mereka, bagaimanapun Bang Asmar........ ini termasuk nekad berani melakukannya ......meggelutiku.......menggeluti isteri temannya sendiri.......... disinilah sensasinya ngeseks .............!!!!!
katanya kalo nyuri-nyuri.....sensasinya sangat luarrrbiasa.....
dan daya semprot klimaks........dan daya pompa orgasme.....jauh lebih....kerassss.....

Dengan gerakan perlahan dia menarik penisnya lalu ditekan ke dalam lagi................seakan ingin menikmati dulu gesekan-gesekan pada himpitan lorong sempit yang bergerinjal-gerinjal itu. Aku ikut menggoyangkan pinggul dan memainkan otot memekku....... mengimbangi sodokannya. Responku membuatnya semakin menggila, penisnya semakin lama menyodok semakin kasar saja, kedua gunungku jadi ikut terguncang-guncang dengan kencang.

Kuperhatikan selama menggenjotku otot-otot tubuhnya mengeras, tubuhnya yang kekar bercucuran keringat, ..............sungguh sangat perkasa...nampaknya...., pria sejati yang memberiku kenikmatan sejati. Suara desahanku bercampur baur dengan erangan jantannya dan derit ranjang. Butir-butir keringat nampak di sejukur tubuhku seperti embun, walaupun ruangan ini ber-ac tapi aku merasa panas sekali.

"Uugghh.. ...Ti...tin........ Sayang.. Kamu emang uenak ............... Oohh.. ....punya isteriku ....tidak seperti ini........
punyamu LEGIT.....dan bisa menggigit gigit.........kontolkuuuuuhhhhhhhhh katanya sambil gemetarrrrr
ucapnya tak karuan di tengah aktivitasnya.

Dia menurunkan tubuhnya hingga menindihku, kusambut dengan pelukan erat, kedua tungkaiku kulingkarkan di pinggangnya. Dia mendekatkan mulutnya ke leher jenjangku dan memagutnya. Sementara di bawah sana penisnya makin gencar mengaduk-aduk memekku....., diselingi gerakan berputar yang membuatku serasa diaduk-aduk. Tubuh kami sudah berlumuran keringat yang saling bercampur, akupun semakin erat memeluknya. Aku merintih makin tak karuan menyambut klimaks yang sudah mendekat bagaikan ombak besar yang akan menghantam pesisir pantai.

teman suamiku ini betul betul hebat.....dan perkasa........
aku dibuatnya melayang layang.....sekan akan terbang keatas awan........

ketika Bang Asmar..... sudah di ambang klimaks, dia menurunkan frekuensi genjotannya. Tanpa melepaskan penisnya, dia bangkit mendudukkan dirinya, maka otomatis aku sekarang diatas pangkuannya. Dengan posisi ini penisnya menancap lebih dalam pada vaginaku, semakin terasa pula otot dan uratnya yang seperti akar beringin itu menggesek dinding kemaluanku. .......................................Kembali aku menggoyangkan badanku, kini dengan gerakan naik-turun. Dia merem-melek keenakan dengan aksi yang kulakukan........., mulutnya sibuk melumat payudaraku kiri dan kanan secara bergantian membuat kedua benda itu penuh bekas gigitan dan air liur. Tangannya terus menjelajahi lekuk-lekuk tubuhku, sambil mengelus ngelus.....

Tak lama kemudian aku kembali mendekati orgasme, maka kupercepat goyanganku dan mempererat pelukanku. Hingga akhirnya mencapai SAAT.................. titik dimana tubuhku mengejang, .......ssshhhhhhhhhh....detak jantung mengencang, dan pandangan agak kabur......dan nanar........ lalu disusul erangan panjang serta terada ada cairan hangat dari dalam lobang kemaluanku........
Saat itu dia gigit putingku dengan cukup keras sehingga gelinjangku makin tak karuan oleh rasa perih bercampur nikmat. Ketika gelombang itu berangsur-angsur berlalu, goyanganku pun makin mereda, tubuhku seperti mati rasa dan kurobohkan ke belakang ........kuhentakkan badanku keatas ranjang........sambil menengadah keatas ...tanganku terbuka lebar........ahhhhhh...aku betul betul PUASSSS.......

AKU Menyambar Aqua botol disamping tempat tidur......aku meminumnya habis......aku betul betul dikurass.....bang Asmar membiarkanku istirahat sejenak.........., setelah minum.....membuatku lebih enakan dan tenagaku mulai pulih kembali.......
"Sudah segar lagi kan Tin...???? Kita terusin lagi yuk!" sahut Bang Asmar.......ia tersenyum sambil mulai menggerayangi tubuhku kembali.......
Gila....betul nih orang...fikirku.........tenaganya tidak ada habisnya...........seperti KUDA.........
Kali ini tubuhku dibalikkan dalam posisi menungging, kemudian dia mulai menciumi pantatku. Lidahnya menelusuri punggungku....kebawah.......tangannya menjangkau buah dadaku kebawah....dipilin pilin nya kembali putingku.......dan aaacccchhhhhh....akupun menggelinjang lagi.....nafsuku...bangkit lagi..........betul betul hebat teman suamiku ini..........ia juga pandai ...membangkitkan gairah pasangannya.........walaupunnnnaku sudah berapa kali orgasme.....aku masih mau...dan mau....lagi......
dan .......telunjuknya meraba raba..........anusku........... membuatku geli dan menggelinjang...... Kemudian aku merasa kan kontolnya sudah menempel dipantatku....terasa hangat...........kontolnya pun...ditusukkannya pelan....dan.....sleeebbbb......masuklah lagi kontolnya yang besar itu kememekku....dari arah belakang........ia menggenjotnya ....tiada habis habisnya....sambil kedua tangannya memegangi pinggangku.....oooohhhhh.......aku tak tahan....aku tak kuat.....menahan nikmat ini......mati aku......aduh....ampun...........aku tak kuasa menahan dera birahi ini.......teramat sangat....enakkkkkkk
aku pun kelojotan bagai orang kesetanan dan setelah 20 menit menggenjotku dari belakang..........ahirnya.....aku......sampai lagi........aku kluarrrrrrrr bannnnnngggggg............
jeritku....aku....betul betul mengalami orgasme yang sangat dahsyattttt......

Aku merintih .....mataku merem melek.....sambil menggigit guling menahan rasa nikmat ini........ Air mataku saja sampai meleleh keluar...........bersamaan melelehnya lagi.....air memekku.......

"Aduuhh.. Sudah dong Bang.. ...Titin..... nggak tahan" rintihku yang tidak dihiraukannya.
"Uuhh.. uuuhh sssshhhh aaacchhhhhh....dia memperlancar sodokannya.........dan beberapa detik kemudian.......diapun klimaks.......... bang Asmar mengerang..........
aaaacchhhhhhhhh................................... ...
Akhirnya ada sesuatu perasaan nikmat mengaliri tubuhku yang kuekspresikan dengan mengikuti erangan panjang bang Asmar..........kami sama sama mengerannnngggggg.....
orgasme yang sangat panjang.......ssampaiii ke ubun ubun....
tak ada lagi nikmat diatas kenikmatan yang kami peroleh saat itu.........rupanya sensasi selingkuh..........sangat ruarrrrrbiasa...
aku tak mampu mau ngomong apa lagi.....untuk nuliss enaknya...........
kamipun menghempaskan kembali badan kami keatas ranjang.....sesaat kami diam dan sama sama mengatur nafas.............badanku lemas seperti tak bertulang. .................................................. ...............................
Tubuh kami tergolek lemas bersebelahan. Aku memejamkan mata dan mengatur nafas sambil merenungkan dalam-dalam kegilaan yang baru saja kami lakukan, sebuah hubungan ... ...terlarang .............aku berpacu dalam birahi....dengan sahabat suamiku sendiri.......

Monday, May 24, 2010

Vj cathy


Kali ini kami akan menceritakan seorang public figure new comer presenter di industri music dan entertainment. Catherine S, atau lebih kita kenal sebagai Cathy. Seorang VJ MTV INDONESIA, gadis cantik kelahiran Jakarta Oktober 1982. dengan tinggi 170 dan berat 48kg dengan kulit putih mulus ini, tak heran mahasiswi semester 3 London School Of public Relationship ini selalu menjadi pusat perhatian. Bandingkan dengan rekannya VJ Nirina yang tingginya hanya kurang sebahu Cathy. Wajahnya yang damai dan tidak membosankan, sempurna dengan kedua lesung pipitnya.

Malam itu Cathy hanya ditemani oleh seorang pembantunya. Ortu dan saudaranya kebetulan juga sedang keluar kota. Cathy sebenarnya ingin ikut dengan mereka, tapi ia ada tugas sebagai VJ MTV harus menuntutnya siap kapanpun. Hari telah malam, Cathy pun bergegas mempersiapkan dirinya untuk pergi tidur, ia pun mencuci mukanya, dan mengenakan daster yang terbuat dari sutra berwarna biru muda. Cathy sungguh terlihat sexy dengan pakaian tidurnya itu. Tubuhnya terlihat indah dibalik kain sutra tipis itu, kedua payudaranya yang meskipun tidak terlalu besar tapi kencang dan padat, nampak menonjol jelas, benar-benar cantik dan sexy.

Ketika Cathy sudah masuk kamar dan bersiap akan tidur, ia mendengar bel berbunyi, tetapi ia tidak mempedulikannya. Hmm, biar saja pembantu yang membukakan, pikir Cathy dalam hati. Tidak lama kemudian Cathy terkejut mendengar suara ribut-ribut di ruang tengah seperti ada orang yang sedang berkelahi. Ia segera beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi. Alangkah kagetnya Cathy saat ia membuka pintu kamarnya, ia melihat segerombolan lelaki tak dikenal sedang mengobrak-abrik ruangan tengah rumahnya sembari berteriak-teriak, mereka semua terlihat membawa parang yang terhunus.

Melihat itu Cathy mencoba masuk kembali kedalam kamarnya, tetapi terlambat seorang rampok segera menangkap Cathy dan membekapnya dari belakang"Mau kemana Kamu Jangan macam-macam ya Nanti saya bunuh kamuu", bentak rampok itu.

Cathy mencoba meronta dan berteriak minta tolong.
"Toloong, tooloong, maliing.. maliing".
"PLAAKK", tiba-tiba belum selesai ia berteriak, sebuah tamparan keras mendarat dipipinya yang mulus.
"DIAM KAMU!, atau saya gorok leher kamu".
Mendengar itu Cathy terdiam ketakutan.

Rampok itu segera mengikat tangan Cathy dengan seutas tali dan didudukannya Cathy dilantai dekat kamarnya. Para rampok itu segera sibuk menjarah segala yang berharga di rumah tersebut, mereka masuk kedalam kamar dan menjarah Handphone, jam tangan perhiasan, dan sejumlah uang.
Setelah beberapa saat, seorang rampok berteriak"Mana harta yang laen? koq Cuma segini, masak rumah sebesar ini duitnya Cuma secuil? Hei Non, mana uang yang laen?".

Nampaknya mereka tidak puas dengan hasil jarahannya.
"Tidak tahu pak. tidak ada uang lagi Cuma segitu." jawabnya.
"Yang benar saja kamu bohong ya jawab yang benar, mana uang kamu", Bentak seorang rampok tidak puas akan jawaban Cathy.
"Benar paak orang tua saya lagi pergi, cuman ada segitu.".

Rampok itu menghampiri Cathy dan berjongkok didekatnya.
"Jadi ga ada uang lagi? cuman ada segini?" Tanya rampok itu.
Cathy hanya mengangguk pelan.
"Teman-teman, denger katanya cuman ada segini uangnya dikit banget, percuma nih kita cape-cape cuman dapat secuil."
Temannya menyahutinya dengan jawaban-jawaban kasar, penuh makian.
"Hei. ini kan Cathy, VJ MTV, man" seorang rampok yang kebetulan sering menonton MTV mengenalinya.
"Gila beruntung banget gue. Cathy sayang, tiap kali liat elo di MTV gue pasti sambil ngocok nih kontol Gue gak tahan pengin tau rasanya nunggangin elo Cathy".
Cathy terkejut mendengarnya.
"Boleh juga kita pesta sebentar" kata rampok tersebut sembari memandangi Cathy yang ketakutan.

Semua teman-temannya yang berjumlah 7 orang berteriak setuju.
Mendengar itu, rampok tadi tersenyum dan berkata kepada Cathy"Ya udah kalo gitu manis, terpaksa non ganti rugi ke kita pake tubuh Non", ujarnya sambil tersenyum dan membelai wajah Cathy yang cantik.

Dipandanginya sebentar Cathy yang gemetaran ketakutan.

"Kamu emang cantik, gua terangsang juga nih. Ngeliat body lu."

Rampok itu mulai menggerayangi buah dada Cathy yang hanya dilapisi kain sutra halus tipis itu. Cathy mencoba melawan dan meronta.
"Jangan Pak jangan ampunn, jangan, aduuh, jangaan paak& ampuunn jangan perkosa saya, ampuun", tangis Cathy.

Mereka hanya tertawa mendengar tangisan Cathy dan membuat mereka semakin bernafsu. Rampok yang tadi terus menggerayangi payudara Cathy yang montok dan empuk itu dengan kedua tangannya.

Dengan penuh nafsu, ia meremas-remas susu Cathy selama kurang lebih 3 menit, lalu ia mencoba menyingkapkan bawahan daster Cathy yang memang mini itu, sehingga terlihat paha mulus Cathy.

"Gila men pahanya putih banget, mulus lagi kaya sutra".

Rampok itu mengelus perlahan paha indah tersebut, lalu meremas dan menjilatinya. Kemudian ia membopong tubuh Cathy dan membawanya ke kamar lalu direbahkannya gadis malang itu di ranjang Rampok yang lain pun turut serta masuk ke kamar, nampaknya mereka akan berpesta pora dengan tubuh seorang gadis VJ MTV yang mempunyai ribuan fans di seluruh Indonesia itu.

Seorang rampok yang berdiri di pinggir ranjang mulai membuka bajunya, terlihat tubuhnya yang berkulit hitam legam penuh dengan tato. Nampaknya ia adalah ketua gerombolan perampok ini. Kemudian ia perlahan naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya diatas tubuh Cathy yang tergolek tidak berdaya. Rampok itu mulai memeluk dan menciumi wajah Cathy tercium olehnya wangi tubuh Cathy yang segar dan sungguh membuat nafsu bergejolak. Rampok tersebut semakin cepat mencumbu Cathy sembari tangannya terus menggerayangi payudara dan selangkangan Cathy.

Tidak lama kemudian, rampok itu tidak sabar lagi, dirobeknya daster sutra itu.
Ia sungguh-sungguh terpesona dengan pemandangan di depan matanya, Cathy yang sudah tidak mengenakan BH, terlihat sepasang payudara indah milik seorang gadis yang cantik tegak lengkap dengan pentilnya yang berwarna coklat muda Cathy hanya mengenakan CD G-string putih, sehingga sepertinya celana dalam itu hanya menutupi vaginanya dan pantatnya dibiarkan bebas terbuka, sungguh membuat semua rampok itu menelan air liur ingin mencoba tubuh Cathy.

Kembali rampok itu beraksi, kali ini kedua payudara Cathy yang dikerjain habis-habisan. Diremas-remas, dipijat-pijat, bahkan ia sampai mencubit kedua puting mungil itu dan menariknya keatas lalu melepasnya, sehingga kedua susu Cathy terguncang. Sepertinya perampok itu ingin mengetes tingkat kekenyalan dan kepadatan payudara Cathy.

"Oouuhh, mmhh", Cathy hanya bisa melenguh pasrah menahan derita kenikmatan sekaligus rasa sakit pada kedua buah dadanya.

Rampok itu melanjutkan aksinya dengan menciumi dan menjilat payudara Cathy mulai dari lembah sampai ke puncaknya. Sampai di puncak, ia menghisap dan mengulum pentil itu dengan penuh semangat sampai terkadang saking gemasnya ia gigit pentil Cathy.

"Aahh, ampunn. pakk. mphh. janggann", Cathy terus teriak sambil meronta.

Puas dengan gunung kembar itu, rampok tersebut mulai berpindah sasaran kali ini ia segera melucuti celana dalam Cathy. Ia pun kembali terpana melihat vagina Cathy yang indah hanya ditutupi bulu-bulu halus, Tidak tahan lagi rampok tersebut segera menyerang vagina itu dengan lidahnya Dibentangkannya kaki Cathy lebar-lebar, ia pun segera menukik menyerang selangkangan Cathy yang sudah wide open itu. Lidah tersebut bergerak lincah ke segala arah menjelajahi vagina Cathy.

"Oohh, giillaa. oouhh. jaanngaa..aann pakk".

Permainan itu berlangsung kira-kira 5 menit, lalu rampok itu maju ke babak berikutnya. Kali ini giliran Cathy yang beraksi.

Sang rampok menbuka celana dalamnya sendiri. Terlihat batang penisnya yang hitam sudah benar-benar berdiri menunggu giliran, dikocok-kocoknya sebentar batang itu. Lalu diarahkannya ke wajah Cathy. Digesek-gesekkannya batang penis itu di wajah cantik Cathy. Cathy tidak bisa menolak, ia hanya pasrah membiarkan batang itu bergesekan dengan wajahnya. Setelah itu sang rampok memaksa Cathy untuk membuka mulutnya.

"HEH Buka mulut loe ayo isap, AYOO"

Cathy dengan perlahan membuka mulutnya, segera saja rudal rampok itu masuk kedalam mulutnya dan bergerak maju mundur di dalam mulut Cathy. Hei ayo goyangin lidah lu, jilat dan isap penis gua. Mendengar itu Cathy mematuhinya, ia mulai menjilat batang penis itu dengan perlahan. Rampok itu semakin cepat menggoyangkan pinggulnya di hadapan wajah Cathy.

Setelah puas, ia langsung mencoba menyerang bibir Cathy yang satu lagi yang berada di selangkangan. Diarahkannya rudal itu ke lobang kenikmatan Cathy akhirnya berhasil diterobos juga, penis hitam dan besar itu akhirnya berhasil keluar masuk di vagina Cathy. Pertama-tama gerakannya perlahan tetapi lama kelamaan semakin cepat dan brutal, ia tidak mempunyai rasa kasihan kepada Cathy yang berteriak kesakitan karena dimasuki oleh penis yang begitu besar.
"Euh, eanaak ayo neng, teruss, enaak, uuh", gumam sang rampok sembari memompa vagina Cathy, Sementara kedua tangan rampok bersandar di payudara Cathy, Sembari sesekali dipilin-pilinnya pentil Cathy

Sungguh pemandangan yang mengundang hawa nafsu, seorang gadis cantik tinggi berkulit putih bersih dan telanjang bulat berada di posisi bawah ditindih seorang preman yang bertato. Mendapat perlakuan itu Cathy hanya bisa menggeliat menahan sakit dan rangsangan yang begitu hebat. Tetapi ia mencoba bertahan untuk tidak orgasme, walau dipompa sedemikian rupa oleh penis sang rampok. 20 menit kemudian, sang rampok tidak tahan lagi, akhirnya ia memuntahkan air maninya didalam vagina Cathy.

"Euuh. euuhh, entott. sstt aah. pejuhh. gua ngecrot aah. enaak", Gumam sang rampok sembari penisnya memuntahkan lahar putihnya itu.

Tubuh sang rampok terlihat berkelejotan saat berejakulasi, Nampak benar-benar nikmat sekali orgasme sang rampok Rampok itu masih terdiam di atas tubuh Cathy dan membiarkan penisnya tetap berada di dalam vagina Cathy untuk beberapa saat untuk merasakan denyutan otot-otot ronga vagina Cathy yang menjepit penisnya. Ia membiarkan sisa-sisa spermanya untuk keluar sampai tetes sperma terakhir, lalu ia mulai menarik keluar penisnya dari vagina Cathy, tampak penisnya yang sudah mengecil itu masih basah karena semprotan air maninya sendiri dan cairan vagina Cathy.

Lalu ia memberikan kesempatan kepada teman-temannya yang lain. Rekan rampok yang lain bergerak maju, kali ini ia menyerang Cathy dari belakang. Diserangnya anus Cathy dengan gencar. Posisi Cathy sekarang seperti anjing yang sedang kawin, Rampok itu dengan kasar memasukkan penisnya ke lubang anus Cathy yang sangat sempit karena pantatnya yang kecil. Cathy hanya bisa mengerang kesakitan. Tubuhnya bergerak-gerak akibat hentakan sang rampok sampai-sampai payudaranya pun terbanting-banting akibat goyangan sang rampok, Rampok tersebut memegangi kedua bongkah pantat Cathy agar tetap terarah sesekali ia tampar pantat Cathy seperti layaknya memecut pantat kuda. Hngga pantat Cathy memerah panas.

Goyangan sang rampok semakin cepat, lalu tangan kirinya menjambak rambut Cathy ke arah belakang. Lalu ditariknya tubuh Cathy sampai punggung Cathy telah menempel di dada sang rampok. Sang rampok segera menggerayangi payudara Cathy dari belakang sambil ia menciumi leher Cathy yang sexy. Dengan penis yang masih mengenjot dubur Cathy. Kumis sang rampok yang tebal mencucuki leher Cathy, sehingga ia merasa geli. Cathy hanya bisa memejamkan mata menahan derita itu sambil sesekali merintih, dan mendesah sehingga desahannya semakin merangsang semua rampok yang ada dikamar tersebut.

"Euuh aahh, periih, aduuhh. duburr guee. ampuunn, paak" rintih Cathy.
"Aaahh, dikit lagi neengg ayoo, sstt. aahh, oohh", Teriak sang rampok sembari goyangannya dipercepat.

Rupanya ia akan segera klimaks, tak lama kemudian ia akhirnya menyemburkan air maninya didalam lubang anus Cathy. Air maninya sangat banyak sampai menetes keluar menyelusuri anus dan paha Cathy.

Rampok itu tersenyum puas akhirnya ia bisa merasakan pantat seorang wanita cantik yang sangat sexy bahkan anusnya lah yang pertama kali ditembusnya. Setelah itu kembali giliran rampok yang lain, kali ini ia memaksa Cathy untuk berlutut dan melayani penisnya dengan mulutnya. Penis rampok yang berikut ini sungguh besar dan sudah berdiri tegang. Cathy tak ada pilihan lain untuk melayani kemauan rampok itu. Dengan ganas rampok itu menggoyang-goyangkan penisnya dimulut Cathy.

"Ayoo. sedoott, yang kencaang ayoo", Bentaknya sembari memegangi kepala Cathy dan mengarahkannya maju mundur.

Hentakannya sangat cepat sampai-sampai buah zakarnya memukul-mukul dagu Cathy. Tak sampai 10 menit ia pun tidak tahan lagi, sentuhan lidah dan bibir Cathy membuat penisnya mabuk berat. Ia pun segera memuntahkan air maninya yang banyak di dalam mulut Cathy,

"Aaahh, enaak, aahh, aahh, Ouhh, Oouhh, sstt", Erangnya sambil menahan kepala Cathy agar tidak lepas saat ia berejakulasi dan seluruh air maninya tumpah ruah di dalam mulut Cathy.

Cathy terpaksa menelain air mani itu sampai habis. Setelah itu para rampok yang lain tidak sabar lagi, mereka maju bersamaan rupanya Cathy diperkosa rame-rame. Seorang mengambil posisi untuk menyerang dari belakang, tubuh Cathy ditaruh diatasnya dengan posisi memunggungi rampok tersebut. Lalu yang lain menyerang vagina Cathy sementara seorang mengambil posisi di dada Cathy meletakkan penisnya dan bergerak maju mundur diantara payudara Cathy didempetkan sehingga menjepit penisnya, seorang lagi mengangkangi kepala Cathy memasukkan rudalnya ke mulut Cathy seorang rampok yang lain mengambil tangan kanan Cathy membuatnya mengocok penis nya. Rasanya sungguh nikmat dikocok oleh tangan mungil Cathy mereka terus mengerjai Cathy mantap di posisinya masing-masing mereka terus bergiliran berotasi mencicipi anus, vagina, payudara, mulut dan ketiak Cathy

Beberapa saat kemudian Cathy tidak tahan lagi ia akhirnya hancur juga pertahanannya, akhirnya Cathy ejakulasi dengan deras, cairan Cathy keluar sangat banyak karena ia sedari tadi menahan rangsangan yang ia terima. Peristiwa itu disambut para perampok dengan teriakan-teriakan tertawa membahana, bahkan tanpa rasa jijik seorang dari mereka menjilat cairan vagina Cathy.
"Sluurrpp, sluurrpp, hmm, nikmaat, rasanya air mani gadis ini, hahaha."
Cathy dikeroyok selama setengah jam, tidak lama kemudian satu persatu nyaris bersamaan para perampok itu orgasme di tempat 'proyek'-nya masing-masing.

Tubuh Cathy yang seksi itu sudah penuh oleh sperma. Para perampok tertawa puas, Cathy berpikir mimpi buruknya telah berakhir, ternyata ia salah, 3 orang rampok yang pertama rupanya belum puas, mereka merangsek maju lagi dan memperkosa Cathy untukkedua kalinya. Bahkan salah seorang dari mereka mengambil obeng yang mereka pakai untuk membuka pintu dan memasukkan gagang obeng besar itu ke vagina Cathy Dikocok-kocoknya vagina Cathy dengan gagang obeng itu, Cathy menggeliat kesakitan dan kenikmatan. Ia memang merasakan perih di lubangnya tapi juga merasakan kenikmatan tiada tara. Cathy menggeliat dan membanting tubuhnya ke kiri dan kekanan membuat rampok itu semakin cepat mengocok vagina Cathy dengan obeng akhirnya Cathy kembali ejakulasi untuk kedua kalinya.

Sang rampok begitu senang melihat cairan mengalir deras dari vagina Cathy lalu kembali ia menggarap tubuh Cathy sampai puas. Kedua rekan yang lain dengan sabar menanti giliran. Akhirnya Cathy digilir oleh masing-masing rampok itu 2x. Setelah puas menggarap Cathy rampok itu segera beranjak pergi sambil membawa barang jarahannya meninggalkan Cathy masih bugil terkulai lemas di ranjangnya yang penuh dengan bercak sperma dan darahnya. Dia hanya bisa menangis sesenggukan meratapi nasibnya.
"Oh mimpi buruk apa aku", isaknya.
__________________
Tamat

...dari sebuah wc umum...

Prolog : Langit Kota Karawang sangat amat cerah. Suhu udara mencapai 29

derajat celcius. Kesibukan terminal Klari masih seperti biasa. Berserabutan

bus antar kota dalam propinsi, bus-bus tiga perempat dan angkot. Saling

berjejalan mengisi ruang kosong terminal. Campur aduk pedagangn asongan

menambah kian panasnya udara kota.




Jam tangan yang melingkar di tangan menunjuk pukul 13.00 tepat. Segelas

es jeruk sedikit melepas dahagaku dan meredam panas yang begitu

menyengat. Orang yang aku tunggu-tunggu belum datang juga. Debu dan

asap terminal leluasa menyapu wajahku yang mulai kusam. Hampir 3 jam aku

menunggu.

Berat aku melangkah menuju sebuah wc umum yang ada di ujung terminal

belakang. Sepi. Ada lima buah bilik wc. Satu pintu tertutup. Aku sengaja

masuk disebelahnya. Bilik wc umum ini hanya tersekat tidak sampai langit-

langit. Masih ada sisa satu meter.

Aku buka celana dan mengarahkan sang burung untuk melepas hasrat

pipisnya.

"Hah...!!!" lega sangat.

Usai membereskan kembali sang burung aku bergegas keluar. Namun,

ketika akan menggerakkan slot kunci terdengar desahan kecil dari kamar

mandi sebelah. Suara wanita.

Keingintahuanku muncul. Gila!!! siang-siang begini ada yeng bercinta di wc.

wc umum pula! Perlahan aku berdiri diatas baka kamar mandi dan perlahan

menjulurkan kepalaku sedikit.

"Alamak..!!!" dibawah sana terpampang jelas tubuh telanjang. Kulitnya

memang tak seputih pualam. Sedikit sawo matang. Tapi, buah dadanya itu

loh! Sekal sangat. Bulat indah dengan puting yang coklat gelap menantang.

Seketika burungku menegang. Memberontak. Wanita itu masih sibuk dengan

permainannya. Tanpa sadar kalau aku diatas menyaksikannya. Wanita itu

duduk dipinggir bak kamar mandi. Wajahnya tertunduk. Tanganya tepatnya

jemari kanannya mennggerakkan klitorisnya perlahan dan sesekali

memasukan jarinya ke dalam liang vaginanya. Sementara tangan kirinya

mengelus puting susunya dengan sesekali meremas buah dadanya.

"Gila!!!". Panas-panas begini ada yang horny dan beruasaha melepaskan

hasratnya. Yang lebih gilanya lagi di wc umum lagi. Geleng-geleng aku

dibuatnya!!!

Lebih gila lagi aku reflek mejejakkan kakiku ke tembok dan siap melompat ke

sebelah!!!. Entah iblis mana yang menggerakkan badanku hingga ringan saja

melewati sekat wc umum ini dan.. HUP!!!

Aku telah mendarat tepat didepan wanita itu. Wanita itu kaget setengah mati!!

Matanya sedikit melotot dengan bibir yang terbuka. Belum hilang rasa

kagetnya tanpa basa-basi aku langsung menyambar bibirnya. Mengulumnya.

Tanpa tangkisan atau hindara. Tangankupun meraba buah dadanya yang

bulat indah sekal. Meremasnya. Hingga dirinya merintih pelan meski hanya

tercekat dijakunnya karena bibirnya rakus aku lumat.

Sejurus kemudian wanita itu mulai melepas kancing celanaku. Dan

melorotkannya. Tangannya menyelinap di balik cd-ku dan mengenggam

burungku yang menegak kencang.



Puting coklat menantang didepanku aku hisap kuat-kuat. Hingga dia

menjentikan tubuhnya tanda keenakkan. Jariku mengusap bibir vaginanya

yang telah basah. Hangat. Jariku menelusup kedalam lubang vaginanya. Dan

mulai mengocoknya. Jempolku aku tempelkan ke klitorisnya. Tubuhnya

menggelincang. Kepalanya bergerak kekanan dan kekiri.

"Heeessssshshshhhh...." erangnya. Terus aku bermain dengan putingnya.

Sekali lagi aku hisap sangat dan kuat. Kali ini tanganku meremas buah

dadanya. dan memelintir puting susunya. Sekali lagi dia menyentakkan

tubuhnya dan menggoyangkan pinggulnya maju mundur. Tanganku kembali

menelusuri perutnya dan ke bawah sampai kembali ke bibir vaginanya. Aku

elus dengan gemas dan aku ulangi lagi jariku masuk kedalam.

"Aukh...."

Tiba-tiba wanita itu nendorongku pelan. dan menyuruhku diam. Pelan dia

menghisap putingku. Dan jemarinya yang lembut itu mengelus burungku yang

tegak menjulang. Sepertinya dia terkesima. Dielusnya dengan manja. Dan

sesekali dicubitnya kepala burungku. Aku menggelinjang kegelian. Usai

menghisap putingku, lidahnya menyapu bagian tubuhku yang lain turun ke

bawah dan ke pusar. Kembali diulanginya sampai beberapa kali. Aku

merasakan sensasi yang teramat nikmatnya. Mataku terpejam

merasakannya. Tak lama ada rasa hangat dan basah di kepala burungku.

Dia mulai mengulum kepala burungku. Pertama pelan dan diresapinya.

Dikecupnya sembari dihisapnya kuat. Akhirnya sepertinya dia gemas sekali

dengan burungku ini. Kulumannya makin kuat dan makin dalam.

"Uuuukh..." aku hanya mendesah pelan.

"Mari kita bermain yang sesungguhnya,dik! katanya serak sembari

menghentikan kulumannya pada burungku.
"Sialan!!" makiku dalam hati dia memanggilku 'dik'. Tapi apalah peduliku!!!

Wanita itu nungging dihadapanku. Seketika tampak lubang vagina yang telah

menganga dan merah. Aku usap bibir vagina itu. Wanita itu bergerak

kegelian.

"Ih..!!! Dasar!!! Cepet masukin atuh...!! pintanya.

Aku hanya tertawa lirih. "he..he..he.." kemudian pelan aku masukkan burungku

kedalam vaginannya. "Ukh...." erangnya lirih. Burungku serasa penuh mengisi

rongga-rongga vaginanya. Pelan aku menikmati setiap gesekan burungku

dan vaginanya yang lembab dan basah. Aku memeluknya dan meremas buah

dadanya yang menggantung dan terguncang-guncang karena dorongan

pantatku yang mendorong burungku masuk ke lubang vaginanya.

Dengan posisi tangan kiriku meremas payudaranya, tangan kiriku menekan

dan mengocok klitorisnya dengan gerakan memutar, aku menekan burungku

kuat-kuat ke vaginanya.

"Lebih cepat....!!! pintanya.

Dengan keringat yang membanjir aku makin kuat menekan burungku. Dia

makin mendesah tak karuan. Merancu kenikamatan. "Oh dik, enak sekali...!!
"Oh...ya..ya..ya..ya..!!!

"Iiiiyaaaaa.....Akh!!!" akhirnya dia mencapai klimaksnya. Wajahnya

menengok kebelakang ke arahku dan berusaha menggapai-gapai. "akh..!!!

teriaknya sekali lagi!!! Aku makin deras menghunjamkan burungku. Semakin

lama aku merasa vaginanya begitu menghisap burungku dan seolah-olah

menjepitku. Burungku makin kuat menghantam vaginanya hingga bunyi

kecipak dan aku makin tak tahan lagi menahan dorongan kuat ini. Dan wanita

itu pun makin kuat menggapai-gapai. Kepala burungku semakin membesar

didalam vaginanya. Dan..

"Uuuhg..." kuat-kuat aku menekan dan "Croots!!! spermaku keluar didalam

vaginanya!!! Aku tahan didalam dan tidak segera aku cabut. Aku goyang-

goyangkan. Dua menit aku rendam di dalam vaginanya. Setelah itu aku cabut.

Wanita itu terhenyak ke gelian.

Tubuh kami berkeringat. Banyak. Wanita itu terseyum puas. Wajahnya

memerah. "Kurang ajar kamu.dik! katanya

"Tapi suka kan?" godaku.

"Ih, dasar!!! tangkisnya sembari mencubit kepala burungku.

Seketika aku tersadar. Sekedar basa-basi aku menanyakan no hpnya

kemudian pamitan dan melompat kembali ke wc sebelah tempat pertama

aku masuk untuk pipis.


Aku buka pintu wc. Sepi. Aku melangkah keluar. Dan meninggalkan wc umum

itu dan wanita itu. Teh Madah namanya.

Ending!!! Terminal Klari semakin panas!!

Saturday, May 22, 2010

Pengalaman Pribadi

Kejadian diawali ketika Pak Widyo tugas diluar kota. Di rumah cuma ditunggui oleh Bu Ambar, Rudi dan seorang pembantu setengah baya Mbok Inah namanya. Seperti biasa, pada malam hari Rudi sedang belajar untuk menghadapi Ebtanas minggu depan. Ia tengah sibuk berkutat dengan soal-soal latihan ketika ibunya datang membawa makanan kecil untuknya sambil menenteng majalah.
"Rud, ini ada oleh-oleh dari Bogor tadi siang untuk menemani kamu belajar," kata ibunya sambil meletakkannya di atas meja belajar Rudi.
"Kapan Ibu datang, kok suara mobilnya tidak kedengaran," tanya Rudi sambil tetap memelototi soal-soal sulit di depannya.
"Baru saja Rud, ini ibu sudah pakai baju mandi mau mandi," jawab ibunya.
"Sambil menunggu air panasnya Ibu mau membaca majalah dulu di kamarmu," sambung ibunya sambil merebahkan diri di ranjang yang membelakangi meja belajar Rudi."Ya, boleh saja tapi jangan sampai ketiduran nanti malah nggak jadi mandi," timpal Rudi.

Singkat cerita Rudi kemudian berkonsentrasi lagi dengan belajarnya. Akhirnya setelah hampir 1 jam ia merasakan matanya mulai lelah, ia memutuskan untuk tidur saja. Sewaktu Rudi beranjak dari kursinya dan membalikkan badannya, tatapannya terpaku pada sosok tubuh montok yang teronggok di atas ranjangnya.

Rupanya karena terlalu kelelahan, ibunya ketiduran. Posisi tidurnya tidak karuan. Tangannya telentang sementara kakinya mengangkang lebar seperti orang yang sedang melahirkan. Baju mandi ibunya yang panjangnya selutut nampak tersingkap sehingga paha putih mulus ibunya bisa terlihat jelas. Rudi bingung, apakah harus membangunkan ibunya atau menikmati pemandangan indah dan langka ini dulu. Sebelumnya ia tidak pernah berpikiran kotor terhadap ibunya sendiri tapi entah kenapa dan setan mana yang merasuki dirinya sehingga ia merasakan rangsangan ketika melihat paha ibunya yang tersingkap.

Perlahan didekatinya tepian ranjang dengan hati berdebar-debar. Diperhatikan dengan seksama tubuh ibunya yang montok dan wajahnya yang ayu keibuan dari ujung kaki sampai ujung kepala. Rudi menyadari ternyata ibunya sangat cantik dan menggairahkan. Kemudian dengan tangan gemetaran diberanikannya dirinya mengelus-elus kaki ibunyna sampai ke paha. Begitu halus, lembut dan hangat kulit ibunya ia rasakan. Ketika menyentuh paha yang ditumbuhi bulu-bulu halus, Rudi merasakan kehangatan yang makin terasa mengalir ke telapak tangannya.

Kemaluannya menjadi menegang keras dan membuat celananya terasa sesak dan ketat. Jantungnya makin berdegup kencang ketika ia meneruskan belaian tangannya makin jauh ke arah pangkal kaki yang masih tertutupi baju mandi ibunya. Kulit tangannya merasakan hawa yang makin hangat dan lembab ketika tangannya makin jauh menggerayangi pangkal kaki ibunya yang bak belalang itu. Gerakannya terhenti ketika ia merasa telah meraba bulu-bulu halus yang lebat sekali dan menyentuh gundukan daging yang begitu lunak dan hangat.
Beberapa saat ia meraba-raba gundukan daging lunak hangat itu.Akhirnya dengan rasa penasaran ia singkapkan baju mandi ibunya ke atas. Sehingga kini di depan matanya teronggok bagian selangkangan dan pinggul ibunya yang besar dan montok. Bulu-bulu halus yang sangat lebat nampak tumbuh di sekitar anus, kemaluan sampai perut bagian bawah. Begitu panjang-panjang dan lebatnya bulu kemaluan ibunya sampai kemaluan ibunya agak tertutupi.

Kemudian dengan tangannya ia sibakkan bulu-bulu kemaluan di sekitar kemaluan ibunya. Sehingga kini kemaluan ibunya nampak jelas terlihat. Gundukan daging yang memanjang membujur di selangkangan kelihatan empuk dan menggunung berwarna agak kegelapan. Bila diperhatikan bentuknya mirip mulut monster berkerut-kerut. Ini pasti yang namanya labium mayora (bibir besar) seperti dalam atlas anatomi, batin Rudi. Dari celah atas bibir monster yang besarnya setempurung kelapa itu tampak menonjol keluara bulatan daging sebesar kacang tanah yang berwarna kemerah-merahan. Kalau yang ini pasti yang namanya kelentit, pikir Rudi lagi sambil mengusap-usap tonjolan liat itu.
Kemudian jarinya ia gerakkan ke bawah menyentuh lipat-lipat daging yang memanjang yang mirip daging pada kantong buah pelir laki-laki. Wah, ternyata labium minora Ibu sudah memble begini, pasti karena terlalu sering dipakai Bapak dan untuk melahirkan, batin Rudi. Hidungnya lalu disorongkan ke muka kemaluan sebesar mangkok bakso itu. Sambil membelai-belai bebuluan yang mengitari kemaluan ibunya itu, Rudi menghirup-hirup aroma harum khas kemaluan yang menyengat dari kemaluan ibunya itu. Tak puas dengan itu, ia meneruskan dengan jilatan keseluruh sudut selangkangan ibunya. Sehingga kini kemaluan di hadapannya basah kuyup oleh air liurnya. Dijulurkannya panjang-panjang lidahnya ke arah klitorisk dan menggelitik bagian itu dengan ujung lidahnya.
Sementara tangan satunya berusaha melepaskan ikatan tali baju mandi, dan setelah lepas menyingkapkan baju itu sehingga kini tubuh montok ibunya lebih terbuka lagi. Muka Rudi sampai terbenam seluruhnya dalam kemaluan ibunya yang sangat besar itu, ketika dengan gemas ia menempelkan mukanya ke permukaan kemaluan ibunya agar lidahnya bisa memasuki celah bibir monster itu. Usahanya tidak berhasil karena bibir itu terlalu tebal menggunung sehingga ujung lidahnya hanya bisa menyapu sedikit ke dalam saja dari celah bibir monster itu. Ia merasakan gundukan daging itu sangat empuk, hangat dan agak lembab.

Sementara itu Bu Ambar masih tetap lelap dalam mimpinya dan tidak menyadari sedikitpun apa yang dilakukan anak yang sangat disayanginya terhadap dirinya. Tampaknya ia benar-benar kelelahan setelah seharian tadi pergi keluar kota menghadiri resepsi pernikahan kerabat jauhnya. Dengkurannya malah makin keras terdengar. Sambil tetap membenamkan mukanya ke kemaluan besar itu, Rudi meraih payudara ibunya yang sebesar buah kelapa dengan tangannya. Diremas-remasnya perlahan payudara mengkal yang putih mulus itu. Rasanya hangat dan kenyal. Lalu tangannya berpindah di sekitar puting susu gelap kemerahan yang dilingkari bagian berwarna samar yang berdiameter lebar. Ketika tangannya memijit-mijit puting susu itu dengan lembut, ia merasakan payudara ibunya bertambah kencang terutama di bagian puting tersebut.
Denyutan-denyutan di celah kemaluan ibunya juga terasa oleh bibirnya. Sementara itu dalam tidurnya ibunya terlihat bernapas dengan berat dan mengerang perlahan seperti orang yang sedang sesak napas.Melihat ekspresi muka ibunya yang seperti orang sedang orgasme dalam film-film porno yang pernah ditontonnya, Rudi makin gemas. Sehingga sambil lidahnya menggelitik klitoris ibunya, ia menusuk-nusukkan jari tangannya ke dalam celah kemaluan itu. Makin ke dalam rasanya makin hangat, lembab dan lunak. Ada pijitan-pijitan lembut dari lubang vagina ibunya yang membuat jari tangannya seperti dijepit-jepit. Makin lama lubang itu makin basah oleh cairan bening yang agak lengket, sehingga ketika jari tangannya ditarik terlihat basah kuyup. Ibunya kini makin keras mengerang dan terengah-engah dalam tidurnya.

Rupanya ia merasakan kenikmatan dalam mimpi, ketika kemaluan dan payudaranya dijadikan barang mainan oleh anaknya. Pinggulnya mulai menggeliat-geliat dan kakinya ikut menendang-nendang kasur.Melihat tingkah ibunya yang sangat menggoda itu, Rudi tanpa banyak berpikir lagi segera melepaskan kaos dan celananya. Sehingga kini ia berdiri di depan tubuh bugil ibunya dengan keadaan bugil pula. Badannya terlihat besar dan kekar serta penisnya mencuat kokoh dan besar ke atas. Urat-urat penis itu tampak beronjolan seperti ukiran yang mengelilingi penisnya yang berukuran panjang 20 cm dan diamerer batang 5 cm. Kepala penisnya yang sebesar bola tenis terlihat kemerah-merahan dan mengangguk-angguk seperti terlalu besar untuk dapat disangga oleh batang kemaluannya. Ia ingin menusukkan batang penisnya ke dalam kemaluan ibunya, tapi ia ragu-ragu apakah lubangnya tadi cukup. Ia kini membandingkan ujung penisnya dengan kemaluan ibunya yang sebesar mangkuk bakso. Sepertinya bisa jika dipaksakan, pikirnya kemudian. Lalu ia naik ke atas ranjang dan menekuk kakinya di antara kangkangan lebar kaki ibunya.

Ditempelkannya ujung penisnya ke celah mulut "monster" yang hangat dan lunak itu. Dengan diarahkan satu tangannya ia berusaha menusukkankan penisnya ke mulut vagina yang berwarna kemerahan setelah sebelumnya celah bibir itu dikuakkan lebar-lebar dengan tangan satunya lagi.Mulut liang peranakan ibunya terasa sempit sekali, tapi karena adanya lendir yang sudah keluar tadi membuatnya agak licin. Dengan mendorong pantatnya kuat-kuat, sebagian kepala penisnya berhasil masuk dijepit mulut vagina yang kelihatan rapat tersebut. Rudi merasakan agak sedikit pegal di kepala penisnya karena jepitan kuat muulut vagina. Sementara ibunya mulai memperlihatkan kesadaran dari tidurnya. Sebelum ibunya benar-benar terjaga, Rudi menekankan kuat-kuat pinggulnya ke arah selangkangan ibunya sambil merebahkan diri diatas tubuh bugil ibunya. Kemaluannya dengan cepat menerobos masuk dengan cepat ke dalam lubang yang relatif sempit itu. Bunyi "Prrtt.." nampak keras terdengar ketika penis besar Rudi menggesek permukaan liang senggama ibunya.

Bu Ambar segera terjaga ketika menyadari tubuhnya terasa berat ditindih tubuh besar dan kekar anaknya. Sementara itu kemaluannya juga agak nyeri dan seperi mau robek karena dorongan paksa benda bulat panjang yang yang sangat besar. Ia merasa selangkangannya seperti terbelah oleh benda hangat dan berdenyut-denyut itu. Perutnya agak mulas karena sodokan keras benda itu. Liang peranakannya terasa mau jebol karena memuat secara paksa benda besar yang terasa sampai masuk rahimnya itu.Ketika didapatinya anaknya yang melakukan ini semua terperanjatlah Bu Ambar.

Kakinya menjejak-jejak kasur dan pinggulnya ia goyang-goyangkan dan hentak-hentakkan untuk melepaskan kemaluannya dari benda sebesar knalpot motor. Tapi Rudi makin merasa keenakan dengan gerakan meronta-ronta ibunya itu karena penisnya menjadi ikut terguncang-guncang di dalam liang peranakan. Ia merasakan liang itu terasa sangat hangat dan berdenyut-denyut memijit kemaluannya. Tubuh montok ibunya yang didekap erat terasa hangat dan empuk.
"Rud apa yang kamu lakukan pada Ibu, lepaskan, lepaskan..!" teriak ibunya pelan karena takut membangunkan Mbok Inah sambil tetap menggeliat-geliatkan tubuh montoknya berusaha melepaskan diri.
"Bu, Rudi ingin dikelonin kayak dulu lagi," Rudi merengek sambil makin menekan tubuh polos ibunya.
"Rud. Ini nggak boleh Rud. Aku kan ibumu, nak," kata ibunya yang kini sudah mulai mengendurkan perlawanannya yang sia-sia.Posisinya memang sudah kalah.

Tubuhnya sudah ditelanjangi, didekap kuat serta kakinya mengangkang lebar sehinnga selangkangannya terkunci oleh benda besar irtu.
"Bu, Rudi pokoknya ingin dikelonin Ibu. Kalau nggak mau berarti Ibu nggak sayang lagi sama Rudi. Rudi mau cari pelacur saja di pinggir jalan," sahut Rudi dengan nada keras.
"Jangan, Rudi nggak boleh beginian dengan wanita nakal. Nanti kalau kena penyakit kotor, Ibu yang sedih," kata ibunya pelan sambil mengusap rambut Rudi perlahan.
"Ya, sudah karena sudah terlanjur malam ini, Rudi Ibu kelonin. Tapi jangan beritahu Bapakmu, nanti ia bisa marah-marah," sambung ibunya pelan sambil tersenyum penuh kasih sayang.
"Jadi Rudi boleh, Bu. Terima ksih Ya, Bu. Rudi sayang sekali sama Ibu," kata Rudi sambil mengecup pipi ibunya.
"Iya, Ibu juga sayang sekali sama Rudi. Makanya Rudi boleh sesukanya melakukan apapun pada Ibu. Yang penting Rudi nggak mengumbar nafsu ke mana-mana. Janji, ya Rud," kata ibunya."Iya Bu, Rudi juga nggak mau sama yang lain karena nggak ada yang secantik dan sesayang Ibu," kata Rudi dengan mengendorkan dekapan kuatnya sehingga kini ibunya tidak merasa terlalu berat lagi menahan beban tubuhnya yang sudah berat itu.
"Tapi Rudi harus melakukannya dengan pelan. Sebab punya Rudi terlalu besar, tidak seperti biasanya yang sering Bapakmu masukkan ke dalam punya ibu," kata Bu Ambar meminta pengertian Rudi.Memang postur tubuh Rudi mengikuti garis keturunan Bu Ambar, tidak seperti bapaknya yang pendek dan kecil.
"Sudah, sekarang punya Rudi digerakkan pelan-pelan naik-turun. Tapi pelan ya Rud!" perintah ibunya lembut pada Rudi sambil membelai-belai rambut anaknya penuh kasih sayang.Kini Rudi mulai menggerak-gerakkan penisnya naik-turun perlahan di dalam liang sempit yang hangat itu. Liang itu berdenyut-denyut, seperti mau melumat kemaluannya. Rasanya nikmat sekali. Kini mulutnya ia dekatkan ke mulut ibunya. Mereka pun berciuman mesra sekali, saling menggigit bibir, berukar ludah dan mempermainkan lidah di dalam mulut yang lain.

Tangan Rudi mulai menggerayangi payudara putih mulus yang sudah mengeras bertambah liat itu. Diremas-remasnya perlahan, sambil sesekali dipiojit-pijitnya bagian puting susu tang sudah mencuat ke atas.
Tangan Bu Ambar membelai-belai kepala anaknya dengan lembut. Pinggulnya yang besar ia goyang-goyangkan agar anaknya merasakan kenikmatan di dalam selangkangannya. Sementara vaginanya mulai berlendir lagi dan gesekan alat kelamin ibu dan anak itu menimbulkan bunyi yang seret-seret basah. "Prrtt.. prrtt.. prrtt.. ssrrtt.. srrtt.. srrtt.. pprtt.. prrtt.."Penis besar anaknya memang terasa sekali, membuat kemaluannya seperti mau robek.
Vaginanya menjadi membengkak besar kemerah-merahan seperti baru melahirkan. Membuat syaraf-syaraf di dalam liang senggamanya menjadi sangat sensirif terhadap sodokan kepala penis anaknya. Sodokan kepala penis itu terasa mau membelah bagian selangkangannya. Belum lagi urat-urat besar seperti cacing yang menonjol di sekeliling batang kemaluan anaknya membuat Bu Ambar merasakan nikmat. Meski agak pegal dan nyeri tapi rasa enak di kemaluannya lebih besar. Ia merasakan seperti saat malam pertama. Agak sakit tapi enak. Lendirnya kini makin banyak keluar membanjiri kemaluannya, karena rangsangan hebat pada Bu Ambar. Ketika Rudi membenamkan seluruh batang kemaluannya, Bu Ambar merasakan seperti benda besar dan hangat berdenyut-denyut itu masuk ke rahimnya.
Perutnya kini sudah bisa menyesuaikan diri tidak mulas lagi ketika saat pertama tadi anaknya menyodok-nyodokkan penisnya dengan keras.Bu Ambar kini mulai menuju puncak orgasme. Vaginanya mulai menjepit-jepit dengan kuat penis anaknya. Kakinya diangkatnya menjepit kuat pinggang anaknya dan tangannya menjambak-jambak rambur Aanaknya. Dengan beberapa hentakan keras pinggulnya, muncratlah air maninya dalam lubang kemaluannya menyiram dan mengguyur kemaluan anaknya. Setelah itu Bu Ambar terkulai lemas di bawah tubuh berat anaknya. Kakinya mengangkang lebar lagi pasrah menerima tusukan-tusukan kemaluan Rudi yang semakin cepat. Tangannya menelentang, memperlihatkan bulu ketiaknya yang tumbuh subur lebat dan panjang. Mengetahui hal itu Rudi melepaskan kulumannya pada mulut ibunya agar ia bisa bernafas lega.
Bu Ambar tampak terengah-engah seperti baru lari maraton.
"Ibu sudah tua, Rud. Nggak kayak dulu lagi bisa tahan sampai lama. Tenaga dan kondisi fisik Ibu tidak sekuat dulu lagi. Jadi, Ibu tidak bisa mengimbangi kamu," bisik ibunya sambil mengatur napas. Keringat Bu Ambar nampak bercucuran dari sekujur tubuhnya membuat hawa semakin hangat.Tanpa merasa lelah Rudi terus memacu penisnya dan sesekali menggoyang-goyangkan pinggulnya. Sepertinya ia ingin mengorek-ngorek setiap sudut jalan bayi yang dulu dilaluinya. Suara bunyi becek makin keras terdengar karena liang itu kini sudah dibanjiri lendir kental yang membuatnya agak lebih licin. Bu Ambar mulai merasakan pegal lagi di kemaluannya karena gerakan anaknya yang bertambah liar dan kasar. Tubuhnya ikut terguncang-guncang ketika Rudi menghentak-hentakkan pinggulnya dengan keras dan cepat. "Plok.. plokk.. ploll.. plookk.. crrpp.. crrpp.. crrpp.. srrpp.. srrpp.." Bunyi keras terdengar dari persenggamaan ibu anak itu.
"Rud pelan, Rud..!" desis ibunya sambil meringis kesakitan. Kemaluannya terasa nyeri dan pinggulnya pegal karena agresivitas anaknya yang seperti kuda liar. Rudi yang merasakan dalam selangkangannya mulai terkumpul "bom" yang mau meledak tidak menyadari ibunya sudah kewalahan, malahan terus mempercepat gerakannya.Bu Ambar hanya bisa pasrah membiarkan dirinya diperlakukan seperti itu. Ia tidak ingin mengganggu kesenangan anaknya. Baginya yang lebih penting hanyalah bisa memberikan tempat penyaluran kebutuhan biologis yang aman dan nyaman untuk anak yang disayanginya. Kakinya menjejak-jejak kasur dan pinggulnya yang besar disentak-sentakkannya perlahan untuk mengimbangi rasa nyeri dan pegal. Napasnya mendesah-desah seperti orang kepanasan habis makan cabai dan tangannya menjambak rambut anaknya. Kini Rudi sudah mencapai orgasme. Dipagutnya leher jenjang ibunya dan ditekankannya badannya kuat-kuat sambil menghentakkan pinggulnya keras berkali-kali membuat tubuh ibunya ikut terdorong. Muncratlah air mani dari penisnya mengguyur rahim dan kemaluan ibunya. Karena banyaknya sampai-sampai ada yang keluar membasahi permukaan sprei.
Selesai.

Friday, May 21, 2010

Guru jutek ternyata enak

Nah cerita ini ada waktu gw kelas 2 SMA.waktu taun ajaran baru ada guru baru sebut aja namanya bu anggun.Waktu upacara gw mah ga perhatiin muka ataupun bodynya.Tapi waktu gw di kelas ternyata dia guru fisika dalam pikiran gw kalo guru IPA tuh cewe gw ga bakal mudeng.

Berlanjut penjelasan ke bodynya tuh guru setelah 1 bulan diajarin sama dia gw liat-liat ternyata dia tuh cantik banget dan toketnya itu loh!!!.Beuh,mantap banget umurnya 26, tingginya tuh kira-kira 163 cm dengan toket kira-kira 36B,pake kacamata,pantatnya sekel banget,rambut sebahu.Udah kaya guru di film bokep deh pokoknya.tapi ada satu yang gw keselin dari guru ini kalo ama anak yang berisik ato bandel di kelas dia tuh jutek banget tapi kebetulan gw pendiem kalo dikelas jadi dia biasa aja sama gw.
Waktu itu gw ga masuk sekolah tapi hari selasa diumumin ada ulangan sedangkan gww gak tau apa-apa.Nah,disini gw putusin buat nelfon si bu anggun.
"bu,ini andre hari rabu ada ulangan yah?" gw nanya "iya ndre,rabu ada ulangan.kamu tadi ga masuk kan" jawab dia "ya bu,gimana kalo sekarang saya ke rumah ibu soalnya saya ga ngerti apa-apa bu" "mmm...yaudah jam 5 kamu ke rumah ibu" gitulah percakapanya.Rumah dia sama rumah gw ga jauh paling cuma 20 menit naik motor jadi gw gampang kalo ada pelajaran yang ga ngerti.
jam 4.30 sore gw ke rumah bu anggun 5 kurang gw udah nyampe.Nyamoe depan rumahnya gw telfon bu anggun biar dia bukain pintu rumahnya.Ternyata rumahnya bagus bro mungkin dia anak orang kaya kali tapi lagi kerja praktek mungkin.Begitu dia keluar gw bengong ngeliatin dia emang sih ga pake baju yang mini tapi ketat-ketat gitu.Dia pake celana panjang skinny kaya anak-anak gaul jaman sekarang pake kaos oblong ketat sampe toketnya keliatan lebih gede dari dia pake baju kerja.

Skip skip...Pas gw lagi belajar dan gw lagi bengong dia nanya "kenapa ndre masih ga ngerti?" "udah si bu" jawab gw "mmm gimana nanyanya yah?"muka dia bingung "ndre,kamu pernah mainin burung kamu yah waktu di kelas?" "hah,engga kok bu" jawab gw malu "bohong kamu ibu pernah liat kamu masukin tangan kamu ke kantong celana terus kaya ngusp-ngusep burung kamu waktu pelajaran ibu" pedahal bener apa yang dia bilang soalnya waktu itu dia rambutnya dikuncir trus pake kaya blues yang lehernya ditaro dibawah toketnya jadi kenceng keliatanya makanya waktu itu gw horny banget.entah kenapa gw ditanya gitu langsung ngaceng.
Dan mungkin ada setan lewat gw langsung pegang tanganya dan dia ga ngelawan.
Karena respon dia kaya gitu gw langsung aja cium bibirnya dia.Waktu kita cipokan gw pelan-pelan buka bajunya ternyata dia ga pake BH bro gw ga tau kalo dia ga pake BH soalnya dia ga pake baju transparan.
Lalu dia buka retsleting celana sekolah gw menurunkan CDnya dan mengelus-elus penis gw dengan lembut,
“auh.. uh.. uuh ..” rintihku menahan kenikmatan semantara Bu anggun sibuk dengan aktivitasnya
“ah .. mmhh.. Bu stop bu” rintihku karna gw ngerasa dia guru gw
diaa ngga jawab, malah semakin hebat menyedot penisku. Tubuhku semakin mengejang.abis itu kita balik ciuman
bu Anggun melepaskan ciuman dibibirnya lalu mengarahkan kepala ku kebawah yaitu toketnya.Gw mulai meremas-remas dadanya, sekali-sekali gw puntir putingnya sampe dia melenguh panjang. Puas ngeremes gw lalu menyapu seluruh dadanya dengan lidahku dan menyedot ujung putingnya sambil digigit-gigit sedikit.

Gw udah ngga sabar lagi. Batang penis yang udah dari tadi tegak berdiri ingin sekali merasakan jepitan vagina guru cantik nan montok itu. Akhirnya, perlahan kumasukkan batang penisku ke celah-celah vagina. Sementara tangan bu anggun membantu menuntun tongkatku masuk ke jalannya. Kutekan perlahan dan…
“Aaah…”, suara itu keluar dari mulut bu anggun setelah penisku berhasil masuk ke dalam liang senggamanya.
Kupompa penisku dengan gerakan naik turun. Desahan dan erangan yang menggairahkanpun meluncur dari mulut guru ini yang sudah semakin panas birahinya.
“Aach.. Ach.. Aah.. Terus ndre.. Lebih dalam.. Lagi.. Aah.. Nik.. Mat..”,bu anggun mulai menikmati permainan itu.
gw terus mompa titit sambil mulutku melumat habis kedua buah dadanya yang montok. Mungkin sudah 20 menitan kami olahraga.Gw merasa sudah hampir
tidak tahan lagi. Batang kemaluanku sudah nyaris menyemprotkan cairan sperma.
“Bu.. Punyaku sudah mau keluar..”
“Tahan seb.. Bentar sayang.. Aku jug.. A.. Mau sampai.. Aaach..”, akhirnya bu anggun tidak tahan lagi.
Kamipun mengeluarkan cairan kenikmatan secara hampir bersamaan. Banyak sekali air mani yang aku semprotkan ke pipi bawah bu anggun, hingga kemudian kami kecapekan dan berbaring di atas meja makan yang besar.

5 menit setelah kita istirahat gw mulai lagi permainanya.gw remas buahdada bu anggun kencang sia berteriak langsung gue masukin titit gue ke mulut guru ini yang menganga karena gue remas buah dada pelan-pelann ndre,hhhmmppp.desah bu anggun saat burung gue masuk ke mulut nya yang mungil.perlahan gue gerakin pantat gue maju mundur menyetubuhi mulut bu anggun.
ooohhhh..oohhh..ooohhhh….enak nya mulut ibu
ooohhh..oohhhh..sambil gw terus remas-remas buahdada nya nya bikin gw gemess.Setelah hampir 10 menit berlalu gue ngerasa klimaks gw dah mau nyampe gw gerakin titit gw lebih cepat hingga akhir nya crrroottt…crrroootttt,,,crrrooottt,,sperma gue masuk terlelan bu anggun,tampak si ibu gelagapan meliat gw klimaks kedua sedangkan kayanya si ibu orgasme sampe 3 kali.
selesai deh permainan gw di atas meja makan

"gila kamu ndre ibu puas banget sama kamu" si ibu bilang
"iya bu saya juga puas banget sama ibu" gw bales
"kamu paling hebat ibu bisa sampe 3 kali orgasme"
"gimana..lebih enak dari pada cuman liat dan coli khan..?”tanya dia
"jauh lebih enak bu"
pengen banget gw nyobain ulang ngesex bareng bu anggun

Thursday, May 20, 2010

Mas Guritno suami Regy, Aku tau bersuamikan mas Husni penuh dengan risiko. Dia pasti sering bermain dengan wanita lain, walaupun aku kadang kadang suka ngecek email, ym, telepon dan sms aku sadar sesadarnya dia cukup pandai berrahasia.
Sampai akhirnya aku cukup menenangkan diri bahwa dia sayang aku dan anakku serta hubungan sex ku yg cukup intens walaupun tidak setiap hari.
Mengenai hubunganku dengan si mbah seperti yg diceritakan oleh Mila, sudah cukup menjadi cerita kelamku. Jujur mbah lebih hebat dari mas Husni, aku nekat main sama si mbah juga karena ada perasaan toh mas Husni pastinya suka main sama cewek lain. Aku juga terdorong dengan perasaan penasaran terhadap PILnya Mila. cerita 17tahun terbaru dan terlengkap hanya ada di 17tahun1.com.
Kalau saja mbah tidak menyodomi aku, mungkin aku masih selingkuh dg dia saat ini. Apalagi sebagai laki2 ke 3 yg menancapkan kontolnya ke vaginaku mbah cukup membuatku tergila2. Apa yg aku dapatkan dari mbah kadang2 aku praktekkan dengan mas Husni walaupun tetap saja beda rasanya ha ha ha.
Sejak petualanganku dengan mbah terus terang ada sisi liarku yang muncul. Aku dan Mila boleh dibilang sudah jadi tante girang saat ini, walaupun aku tau Mila masih terlalu jaim untuk mengakuinya. Aku saat ini sudah nggak peduli lagi bagaimana atau dengan siapa mas Husni bermain cinta. Bahkan pernah aku terang2an mengajak Mila atau Regy berganti pasangan tapi mereka selalu menolak. Karena Regy lebih terbuka dibanding Mila aku pernah memancing Regy untuk menggoda suamiku.
Tapi dengan imbalan aku boleh tidur juga dengan suaminya. Tapi sialnya si Regy walaupun sudah berhasil tidur dengan mas Husni tidak juga mengijinkan aku menikmati otongnya mas Guritno suami Regy. Regy malah menawarkan cowok2 lain yang sebenarnya simpanan Mila. Dasar gila!
Sampai akhirnya pada saat pembagian rapot anak2 aku ketemu juga dengan mas Guritno. Regy waktu itu tidak datang karena dia dan anaknya sudah meluncur ke villanya di anyer.
Aku baru kenal mas Guritno ya pada waktu itu, dan terus terang dari penampilannya yang kurus dan tidak seberapa tinggi aku tidak tertarik dengannya.
“Mamanya Mira ya?”
“Iya pak. Bapak orang tuanya siapa?”
“Saya Guritno bapaknya Ricky”
“Ohhh pantas, saya tunggu Regy cari2 dia kok nggak ada”
“Regy sama Ricky sudah berangkat ke Anyer”
“Sama pak, mas Husni sama Mira juga sekarang sudah berangkat ke Kidzania”
“Sudah selesai ambil rapotnya?”
“Sudah, ini mau pulang”
“Oh saya juga, ya sudah salam buat keluarga” sahut mas Guritno santai. Aku akhirnya sedikit menahan dia dengan berdiskusi mengenai sekolah dan hasil rapot. Tapi mas Guritno sama sekali tidak menunjukkan gelagatnya untuk menggodaku. Matanyapun tidak jelalatan melihat wajahku atau tubuhku.
Memang sih, aku tidak pernah berdandan seronok dan memang juga aku bukan termasuk cewek yang berbody sexy. Tapi aku lebih cantik dari Regy.
Karena respon mas Guritno yang mengecewakan akhirnya aku nekat minta diantar pulang. Walaupun aku jelas2 bawa mobil.
Di dalam mobil mas Guritno dia pun biasa2 saja. Karena dendamku pada Regy sudah mentok akhirnya aku nekat juga menggoda mas Guritno. Tidak tanggung2 aku langsung saja memegang selangkangan mas Guritno yang sedang menyetir honda Jazznya.
“Ehh Bu…. Jangan!”
Dengan pelan dia mengembalikan tanganku. Akupun kembali meremas kontolnya. Diapun kelabakan, waktu mencoba mengembalikan tanganku, tangannya aku tarik ke dadaku. Mas Guritno juga cepat2 menarik kembali tangannya.
“Maaf apa ini? Saya nggak bisa begini.”
Aku diam saja dan segera membuka celana panjangku. Aku tarik tangannya untuk meraba paha putihku yang mulus. Yang pasti lebih menarik dari paha Regy yang hitam.
“Jangan bu, kaca mobilnya nggak gelap”
“Ya udah kita cari tempat mas”
“Nggak saya nggak mau maaf, maaf sekali mbak”
Aku malah membuka celana dalamku dan meletakkannya di dashboard mobilnya.
“Mbak, sudahlah…. Saya mencintai Regy”
“Ahhh, jangan ge er! Saya juga cuma ngajak beginian, bukan cinta2an”
Aku merunduk kepangkuannya dan membuka retsleting celana mas Guritno.
Dia kali ini tidak melawan.
“Mbak kaca mobilnya nggak gelap, itu keliatan ke mana2″
Aku diam saja, begitu kontolnya berhasil aku keluarkan langsung saja aku kulum.
“Mbak… Mbak sudah2 jangan ya. Tolong stop!”
Aku cuek saja dan mulai dengan cepat menyepongnya dengan liar.
“Mbak, aduh ini keliatan sama penumpang bis jalannya macet”
Aku cuek saja, dan ketika mas Guritno mencoba menarik kepalaku aku gigit kontolnya.
“Aduh aduh jangan digigit mbak, sakiiit”
Aku pegang tangannya agar tidak menjambak rambutku, dan mulai menggerak2an kepalaku naik turun. Kontol itu mengeras juga, dan mas guritno mulai mendesah2. Walaupun tangannya masih berusaha menghentikanku dan dia mencoba menyadarkan aku dengan sedikit berpetuah. Tiba2 telepon berbunyi, mas Guritno kebingungan karena sepertinya itu dari Regy. 2 kali miscall. Aku berhenti sejenak, dan mencium mas Guritno sambil memegang kontolnya.
“Kalau gak mau keliatan cari tempat, dan angkat aja teleponnya, kalau nggak aku yang telepon Regy.
Aku jilati pipinya, telinganya, dan lehernya sambil sekali2 meremas kontolnya.
Begitu hpnya berbunyi mas Guritno menjawab, aku tersenyum mendengar jawaban mas Guritno.
“Rilex aja” bisikku.
Mas Guritno akhirnya bisa menguasai diri, begitu pembicaraan mereka selesai, aku kembali nyepong.
Dia mulai mengaduh2 dan mendesis.
“Panggil gue Liz, jangan mbak2 gitu dong, emang gw pembantu lo”
Setelah sedikit menghardik mas Guritno, aku kembali nyepong kontolnya yg mulai bau ludahku sendiri. Dan tak lama kemudian crot crot crot. Penis itu meledak.
Mas Guritno gemetar dan mengaduh2 dengan hebatnya seiring dengan keras dan derasnya sperma yang keluar. Mobilnyapun berhenti.
“Stop stop aduuhhh Liz, sudah dong aku bisa kencing nih aku geli arggghhhhhh”
Aku mengangkat kepalaku, penis itu masih sedikit2 meledak. Mas Guritno buru2 membersihkannya dengan tissue.
“Ada minum nggak”
“Itu ada aqua”
Aku mengambil botol aqua yg sambil membersihkan bibirku yg belepotan.
Aku baru sadar bahwa aku ternyata berada di daerah mega kuningan dan mas Guritno berhenti di dekat lapangan kosong.
Mas Guritno keluar dan kencing dibalik sebuah mobil yang juga parkir didepan mobil ini.
Sekembalinya, mas Guritno nampak masih bingung. Aku menawarkan tissue basah yang juga aku pakai membersihkan mulutku.
“Cium aku dong! Masa udah digituin diem aja?”
Kamipun berciuman dan aku bimbing tangannya agar bermain di vaginaku.
“Aku bukan cewek murahan ya? Lo lagi beruntung aja, ada pas gue lagi horny.”
“Ya udah, celananya dipake dong, malu diliat orang”
Akupun menurutinya. Mobil pun berjalan.
“Liz, rumahnya di mana? Ini aku belok mana?”
“Enak aja pulang! Lu udah kelar gw gimana?”
“Maksudnya gimana Liz?”
“Ayo cari tempat dong mas”
“Kan udah selesai kan Liz, please deh aku nggak mau terlalu jauh”
“Ehhh jangan seenaknya ya? Lu kan udah keluar, gue gimana?”
“Udah Liz, aku janji mau nyusul Regy”
“Kalau nggak mau cari hotel, aku buka baju lagi nih biar semua liat, udah gitu aku telp Regy”
Akupun mulai membuka beberapa kancing bajuku.
“Stoooop, yayaya….. Udah2″
Setelah beberapa kali berantem kecil yang menyebalkan akhirnya kita sampai di hotel sommerset yg tak jauh dari tempat tadi.
Begitu di kamar, aku menciumnya dengan lembut sambil melucuti bajunya. Mas Guritno mulai mau bekerja sama dengan membuka bajuku begitu melihatku bugil, baru dia sedikit aktif. Aku direbahkannya di tempat tidur dan mulai meremas remas toketku.
“Gantian mekiku yang dijilat dong sayang”
Dia pun menurutinya.
“Mas ayo dong…. Masukin, udah gak kuat nih”
“Aku belum siap Liz, kan tadi abis digituin”
Aku raih kontolnya. Ha ha ha, emang bener masih lemes. Kontolnya memang biasa2 aja, gak panjang juga gak besar. Memang bener2 biasa.
“Maaf ya say, akunya lupa. Sini tiduran aja, biar aku yang bangunin”
Aku menindih tubuh kurusnya sambil mulai menciumnya. Setelah dia tidak tegang dan rileks dia pun mulai membalas ciumanku dg sedikit agresif. Tapi aku masih belum merasakan tanda2 kehidupan diselangkangannya.
Aku ciumi lehernya, terus turun ke puting dadanya, perut baru mulai nyepong kontolnya lagi.
Aku cium2 kepala kontolnya, aku sedikit melapnya dengan rambutku, kemudian menjilat2 dari pangkal telur keujung kepalanya.
“Mas liat dong mas lagi diapain” kataku sambil menjilat2 kontolnya. Mas Guritno menatapku dan mendadak kontolnya sedikit bereaksi. Aku jilat lagi dari pangkal telurnya dan lagi2 sedikit menegang. Aku lahap kontolnya dan mulai aku keluar masukkan dimulutku.
“Kontolnya buat aku ya?”
Dia hanya meringis dan mengangguk. aku naiki dia dan aku masukin ke vaginaku yg masih basah dan blessss masuk hehehe. Aku sedikit goyang2in dan akhirnya kontol itu mengeras sempurna. Dia mulai menggenjot dari bawah. Dan aku mulai siap2 menikmatinya. Sekali2 dihentaknya dengan keras membuatku mengerang2. Dia meraih toketku. Yah toketku memang gak besar dan bukan andalanku. Tapi begitu aku mulai sedikit muter2in pantatku yg bohay, mulai mas Guritno mencengkeram gemas pantatku dan menghentakkan lagi kontolnya. Agaknya dia tau hentakkan yg agak menyilang itu sedikit menyentuh g spot ku. Maka dihentakkannya lagi kontol itu berkali2 ke arah itu.
Aku mencengkeram dadanya sambil memejamkan mataku. Mas Guritno tiba2 membalikkan badanku dan kini dia di atas, dengan kontolnya masih menancap disodok2annya lagi. Sebetulnya kalau kontolnya sedikit lebih panjang pasti sudah mengenainya.
Mengerti dengan keadaan ini Mas Gur, mencabut kontolnya (to Mila, kalau bilang kontol ya kontol jangan penis atau anu, nggak bgt deh dirimyu) diambilnya 2 bantal dan ditarohnya dibawah pantatku. Kemudian pahaku dipegangnya dan dibuka selebar2nya kemudian bless, akhirnya kena juga titik nikmat itu. Dia menekannya dalam2 kemudian dipompanya kontol itu dg cepat.
Setelah memompa cepat di tusuk dalam2 dengan menghentakkannya.
“AaaaaaaaaaahHhhh,
Enaaak mas”
Mas Gur kemudian menyeret kakiku hingga pantatku tepat di pinggir tempat tidur. Sekali lagi diganjalnya pantatku, kemudian bless lagi, kali ini dia berdiri dipinggir tpt tidur. Lumayan juga rasanya, cukup membuatku keenakkan.
Karena posisi tempat tidur yg ga terlalu tinggi mas Gur agak menekukkan dengkulnya. Tapi begitu dia menghujamkan dalam2 kontolnya dia mengangkat pantatku.
Mas Gur udah lupa anak istrinya. Wajahnya yg tadi innocent kini nampak beringas.
Mas Gur nampaknya sedikit mengambil nafas. Ditariknya keluar kontolnya. Dia nampak kebingungan mau posisi apa?
“Sini mas rebahan”
Di menuruti saja. Woman on top dan akupun siap menggoyang dg goyangan andalanku.
Begitu dia rebahan aku berdiri dulu mengangkangi tubuhnya memamerkan tubuhku.
Baru aku sedikit2 duduk, sebelum aku masukkan toolnya aku selentik dulu hulu ledak itu beberapa kali.
“Arghhh kok digituin?”
“Hmmm tambah ngacengkan sayang?”
Lhebbb masuk lagi baru aku puter2. Mas Gur yg sejak tadi bermain tanpa suara, kali ini dia mulai meracau, mengerang2. Aku lepas lagi kontolnya. Kali ini aku cubit pangkal kontolnya yg dibawah telurnya. Ini cukup efektif utk menahan ejakulasi. Lalu aku masukkin lagi kontolnya dan aku putar2 lagi pantatku.
“Anjing lu Lizzzzz enak banget sayang hsssssss”
“Sekarang lu suka kan mas?”
“Iya Liz, suka banget sayang”
“Lu bilang dong kalau nyesel nolak2 aku tadi”
“Iya aku nyesel emmmmmphhh, enak Liz”
“Apanya yg enak sayang?
“Goyangan eluuuu anjing enak banget”
Aku menghentakkan pantatku diapun menjerit.
“Apanya yg goyang?”
“Pantat elu”
Aku hentakkan lagi, dia mencakar pinggangku. Aku tarik sedikit ke atas pinggangku sambil menjentikkan dan mencubit lagi pangkal telurnya agar tidak ejakulasi lagi.
“Lu pinter banget sayang”
Aku merebah aku menjambak rambutnya, “sekarang bilang sayangkan, coba bilang mas lagi ngapain sekarang sama aku”
“Sedang ML sayang”
“Aku gak suka kata itu”
“Lagi ngesex Liz”
Aku jambak lagi rambutnya,
“Kita ngentot ya sayang”
Aku kembali tegak, dan menggoyang habis kontolnya.
Dia menghentakkan kontolnya dari bawah yg otomatis membuat goyanganku terhenti dan aku kini yg gantian mengerang.
“Aduh masnya pinter juga, enak banget kalau digituin”
“Apanya yg enak Liz”
“Kontolmu sayang”
“Ha ha”
Belum selesai ketawanya aku goyang ngebor lagi. Kali ini tanpa ampun meskipun dia minta berhenti.
“Sayang sayang…… Ngggg aku mau keluar”
Aku tak menghiraukannya malah bergoyang makin hebat.
“Sayang, tunggu……”
Aku goyang lagi dan croot crot crot keluar semua spermanya di vaginaku. Mas Gur masih berusaha mencabut kontolnya tapi aku malah menjepitnya.
Mas Gur membelalakkan matanya kemudian bangkit memelukku. “Udah… Enak bangethhh” kami pun berciuman cukup lama. Dan tak kubiarkan kontolnya lepas. “Kok di dalem sayang?”
“Biar tuntas dong. Cuma ada dua pilihan buat lo mas. Di mulut atau di vagina”
“Enak banget sayang”
Aku tak menjawab, aku cuma menciuminya. “Liz belum tuntas kan tadi?”
“Gampang nanti lagi kan bisa”
“Lagi?? Aduh gila lu ya. Aku udah cape Liz”
“Iya besok juga bisa kan?”
“Ha ha besok kan aku di anyer”
“Aku diajak dong?”
“Ahhh lu gila, nanti kalau Regy tau gimana”
“Kalau Regynya udah tidur dong. Gimana kalau aku sewa villa deket situ”
“Ahhh udah ah ngaco lu Liz”
“Hehehe… Ya udah aku becanda kok mas, besok2 kalau ketemu kita biasa2 aja. Anggap ini gak pernah terjadi ya?”
“Jadi lo ga mau lagi ya Liz?”
“Enggak lah mas, jangan lagi ya”
“Jahat lu Liz,”
“Ehhh ga mau ya aku”
“Akunya gak memuaskan ya?”
“Gak gitu ya mas”
“Abis Liz gitu, aku mau lagi digoyang kaya tadi enak banget, sepongannya juga ”
“Bilang yg bener hayoo”
“Iya aku mau ngentot lagi sama dirimu”
“Bagusss”
Setelah itu kita pun diam. Tak lama hpnyapun berbunyi lagi, mas Gur beralasan dia masih di kantor. Hahaha Setelah menjawab telpon mas Gur ke kamar mandi. Kesempatan ini aku gunakan untuk sms Regy.
“Cun, kita impas 1-1 ya”
Tak lama Regypun menelepon. Tapi tak ku angkat. Smspun masuk.
“Anjrit lo, hehehe”
“Satu ronde lagi ya”
“Be my guess honney”
“Tapi lo jangan telpon2 dia dong berisik tauk”
“Iya deh, gue telpon hubby lo ya”
“Oh iya, bagus daripada dia nelpon gw”
“Seeep, gimana kalau gw minta dia nyusul?”
“Bolelebo bow”
Aku sedikit tertidur, setelah tak lama kemudian mas Gur sudah keluar dr kamar mandi.
“Gak ke kamar mandi Liz?”
“Iya bentar, buru2 amat?”
“Aku harus berangkat sayang”
“Iya tapi bentar aku masih lemes, ya udah kalau mau berangkat sok aja. Kamarnya aku yg check outin”
Mas Gur menatapku yang sedang tidur telungkup. “Gila pantat lo bohay banget” sambil mencium pantatku.
“Ya udah sikat aja mas”
“Udah jam 2 sayang aku harus berangkat”
“Aduuuh aku sebel jawaban itu! Lagian ngapain pake anduk gitu sih. Ngapain ditutup tutup. Gw aja telanjang”
“Ahhh protes aja”
“Iya…. Buka hayo!”
Tiba2 sms masuk di hpnya. Begitu juga aku. Dari Regy “Mas, kalau masih di kantor mending berangkat besok aja masnya. Bareng sama Tita ya? Kalau siang gini sendiri, panas terik nanti mas ngantuk lagi. Kalau udah di rumah telpon ya, aku mau tidur”
Hahaha aku bersorak.
Aku tutup hpku, dan kembali tiduran. “Liz, kok tidur lagi?”
“Apaan sih mas, anduk nya tuh buka! Rese deh”
Mas Gur membuka handuknya menghampiriku sambil meremas2 pantatku.
“Ya udah masukin lagi cepetan sebelum berangkat”
“Aku kan masih capek Liz. Ok kalau aku bisa stay, lu bisa pulang maleman?”
“Aku bilang dulu ya sayang? Cium dulu dong”
Aku sms mas Husni.
“Pa nanti aku gak nyusul ya? Aku tunggu di rumah, aku ngumpul2 dulu sama ibu2 sekolahan, mau bicarain kado buat guru sama pembubaran arisan”
Setelah menulis sms, aku beranjak ke kamar mandi. Setelah membersihkan diri dengan air hangat. Aku keluar sambil tetap bugil. Aku ngecek hp ga ada miscall gak ada sms. Mas Gur tiduran sambil berselimut.
“Buka kenapa….” Kataku sambil menyingkap selimut.
“Mas, ciumin mekiku dong”
Dia menuruti sambil memasukkan jarinya. “Mas lo satu2nya cowo yg giniin gw”
“O ya? Lu juga satu2nya cewe yg mau nyepongin gw sampe muncrat di mulut”
“Ihh Regy tega amat, ya udah aku aja yg service lu mas”
“Tapi lo kok hebat amat Liz”
“Gw bukan cewe murahan ya mas. Gw ya gini ini kalau sama suami gw”
“Tapi suami lo jago dong ga kaya gw”
“Jago banget. Gw begini gara2 dia semuanya belajar dari dia, sama bokep. Yah siapa yg nggak sih”
“Lo lagi marahan ya?”
“Ya kira2 aja sendiri”
Mas Gurpun jadi lahap menjilati mekiku walaupun terus terang gak oke. Baru setelah dia notice kalau setiap kali dia mengulum kacangku akunya mengelinjang dia jadi semangat. Setelah itu diapun makin pandai dengan memasukkan jari2nya mencari g spot yang tadi.
Kali ini aku mau egois aku mau menikmatinya sendiri.
Mungkin karena belum biasa mas Gur bangkit mengambil coca cola di kulkas. Setelah meminum beberapa teguk dia menyirami mekiku dg coca cola kemudian kembali menjilatinya. Aku agak geli dg tingkahnya walaupun geli juga setiap kali dia menyirami mekiku.
Mas Gur lumayan bisa memainkan labia dan kacangku sekaligus g spotku dg jari2nya.
“Mas cium aku dong?”
Mas Gur meminum coca cola lagi sambil membersihkan mulutnya. Baru dia menciumku. Tangannya masih aktif di mekiku, dan akupun memindahkannya ke puting susuku. “Toketku minta jatah Mas”
Dia pun mencium toketku. Kali ini dengan penuh semangat. Aku yakin kalau ini dia cukup ahli. Setelah dia bermain di kiri kanan toketku, aku menyilangkan kedua kakiku sambil menjepit2 vaginaku walaupun tak ada tangannya lagi di situ. Begitulah akupun orgasme.
Mas Gur bingung melihat aku orgasme seperti itu apa lagi aku menolak waktu dia ingin mencium puting susuku lagi.
“Mau dimasukin Liz”
Aku tidak menjawab, aku masih menikmati orgasmeku lagian mau dimasukin gimana orang kontolnya masih lemes.
“Mas mau di doggy dong”
“Aku ga bisa, ini kan imut”
“Tenang aja”
Aku bangkit dan mulai dgn ritual membangkitkan torpedonya. Setelah mengeras aku dudukin tapi kali ini aku menghadap ke belakang.
“# uhhh enak gak mas. Mengkangkang dikit dong, tancep terus ya ayo masnya pegang pinggang aku”
Begitulah akhirnya posisi itu tercipta dg sempurna.
“Gila bener Liz, enak bokonglu bohay abis”
Diapun mengocok kontolnya dgn jantannya. Aku biarkan dia menikmati posisi baru ini dengan sesukanya. Mungkin karena sudah berkali2 dia cukup kuat. Diremas2nya toketku dari belakang sambil menghentak2kan kontolnya. Sekali2 dia menjambak rambutku # uhhh nikmat. Aku memang menyukai doggy. ” Di dalem ya sayang, yang banyak ya ssssshhhhh”
“Dengan senang hati bohayku”
Permainan tangannya di toketku sungguh luar biasa sehingga aku tidak bisa lagi diam aku keenakkan. Tanganku sudah lemas nggak bisa menopang tubuhku, aku lunglai hingga mas Gur akhirnya membalikkan badanku di posisi misionaris dia menuntaskan permainan ini. Crooot croot croot mas Gur ambruk dan kamipun berciuman.
TAMAT
Tante Vida Yang Sintal, Nama saya Dodi. Sekarang saya masih kuliah di Universitas dan Fakultas paling favorit di Yogyakarta. Saya ingin menceritakan pengalaman saya pertama kali berkenalan dengan permainan seks yang mungkin membuat saya sekarang haus akan seks.
Waktu itu saya masih sekolah di salah satu SMP favorit di Yogyakarta. Hari itu saya sakit sehingga saya tidak bisa berangkat sekolah, setelah surat ijin saya titipkan ke teman terus saya pulang. Ketika sampai di rumah Papa dan Mama sudah pergi ke kantor dan Mama pesan supaya saya istirahat saja di rumah dan Mama sudah memanggil Tante Vida untuk menjaga saya. Tante Vida waktu itu masih sekolah di sekolah perawat. Sehabis minum obat, mata saya terasa mengantuk. Ketika mau terlelap Tante Vida mengetuk kamarku. cerita dewasa terbaru dan terlengkap hanya ada di 17tahun1.com.
Dia bilang, “Dod, sudah tidur?”
Saya jawab dari dalam, “Belum, tante!”
Tante Vida bertanya, “Kalau belum boleh tante masuk.”
Terus saya bukakan pintu, waktu itu saya sempat kaget juga melihat Tante Vida. Dia baru saja pulang dari aerobik, masih dengan pakaian senam dia masuk ke kamar. Walau masih SMP kelas 2 lihat Tante Vida dengan pakaian gitu merasa keder juga. Payudaranya yang montok seperti tak kuasa pakaian senam itu menahannya. Kemudian dia duduk di samping. Dia bilang, “Dod, kamu mau saya ajari permainan nggak Dod?” Tanpa pikir panjang, saya jawab, “Mau tante, tapi permainan apa lha wong Dodi baru sakit gini kok!”
Tante Vida berkata, “Namanya permainan kenikmatan, tapi mainnya harus di kamar mandi. Yuk” Sambil Tante Vida menggandeng tanganku masuk ke kamar mandi saya. Saya sih mau-mau saja. Kemudian mulai dia melorotkan celana saya sambil berkata, “Wah, burungmu untuk anak SMP tergolong besar Dod.” Tante Vida terkagum-kagum. Waktu itu saya cuma cengengesan saja, lha wong hati saya deg-degan sekali waktu itu.
Terus dia mulai membasahi kemaluan saya dengan air, kemudian dia beri shampo, terus digosok. Lama-lama saya merasa kemaluan saya semakin lama semakin keras. Setelah terasa kemudian dia melucuti pakaiannya satu demi satu. Ya, tuhan ternyata tubuhnya sintal banget. Payudaranya yang montok, dengan pentil yang tegang, pantat yang berisi dan sintal kemudian vaginanya yang merah muda dengan rambut kemaluan yang lebat. Kemudian dia berjongkok, setelah itu dia mengulum penis saya, dadanya yang montok ikut bergoyang. Dada dan nafasku semakin memburu. Saya cuma bisa memejamkan mata, aduh nikmatnya yang namanya permainan seks. Kemudian, saya nggak tahu tiba-tiba saja naluri saya bergerak. Tangan saya mulai meremas-remas dadanya, sementara tangan saya yang satu turun mencari liang vaginanya. Kemudian saya masukkkan jari saya, dia meritih, “Akhh, Dodi!” Saya semakin panas, saya kulum bibirnya yang ranum, saya nggak peduli lagi. Setelah bibir, kemudian turun saya ciumi leher dan akhir saya kulum punting susunya. Dia semakin merintih, “Aakhh, Dodi terus Dod!” Saya nggak tahu berapa lama kami di kamar mandi, terus tahu-tahu dia sudah di atas saya. “Dodi sekarang tante kasih akhir permaianan yang manis, ya?” Dia meraih kemaluan saya yang sudah tegang sekali waktu itu. Kemudian dimasukkan ke dalam vaginanya. Kami berdua sama-sama merintih, “Akhh! Lagi tante… lagi tanteee.” Terus dia mulai naik turun, sampai saya merasa ada yang meletus dari penis saya dan kami sama-sama lemas. Setelah itu kami mandi bersama-sama. Waktu mandi pun kami sempat mengulangi beberapa kali.
Setelah itu kami berdua sama-sama ketagihan. Kami bermain mulai dari kamar saya, pernah di sebuah hotel di kaliurang malah pernah cuma di dalam mobil. Rata-rata dalam satu minggu kami bisa 2-3 kali bermain dan pasti berakhir dengan kepuasan karena Tante Vida pintar membuat variasi permainan sehingga kami tidak bosan. Setelah Tante Vida menikah saya jadi kesepian. Kadang kalau baru kepingin saya cuma bisa dengan pacar saya, Nanda. Untung kami sama-sama tegangan tinggi, tapi dari segi kepuasan saya kurang puas mungkin karena saya sudah jadi “Hiperseks” atau mungkin Tante Vida yang begitu mahirnya sehingga bisa mengimbangi apa yang saya mau. Nah, buat cewek-cewek atau tante-tante bermukim di Yogya yang sama-sama tegangan tinggi, kapan-kapan kita bisa saling berkenalan dan berhubungan. Mungkin kita bisa bermain seperti Tante Vida.
TAMAT
Sungguh Puaskah Istri Anda ?