Monday, April 26, 2010
Gejolak cinta bergelora
Devi dan Sony adalah dua remaja yang sedang dimabuk cinta, keduanya mengagungkan kesetiaan dan ketulusan dalam mengarungi perasaan kasih sayang yang selama ini menghinggapi kedua sejoli itu. Hubungan mereka telah terjalin selama 3 bulan dan dipenuhi dengan kisah-kisah romantis yang indah. Janji untuk saling setia dan mengasihi selamanya sampai ajal menjemputpun diucapkan. "Dev!, Aku punya kaset CD menarik yang bercerita tentang gejolak cinta anak muda Amerika!", Kata Sony kepada Devi saat istirahat di sekolah.
"Wah menarik sekali! Ingin rasanya aku menonton", respon Devi penuh antusias.
"Kalau begitu habis sekolah kita nonton bareng di rumahku, kebetulan rumah sedang kosong, Mama dan Papa sedang ke Medan, kakakku ke Surabaya ngurus skripsinya, pembantu pulang kampung jadi aku sendirian nich!", tawar Sony pada gadis cantik di depannya.
"Cihui!, Kita bisa bebas dong, nggak ada mata sinis atau muka cemberut dari ortumu!", teriak Devi kegirangan.
"Jangan gitu dong!, jelek-jelek mereka orang yang memeliharaku lho".
"Maaf deh!, maaf aku hanya bercanda".
"Teeet!"..., "Teeet!" "Waduh bel masuk sudah berbunyi tuh! Yuk, kita masuk ke kelas! Oh ya, kutunggu kau di depan gerbang sekolah".
"Cup!", Sony mencium kening Devi dengan mesra.
"Saya mencintaimu Dev!".
"Saya juga mnecintaimu Son!".
Keduanyapun segera menghambur menuju kelas masing-masing.
"Ayo Dev masuk, nggak usah sungkan nggak ada orang kok, anggap aja rumah sendiri", ajak remaja tanggung yang memiliki wajah mirip Keanu Reves kepada Devi, gadis bertubuh montok berwajah cantik yang berhasil digaetnya tiga bulan lalu dengan perjuangan yang gigih.
"Aku ambil minum dulu, kamu langsung aja puter filmnya, ini CD-nya".
Tanpa diperintah lagi Devi langsung meraih kaset CD dari tangan Sony dan langsung memasukkannya dalam VCD Player yang ada di ruang keluarga.
"Gimana Dev filmnya, bagus nggak?", tanya Sony saat keluar dari dapur dengan membawa sebotol air putih beserta 2 gelas.
"Belum tahu dong, baru saja mulai".
"Wah!, bintangnya ganteng dan cantik lho Son, seperti kita berdua".
"Bisa saja kamu".
Merekapun tampak asyik masyuk menikmati film di layar gelas 29 inci. Keduannya sangat mesra, mereka duduk dengan perpelukan, sesekali Sony mencium pipi Devi yang merah dan mulus, Devipun tak mau kalah, dia balas mencium. Siang itu agaknya dunia berpihak pada mereka. Suasana rumah yang sepi membuat mereka berdua leluasa menumpahkan kasih sayang selama ini terkekang oleh aturan orang tua. Namun canda dan tawa mereka tiba-tiba terhenti berganti dengan desahan-desahan halus dari speaker sub woofer TV, tubuh kedua remaja itu menegang, wajah mereka memerah seperti kepiting rebus, nafas mereka terdengar memburu. Tatapan mata mereka tertuju pada adegan film yang membuat jantung berdegup kencang.
Devi dan Sony tampak menghayati permainan dua insan berlainan jenis tanpa sehelai benang pun saling berpagutan, mengulum, berciuman, menjilati kemaluan, erangan halus dan desahan nafas bintang remaja amerika itu mematri amat kuat dalam ingatan mereka berdua. Nafsu birahi dua sejoli yang sedang dilanda kasmaran merambat naik membuat keduanya menggigil menahan gejolak yang sangat kuat.
"Dev, aku mencintaimu, aku men..., men.., menyayangimu", kata Sony dengan suara bergetar sembari mencium tangan Devi.
"Aku jug..., juga cinta kamu Son", kata Devi terbata-bata Keduanya saling berpandangan,nafsu birahi mereka mencuat dirangsang oleh tontonan yang aduhai dan memabukkan.
"Devi..., aku ingin kita bersatu jiwa dan raga".
"Maksudmu?".
"Aku ingin kita melakukan seperti difilm itu".
"Maksudmu hubungan seks!" kata Devi terkejut, Sony hanya menganggukkan kepala.
"Tidak Son, Kita belum meni..."
Belum selesai perkataannya, tubuh Devi menggigil hebat saat sangat Sony merayapi buah dadanya yang telah mengeras melalui sela-sela kancing baju.
"Kau cantik Dev, aku ingin mencurahkan kasih sayangku padamu", bisik Sony sambil lidahnya menjilati daun telinga Devi.
"Son!, jang..., an Son jang...".
"Tidak Dev, kau adalah milikku, kita akan bersama selamanya dan tidak akan pernah berpisah".
Devi tak kuasa menolak ajakan bejat dari Sony untuk melakukan hubungan badan, nafsu birahinya telah menguasai akal sehatnya. Sony mulai melakukan serangan kepada Devi, memory gerakan yang ada difilm segera saja dipraktekkan. Sony memagut bibir Devi dan Devipun membalas dengan hangat, keduanya saling mengulum dan berpelukan mesra. Walau masih pelajar SMU tangan sony telah terampil untuk membuat rangsangan dahsyat ke tubuh Devi yang sintal dan mulus itu. Satu persatu kancing baju seragam Devi dilepasnya dan kini tampak kutang berwarna putih menyembuh keluar. Melihat kutang Devi, Sony tak tahan lagi, dia langsung melepas kutang itu dan membenamkan wajahnya di buah dada yang ranum milik Devi. Disedot-sedotnya puting susu Devi yang kenyal.
"Ahh..., uuuh..., ahh..., uuuh", Devi tampak mengerang keenakan ketika tangan kiri Sony mulai meremas-remas buah dada Devi dan mulutnya menyedot puting susu Devi. Perlakuan itu membuat nafas gadis cantik yang masih perawan itu memburu dan tubuhnya menggelinjang tak karuan.
"Son..., uhh..., ugh..., ahh!", mulut Devi menganga saat mengerang menahan hentakan nafsu dan aliran hawa aneh yang belum pernah dia rasakan selama ini.
Mendengar erangan Devi yang erotis membuat penis Sony mengeras dan menegang. Penis yang selama ini hanya dipuaskan dengan tangan, agaknya akan menemukan lubang fantasi yang sebenarnya telah diinginkannya sejak lama. Nafasnya memburu peluh mulai bercucuran seiring dengan naiknya panas tubuh mereka. Sony mulai menyusuri tubuh Devi yang montok, dia mengendus-endus dan mencium serta menjilati perut Devi, membuat gadis berumur 17 tahun itu kegelian dibuatnya. Rok abu-abu yang masih melekat segera dilepas Sony dengan setengah paksa.
"Dev, kau cantik sayang, tubuhmu indah, hmm, nikmat!", rayuan gombal Sony membuat perasaan Devi melambung menembus awang-awang.
"Son.., lakukanlah!.., lakukanlah!".
"Sabar Dev, kita akan bersama-sama menjumpai kenikmatan yang maha dahsyat yang belum pernah kita rasakan.
"Agghh..., ughh..., uuuh..., ahh", tubuh Devi menggelinjang,nafasnya memburu dan dari mulutnya keluar erangan kenikmatan saat tangan nakal Sony meremas vagina Devi yang masih tertutup celana dalam berwarna hitam.
Lelaki berumur 19 tahun itu menindih tubuh kekasihnya, ditatapnya wajah cantik dengan bibir merah merekah dengan mesra.
"Buka matamu Dev, rasakan aliran nikmat yang terus menerjang dan mendesak-desak tubuh kita", pinta Sony saat melihat mata Devi terpejam karena tak kuasa menahan kenikmatan yang asing dan baru pertama kali ini dia rasakan.
"Bagaimana sayang, kau bahagia?", tanya lelaki itu sembari tersenyum romantis.
"Kau nakal Son?, Kau membuatku lupa diri".
"Aku ingin membahagiakanmu Dev".
"Uuuh..., aah..., uhh", Devi kembali mengerang saat lehernya digigit lembut oleh Sony.
"Dev, bantu aku membuka bajuku".
Gadis yang telah memuncak birahinya itupun langsung membuka kancing baju pacar yang menindih tubuhnya.
"Jangan gitu dong Son, bajumu nggak bisa kulepas, jangan menciumi aku dulu".
"Oh Sorry, habis kamu cantik sih", keduanya langsung tertawa cekikikan.
"Oke, aku buka sendiri deh", setelah berkata begitu Sony langsung melepas baju dan celana panjang sehingga kini dia hanya memakai celana dalam saja dan tampak kepala penisnya menyembul keluar seakan mau berkata kalau dia sudah siap untuk bertugas.
Tanpa kompromi lagi, dia langsung menghujani ciuman ke leher, bibir dan buah dada Devi dengan penuh nafsu, digelutnya tubuh gadis yang membuatnya mabuk kepayang itu dengan aroma birahi. Keduanya bergulingan di lantai, mereka sudah tidak mempedulikan sekelilingnya, film dari VCD yang masih berlangsung sudah tidak menarik lagi bagi mereka, benda-benda di sekitar ruang keluarga menjadi saksi bisu bagaimana Sony dan Devi memburu kenikmatan yang hanya diperbolehkan bagi mereka yang telah resmi menjadi suami isteri.
"Dev, Hmm".
"Sony..., kau hebat aku bangga padamu".
"Auuuhh..., aghh..., uhh"
Kembali Sony menyusuri lembah-lembah misteri di tubuh devi, dan sampailah kini dia di lembah yang paling rahasia bagi kewanitaan Devi, Vagina, kulit paha yang putih mulus membuat penis Sony mengangguk-angguk dengan hebat, CD-nya sudah tidak sanggup menahan desakan penis yang telah membesar itu. Celana dalam Devi yang masih membungkus vagina segera dilepas Sony dan tampaklah vagina Devi yang memancarkan cahaya birahi amat kuat, membuat Sony kelabakan. Nafsu Sony bertambah beringas melihat vagina yang ditumbuhi bulu-bulu halus, ditekuknya lutut Devi dan dibukanya paha Devi. Sony melihat daging merah ranum yang membuatnya menelan ludah. Tanpa ba..., bi..., bu lagi dibenamkannya kepala Sony diantara kedua paha Devi. Dijilatinya selakangan Devi, kemudian disedotnya bibir vagina yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu, klitoris Devi menegang jadinya, Sony pun tanggap bahwa Devi telah meningkat birahinya dan diapun langsung menggetarkan klitoris itu dengan telunjuk kanannya, membuat vagina devi semakin membesar dan mengencang.
Tak lama cairan bening vagina tanpa permisi mengucur deras membasahi bulu-bulu lembut yang ada di sekeliling bibir vagina, bahkan sebagian tumpah membasahi lantai keramik ruang keluarga tempat kedua remaja itu memadu cinta. Sony pun segera menghisap cairan itu dan menyedotnya sampai licin tandas.
"Uuuenak tenan Dev, manis, asin dan gurih", kata Sony, mendegar perkataan kekasihnya Devi tersenyum bangga. Sony kembali menggetarkan klitoris Devi, diapun mengkombinasikan dengan sedotan pada puting susu Devi yang mengeras.
"Uuuh..., ughh..., aahh", tubuh Devi menegang dan menggelinjang dengan dahsyat, kedua tangannya menjambak rambut Sony yang sedang asyik mengulum susu putihnya.
"Son, masukkan penismu Son dalam vaginaku..., cepat Son..., cepat..., aku akan..., aah..., aahh..., uhh..., auughh..., auuu", erangan Devi kali ini lebih keras dari sebelumnya, tubuhnya berguncang hebat, lenguhan panjang keluar dari mulutnya. Dia orgasme! .
Setelah Devi tenang, kembali Sony menindih tubuh Devi yang telah bugil.
"Sabar Dev, ini baru permulaan, kita akan merasakan kenikmatan yang lebih nikmat lagi".
Diciumnya gadis yang dicintainya itu dengan kasih sayang, Devi kelihatan tampak puas setelah dia menggapai bintang-bintang lazuardi di langit kenikmatan.
"Ok Dev, sekarang gantian kau yang merangsangku", Sony meraih tangan devi, diapun duduk di Sofa.
"Dev, Kamu pintar berkaroake kan?, Nah sekarang penisku kamu buat karaoke Dev, jilatilah dan kulumlah", pinta Sony pada Devi yang masih terlihat merem melek. Sony langsung melepaskan celana dalamnya sendiri dan tampaklah penis yang besar dan panjang bagaikan pisang raja sehingga membuat Devi sedikit ragu untuk mendekat.
"Jangan takut Dev, tidak apa-apa, Ini milikmu, kau berhak memiliki dan menikmati penisku Dev", kata Sony sambil menarik kedua tangan Devi dan dilekatkan pada penis yang kekar itu
Devi pun mulai terbiasa dan dia langsung menjilati kepala penis dengan antusias dan penuh birahi, membuat Sony merem melek keenakan.
"Terus Dev..., teruuus..., ooohh..., uuuhh nikmat".
Dikulumnya Kepala penis itu dan disedotnya dengan mulut Devi yang membuat tenaga Sony seakan-akan luluh lantak, diapun mengerang dan menggelinjang menahan birahi yang sangat dahsyat. Devi yang sudah mulai mengikuti irama seks Sony melancarkan serangan, dia menjilati scrotum Sony, rambut kemaluan yang lebat tak luput dari tangan terampil Devi membuat Sony kelabakan dan ngos-ngosan.
Setelah beberapa lama Devi mengaduk-aduk dan membelai dengan sentuhan nafsu yang ganas penis Sony, tubuh Sony pun bergetar hebat, dia merasakan aliran aneh menyusup di sekujur tubuhnya mulai dari ubun-ubun sampai ujung kaki, tubuh Sony berguncang dengan keras membuat sofa tempat dia duduk mengeluarkan bunyi nyaring.
"Dev..., oooghh..., ughh..., Dev..., kau..., kau".
"Crooot..., crooot..., crot", sperma Sony menyembur ke dalam mulut Devi membuat gadis bertubuh putih mulus itu tersedak.
"Wah sperma mu banyak banget Son, membuat aku tersedak nih, tapi rasanya Oke punya lho, hmm aumm", kata Devi sambil menjilati sisa sperma yang masing ada dikepala penis, disedotnya batang penis Sony hingga cairan spermanya keluar semua dan Devi pun segera menelannya.
"Kau hebat Dev, kau cantik", rayu Sony di atas sofa dengan lirih sembari tangannya membelai lembut rambut gadis yang telah membuatnya orgasme.
"Kau masih kuat Dev?".
"Tentu Son, kau belum memberiku kenikmatan sejati, penismu belum melaksanakan tugasnya".
"Ohh Devi, kau benar-benar pengertian sayang".
Sony pun kembali memeluk Devi dan menjilati telinga kanannya hingga membuat Devi menggigit puncak Sony karena kegelian.
"Aduh..., aduh sakit nih".
"Habis..., kau nakal".
Sembari duduk kedua remaja yang telah terbuai nikmatnya seks itu melakukan percumbuan tingkat tinggi, naluri seksnya sangat kuat, khayalan seks yang selama ini hanya di angan-angan saja mulai dipraktekkan, membuat permainan seks mereka sangat profesional, gerakan erotis, cara merangsang pasangan, erangan-erangan yang memabukkan mereka mainkan. Teknik-teknik yang didapat dari nonton blue film, foto erotis di internet, juga buku-buku porno, seks education membuat mereka mahir walau pertama kali mereka melakukan aktivitas seks sebenarnya.
Kembali Sony berpagutan dengan Devi, dilumatnya bibir merah merekah milik Devi, lidahnya mulai menggelitik rongga mulut Devi, menggigit dengan lembut lidah Devi membuat gadis seksi itu semakin terbakar birahinya. Tangan nakal Sony meremas dengan kuat buah dada yang mengeras dan menantang milik Devi, kali ini si empunya sedikit meringis kesakitan namun rasa nikmat mengalahkan rasa sakit itu, leher Devi pun tak luput mendapat gigitan lembut Sony, Devi pun menggelinjang keenakan. Gadis yang sintal itupun tidak mau hanya pasif, dia menanggapi permainan Sony, tangan kanan Devi mengocok penis Sony, membuat batang penis Sony menjadi sangat keras seperti batangan logam sedang tangan kirinya menjambak rambut Sony sehingga membuat lelaki yang memiliki dada bidang itu kelojotan dibuatnya.
"Dev kau siap Dev, penisku akan kumasukkan dalam vagina sucimu", bisik Sony di telinga Devi.
"Masukkan saja Son, aku telah siap", jawab Devi dengan terpejam, dia sudah terbang ke surga dunia.
"Kau tak menyesal Dev kehilangan keperawananmu?", tanya Sony ragu.
"Tidak Son, semua telah telanjur, aku sudah merasakan betapa nikmatnys seks yang membuat diriku seperti terbang di awang-awang".
"Devi kau sungguh nekat".
"Demi kau Son, Demi kita, Demi cinta kita!", jawab Devi.
"Aku mencintaimu Dev, kita kan bersama selamanya".
"Ahh ugggh..., uuhh..., agh..., uhh..., aahh", Devi mengerang dan tubuhnya berguncang saat Sony mempermainkan klitorisnya dengan jari telunjuk, digetarkannya klitoris Devi lebih keras lagi. Sony ingin agar vagina gadis yang telah menyerahkan jiwa dan raganya itu menjadi lebih basah sehingga dengan mudah penis yang berukuran "bangkok" miliknya bisa menembus benteng kesucian devi.
Usaha remaja itu agaknya menemukan hasil, cairan vagina Devi tumpah meluber membasahi lantai dan jari telunjuknya, kemudian dia meremas vagina itu dengan sedikit keras sehingga membuat Devi mengeluarkan lenguhan kenikmatan. Ditekuknya kaki Devi dan dibukanya paha mulusnya sehingga tampak vagina yang menganga, lubang vagina Devi bertambah besar seakan memanggil-manggil untuk segera dimasuki. Sony yang melihat hal itu semakin bernafsu untuk segera menuntaskan permainan, dipegangnya penis yang menjadi kebanggaannya selama ini dan dilekatkannya di mulut vagina Devi, Sony menarik nafas dan matanya terpejam, diapun mulai mempersiapkan diri untuk menjebol keperawanan Devi dan mengakhiri masa perjakanya, dia tidak peduli apa kata orang nanti, yang dia rasakan kini adalah kenikmatan dan kenikmatan yang amat sangat yang tidak bisa dia lukiskan. Dengan pelan dan pasti penis Sony mulai menusuk daging merah ranum milik Devi yang telah menanti untuk dikunjungi.
"Aduh sakit Son..., sakit!", rintih Devi kesakitan saat kepal penis Sony mulai masuk ke liang vagina Devi. Sony tampak terkejut mendengar rintihan Devi, dia tidak menduga walau telah banyak cairan vagina Devi yang keluar, Devi masih merasakan kesakitan. Sony pun cepat tanggap kepala penis yang sudah masuk dibiarkan bertahan dalam vagina, tubuhnya direbahkan menindih tubuh Devi dengan siku dijadikan penyangga agar gadis yang dicintainya itu tidak tersiksa.
"Tenang Dev, tidak apa-apa kok!, sakitnya hanya sebentar setelah itu kenikmatan dahsyat yang akan kamu rasakan", bisik Sony sambil menjilati daun telinganya membuat Devi mengerang halus.
Sony mulai memutar-mutar pantatnya sembari tangan kananya meremas payudara Devi.
"Uuuhh..., ahh..., ughh..., ohh, nikmat sekali Son, teruuss..., terusss..., ahh", desis Devi yang kembali merasakan kenikmatan, kedua tangannyapun segera memeluk tubuh kekasihnya yang telah memberi kenikmatan dunia itu.
Putaran pantatnya membuat penis Sony seperti mengaduk-aduk vagina Devi. Vagina Devi seakan-akan menyedot dan memijat penis kekar Sony membuat keduanya terbang ke surga loka. Kedua tangan Devi ikut pula meremas-remas pantat Sony hingga lelaki itu mendesis-desis mengeluarkan energi birahinya yang mau meledak.
"Dev..., oh..., uuuhh", gerakan batang penis Sony semakin cepat, kali ini sudah tidak berputar namun naik turun mencoba menerobos masuk vagina Devi.
"Krek!", "Kreeek!", "Blesss!".
Robek sudah selaput dara Devi ditembus penis Sony, rasa sakit tidak lagi dirasakan Devi, yang ada kini cuma rasa nikmat yang luar biasa yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Gerakan naik turun pantat Sony diimbangi naik turunnya pantat Devi, keduanya semakin kompak untuk memburu kenikmatan surga dunia.
"Uhh..., aahh..., ugghh..., ooohh".
"Hmm..., aumm..., aah..., uhh..., ooohh..., ehh".
"Sooon..., uuhh..., sssoonn..., ahh".
"Deeevv..., auhh..., ohh..., Deviii kau".
Untuk menambah daya nikmat, Sony menaikkan kedua kaki Devi di atas pinggulnya sehingga jepitan Vagina terhadap penisnya semakin kuat. Tangan Sony meremas payudara montok Devi dan mulutnya memagut dan melumat habis bibir Devi membuat tubuh Devi memakin menegang.
"Sooon..., ooohh..., aahh..., ugghh..., aku..., au..., mau..., ah..., ahh..., ah..., ah..., uh..., uhh", tubuh Devi menggelinjang hebat, seluruh anggota badannya bergetar dan mengencang, mulutnya mengerang, pinggulnya naik turun dengan cepat dan tangannya menjambak rambut Sony. Kemudian memeluk tubuh Sony dengan erat. Devi telah mengalami orgasme.
"Dev..., ohh dev..., aku jugg..., juga mau keluar..., ahh..., aahh..., ahh..., uhh", gerakan pantat Sony semakin cepat, batang penisnya terlihat keluar masuk di liang vagina, denyutan vagina yang memijatnya membuat dia keenakan.
"Crooot..., crooot..., crott", sperma Sony keluar dengan cepat dan dia tidak sempat mencabut penis dari vagina Devi sehingga sperma itu tumpah di dalam lubang vagina. Rasa panas di ujung kemaluan mereka rasakan, keduanya saling berpelukan erat dan kedua mata mereka tampak terpejam seakan menghayati tetesan nikmat yang baru saja mereka peroleh.
"Kau cantik Dev!, Kau hebat!, aku puas Dev", kata Sony kepada Devi yang masih terpejam, dilumatnya bibir gadis yang telah rela dia perawani itu dengan kasih sayang.
"Plop", Suara yang mengiringi keluarnya penis Sony dari lubang vagina Devi.
Kedua remaja yang telah bercinta itu tampak telentang dengan nafas masih terdengar ngos-ngosan, tubuh mereka bugil tanpa sehelai benang pun. Penis Sony masih terlihat menegang, menjulang seakan belum puas dengan tugas pertamanya. Sedang Devi telentang dengan peluh yang bercucuran, dari lubang vaginanya tampak bercak darah yang keluar. Ya..., darah perawan Devi yang telah pecah di siang itu dan Devi pun telah merelakannya demi kekasih tercinta. Sperma Sonypun tampak meleleh keluar dari dari lubang vagina Devi dan membasahi lantai.
Sony dan Devi masih membiarkan tubuh mereka bugil dan menghayati serta merasakan kenikmatan yang luar biasa dan baru mereka dapati. Apakah mereka akan melanjutkan ke babak kedua dan apakah pengalaman pertama ini membuat mereka menjadi ketagihan, ketagihan dan ketagihan untuk terus bercinta dan berhubungan seks dengan lebih dahsyat lagi. Entah hanya mereka yang tahu.
TAMAT
Sunday, April 25, 2010
[Naruto] Kisah Hinata
Author : Slaviour
Cerita dibawah ini adalah kisah fiksi yang diangkat dari sebuah komik manga terkenal. Sebelumnya aku minta maaf pada penulis lain yang pernah juga telah mengangkat cerita naruto, bukan bermaksud untuk meniru ide tapi atas dasar kesukaanku pada tokoh naruto. sehingga aku tertarik untuk menulis cerita ini dan cerita ini murni buatanku, tapi tenang... aku mengubahnya dari sudut pandang yang berbeda dan karakter yang berbeda... jadi tidak akan menjiplak karya orang lain
__________________
Aku adalah Hinata, umurku 16 tahun. aku adalah seorang ninja perempuan keturunan keluarga Hyuuga di desa Konoha. Keluarga Hyuuga merupakan keluarga yang cukup dipandang di Desa ini, mungkin karena keturunan kami diwarisi ilmu Byakugan oleh pendahulu kami. Dengan ilmu ini mataku dapat melihat aliran darah dan energi (Chakra) milik orang lain meski mereka mengenakan pakaian. Kemudian dengan kemampuan pukulanku dapat mengatur bahkan menghentikan laju chakra lawan-lawanku.
Sejak kecil aku sangat mengagumi sosok Naruto dan tanpa kusadari aku telah jatuh cinta padanya…. Mungkin karena sifatku yang pemalu, aku ragu untuk mendekati Naruto. Bahkan aku sering salah tingkah saat di dekatnya. Sampai saat ini aku hanya berani memandang Naruto dari jauh, juga saat ia berlatih aku sering mengintipnya dari kejauhan.. mengagumi sosoknya yang sangat jantan. Terlebih saat ia mengatakan ingin menjadi seorang Hokage, Naruto terlihat sangat dewasa dan semangatnya yang berkobar.
Kini aku tumbuh menjadi seorang remaja perempuan yang cantik. Dengan rambut sebahu, tinggi 160cm dan ukuran dada 34B membuatku semakin percaya diri, hingga banyak lelaki yang ingin mendekatiku. Tapi hingga saat ini, tak satupun dari mereka yang aku pilih, karena hatiku hanya milik Naruto seorang. Aku pun sering melakukan masturbasi saat aku merindukan Naruto berada di sampingku., terkadang aku juga menggunakan ilmu byakuganku untuk dapat melihat milik naruto. Sepengetahuanku, ukuran penis naruto cukup besar untuk pria seumurannya. Bahkan Milik Neji (kakakku), hanya setengah dari kepunyaan naruto. Mungkin karena Naruto memiliki kekuatan rubah ekor 9 yang dapat mengubahnya menjadi seekor rubah yang buas dan hilang kendali yang menyebabkan penis naruto bisa sebesar ini tapi itu hanya dugaanku saja. Ketika aku bermasturbasi, aku selalu membayangkan penisnya masuk ke dalam lubang kewanitaanku, membuatku lupa diri dan mengerang keenakan.
Suatu hari, aku bertemu dengan Naruto di tepi sungai desa Konoha. “Hai Hinata!” Sapa Naruto. “ H.. ha.. hai Naruto..” Jawabku terbata-bata. “ Engkau tidak berlatih Naruto?” Tanyaku padanya. “Ssttt.. jangan keras-keras… Hari ini aku bolos latihan, kalau aku sampai ketahuan guru kakashi, dia bisa menghukumku..” Jawabnya. “ Mm.. Maaf Naruto.. aku tidak tahu..” Balasku. “ Sudah Hinata.. tidak apa-apa.., oh iya apa kamu mau menemaniku jalan-jalan di hutan? Aku ingin mencarikan bunga untuk Sakura”. Aku berpikir sesaat, dalam hati aku kesal karena naruto lebih tertarik pada sakura, padahal sakura sangat menyukai Sasuke.”Kenapa ia tidak memilihku..”jawabku dalam hati kesal. Tapi demi naruto aku bersedia menemaninya, meski aku sangat kecewa dibuatnya. Dengan anggukan kecil aku menjawab ajakan naruto.
Setiba kami di hutan sebelah utara desa konoha. Naruto bergegas mencari bunga yang sengaja akan ia berikan ke Sakura. Aku hanya duduk bersandar pada sebuah pohon besar, dan melihat Naruto sedang asik mencari bunga. Aku pun terhanyut dalam lamunan, membayangkan aku dan naruto berlari-lari diantara bunga-bunga yang indah setelah itu tidur bersandingan diantara rerumputan. “ Hinata! Aku akan mencari bunga disana” teriak naruto sambil menunjuk pedalaman hutan.” i.. iya…” Jawabku kaget. Aku tetap duduk dan meneruskan lamunanku sembari menunggu Naruto selesai mencari bunga.
Belum lama aku melamun, tiba-tiba ada 2 orang asing yang datang dan membekap mulutku.”Mmpff… mmpff..” Aku mencoba melawan, namun percuma saja, mulutku ditutup dan tanganku ditahan di belakang. Rupanya 2 orang ini adalah Mata-mata dari clan Akatsuki. Aku mengetahuinya dari cincin yang melingkar di jari mereka, tapi aku tidak dapat melihat wajah mereka. Aku terus berusaha melawan, “ Byakugan! “ dalam sekejap urat-urat mataku membesar sebagai efek dari ilmu ini.
Mereka tersentak dan kaget, bekapan terhadap mulutku pun mengendur. Rupanya ilmuku memberikan gertakan pada mereka. Segera aku teriak,”Narutooo!! Tolooong!” Secepat kilat naruto datang menghampiriku dan segera mengetahui kejadian ini. “Lepaskan Hinata!!“ Teriak Naruto.”Kita bertemu lagi Naruto” ucap salah seorang dari mereka.“Lepaskan dia Deidara atau aku akan menghabisimu!” teriak naruto. Ternyata naruto mengenali salah satu dari mereka. Teman Deidara menahanku, sedangkan Naruto bersiap-siap bertarung melawan Deidara. “ Kagebunshin No Jutsu!” Teriak naruto. Seketika Naruto memperbanyak diri menjadi 7. “Hanya itu kemampuanmu anak rubah?!” Ucap Deidara. Kemudian Deidara mengeluarkan Bom berbentuk burung yang merupakan kemampuan spesial Deidara. Duarrr!! Bom itu terbang dan meledakkan 7 bunshin naruto. “Arghh” teriak naruto kesakitan. Naruto terluka, lalu deidara mencoba untuk mendekatinya. Ketika deidara akan melakukan serangan terakhir dengan mengeluarkan Bom eksplosif berkekuatan tinggi, pada saat itu juga kekuatan rubah naruto muncul. “RAsengan!!” teriak naruto. Seketika itu juga ilmu naruto mengenai tubuh deidara dan membuatnya jatuh terkapar. “ Uarrgghhh” Deidara mencoba menahan lukanya. Ia jatuh dan mencoba untuk melarikan diri..“ Tobiii, ayo kita pergi..” Ucap deidara sambil kesakitan. Tobii kemudian melepaskanku dan membawa deidara pergi.
Terlihat Naruto masih belum sadar dari kekuatan rubahnya. Ia berdiri tegak sambil menundukkan kepala. Seluruh tubuhnya dikelilingi chakra merah dan di belakangnya membentuk ekor rubah. Aku sangat ketakutan melihatnya, dia nampak begitu ganas dan taring giginya muncul, membuatku merinding ketakutan. Aku mencoba mendekati naruto. ”nn.. na.. naruto… apa kamu baik-baik saja?” Naruto menatapku dan… “ Grawwthhh,” ia Menerkamku dan membuatku jatuh tersungkur.. “ nnaruto.. apa yang kamu lakukan!!?” teriakku semakin ketakutan. Naruto menindihku, air liurnya menetes di wajahku. “ Grrrrawww…” dengan ganas tangan Naruto mencabik-cabik bajuku hingga sobek menjadi banyak bagian. “Hentikan!!” aku berteriak sambil menutup kedua dadaku yang menyembul dengan tanganku. Naruto menindihku semakin keras dan tangannya menyingkirkan tanganku dari buah dadaku, saat itu juga dadaku mencuat dan memperlihatkan kemulusannya.
Dengan liar naruto menjilati kedua puting susuku.. “Ahh, narutoo j.. jangann..” aku berusaha melawannya meski sia-sia. Air liurnya membasahi badanku yang sudah tidak dilapisi baju. Dapat kurasakan penis naruto yang besar menekan paha kananku.”Aa.. angg… narutooo..” aku merasakan tubuhku tidak dapat menolak lagi perlakuan naruto. Kini ia menjilati leherku yang jenjang hingga tak ada bagian yang luput darinya, semakin liar naruto kembali menjilati putingku yang sudah membesar. Gigi taringnya sesekali menekan bagian payudaraku. Sungguh sensasi yang luar biasa, selama ini aku menunggu naruto melakukan hal ini namun kali ini justru terjadi pada saat yang tidak kuduga.
Aku semakin terangsang, mataku sesekali terpejam menikmati permainan lidah naruto di dadaku yang besar dan padat. Tanpa terasa kini aku sudah tidak melakukan perlawanan lagi pada naruto. Kedua tanganku terlentang di atas tanah seolah-olah aku mempersilahkan naruto melakukan apapun padaku. “ nnggg.. ahh.. uung..” lidah naruto semakin cepat memainkan putingku, hisapannya benar-benar kuat hingga menarik payudaraku masuk ke dalam mulutnya.
Tak berapa lama naruto berdiri dan merobek baju dan celananya sendiri. Penisnya menyembul keluar dan tampak sudah membesar memperlihatkan urat-urat yang di bagian batangnya. Aku takjub dan terpesona melihat naruto yang sekarang ini. Aku mulai memberanikan diri untuk menyentuhnya. Dengan sebuah sentuhan lembut, aku genggam penis naruto yang berukuran 19 cm, Sesekali aku raba bagian buah pelirnya. Naruto kini seolah menjadi jinak. Tidak beringas seperti tadi, tampaknya ia mulai menyukaiku. Aku pun tahu apa yang harus kulakukan. Aku tarik batangnya dan aku kecup bagian ujungnya, sedikit asin namun aku sangat menyukainya.
Aku kulum penis naruto yang besar itu dan aku hisap dengan kuat. Naruto merasakan kenikmatan, tangannya kini menggerakkan kepalaku, memerintahku untuk mengulumnya lebih cepat.”Ughhh…. graaa… uhmmm” Nafas naruto semakin tidak karuan. Tidak berapa lama tubuh naruto mengejang, tampaknya ia sudah tidak tahan lagi dan ingin keluar. “uaghhh..” naruto menekan kepalaku dalam-dalam. Ia segera mencapai puncak kenikmatan. Dengan cepat aku totok bagian batang penis naruto, sehingga aliran spermanya terhenti di bagian pangkal kemaluannya, aku tidak ingin naruto cepat keluar, aku masih ingin menikmatinya. Namun naruto justru merasa seperti kesakitan. Ia melompat dan membalikkan badan sambil memegang penisnya. Naruto menatapku, ia tampak marah kepadaku dan raut wajahnya semakin liar. Aku sangat takut melihatnya dan aku mundur beberapa langkah.
Naruto justru terlihat semakin beringas, ia kembali menerkam dan merobek celanaku. Disingkirkannya hingga celana dalamku ikut terlepas. Kini tubuhku benar-benar sudah telanjang. Mata naruto tampak liar melihat tubuhku yang mulus dan putih. Ia kemudian meraba-raba kemaluanku dengan cepat. “nggg… ahhh.. nn.. naruto.. uuhhh” desahku. Vaginaku sudah banjir, aku merasa melayang-layang saat naruto memainkan klitorisku entah sengaja atau tidak, tapi tangan kasar naruto selalu menyentuh bagian itu. “mmhh ahh.. ahh.. aaa.. aku tidak tahan lagi narutoo…” Tubuhku menggelinjang, cairan kewanitaanku keluar membasahi naruto. Setelah itu, Naruto mengangkat tubuhku dan memaksaku untuk bersandaran pada pohon besar.
Pada saat itu juga penis naruto sudah berdiri tegak dan berada tepat di bawah vaginaku. “ na.. naruto.. jangann” ucapku lirih padanya. Tapi ia tak menghiraukan, penisnya yang besar mendorong masuk ke dalam liang vaginaku. “ ahhh… ahh.. narutoo, sakiitt” rintihku. Dengan kekuatannya naruto yang hilang kendali, ia tetap tak menghiraukan ucapanku. Kini penis naruto sudah sepenuhnya masuk kedalam vaginaku dan ia mulai menggerakkannya. “ ggrrrr… ggrrr..uarghh.” Naruto semakin cepat menggerakkan penisnya. “Ahhh… narutoo.. sakiit, lebih cepatt naruto.. ahhh.” Aku mengerang antara kesakitan dan keenakan. Penis naruto yang besar membuatku semakin liar. Tanganku memeluk erat kepala naruto, aku tidak tahan dengan kenikmatan ini,”uhh .. ahhh.. aaanggg” tak henti-hentinya aku mengerang. Hingga akhirnya totokan yang aku berikan padanya tak mampu lagi menahan sperma naruto. “creet.. creet … creet” Sperma naruto menyembur di dalam lubang vaginaku.. bersamaan dengan keluarnya cairan kewanitaanku. “ Narutooo…” tubuhku mengejang dan aku merasakan sensasi yang luar biasa saat sperma naruto mengisi penuh lubang kewanitaanku. Mungkin karena aku tahan tadi, sehingga saat naruto mencabut penisnya, spermanya tak henti-henti keluar, masih cukup deras hingga mengenai sebagian wajah dan payudaraku. Aku terkulai lemas, tubuhku seperti tidak bertulang. Aku jatuh di pelukan naruto dan kondisi naruto sendiri sudah sangat lemas hingga ia terjatuh dan pingsan di dekat pohon.
Keesokan harinya, naruto masih belum siuman. Aku yang masih lemas berusaha kembali ke desa konoha saat mentari belum terbit dan keadaan desa masih sepi. Segera aku memakai baju dan meminjam baju milik Neji kakakku untuk di kenakan naruto. Setelah itu aku kembali ke hutan dan membawa naruto ke tempat tabib di desa konoha. Tak berapa lama naruto sadar dan berkata,” Hinata.. apa yang terjadi? Bagaimana dengan deidara dan kawannya? Apa kamu terluka Hinata..?” Aku mencium kening naruto,” Terimakasih naruto, berkat kamu aku selamat..” Padahal dalam hati aku hampir mati justru karenamu, tapi aku juga senang.. akhirnya aku dapat bercinta dengan naruto meski aku setengah diperkosa, aku tetap menikmatinya dan naruto tetap tidak ingat akan kejadian ini.
__________________
Tamat
__________________
Aku adalah Hinata, umurku 16 tahun. aku adalah seorang ninja perempuan keturunan keluarga Hyuuga di desa Konoha. Keluarga Hyuuga merupakan keluarga yang cukup dipandang di Desa ini, mungkin karena keturunan kami diwarisi ilmu Byakugan oleh pendahulu kami. Dengan ilmu ini mataku dapat melihat aliran darah dan energi (Chakra) milik orang lain meski mereka mengenakan pakaian. Kemudian dengan kemampuan pukulanku dapat mengatur bahkan menghentikan laju chakra lawan-lawanku.
Sejak kecil aku sangat mengagumi sosok Naruto dan tanpa kusadari aku telah jatuh cinta padanya…. Mungkin karena sifatku yang pemalu, aku ragu untuk mendekati Naruto. Bahkan aku sering salah tingkah saat di dekatnya. Sampai saat ini aku hanya berani memandang Naruto dari jauh, juga saat ia berlatih aku sering mengintipnya dari kejauhan.. mengagumi sosoknya yang sangat jantan. Terlebih saat ia mengatakan ingin menjadi seorang Hokage, Naruto terlihat sangat dewasa dan semangatnya yang berkobar.
Kini aku tumbuh menjadi seorang remaja perempuan yang cantik. Dengan rambut sebahu, tinggi 160cm dan ukuran dada 34B membuatku semakin percaya diri, hingga banyak lelaki yang ingin mendekatiku. Tapi hingga saat ini, tak satupun dari mereka yang aku pilih, karena hatiku hanya milik Naruto seorang. Aku pun sering melakukan masturbasi saat aku merindukan Naruto berada di sampingku., terkadang aku juga menggunakan ilmu byakuganku untuk dapat melihat milik naruto. Sepengetahuanku, ukuran penis naruto cukup besar untuk pria seumurannya. Bahkan Milik Neji (kakakku), hanya setengah dari kepunyaan naruto. Mungkin karena Naruto memiliki kekuatan rubah ekor 9 yang dapat mengubahnya menjadi seekor rubah yang buas dan hilang kendali yang menyebabkan penis naruto bisa sebesar ini tapi itu hanya dugaanku saja. Ketika aku bermasturbasi, aku selalu membayangkan penisnya masuk ke dalam lubang kewanitaanku, membuatku lupa diri dan mengerang keenakan.
Suatu hari, aku bertemu dengan Naruto di tepi sungai desa Konoha. “Hai Hinata!” Sapa Naruto. “ H.. ha.. hai Naruto..” Jawabku terbata-bata. “ Engkau tidak berlatih Naruto?” Tanyaku padanya. “Ssttt.. jangan keras-keras… Hari ini aku bolos latihan, kalau aku sampai ketahuan guru kakashi, dia bisa menghukumku..” Jawabnya. “ Mm.. Maaf Naruto.. aku tidak tahu..” Balasku. “ Sudah Hinata.. tidak apa-apa.., oh iya apa kamu mau menemaniku jalan-jalan di hutan? Aku ingin mencarikan bunga untuk Sakura”. Aku berpikir sesaat, dalam hati aku kesal karena naruto lebih tertarik pada sakura, padahal sakura sangat menyukai Sasuke.”Kenapa ia tidak memilihku..”jawabku dalam hati kesal. Tapi demi naruto aku bersedia menemaninya, meski aku sangat kecewa dibuatnya. Dengan anggukan kecil aku menjawab ajakan naruto.
Setiba kami di hutan sebelah utara desa konoha. Naruto bergegas mencari bunga yang sengaja akan ia berikan ke Sakura. Aku hanya duduk bersandar pada sebuah pohon besar, dan melihat Naruto sedang asik mencari bunga. Aku pun terhanyut dalam lamunan, membayangkan aku dan naruto berlari-lari diantara bunga-bunga yang indah setelah itu tidur bersandingan diantara rerumputan. “ Hinata! Aku akan mencari bunga disana” teriak naruto sambil menunjuk pedalaman hutan.” i.. iya…” Jawabku kaget. Aku tetap duduk dan meneruskan lamunanku sembari menunggu Naruto selesai mencari bunga.
Belum lama aku melamun, tiba-tiba ada 2 orang asing yang datang dan membekap mulutku.”Mmpff… mmpff..” Aku mencoba melawan, namun percuma saja, mulutku ditutup dan tanganku ditahan di belakang. Rupanya 2 orang ini adalah Mata-mata dari clan Akatsuki. Aku mengetahuinya dari cincin yang melingkar di jari mereka, tapi aku tidak dapat melihat wajah mereka. Aku terus berusaha melawan, “ Byakugan! “ dalam sekejap urat-urat mataku membesar sebagai efek dari ilmu ini.
Mereka tersentak dan kaget, bekapan terhadap mulutku pun mengendur. Rupanya ilmuku memberikan gertakan pada mereka. Segera aku teriak,”Narutooo!! Tolooong!” Secepat kilat naruto datang menghampiriku dan segera mengetahui kejadian ini. “Lepaskan Hinata!!“ Teriak Naruto.”Kita bertemu lagi Naruto” ucap salah seorang dari mereka.“Lepaskan dia Deidara atau aku akan menghabisimu!” teriak naruto. Ternyata naruto mengenali salah satu dari mereka. Teman Deidara menahanku, sedangkan Naruto bersiap-siap bertarung melawan Deidara. “ Kagebunshin No Jutsu!” Teriak naruto. Seketika Naruto memperbanyak diri menjadi 7. “Hanya itu kemampuanmu anak rubah?!” Ucap Deidara. Kemudian Deidara mengeluarkan Bom berbentuk burung yang merupakan kemampuan spesial Deidara. Duarrr!! Bom itu terbang dan meledakkan 7 bunshin naruto. “Arghh” teriak naruto kesakitan. Naruto terluka, lalu deidara mencoba untuk mendekatinya. Ketika deidara akan melakukan serangan terakhir dengan mengeluarkan Bom eksplosif berkekuatan tinggi, pada saat itu juga kekuatan rubah naruto muncul. “RAsengan!!” teriak naruto. Seketika itu juga ilmu naruto mengenai tubuh deidara dan membuatnya jatuh terkapar. “ Uarrgghhh” Deidara mencoba menahan lukanya. Ia jatuh dan mencoba untuk melarikan diri..“ Tobiii, ayo kita pergi..” Ucap deidara sambil kesakitan. Tobii kemudian melepaskanku dan membawa deidara pergi.
Terlihat Naruto masih belum sadar dari kekuatan rubahnya. Ia berdiri tegak sambil menundukkan kepala. Seluruh tubuhnya dikelilingi chakra merah dan di belakangnya membentuk ekor rubah. Aku sangat ketakutan melihatnya, dia nampak begitu ganas dan taring giginya muncul, membuatku merinding ketakutan. Aku mencoba mendekati naruto. ”nn.. na.. naruto… apa kamu baik-baik saja?” Naruto menatapku dan… “ Grawwthhh,” ia Menerkamku dan membuatku jatuh tersungkur.. “ nnaruto.. apa yang kamu lakukan!!?” teriakku semakin ketakutan. Naruto menindihku, air liurnya menetes di wajahku. “ Grrrrawww…” dengan ganas tangan Naruto mencabik-cabik bajuku hingga sobek menjadi banyak bagian. “Hentikan!!” aku berteriak sambil menutup kedua dadaku yang menyembul dengan tanganku. Naruto menindihku semakin keras dan tangannya menyingkirkan tanganku dari buah dadaku, saat itu juga dadaku mencuat dan memperlihatkan kemulusannya.
Dengan liar naruto menjilati kedua puting susuku.. “Ahh, narutoo j.. jangann..” aku berusaha melawannya meski sia-sia. Air liurnya membasahi badanku yang sudah tidak dilapisi baju. Dapat kurasakan penis naruto yang besar menekan paha kananku.”Aa.. angg… narutooo..” aku merasakan tubuhku tidak dapat menolak lagi perlakuan naruto. Kini ia menjilati leherku yang jenjang hingga tak ada bagian yang luput darinya, semakin liar naruto kembali menjilati putingku yang sudah membesar. Gigi taringnya sesekali menekan bagian payudaraku. Sungguh sensasi yang luar biasa, selama ini aku menunggu naruto melakukan hal ini namun kali ini justru terjadi pada saat yang tidak kuduga.
Aku semakin terangsang, mataku sesekali terpejam menikmati permainan lidah naruto di dadaku yang besar dan padat. Tanpa terasa kini aku sudah tidak melakukan perlawanan lagi pada naruto. Kedua tanganku terlentang di atas tanah seolah-olah aku mempersilahkan naruto melakukan apapun padaku. “ nnggg.. ahh.. uung..” lidah naruto semakin cepat memainkan putingku, hisapannya benar-benar kuat hingga menarik payudaraku masuk ke dalam mulutnya.
Tak berapa lama naruto berdiri dan merobek baju dan celananya sendiri. Penisnya menyembul keluar dan tampak sudah membesar memperlihatkan urat-urat yang di bagian batangnya. Aku takjub dan terpesona melihat naruto yang sekarang ini. Aku mulai memberanikan diri untuk menyentuhnya. Dengan sebuah sentuhan lembut, aku genggam penis naruto yang berukuran 19 cm, Sesekali aku raba bagian buah pelirnya. Naruto kini seolah menjadi jinak. Tidak beringas seperti tadi, tampaknya ia mulai menyukaiku. Aku pun tahu apa yang harus kulakukan. Aku tarik batangnya dan aku kecup bagian ujungnya, sedikit asin namun aku sangat menyukainya.
Aku kulum penis naruto yang besar itu dan aku hisap dengan kuat. Naruto merasakan kenikmatan, tangannya kini menggerakkan kepalaku, memerintahku untuk mengulumnya lebih cepat.”Ughhh…. graaa… uhmmm” Nafas naruto semakin tidak karuan. Tidak berapa lama tubuh naruto mengejang, tampaknya ia sudah tidak tahan lagi dan ingin keluar. “uaghhh..” naruto menekan kepalaku dalam-dalam. Ia segera mencapai puncak kenikmatan. Dengan cepat aku totok bagian batang penis naruto, sehingga aliran spermanya terhenti di bagian pangkal kemaluannya, aku tidak ingin naruto cepat keluar, aku masih ingin menikmatinya. Namun naruto justru merasa seperti kesakitan. Ia melompat dan membalikkan badan sambil memegang penisnya. Naruto menatapku, ia tampak marah kepadaku dan raut wajahnya semakin liar. Aku sangat takut melihatnya dan aku mundur beberapa langkah.
Naruto justru terlihat semakin beringas, ia kembali menerkam dan merobek celanaku. Disingkirkannya hingga celana dalamku ikut terlepas. Kini tubuhku benar-benar sudah telanjang. Mata naruto tampak liar melihat tubuhku yang mulus dan putih. Ia kemudian meraba-raba kemaluanku dengan cepat. “nggg… ahhh.. nn.. naruto.. uuhhh” desahku. Vaginaku sudah banjir, aku merasa melayang-layang saat naruto memainkan klitorisku entah sengaja atau tidak, tapi tangan kasar naruto selalu menyentuh bagian itu. “mmhh ahh.. ahh.. aaa.. aku tidak tahan lagi narutoo…” Tubuhku menggelinjang, cairan kewanitaanku keluar membasahi naruto. Setelah itu, Naruto mengangkat tubuhku dan memaksaku untuk bersandaran pada pohon besar.
Pada saat itu juga penis naruto sudah berdiri tegak dan berada tepat di bawah vaginaku. “ na.. naruto.. jangann” ucapku lirih padanya. Tapi ia tak menghiraukan, penisnya yang besar mendorong masuk ke dalam liang vaginaku. “ ahhh… ahh.. narutoo, sakiitt” rintihku. Dengan kekuatannya naruto yang hilang kendali, ia tetap tak menghiraukan ucapanku. Kini penis naruto sudah sepenuhnya masuk kedalam vaginaku dan ia mulai menggerakkannya. “ ggrrrr… ggrrr..uarghh.” Naruto semakin cepat menggerakkan penisnya. “Ahhh… narutoo.. sakiit, lebih cepatt naruto.. ahhh.” Aku mengerang antara kesakitan dan keenakan. Penis naruto yang besar membuatku semakin liar. Tanganku memeluk erat kepala naruto, aku tidak tahan dengan kenikmatan ini,”uhh .. ahhh.. aaanggg” tak henti-hentinya aku mengerang. Hingga akhirnya totokan yang aku berikan padanya tak mampu lagi menahan sperma naruto. “creet.. creet … creet” Sperma naruto menyembur di dalam lubang vaginaku.. bersamaan dengan keluarnya cairan kewanitaanku. “ Narutooo…” tubuhku mengejang dan aku merasakan sensasi yang luar biasa saat sperma naruto mengisi penuh lubang kewanitaanku. Mungkin karena aku tahan tadi, sehingga saat naruto mencabut penisnya, spermanya tak henti-henti keluar, masih cukup deras hingga mengenai sebagian wajah dan payudaraku. Aku terkulai lemas, tubuhku seperti tidak bertulang. Aku jatuh di pelukan naruto dan kondisi naruto sendiri sudah sangat lemas hingga ia terjatuh dan pingsan di dekat pohon.
Keesokan harinya, naruto masih belum siuman. Aku yang masih lemas berusaha kembali ke desa konoha saat mentari belum terbit dan keadaan desa masih sepi. Segera aku memakai baju dan meminjam baju milik Neji kakakku untuk di kenakan naruto. Setelah itu aku kembali ke hutan dan membawa naruto ke tempat tabib di desa konoha. Tak berapa lama naruto sadar dan berkata,” Hinata.. apa yang terjadi? Bagaimana dengan deidara dan kawannya? Apa kamu terluka Hinata..?” Aku mencium kening naruto,” Terimakasih naruto, berkat kamu aku selamat..” Padahal dalam hati aku hampir mati justru karenamu, tapi aku juga senang.. akhirnya aku dapat bercinta dengan naruto meski aku setengah diperkosa, aku tetap menikmatinya dan naruto tetap tidak ingat akan kejadian ini.
__________________
Tamat
Sumber : DS
Hantu Bangku Kosong
CERITA tentang bangku kosong itu terus beredar antar tipa angkatan di sebuah SMA di bandung , konon bangku tersebut tidak boleh dtempati oleh siapapun atau akan terjadi hal hal ganjil.
bangku tersebut berada di sebuah kelas yang dipakai oleh anak anak kelas dua , dan terletak tepat di pojok belakang ruangan.
konon sebenarnya bangku itu pernah beberapa kali ditempati terutama oleh siswa laki laki karena lokasinya cukup strategis dan menguntungkan untuk mencontek dalam ulangan, namun yang terjadi justru siwa tersebut malah kesurupan dan mengamuk di dalam kelas , sehingga akhirnya bangku di pojok dibelakang itu dibiarkan kosog dan tak ada seorangpun yang bertani menempatinya.
namun ternyata roda nasib bergerak tak terduga , bangku kosong itu akhirnya mau tak mau harus ditempati juga.
Pada suatu hari datang seorang murid pindahan dari jakarta bernama vonny agatha , gadis remaja dengan kecantikan khas ibukota , wajah cantik dengan sedikit nuansa oriental , putih bersih terawat tanpa setitik jerawatpun , ditimpali pula dengan rambutnya yg hitam sehat sebahu.
kulitnya putih mulus , kaki yang jenjang dan terutama yang menjadi magnet bagi pria untuk menatapnya adalah bukit kembarnya yg cukup menonjol mengundang.
bangku yang tersisa di kelas itu hanyalah bangku di pojok belakang , dan mau tak mau vonny harus menempati kursi itu karena tak ada seorangpun yang bersedia bertukar tempat dengannya.
diikuti dengan tatapan khawatir dari seisi kelas , vonny menempati bangku tersebut. Hari itu kegiatan belajar mengajar di kelas itu berjalan seperti biasa , meski sesekali beberapa murid melirik vonny dengan khawatir , namun ternyata hingga sekolah usai tak ada kejadian apa apa , tak ada yg kesurupan , tak ada yang mengamuk , bahkan tak ada sedikitpun kejadian aneh.
begitu pula dengan keesokan harinya dan hari hari berikutnya tak pernah ada hal hal yang aneh , sebaliknya vonny mulai merasa nyaman dan betah di tempat barunya.
sempat pula ada yg menceritakan soal mitos bangku kosong itu pada vonny , namun gadis itu hanya menanggapinya dengan enteng sambil tertawa ,
"kalau emang aku ketemu sama hantunya , entar aku ajak dugem dehh...."
dan memang telah hampir sebulan berlalu , semua terlihat aman aman saja bahkan kini sebagian siswa berkesimpulan jika mitos atau kutukan bangku kosong itu sudah berakhir.....
.......................hHHHHHHHMMMM............... ...BENARKAH...................
....???????
sekali lagi roda nasib bergerak tak terduga , dan kejadian itu terjadi tepat hari jum'at tanggal 13 alias friday 13th.
entah ada yang menyadari atau tidak , tetapi hari ini di dalam kelas terasa lebih dingin dan suram dari biasanya , yang pasti perasaan vonny tiba tiba gelisah seolah firasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu hari ini namun entah apa.
pelajaran pertama hari itu adalah pelajaran paling membosankan diseluruh dunia yaitu sejarah , ditambah lagi guru yg mengajarnya adalah guru paling garing sedunia alias pak sofyan.
di depan kelas pak sofyan dengan garingnya menjelaskan tentang revolusi perancis , sementara para murid terlihat sibuk masing masing , tak ada seorangpun yg memperhatikan , ada yg terkantuk kantuk bahkan hingga tertidur , ada yg sibuk ber SMS-ria , ada yg baca komik , intinya pak sofyan bagaikan radio butut yg sedang menyiarkan harga sayur mayur di pasar ciroyom , gak ada yg mendengarkan, termasuk vonny yg juga mulai terkantuk kantuk.
Tiba tiba sebuah hembusan angin yg cukup keras menerpa vonny , membuatnya langsung terhenyak kaget....apa itu tadi..???
hembusan angin kedua kalinya membuat vonny benar benar terjaga , ia memperhatikan sekeliling , tampaknya hanya dia sendiri yg merasakan hembusan angin tersebut karena siswa laian terlihat masih sibuk dengan urusan masing masing , bahkan pak sofyan masih sibuk membacakan daftar harga wortel tanpa daun (uupsss..sorry maksud gue ...revolusi pernacis....)
hembusan angin itu kembali lagi namun kini lebih pelan dan lembut , vonny merasakan di tengkuknya seolah ada yg meniup dari belakang membuatnya bergidik , dan tiba tiba saja tubuh vonny terasa bagai tersengat aliran listrik , terasa sakit ke seluruh tubuhnya , dan kemudian tubuh vonny terasa kaku tak bisa digerakkan sedikitpun.
panik dengan kondisinya ia berusaha berteriak , namun meski mulutnya terbuka tak sedikitpun suara yg keluar.
vonny terus berusaha bergerak dan berteriak , namun sia sia belaka , bagai ada sebuah kekuatan gaib yg mengunci seluruh fungsi tubuhnya, hanya matanya yg bergerak liar mencari verharap ada seseorang yg menyadari bahwa terjadi sesuatu yg aneh pada dirinya , namun percuma.... tak ada yg tahu.
vonny makin panik saat merasakan ada tangan tanpa wujud yang dingin menyentuh kakinya , ia tak bisa bereaksi apapun karena seluruh tubuhnya benar benar kaku dan lumpuh tak bisa bergerak sedikitpun.
sentuhan dingin itu bergerak mengelus elus kaki indah vonny , dan gerakannya semakin naik , perlahan rok seragam vonny tersingkap oleh sebuah kekuatan gaib .
vonny kembali melirik teman temannya namun tak ada yg peduli , apalagi posisi vonny di pojok belakang membuatnya nyaris luput dari perhatian siapapun.
mahluk gaib itu kini mengelus elus paha mulus vonny , terus merayap hingga ke pangkal paha , dan jari jari yang tak terlihat kini menyentuh vagina gadis cantik itu , vonny hanya menggigit bibir menahan segala rangsangan itu karena hal tersebut yang bisa ia lakukan. cukup lama jari jari gaib tersebut menggelitik vagina vonny sehingga membuat celana dalamnya kini basah oleh cairan kenikmatan.
tapi gangguan itu belum selesai , vonny merasakan tangan gaib itu sedang meremas remas buah dadanya dengan kasar , dan segera setelah itu dua kancing teratas seragamnya tiba tiba terbuka , ia merasakan sbeuah tangan sedingin es menelusup masuk dari celah seragamnya itu , dan langsung meremas dan memainkan puting susu vonny secara langsung.
vonny merasakan rangsangan yang luar biasa namun ia tetap tak bisa bergerak bahkan untuk mengerang sekalipun.
Dan begitulah .....sepanjang dua jam pelajaran sejarah , mahluk gaib itu menggerayangi setiap lekuk tubuh gadis cantik ini tanpa bisa dicegah dan diketahui siapapun.
barulah setelah pelajaran usai vonny baru mampu bergerak lagi , ia pun segera melompat dari kursinya dan bergegas menuju kamar mandi tanpa berbicara pada siapapun tentang apa yang baru saja terjadi.
Di dalam kamar mandi ,vonny sgera membuka celana dalamnya yg telah basah akibat rangsangan gaib tadi untuk dibersihkan , sambil menangis ketakutan dan kebingungan pada apa yg baru saja terjadi.
tiba tiba hembusan angin yang sama kembali menerpanya membuatnya semakin ketakutan
"oohh..tidak jangan lagi...jangan......."
refleks ia melompat menuju pintu keluar , namun ternyata pintu itu tak bisa dibuka meskipun sudah tak terkunci.
dengan panik vonny menggedor gedor pintu kamar mandi berharap ada yg mendengar , namun saat hendak berteriak minta tolong . suaranya kembali menghilang..!!!
kekuatan gaib itu kini mendorong hingga menempel pada dinding , kedua tangan gadis malang itu terpentang keatas , sementara kedua kakinya terentang melebar , sehingga posisi vonny terpaku pada diding dengan posisi huruf 'X' tak mampu bergerak.
Dengan pandangan ketakutan , vonny hanya bisa menatap saat kancing baju seragamnya terbuka satu persatu semuanya , mahluk tak terlihat itu lalu menyingkap baju seragam tersebut sehingga terlihat dengan jelas dua gundukan kenikmatan yang masih terlidngungi oleh bra.
dalam satu hentakan tiba tiba bra tersebut terenggut dan terlempar jauh sehingga buah dada nan ranum kini terpapar jelas.
meski tak terlihat , vonny bisa merasakan sepasang tangan sedang meremas kedua buah dadanya , memuntir dan mencubiti putingnya , tak hanya itu , kini vonny merasakan jilatan dan sedotan rakus dari mahluk gaib tersebut, ia pun hanya pasrah saja mengalami semua itu karena memang tak ada yg bisa ia lakukan , bahkan saat roknya secara gaib tersingkap ke atas dan memperlihatkan vaginanya , ia pun hanya pasrah.
lidah gaib kini sedang menyapu vagina dan clit vony , membuat gadis cantik ini semakin tersiksa dengan rangsangan tanpa mampu berbuat apa apa.
meski begitu , tak urung vonny terhenyak saat merasakan ada benda tumpul tak terlihat sedang mencoba menmebus vaginanya, untuk kemudian benda tersebut bergerak maju mundur.
VOnny pernah ML sbelumnya ia bukan virgin , jadi ia cukup tahu benda apa yg membuatnya keakitan sekaligus nikmta kali ini , ia cukup paham sesosok mahluk gaib tengah memperkosa dirinya saat ini.
cukup lama mahluk gaib itu menggenjot tubuh indah vonnny sambil sesekali meremas buah dada gadis manis tersebut sampai akhirnya vonny mersakan sebuah semburan cairan yang terasa panas di vaginanya , disertai sebuah sensasi luar biasa merasuki seluruh tubuhnya , membuatnya terasa lemas dan iapun ambruk ke lantai , sekelilingnya mulai terasa gelap , perlahan kesadarannya menghilang, vonny pun pingsan.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
entah berapa lama vonny pingsan , yang pasti hari mulai gelap saat vonny membuka mata , kepalanya terasa berat dan tubuhnya terasa penat.
"uuhh...dimana aku......??"
ia berusaha mengenali sekeliling tempat itu , ia duduk di sebuah ranjang tua yg apek , di sebuah ruangan yg tak ia kenal.
Vonny mendadak bangkit saat teringat ada kejadian sebelumnya , ia memeriksa seragamnya yg ternyata telah terkancing rapi begitu pula rok abu abunya , kecuali pakaian dalamnya yg terlempar entah kemana saat pemerkosaan di kamar mandi tadi.
"oohh....neng vony sudah bangun ternyata......."
seorang pria tua muncul dari balik pintu , vonny mengenalnya sebagai pak mamat penjaga sekolah
"pak mamat....saya..dimana...?"
"neng vonny ada di rumah bapak, dibelakang sekolah.....tadi bapak nemuin neng vonny pingsan di kamar mandi....." jawab pak mamat sambil menyiapkan teh hangat untuk vonny.
menyadari bahwa pak mamat tadi mungkin telah meilihat tubuh polos dirinya membuat gadis itu merasa risih , meski begitu ia tak menolak saat pak mamat menyodorkan teh hangat pada dirinya.
"pak...saya....." vonny tak meneruskan kata katanya karena memang tak tahu apa yang harus dibicarakan pada penjaga sekolah ini.
"hmm....neng vonny diganggu hantu bangku kosong itu kan....?" pak mamat bicara dengan tenang seolah hal itu biasa terjadi.
"tadi waktu bapak nemuin neng vonny ....baju seragam neng terbuka ga karuan , tadinya bapak pikir neng vonny baru aja diperkosa orang.....tapi bapak negrasa ada hawa jahat di kamar mandi itu...jadi bapak ya bisa ngira ngira apa yg terjadi..."lanjut pak mamat.
"sebenarnya apa yang terjadi dengan saya pak...??"
"neng vonny kena kutukan bangku kosong........."
"maksud bapak.....???" vony bingung
pak mamat terdiam sejenak sebelum meneruskan ceritanya
"dulu .....waktu kelas yang neng vonny tempati sedang dibangun , terjadi kasus perkosaan di sekolah ini....korbannya murid sini anak kelas 3 dan pelakunya salah satu kuli bangunan yang bekerja saat itu........nah karena diancam akan dibunuh maka murid itu ga berani bilang siapa siapa soal kejadian itu...tapi......"
"tapi kenapa pak....??"
"pada akhirnya anak itu melaporkan juga kejadian yang menimpanya...malang buat kuli bangunan itu , sebelum polisi datang menangkap , ia keburu dikeroyok teman teman sekelas korban sampai tewas......."
"oohh....." vonny bergidik ngeri membayangkan kejdain tersebut
"dan dia mati di bangku paling pojok belakang..........dan sejak itu pula siapapun yg menempati bangku itu akan mengalami kejadian aneh..."
vonny terdiam mencoba mencerna seluruh kisah yang didengarnya lalu berkata , " jadi apa itu artinya ada orang lain yg juga megalami hal yang sama seperti saya..??"
pak mamat tak menjawab , ia hanya memandang vonny dengan tajam ,sampai akhirnya ia berkata , " arwah kuli bangunan itu akan terus mengganggu neng vonny ....selamanya..."
"APA...!!!!???" VONNY terkejut ,"apa itu artinya......tidak...!!!! tidak mungkin pak..!!!pasti ada cara untuk melawannya atau hancurkan saja bangku itu pak......!!!!"
"tidak non...."pak amat menggeleng ,"segala cara telah dicoba , namun arwah penasaran itu selalu kembali..."
seluruh tubuh vony mendadak lemas mendengarnya, apa itu artinya seumur hidupnya ia akan menjadi budak nafsu arwah kuli bangunan tersebut.....dan air matapun mulai meleleh membasahi wajah cantiknya.
"sebenarnya....bapak bisa membantu agar arwah itu tidak menganggu lagi.....tapi...ya.....butuh pengorbanan dari neng vonny " ucap pak mamat memberi sedikit harapan.
"apa saja pak.....saya tak peduli..!!! asal saya bisa lepas dari mahluk itu.........."jawab vonny disela tangisnya.
"untuk mentransfer energi pengusir hantu , bapak harus melakukan kontka langsung dengan neng vonny , sebab kalau tidak ..ya percuma saja....."
"kontak langsung...?? maksud bapak....??"
"senggama...."
terkejut vonny mendengar jawaban itu , secara spontan ia enatap pak mamat dengan pandangan marah dan jijik.
sementara pak mamat terlihat santai saja menanggapi respons vonny , ia hanya tersenyum dan kemudian dengan enteng berkata,
"ya...pertimbankan saja sama non vonny....seumur hidup diperkosa setan...atau..cukup semalam dengan bapak.....??"
"pak mamat...bapak tidak sedang mengambil kesempatan kan.....??" tanya vonny penuh curiga
"neng vonny....yang bapak lakukan nanti ya transfer energi.......lagipula kalau misalnya setelah ini , hantu itu masih mengganggu , bapak rela kok dilaporkan ke polisi karena tuduhan pemerkosaan...."
vonny terdiam , mencoba berpikr dan menimbang situasi yang berkembang.
"baik..saya ikuti cara bapak........"akhirnya vonny setuju karena memang tak ada pilihan lain
"kalau begitu ......habiskan tehnya....sementara bapak menyiapkan makan malam dulu....dan janga lupa hubungi orang rumah agar neng vonny ga dicariin......"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sekitar pukul delapan malam mereka berdua selesai makan malam. Pak mamat segera menyiapkan bahan bahan yang diperlukan untuk melakukan ritual.
dupa , kemenyan , kembang tujuh rupa , dan air tujuh sumur . rupa rupanya selalin menjadi penjaga sekolah , pak mamat juga memepunyai kemampuan sebagai dukun.
Pak mamat membakar dupa , kemudian sambil membaca mantra mantra , ia menebar kembang tjuh rupa di ranjang sementara vonny hanya menatapanya dengan pandangan kosong.
"neng vonny...ayo duduk disini....."kata pak mamat samabil menunjuk pada ranjang.
vonny beranjak dari tempatnya, dan duduk di tepi ranjang.
Pak mamat meniupkan asap dupa pada wajah vonny , membuat gadis itu terbatuk batuk.
sambil kembali membaca mantra , pak mamat memercikan air ke kepala vonny , dielus elusnya kepala dan rambut sebahu gadis itu , dan vony merasakan sebuah seensasi hangat sedang menjalari tubuhnya.
berikutnya pak mamat memercikan air ke wajah cantik vonny , dielusnya dengan lembut wajah itu.
percikan air ketiga kalinya diarahkan ke leher jenjang vony , pak mamat pun lalu mengelus elus leher mulus vonny , namun kali iini elusannya agak sedikit lebih lama dari sebelumnya.
elusan elusan itu kemudian semakin turun ke dada vony , untuk kemudian satu persatu kancing seragam vonny ia lepaskan.
begitu pakaian seragam vonny tersingkap, tangan pria tua itu dengan leluasa meraba secara langsung bukit kembar gadis cantik ini.
apalagi buah dada vonny memang sudah tak tertutup lagi oleh bra.
"ooohh..aahhh...ahhh...paakkk....."vonny mengerang saat tangan keriput pak mamat menjelajahi dan menjamah kedua bukit kembarnya. pak mamat pun terlihat asyik mendapatkan mainan buah dada gadis remaja, ia remas dengan gemas , ia cubit , ia pilin pilin putingnya membuat rintihan vonny makin kentara terdengar.
pak mamat meraih tangan vonny dan menyentuhkannya pada se sebuah benda yang menggembung dari balik celananya., dengan isayrat iapun menyruruh gadis ini meremas remas benda itu.
pria tua itu lalu melepas pakaiannya sendiri dan terakhir celananya , membuat benda yang tadi tersembunyi di balik celana melonjak keluar.
Vonny sedikit terpekik saat "burung" pak mamat terlihat , ia terkejut karena ternyata penis pak mamat masih terlihat besar dan perkasa , sangat kontras dengan fisik pak mamat yang sudah dmakan usia.
"ayo neng...teruskan....."tegur pak mamat ketika vonny mash tertegun memandangi penis dihdapannya.
vonny pun kembali menggenggam penis pak mamat dengan tangan mungilnya , alangkah pemandangan yang begitu kontras , saat melihat sebuah penis yang hitam dan besar milik seorang tua dalam genggaman tangan putih mulus nan halus milik seorang gadis remaja , apalagi dengan pakaian seragam SMA yang sudah terbuka........
tangan mungil itu kini melakukan gerakan meremas dan memijit penis , membuat si mpunya penis merem melek penuh kenikmatan.
"sekarang..pake mulut neng vonny....."
ragu sejenak , namun akhirnya kepala vonny bergerak mendekati penis pak mamat , ia hampir saja mundur lagi karena merasa jijik harus mengulum penis pria tua yang kotor dan bau , namun pak mamat keburu mendorong kepala vonny sehingga mau tak mau penis itu akhirnya dimasukan juga ke mulutnya.
sebenarnya untuk urusan oral sex ataupun Ml , vonny sudah punya pengalaman. dulu waktu masih di jakarta , ia pernah menjadi model sebuah majalah dan untuk itu ia harus rela ditiduri oleh pemilik dan juga photograper dari majalah tersebut.
kepala vonny bergerak maju mundur mengoco penis pak mamat
"wuuoahh..ennakk tenaann......"geram pak mamat.
vonny melakukan variasi gaya oral sex yang mampu membuat pria tua itu melayang hingga ke istana langit.
dikulumnya penis itu dengan bibir mungilnya , kemudian dikocok , lalu berganti dijilatinya penis tersebut dari pucuknya , turun menelususri batang hingga ke ujung bawah , naik lagi ke atas , lalu jilatan kembali turun . Rupanya gadis cantik ini sudah merasa kepalang basah , lebih baik puaskan saja sekalian pria tua ini agar semua ini cepat berakhir.
stelah beberapa lama akhirnya cairan kenkmtan pak amat tak tertahankan lagi, sperma pak mamat menyembur langsung meluncur masuk ke mulut vonny yang terpaksa harus menelannya , ini kali pertama ia melakukannya hingga setelah penis itu keluar dari mulutnya , ia merasa muak dan mual , serta terbatu batuk karena jijik.
Pak mamat rupanya memahami hal itu , karena itu ia lalu mengambil teh hangat , encampurkannya dengan madu dan diberikannya pada vonny. ia membiarkan vonny menghabiskan minumnya sekalian membuatnya tenang dulu.
"naahh..sudah tenang kan sekarang neng...ayo...dibuka bajunya...."kata pak mamat lembut sambil melepas seragam yang masih menempel di tubuh vonny , tak ketinggalan juga rok abu abunya ia tarik lepas.
pak mamat menarik nafas panjang dan sejenak menikmati pemandangan yang tersaji dihadapannya, lagipula lelaki normal mana yang tak tergiur melihat seorang gadis remaja nan cantik , kulit bersih mulus tanpa sehelai benangpun yang menutupinya , apalagi jika gadis itu juga siap dan rela kita apa apakan.
Pak mamat lalu duduk bersila dibelakang vonny , sebuah pemandangan lucu , ironis sekaligus menggairahkan terlihat , bagaimana tidak , dua tubuh polos yang satu cantik putih mulus , seranjang dengan tubuh tua bangkotan dan dekil.
vonny menantikan apalagi yang akan dilakukan pak mamat, smentara pria tua itu masih mebaca mantra.
pak mamat mengelus elus tengkuk vonnny , sebuah hawa dingin menjalar ditubuh gadis itu, lalu dengan penuh kelembutan , pak mamat menelusuri punggung polos vonny dengan jarinya.
setelah itu tangan pak mamat menuju pundak vonny dan melakukan pjatan pijatan yang membuat gadis cantik ini merasa relax.
vonny memejamkan mata menikmati pijatan pijatan lembut pak mamat , sampai ia merasakan pijatan itu telah berubah tempat , tidak lagi di pundak tapi di buah dada.
pak mamat merangkul vonny dari belakang , sambil kembali meremas buah dada , pria tua itu menicumi tengkuk dan leher vonny.
"aahhh..pakkk..geli...ahhhhh......." rintihan kenikmatan dari vony semakin membakar birahi pak mamat , memberi semangat untuk menjelajahi setiap lekuk lekuk tubuh gadis cantik ini. jari jemarinya pun turun sampai ke clit vonny..
"aaw,.....aahhh...ahhh..shhhh......"
vonny menggeliat dan menggelinjang karena tak tahan dengan permainan pak mamat.
"sudah neng....sekarang coba tiduran terlentang ya........"perintah pak mamat
ini dia pikir vonny, akhirnya penis pria tua ini akan mengobok oobok dirinya.
dengan patuh vonny tidur terlentang di ranjang, dan tanpa membuang waktu lagi , pak mamat mencium bibir mungil vonny yang disambut dengan permainan lidah gadis itu.
keduanya pun semakin larut dengan permainan pautan lidah yang panas dan menggairahkan , lekuk lekuk tubuh gadis itu tak luput dari jamahan dan jelajahan tangan pria tua sementraa sayik berciuman.
kini pak mamat menulusuri sekujur tubuh vonny dengan lidahnya , ia pun asyik berlama lama menjilati dan mengulum buah dada ranum gadis remaja nan cantik tersebut, sesekali ia gigiti gemas putingya yg kian mengeras.
puas menyusu , pak mamat membuka paha mulus vonny , memandangi dengan penuh nafsu lubang yang segera memberinya kenikmatan.
dengan tenang pak mamat mengarahkan penisnya ke gerbang kenikmatan tersebut..dan....
BLESSS!!!
"oouuchh...pak....." penis pria tua itu mulai menerobos masuk , terasa sempit dan nikmat.
pak amat bergerak maju mundur dengan perlahan sesekali ditimpali oleh erangan dan rintihan vonny.
makin lama gerakannya makin cepat , membuat tubuh vonny terguncang guncang , buah dadanya bergoyang seiriama dengan guncangan membuat semakin menambah gairah.
"aachhhh..ahhhhh..sshhhh....aahhhq......"
"paakk...pee..laan....aahhwa......peelan...... .."
"aaahhh...awwww...."
black and white mungkin adal;ah istilah yg cocok melihat adegan dia ats arnjang tersebut tubuh puth mulus ditindih tubuh dekil bangkotan.
dan sepanjang malam itulah dengan dalih melakukan pengusiran mahluk halus yang mengganggu , vonny harus rela ditindih oleh pria tua , harus rela melayani nafsu birahi penjaga sekolahnya , apalagi ternyata meski sudah tua , namun ternyata staminanya sungguh diluar dugaan.
puas dengan cara konvensional , pak mamat lalu menusuk vonny dari belakang, lalu berubah gaya lagi , begityu setrusnya sepanjang malam.
gadis itu tak bisa menghitung lagi berapa kali ia orgasme , tubuhnya tealh basah oleh keringat , buah dadanya yang semula putih mulus , kini penuh dengan beekas merah dan bekas gigitan , dan entah berapa banyak pula sperma yang harus ia telan , karena pak mamat begitu ketagiha dengan sedotan bibir vonny , hingga berkali kali meminta di oral.
yang jelas gadis cantik ini merasa sangat lelah dan letih , ia pun tertidur di samping pak mamat yang masih merangkul tubuh polosnya tu, tanganya tetap mencengkram buah dada vony seolah takut kehilangan.
vony pun tertidur dan berharap esok pagi semua mimpi buruknya telah berakhir
HHHHHHHHHHHHHMMMMM...................BENARKAH..... .............????
PENUTUP :
anda tahu.......mitos bangku kosong hanyalah bualan semata.
memang benar pernah ada kuli bangunan yang mati dikeroyok di kelas itu , namun bukan karena kasus pemerkosaan melainkan perkelahian biasa antar lelaki, dan bisa dikatakan kuli tersebut tewas tanpa sengaja saat ia jatuh keplanya membentur beton dengan sanagt keras.
kuli itu tewas dan arwahnya sama sekali tidak pernah gentayangan apalagi mengganggu penghuni kelas tersebut.
Lalu apa yang sbenarnya terjadi....???
Itu hanyalah akal akalan pak maat si penjaga sekolah , ia jug ayang memulai isyu tentang bangku ksosong tersebut.
pak mamat yang meang peunya kemampuan ilmu ghaib sengaja melakukan "teror" atas nama hantu kuli tersebut , tujuannya ya seperti yang tealh diceritakan di atas .... yang pasti vonny bukanlah korban pertama dan terakhir (lain waktu akan diceritakan korban lainnya)
gangguan2 awal pada vonny di bangku dan di kamar mandi ternyata adalah ulah pak mamat juga , ia menggunakan ilmu lepas raga untuk menggerayangi tubuh vonny tanpa terlihat.
dan untuk mneambah kesan mistis , ia sengaja memilih hari jum'at tanggal 13.
pak mamat pun selalu memegang janjinya , setelah puas meniduri vony semalaman ia tak akan mengganggunya lagi , melainkan akan mencari korban baru.
artinya masalah vonny selesai...?????
hmmmm..sepertinya tidak.......karena ternyata ada beberapa pasang mata yang menyaksikan kejadian semalam secara diam diam tanpa diketahui oleh vonny maupun pak mamat, entah siapa mereka.
"hahahaha.....dapaet jackpot kita friend...!!!!kita punya mainan baru.... "
salah seorang pengintip itu tertawa sambil memperlihatkan rekaman adegan pans saat vonny dan pak mamat bercumbu......
siapa mereka sebenarnya.........................??????????????? ???????????
hmmm......................................WISH YOU LUCK GIRL........................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!
Sumber : DS
Friday, April 23, 2010
Mendagri Minta Transparansi Hukum Kasus Batam
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meminta Kapolri untuk mengungkapkan terus kepada publik pengusutan kasus kerusuhan di galangan kapal Batam. Faktor penyebab kerusuhan harus dikaji secara mendalam.
"Saya minta proses hukum ini juga dipublikasikan," kata Gamawan Fauzi usai bertemu Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Jumat 23 April 2010.
Gamawan menduga bahwa letupan emosi karyawan di PT Drydocks World Graha itu memancing sesama karyawan lainnya dengan melakukan aksi. Kendati demikian, dia belum mendapat laporan penyebab utama kerusuhan.
"Faktor-faktor yang secara mendasar saya belum bisa bilang apa, tapi ada faktor-faktor yang menyebabkan kejadian seperti ini perlu kajian mendalam," ujar mantan Gubernur Sumatera Barat ini.
Gamawan yang berbicara didampingi Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri itu menegaskan, proses hukum terhadap kasus yang berbau sara ini harus terus berjalan.
Dalam kerusuhan di Batam kemarin satu warga India ditetapkan sebagai tersangka. Kerusuhan dipicu pernyataan manajer warga India yang mengeluarkan kata-kata yang menghina bawahannya, warga Indonesia.
Lebih dari 30 mobil dinas perusahaan dirusak. Peralatan dan gedung-gedung kantor rusak dan ludes dibakar massa.
"Saya minta proses hukum ini juga dipublikasikan," kata Gamawan Fauzi usai bertemu Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Jumat 23 April 2010.
Gamawan menduga bahwa letupan emosi karyawan di PT Drydocks World Graha itu memancing sesama karyawan lainnya dengan melakukan aksi. Kendati demikian, dia belum mendapat laporan penyebab utama kerusuhan.
"Faktor-faktor yang secara mendasar saya belum bisa bilang apa, tapi ada faktor-faktor yang menyebabkan kejadian seperti ini perlu kajian mendalam," ujar mantan Gubernur Sumatera Barat ini.
Gamawan yang berbicara didampingi Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri itu menegaskan, proses hukum terhadap kasus yang berbau sara ini harus terus berjalan.
Dalam kerusuhan di Batam kemarin satu warga India ditetapkan sebagai tersangka. Kerusuhan dipicu pernyataan manajer warga India yang mengeluarkan kata-kata yang menghina bawahannya, warga Indonesia.
Lebih dari 30 mobil dinas perusahaan dirusak. Peralatan dan gedung-gedung kantor rusak dan ludes dibakar massa.
Tuesday, April 20, 2010
bude' ku
kulit saya sawo matang sebagaimana orang indonesia, sedangkan bude narti berumur 31th dengan wajah sangat keibuan dan penampilan yang sangat sederhana seperti ibu-ibu yang lain yang tinggal di sekitar rumahku, dia memiliki 1 orang anak yaitu hasan Walaupun sudah punya 1 orang anak tapi body bude narti masih montok sekali ,dengan payudara kira-kira 38 B(wow bisa anda bayangkan betapa besarnya payudara itu) dan pinggul yang ramping serta pantatnya sangat bulat menonjol ke belakang, jadi kalau bude narti sedang jalan seolah pantatnya sangat menantang untuk di pegang dan di remas.
Hari selasa sore rumah saya akan di jadikan arisan oleh teman2 ibu saya di lingkungan rumah, nah saya sebagai seorang anak maka saya membantu ibu saya menyiapkan keperluan untuk arisan nanti sore karena di rumah kedua kakak perempuan saya belum pulang kerja. Dan bude narti pun membantu saya dan ibu di rumah, ketika saya sedang sibuk dengan pekerjaan saya, dari dapur ibu saya berteriak.
"jeng, sampean masih punya gula nggak di rumah soalnya gula ku habis jeng." kata ibu saya ke bude narti.
"ee alah aku nggak punya jeng, yaudah sini aku beliin di pasar depan situ." kata bude narti.
Lalu ibu saya memberikan uang kepada bude narti.
"maaf ya jeng jadi ngerepotin nih ,biar dedy yang nganter pake motor jeng." kata ibuku.
"ayo dedy anterin bude ke pasar depan." kata bude narti menyuruh ku.
uhhh saya sangat kesal sekali waktu itu, tapi ini karena perintah ibu saya maka saya tidak berani membantah. Kemudian saya dan bude narti ke pasar depan lalu bude narti membeli gula, setelah itu bude narti menghampiri saya kembali yang menunggu di motor.
"ded kita ke rumah ku dulu ya, saya mau mandi sekalian ganti baju supaya pas acara nya mulai saya tidak bolak-balik ke rumah." kata bude narti.
"iya bude." jawabku.
lalu saya membawa motor saya ke rumah bude narti yang tidak jauh dari rumah saya.
"dedy kamu tunggu sebentar ya, bude bareng kamu aja kesana nya yah lumayan ngirit tenaga supaya nggak cape jalan,,hahahaha.." canda bude narti.
"oh tenang saja bude, saya akan nunggu bude di sini kok." kataku
Lalu bude narti masuk ke dalam rumah dan berlalu ke arah kamar mandi, bude narti berteriak dari dalam kamar mandi.
"ded kamu kalau mau minum ambil saja di kulkas ya." teriaknya
"iya bude." jawabku singkat
Lama-lama bete juga saya nungguin bude narti mandi karena sudah hampir setengah jam, saya pun menonton tv untuk mengusir kejenuhan saya. Tak lama bude narti keluar hanya dengan berbelit handuk dan menurut saya handuknya terlalu kecil untuk menutup tubuh montoknya, wow payudaranya sampai naik ke atas sehingga membentuk belahan yang sangat menggoda. Bude narti pun langsung beranjak ke kamar dan menutup kain yang di jadikan sebagai penutup kamar, wah pikiran saya mulai kacau dan saya betul2 terangsang berat dengan apa yang saya lihat tadi.
Saya pun nekad untuk mengintip bude narti, pelan2 kain penutup kamar itu saya buka dan saya betul2 kaget melihat kemolekan bude narti ini, oh ternyata kulitnya putih juga. Saya akhirnya pergi ke pintu depan dan dengan cepat saya kunci pintu depan serta saya langsung menuju ke kamar bude narti.
"DEDY NGAPAIN KAMU MASUK KAMAR KU." teriak bude narti yang kaget melihat saya di dalam kamarnya.
"ssst...bude jangan berisik, kalau bude berisik nanti tetangga pada datang dan melihat kata dalam keadaan seperti ini pasti nanti keluarga bude malu." kataku.
"KURANG AJAR SEKALI KAMU MASUK KE SINI, KELUARRR...." teriaknya.
tanpa mendengarkan omongan nya sayapun langsung membuka seluruh pakaian saya dan bugil di depan bude narti.
"silahkan bude teriak, agar tetangga ke sini dan mengusir kita dari lingkungan sini." kataku dengan tegas.
nampaknya caraku berhasil dan bude narti sudah tidak berteriak lagi, tapi dia masih menutup badanya dengan handuk yang ia pakai kembali saat saya tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.
"dedy mau apa kamu." tanyanya mulai pelan.
"bude, saya betul2 kepingin nih bude. Saya sudah nggak tahan bude, ayolah mumpung sepi bude." kataku
"ded nanti kalau ada yang masuk gimana dan sebentar lagi suami serta anak2ku pasti pulang karena sudah sore." katanya.
Kemudian saya berjalan mendekatinya dan tongkol saya tepat di depan muka bude narti. Saya sempat melihat mata bude narti tertegun melihat ukuran tongkol saya yang lumayan besar, saya dengan tenang berkata ke bude narti.
"tenang saja bude, pintu depan sudah saya kunci. Ayo bude kocok tongkol saya jangan cuma di liatin kaya gitu." kata ku
Tangan bude narti pun akhirnya dengan agak ragu memegang tongkol saya.
"ahhhh..." desahku ketika tanganya mulai meremas dan mengocok pelan tongkol saya.
"bude, isepin dong tongkolku ini." kata saya
"ihh jijik ahh,, udah kaya gini aja." katanya
Lalu saya tarik belitan handuknya dan dia pun bugil di hadapan ku, tangannya yang kanan asik mengocok tongkolku sementara tangan yang kiri berusaha menutup payudaranya yang besar.
"ayo bude kita selesaikan, nanti keburu keluarga bude pada pulang." kataku
Dan saya pun mengangkat kaki bude narti lalu saya lebarkan kaki bude narti dan saya lihat memiaw bude narti sangat banyak di tumbuhi jembut, lubang memiawnya pun juga sudah lebar. Tapi bude narti dengan melawan atas apa yang saya lakukkan kepadanya.
"dedy, jangan di masukkan ded. Nanti bisa kacau kalau ada tetangga lihat, dedy hentikan sayang." katanya
Saya pun tidak perdulikan kata2nya lagi, dengan agak memaksa maka saya arahkan penis saya ke memiaw bude narti.
slooppp(kepala penis saya sudah masuk),slebbb,blleeesss...masuklah semua penis saya ke memiaw bude narti.
"aduh sudah ded jangan di teruskan de,,ahh,ahh,,uhh.." perlawanan nya berubah menjadi desahan.
Lalu saya mulai menggoyang penis saya maju mundur.
"ohh..ohhh dedyyy...ahhhh,,mmmphhh.."desah bude narti sambil menggit bibir bawahnya.
"arggghh...arghhh,,bude sangat nikmat,,ahh,ahh.."desahku
Bude narti perlahan mulai menggoyangkan pantatnya untuk mengimbangi permainan ku, saya pun makin bersemangat menyetubuhi bude narti.
"ohh,,bude,,terrrusss,,goyyangg bude..ahh.." desah saya.
"ohhh,,ohh penismu enak banged ded..ahhh.."racau bude narti.
Wah ternyata bude narti kalau sedang bersetubuh suka mengeluarkan kata2 kotor, saya pun semakin bersemangat mendengar jeritan vulgar bude narti. Keringat sudah mulai terlihat dari wajah bude narti, lalu bude narti meminta berganti posisi.
"ahh,,ahhh,,berhenti dulu ded,,ahh,ahhh.." perintahnya
Sayapun segera menghentikan goyangan saya.
"kenapa sayang." tanyaku dengan memanggil dia sayang..hehehe
"kita ganti gaya ah jangan kaya gini terus, aku bosen ded." katanya
Wow sekarang dia yang kelihatannya agressif ,memang wanita awalnya menolak akan tetapi kalau sudah masuk maka merekalah yang lebih agressif. Kamipun berguling ke samping tanpa mencabut tongkol saya, dan bude narti pun mulai bergoyang dengan maju mundur.
"ahhh,,ahh,,ah,, enak tenan dedy penis mu nusuk tempik ku,,ohhh.."kata bude narti
"terus budee...ahh" sahutku.
Lama-lamagoyangan bude narti menjadi semakin liar, dia bukan hanya melakukkan goyangan maju mundur tapi dia juga melakukkan goyangan atas bawah dan yang paling nikmat adalah goyangan memutarnya. Sayapun bangkit dan memeluk bude narti sambil mulut ku menyedot payudaranya, maka dia semakin tak karuan saja goyangannya.
"ohh,ohhhhh,,,,aku mauu keeluuar ded.."katanya yang sudah mau orgasme
"tahan sayang,,ohhh.." kataku.
"akuu,,akuu,nggak,kkuu,kkuuattt,,arggghhhh...." desahnya ketika orgasmenya datang.
serrr..srrrrrrrr........keluarlah cairan hangat dari dalam kemaluannya.
Dia memeluk saya dengan sangat erat, saya yang belum mau ejakulasi memberikan dia kesempatan untuk menikmati orgasmenya.
"duuhhh....nikmat tempikku ded..penismu gede banged sih, sampe mentok aku rasanya." kata bude narti.
"emang punya pakde yatno(suaminya yang sudah berumur 35th)nggak gede bude." tanyaku.
"alah boro2 gede, kalo main sama ku paling baru 5 menit tak goyang wis metu."kata bude narti dengan nada ketus.
oh ternyata selama ini pakde yatno tidak bisa memuaskan bude narti, tenang pakde yatno saya akan membantu tugas anda dalam memuaskan istri anda.kataku dalam hati
"terus kalo bude kurang puas, melampiaskan nya kemana bude." tanyaku.
"jangan panggil aku bude dong ded klo lagi berdua kaya gini, panggil nama saja ya." kata bude narti.
"iya, mulai sekarang aku akan manggil kamu sayang kalo lagi berdua kaya gini, oya pertanyaan aku belum kamu jawab sayang. Kamu melampiaskan kemana kalo kurang puas." tanyaku lagi
"yah aku paling pake tangan pas dia tidur." katanya
"tenang sayang, mulai sekarang kalo kamu kurang puas dengan suami kamu yang tolol itu kamu panggil aku saja yah." kataku.
"iyah,pasti sayang, oya kamu belum keluar ya. Ayo cepat selesaikan karena acara arisan di rumah kamu sudah mau mulai dan anak2ku juga sudah mau pulang." kata bude narti
"kita nungging ya sayang."kata ku
"ya sudah, ayo cepat sayang."
laul saya mencabut penis saya yang dari tadi belum saya keluarkan dari memiawnya.
"ayo sayang aku wis siap nih." kata bude narti yang sudah mengambil posisi nungging.
"iyah." kataku sambil mendekat ke arahnya.
blessssss......begitu lancar tongkolku masuk ke memiaw bude narti.
"ohhhhhhhhhhhh...." desah kami bersamaan
Saya pun dengan gerakan cepat langsung mengocok memiaw bude narti ini. PLAKKK,,PLAKKK,,PLOKKKK,, begitu keras terdengar bunyi itu karena saya dengan gerakan yang cepat menyetubuhinya. Bunyi derit ranjang pun sangat kencang..KRITTT,KRITTT,KRITTTT.
"aduhh,aduuuhh,aduuhhh,,pelan2 sayang,,ahh,ahh...." jerit bude narti.
"nanti keburu suami dan anakmu pulang ,sudah tahan saja sayang." kataku
bude narti hanya menggengam kain sprei dan menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit bercampur nikmat yang ia rasakan sekarang. Setelah 15 menit bergoyang dengan kasar, maka saya merasakan akan ejakulasi.
"ohhh,ohh aku mau keluar sayang,,ahhh,,di dalam apa di luar." tanyaku.
"ahhh,ahhh,ahhh,terseraaahhhhh..."kata bude narti
Dan akhirnya, crottttt,crottttt,crootttt, sekitar 7x semprottan peju saya yang saya keluarkan di dalam.
"argggghhhhhhhhhhh...."desahku dan saya tekan kuat2 tongkol saya ke dalam memiawnya
Setelah mengatur nafas maka saya pun cepat2 mencabut tongkol saya dari dalam dan membersihkan dengan kain sprei bude narti, dan bude narti pun mencabut kain sprei itu dan langsung merendamnya agar tak terlihat oleh suaminya.
"ayo cepat kita harus keluar sekarang, nanti tetangga curiga kamu lama2 di dalam rumah ku." kata bude narti sambil memakai baju serta celana untuk arisan di rumah ku.
Saat saya dan bude narti keluar rumah, kami melihat hasan anak bude narti yang juga teman saya baru pulang main futsal dengan teman kerjanya.
"tuh kan apa aku bilang, untung kita udah selesai. Ayo cepat kita ke rumah kamu dan kayaknya arisan sudah di mulai."
pada saat saya sampai rumah, ternyata benar arisan telah di mulai.
"haduh maaf jeng tadi ban motornya dedy bocor jadi kita ke bengkel dulu, nah ini gula nya jeng." kata bude narti berbohonh kepada ibu saya.
"oh iya nggak apa-apa kok jeng, ya sudah silahkan ngobrol2 dulu ya aku mau bikin teh ibu2." kata ibu saya
"iya." jawab para ibu2.
Hari selasa sore rumah saya akan di jadikan arisan oleh teman2 ibu saya di lingkungan rumah, nah saya sebagai seorang anak maka saya membantu ibu saya menyiapkan keperluan untuk arisan nanti sore karena di rumah kedua kakak perempuan saya belum pulang kerja. Dan bude narti pun membantu saya dan ibu di rumah, ketika saya sedang sibuk dengan pekerjaan saya, dari dapur ibu saya berteriak."jeng, sampean masih punya gula nggak di rumah soalnya gula ku habis jeng." kata ibu saya ke bude narti.
"ee alah aku nggak punya jeng, yaudah sini aku beliin di pasar depan situ." kata bude narti.
Lalu ibu saya memberikan uang kepada bude narti.
"maaf ya jeng jadi ngerepotin nih ,biar dedy yang nganter pake motor jeng." kata ibuku."ayo dedy anterin bude ke pasar depan." kata bude narti menyuruh ku.
uhhh saya sangat kesal sekali waktu itu, tapi ini karena perintah ibu saya maka saya tidak berani membantah. Kemudian saya dan bude narti ke pasar depan lalu bude narti membeli gula, setelah itu bude narti menghampiri saya kembali yang menunggu di motor.
"ded kita ke rumah ku dulu ya, saya mau mandi sekalian ganti baju supaya pas acara nya mulai saya tidak bolak-balik ke rumah." kata bude narti.
"iya bude." jawabku.
lalu saya membawa motor saya ke rumah bude narti yang tidak jauh dari rumah saya.
"dedy kamu tunggu sebentar ya, bude bareng kamu aja kesana nya yah lumayan ngirit tenaga supaya nggak cape jalan,,hahahaha.." canda bude narti.
"oh tenang saja bude, saya akan nunggu bude di sini kok." kataku
Lalu bude narti masuk ke dalam rumah dan berlalu ke arah kamar mandi, bude narti berteriak dari dalam kamar mandi.

"ded kamu kalau mau minum ambil saja di kulkas ya." teriaknya
"iya bude." jawabku singkat
Lama-lama bete juga saya nungguin bude narti mandi karena sudah hampir setengah jam, saya pun menonton tv untuk mengusir kejenuhan saya. Tak lama bude narti keluar hanya dengan berbelit handuk dan menurut saya handuknya terlalu kecil untuk menutup tubuh montoknya, wow payudaranya sampai naik ke atas sehingga membentuk belahan yang sangat menggoda. Bude narti pun langsung beranjak ke kamar dan menutup kain yang di jadikan sebagai penutup kamar, wah pikiran saya mulai kacau dan saya betul2 terangsang berat dengan apa yang saya lihat tadi.

Saya pun nekad untuk mengintip bude narti, pelan2 kain penutup kamar itu saya buka dan saya betul2 kaget melihat kemolekan bude narti ini, oh ternyata kulitnya putih juga. Saya akhirnya pergi ke pintu depan dan dengan cepat saya kunci pintu depan serta saya langsung menuju ke kamar bude narti.
"DEDY NGAPAIN KAMU MASUK KAMAR KU." teriak bude narti yang kaget melihat saya di dalam kamarnya.
"ssst...bude jangan berisik, kalau bude berisik nanti tetangga pada datang dan melihat kata dalam keadaan seperti ini pasti nanti keluarga bude malu." kataku.
"KURANG AJAR SEKALI KAMU MASUK KE SINI, KELUARRR...." teriaknya.
tanpa mendengarkan omongan nya sayapun langsung membuka seluruh pakaian saya dan bugil di depan bude narti.

"silahkan bude teriak, agar tetangga ke sini dan mengusir kita dari lingkungan sini." kataku dengan tegas.
nampaknya caraku berhasil dan bude narti sudah tidak berteriak lagi, tapi dia masih menutup badanya dengan handuk yang ia pakai kembali saat saya tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.
"dedy mau apa kamu." tanyanya mulai pelan.
"bude, saya betul2 kepingin nih bude. Saya sudah nggak tahan bude, ayolah mumpung sepi bude." kataku
"ded nanti kalau ada yang masuk gimana dan sebentar lagi suami serta anak2ku pasti pulang karena sudah sore." katanya.
Kemudian saya berjalan mendekatinya dan tongkol saya tepat di depan muka bude narti. Saya sempat melihat mata bude narti tertegun melihat ukuran tongkol saya yang lumayan besar, saya dengan tenang berkata ke bude narti."tenang saja bude, pintu depan sudah saya kunci. Ayo bude kocok tongkol saya jangan cuma di liatin kaya gitu." kata ku
Tangan bude narti pun akhirnya dengan agak ragu memegang tongkol saya.
"ahhhh..." desahku ketika tanganya mulai meremas dan mengocok pelan tongkol saya.
"bude, isepin dong tongkolku ini." kata saya
"ihh jijik ahh,, udah kaya gini aja." katanya
Lalu saya tarik belitan handuknya dan dia pun bugil di hadapan ku, tangannya yang kanan asik mengocok tongkolku sementara tangan yang kiri berusaha menutup payudaranya yang besar.
"ayo bude kita selesaikan, nanti keburu keluarga bude pada pulang." kataku

Dan saya pun mengangkat kaki bude narti lalu saya lebarkan kaki bude narti dan saya lihat memiaw bude narti sangat banyak di tumbuhi jembut, lubang memiawnya pun juga sudah lebar. Tapi bude narti dengan melawan atas apa yang saya lakukkan kepadanya.
"dedy, jangan di masukkan ded. Nanti bisa kacau kalau ada tetangga lihat, dedy hentikan sayang." katanya
Saya pun tidak perdulikan kata2nya lagi, dengan agak memaksa maka saya arahkan penis saya ke memiaw bude narti.
slooppp(kepala penis saya sudah masuk),slebbb,blleeesss...masuklah semua penis saya ke memiaw bude narti.
"aduh sudah ded jangan di teruskan de,,ahh,ahh,,uhh.." perlawanan nya berubah menjadi desahan.
Lalu saya mulai menggoyang penis saya maju mundur.
"ohh..ohhh dedyyy...ahhhh,,mmmphhh.."desah bude narti sambil menggit bibir bawahnya.
"arggghh...arghhh,,bude sangat nikmat,,ahh,ahh.."desahku
Bude narti perlahan mulai menggoyangkan pantatnya untuk mengimbangi permainan ku, saya pun makin bersemangat menyetubuhi bude narti.
"ohh,,bude,,terrrusss,,goyyangg bude..ahh.." desah saya.
"ohhh,,ohh penismu enak banged ded..ahhh.."racau bude narti.
Wah ternyata bude narti kalau sedang bersetubuh suka mengeluarkan kata2 kotor, saya pun semakin bersemangat mendengar jeritan vulgar bude narti. Keringat sudah mulai terlihat dari wajah bude narti, lalu bude narti meminta berganti posisi.
"ahh,,ahhh,,berhenti dulu ded,,ahh,ahhh.." perintahnya
Sayapun segera menghentikan goyangan saya.
"kenapa sayang." tanyaku dengan memanggil dia sayang..hehehe"kita ganti gaya ah jangan kaya gini terus, aku bosen ded." katanya
Wow sekarang dia yang kelihatannya agressif ,memang wanita awalnya menolak akan tetapi kalau sudah masuk maka merekalah yang lebih agressif. Kamipun berguling ke samping tanpa mencabut tongkol saya, dan bude narti pun mulai bergoyang dengan maju mundur.
"ahhh,,ahh,,ah,, enak tenan dedy penis mu nusuk tempik ku,,ohhh.."kata bude narti
"terus budee...ahh" sahutku.
Lama-lamagoyangan bude narti menjadi semakin liar, dia bukan hanya melakukkan goyangan maju mundur tapi dia juga melakukkan goyangan atas bawah dan yang paling nikmat adalah goyangan memutarnya. Sayapun bangkit dan memeluk bude narti sambil mulut ku menyedot payudaranya, maka dia semakin tak karuan saja goyangannya.
"ohh,ohhhhh,,,,aku mauu keeluuar ded.."katanya yang sudah mau orgasme
"tahan sayang,,ohhh.." kataku.
"akuu,,akuu,nggak,kkuu,kkuuattt,,arggghhhh...." desahnya ketika orgasmenya datang.
serrr..srrrrrrrr........keluarlah cairan hangat dari dalam kemaluannya.
Dia memeluk saya dengan sangat erat, saya yang belum mau ejakulasi memberikan dia kesempatan untuk menikmati orgasmenya.
"duuhhh....nikmat tempikku ded..penismu gede banged sih, sampe mentok aku rasanya." kata bude narti.
"emang punya pakde yatno(suaminya yang sudah berumur 35th)nggak gede bude." tanyaku.
"alah boro2 gede, kalo main sama ku paling baru 5 menit tak goyang wis metu."kata bude narti dengan nada ketus.
oh ternyata selama ini pakde yatno tidak bisa memuaskan bude narti, tenang pakde yatno saya akan membantu tugas anda dalam memuaskan istri anda.kataku dalam hati
"terus kalo bude kurang puas, melampiaskan nya kemana bude." tanyaku.
"jangan panggil aku bude dong ded klo lagi berdua kaya gini, panggil nama saja ya." kata bude narti.

"iya, mulai sekarang aku akan manggil kamu sayang kalo lagi berdua kaya gini, oya pertanyaan aku belum kamu jawab sayang. Kamu melampiaskan kemana kalo kurang puas." tanyaku lagi
"yah aku paling pake tangan pas dia tidur." katanya
"tenang sayang, mulai sekarang kalo kamu kurang puas dengan suami kamu yang tolol itu kamu panggil aku saja yah." kataku.
"iyah,pasti sayang, oya kamu belum keluar ya. Ayo cepat selesaikan karena acara arisan di rumah kamu sudah mau mulai dan anak2ku juga sudah mau pulang." kata bude narti
"kita nungging ya sayang."kata ku
"ya sudah, ayo cepat sayang."
laul saya mencabut penis saya yang dari tadi belum saya keluarkan dari memiawnya.
"ayo sayang aku wis siap nih." kata bude narti yang sudah mengambil posisi nungging.
"iyah." kataku sambil mendekat ke arahnya.
blessssss......begitu lancar tongkolku masuk ke memiaw bude narti.
"ohhhhhhhhhhhh...." desah kami bersamaan
Saya pun dengan gerakan cepat langsung mengocok memiaw bude narti ini. PLAKKK,,PLAKKK,,PLOKKKK,, begitu keras terdengar bunyi itu karena saya dengan gerakan yang cepat menyetubuhinya. Bunyi derit ranjang pun sangat kencang..KRITTT,KRITTT,KRITTTT.
"aduhh,aduuuhh,aduuhhh,,pelan2 sayang,,ahh,ahh...." jerit bude narti.
"nanti keburu suami dan anakmu pulang ,sudah tahan saja sayang." kataku
bude narti hanya menggengam kain sprei dan menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit bercampur nikmat yang ia rasakan sekarang. Setelah 15 menit bergoyang dengan kasar, maka saya merasakan akan ejakulasi.
"ohhh,ohh aku mau keluar sayang,,ahhh,,di dalam apa di luar." tanyaku.
"ahhh,ahhh,ahhh,terseraaahhhhh..."kata bude narti
Dan akhirnya, crottttt,crottttt,crootttt, sekitar 7x semprottan peju saya yang saya keluarkan di dalam.

"argggghhhhhhhhhhh...."desahku dan saya tekan kuat2 tongkol saya ke dalam memiawnya
Setelah mengatur nafas maka saya pun cepat2 mencabut tongkol saya dari dalam dan membersihkan dengan kain sprei bude narti, dan bude narti pun mencabut kain sprei itu dan langsung merendamnya agar tak terlihat oleh suaminya.
"ayo cepat kita harus keluar sekarang, nanti tetangga curiga kamu lama2 di dalam rumah ku." kata bude narti sambil memakai baju serta celana untuk arisan di rumah ku.
Saat saya dan bude narti keluar rumah, kami melihat hasan anak bude narti yang juga teman saya baru pulang main futsal dengan teman kerjanya.
"tuh kan apa aku bilang, untung kita udah selesai. Ayo cepat kita ke rumah kamu dan kayaknya arisan sudah di mulai."
pada saat saya sampai rumah, ternyata benar arisan telah di mulai.
"haduh maaf jeng tadi ban motornya dedy bocor jadi kita ke bengkel dulu, nah ini gula nya jeng." kata bude narti berbohonh kepada ibu saya.
"oh iya nggak apa-apa kok jeng, ya sudah silahkan ngobrol2 dulu ya aku mau bikin teh ibu2." kata ibu saya
"iya." jawab para ibu2.
Monday, April 19, 2010
nama gadis itu fei

hujan rintik-rintik menemani perjalananku ke rumahku sepulang dari tempat les bahasa Inggris, saat itulah kulihat gadis tinggi semampai berjalan di sampingku. Wow.. tiba-tiba hatiku berdetak kuat, gadis ini cantik sekali dengan tinggi semampai, memakai baju hitam ketat dengan celana putih kordoroi, serasi dengan kulitnya yang putih bersih. Rambut sepundak kemerahan dengan wajah lonjong manis sekali, dibubuhi mata sipit seperti artis China yang sering kulihat di TV. “Aku harus kenalan!” berontak kata hatiku. Jalannya cepat tanpa melihat ke kanan ke kiri. Wah.. berani tidak ya, hatiku bertanya-tanya. Okelah PD saja. “Hai”, sapaku dengan suara bergetar. “Baru pulang kuliah ya?” sambil kulihat buku yang dibawanya. “Iyaa..” responnya. Wah.. gayung bersambut nih, langsung saja kenalan. Sejak saat itulah aku dekat dengan Fei. Gadis yang ternyata satu kompleks perumahan denganku di daerah Jakarta Pusat. Ternyata ia baru di kompleksku dan tinggal bersama pamannya. Pamannya adalah penjual barang elektronik di daerah Glodok. Sebelum ke Jakarta, ia tinggal bersama orang tuanya di Medan, lulus SMA ia melanjutkan pendidikan di FE salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta Barat. Singkat cerita kami pun pacaran.
Terus terang, aku orangnya tidak kuat melihat Fei. Yang paling aku sukai dari bagian tubuhnya, adalah kakinya yang panjang (1 meter 5 senti) dan yang yang paling membuatku sukai lagi adalah betisnya yang putih mulus dengan bentuk yang pas, tak terlalu gemuk dan tak terlalu kecil, seksi sekali. Fei tinggal bersama pamannya dan ke-3 sepupunya yang semuanya perempuan yang masih bersekolah antara SD – SMP, beserta seorang pembantu. Pengalaman seks-ku dengannya berjalan secara bertahap. Setelah beberapa lama pacaran aku cuma bisa mencium pipinya. Seminggu kemudian bibirnya, lama setelah itu ketika kami berdua nonton di bioskop Lippo Karawaci aku ingat filmnya Star Wars, ia memakai baju hem sutra warna krem dengan rok selutut warna coklat, yang menampakkan bentuk kakinya yang sempurna itu. Baju sutranya begitu lembut hingga mengikuti lekukan dadanya terkadang dari sela-sela antar kancing terlihat belahan dada yang putih mulus, walaupun tidak terlalu besar membuat pikiranku melayang kemana-mana hingga di dalam lampu mulai padam kulihat penontonnya hanya 5 orang, itu pun berada di depan semua. Melihat wajahnya di kegelapan bioskop, aku tidak bisa konsentrasi menonton film. 5 menit.. 10 menit.. 15 menit.. pertama kuelus tangannya, kucium-cium tangannya yang lembut itu. Akhirnya kusentuh pipinya dan mulai kucium bibirnya. Mmh.. mengingat buah dadanya tadi birahiku bergejolak, tanganku mulai mengelus-elus pipinya kemudian turun.
Kuelus-elus buah dadanya yang membuatku tak bisa tenang. Sementara bibirnya kulumat dalam-dalam, kurasakan dengan mata terpejam kenikmatan bibirnya itu, mulai lidah kami berpaut saat itu juga. Tiga kancing paling atas bajunya kubuka, tanganku pun mulai masuk ke dalam BH-nya. Wow.. kenyal dan kencang dengan puting susunya yang kenyal. Aku mulai memperdalam ciumanku, lidahku mulai kumainkan seiring dengan permainan jari-jariku di puting susunya. Ia mulai mendesah dengan nafas tak teratur, “Mmh.. mmhh.. mmhh..” suara itu membuatku semakin bernafsu. Kuvariasikan gerakan tanganku dengan meremas buah dadanya. “Mmmhh.. mhh.. sshh..” suara itu membuat batang kemaluanku semakin berdiri tegang. Saking tegangnya sehingga membuat batang kemaluanku sakit. Sambil kuperbaiki posisi dudukku, kusorongkan penutup BH-nya ke depan sehingga payudaranya menonjol. Kuarahkan mulutku ke puting buah dada Fei, kuhisap-hisap putingnya sambil sesekali kumainkan lidahku. “Mmhh.. mhh..” Fei merasa geli-geli enak. Kuangkat BH-nya ke atas agar tanganku terbebas dari memegangi BH-nya. Buah dada yang telah mengencang itu mancung ke depan menantang untuk kuhisap. Sementara aku mulai menghisap buah dadanya,
tanganku mulai memegang pahanya yang dingin karena udara AC bioskop tetapi makin ke dalam semakin terasa hangat. Dengan agak susah tanganku berusaha merayap ke sumber kehangatan itu. Wah.. masih sulit tanganku menjangkaunya, tampaknya Fei tahu akan hal itu. Dia mulai membuka pahanya dan tanganku pun mulai dapat merayap ke atas. Kusentuh selangkangannya yang berbalut CD. “Hmm hangat..” aku ingin merasakan dalamnya. Dari tepi CD-nya jariku masuk ke liang kemaluannya yang ditumbuhi rambut itu terasa hangat dan lembut dengan lipatan-lipatan dan gumpalan-gumpalan. Tanganku mulai beraksi di tengah antara kedua lipatan itu, naik turun.. naik turun.. Fei mulai menggelinjang. Tidak berapa lama ia melepaskan tautan bibirnya di bibirku. Mulutnya terbuka, “Aaahh.. ahh.. terus Rie.. ahh.. ahh.. ahh.. teruus.. aah..” pada saat itulah kurasakan sesuatu terjadi pada tubuhku. Aku merasa batang kemaluanku menegang sekali. Nafsuku meletup-letup, otot-ototku mengejang dan.. “Aahhk.. aahhkk..” dan, “Crott.. croott..” kemaluanku pun muntah di dalam celana. Uhh.. enak sekali rasanya, segar. Sementara tanganku terus bergerak. “Aaahh.. teruuss..” desah Fei sambil mulai menggerak-gerakkan pinggulnya, “Aaahkk.. terus..” sampai akhirnya badannya menegang dan ia menahan nafasnya beberapa saat, “Mhh.. ahh..” dilepaskan nafasnya, kemudian ia menjauhkan tanganku dari liang kemaluannya. “Kenapa..?” tanyaku berbisik. “Enaak lhoo.. tapi badan jadi lemes nih..” bisiknya. “Ya udah.. kasian filmnya tuh tidak ditonton..” kataku. Kurasakan bagian celanaku yang basah terkena air maniku. Untung cuma bagian pinggang, jadi bisa kututup dengan baju, aman. Malamnya ia menelepon, menceritakan bagaimana rasanya dari pengalaman yang baru kami alami berdua di bioskop tadi. Sebelum kami menyudahi telepon, ia berkata, “Rie.. besok kalau tidak ada rencana.. datang ke rumahku dong.. selama aku libur, si Siti (pembantunya) mau pulang kampung.. bantuin aku mengurusi rumah yaa!” “Oke!” jawabku singkat sambil membayangkan skenario untuk besok. Esoknya aku pun datang jam 10-an.
Setelah paman Fei pergi, sebab paman Fei tidak mau Fei pacaran denganku. Dia mau Fei pacaran sama laki-laki keturunan Tionghoa seperti semua keluarganya. Jadi ceritanya aku dan Fei backstreet-lah. Ketika aku datang, Fei masih memakai daster pink, tingginya di atas lutut. Ups, kemaluanku naik tinggi sekali, tampak sebagian pahanya yang mulus sekali, kakinya yang panjang putih bersih (tidak ada noda totol-totol sama sekali) dan betisnya yang aduhai. Kuperhatikan terus Fei dari atas ke bawah. Hei.. tepat di bagian dadanya ada yang menonjol sebesar kacang. Ups.. jangan-jangan dia tidak memakai bra nih. Aduh kemaluanku makin membludak ingin keluar dari sarangnya. “Arie.. kamu sudah sarapan?” tanyanya. “Udah.. udah..” jawabku dengan suara bergetar yang kupaksakan keluar. “Hei.. kenapa.. kamu sakit?” tanyanya lagi. “Enggak kok.. biasa, suara orang bangun pagi”, kataku. “Kamu bantuin aku nyapu ya.. entar habis kamu nyapu.. aku ngepel..” katanya. “Oke”, kataku. Huuh.. menyapu, memikirkan menyapu kemaluanku jadi ciut lagi. Aku pun mulai menyapu, sedangkan Fei mencuci piring bekas sarapan. Selesai menyapu, aku membantu dia mengangkat ember untuk mengepel ke ruang depan. Dengan menggunakan gagang pel ia mulai mengepel lantai ruang depan, sementara aku memperhatikan kaki-kaki yang jenjang itu bagaikan menari-nari bersama tongkat pel. Kuperhatikan betis yang selama ini kupuja-puja itu, putih.. mulus, ingin aku menciumnya habis-habisan. Tiba-tiba klotak! Entah karena apa, tongkat pel itu terjatuh ke lantai. “Aduhh..” Fei terkejut. “Kenapa?” tanyaku. Fei hanya tersenyum dan kemudian dengan membelakangiku, ia menungging mengambil tongkat pel itu. Walah, daster yang tingginya sepaha itu bagian belakangnya terangkat ke atas. Tampak seluruh pahanya yang putih halus mulus itu dan yang membuat celanaku tiba-tiba sesak tampak selangkangan yang dibalut CD warna biru langit itu.
Langsung aku meloncat ke arahnya. Kuelus dan kuciumi pahanya yang halus mulus itu. Begitu lembut, mmh. Fei masih dengan posisi menungging, kusibak dasternya sehingga tampak seluruh celana dalamnya, langsung dengan nafas memburu, kutarik celana itu ke bawah dan kujilati dan kucium pantat yang putih montok menantang itu di selangkangannya. Tampak bibir vertikal liang kemaluan Fei yang hitam tanpa bulu rambut? (padahal tadi malam masih ada loh bulunya). Kuusap dengan lembut bibir yang menggoda itu, lembut dan penuh kehangatan. Bibir tersebut bergerak-gerak seolah-olah berkata, “Ayo.. cium aku.. isep aku.. jilat aku..” Langsung kuarahkan bibirku ke kemaluannya. Aroma kemaluannya yang khas menggodaku untuk mencium kemaluan Fei yang sejak tadi menungguku. Kumainkan lidahku di tengah-tengah bibir kemaluannya. “Ssrrpp.. ssrrp.. ssrrpp..” kurasakan badan Fei bergetar keenakan. kuremas pahanya yang montok itu sambil terus kumainkan lidahku, “Aahh.. ahh..” erang Fei. Tiba-tiba Fei berdiri, diciumnya bibirku yang basah dengan ganas seperti orang yang sudah berbulan-bulan tidak dapat jatah. “Mmhh.. Mmmhh..” dimain-mainkannya lidahnya di dalam mulutku, enak sekali. Kemudian dengan sigap tangannya mulai melepaskan celanaku dan menyelipkan tangannya di CD-ku, “Ihh.. gede amat..!” kejutnya sambil digosok-gosokkan tangannya di batang kemaluanku yang sudah sejak tadi membengkak. “Uuhh.. enak..” diturunkannya CD-ku dan dikocoknya terus batang kemaluanku. Saking enaknya sampai seluruh otot tubuhku mengejang, “Teruss.. teruss”, kulepaskan tautan bibirnya, “Aahh.. ahh.. Feii.. terus Feii..” kataku sudah tidak tahan lagi. “Aahh.. aah..” dan tak lama kemudian, “Croot.. croot.. croot..” akhirnya kemaluanku mengeluarkan air mani, diarahkan kemaluanku menjauh dari tubuhnya. Air maniku berceceran di lantai. “Aaah.. enaknya.” Kemudian kuangkat dasternya, tampaklah tubuhnya yang sudah telanjang bulat. Ampun deh bodinya, sudah putih, mulus, bagus, langsing, tinggi, pokoknya seperti wanita model. Batang kemaluanku pun berdiri lagi sedikit demi sedikit. Aku pun melepas segala yang melekat di tubuhku. Tubuhnya kujatuhkan ke sofa kemudian kaki Fei kukangkangi dan aku menimpa tubuh yang empuk itu. “Gimana memekku? Tadi pagi aku cukur lho.. khusus buat kamu..” kata Fei. “Huuii.. Fei gadisku.. I love you..” mulai lagi kucium bibirnya dengan gemas. Mmmhh, tangan Fei menjalar ke bawah meremas-remas batang kejantananku. Kemudian menempelkannya ke bibir kemaluannya yang telah basah itu. Badanku pun kuangkat sedikit dengan siku kiriku sementara tangan kananku mulai mengobok-obok buah dadanya, begitu lembut dan kenyal. Kumainkan putingnya sekali-sekali. Mmmhh.. sementara itu lidah kami pun tak bisa diam merasakan keenakan ini, saling menjilati. Kemudian kuarahkan kepalaku ke buah dadanya. Kuciumi buah dadanya, kujilati, kumainkan putingnya dengan lidahku dan kusedot-sedot dengan sesekali kugigit-gigit kecil dengan gemas. Sementara jari telunjukku dan tengah mulai beraksi di liang kemaluannya. Kuusap-usap bibir kemaluannya yang telah licin dengan cairan kewanitaannya. Tak lama, segera aku bangun dan aku tidur di lantai. Kusuruh ia menindihku dengan kepalanya mengarah ke batang kemaluanku dan dengan kaki mengangkang, dan mengarahkan lubang kemaluannya yang telah memerah ke wajahku. “Hmm.. srruupp.. sruupp..” aku mulai menjilat klitorisnya. Kujulurkan lidahku memainkan daerah sekitar klitorisnya, kujilat klitorisnya ke atas, ke bawah, ke atas, ke bawah. Fei menggelinjang keenakan, pantatnya pun bergerak mencari spot-spot yang enak. Ia ternyata jago menghisap batang kemaluanku. Sambil menghisap, sesekali dimain-mainkan lidahnya seperti anak kecil memainkan es krim. Kuvariasikan jilatan pada klitorisnya dengan sedotan. Kemudian bibir-bibir kiri dan kanannya yang hitam itu, kutarik-tarik daging lebih yang nikmat itu dengan sedotan bibirku. “Sruup.. srupp..” Pinggul Fei bergerak-gerak terus, kadang ke kiri kadang ke kanan, ke atas, ke bawah begitu seterusnya sampai akhirnya ia tekan kemaluannya di mulutku. Hidungku ikut menempel di kemaluannya dan membuatku susah bernafas, dengan masih digoyang-goyangkan sambil mengerang panjang. “Aahh.. aahh.. aa.. aahh..” tiba-tiba badannya berbalik dan ia menciumku bertubi-tubi, “Ahh.. enaak Rie.. rasanya seperti melayang..” sambil terus menciumi mukaku. “Enak sih enak.. aku masih gantung nih..” Langsung kuangkat tubuhnya ke bibir sofa dan kukangkangkan kakinya. Kuusap-usap kemaluannya yang masih memerah dan bengkak itu dengan tanganku. Kucari-cari di mana lubangnya. Setelah beberapa saat kutekan-tekan, akhirnya kutemukan lubangnya. Pertama kucoba memasukkan jari kelingkingku, eh.. masuk. Kucoba jari manisku, masuk juga. Kukeluarkan jari manisku yang basah, kucoba masukkan batang kemaluan, “Aaahh.. pelan-pelan.. sakit nih..” kata Fei meringis. Kucoba dorong dengan bantuan tanganku, tapi susah sekali masuknya sampai kemaluanku meleot-leot. Akhirnya kuminta tangannya memegangi batang kemaluanku dan tangan satunya melebarkan bibir kemaluan. Aku menahan pahanya agar tubuhnya tidak mundur-mundur. Mulai kudorong batang kemaluanku masuk ke lubangnya, Fei masih meringis tapi aku tidak peduli. Aku harus menembak, kutahan kuat-kuat tubuh Fei dan kusorongkan tubuhku. “Sreep.. sreep.. bleess..” batang kemaluanku masuk tak bersisa. “Kamu baik-baik aja?” tanyaku. “Agak-agak pedih sih..” ringisnya. Aku mulai beraksi. Segera kumaju-mundurkan batang kemaluanku di lubang kewanitaannya. “Aahh.. rasanyaa.. tidak terbayangkan.. it’s my first time Man!” pikirku. Fei pun beraksi dengan menggoyang-goyangkan pantatnya, hingga bibir-bibir kemaluannya seperti mengulum-ngulum batang kemaluanku. Kuhujam-hujamkan terus batang kemaluanku. Kulihat ekspresi muka Fei yang belum pernah kulihat sebelumnya dengan mata merem-melek. Bibir seksinya menganga mengeluarkan desahan-desahan yang semakin membuatku bergairah dan mempercepat gerakan batang kemaluanku maju mundur. “Aahh.. ahghh..” aku pun ikut merem-melek. Kupindahkan tanganku dari pahanya dan mulai meremas-remas payudaranya yang mengeras. Goyangan-goyangan pinggul kami berkejar-kejaran dengan deru degup jantungku. Suara-suara erangan nikmat bercampur dengan suara gesekan batang kemaluanku dan liang kemaluan Fei yang telah banjir, mengaung ke seisi rumah yang sepi itu. Sampai akhirnya, “Arriee.. aakuu.. nggaak kuu.. kuuat lagii.. aahh.. ahh.. aahh.. aaghh..” Sambil menahan nafasnya, Badan Fei mengejang dengan dada menukik ke atas dan tangan meremas sofa kulit itu. “Creet.. cret.. creet..” terasa keluar cairan dari dalam lubang kemaluannya. Segera kugenjot dengan hujaman-hujaman cepat ke lubang kemaluannya. Aku merasakan batang kemaluanku akan mengeluarkan mani. Segera kukeluarkan kemaluanku dan disambut dengan kocokan tangan Fei. “Aah.. aahh.. aahh..” aku mengerang keenakan dan.., “Croot.. croot.. croot..” air mani keluar dari kemaluanku muncrat kemana-mana mengenai sofa dan lantai sampai tak bersisa lagi. “Aaahh.. enaknya hidup ini”. Kurebahkan tubuhku ke sofa, kucium bibir Fei dengan lembut, “Thank’s Fei.. I love you so much”, sambil terus menciumi bibirnya. Segera setelah itu kubersihkan tubuhku di kamar mandi dan aku melanjutkan pekerjaan Fei yang terpotong tadi.. mengepel! Fei lelah kecapaian dengan tubuh ditutupi daster, ia beristirahat di sofa, wajahnya walaupun letih, tapi menampakkan rasa puas yang luar biasa. Semenjak itu, setiap hari (kecuali minggu), kami melakukan seks.
Setelah pembantu Fei pulang, beberapa hari sekali kami melakukannya di rumahku (kalau sedang tidak ada orang) dan di Ancol. Agar air maniku tak tumpah ke dalam mobil, aku selalu memakai kondom. Masa-masa bahagia kami berakhir, setelah terdengar isu akan terjadinya kerusuhan pada bulan Mei. Fei beserta keluarga pamannya, pergi dari Indonesia pulang ke negeri China, rumahnya di Jakarta dijual. Semenjak itu aku tak pernah berjumpa lagi dengannya. Aku sangat kehilangan Fei, Fei lah cewek yang paling kusayang dan kucintai yang telah memberikan kepuasan lahir batin kepadaku.
Subscribe to:
Posts (Atom)


