Jadilah Lelaki Perkasa, Seperkasa Kuda Putih
Showing posts with label pacar. Show all posts
Showing posts with label pacar. Show all posts

Monday, January 19, 2009

AnTara Pacar dan Sahabat

Lini bisa jadian sama Anton lantaran jasa Diah, sobat Anton. Tapi, lama-lama Lini sebel juga. Karena, apa pun yang dia ketahui tentang Anton, Diah pasti tahu. Bahkan, Lini belum tentu orang yang pertama kali tahu. Mungkin hanya malam mingguan saja yang tidak dialami Diah bareng Anton.

Sahabat dan pacar. Alangkah bahagianya bila kita memiliki keduanya. Punya sahabat, pacar juga ada. Sahabat dan pacar memiliki dua posisi dan peran yang berbeda bagi kita. Dua posisi dan peran tersebut ada yang terdapat pada satu orang, seperti kasus Dian dan Gerry. Awalnya mereka sahabatan deket banget. Karena merasa cocok, akhirnya mereka memutuskan buat jalan bareng sebagai pacar. Bagi mereka yang status pacarnya dimulai dari sahabat, pacar mereka biasanya juga menduduki dua posisi sekaligus; ya sebagai pacar, sebagai sahabat juga boleh.

Sementara kasus Lini, Diah, dan Anton di atas lain lagi. Kita perlu membagi perhatian antara pacar dan sahabat, dua posisi penting dalam hidup kita. Bila salah satu dari mereka merasa kurang perhatian karena kita lebih memperhatikan yang lain, wah bisa jadi masalah.

Tidak bisa dipastikan, siapa sebenarnya yang akan hadir lebih dulu dalam hidup kita, sahabat atau pacar. Bisa saja kita telah menjalin persahabatan jauh sebelum kita mendapat pacar. Tapi, bisa juga sebaliknya, kita sudah lama pacaran dengan seseorang, terus kita menjalin persahabatan dengan orang lain. Dan, biasanya pacar atau sahabat , keduanya akan menempati posisi yang istimewa bagi kita.

Bagi kita, sahabat memang merupakan tempat kita berbagi rasa dan cerita yang enggak mungkin diungkapkan ke orang lain. Sahabat adalah seseorang yang bisa tahu perasaan kita walaupun kita belum cerita.

Di lain, sisi pacar bisa dijadikan sebagai tempat kita mencurahkan atau mengekspresikan kasih sayang kita karena kasih sayang kepada sahabat atau keluarga pasti berbeda dengan kasih sayang yang diberikan kepada pacar. Dalam pacaran, kasih sayang tidak hanya berupa ungkapan rasa sayang kita kepada sang pacar, tapi juga ada keinginan untuk memilikinya. Dengan pacar, kita juga bisa merasakan rasa cemburu yang mungkin enggak kita alami dengan sahabat kita.

Beda porsi<>

Bagaimanapun, sahabat dan pacar memiliki tempat yang berbeda di hati kita. Walau sama-sama sangat berarti, kita tetap tidak bisa menyamakan sikap terhadap keduanya karena dua makhluk hidup itu memiliki peran yang berbeda. Di satu sisi, sahabat adalah orang yang kita merasa nyaman untuk membicarakan hal-hal yang mungkin konyol bagi orang lain. Di sisi lain, pacar adalah seseorang yang kita inginkan hanya menjadi milik kita.

Dengan mengabaikan bahwa peran dan posisi mereka berbeda, bisa mengakibatkan munculnya masalah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pembagiannya antara sahabat dan pacar.

Pertama, topik pembicaraan dengan keduanya. Kita tidak bisa sesuka hati mendiskusikan hal-hal konyol tentang teman kita kepada pacar. Karena, selain mungkin dia tidak kenal dengan obyek pembicaraan kita, dia juga mungkin tidak suka pembicaraan yang berbau-bau ngerumpi. Begitu pula dengan sahabat; walau cinta kita kepada pacar setinggi gedung pencakar langit, tidak perlulah kita selalu menebarkan pesonanya kepada sahabat kita. Karena, walau menurut kita itu adalah topik yang paling menyegarkan, bagi sahabat kita mungkin itu justru topik yang membosankan.

Kata-kata sandi yang biasa kita gunakan dalam pembicaraan dengan sahabat atau dengan pacar juga jangan sampai tercampur aduk.

Kedua, pembagian waktu bagi keduanya juga adakalanya perlu dipisahkan. Yang terpenting, kita jangan terlalu ngebelain salah satu. Karena, ini bisa membuat salah satu pihak merasa diduakan dan ini malah bisa membuat dua orang yang kita sayang saling tidak menyukai.

Ketiga, perhatian kita kepada keduanya pun jangan sampai berat sebelah. Masak sih hanya kalau pacar sakit saja, kita jenguk. Sebaiknya kan kita juga menjenguk bila sahabat sedang terkapar sakit. Atau jangan ultah sahabat saja yang membuat kita jadi event organizer dadakan; tapi manis juga lho kalau membuat kejutan di ultah sang doi.

Keempat, free your body and mind. Mungkin itu adalah ekspresi yang bisa mewakili sikap kita ketika sedang asyik dengan sahabat. Tapi, ketika sedang berduaan dengan pacar, kebebasan berekspresi semacam itu seolah bukan milik kita. Nah, sekali waktu coba deh kita belajar lebih membuka diri kepada pacar dengan gaya yang kita terapkan kepada sahabat.

Meminimalisasi cemburu<>

Ada baiknya kita memperkenalkan dan mempertemukan pacar dengan sahabat. Tidak perlu sampai terlalu akrab sih. Yang penting kalau kita cerita tentang sahabat kita kepada pacar, dia akan tahu siapa yang kita maksud, tanpa harus menerangkan ulang secara panjang lebar tentang sahabat kita. Begitu juga sebaliknya.

Selain itu, upaya ini juga dapat mengurangi rasa iri dan curiga sang pacar kepada sahabat kita, terlebih bila kita lebih dulu bersahabat sebelum pacaran. Keirian dan kecurigaan ini bisa muncul dari perasaannya bahwa kita lebih mengetahui seluk-beluk seputar sahabat kita dibandingkan dengan mengenalnya.

Fatal akibatnya bila kita tidak peka dengan kedua macam perasaan pacar kita itu. Karena, perasaan itu bisa meluas dan memunculkan perasaan baru, yaitu cemburu.

Kepentingan keduanya pun harus kita seimbangkan. Jangan sampai salah satu dari mereka sampai merasa dialah yang paling berhak memiliki kita. Kita bisa membagi waktu untuk keduanya. Kapan “jam tayang” untuk gosip terbaru yang akan kita siarkan bersama sahabat, dan kapan kita akan menghabiskan malam romantis bersama si dia.

Cara lain untuk menjembatani kedua belah pihak dengan kepentingan berbeda itu bisa saja dengan melakukan kegiatan bersama, antara kita, sahabat, dan pacar. Kegiatan bersama ini bisa ditujukan selain untuk mempertemukan mereka berdua, juga untuk mengajak mereka memahami posisi dan peran masing-masing. Tidak perlu terlalu sering sih karena kita juga kan harus memiliki privasi di luar mereka.

Yang terpenting, dengan kegiatan bersama itu, diharapkan mereka tidak akan menuntut terlalu banyak, melebihi kapasitas mereka di samping kita.

Wita Purbaningsih dan Chatarina Wahyurini PKBI DKI Jakarta dan Pusat

kompas.com

Tips Cara izin kencan pada Orang Tua

Kalau anda sudah punya pacar pasti sering berkunjung ke rumah cewek or cowok kamu. Apalagi namanya malam mingguan, pasti dateng dong.. Ini tips mungkin untuk kamu-kamu yang bingung cara pamitan untuk minta kencan pada orang tuanya. Semoga berhasil ya!

1. Sebelum Dating
- Diusahain ramah neh kpd ama ortu di pihak cowo/cewe. Say Hello utk menyapa dan menanyakan keadaan mereka.
- Punctual time. Iyee tepat waktu yee kalo menjemput doi. Karena mereka akan melihat tanggung jawab kita. Kalo menepati janji maka makin mudah ortu kasih ijin, iya kan?
- Bilang 3 hari/seminggu jauh sebelumnya untuk memberikan penjelasan kepada orang tua waktu lagi kumpul ama ortu. Jelasin keadaan teman/lingkungan tempat nanti ntar dan katakan keamanan terjamin…

2. Hari H Dating
- Pamit baik2 … pamit dari kedua belah pihak ortu di cewe maupun cowo. Biar ortu tenang.
- Kasih tahu acara… jangan ngatain males bakalan nerangin secara detail acara yg didatenginDi mana, dengan siapa, sampai jam berapa, mau apa aja ntar disana..Biar ortu ga was-was..
- Tolong jaga komunikasi… pastikan HP dg. baterai full..Biar bisa dilacak dan melacak.

3. Setelah Dating
- Minta maaf bila melanggar dari waktu yang ditentukan..Segala missed call dari ortu segera kita cek dan call ortu lagi…
- Cerita acara… kalo lebih terbuka lebih baik kita menceritakan acara tersebut yang membuat kita senang apa aja.. Dan ortu bakalan tahu medan gaul kita..
- Ngucapin terima kasih… jangan pernah sungkan/malu2 untuk mengucapkan terima kasih karena ortu ngasih kesempatan kepercayaan kpd kita… jadinya kita pun terbuka, ortupun juga terbuka… jadi hubungan kita antara ortu tambah erat dan langgeng komunikasi …

[sumber: milis]

Pacaran Nge backstreet

Hmm… backstreet itu nama grup penyanyi hahahaha just kidding….
Mmm… backstreet itu jalan belakang… kenapa lewat jalan belakang? tentunya karena tidak ingin lewat jalan utama dimana semua orang pasti tahu jalan utama itu… berarti lewat jalan belakang karena tidak ingin diketahui orang-orang.
Karena ini konteksnya adalah pacaran… maka arti backstreet itu adalah pacaran dimana tidak ada orang lain yang tahu kalau pasangan tertentu sedang menjalin hubungan. Byasanya karena ga kepengen diketahui ortu atau orang lain dengan alasan-alasan tertentu.

Beratnya Ngejaga Hubungan Rahasia
Susahnya kalau cinta harus memilih. Misalnya jika itu berkaitan dengan keputusan orangtua untuk nggak ngebolehin pacaran. Daripada orangtua marah atau biar cinta bisa kesampean, jadi dipilihlah jalan belakang alias backstreet.

Karena caranya nggak terang-terangan, tentunya pacaran backstreet ini emang nggak bisa seleluasa kayak pacaran resmi. Habisnya, status pacaran itu harus disembunyiin dari orang-orang tertentu.

Ini dia jadinya… kalau pacaran disembunyiin dari orangtua, Youngsters pun harus sembunyi-sembunyi untuk meluangkan waktu buat pacaran. Atau mentok-mentoknya, pacaran pun cuman bisa dilakukan di waktu sekolah atau sepulang sekolah. Itupun kalau pacarannya juga sama anak yang satu sekolahan.

Beda lagi versinya kalau pacaran backstreet dari teman. Dengan beberapa alasan tertentu, hubungan pacaran itu pun harus dirahasiakan biar nggak ketahuan, misal sama teman se gank.

Nah, yang kayak beginian ini agak repot juga. Gimana nggak repot, soalnyakan kalau ada apa-apa kita biasanya ngadu ke teman. Tapi gara-gara kitanya pacaran backstreet, boro-boro ngadu kalau ada masalah, kita dan sang pacar pun harus terus menerus cari siasat biar nggak ketahuan. Ougch pusingnya…!!! (ika)

Dari Ortu sampai Pacar Resmi
Awalnya sih, backstreet itu emang dilakuin sama mereka yang pengen nyembunyiin hubungan asmaranya dari orangtua. Ya habis gimana lagi, karena si pacar nggak disukain sama orangtua, atau bahkan orangtua sendiri yang ngebolehin anaknya buat pacaran dulu, jadi deh jalan backstreet yang dipilih.

Backstreet dari orangtua juga kadang dipilih karena ada kriteria dari pacar Youngsters yang emang nggak disetujuin oleh orangtua. Mulai dari tingkah sang pacar, sampai masalah identitasnya. Misalnya nih, karena beda ekonomi atau agama. Fuih!

Eit, nggak hanya orangtua aja lho. Saudara pun bisa jadi alasan buat seseorang memilih backstreet. Misal perkaranya karena saudaranya ini musuhan sama si pacar. Jadi pacarannya ngumpet-ngumpetan deh.

Tapi ternyata lama kelamaan, backstreet pun dipilih sama mereka yang pengen ngerahasiain hubungan dari orang lain lho. Misalnya nih buat mereka yang selingkuh, backstreet pun dilakuin biar pacar nggak tahu tentang hubungan itu. Hii, udah jadi yang kedua, pacarannya pun harus sembunyi-sembunyi lagi. Emang enak?!

Atau ada juga lho yang milih nyembunyiin status pacarannya dari orang-orang di sekitarnya. Hehe, kalau yang satu ini banyak alasannya. Ada yang karena gengsi, malu, atau karena nggak pede sama pacarnya sendiri.

Misalnya backstreet ala Cinta dan Rangga yang ada di film AADC. Cinta sengaja ngelakuinnya karena takut ketahuan sama teman-temannya yang emang juga ngebenci Rangga. Cinta sendiri pernah ngaku terang-terangan gengsi sih kalau bisa jatuh cinta sama Rangga.

Alhasil pas jadian betulan, gengsi pun yang lebih dipertahankan. Udah gitu, rasanya takut banget deh kalau-kalau nantinya pas teman-teman tahu, eh, Cinta-nya bisa dijauhin sama teman-temannya. Nah lho, Youngsters ada juga nggak yang ngalamin kayak begituan? (ika)
Kompromi vs Backstreet

Ngerasa kepikir capek pas ngelakuin backstreet? Yah, meskipun ada di antara mereka yang justru ngerasa tertantang dengan pacaran gaya backstreet, tapi nggak sedikit juga yang ngerasa tersiksa. Soalnya, mereka terpaksa sih buat ngelakuin backstreet. Sebetulnya, ada beberapa cara lho yang bisa dilakuin biar acara backstreet berakhir.

-Backstreet dari orangtua
Waduh, urusan yang satu ini emang agak repot juga. Habisnya, lawan dari acara backstreet Youngsters adalah orangtua Youngsters sendiri. Kalaupun ketahuan, biasanya ada konsekuensinya. Minimal, dimarahin habis-habisan deh.

Seandainya jika alasan Youngsters untuk nggak pacaran itu karena orangtua yang nggak ngebolehin pacaran, ya coba deh bicarakan baik-baik. Buktiin dan pegang janji, kalau Youngsters akan tetap menjadi anak baik serta nggak berubah prestasi di sekolahnya.

Tapi kalau alasan orangtua itu udah menyangkut masalah perbedaan status atau identitas antara sang pacar dengan Youngsters sendiri, waduh kalau sudah begitu bisa jadi butuh sikap ngalah dari Youngsters sendiri.

-Backstreet dari teman
Ada beberapa alasan kenapa seseorang backstreet dari teman atau ganknya. Bisa jadi karena si teman yang nggak suka dengan tipe orang yang jadi pacar kita, atau karena kitanya sendiri yang gengsi.

Kalau alasannya karena teman-teman Youngsters yang nggak suka dengan tipe sang pacar, ya tentunya Youngsters harus pintar-pintar untuk ngeyakinin teman-teman dong. Biasanya sih, teman-teman nggak akan marah kalau emang persahabatan antar mereka termasuk dengan Youngsters tidak akan rusak. Termasuk, Youngsters pun harus berjanji kalau persahabatan dengan teman-teman pun nggak akan rusak gara-gara sang pacar.

Tapi kalau alasannya karena gengsi Youngsters, ya itu kembali ke diri Youngsters sendiri. Apa susahnya sih untuk ngaku jujur kalau emang pendirian Youngsters udah nggak lagi sama?! Dalam artian, ya emang yang sekarang inilah kenyataannya.

-Backstreet dari pacar
Whoa, kalau yang ini sih penyelesaiannya cuman satu, mau pilih yang mana? Habisnya, jelas-jelas udah punya pacar yang sah kok malah ngebackstreet buat ngedeketin cowok atau cewek yang lain?! (ika)

Ikapunyaberita.wordpress.com

Sungguh Puaskah Istri Anda ?