Jadilah Lelaki Perkasa, Seperkasa Kuda Putih
Showing posts with label cinta segitiga. Show all posts
Showing posts with label cinta segitiga. Show all posts

Tuesday, January 20, 2009

cinta Segitiga

Apa pula cinta segitiga ini? Apakah bentuknya segitiga? Cinta yang sejati akan tersayat dan koyak bila muncul orang ke tiga. Sering kali orang ke tiga ini muncul tanpa dapat dideteksi. Kita tidak tahu siapa menerima orang yang ke tiga itu. Mungkin dia adalah teman SMAnya? Mungkin juga tetangganya? Atau mungkin mantan pacarnya? Mungkin juga orang tua kita, nah kalau dia adalah orang tua kita, kategorinya hanya sebatas orang ke tiga, nggak ada embel-embel cintanya.


Orang yang berpacaran memang sering menghadapi berbagai godaan dan tantangan, baik dari luar maupun dalam. Kadang kita tidak menduga tantangan dan godaan itu berbentuk apa. Bisa juga dari pihak orang tua yang tidak menyetujui terjadi hubungan ini. Tidak diketahui
sebab musababnya, namun kebanyakan karena masalah ekonomi. Perbedaan tingkat ekonomi yang cukup menyolok juga membuat orang tua menjadi penghalang. Terutama tuntutannya ditujukan kepada pihak cowok. Yang cowok itu harus lebih kaya, atau paling sedikit pendidikannya lebih tinggi.

Beberapa waktu yang lalu ada seorang cowok berkata pada saya, dalam hal berpacaran selalu terjadi ketidakadilan, lalu saya bertanya mengapa anda berkata demikian? Lalu ia berkata, yang cewek selalu memilih cowok yang “siap pakai” istilahnya disebut demikian. Maksudnya si cowok harus punya gelar, sudah bekerja, kaya, punya mobil pribadi, bila perlu punya rumah
pribadi dan sebagainya. Lalu saya katakan bukankah, seorang cowok juga boleh menuntut demikian? Pembicaraan ini berhenti, karena pulsa telepon habis dan tidak dilanjutkan lagi. Kemudian dari email yang saya terima saya baru mengerti rupanya yang dimaksud dengan “siap pakai” ini rupanya tuntutan dari kebanyakan orang tua terhadap para cowok putrinya.
Kadang masalah cinta itu diabaikan, jadi orang tua kadang menjadi orang ke tiga yang menghalang-halangi cinta sang anak.

Sekarang kalau cinta segitiga lain lagi, muncul orang lain yang juga mencintai sang cewek atau cowok itu. Saya heran, ada orang merasa bangga kalau banyak orang cinta padanya, itu sebabnya walaupun ia sudah memiliki pacar, masih saja memberikan peluang dan pengharapan
bagi orang lain. Kadang yang terjadi pengharapan itu begitu kelewatan, jadi seakan-akan orang tersebut memiliki dua pacar tau lebih. Pacarnya yang pertama tidak rela dilepaskan, namun ia juga tidak rela menolak pacar yang kedua, nah akhirnya muncul cinta segitiga. Sangat menyakitkan sekali, kalau ternyata masalah ini terbongkar, sang korban akan menyebutnya
pengkhianat cinta.

Ketiga saya bertanya pada seorang cewek, bagaimana hubungan dia dengan kekasihnya? Dengan lemah gemulai ia menjawab, jangan disebut-sebutkan lagi! Lalu saya
bertanya kenapa demikian? Bukankah kalian sudah lama berpacaran, bahkan saya pernah dengar kalian sudah bertunangan? Lalu ia pun mulai bercerita panjang lebar, “setahun yang lalu pacarku mendapat tugas baru di Jakarta, perusahaan mengangkatnya menjadi Kepala
Cabang di sana. Dengan berat hati kamipun berpisah, saya di Surabaya dan dia di Jakarta. Namun karena kesibukan masing-masing, kami jarang komunikasi, paling seminggu sekali setiap malam minggu via telepon, hari-hari biasa kadang via sms. Pada mulanya komunikasi ini masih lancar, namun sesudah tiga bulan saya merasa ada sesuatu perubahan, sering tidak
menjawab telepon dan membalas sms saya. Itu sebabnya diam-diam saya ambil cuti seminggu dan menyusul ke Jakarta. Sengaja saya tidak memberitahukannya bahwa saya akan ke Jakarta, saya berpikir akan membuat surprise di hari ulang tahunnya. Saya berangkat naik
pesawat pagi, kemudian dengan Taxi Airport Soekarno - Hatta saya langsung menuju ke kantornya yang kebetulan memang tidak begitu jauh dengan dengan Airport.

Herannya sudah jam 10. pagi, dia belum masuk kantor, saya pikir mobilnya mogok, macet atau sakit. Saya sengaja tidak memperkenalkan diri saya kepada sekretarisnya, sehingga ia benar-benar tidak tahu saya datang. Hampir satu jam lebih saya menunggu, namun apa
lacur, tiba-tiba saya melihat dari lantai dua tepatnya di halaman parkir, kekasihku keluar dari mobil namun tidak sendiri, ia mengandeng seorang wanita berambut panjang yang akhirnya saya kenal dia adalah salah seorang sekretaris di bidang pemasaran. Saya sangat terpukul sekali waktu itu, namun saya tetap menahan diri dari emosi seakan -akan tidak pernah melihat
kejadian itu. Maksud hati hendak membuat surprise buatnya, malah saya yang menerima surprise yang menyakitkan itu.

Hari itu dia benar-benar kaget dengan kehadiran saya di kantornya. Setelah berbicara sebentar, saya minta sopirnya mengantar saya ke rumah Tante saya di daerah Pluit. Malam hari itu kami bertengkar hebat, saya tidak menerima kejadian ini. Sementara dia selalu membela diri, alasannya ada tugas kantor yang harus diselesaikan di kantor pemerintah, yang memerlukan
mereka berdua hadir. Namun dipikirnya saya tidak melihat mereka turun dari mobil lalu bergandengan tangan.

Keesokan pagi tanpa memberitahukan padanya saya langsung menuju ke Airport dan kembali ke Surabaya. Berkali-kali dia telepon saya untuk minta maaf atas kejadian itu, sementara itu saya sulit sekali menerimanya. Bagaimana mungkin, sebab mereka satu kantor, sedangkan saya antara Surabaya dan Jakarta.
Setelah berkali-kali dia mohon maaf, akhirnya saya coba menerima dia kembali. Namun hal itu tidak berlangsung lama, sebab baru saja seminggu teman saya di Jakarta melihat dia bersama wanita itu lagi di Taman Anggrek.

Saya coba menghubungi Cellulernya, namun ia tidak mengangkatnya. Kemudian saya coba call dia dengan Celluler temanku, akhirnya ada yang mengangkatnya, dan yang berbicara seorang wanita. Pada saat itu juga saya hampir pingsan, namun puji Tuhan hal itu tidak terjadi. Saya berusaha tenang setenangnya. Saya coba tidak marah, dan menahan air mata. Namun saya tidak sanggup, air mataku tetap saja meleleh. Tiga malam saya tidak bisa tidur memikirkan kejadian ini, akhirnya saya masih ingat waktu itu Senin pagi, kebetulan saya minta ijin sakit tidak masuk kerja.
Saya kumpulkan semua surat, hadiah dan termasuk cincin yang di tangan saya ini. Kemudian saya bungkus baik-baik, dan melalui Titipan Kilat, saya kirim ke Jakarta. Mulai detik itu saya tidak mau menerima telepon dan beritanya sama sekali. Hingga hari ini sudah berlangsung delapan bulan, saya tidak tahu lagi dia di mana dan saya tidak mau tahu lagi.

“Cinta segitiga, cinta yang sanggup menghancurkan manusia. Memang betul pacaran itu asyik, namun apabila kita melanggar aturan mainnya, maka akan terjadi banyak korban. Korban cinta dapat berakibat buruk, ada yang hampir menjadi gila, bahkan ada yang tanpa sengaja membunuh saingannya dan ada pula yang bunuh diri. Hai kawan, kalau saat ini anda sedang
berpacaran, sadarlah, teguhkanlah, berjaga-jagalah; jangan sampai terpengaruh sifat buruk ini. Jangan coba memberi angin segar dan harapan pada orang lain, kalau anda sudah punya pacar supaya tidak mengundang cobaan dan masalah. Selamat berpacaran, pacaran itu
Asyik , tetapi anda dilarang keras terus-menerus asyik pacaran, ntar tugas-tugas lain terbelengkalai.



Pria & Cinta Segitiga

MENGAPA pria sering terlihat bergonta-ganti pasangan sebelum mereka memutuskan untuk menjalin komitmen serius menuju pernikahan? Hal ini wajar terjadi, karena merupakan bagian dari tahap perkembangan manusia.


Menurut Psikolog Bondan Seno Prasetyadi, berdasarkan teori Papalia & Olds, tahap perkembangan manusia terdiri dari beberapa tingkatan. Di mulai dari tahap prenatal, bayi, anak-anak awal, anak-anak akhir, pubertas, remaja, dewasa awal, dewasa madya sampai usia lanjut.

Menurutnya, masa pubertas dan dewasa awal merupakan masa di mana mereka membentuk identitas diri dan mulai bersosialisasi. Dengan demikian, di masa inilah mereka bebas memilih teman baik yang sejenis maupun lawan jenis. Sementara itu, masa pubertas merupakan masa di mana seseorang mulai mendapatkan perkembangan seksual yang matang. Masa pubertas pada pria mulai ditandai dengan mimpi basah, sementara pada wanita dengan menstruasi.

“Pembentukan pada masa remaja akan memberi dampak kematangan dan kepribadian yang akan dilanjutkan pada tahap dewasa awal. Adapun tugas perkembangan di tahap dewasa awal adalah mencari pasangan, menentukan pilihan untuk pendidikan dan karier,” papar Bondan saat dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Senin (18/2/2008).

Bila seorang pria berada dalam posisi cinta segitiga, terdapat banyak faktor yang menjadi penyebabnya, yaitu berasal dari faktor internal dan eksternal. Adapun faktor internal merupakan kematangan seseorang berdasar pola asuh dan perjalanan diri pribadi.

“Di dalam hidup manusia itu memiliki standar atau kriteria yang muncul dari masa lalunya. Karena itu, seorang pria biasanya mencari pasangan yang kurang lebih mirip dengan ibunya,” ungkap almamater Universitas Guna Dharma ini. Sementara itu, tingkat pendidikan, aktivitas di organisasi atau karier yang ditempuh menjadi bagian dari faktor eksternal.

Masih menurut pria bersahaja ini, faktor utama yang menyebabkan seseorang menjalin hubungan cinta segitiga itu adalah karena kebutuhan dan keinginan. Nah, biasanya faktor utama yang menyebabkan seseorang berada dalam posisi cinta segitiga itu adalah lebih besarnya keinginan daripada kebutuhan.

Pada akhirnya, terbentuklah perilaku seksual yang dapat dipicu oleh karier seseorang, tingkat pendidikan, faktor seks, dan keluarga.

“Di Indonesia tidak menganut nuclear family (keluarga inti), namun umumnya kita menganut pada extended family (keluarga besar). Sehingga biasanya seringkali keluarga turut campur dalam hal pemilihan pasangan hidup,” papar staf pengajar di Fakultas Hukum di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta itu.

Menurut konsultan untuk SDM di beberapa perusahaan itu, perilaku membagi perasaan dengan pasangan lain bila ditilik dari ilmu psikologi sah-sah saja dilakukan. Hal ini dikarenakan akan memberi dampak tingkat sosialisasi yang bagus dan terealisasinya pemenuhan kasih sayang seseorang.

Tetapi, lanjutnya, dalam hal perilaku itu tidak baik. Karena seseorang yang berada dalam posisi cinta segitiga itu tidak komitmen dengan ikatan percintaan dengan pasangannya. Sehingga memicu perilaku berbohong yang terus menerus dilakukan menjadi sebuah split personality (kepribadian ganda).

segitiga cinta bukan cinta segitiga

Ada banyak alasan orang untuk menikah. Ada yang bilang bahwa pasangannya enak diajak bicara.


Ada yang bilang pasangannya sangat perhatian. Ada yang bilang merasa aman dekat dengan pasangannya.

Ada yang bilang pasangannya macho atau sexy.

Ada yang bilang pasangannya pandai melucu.

Ada yang bilang pasangannya pandai memasak.

Ada yang bilang pasangannya pandai menyenangkan orang tua.
Pendek kata kebanyakan orang bilang dia COCOK dengan pasangannya.

Ada banyak alasan pula untuk bercerai.

Ada yang bilang pasangannya judes, bila diajak bicara cenderung emosional.

Ada yang bilang pasangannya sangat memperhatikan pekerjaannya saja, lupa kepada orang-orang di rumah yang setia menunggu.

Ada yang bilang pasangannya sangat pendiam, tidak dapat bertindak cepat dalam situasi darurat, sehingga merasa kurang terlindungi.

Ada yang bilang pasangannya kurang menggairahkan.

Ada yang bilang pasangannya gak nyambung kalau bicara.

Ada yang bilang masakan pasangannya terlalu asin atau terlalu manis.

Ada yang bilang pasangannya tidak dapat mengambil hati mertuanya.

Pendek kata kebanyakan orang bilang bahwa dia TIDAK COCOK LAGI dengan pasangannya.
Kebanyakan orang sebetulnya menikah dalam ketidakcocokan. Bukan dalam
kecocokan.
kecocokan-kecocokan diatas sebagai sebuah ilusi pernikahan. Dua orang yang pada waktu pacaran merasa cocok tidak akan serta merta berubah menjadi tidak cocok setelah mereka menikah.

Ada hal-hal yang hilang setelah mereka menikah, yang sebelumnya mereka
pertahankan benar-benar selama pacaran. Sebagai contoh, pada waktu pacaran
dua sejoli akan saling memperhatikan, saling mendahulukan satu dengan yang
lain, saling menghargai, saling mencintai. Lalu apa yang dapat menjadi
pengikat yang mampu terus mempertahankan sebuah pernikahan, bila
kecocokan-kecocokan itu tidak ada lagi?

Jawabannya adalah KOMITMEN.

Seorang kawan saya di Surabaya membuat sebuah penelitian, perilaku
selingkuh kaum adam pada waktu mereka dinas luar kota anak / isterinya.

Apa yang membuat pria-pria tersebut selingkuh tidak perlu dijabarkan lagi.
Tetapi apa yang membuat pria-pria tersebut bertahan untuk tidak selingkuh? Jawaban dari penelitian tersebut sama dengan diatas yaitu :
KOMITMEN.

Hanya komitmen yang kuat mampu menahan gelombang godaan dunia modern pada waktu seorang pria berada jauh dari keluarganya. Begitu pula sebaliknya, pada kasus wanita yang berselingkuh.
Komitmen adalah sebagian dari cinta dalam definisi seorang psikolog kenamaan bernama Sternberg.

Dia menyebutnya sebagai “triangular love” atau segitiga cinta dimana
ketiga sudutnya berisi :

Intimacy (keintiman), Passion (gairah) dan Commitment (komitmen).

Sebuah cinta yang lengkap dalam sebuah rumah tangga selayaknya memiliki ketiga hal diatas.

Intimacy atau keintiman adalah perasaan dekat, enak, nyaman, ada ikatan satu dengan yang lainnya.

Passion atau gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual dan berbagai macam perasaan hangat antar pasangan.

Commitment atau komitmen adalah sebuah keputusan final bahwa seseorang akan mencintai pasangannya dan akan terus memelihara cinta tersebut “until death do us apart”.

Itulah segitiga cinta karya Sternberg yang cukup masuk akal untuk dipelihara dalam kehidupan rumah tangga.
Bila sebuah relasi kehilangan salah satu atau lebih dari 3 unsur diatas, maka relasi itu tidak dapat dikatakan sebagai cinta yang lengkap dalam konteks hubungan suami dan isteri, melainkan akan menjadi bentuk-bentuk cinta yang berbeda.

Sebagai contoh :

Bila sebuah relasi hanya berisi intimacy dan commitment saja, maka relasi seperti ini biasa disebut sebagai persahabatan.

Bila sebuah relasi hanya bersisi passion dan intimacy saja tanpa commitment, maka ia biasa disebut sebagai kumpul kebo.

Bila sebuah relasi hanya mengandung passion saja tanpa intimacy dan commitment, maka ia biasa disebut sebagai infatuation (tergila-gila)
.
…. Nah, bagaimana bentuk cinta anda… ???

SUMBER : milis blogdetik.com

Cinta Segitiga, Mundur Salah Maju Salah

Triangle love atau kata orang Indonesia namanya cinta segitiga yang terkadang membuat pusing kepala insane manusia yang sedang dilanda jatuh cinta. Berikut beberapa kasus bagi Anda yang mungkin sedang mengalami cinta antara tiga orang, termasuk Anda.


Anda menyukai dia, namun si dia justru mencintai teman Anda.
Jika Anda menghadapi kasus seperti di atas, biarkanlah semua mengalir seiring dengan waktu. Namun, jika teman Anda tidak menyukainya, belum tentu seseorang, baik cewek ataupun cowok bisa jatuh ke pelukan Anda. Pilihan terbaik, jadikan dia sahabat Anda. Jangan membuka perasaan Anda lebih dulu walaupun Anda sangat menginginkannya. Biarkan Anda dan dia saling mengenal diri satu sama lain. Dengan berjalannya waktu, jika Anda dan dia merasa cocok, ini berarti mulai timbul benih-benih cinta. Atau justru karena Anda sudah mengenalnya, malah Anda bisa menjadi ‘mundur’ teratur. Namun, dengan berteman terlebih dahulu, maka Anda dapat mendekati si dia yang Anda cintai, dan juga sekaligus dapat menghapus rasa cinta itu, ketika Anda salah melabuhkan benih cinta Anda.

Teman Anda menyukai seseorang, namun seseorang tersebut menyukai Anda.
Jika Anda lebih sayang dengan teman Anda, mungkin Anda tetap teguh untuk tidak jadian dengan seseorang yang dicintai teman Anda. Namun, seseorang tersebut ternyata sangat mencintai Anda, dan apabila sebaliknya juga begitu, maka…apa boleh buat. Anda dapat bersaing sehat jika memang diperlukan, asal Anda tidak bersikap seolah-olah menjadi pemenangnya. Jika teman Anda adalah teman curhat yang pengertian, maka mungkin Anda bisa memberi sedikit penjelasan bahwa Anda juga menyukai orang yang sama. Biarkanlah seseorang yang Anda dan teman Anda cintai, yang akan menjelaskannya mengapa ia bisa jatuh cinta kepada Anda. Setidaknya, Anda juga harus menjaga perasaan teman Anda tersebut dengan tidak mengumbar kemesraan yang berlebihan di hadapannya.

Dia menyukai Anda, namun Anda justru mencintai temannya.
Untuk menghadapi kasus ini sebaiknya lakukan dengan pelan-pelan dan hati-hati. Tempatkan posisi Anda jika berada di posisi si dia. Rasanya akan sangat sakit ketika mengetahui bahwa orang yang Anda suka ternyata mencintai sahabat Anda. Jika si dia mulai mengajukan ‘tembakan’, katakanlah Anda sangat tersanjung. Anda sangat menghargai persahabatan dengannya, namun tidak bisa menerima hubungan lebih dari itu, karena Anda juga sudah mencintai orang lain. Jika si dia bertanya, Anda tidak perlu menjawabnya. Klise memang, namun si dia pasti akan maklum, padahal Anda sebenarnya juga tidak bisa pedekate dengan temannya, yang Anda cintai. Salah satu caranya, maka Anda dapat menghubungi gebetan Anda, tanpa harus bertemu secara langsung terlebih dulu.

sumber: beritanet.com

Sungguh Puaskah Istri Anda ?