Jadilah Lelaki Perkasa, Seperkasa Kuda Putih
Showing posts with label Pelacur. Show all posts
Showing posts with label Pelacur. Show all posts

Saturday, October 12, 2013

Gita Mahasiswi Plus

Gita memantapkan hati dan niatnya sebelum ia memasuki sebuah rumah mewah di depannya, namun ia berharap tak ada yang melihatnya memasuki tempat itu.Sesampainya di dalam keraguan kembali muncul dihatinya,”haruskah aku melakukan semua ini…?”namun ia teringat akan segala kebutuhannya, ia tak punya uang lagi untuk memenuhinya.Ayahnya ditangkap polisi dengan tuduhan korupsi , seluruh harta orang tuanya disita, ibunya meninggal karena stress.Kini ia menjadi mantap, ia harus melakukan ini atau ia tak akan punya uang sepeser pun bahkan untuk membeli makanan”cari siapa ya…?” seorang wanita setengah baya menyambutnya di depan pintu.”anu..maaf…saya…mau cari pekerjaan…” kata gita.”pekerjaan..?” wanita itu kelihatan heran dan sedikit curiga , ” disini….?”gita sedikit bingung harus bicara apa.”iya..pekerjaan…sebagai..emmm.sebagai…..” gita berusaha mencari kata kata yg tepat”kamu tahu ini tempat apa….?” kata wanita itu bernada menyelidik” ya..saya tahu….” gita mengangguk”pernah melakukan ini sebelumnya..?” tanya wanita itu gita menggelengkan kepala”hmmm..kamu masih kuliah…..?”iya…..tapi saya….” ”butuh uang…..standar lah disini…” kata wanita itu memotong”nama kamu siapa…?” tanya wanita itu sambil melambai memanggil seseorang”gita…tante…..”seorang wanita muda berpakaian sangat sexy datang mendekat”nah..gita…..kamu tahu kan apa kerjaan di panti pijat..? setiap dapat klien kamu dibayar seratus ribu, kalo mereka mau dipijat bugil ada tambahan biaya…..”panjang lebar wanita itu menjelaskan tentang upah gita selama ia bekerja ditempat itu.

Setelah gita menyetujuinya ia menyuruh wanita muda tadi untuk membawa gita,”susan, coba kamu bawa gita berkeliling “sambil berkeliling memperlihatkan fasilitas panti pijat itu, susan juga mengingatkan jika terkadang ada klien yg permintaannya aneh aneh, bahkan sampai bondage.Mendengar cerita susan, gita kembali ragu, namun ia sudah terlanjur masuk ia bertekad akan menjalani semua ini.Gita sebenarnya gadis yg cukup cantik , meski nasibnya tak seindah wajahnya, wajahnya yg “innocence” membuat gemas banyak pria, rambut sebahu , buah dada 32B, dan pantatnya yg bulat sempurna, dengan penampilan seperti itu, bahkan gita lebih terlihat sebagai pelajar sma dibandingkan mahasiswi.

Gita kemudian dibawa ke sebuah ruangan dimana telah menunggu seorang pria usia 30 tahunan.”dia pemilik panti pijat ini….namanya oom bob” kata susan.Susan kemudian berbicara sejenak dengan bob , lalu meninggalkan gita berduaan disana.”halo…saya bob….panggil saja oom bob….” kata bob sambil mengulurkan tangannya”gita, oom…” jawab gita menyambut uluran tangan bob.Bob tidak segera melepaskan genggaman tangannya, ia menatap gita bagai sedang menaksir sebuah karya seni.”ok kalau begitu…” katanya kemudian sambil melepaskan jabatan tangannya.Bob kemudian melepaskan satu persatu pakaiannya, sehingga ia telanjang bulat.

Penisnya kelihattan cukup besar, setidaknya membuat gita agak tercekat.”nah gita..coba urut punya oom……”kata bob.gita perlahan mendekat dan berlutut d antara kaki oom bob, kedua tangannya menggenggam penis bob, dan dengan gerakan yang teratur ia mulai memijit penis bob, naik turun.Bob terlihat tersenyum dan puas dengan pijitan gita,”coba pake mulut …..” perintahnya gita dengan patuh memasukkan penis itu ke dalam mulutnya, dan menyusuri penis tersebut maju mundur dengan bibirnya, suara geraman dan kocokan berirama mengiri semua nya.”uughh…you are….uughhh….” bob menggeram sambil meremas rambut gita sampai acak acakan.Gita terus melakukan oral dengan santai, ia sering melakukannya dengan mantan pacarnya dulu.sampai beberapa lama akhirnya , penis oom bob menyemburkan cairannya, oom bob menahan kepala gita agar seluruh spermanya tertelan oleh gadis itu.”hahahah..bagus..bagus…kamu berbakat juga ternyata…….hahahaha…kamu diterima……”kata oom bob senang.Gita masih berlutut dilantai dan tertunduk malu, kini sudah tak mungkin lagi untuk kembali.

Sabtu malam adalah malam pertama gita menjalani pekerjaanya sebagai massage girl. “anak anak….pak burhan sudah datang….” kata tante mirna sambil mengantar seseorang yg wajahnya sepertinya gita kenal, pak burhan adalah salah seorang pejabat pemerintah, dan wajahnya sering muncul di televisi menyuarakan gerakan moral , sangat bertolak belakang dengan apa yg dia lakukan sekarang.Sebagai pelanggan tetap tempat itu, mata pak burhan langsung menangkap barang baru di tempat itu.Tak mempedulikan godaan para perempuan lain , ia mendekati gita.”hai…gadis manis….kamu siapa….?” tanya pak burhan….”ehh..gita ..ehh..oom….”jawab gita”baru ya disini…..” tanya pak burhan”ini emang hari pertamanya dia oom…” susan yg menjawab ditimpali dengan anggukan kepala gita. “ooh…..bagus..ayo…..langsung ke dalam…oom udah pegel pegel nih…” kata pak burhan sambil menarik tangan gita masuk ke sebuah kamar.Gita sedikit senang dan gugup menghadapi pelanggan pertamanya.”oom mau mandi dulu..?” tanya gita”ga usah…langsung aja….”kata pak burhan sambil melepaskn seluruh pakaiannya, sementara gita merapikan tempat tidur dan baby oil.”loo..kok bajunya ga dibuka…” kata pak burhan ketika melihat gita berdiri di sisi ranjang masih berpakaian lengkap.

“oom bukain ya…” kata pak burhan sambil membuka satu persatu kancing baju gita, dan melemparkan jatuh blouse gita, sambil melepas bra gita , pak burhan menyempatkan meremas sejenak buah dada gita yg menggiurkan itu, barulah ia kemudian melepas rok dan dalamn gita, sehingga gita pun kini tealnjang bulat.Pak burhan lalu berbarin telungkup di ranjang , dan gita mulai melakukan pemijatan. Saat gita meratakan baby oil di punggung pak burhan dan memijat, pak burhan dengan santai mengajaknya mengobrol banyak hal, sehingga suasananya cukup cair., pak burhan tak henti henti memuji pijatan dan sentuhan gita.Kemudian pak burhan membalikkan badan, penisnya tegak tegang perkasa.”pijat refleksinya dong ….” kata pak burhan sambil tersenyum, gita mengerti maksudnya.Gita mulai memijat mijat penis pak burhan, sementara pak burhan aktif meremas remas buah dada gita,gita memijat, dan mengocok makin kuat saat rangsangan di buah dadanya membuatnya semakin terbang melayang.Gita kemudian menggantikan tangan dengan mulutnya, penis besar pak burhan kini memenuhi mulutnya,dengan mulutnya ia menghisap dan bergerak naik turun menyusuri panjang penis itu.

“uagghhhh..gila….hebat kamu……” kaya pak burhan terlihat puas gita terus mengocok, mengulum , dan menjilat penis itu sehingga membuat pak burhan semakin terbuai oleh kenikmatan.Tak butuh waktu lama sampai penis itu semakin mengang dan mengejang dan akhirnya menyemburkan seluruh isinya, gita membersihkan sisa sisa sperma dengan menjilatinya, membuat pak burhan semakin tertawa puas, ia pun memberi tip yang cukup besar.Malam pertama gita , ia harus melayani 6 orang tamu, namun hasil yg didapatkan cukup lumayan, ia tak akan menyesali keputusannya terjun ke dunia seperti ini.Malam mingu berikutnya, tante mirna menyuruh gita untuk memakai seragam sma, karena ada pelanggan yg menginginkan dipijat oleh gadis sma.Dengan wajah polos gita, tak sulit bagi gita untuk menjelma menjadi gadis sma.

Malam itu gita memakai kemaja putih sma ketat dengan dua kancing atasnya dibuka, dan rok abu abu pendek, dibaliknya ia tak memakai apa apa lagi.pukul 9 malam, pelanggan itu tiba, dan langsung terpana melihat kecantikan dan kemolekan gita yang terbalut seragam sma.Pelanggan yang dimaksud ternyata adalah pak chandra, ia adalah salah seroang konglomerat papan atas indonesia, beberapa hari lalu ia baru lolos dari tuduhan korupsi , maka hari ini ia ingin merayakannya.”halo..saya chandra…..kamu pasti gita..?”"betul oom….”‘yukk….” pak chandra tak sabar membawa gita ke kamar. ”oom…mau mandi dulu……” tanya gita”iya..tapi kamu lihat ya….” kata pak chandra sambil mencolek buah dada gita.Pak chandra pun mandi dengan pintu terbuka agar gita bisa melihatnya, dan ia meminta gita selagi ia mandi, gita harus melakukan rangsangan sendiri.Dan begitulah, sambil pak chandra di kamar mandi, gita mengelus ngelus pahanya sendiri sampai ke pangkal paha, menyibakan rok pendeknya, kemudian tangannya meremas remas buah dadanya sendiri sambil mengerang dan merintih..”aahhhhh…awww,,,aauuhhh……..ahhhhhhhh…. .”ia membuka satu persatu kancing bajunya , memperlihatkan buah dadanya , meremasnya kembali dan memainkan putingnya.”oooooh……..aaaahhhhh…ooouuhhhhh……awwww.. …..”entah karena ia terangsang atau menjiwai , ia tak menyadari pak chandra mendekatinya, ia baru menyadari saat penis pak chandra sudah ada di depan mulutnya, tanpa membuang waktu sedetik pun , penis tersebut telah masuk ke mulut gita.

Gita mulai memaju mundurkan kepalanya, memberikan sensasi kenikmatan pada penis pak chandra.Gita memainkan jurus jilatan dan hisapan mautnya , sampai akhirnya sperma pak chandra menyembur masuk ke mulutnya….’huhuhu..bagus..bagus…” kata pak chandra,pak chandra kemudian menerkam dan menindih tubuh gita, buah dada gadis itu diremas dan disedot sedotnya bagai bayi, membuat gita mengerang dan merintih…”oooooh….oom……pelan….oom…….ahhhhhhhh.. awhhhhh….”pak chandra kemudian menyusuri lekuk lekuk tubuh gita dengan lidahnya, menimbulkan sensasi geli dan birahi pada gita.”ooh….hihii..awahhh..geliii..aww…..oom….ahhh ….oom…….”gita semakin menggelinjang tak karuan saat sapuan lidah pak chandra mencapai klitorisnya, birahinya kini sudah hampir mencapai puncaknya.Puas menjilati dan meng “obok obok” tubuh gita , pak burhan menyuruh gita untuk bersiap dlm posisi doggy style.Setelah bersiap pada posisinya, dengan lembut dan perlahan pak chandra mulai memasukan penisnya,dan mendorongnya perlahan, namun kian lama kian cepat.

Sambil menggenjot gita, tangan pak chandra tidak menganggur, buah dada gita yg menggantung ia remas remas, bebrapa kali pantat gita ia pukul sampai memerah.”aww…oom…….uuhhhh…pe…aahh..lan…….don g…ahhhhh…”setiap sodokan pak chandra membuat gita semakin dekat pada orgasme, ia membenamkan wajahnya di bantal menahan suara rintihan dan erangan kenikmatan dari mulutnya.”uughh…..gita…uughhh..kamu….hebat….ahhh… .” geram pak chandra keduanya menggeram dan mengerang menambah erotis suasana ruangan itu, smpai akhirnya keduanya bersamaan mencapai orgasme….”aaaaaaaahhhhhh….aahhhhhhh…” gita berteriak panjang lengan dan lutut gita melemah membuatnya ambruk di kasur dengan tubuh pak chandra diatasnya, dengan penis masih menancap, malam itu mereka akhiri dengan mandi bersama, di kamar mandi pak chandra masih sempat menyetubuhi gita dengan posisi berdiri, membuat seluruh tenaga gita habis malam itu.Tips dari pak chandra adalah yg paling besar dari semua tips yg ia terima, hal yg layak ia terima mengngat ia harus bekerja sangat keras, untunglah tante mirna mengerti keadaanya dan menyuruh gita beristirahat dan tidak menerima tamu dulu.Pak chandra dan pak burhan menjadi langganan tetap gita disana, mereka berdua tak mau dilayani siapa pun kecuali gita.

Sampai pada akhirnya pak burhan ingin memiliki gita hanya untuk miliknya, ia menebus gita dari tante mirna , dan menjadikan gita sebagai simpanannya sampai sekarang.Hal itu menjadi berkah tersendiri bagi gita, kini ia tak lagi khawatir akan kehabisan uang , rumah dan mobil pun kini ia punya, meski jauh dalam hatinya ia berharap ia bisa hidup normal dan menjalani kehidupan bekeluarga seperti halnya orang lain…..hanya saja…entah kapan……….

Kenikmatan semata

Berikut ini ada kisahku bersama seorang pelacur yang tidak bisa kulupakan selamanya. Sebagai perkenalan, saya adalah seorang pemuda yang mempunyai wajah yang tampan, berkulit putih dan banyak wanita yang mencoba mendekati saya, namun saya belum bisa menerima para wanita itu sebagai teman istimewa, dan saya tidak mau memanfaatkan mereka hanya untuk iseng saja.

Tetapi sebagai lelaki normal tentu saya mempunyai kebutuhan biologis yang tidak bisa saya pungkiri, dan saya tidak mau pada saat menikah nanti saya tidak mempunyai pengalaman apapun di atas tempat tidur. Belum lama ini akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke tempat yangmenyediakan wanita.

Suatu hari di bulan Februari 2001 hujan turun rintik-rintik, dan matahari tidak muncul seharian. Kaki saya melangkah masuk ke salah satu diskotik yang lumayan terkenal di Jakarta. Hari ini adalah untuk kedua kalinya saya melangkahkan kaki saya ke tempat ini.

Begitu masuk, saya langsung naik ke lantai 2 diskotik tersebut. Di sana saya melihat ada beberapa pria sedang duduk di sofa sambil merokok. Mungkin sedang menunggu wanita langganannya. Seorang bartender menyapa saya dengan ramah, “Haloo Boss, mau yang mana nich..” Saya lalu melihat foto-foto yang ada di meja, saya akhirnya minta bantuan bartender itu untuk memilihkan untuk saya, karena foto yang ada begitu banyak. Lalu bartender itu bertanya, “Sukanya yang besar apa yang kecil?” tanyanya ramah. Saya agak bingung juga menjawabnya. Akhirnya saya minta yang sedang-sedang saja. Lalu ia menunjuk satu foto sambil berkata, “Ini orangnya baik sekali, service-nya juga bagus,” dan saya langsung menyetujuinya.

Di belakang meja terdapat 2 orang wanita cantik, salah seorang dari mereka sambil memberikan kunci ke bartender yang akan mengantarkan saya, terus menyanyikan lirik lagu dari Sephia, “…Selamat tidur kekasih gelapkuuu…” secara berulang-ulang. Saya bisa merasakan bahwa lagu itu ditujukan untuk menggodaku. Mungkin ia heran mengapa orang seperti saya harus datang ke tempat itu, sedangkan mungkin banyak wanita yang bersedia tidur denganku tanpa dibayar. Lalu saya diantar ke satu kamar sambil diberikan pengaman, di kamar tersebut belum ada siapa-siapa.

Setelah menunggu 5 menit, terdengar suara ketukan di pintu. Saat saya membuka pintu terlihat seorang wanita muda yang sangat manis berumur sekitar 20 tahun. Lalu saya menyalaminya, dan ia pun menyebutkan namanya Win. Lalu ia duduk di ranjang sedangkan saya di kursi. Saya coba mengajaknya ngobrol. Ia menceritakan bahwa ia berasal dari sebuah tempat di Jawa. Dari pembicaraannya, saya mengetahui bahwa di tempat tersebut ada lebih dari 300 wanita. Dalam hati saya berpikir betapa kerasnya persaingan di sini. Dari cara bicaranya saya tahu bahwa Win bukanlah orang yang berpendidikan. Suaranya sangat lirih bahkan saya kadang-kadang hampir tidak mendengar apa yang diucapkannya. Pandangan matanya sulit untuk dilukiskan, mungkin sudah terlalu banyak cerita pahit terlukis di sana dalam usianya yang masih muda itu. Dari cara bicaranya saya tahu bahwa Win mempunyai hati yang soft and very kind.

Setelah kami ngobrol agak lama, kemudian ia berkata, “Kok bajunya nggak di lepas, malu ya?” katanya dengan tersenyum. “Ah nggak kok,” elak saya, padahal saya memang tidak tahu bagaimana harus memulai, karena ini adalah pengalaman saya yang ketiga bercinta dengan seorang wanita. Saya lalu melepaskan baju saya. Bersamaan dengan saya melepaskan baju, saya lihat Win pun mulai melepaskan pakaiannya satu-persatu hingga tubuhnya tidak ditutupi sehelai benang pun. Sekarang terlihat di hadapan saya tubuh mulus dari seorang wanita yang siap untuk dibelai olehku.

Berbekal adegan-adegan yang saya lihat di Blue Film, dan dari 2 pengalaman terdahulu, saya mulai mencumbunya. Saya memintanya untuk duduk di pangkuanku, sehingga pantatnya menekan kemaluanku yang lumayan besar dengan keras dan saya pun mulai meremas dan menjilati kedua payudaranya yang tidak begitu besar, namun sangat padat dan kenyal. Selama itu Win juga terus menggerak-gerakan pantatnya menggesek kemaluanku. Saya merasakan betapa enaknya saat penisku sesekali bertemu dengan vagina Win yang hangat. Ingin rasanya saya memasukan penisku saat itujuga ke dalam vaginanya, namun bisa kutahan, karena saya tidak mau hasratku menjadi menurun sebelum saya selesai menjelajahi setiap lekuk tubuhnya. Sehingga saya tetap bertahan sambil berkonsentrasi di kedua payudaranya yang benar-benar sempurna bagiku.

Setelah beberapa lama lalu Win berkata, “Pindah ke tempat tidur aja yuk, nanti kamu kecapean..” Saya pun mengiyakannya lalu kami pindah ke tempat tidur. Ia lalu membaringkan tubuhnya yang polos itu di tempat tidur dengan kedua pahanya terentang lebar memperlihatkan alat kewanitaannya yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Lalu saya naik ke atas dan menindih tubuh Win dan bisa saya rasakan betapa halus kulit tubuhnya, begitu merasakan halusnya tubuh Win, penisku menjadi makin tegang dan saya bisa merasakan betapa kerasnya tekanan di sekitar kepalapenisku yang makin membesar seakan ingin meledak. Saya mulai mendekap tubuh Win dengan kuat sambil menggesekan tubuh dan kemaluanku ke tubuhnya. Win juga balas memeluk saya dengan kuat. Kedua pahanya menjepit pahaku dengan kuat sekali. Saat itu pikiranku benar-benar melayang entah kemana, kulit tubuh Win benar-benar halus dan licin, belum pernah saya menyentuh benda sehalus kulitnya.

Sambil terus menindihnya, kedua tangan saya kembali meremas-remas kedua payudaranya dan mulut saya menghisap payudaranya dan lidah saya menjilati kedua putingnya. Kadang-kadang tangan saya berpindah memegang dan meremas pantat Win yang bulat dan padat dengan kuat. Entah berapa lama kami bergulingan dan berpelukan seperti itu, namun saya benar-benar menikmati kulit tubuhnya yang halus. Sesekali saya dengar desahan nafas yang memburu darinya. Lalu dari kedua payudaranya saya mulai turun ke bawah dengan terus menciumi dan menjilati perut dan pahanya sambil mata saya memandangi vaginanya. Terus terang baru pertama kali ini saya melihat vagina wanita dengan begitu dekat dan terbuka, pada pengalaman terdahulu saya tidak sempat melihatnya karena terlalu terburu-buru. Saya tidak akan melewatkannya kali ini.

Saya coba untuk membuka vaginanya dengan kedua jari saya. Terlihat sebuah liang berwarna merah muda. Lalu saya memasukan jari tangan saya ke dalamnya. Ternyata vaginanya masih sangat rapat. Saya bisa merasakan jari tangan saya seperti terjepit di dalamnya. Rasanya hangat dan bergetar lembut, namun saya tidak memainkan jari tangan saya terlalu lama di sana, karena saya khawatir melukai alat kewanitaannya yang begitu lembut.

Kemudian saya mencoba menjilati vaginanya seperti di film BF yang pernah saya tonton. Lidah saya bergerak dengan cepat di vaginanya. Tidak tercium bau amis di vaginanya, malah ada kesan harum. Ternyata aksi saya itu cukup lumayan juga untuk seorang pemula, walaupun hanya berbekal adegan yang saya lihat di film. Begitu lidah saya menyentuh vaginanya, kedua pahanya langsung menjepit keras kepala dan wajah saya. Saya sih merasa keenakan juga karena pahanya terasa lembut sekali.

Kemudian vaginanya ditekan sekeras-kerasnya ke wajah saya sehingga saya agak kelabakan juga. Tubuhnya juga melengkung ke atas, dan kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan dengan nafas yang sangat kencang. Akhirnya ia menarik kepala saya ke atas dan meminta saya memasukan penisku yang sudah tegang sekali ke dalam vaginanya. Lalu saya pun memasukan kemaluanku yang lumayan panjang dan besar ke dalam vaginanya. Sambil memeluk tubuhnya yang halus kuat-kuat dan menekan tubuh saya ke payudaranya yang indah itu, saya mulai menaik-turunkan pantat saya, dan penis saya terjepit dengan kuat sekali di vaginanya. Alat kelamin saya meluncur masuk keluar dari vaginanya. Selama itu terdengar suara yang dihasilkan oleh pertemuan kedua alat kemaluan kami. Saat itu saya tidak melihat bagaimana ekspresi dari Win, sebab saat itu saya sudah terlalu sibuk dengan sensasi yang saya rasakan di seluruh tubuhku. Saya hanya bisa membenamkan seluruh wajah saya ke payudaranya.

Cukup lama saya menggenjot vagina Win sampai saya merasa lelah juga. Setelah penantian yang panjang akhirnya saya mencapai puncaknya. Terasa seluruh tubuhku bergetar seolah tidak mempunyai tulang lagi, karena saya memakai pengaman, Win tidak tahu kalau saya sudah keluar. Dia mungkin mengira saya kelelahan, karena saya lihat nafasnya masih keras, makanya saya tetap genjot sampai akhirnya tubuhnya tersentak kuat tanda ia juga sudah keluar, baru saya hentikan. Setelah itu saya membersihkan diri, dari kaca saya lihat ia terbaring dengan memejamkan matanya. Saya tidak tahu apakah ia terlalu lelah atau menikmati apa yang barusan kami lakukan.

Setelah saya selesai membersihkan diri, lalu saya duduk di sebelahnya. Saya lihat dia tersenyum ke arahku, lalu ia pun membersihkan dirinya. Setelah selesai, ia berkata sambil tersenyum ke arahku, “Udah selesai kan?, sekarang pulang ya!” katanya menggoda. Mungkin karena ia menganggapku masih lebih muda darinya. Tapi saya malah berkata, “Boleh sekali lagi nggak?”Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum, ia lalu merebahkan tubuhnya kembali ke tempat tidur, dan kali ini saya berkonsentrasi pada payudaranya yang sangat padat itu. Saya saat itu bertekad untuk menikmati sepuasnya kedua payudaranya, agar tidak ada penyesalan nantinya. Bentuk payudaranya hampir sama dengan bintang BF asia yang pernah saya tonton. Bentuknya bulat kencang menjulang ke atas tidak turun, dan putingnya juga masih berwarna merah muda dan mungil. Saya mulai lagi memainkan lidah saya di payudaranya bergantian ke payudara yang kiri dan kanan.

Permainan lidah ini saya peroleh pada pengalaman saya yang kedua, di mana pada saat itu saya benar-benar menjadi objek dari seorang wanita di sebuah kompleks Jakarta Pusat. Saat itu sekujur tubuh saya dan kemaluan saya menjadi objek permainan lidah dari seorang wanita yang benar-benar ahli dan profesional sehingga pada pengalaman saya yang kedua itu, bukan saya yang mempermak wanita, tapi malah saya yang dipermak habis-habisan. Saat itu malah saya sudah mengeluarkan sperma terlebih dahulu sebelum sempat memasukan penis saya ke vaginanya, saking dahsyatnya permainan lidahnya. Untung saya saat ini masih muda sehingga saya tidak langsung lemas setelah keluar 1 atau 2 kali.

Sekarang tehnik permainan lidah itu saya coba praktekan ke Win. Sambil terus memainkan lidah saya di payudaranya, tangan saya juga terus mengusap dan meremas-remas payudaranya, sesekali saya mengisap payudaranya dengan keras, dan kadang-kadang saya menggigit payudaranya dengan lembut. Kadang-kadang saya mengisap payudaranya begitu keras sampai seakan-akan semua payudaranya ingin saya masukan ke mulut. Makin lama saya bermain di payudaranya, Win yang semula tenang, makin lama makin gelisah, tubuhnya bergerak liar ke kiri dan ke kanan, terus tubuhnya makin ditempelkan dan digesekan dengan keras ke tubuhku, dan vaginanya di gesek-gesekan ke alat vital saya. Saya mendengar nafasnya sangat keras dan terdengar desahan dari mulutnya. Karena mendengar nafas Win yang semakin memburu sambil terus meremas-remas payudaranya dan menggesekan tubuh dan kemaluanku ke tubuhnya.

Saya mencoba untuk melihat wajahnya. Begitu melihat wajahnya, saya sempat terpaku. Saya sempat terpana di buatnya. Terus terang saya sudah banyak bertemu dengan wanita-wanita cantik, namun baru kali ini saya melihat sebuah wajah yang sangat menakjubkan. Apa yang saya lihat saat itu adalah pemandangan yang sangat indah yang mungkin tidak akan pernah bisa saya lupakan. Di depan saya terlihat sebuah wajah wanita yang begitu cantik, anggun, damai, dengan kedua mata terpejam, dagunya agak terangkat ke atas sehingga terlihat jelas lehernya yang jenjang dengan seuntai kalung di lehernya. Tergambar jelas di wajahnya betapa ia begitu bahagia. Benar-benar pemandangan yang sangat sempurna dan sukar dilukiskan. Mungkin saat itu saya benar-benar telah merasakan cinta sesaat. Ingin rasanya saat itu saya mengecup bibirnya yang mungil itu, namun saya takut akan menghilangkan pemandangan yang mungkinkah akan bisa menyaksikannya lagi dari wanita lain. Sayang sekali saya tidak bisa melihatnya terlalu lama karena ia keburu meminta saya kembali untuk memasukan penis saya ke vaginanya.

Akhirnya saya kembali untuk kedua kalinya memasukan penis saya ke vaginanya, dan kali ini kami lebih liar dari yang pertama, apalagi saya sudah mengeluarkan sperma sekali, maka untuk yang kedua ini saya lebih kuat dan tahan lama dan saya lihat Win pun gerakannya lebih liar dari yangpertama kali, sekali ini dia malah berteriak kecil agak ditahan.

Setelah saya menggenjot vagina Win dan tidak terhitung berapa kali kami bergulingan berganti posisi, kadang dia di bawah, kadang saya di atas. Akhirnya saya kembali mencapai puncaknya dan kali ini rasanya lebih dahsyat dari yang pertama. Namun saya tahu Win belum mencapai orgasme, tapi ia lalu minta ganti posisi, ia minta duduk di atas, begitu saya mencabut penis saya, terlihat bahwa sperma saya sudah keluar dan terkumpul di pengaman, tapi saya tetap memintanya untuk menggenjot dari atas, dia sempat menanyakan pada saya, “Masih kuat nggak?” Dengan wajah yakin saya bilang, “Masih..” Dan memang saat itu penis saya masih berdiri tegak, dan belum loyo, hanya saya tidak tahu apakah masih ada sperma yang tersisa. Lalu Win mulai menaik-turunkan pantatnya dengan cepat, sedangkan saya hanya berbaring santai saja menikmati apa yang masih saya nikmati, sampai akhirnya Win berteriak lirih dan mencapai orgasme, namun saya sendiri tidak berhasil mencapai orgasme saya yang ketiga, karena saya tahu untuk mencapai yang ketiga akan dibutuhkan waktu lebih lama lagi buat saya dan saya rasa waktu yang disediakan mungkin tidak cukup, maka setelah Win mencapai orgasme yang ketiga, akhirnya saya membersihkan diri, dan Win juga. Lalu saya menunggu dia berpakaian baru saya mengenakan pakaian saya. Lalu saya memberikan bayarannya dan kembali menyalaminya sambil mengucapkan terima kasih. Dia juga mengucapkan terima kasih pada saya dengan kembali tersenyum manis.

Saya melihat wajahnya lekat-lekat untuk yang terakhir kalinya sebelum saya keluar dari kamar dan diskotik itu untuk kembali menjalani hidup sehari-hari yang penuh dengan tantangan dan tekanan, kembali bergelut dengan komputer.

Entah kapan saya akan bertemu lagi dengan Win karena setelah hubungan saya dengan Win tersebut, saya bertekad bahwa Win adalah wanita terakhir yang pernah bercinta dengan saya selain Istri saya. Saya tidak akan mengunjungi tempat pelacuran selama-lamanya karena saya sudah mendapatkan apa yang perlu saya ketahui sebagai seorang lelaki dewasa. Saya hanya berharap mudah-mudahan istri saya nanti bisa memberikan seperti apa yang saya rasakan bersama Win. Dan nantinya saya bisa bertemu dengan Win dalam kondisi yang lebih baik bukan sebagai seorang pelacur dan pelanggannya. Tetapi sebagai seorang sahabat.

Sungguh Puaskah Istri Anda ?