Jadilah Lelaki Perkasa, Seperkasa Kuda Putih
Showing posts with label CERITA SEX DEWASA. Show all posts
Showing posts with label CERITA SEX DEWASA. Show all posts

Friday, December 21, 2012

Keperkasaan Prajurit

Pada suatu sore saat aku dengan Dewi temanku dalam perjalanan di jalan bebas hambatan, waktu itu hujan cukup deras sehingga jalanan kurang nampak jelas dari kaca mobil kami. Dewi yang memegang setir pada waktu itu sebenarnya juga mengendarai dengan hati-hati, tapi karena sedang apes mobil yang kami naiki itu keluar jalur dan mobilnya terperosok ke dalam parit. Untung Dewi tidak ngebut sehingga kami berdua selamat dan tidak mengalami lecet sedikit pun. Karena mobilnya terperosok ke dalam parit, maka kami tidak bisa langsung membawa mobil ke jalur yang semestinya lagi.

“Waduh.. Sus! Nggak bisa keluar nih bannya, mana HP-ku habis batterainya, wah! Gimana nih?” Dewi panik dan sepertinya kehabisan akal.
“HP-ku juga nih, mana hujan lagi, sepi kendaraan lagi, kalau gini sich! Meski ada orang yang memperkosa kita nggak pa-pa deh! Asal kita diantar pulang saja”, aku ngomong sekenanya.
“Gila kau Sus, tapi benar juga asal jangan kasar-kasar kali ya, hehehe..!”
“Loh! Semakin kasar semakin nikmat lagi, hahaha..!” kami tertawa seakan-akan kami sudah terlepas dari masalah.
“Sus, kalau kita di dalam mobil saja, kita akan di sini sampai mampus”, gerutu Dewi.
“Habis gimana lagi, di luar kan hujan gitu.”
“Yah kamu, nggak takut diperkosa, masak takut sama hujan, ya sudah aku saja yang keluar, kucoba dorong mobil ini keluar dari lubang”, Dewi nekat dengan semangat empat lima dia keluar dan mulai mendorong moncong depan mobil sialan ini.

Aku melihat Dewi berusaha dengan keras dan mengerahkan seluruh tenaganya, tapi mobil sialan ini tidak bergerak sedikit pun.
“Sus! Hidupin mesinnya!” Dewi teriak-teriak, kuhidupkan mesin lalu giginya kuganti gigi mundur, ternyata mobil hanya bergeming sedikit saja. Lalu aku ikut keluar dan juga mencoba mendorong sama-sama dan ternyata tidak membawa perubahan yang berarti.
“Ya.. nggak bisa juga Wik”, keluhku.
“Iyah, tapi bodimu cukup bagus basah-basah gini Sus..”
“Kamu itu mabok ya? Tapi bodimu juga terlihat bagus”, lalu kami tertawa-tawa.

“Hei..! Sus itu ada mobil, kita cegat yuk”, sambil Dewi menunjuk ke arah mobil truk yang semakin mendekat, dan kemudian kami bergegas berlari sampai ke tengah jalan dan melambai-lambaikan kedua tangan kami. Dan kami berhasil, truk itu ternyata adalah truknya tentara.
“Kenapa kalian? Kenapa dengan mobilnya?” Teriak supir truk, dan kami menghampirinya, “Itu Pak mobil kami masuk parit, jadi mobil kami tidak bisa jalan lagi nih Pak!” kujawab dengan nada yang mesra.
“O iya! Hei! Anak-anak bantu nyonya-nyonya ini ayo cepat.” Kemudian turun empat orang dari belakang truk itu.
“Mari Nyonya, anda yang pegang kemudi”, kata salah satunya dengan tegas kepadaku, lalu kujawab, “Loh, kok Nyonya sih, kan aku masih muda dan single lagi”, sambil kugoda dia, huh badannya tegap, tampangnya nggak jelek-jelek amat, tapi yang penting kan bodinya kekar.

Kucoba menghidupkan mesin lagi beberapa kali tapi tak mau hidup-hidup, waduh kenapa ya?, dan kulihat ternyata bensinnya sudah habis.
“Waduh Mas bensinnya habis, ada cadangan ngak mas-mas ini”, teriakku.
“Waduh maaf Nona kami tak punya..”
“Yah sudah, kalau gitu kami ikut kalian saja”, setelah kami mengambil tas, kami langsung naik truk mereka.

Setelah masuk, dengan santainya aku melepas bajuku yang basah di hadapan keempat prajurit yang tidak jelas pangkatnya itu, kulihat mereka menatap kami tanpa berkedip sedikit pun, lalu kudekati salah satu dari mereka setelah pakaianku terlepas semua. “Kenapa? suka dengan bodiku hmm..” godaku. Kulihat jakunnya naik turun dan matanya tak henti-hentinya melihat payudaraku yang boleh dibilang montok dan seksi cukup mengoda pokoknya. Lalu kupegang tangannya, kudekatkan ke bongkahan payudaraku, “Gruungg!” suara itu tiba-tiba merusak suasana hening, “Hei! Jangan berangkat dulu”, mereka berempat bergegas mendekati jendela sopir, entah apa yang mereka bicarakan.
“Sus, kamu sudah gila ya?” tegur Dewi yang terlihat agak malu-malu tapi mau.
“Sudahlah, lagian kita kan kedinginan butuh penghangat dong”, sambil kucubit susu kirinya dan Dewi pun tersenyum dan mulai melepas bajunya.

Mesin truk tak lama kemudian mati lagi dan keempat prajurit itu dengan cepat melucuti bajunya masing-masing. “Nona jangan salahkan kami, karena kami sudah empat bulan tidak pernah menyentuh wanita, mungkin nanti agak kasar”, kata salah seorang prajurit yang hanya tinggal celana dalamnya saja yang menempel di tubuhnya. Kemudian dia mendekap tubuhku lalu langsung melumat halus bibirku, ternyata dia mahir memainkan lidahnya, nafasku habis rasanya, dan sekilas kulihat prajurit yang lain menggelar terpal dalam tuk yang cukup luas itu dan kulihat Dewi sudah mulai dikerjai seorang prajurit yang mulai membelai, mencium dan mengulum dada montok milik Dewi.

Setelah beberapa saat berciuman, prajurit yang berhadapan denganku mulai mencium leher di bawah telingaku sambil mendesah-desah merasakan kenikmatan, setelah itu dia merambat mengerjai susu sebelah kiriku dengan liar dan ganas. Ssst! Sunguh nikmat sekali. Dengan tiba-tiba badanku ditarik lalu dibaringkan ke atas terpal kasar di lantai truk itu. Sekilas kulihat supir tadi juga mulai naik, kemudian dengan tergesa-gesa melepas pakaiannya sampai polos, lalu mendekatiku dan menuju selangkanganku, kemudian dia menjilati liang kewanitaanku, langsung aku mendesis dan mengeram, dengan tiba-tiba prajurit yang tadi membaringkanku langsung menghimpit kepalaku dengan selangkangannya, kemudian dengan cepat kulepas celana dalamnya. Setelah keluar batang kemaluannya kemudian langsung kulahap batang kemaluan yang lumayan besar itu. Kukulum-kulum dan kusedot kuat-kuat hingga prajurit itu mengeram-ngeram sambil menekan-nekan kepalaku sampai aku sesak nafas. Sesekali aku mendengus dan mendesis akibat ulah supir truk yang mejilat dan menggigit lembut klitorisku, sampai tubuhku mengejang lalu tak lama kemudian sepertinya tumpah semua cairan dalam liang kewanitaanku.

Aku tetap sibuk dengan batang kemaluan yang ada dalam mulutku lalu kurasakan payudaraku ada yang meremas dan sesekali dikulum-kulum. Sungguh kewalahan aku melayani mereka. Dengan tiba-tiba aku mendengar erangan Dewi tepat di sebelah kiri kupingku, ternyata dia sedang dalam keadaan tengkurap di antara kedua prajurit. “Gilaa Suss.. ughh.. sst!” Dewi mulutnya ngomel-ngomel nggak karuan sambil merem-melek tak berdaya. Gila, Dewi dikerjai depan belakang. Lalu prajurit-prajurit yang mengerjaiku berusaha membimbingku untuk nungging, setelah nungging di atas salah seorang dari mereka dan setelah batang kemaluan prajurit di bawahku tepat di antara bibir kewanitaanku, pantatku ditarik dengan keras-keras hingga masuk semua betang kemaluan prajurit itu dengan lancar karena liang kewanitaanku sudah licin.

Setelah beberapa kali genjotan prajurit yang lain berusaha memasukkan batang kemaluannya ke dalam anusku. “Ssst.. aah.. aah!” Gila sakit banget, baru kali ini anusku digarap orang. “Aaakkh..!” aku menjerit sekuat tenaga begitu batang kemaluan prajurit yang besar itu masuk ke dalam anusku. Selang beberapa saat, terasa juga nikmatnya gesekan dari dua lubangku yang sebelumnya tidak terbayang, meski rasa sakit masih menyertai. Kemudian tubuhku mengejang dan sampailah aku pada klimaks kedua, tapi kuperhatikan kedua prajurit itu masih sibuk menggenjotku. Pelir besar tiba-tiba berada di wajahku, kemudian peler itu didorongnya ke mulutku yang kemudian kukulum dan kusedot, di sela-sela desisan dan eranganku. “Ayo Nona sedot yang kuat!” kata prajurit itu sambil menekan-nekan kepalaku. “Uuugh.. aakh.. esst!” suara geraman dan desisan silih berganti saling sahut menyahut dalam truk itu.

Saat kulihat di sebelah, Dewi terkapar dan lemas, sesekali dia mengeram karena prajurit itu masih getol menyetubuhi Dewi. Gila rasanya aku mau keluar untuk ketiga kalinya sebentar lagi, beberapa saat kemudian kurasakan kedua prajurit yang menyetubuhiku depan belakang mengeram serta merangkul kuat-kuat tubuhku dan kemudian kurasakan liang kewanitaan dan duburku tersembur cairan yang hangat hampir bersamaan, aku pun mencapai klimaks yang ketiga.

Setelah aku mencapai klimaks, aku semakin bersemangat mengulum dan menyedot batang kemaluan di hadapanku sampai pada akhirnya cairan hangat itu menyembur memenuhi rongga tenggorokanku. Lalu prajurit itu melepaskanku dan bergerak menjauhiku. Dan kulihat Dewi pun mulai di tinggal sendirian, kemudian kelima prajurit itu mendekat. “Ayo sini kita gantian, aku pingin rasain juga dia”, kata salah satu dari mereka sambil tertawa-tawa, waduh habis aku.

Dua prajurit yang menyetubuhi Dewi mendekat, lalu satu dari mereka menggendongku dan kemudian setelah pelernya tepat di tengah-tengah liang kewanitaanku, aku sedikit diturunkan dan amblas sudah batang kemaluannya tertelan liang kewanitaanku tanpa halangan. Aku disetubuhinya sambil berdiri, sambil tangannya tak henti-hentinya naik turun dengan posisi aku merangkul erat tubuhnya, kemudian dari belakang duburku disodok peler dari belakang, aku menjerit dan mengeram kesakitan, buah dadaku digerayanginya dengan brutal.

Setelah beberapa saat aku dikerjain berdiri, aku diturunkan kemudian aku disuruh mengangkangi seorang prajurit, dan setelah pas masuklah kembali peler besar itu dalam liang kewanitaanku, dan yang lain menyusul menimpaku dari belakang, dan bukannya masuk ke duburku melainkan juga masuk ke dalam liang kewanitaanku, gila ini prajurit, dengan kasar dan brutal akhirnya masuk juga pelernya meski hanya setengahnya, tapi sakitnya bukan main aku menjerit-jerit minta ampun tapi tidak di gubrisnya. Karena mungkin tidak memuaskan dia, maka peler yang masuk hanya setengah itu dicabutnya kemudian dengan serta-merta menyodokkan ke duburku dengan keras, lalu mengosoknya dengan brutal, tak lama kemudian dia mencapai klimaks, setelah beberapa saat lalu batang kemaluannya dicabutnya.

Sekarang aku berkonsentrasi pada satu orang saja, aku merubah posisiku dengan posisi nangkring di atas selangkangannya, kemudian aku mulai naik turun dan sedikit goyang kanan kiri, hingga tak lama kemudian pertahanannya terlihat sedikit goyang, begitu pula aku sepertinya aku akan mencapai klimaks keempat kalinya. Setelah beberapa saat kurasakan liang kewanitaanku di sembur cairan hangat dan kemudian aku pun mencapai klimaks yang keempat kalinya, kami pun saling menggeram, lalu aku menggulirkan tubuhku di samping prajurit yang terlihat lemas. Kulihat Dewi masih di kerjai tiga orang prajurit, Dewi meringis-ringis sambil terus dijejali batang kemaluan prajurit yang besar itu. Karena aku merasa kasihan dengan Dewi dengan sedikit sempoyongan kuhampiri mereka kemudian kutarik salah satu dari mereka yang sedang getol-getolnya ngerjai dubur Dewi lalu kukangkangi dia, setelah tepat posisi pelernya diantara bibir kewanitaanku, kududuki dan langsung masuk seluruh batang kemaluan prajurit itu. Kugoyang-goyang dengan gencar hingga prajurit itu kewalahan menghadapi seranganku, membuatnya tak kuasa menahan lahar spermanya, menyemburlah spermanya dalam liang kewanitaanku. Karena aku belum mencapai klimaks lagi kepalang tanggung sehinga aku tetap menggoyang pinggulku sampai aku mencapai klimaks.

Setelah selesai prajurit-prajurit itu mengerjaiku dan Dewi mereka terlihat lelah. Aku menghampiri Dewi, kulihat wajahnya sudah lelah, “Gimana Wik?” bisikku. “Wah! habis aku, sampai aku klimaks lima kali Sus”, Dewi menjawab pertanyaanku dengan sisa-sisa tenaganya. Setelah itu kami minta diantar ke rumah kontrakanku dan kemudian aku menghubungi jasa mobil derek kemudian kami istirahat setelah kami mandi bersama.



Thursday, October 25, 2012

Cerita Dewasa Hitamku,Putihmu

Cerita Dewasa Namaku Lia. Aku adalah ibu rumah tangga yang telah berumur 35 tahun. Hidupku boleh dikatakan beruntung, aku mempunyai rumah yang megah di Pulomas dan harta benda yang melimpah, sehingga bagiku krisis moneter tak terlalu berpengaruh bagi perekonomian keluargaku. Suamiku, Liem, 50 tahun, mempunyai jaringan bisnis baik di Indonesia maupun di luar negri. Ia adalah pengusaha yang sukses. Walaupun dijejali dengan materi yang melimpah ruah, tetapi kehidupanku rumah tanggaku terasa hambar. Dulu, aku dikawinkan dengan Liem setelah aku menamatkan kuliahku, umurku kira-kira 22 tahun. Aku adalah anak tunggal. Aku tidak terlalu mengenalnya, keluargaku yang menjodohkanku dengannya karena pada waktu itu Liem adalah rekan bisnis ayahku, dan ayahku sangat mempercayainya.

Di awal perkawinan, hubungan suami istri kami hanya sebagai formalitas saja, Liem banyak menghabiskan waktunya di luar rumah, bahkan hingga umurnya yang telah mencapai setengah abad ini, ia masih sering berada di luar. Sedangkan di rumah, sering aku merasa kesepian, karena aku belum juga dikaruniai seorang anak yang bisa mengisi kesepianku. Untuk memenuhi hasrat birahiku, aku sering menonton film Blue. Aku terangsang tiap kali melihat gerakkan penis yang menusuk-nusuk vagina. Uuhh.., aku mulai mempermainkan vaginaku dengan jariku, membayangkan, penis yang panjang dan besar itu, menghunjam keras, menusuk-nusuk liang vaginaku. Suara-suara melenguh, gerakan-gerakan pinggul, ekspresi muka dari masing-masing pasangan yang begitu mendalami kenikmatan bersetubuh. Tak henti-hentinya tanganku memain-mainkan klitorisku.., naik.., turun.., naik.., turun.., sambil berputar.., kugerakkan tanganku dengan cepat, sehingga vaginaku mulai basah dan membengkak.., aEsaahhkk..aEt, walaupun penis itu hanya bayanganku saja, tapi sudah terasa nikmat sekali. Kadang, kugoyang-goyangkan pinggulku.

aEsaahhkk nikmat sekali..aEt. Sementara, suara ceplak ceplok terdengar dari TV, gaya dog-style.., aEsaahh.., aahh.., aahh..aEt, bercampur-baur dengan lenguhan-lenguhan nikmat. Aku menikmati segala suara-suara senggama yang keluar dari TV 36 inch-ku itu. aEsSsshh.., sshh..aEt, kugigit bibir bawahku, mendalami khayalku bersenggama dengan penis raksasa, aku merasakan kanikmatan yang makin memuncak. aEsaahh.., aahh..aEt, eranganku membahana menyamai erangan di TV. Kupercepat gerakan jariku, aku tak tahan lagi, sesuatu akan menyemprot keluar dari dalam liang Vaginaku. aEsaahhkk.., ahhkk.., ahhkk..aEt, otot-otot tubuhku mengejang bagaikan tersetrum listrik ribuan volt. Alam pikirku terbang ke awang-awang meresapi kenikmatan orgasme. aEsaahh.., aahh.., niikkmaat sekali..aEt, kuhela nafas panjang. Kukira sampai disini saja masturbasiku.

Akibat lama-lama bermasturbasi dengan berkhayal disetubuhi oleh penis raksasa, aku jadi ingin betul-betul merasakan nikmatnya penis raksasa. Tapi, penis siapa..?, Sampai pada suatu hari, pertanyaanku itu terjawab.

Hari itu, aku hendak pergi ke Gym, biasa, Fitness. Untuk mempertahankan tubuhku agar tetap langsing dan kencang. Aku mempunyai supir pribadi yang biasa mengantarku ke Gym, namanya Pak Marlon, orang dari Sorong, Irian Jaya. Pak Marlon ini telah dipercaya menjadi supir pribadi suamiku selama hampir 10 tahun. Kami mendapatkan beliau dari seorang teman. Pak Marlon ini setia menjadi supir keluarga kami, apalagi dengan gaji $500 per bulan, ia selalu dapat diandalkan. Tetapi pagi itu, kudapati seorang anak muda sedang mengelap mobil Mercy-ku.
aEsMana Pak Marlon..?aEt, tanyaku.
aEsPagi bu, maaf, nama saya Rony, saya anak Pak Marlon, hari ini bapak tidak bisa kerja sebab beliau harus menjenguk keluarga kami yang sakit di Bandung, jadi untuk sementara saya gantikan..aEt, katanya dengan sopan.
Hmm.., anak muda ini.., kuperhatikan tubuhnya dari atas sampai bawah.., boleh juga badannya yang gelap dan atletis, tangannya yang kekar, dadanya yang bidang dengan bahu yang lebar. Mukanya.., rasanya aku pernah lihat. Hmm.., mirip seperti Baby Face, penyanyi itu. Boleh juga nih, kataku dalam hati.
aEsOke Rony.., kamu bisa antar saya ke Gym..?aEt, tanyaku.
aEsBisa nyonya..aEt, jawabnya.

Dalam perjalanan, aku bertanya banyak tentang dia. Ternyata umurnya telah 23 tahun, dan ia sekarang ia telah menyelesaikan kuliahnya diaE" (edited by Yuri) jurusan Teknik Sipil. Aku berusaha untuk akrab dengannya. Kadang pada saat aku memulai suatu pembicaraan, aku sentuh bahunya, dia tampak salah tingkah.:)

Sampai di Gym, aku segera berganti baju dengan menggunakan Bicycle Pents yang pendeknya 2-3 senti dari selangkanganku, dan menggunakan baju tanpa lengan yang ketat, menampakkan perutku yang kencang. Dengan pakaian itu, tubuhku yang tinggi (169/52) dan kulitku yang putih (Chinese), serta rambutku yang bergaya Demi More di film Ghost, aku tampak seksi dan sportif. Mulailah aku menjalani latihanku.

Selesai Fitness, dengan masih mengenakan pakaian senamku tadi dan handuk kecil untuk mengelap keringat, aku berjalan keluar Gym menuju mobilku di areal parkir. Rony yang sejak tadi menunggu di mobil, segera berdiri dan membukakan pintu belakang mobil untukku. Lalu aku bilang kalau aku ingin duduk di depan. Dengan cepat ia menutup pintu belakang, kemudian membuka pintu depan. Ketika itu, lengannya secara tidak sengaja menyerempet payudaraku, aEsUps.., geli..aEt, ketika lengan itu bersentuhan dengan payudaraku. Kulihat Rony jadi salah tingkah. Aku tersenyum kepadanya. Kulihat ia memperhatikan bagian bawah tubuhku, ketika aku memasukkan kakiku jenjang dan mulus itu, dan pantatku ke dalam mobil dan mendudukkan pantatku di jok. Setelah menutup pintu, ia berlari kecil melalui depan mobil ke arah pintu pengemudi. Dari dalam mobil, kulihat bagian atas celana Rony yang menggembung.

Di dalam mobil, kamipun kembali ngobrol. Agar lebih akrab, kularang ia memanggilku dengan sebutan nyonya, panggil saja Lia. Makin lama obrolan kami terasa makin akrab, kadang aku tertawa, mendengar obrolan-obrolan lucu yang menyerempet-nyerempet, dan dengan gemas kucubit lengan Rony yang berisi itu. Kadang kuperhatikan tangannya yang hitam dan kekar itu memegang kemudi. Sungguh macho. Suatu ketika, Rony membanting stir ke kanan secara tiba-tiba, ternyata, karena keasyikan ngobrol, Rony tidak memperhatikan sepeda motor yang ada di depannya. Ketika itu, tubuhku jatuh ke arah kanan, dan secara refleks, tanganku jatuh tepat di bagian kemaluan Rony. aEsUpss..aEt, dalam hatiku. Ketika mobil kembali stabil, tak kulepas telapak tanganku di atas celananya itu. Kutatap wajah Rony yang terlihat grogi, salah tingkah, dan memerah.

Tiba-tiba, muncul keberanianku untuk mengelus-ngelus aEsterpedoaEt Rony yang makin lama membengkak itu. Waahh.., seperti memegang lontong saja, pikirku. Setelah beberapa lama kuelus, tanpa bicara, kuberanikan diri untuk membuka relsliting celananya, kusikap celananya. Tampak aEsterpedoaEt Rony yang begitu ketat dibungkus oleh celana dalamnya, dengan kepala terpedo yang menyembul ke atas CD, seakan berusaha keluar dari sesaknya bungkusan CD itu. Kuselipkan tanganku ke dalam CD-nya. Wuuh.., Gede amat, genggaman jari jempol dan jari tengahku hampir tak saling bertemu dan batang yang sangat keras menegang. Untuk beberapa saat kuelus-elus penis Rony yang besar itu. mmhh.., tiba-tiba birahiku bergejolak. Segera kutundukkan kepalaku ke arah penis Rony, dan kusibakkan CD-nya. Tampak penis Rony yang hitam, besar dan panjang itu dan kelilingi oleh rambut yang lebat dan keriting. Seperti di film BF, kujulurkan lidahku ke aEskepalaaEt penis Rony. Kujilat-jilat aEskepalaaEt penis yang menyerupai aEstopi Pak taniaEt itu. Kumainkan lidahku di sekeliling kepala penis itu dan kemudian mengarah ke batang. Kukecup-kecup batang penis yang panjangnya kira-kira 2 telapak tanganku itu.

aEsCup.., cup.., cup..aEt, Kudengar desahan-desahan nikmat dari Rony yang masih terus memegang setir itu, dan itu membuatku terangsang. Segera kumasukkan kepala penis itu ke dalam rongga mulutku. Kusedot-sedot penis itu dengan nafsuku yang sudah meletup-letup. mmhh.., Mhh.., sambil kunaik-turunkan kepalaku. Penis itu tidak seutuhnya bisa masuk ke mulutku, hanya 1/3 bagiannya saja. mmhh.., mmhh.., enakk sekali rasanya, seperti anak kecil yang sedang dahaga, dan dibelikan es krim. Itulah yang kurasakan saat itu, aku dahaga akan seks. Terus kusedot-sedot penis itu, sembari kumainkan lidahku dan mulai kukocok batang penis dengan menggunakan tanganku.

oohh.., nikmatnya merasakan penis raksasa ini. Tiba-tiba aku berfikir, aEsHei..! mungkin inilah penis raksasa yang selama ini aku idam-idamkanaEt. Setelah beberapa saat, kulepas penis Rony dari mulutku, dan aku kembali duduk tegak, sementara tanganku masih mengocok penis itu.
aEsGimana Ron, Enak?aEt, tanyaku sambil mengatur nafasku yang sejak tadi tidak teratur.
aEsEnak Lin, Enak banget..!aEt, serunya riang.
Setelah beberapa lama membicarakan apa yang telah kami alami tadi, aku berinisiatif mengajaknya ke kamar apartemenku yang belum laku tersewa. Sebelum memasuki gerbang apartemen yang di jaga satpam, Rony menutup kembali bagian atas celananya yang terbuka tadi.

Setelah tiba di depan pintu apartemen, kubuka pintu apartemen, dan kusuruh Rony untuk menutupnya, sementara aku langsung menuju ke kamar dan menyalakan AC Split. Setelah itu, aku berbalik, dan ternyata, Rony yang telah melepaskan seluruh bajunya langsung merangkulku dan menjatuhkan tubuh kami berdua di Kasur. Di ciuminya mukaku, dari pipi, kemudian ke bibirku. mmghh.., disedot-sedotnya aEsbibir bawahaEt-ku dengan gemas, kemudian dimain-mainkan lidahnya ke dalam rongga mulutku yang terbuka, merasakan keenakan permainannya. Sementara tangan kirinya memegangi kepalaku, tangan kanannya beraksi berusaha melepas celanaku dengan susah payah. Kusadari kesulitannya membuka celanaku, kemudian kudorong tubuhnya ke arah kanan, dan aku berdiri sambil melepas baju dan celanaku. Sambil kulihat Rony yang tanpa berkedip melihatku melepas bajuku dengan pelan-pelan sekali, sehingga tampak kemolekan tubuhku yang putih dan masih kencang ini.

Kulihat tubuh Rony yang atletis, dengan bulu-bulu kecil dan kriting di dadanya, bentuk badannya yang berbentu huruf V, dan bagian kemaluannya yang besar itu, menjuntai, menantang, hitam legam, berbeda dengan tubuhku yang putih mulus, tanpa ada suatu cacatpun. Setelah semuanya lepas dari tubuhku, segera kujatuhkan tubuhku di atas tubuh Rony. Kukecup bibirnya yang basah, dan kumainkan lidahku seperti tadi ia memainkan lidahnya. mmhh.., lidah kami saling bertaut, kumasukkan lidahku dan kusedot lidah Rony. mmhh.., Kuelus dadanya yang bidang, kumainkan putingnya. Rony tampak menikmati kegelian permainan tanganku di putingnya. Lalu, kepalaku turun ke putingnya, kujilat putingnya, kuisap dan kadang kugigit kecil puting Rony yang berwarna hitam gelap itu. Rony sekali lagi menikmati permainanku, tangannya mengusap-usap kepalaku dengan gemas.

Setelah beberapa saat, di dorongnya tubuhku ke arah kiri, gantian sekarang, putingku yang merah kecoklat-coklatan di isapnya dengan ganas.
aEsoohh.., nikmatnya.., engkau pandai sekali Rony..aEt, putingku di kanan di isapnya, dan dimainkan dengan lidahnya, sementara payudara sebelah kiri di peras dengan tangannya yang kekar itu dan dimainkan putingku dengan jarinya. uuhh.., bagaikan terkena listrik arus lemah, geli sekali kurasakan.., tubuhku menggelinjang keenakan.

Selama beberapa menit, kunikmati permainannya yang ganas di payudaraku. Kemudian, tangannya yang tadi memegang payudaraku, tiba-tiba beralih mengusap-usap selangkanganku. aEsaahh..aEt, aku tersentak dan kurasakan aliran darahku bagaikan turun dari kepala. Oh, usapan lembut itu, sudah lama tak kurasakan dari seorang lelaki. Biasanya suamiku (dulu), sebelum menancapkan batangnya, ia mengelus-elus vaginaku dengan lembut, sama seperti yang kurasakan saat ini. Elusan itu lama-lama semakin cepat, memainkan clitoris di selangkanganku. Nafasku terus memburu, mengikuti gerakan jari-jemari Rony yang terus memainkan clitorisku dengan tempo yang makin cepat, sementara mulut Rony belum lepas dari payudaraku yang semakin menegang dan keras.

oohh.., kurasakan kedahsyatan permainan jari-jemari Rony. aEsaahh.., aahh.., ahhaEt, desahku begitu dahsyatnya, hingga kurasakan cairan mengalir melalui saluran di dalam kemaluanku. Kucoba kutahan cairan itu keluar. Tapi tak bisa kebendung kenikmatan yang telah meletup-letup itu dan aEsaahhgg.., aahhgg.., Roonnyy.., aahhgg.., eennaakaEt, sambil kutahan nafasku, kudalami kenikmatan itu. Kenikamatan orgasme. Wuuff.., tubuhku yang tadi mengejang berubah menjadi lemas dengan segala peluh di tubuhku, aku berusaha mengatur nafasku sementara, kurasakan kegelian di selangkanganku, kulihat, ternyata sekarang Rony telah mencicipi cairan yang keluar dari liang kemaluanku. Lidahnya menjilat-jilat vaginaku sambil sesekali menyedot-nyedotnya. aEsSssrrpp.., ssrrpp.., seperti tidak mau membersihkan cairan yang tadi keluar dari dalam lubang kenikmatanku. Sambil kurasakan kenikmatan tiada tara itu, pikiranku melayang.., enaknya hidup ini kalau dari dulu aku mengenal anak ini.., aku tidak perlu lagi repot-repot bermasturbasi di depan TV.

Selagi pikiranku melanglang buana, tiba-tiba Rony menimpa tubuhku, dan menciumi mukaku dengan lembut.
aEsBagaimana Lia, puas..?aEt, tanyanya sambil tersenyum.
aEsWuah.., andaikan kamu dapat merasakan kenikmatan yang aku rasakan sekarang.., tiada taranya.., fantastis!aEt, kataku.., hey, tiba-tiba kusadari penis Rony yang masih mengeras di antara perutku dan perut Rony.
aEsRon, kamu belum..?aEt, belum selesai aku berkata, kembali bibirnya memagut bibirku.

mmhh, dan kurasakan badannya agak ditinggikan, kemudian tangannya diarahkan ke bawah, dan tiba-tiba kurasakan benda yang keras menyumbat mulut vaginaku. Aku mengerti maksudnya. Kunaikan kakiku, merangkul pinggangnya. Sementara, mulut kami masih saling bertaut, dengan tangannya, ia memainkan kepala penisnya di mulut vaginaku. Birahiku kembali muncul atas perlakuan yang demikian. mmhh.., aku sudah tak sabar ingin merasakan kenikamatan penis raksasa itu.., kataku dalam hati.

Tapi Rony masih saja mempermainkan penisnya, dan itu membuatku menggelinjang kegelian dan perasaanku sudah tak sabar. Kulepaskan pagutan bibirnya.
aEsRon.., ayo.., langsung ajaaEt, kataku dengan nafas yang tidak teratur lagi. Kemudian dengan tangannya, ia meraba-raba vaginaku untuk mencari dimana aEslubang surga duniaaEt itu berada. Setelah menemukannya, segera ia tusukkan kepala aEsterpedonyaaEt ke lubang itu. Begitu pinggulnya menekan dengan keras, secara refleks (karena sakit..) pinggulku terdorong ke depan.
aEsAhh.., Ronn.., pelan-pelan dong..aEt, kataku sambil meringis.

Kemudian dicobanya lagi kepada penisnya dicocokkan ke lubang vaginaku. Kali ini ia mencobanya berhati-hati dan pelan. aEsoohhgg.., oohhgg..aEt, kepala terpedo Rony terasa menyesaki lubang kemaluanku, aku mencoba menahan rasa sakit.., rasa sakit yang telah lama tak kurasakan. Kemudian sedikit demi sedikit, aEslontong kulitaEt itu masuk ke dalam liang Vaginaku.., sampai akhirnya. aEsBleess..aEt, masuk semua.. aEsOoohhggaEt, kurasakan kenikmatan.., fantastis.., seluruh batang penis Rony memenuhi liang Vaginaku.
aEsGoyang Ron..aEt, pintaku. Langsung, Rony menggoyangkan pinggulnya, keluar.., masuk.., keluar.., masuk.., aEsOoohhgg.., oohhgg..aEt sungguh nikmat, teringat aku akan film BF yang aku tonton dulu. Goyangan pinggul Rony kubarengi dengan goyangan pinggulku, sehingga terasa penis Rony menggesek-gesek dinding vaginaku yang rasanya membengkak, sehingga bisa menyedot semua batang milik Rony.

Kurasakan saat itu bukan hanya tubuhku yang bergetar, kasurpun ikut bergetar akibat dorongan pinggul Rony yang kuat, terus menghunjam-hunjamkan penis raksasanya ke liang vaginaku. Desahan-desahan kenikmatan dari kami berdua bersahut-sahutan. aEsAahhgg.., aahhgg.., aahhggaEt, kadang kugigit bibir bawahku saking nikmatnya permainan kami. Aku teringat akan film BF yang aku tonton, dan aku minta kepada Rony untuk mencoba gaya standing-bamboo. Kali ini, aku berada di atas, dan Rony tidur di bawah. Dengan mudah penis Rony dapat masuk ke liang Vaginaku, dan akupun mulai bergerak naik turun. Rony mengimbanginya gerakanku itu.., aEsOoohh nikmatnyaaEt, melihat payudaraku yang bergerak-gerak seiring pergerakan tubuhku, tangan Rony kemudian memegangi kedua payudaraku, dan meremas-remasnya. Sementara itu.., aku merasakan kenikmatan klimaks sudah dekat, aku terus menggenjot dengan cepat.., aahh.., aahh.., aahh.., trussaEt, Rony dan aku saling mendesah, hingga akhirnya aku merasakan kembali tubuhku mengejang, tanganku mencengkram seprei dengan kuat dan sekali lagi aku mencapai orgasme.

aEsaahhgg.., aahghgg.., aahggaEt, aku mengerang dengan lantang. Sukmaku kembali melejit ke langit ke tujuh.
aEsoohh.., Rony, engkau memang jagoankuaEt, Belum habis aku menikmati dahsyatnya orgasme keduaku, Rony memintaku untuk menungging, dan kemudian ia mulai menusukkan penisnya dari belakang. aEsoohh.., Oohh..aEt, aku kembali merasakan kenikmatan bersenggama, suara desahan kami berdua kembali mengalun dibarengi dengan suara aEsceplok-ceplok.., plok.., plok.., plok..aEt.

Rony makin mempercepat hunjaman penisnya ke vaginaku, tempo permainan semakin cepat. Kudengar suara desahan Rony semakin keras dan pada akhirnya ia melenguh keras, seperti suara orang menahan sesuatu dibarengi dengan dihunjamkannya kuat-kuat seluruh penisnya ke dalam Vaginaku.
aEsaahhgg.., aahhgg.., aahhgg..aEt

Akhirnya.., ia mengalami orgasme. Segera kubalikkan tubuhku, dan kuisap-isap kepala penis serta kukocok-kocok batangnya, mencari sisa-sisa sperma yang dimuntahkan penis Rony, hingga akhirnya tak tersisa sama sekali, dan Rony tergeletak lemas.

Sejak saat itulah aku menemukan kenikmatan seks sejati. Sementara dengan suamiku, hubungan kami bertambah dingin, dan kukira ia tak menghiraukan akan hal tersebut, ia masih menyibukkan dirinya dengan kegiatan di luar rumah, ia tak menghiraukan lagi keindahan tubuh istrinya yang haus akan hunjaman-hunjaman kenikmatan. Frekwensi hubungan seks-ku dengan Rony makin bertambah sering, walaupun sekarang Pak Marlon telah kembali menjadi supir keluarga kami, Rony kubekali dengan HP, yang sewaktu-waktu bila keinginanku untuk aEsditusuk-tusuk oleh terpedoaEt Rony muncul, aku bisa langsung menghubunginya, dan bertemu di apartement (yang hingga kini, apartement itu tidak aku sewakan, dan menjadi tempat rahasia kami untuk bercinta).

Monday, October 8, 2012

Cerita Dewasa Mengetik Dengan Nina

Cerita Dewasa Ini adalah pengalamanku beberapa bulan lalu di tempat kost pacarku Nina. Aku sudah terbiasa keluar masuk di tempat kost itu baik itu bersama Nina atau sendirian. Kadang aku juga nginep kalau kemalaman. Kost ini memang nggak ada yang ngawasi, pemiliknya hanya datang sebulan sekali ambil duit.

Suatu hari aku datang ke kost Nina, sialnya pas saat itu Nina sudah keburu pergi ke Bromo bersama teman kuliahnya. Dalam hatiku aku mengumpati si Nina yang nggak lagi pamit kek atau ngasih tahu seperti biasanya. Mentang-mentang dia ada yang naksir lagi trus aku mulai nggak dianggap lagi.

Sore itu iseng-iseng aku nyalakan komputer di kamar Nina, ntar biar aku masukin virus makro-nya MS-Word lagi biar ilang semua ketikan dia. Tapi aku main DOOM dulu biar medongkolku agak berkurang. Belum lima belas menit aku main tiba-tiba pintu kamar yang nggak aku kunci terbuka. Eva dengan celana pantai dan kaos dagadunya sudah menerombol masuk ke kamar Nina. Waduh aku kena jadi sembur monster Doom deh.

“Hai mas,aE| sedang apa ?” si Eva teman sekost nya Nina datang, wah si Eva nih pasti minta tolong ngetik lagi.
“Minta tolong dong mas,aE|” pintanya sambil berganyut di daun pintu. Aku pura-pura nggak mau

“Aduh,.. aku bener-bener capek sekarang Va,aE| kalau kamu sendiri mau pake komputer ini pake aja” Eva memonyongkan bibirnya, aku tahu dia nggak lancar ngetik maklum nggak sering make komputer.
“Tolonglah mas,aE| aku nggak bisa ngetik lancar nih apalagi ini banyak rumusnya, bisa-bisa dua lembar selesai dua hari “. Memang sih kalo MSWord pake rumus mesti klak-klik terusan ngerjakannya.

“Kamu bawa ke rental saja deh, ntar disana ada kok yang mau ketikin”.
“Penuh,aE| besok sudah harus dikumpulin” jawabnya singkat.
“Duh mahasiswa, kebiasaan pake acara dadakan tuh,aE| Oke aku ketik tapi nanti kamu harus pijitin aku. Bagaimana ?” aku mengajukan penawaran.
“Nanti kalo ketahuan Nina ?” Eva memandang langit-langit dan aku memandangi pahanya.
“Enggak,aE| kan Nina lagi ke Bromo”

Singkatnya penawaranku diterima dan aku langsung ketik naskah punya Eva. Baru dua paragraf aku ketik, aku jadi teringat kalau aku juga pernah ketik naskah semacam ini untuk Nina. So jadi tinggal Copy dan Paste lalu Edit sedikit dan selesai.

“Di print sekalian nggak nih Va ?” tanyaku pada Eva yang malah asik bolak-balik majalah punya Nina.
“Lho kok cepet sekali, nggak ada yang salah ketik apa ?” ia bangkit dan mendekat ke arah monitor memeriksa naskah itu. Eva agak membungkuk membaca hasil ketikanku di monitor. Eh ada kesempatan baik, leher kaosnya jadi turun dan aku bisa melirik tetek milik Eva. Luar biasa, sekilas saja aku bisa pastikan tetek milik Eva masih kencang.

“Eh nakal ya,aE|” aduh ketahuan deh. Eva segera bangkit dan menutup leher kaosnya. Aku nyengir-nyengir saja. Tapi dia nggak serius tuh marahnya, Eva malah senyum-senyum malu sambil memaksakan diri melotot.
“Ntar aku bilangin Nina lho, mas suka ngintip” ancamnya lagi.
“Ah bukannya kamu yang suka ngintip kalo aku pas tidur sama Nina”, aku balikan kata sambil menyalakan printer. Memang Eva pernah ketahuan ngintip pas aku sedang minta jatah biologis sama Nina.

“Nih ” empat lembar naskah itu sudah tercetak dan aku serahkan sama Eva.
“Trims ya mas,aE|. Jadi nggak pijit nya ?”
“Oh ya jadi dong,aE|”

Aku tiduran di ranjang dan Eva memijiti punggungku. Pintu aku tutup tapi nggak aku kunci. Aku melepaskan baju yang aku pakai, aku bilang takut kusut. Pijatan Eva terasa enak sekali malah seperti sudah prof. Dari leher sampai pinggang diurut dengan seksama.

“Va,aE| kamu cerita sama Budi (pacarnya Eva) nggak ?” tanyaku membuka kebisuan.
“Cerita apa ?”
“Tentang yang kamu intip itu”
“Ah ya enggak dong ”
“Bener ?”
“Iya,..!!!”

Dua puluh menit aku dipijitin sama si Eva lalu dia mengeluh capek. Aku menawarakan diri untuk gantian pijit.

“Ah enggak ah, geli,aE|”.
“Tapi enak lho Va percaya deh” mulanya dia nolak tapi akhirnya mau juga. Aku bangkit sambil aku geser dia untuk naik ke ranjang. Aku pijit mulai dari lehernya lalu turun ke punggung dan pinggang. Aku perhatikan paha bagian belakang Eva mulusnya bukan main, putih lagi.

“Va kamu pernah nggak main sama Budi ?” aku beranikan diri untuk masuk ke dalam topik yang rada ngeres.
“Main apaan ?”
“Main kayak aku sama Nina”
“Ehm,aE| mulai aneh-aneh ya,aE|”
“Cuma nanya kok ”
“Kalo pernah kenapa dan kalo belum pernah juga kenapa ?”
“Yah nggak apa-apa, cuma pingin tahu aja, kamu tahu aku sama Nina, aku juga kepingin tahu kamu dengan Budi”
“Nggak ah,aE| nggak aku jawab”
“Ah berarti pernah nih”
“Lho kok bisa ambil kesimpulan?”
“Iya biasanya kalo belum pernah pasti jawabnya tegas belum”
“Terus, kalo aku sudah pernah main sex begitu sama Budi kenapa juga”
“Yah,aE| barangkali,aE|.” Aku sengaja nggak nerusin kata-kataku.
“Barangkali apa ?!”
“barangkali aku boleh coba”
“Ah nggak mau,aE|.”
“Kenapa,aE|”
“Aku takut, punya mas besar sekali”
“Justru yang besar itu yang enak tahu ”

“Ah masak ?” Eva memutar badannya dari yang tadinya telungkup jadi telentang. Aku nggak buang waktu lagi, aku segera menindihnya. Eva gelagepan ketika aku serang teteknya yang membuat aku penasaran dari tadi. Aku ciumi lehernya sampai dia terengah-engah kehabisan nafas. Ketika aku dapatkan bibirnya tanganku mulai melepasi kaos dan celana pantai sekalian cd-nya. Aku tangkap gundukan daging di selangkangannya dan dengan jari tengahku aku gosok lipatan dagingnya yang sudah becek dengan lendir. Eva jadi Ahhh uhhhh sambil menggelinjang ke kanan dan ke kiri.

Tiba tiba Eva jadi buas, ia mendorong tubuhku dan duduk diatas perutku membelakangi aku. Dengan terburu-buru ia melepaskan ikat pinggang celana yang aku pakai. Aku ngeri takut kalau resleting celanaku makan korban. Dan sebentar saja Eva sukses menurunkan celana yang aku pakai sebatas lutut. Dan bongkahan daging yang sedari tadi sudah membengkak diselangkanganku menyembul keluar. Eva meremasnya kuat-kuat sebelum ia memundukkan pantatnya ke arah mukaku dan “slup” bongkahan dagingku itu sudah masuk dalam mulutnya. Nggak nyangka, Eva yang selama ini aku kira diem eh ternyata,aE|. Boleh juga permainannya.

Aku juga nggak tinggal diam, memiaw Eva yang hampir tanpa bulu itu sudah terpampang didepan mukaku dan aku hisap serta jilati sepuasnya. Lidahku aku julurkan mencoba menerobos ke dalam lobang memiaw Eva. Sejenak ia melepaskan kulumannya dan menengadah sambil merancu “Ehhh lagi mas ehhh terus terus yah yang itu ehhhh” ….

Aku nggak tahan lagi didiemin barangku. Segera aku dorong pantat Eva sehingga ia telungkup lagi dan aku arahkan rudal scottku ke balik pahanya.

“Agak diangkat dikit dong Va” pintaku supaya Eva agak nungging. Ia menuruti sambil membuka selangkangannya lebih lebar. Dan aku mulai membenamkan rudalku dalam memiawnya. Ia meringis dan katanya punyaku lebih besar dari pada milik si Budi. Tapi ketika aku mulai membenamkan lebih dalam lagi Eva melotot dan mengaduh kesakitan. Mungkin karena ia baru pertama kali ini mendapatkan the real penis macam punya aku. Aku diamkan sebentar sambil menenangkan Eva. Kalau gara-gara ini akhirnya di cancel wah rugi dong aku.

Aku mulai pelan pelan menarik dan membenamkannya lagi sampai Eva terbiasa. Nggak seberapa lama kok, lima enam kali memiaw Eva sudah bisa adaptasi dengan punyaku. Meskipun begitu lobang memiaw Eva masih terasa menggenggam batang dagingku erat sekali. Jadi ingat rasanya seperti pertama aku memperawani si Nina dulu. Nggak sampai sepuluh menit Eva sudah kejang melepaskan orgasmenya yang pertama. Ah dasar pemula sih. Aku berhenti sejenak disaat aku sudah sampai pada tujuh puluh lima persen hampir orgasme.

Aku bangkitkan lagi gairahnya dengan meremas kedua puting tetek Eva dari belakang. Berhasil, Eva mulai menggoyangkan lagi pantatnya dan aku nggak buang waktu lagi, aku segera mengayunkan ke depan dan kebelakang mengimbanginya. Eva orgasme sampai empat kali sebelum yang kelimanya aku dan Eva orgasme bareng-bareng. Aku hamburkan semua spermaku dalam memiaw Eva yang berdenyut kuat dan aku tertidur.

Aku bangun sekitar pukul setengah sembilan dengan kemaluan masih menancap dalam memiaw Eva. Aku bangunkan dia dan,aE| asiknya si Eva jadi minta lagi. Malam itu aku ganti ganti style mulai dari frontal, berdiri, doggy style juga dengan duduk diatas kursi. Aku bermalam di tempat kost itu kali ini bukan di kamar Nina tapi di kamar Eva. Aku jadi nggak kesepian lagi meski Nina ke Bromo sampai empat hari dan empat hari itu aku dan Eva menggunakan kesempatan sebaik-baiknya.

Eva pindah kost setelah dua minggu sejak itu. Tempat kost baru Eva sejenis dengan tempat kost sebelumnya bebas keluar masuk. Aku dapat dua jatah satu dengan Nina satu lagi dengan Eva. Terus terang aku lebih suka main dengan Nina yang lebih prof daripada Eva. Beberapa hal yang aku suka pada tubuh Eva adalah memiawnya yang nggak terlalu banyak bulu dan teteknya yang begitu ranum, sedang yang aku suka pada Nina adalah teknik main sexnya yang luar biasa. Sorry nggak sempat aku ceritakan disini, mungkin lain kali. Buat Budi aku minta maaf telah melanggar kebunmu, habis menurut Eva kamu kurang bersungguh-sungguh dan selalu ketakutan dengan kehamilan. Kan ada tekniknya supaya nggak hamil tanpa harus ketakutan ,aE|

Saturday, September 29, 2012

Cerita Dewasa Hanimun Dengan Istri

Cerita Dewasa Pengalaman menarik ini kami alami sewaktu kami berbulan madu di Pulau Bali dan Lombok. Waktu itu sedang low session jadi keadaan tidak seramai kalau sedang hari libur, di mana kami melakukan hubungan seks di tepi pantai yang sepi sambil membuat film dokumentasi adegan kami tersebut, juga sewaktu kami di hotel kegiatan kami sempat diintip oleh seorang pegawai hotel. Saya dan Vonny senang sekali bereksperimen dalam melakukan hubungan seks, dari segala macam gaya, alat-alat bantu seks sampai membuat foto dan film hubungan seks kami

Vonny istriku itu kukenal sejak masih SMA, ia adik kelasku, hingga setelah selesai kuliah ia akhirnya kunikahi. Sejak SMA kami sudah sering melakukan hubungan seks, apalagi sewaktu kuliah, karena kami berada di kota Malang meskipun tidak sekampus tetapi karena tempat kostku yang bebas jadi kami sering melakukan hubungan seks di tempat kost. Sebenarnya kami juga mempunyai cerita yang menarik sewaktu masih kuliah dulu, tetapi saya ingin menceritakan pengalaman yang satu ini dahulu.

Siang hari sekitar pukul 1.00, akhirnya kami berdua sampai di Pulau Bali, dari airport kami di antar taksi untuk mencari hotel di daerah Kuta, sejenak kami melepas lelah, setelah itu kami jalan-jalan di sepanjang jalan di Kuta, Vonny rupanya tertarik untuk membeli beberapa potong bikini untuk dipakai nanti di pantai. Model yang ia beli sangat menggairahkan, kainnya tipis berwarna terang hingga kalau dipakai lalu kena air, dipastikan apa yang dilapisinya akan terlihat dengan jelas, sengaja ia beli itu untuk membuat aku terangsang, lalu ada celana yang hanya ada secungkup kain kecil untuk menutupi rambut kemaluannya, modelnya hanya bertali satu bagian belakangnya hingga belahan pantatnya jelas bebas terlihat, begitu juga penutup dadanya hanya sekedar untuk menutupi puting buah dadanya, selain itu banyak juga yang lain yang ia beli, pokoknya modelnya yang merangsang.

Semalam kami di Bali, keesokan harinya kami menyeberang ke Pulau Lombok yang pastinya lebih alami dibanding Bali. Sesampainya di Lombok kami masih harus menyeberang ke Pulau kecil di sebelah Pulau lombok yaitu di Gili Meno. Tempatnya sangat cocok untuk berbulan madu, kami menempati sebuah cottage yang asri, setelah berkemas kami segera menuju ke pantai untuk berenang, mula-mula Vonny masih mengenakan kaos rangkap untuk menutupi bikininya, sesampai di pantai yang berjarak sangat dekat dengan hotel, kami mencari tempat yang nikmat untuk berenang, kami melihat sepasang bule yang sedang asyik bercumbu ria di pinggir pantai yang landai dan berpasir putih itu sehingga kami bisa melihat kalau mereka berdua dalam keadaan telanjang bulat.
"Von, kamu berani nggak seperti mereka itu", tanyaku.
"Berani aja, pokok ada kamu aku mau aja", sahut Vonny.

Setelah menemukan tempat yang tepat segera kami berdua berenang di air laut yang jernih itu. Kulihat Vonny mengenakan bikini yang transparan hingga menampakkan bayang rambut kemaluannya di pangkal pahanya, sewaktu ia masuk ke air aku tidak dapat menahan nafsuku yang timbul melihat tubuh Vonny yang memakai bikini transparan itu. Payudaranya yang kencang menantang jelas terlihat di balik bikininya, ujung payudaranya yang berwarna coklat kemerahan membayang jelas terlihat. Segera saja penisku kerediri tegak melihat pemandangan yang indah itu, segera kuabadikan dengan handycamku tubuh Vonny dari segala sudut dan segala lekuk tubuhnya.
"Von, kamu lepasin aja bikinimu itu, kan sama aja kamu seperti nggak make apa-apa kalau kamu pake bikini itu", sahutku.
"Enggak ah, malu aku", jawab Vonny.
"Malu ama siapa, kan nggak ada orang yang tahu di sini, kan sepi", sahutku.
Ia melihat sekelilingnya nggak ada orang kecuali sepasang bule yang sedang asyik main kuda-kudaan.
"Iya deh aku lepas ya", jawab Vonny.

Tak kusia-siakan sewaktu ia melepas bikininya kurekam terus dengan handycam-ku hingga ia telanjang bulat di tepi pantai, kulepas sekalian celana renangku hingga penisku yang sudah berdiri tegak tadi meloncat keluar seolah merasa bebas dari kurungannya. Tampak olehku tubuh telanjang Vonny. Rambut kemaluannya tampak kontras sekali dengan kulit tubuhnya yang putih mulus, serta dua gumpalan buah dadanya yang tegak mengacung membuat nafsu ini menjadi berkobar. Ujung payudaranya yang berwarna coklat kemerahan itu tampak mengencang karena basah oleh air laut, ingin sekali kuremas-remas dan kuhisap ujung payudaranya itu. Kuabadikan semua tingkah laku Vonny yang telah telanjang bulat itu, ia bermain di air yang jernih sambil sekali-kali ia menoleh ke kiri dan kanan melihat kalau kalau ada yang melihat tubuhnya yang telanjang bulat itu. Ia berbaring telentang di pasir pantai dengan posisi kakinya mengangkang hingga tampak belahan lubang vaginanya yang berwarna merah kehitaman itu, kurekam terus adegan ini sambil arah kamera kuarahkan ke bagian vaginanya yang terbuka lebar itu. Tanganku yang satu sambil mengurut penisku yang sudah berdiri tegak sambil sesekali meraba dan meremasi payudara Vonny yang sudah mengencang itu.

Rupanya Vonny juga sudah mulai terangsang ketika kuraba vaginanya dan kumainkan clitorisnya, ia lalu meraih penisku dan mengocoknya perlahan sambil mendesah keenakkan, "Ughh..., Ninoo..., gelii, enakk...", sambil tangannya semakin kencang mengocok penisku, akhirnya kutaruh handycamnya di suatu tempat yang tepat agar segala adegan kami dapat direkam dengan jelas, selintas terpikir olehku andai ada seseorang yang mau membantu untuk mengambil gambar dengan handycamku pasti akan lebih bagus lagi hasilnya. Kulihat ke arah pasangan bule itu, ternyata mereka juga sedang melakukan hubungan seks di pasir pantai, kulihat Vonny juga asyik menyaksikan adegan itu dan tangannya yang satu meremasi payudaranya sedang tangannya yang lain dengan dua jarinya tampak sudah berada di dalam vaginanya yang tampak licin mengkilat karena cairan nafsunya tampaknya sudah membasahi liang vaginanya.

Kuhampiri Vonny yang telentang di atas pasir pantai itu segera ia meraih penisku dan mengarahkannya ke mulutnya yang mungil dan selanjutnya bagai anak kecil yang sedang makan ice cream, dijilatinya seluruh batang penisku dari ujung kepala sampai ke buah penisku tak lupa dikulumnya sambil sesekali di sedot dengan kuat. "Ufffffff nikmat sekali Von..., terusin isapnya..., isap yang kenceng", karena sudah bangkit nafsunya, Vonny dengan kuat menyedot ujung kepala penisku sambil sesekali menggunakan ujung lidahnya memainkan lubang kencingku, rasa yang ditimbulkan sangat nikmat sampai ke ubun-ubun. Segera kubuat posisi yang memungkinkan aku bisa menjilati dan menghisap vagina Vonny yang sudah terbuka itu, ketika kujilati clitorisnya ia menggelinjang kenikmatan sambil kepalaku di jepit dengan kedua belah pahanya, ia rupanya ingin agar aku lebih lama menjilati vaginanya. Dengan dua jariku, jari tengah dan telunjuk kumasukkan ke dalam vaginanya dan mengocok dengan lembut hingga ia tampak mengerang-erang keenakkan, penisku di genggamnya erat sambil terus menghisap-isap ujung penisku.

Cukup lama kami saling isap dan jilat hingga aku melihat ke arah pasangan bule itu dan ternyata mereka sedang menyaksikan adegan kami. Kukatakan pada Vonny kalau kita sedang diperhatikan oleh pasangan bule itu.
"Biarin aja, biar mereka terangsang melihat permainan seks kita".
Bukannya malu tapi Vonny malah lebih ganas dan agresif dalam permainan ini. Kini posisiku telentang di pasir dan Vonny berada di antara ke dua pahaku yang telentang, ia tampak begitu menikmati penisku yang kini sudah basah terkena air liurnya, tak henti-hentinya ia mengisap dan menggigit kecil ujung penisku sehingga aku kelojotan merasakan geli yang luar biasa, kurasakan desakan yang akan keluar dari penisku, segera aja kutarik kepala Vonny agar ia melepaskan penisku dari mulutnya, dan kini kurebahkan ia lalu kuhisap ujung payudaranya sebelah kanan sambil ujung yang satunya kumainkan dengan jariku, Vonny tampak menikmati permainan ini sambil tangannya sendiri memainkan ujung clitorisnya, kedua belah pahanya di buka lebar dan setengah diangkat agar lebih mudah dirinya memasukkan jarinya sendiri.
"Ninoo..., ayo masukin penismu di vaginaku dong..., aku udah kepengen nihh", pinta Vonny sambil mengarahkan penisku ke arah lubang vaginanya. Sambil dituntun tangannya kumasukkan ujung penisku ke lubang vaginanya. Vonny yang tampaknya memang sudah kepingin dengan mengangkat pantatnya ia sengaja membuat agar seluruh batang penisku masuk ke dalam vaginanya.
"Acchh..., uufffffhh", desah Vonny ketika seluruh penisku masuk ke dalam vaginanya. Kedua pahanya dilingkarkan di badanku agar penisku tetap menancap di vaginanya, kutarik sedikit keluar lalu kumasukkan dalam-dalam, kutarik lagi kumasukkan lagi dengan ritme yang berirama membuat Vonny mengerang-erang keenakkan.

Kini dengan ritme yang lebih cepat kutekan-tekan sekuat tenaga hingga mulut Vonny menganga tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun karena nikmat yang dia rasakan membuat ia hanya sanggup mengelinjang-gelinjang keenakan. Kulihat payudaranya bergerak naik turun seirama dengan kocokan penisku di vaginanya. "Niinnoo..., egghh..., aacchh..., aakuu pengen puass dulu ya", pinta Vonny.
Tanpa kujawab ia lalu kini berada di atas tubuhku, penisku yang berdiri tegak itu dituntunnya ke liang vaginanya, lalu dengan jeritan kecil Vonny, "Aauu...".

Seluruh batang penisku kini amblas masuk ke dalam vagina Vonny yang semakin licin itu, kini ia sepenuhnya bebas menguasai penisku, seperti orang naik kuda semakin lama semakin cepat gerakannya sambil tanganku meremas-remas kedua bukit payudaranya yang indah itu, ia ingin kedua payudaranya itu kuremas-remas dengan kuat hanya dengan begitu ia merasakan nikmat yang sebenarnya, kini ia tidak lagi bergaya seperti naik kuda, tetapi tetap seperti posisi semula hanya kini ia menggesek-gesekkan vaginanya maju mundur sambil ia meremasi sendiri payudaranya hingga akhirnya ia tampak mengejang-ngejang beberapa saat sambil menggigit bibirnya dan matanya terpejam merasakan nikmat yang tiada tara itu, akhirnya ia terkulai di atas tubuhku beberapa saat.

Lalu ia kembali mengocok penisku dengan vaginanya, kurasakan kini vaginanya lebih seret dari yang tadi sehingga menambah kenikmatanku, segera kuminta agar ia berjongkok aja, posisi doggie style adalah posisi kegemaranku, segera Vonny berjongkok sambil membuka lebar pahanya hingga kulihat dengan jelas lubang kenikmatan itu terbuka di hadapanku, vaginanya sangat merangsang sekali, rambutnya tidak terlalu lebat hingga seluruh bagian dalam vaginanya dapat terlihat dengan jelas.

Kini kepala penisku kuarahkan ke dalam lubang itu, dengan sekali dorongan, masuklah sebagian penisku ke dalam vagina Vonny. Vonny menjerit kecil ketika sebagian penisku masuk ke vaginanya, kini ia memundurkan pantatnya hingga amblaslah seluruh batang penisku ke dalam vagina Vonny. Dengan kuat kudesak-desak seluruh batang penisku dengan irama yang beraturan hingga Vonny merasa kegelian lagi. Sambil mendesis ia memintaku agar jariku di masukkan ke dalam anusnya, kubasahi jari telunjukku dengan ludah dan sebagian lagi kubasahi pula lubang anusnya dengan air ludahku. Sambil terus menggoyang kumasukkan jari telunjukku ke anusnya hingga seluruh jariku masuk ke dalam anusnya, sambil kutekan ke bawah hingga kurasakan geseran penisku di dalam vagina Vonny, ia tampak menikmati sekali permainan ini, berulangkali ia memintaku agar lebih keras lagi goyangannya sambil ia membuat gerakan maju mundur pantatnya.

"Uufffgghh..., Enak Vonn, vaginamu nikmat banget, orang lain pasti pengen ngrasain vaginamu ini, soalnya nikmat banget sih", Kataku.
"Iya dong, lain kali kita coba ya, mungkin orang lain pasti udah keluar duluan sebelum aku puas", sahut Vonny.
"Bener..., kamu pengen coba penis orang lain?", tanyaku.
"Iya..., itu kalau kamu kasih ijin lho, tapi kamu harus ada juga di situ melihat aku main ama orang lain", jawaban itu semakin membuatku terangsang hingga kupercepat kocokan penisku sambil menekan kuat kuat jariku yang ada di dalam anusnya, hingga akhirnya kurasakan ada desakan yang kuat yang akan menyembur keluar dari penisku, rupanya Vonny juga mengerti kalau aku mau keluar, kucabut keluar dan segera oleh Vonny diraihnya penisku dan segera ia menghisap kuat penisku sampai akhirnya aku tak kuat lagi menahan rasa nikmat ini hingga akhirnya, "Cett..., crett.., crett", keluarlah cairan kenikmatanku, dengan lahap Vonny menghisap setiap tetes cairanku itu, lalu dengan lidahnya ia membersihkan ujung penisku hingga seluruh batang penisku mengkilat oleh air liurnya.

Apa yang kami lakukan itu ternyata di saksikan oleh sepasang bule tadi, bule cowoknya mengacungkan ibu jarinya ketika melihat kami kini tergeletak kelelahan di pasir pantai, kubalas dengan acungan jempol pula lalu ia tertawa. Kuingat tadi handycam yang sejak tadi merekam adegan kami itu, lalu segera kuambil dan kusimpan film tadi sebagai kenang-kenangan yang indah. Dengan tetap telanjang bulat kami bermain di air sambil membersihkan diri dari pasir pantai yang menempel di seluruh tubuh kami, kami tetap di pantai itu sampai menunggu matahari terbenam, karena dari pantai itu kami dapat menyaksikan indahnya peristiwa alam itu, terlebih peristiwa yang baru kami alami tadi.

Monday, April 23, 2012

Cerita Dewasa | Cerita Ngentot Pertama Sama Mama

Nah sobat, Cerita Dewasa kita kali ini ngangkat topik Cerita Dewasa Sedarah yang mana post blog Cerita Dewasa berjudul "Cerita Ngentot Pertama Sama Mama". Gimana, Hot kan? Cerita ini diilhami oleh seorang Remaja yang akan beranjak menginjak usia ke-19 bernama Jhoni. Konon Jhoni katanya belum pernah melakukan ngentot dengan wanita manapun, karena pengaruh pergaulannya yang membuat

Monday, April 16, 2012

Cerita Sex Dewasa Tante Titik tetanggaku yang seksi

Namaku Didi. Sekarang saya berkerja di salah satu perusahaan multinasional di kota B dan tinggal di daerah J sejak tahun 1995. Cerita yang akan saya tuturkan di bawah ini adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun yang silam. Dulu saya tinggal bersama kedua orang tuaku di sebuah kompleks kecil milik sebuah instansi pemerintah dan dihuni oleh beberapa keluarga saja di dalam satu pagar.

Cerita Seks Akibat sakit hati

Siang itu suasana kantor PT. ANGIN RIBUT begitu sepi. Di sebuah ruangan, di lantai dua, sang manajer, Ir Basmir namanya, tengah melamun. Sambil duduk dengan mengangkat kedua kakinya ke atas meja, ia terus saja berpikir. Ya, ia memang sedang kasmaran dengan seorang gadis. Gadis itu tak lain adalah Linda, bawahannya sendiri. Linda memang cantik dan seksi. Di usianya yang baru mencapai 28 tahun,

Cerita Sedarah Kakakku sayang cinta sejatiku

Panggil saja aku Vel umurku sekarang 27 tahun, sekarang aku bekerja pada sebuah perusahaan di salah satu kota di negara bagian New Hampshire. Aku cukup salut dengan website ini. Dan singkatnya aku tertarik untuk mencoba menceritakan apa yang aku alami dan kujalani sampai saat ini. Saat ini aku tinggal bersama kakak perempuanku, panggil saja Kak Risa Umurnya sekarang 31 tahun, 4 tahun lebih tua

Sunday, April 1, 2012

Cerita Sex Dewasa Indonesia

Cerita Sex Dewasa Indonesia - Peristiwa ini terjadi ketika David berumur 36 tahun. David adalah seorang ayah yang memiliki 3 orang anak, David bekerja di bidang medis, dan kini tinggal di Jakarta Selatan. Wajahnya lumayan tampan, sedangkan istri David berkulit hitam manis dengan tinggi tubuhnya sekitar 165 cm, rambut lurus dan halus. Kehidupan seks David selama ini sangat normal, bahkan David

Friday, March 9, 2012

Cerita Sex Dewasa - Dugem dan seks

Cerita Sex Dewasa -  Dugem dan seks  - Namaku Rio, aku tinggal di kota metropolitan dan baru masuk kuliah di universitas swasta yang terkenal. Aku adalah remaja yang tak pernah kekurangan apapun, terutama materi. Karena itu aku dengan mudah terjerumus dalam gelapnya dunia malam bersama teman karibku yang selalu bersamaku.Malam itu seperti biasa aku pergi ke diskotek bersama Rudi temanku, malam

Tuesday, March 6, 2012

Cerita Sex - Ika gadis Bandung yang genit dan seksi

Cerita dewasa sex ini bermula waktu umurku masih 23 tahun. Aku duduk di tingkat akhir suatu perguruan tinggi teknik di kota Bandung. Wajahku ganteng. Badanku tinggi dan tegap, mungkin karena aku selalu berolahraga seminggu tiga kali. Teman-­temanku bilang, kalau aku bermobil pasti banyak cewek cantik sexy yang dengan sukahati menempel padaku. Aku sendiri sudah punya pacar. Kami pacaran secara

Saturday, December 10, 2011

Cerita Dewasa - Ngentot Diana Siswi SMA 17 Tahun

Cerita Dewasa - Memori yang tak dapat kulupakan. Namaku Ray, aku bekerja di sebuah harian ibukota. Baiklah ceritanya begini...


"Mas Ray..., aahh..., mmhhaahh..., Aahh..." Dia kelojotan. Kurasakan lubang kemaluannya hangat, menegang dan mengejut-ngejut menjepit batang kemaluanku.
"aahh..., gila..., Ini

Tuesday, November 15, 2011

Cerita Sex Office Party

 Kadang-kadang orang emang suka punya banyak prejudice sama cewek Indonesia yang kawin sama bule. Kerasa banget samaku, kalau orang kita emang kadang2 mikir kalo cewek kaya’ aku nikah sama bule hanya karena hartanya. Emang kebetulan Tom, suami tercintaku, bukan orang yang kekurangan. Sebagai expat yang bekerja di bidang marketing suatu perusahaan multi-national dia memang cukup sukses. Namun,

Cerita Sex Dina Teman Istriku

 Siang itu pertemuanku dengan client makan waktu lebih cepat dari perkiraan. Jam masih menunjukkan jam 11.00, paling sampai kantor pas jam istirahat dan pasti sdh sepi, pada makan siang diluar kantor… mmm… kubelokkan mobilku, dan kutuju satu arah pasti… kantor Tari istriku… Istriku seorang wiraswasta, berkantor di daerah Tomang.

“Eee… mas Tommy, tumben muncul siang-siang begini…?”Dina sekretaris

Monday, November 14, 2011

SPG Mall Diperkosa 4 Pengamen Di Kamar Kos


Untuk sekian kalinya, lagi - lagi pengamen bikin ulah. Gak tanggung - tanggung, kali ini empat orang pengamen nekad memperkosa SPG seksi karyawati Mall Royal Plasa Surabaya. Bermula saat korban AMP (19) pulang kerja pagi sekitar pukul 02.30 WIB, di sekitar tempat kos korban terdapat 4 orang pengamen yang sedang melakukan aksi minum - minuman keras.


Saat melintas di depan keempat pelaku,

Thursday, November 10, 2011

Cerita Sex Pengalamanku Menikah

Siang itu cuaca mendung menambah dingin dalam kamarku, kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi. Masih terbayang pijatan majikanku tadi siang, begitu takut, aneh dan juga nikmat, terus terang ini pengalamanku yang pertama dimana tubuhku dijamah tangan laki-laki. Rasa yang menjalar di semua pori-pori kulit, kurasakan keanehan yang terjadi dalam tubuhku yang berujung pada suatu kenikmatan. Aku

Cerita Sex Dengan Cewek Arab

Aku mendapat tugas ke sebuah kota kabupaten di Kawasan Timur Indonesia. Ada sebuah peluang proyek baru disana. Aku berangkat dengan seorang Direktur. Setelah bertemu dengan para pejabat yang berwenang dan mengutarakan tujuan kedatangan kami, maka Direktur tersebut pulang terlebih dahulu karena masih ada urusan lain di Jakarta. Tinggalah aku disana mengurus semua perijinan sendirian saja.

Monday, November 7, 2011

Cerita Sex Dengan Sahabat Lama

 
Ana meletakkan bayinya di atas boks, lalu dia sendiri rebah di atas sofa di ruang tengah, merasa agak sedikit kelelahan. Suaminya, Roy, bilang padanya kalau ada seorang sahabat lamanya yang akan datang dan menginap di akhir pekan ini, jadi disamping mengurus bayinya, dia mempunyai sebuah pekerjaan tambahan lagi, menyiapkan kamar tamu untuk menyambut tamu suaminya itu. Pikirannya melayang

Cerita Sex Dengan Teman Suamiku

Sebut saja nama ku Tyas, wanita umur 30 thn dan orang-orang bilang bentuk tubuhku amatlah proposional, tinggi 170 cm berat 55kg dan ukuran buah dada 34B, ditunjang wajah cantik (itu juga orang-orang yang bilang) dan kulit putih cerah. Sebelumnya aku memang sering bekerja menjadi SPG pada pameran mobil dan banyak orang mengelilingi mobil yang aku pamerkan bukan utk melihat mobil tetapi untuk

Sunday, November 6, 2011

Cerita Sex Tangisan Cintaku

Lirikan iri terlihat di wajahku. Hari itu hari valentine, di mana biasanya insan memadu cinta, menyingkirkan duka dan dendam. Semua toko bunga diwarnai oleh bunga rose merah. Tiap pasang berjalan dengan bergenggaman tangan erat. Tetapi kenapa ada perasaan iri yang tidak lari dari hatiku, aku hanya merasa dunia tidak adil. Kenapa hanya orang lain yang boleh merasakan itu semua?

Pesta
Sungguh Puaskah Istri Anda ?