Jadilah Lelaki Perkasa, Seperkasa Kuda Putih

Sunday, December 4, 2011

Mahasiswi Terjun Dari Lantai 9 Kondominium Karna Tak Di Restui



Masi ada ya Gan di jaman sekarang orang nekat terjun dari lantai 9 Kondominium gara-gara cinta nda di restui, Yang pernah saya dengar si kalau Cinta di tolak Dukun Bertindak, Ok deh Gan lanjut aja Baca Berita dari "Suara Pembaharuan".


[TANGERANG] -Cinta tak direstui kedua orangtua, membuat Caroline Oktavianie Tamboto (19), mahasiswi semester 4 jurusan Bahasa Inggris Universitas Pelita Harapan, nekat terjun dari lantai 9 Kondominium Richmond Jalan Jenderal Sudirman Boulevard 2000 Lippo Vilage, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (24/11) malam. Korban tewas seketika terhempas di lantai dasar dengan posisi tertelungkup dan mengalami luka di bagian kepala dan patah pada bagian kaki.

Kapolsek Kelapa Dua, AKP Bambang Hari Wibowo, Sik, baru-baru ini mengatakan, diketahui tewasnya Caroline justru dari kedua orangtuanya Albert Tamboto (45), dan Ny Nana Soekamto (43),yang mencari anak mereka setelah tiga hari menghilang. Saat itu diduga korban ketakutan ketika mengetahui kedua orangtuanya datang dan sudah menunggu di lobby kondominium. Dia memang sempat menghilang bersama pacarnya Hendra yang sudah menjalin kasih dengannya sejak masih duduk di kelas 2 SMP.

“Sebelum melompat, korban dikabarkan kabur bersama pacarnya, sehingga kedua orangtuanya yang tinggal di Karawang datang untuk mencari anaknya. Ketika tiba di kondominium, orangtuanya menemukan anaknya tewas,” ungkap Kapolsek Kelapa Dua, AKP Bambang Hari Wibowo, Sik.

Dikatakan Kapolsek, sejak masih bersekolah di bangku SMP, gadis kelahiran 2 Oktober 1992 ini sudah berpacaran dengan Hendra,seorang pria yang bekerja di Auto 2000 Serpong, Tangerang Selatan. Karena hubungan asmara dengan Hendra tak direstui oleh orangtuanya, Caroline diam-diam sering bertemu dengan kekasihnya itu.

“Korban sudah berpacaran sejak SMP. Namun hubungan tersebut tidak direstui oleh orangtua korban, korban diam-diam sering bertemu dengan kekasihnya,” kata kapolsek seraya menambahkan korban nekat karena ketakutan dimarahin.

Satpam Kondominium Golf Karawaci yang bertugas pada malam itu, yakni Suyanto dan Gunawan menuturkan, keduanya terkejut kala melihat tubuh tergeletak tak berdaya di rerumputan depan pintu masuk kondominium yang terletak di Lippo Karawaci, Kabupaten Tangerang sekitar pukul 20.00 WIB. “Ketika itu saya lihat ada darah yang keluar dari mulutnya,” kata Suyanto.

Menurut dia, Caroline sepertinya sempat membentur lampu taman di dekat rerumputan tempat dirinya akhirnya terhempas. Sedangkan Gunawan mengatakan, dirinya memang sempat memperhatikan Hendra yang sekitar sebulan lalu mulai rutin mengunjungi kekasihnya itu.

“Ada sekitar sebulanan ini dia ke sini,” kata Gunawan yang masih berjaga di depan pintu masuk dan keluar gedung tersebut.

Saat peristiwa terjadi, kata Gunawan, suasana kondominium sedang sepi. Karena para penghuni kondominium yang mayoritas adalah mahasiswa/mahasiswi UPH sudah kembali ke kamar masing-masing. "Sekitar jam tujuh malam, saya lihat korban turun ke bawah dan membeli sesuatu ke minimarket di kondominium ini. Lalu naik lagi," ucapnya.

Berselang beberapa menit, kakak kandung korban, Cindy Sthepani Tamboto (21), pulang ke kondominium itu dan langsung naik ke lantai 9. Selang sekitar 20 menit, Kakaknya turun lagi dan langsung pergi entah kemana. "Tidak lama kakaknya itu pergi, tiba-tiba korban terjatuh,” ucapnya.

Karena bunyi benda jatuh itu cukup keras, Gunawan dan Suyanto yang sedang bertugas di pintu masuk kondo langsung menghampirinya. Benda yang tak lain adalah tubuh Caroline yang letaknya sekitar lima meter dari pos satpam. "Saat jatuh sih masih hidup. Lalu pihak kondominium langsung memanggil dokter Siloam Karawaci. Setelah diperiksa oleh dokter baru meninggal. Baru kemudian Polisi datang," ucap Gunawan.

Hasil olah TKP petugas Polres Metro Kabupaten Tangerang, diketahui terdapat luka pada bagian kepala dan tulang kaki Caroline patah. "Itu karena lompat dari lantai 9. Kami tidak mendapati indikasi lain. Luka korban murni karena lompat," katanya.

Setelah dilakukan otopsi di RSU Tangerang, jenazah gadis berkulit putih tersebut kemudian dibawa pihak keluarga ke rumahnya di Jalan Kenanga, No 16, RT 08/12, Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Jawa Barat. [132] [suarapembaruan.com]

No comments:

Post a Comment

Sungguh Puaskah Istri Anda ?