
Tulisan ini adalah perjalanan Dwin Gideon dari SH ke wilayah lain di Jerman. Setelah dari Gummersbach, 507435-cologne-cathedral111 kilometer, SH pun ke Kota Cologne dan mengunjungi The Dome of Cologne. Katedral Cologne pun jadi objek menarik untuk disinggahi, termasuk melihat detail seni arsitekturnya.
Katedral Cologne (The Dome of Cologne) adalah bangunan gereja terbesar di dunia. Permukaannya memiliki luas hingga 7.000 m2, dengan dua buah menara yang kokoh setinggi 156 di kedua sisinya. Bahkan, sampai akhir abad ke-19, Katedral Cologne adalah bangunan yang terbesar di dunia.
Cologne – Untuk mencapai Katedral, Anda perlu berjalan sekitar 1 km melalui stasiun kereta api Cologne. Ini karena, baik bus umum maupun kendaraan pribadi, harus berhenti di halaman depan stasiun tersebut.
Para pengunjung bebas mengabadikan pengalaman mereka di luar dan dalam Katedral, baik dengan kamera foto maupun video. Hanya saja, bila Anda masuk dengan menggunakan topi atau penutup kepala yang lain, penjaga gereja pasti akan segera menegur dan meminta Anda untuk melepaskannya. Sayangnya, SH tidak bisa menanyakan alasan yang pasti tentang pelarangan penggunaan penutup kepala ini.
Relikwi yang terdapat di Katedral Cologne pun merupakan relikwi terbesar yang tersisa dari Abad Pertengahan. Selain Magi, ada juga Salib Gero dari Kekaisaran Otto, yang ditaruh di puncak altar. Bersama Salib Gero, terdapat juga salib-salib kerajaan yang lainnya, yang berasal dari gereja-gereja Abad Pertengahan. Di bawah gereja, terdapat juga makam bagi para tokoh penting dari Katedral ini. Beberapa santo seperti Irmgardis dan Uskup Philipp von Heinsberg dimakamkan di sini.
Pembangunan Katedral Cologne memakan waktu yang sangat lama. Menurut situs resmi Katedral ini, pembangunannya dimulai sejak 1248 dan baru selesai pada 1880. Selama periode konstruksi tersebut, seluruh desain arsitekturnya tidak pernah berubah.
Sebelum abad ke-13, Cologne sudah memiliki beberapa gereja yang terdapat di sekitar lokasi Katedral Cologne ini berada. Katedral ini sendiri sebelumnya adalah salah satu gereja tersebut, yang bernama Gereja Santa Maria.
Pada tahun 1164, Uskup Rainald von Dassel membawa relikwi yang berupa arca suci bernama Magi ke Cologne. Sejak itulah, Katedral menjadi satu-satunya gereja resmi di Cologne dan juga merupakan salah satu tempat ibadah paling penting di Eropa.
Kemudian, pengurus gereja pun merasa perlu untuk menyesuaikan arsitektur bangunannya dengan kondisi tanah yang ada. Karenanya, bangunan katedral yang lama pun mulai diruntuhkan secara bertahap, dan pada tahun 1248 dimulailah pembangunan Katedral Cologne ini.
Secara keseluruhan, Katedral didesain bergaya Gothic. Arsitekturnya hampir menyerupai desain bangunan-bangunan dari Abad Pertengahan.
Di bagian dalamnya, terdapat dua altar yang besar. Altar yang pertama disebut Klarenaltar. Altar ini sudah selesai dibangun sejak abad ke-14. Ada 36 lukisan dan 25 patung di dalamnya.
Altar yang kedua adalah hasil sumbangan dari penguasa kota. Pada tahun 1842, Bank Pemerintah Prussia menyumbang setengah dari biaya yang diperlukan untuk pembangunan altar ini. Melalui Asosiasi Pusat untuk Pembangunan Katedral (Central Association for Building the Cathedral), warga kota juga ikut terlibat dan menyumbang dalam pembangunannya.
Di Luar Katedral
cologne_cathedral22Sejak menyusuri stasiun, Anda bisa menemukan banyak toko di kanan kiri jalan. Mulai dari minuman dan makanan ringan, hingga pakaian bermerek butik pun, bisa Anda temui di sini.
Banyak orang lalu lalang di sini, baik yang baru menggunakan kereta api maupun mereka yang sedang melihat-lihat dan akan menuju Katedral. Banyak pengunjung yang menjadikannya sebagai lokasi untuk berfoto dengan latar belakang bangunan Katedral.
Dari pelataran itu, Anda akan menaiki tangga setinggi sekitar 1,5 meter untuk menuju Katedral. Sama seperti pelataran di luar stasiun, setelah melewati anak tangga pun, akan terdapat halaman yang sangat luas .
Di kawasan sekitar Katedral pun berjejer banyak toko yang menjual berbagai macam barang. Bila ingin melepas lelah setelah mengelilingi Katedral, Anda bisa singgah di rumah-rumah makan atau bar yang banyak terdapat di sekitar Katedral.
Sumber


No comments:
Post a Comment