RISALAH LUKArembulan yang kau pandangmelempar senyumnya di tepi jendelasepotong rindumu terbanghinggap di altar yang basahlalu kau gerai gerimis kusutdi pangkuan hujan yang terbiar patahaku masih menyepiberendam dalam telaga rembulanyang kupandangdari serumpun binar keputusasaandi remang malamterdengar lenguhmu berbicara gemulailalu gairahmu karam, tumpah,hingga belati yang kau sedekap,mengiris
No comments:
Post a Comment