Jadilah Lelaki Perkasa, Seperkasa Kuda Putih

Saturday, October 12, 2013

Kumpulan Konsultasi SEX Dengan Dokter Boyke : Seks Selama Hamil

Seks Selama Hamil
Dokter Boyke yang baik, Dok, istri saya positif hamil. Saya sangat bersyukur karena kami sudah menunggu sejak dua tahun lalu. Tapi masalahnya, saya ini termasuk orang yang keranjingan seks. Sejak menikah, kami selalu melakukan hubungan seks setiap hari, walau cuma sebentar. Usia istri saya sekarang 24 tahun, sedangkan saya 30 tahun. Istri saya sedang mengandung 2 bulan. Kehamilan istri jelas kami sambut dengan bahagia karena kami akan memiliki momongan hasil buah cinta kasih di antara kami. Pertanyaannya, dok: Bagaimana cara berhubungan seks yang aman agar kandungan istri saya tidak terganggu? Frekuensi berhubungan yang ideal selama istri saya hamil, berapa kali seminggu? Apakah betul, saat kandungan berusia 8-9 bulan, aktivitas seks harus ditingkatkan? Pantangan apa yang tidak boleh dilanggar saat berhubungan agar kehamilan istri saya tidak terganggu? Atas jawabannya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih. Buat Pak Dokter Boyke, sukses ya, Dok! Irwan Hanafie / Petukangan Utara, Jakarta Selatan
Jawab:
Sebenarnya seks selama kehamilan boleh-boleh saja, selama keadaan ibu dan janin sehat. Yang dapat menentukan janin dan ibu sehat adalah dokter atau bidan yang merawat selama ibu hamil. Posisi hubungan seks yang aman adalah wanita di atas (female superior) atau pria dari belakang (dog position). Seks yang sehat adalah 1-4 kali per minggu, baik pada wanita sedang hamil ataupun tidak. Hubungan seks saat kandungan memasuki usia 8-9 bulan tidak perlu ditingkatkan. Melakukan 1-4 kali per minggu cukup sehat. Pantangan yang dilarang dalam hubungan seks selama hamil adalah berlaku terlalu kasar, misalnya, menggunakan alat bantu seks yang dimasukkan ke dalam vagina, dan lain-lain. Hal itu sebaiknya tidak dilakukan untuk menghindari luka inveksi pada liang vagina dan keguguran pada jabang bayi. Ok.***

Kumpulan Konsultasi SEX Dengan Dokter Boyke : Cinta dan Keperawanan

Cinta dan Keperawanan
Salam hangat untuk dokter Boyke… Saya pria berusia 29 tahun. Dalam waktu 6 bulan lagi saya akan menikah. Calon istri saya berniat melakukan pemeriksaan yang berhubungan dengan organ reproduksi. Apakah saya juga perlu melakukan hal yang sama? Kalau ya, pemeriksaan apa saja yang sebaiknya saya jalani? Dok, boleh tanya yang agak “aneh” kan? Apakah keperawanan itu hanya bisa dibuktikan lewat darah yang keluar saat pertama kali berhubungan badan? Bila tidak ada darah, apakah ada ciri lain yang menandakan pasangan hidup saya itu masih perawan? Kata sejumlah kawan, vagina yang masih seret itu menandakan perempuan bersangkutan masih perawan, benarkah? Tanpa bermaksud tak percaya dengan istri, saya hanya ingin tahu saja akan hal-hal yang akan saya hadapi tak lama lagi. Terima kasih banyak, Dok… Rudi Djamil / By Email
Jawab:
Merupakan hal yang positif bagi Anda dan calon istri untuk melakukan pre-marital check up. Pemeriksaan ini dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada anak yang dilahirkan kelak ataupun pada kesehatan pasangan. Seorang calon suami yang menderita sifilis, selain menularkan penyakit tersebut pada pasangan juga dapat menggangu janin di dalam kandungan pasangan. Janin yang dikandungnya kelak akan mengalami kecacatan atau keguguran. Biasanya check up meliputi pemeriksaan organ reproduksi dan laboratorium darah. Hanya 65% wanita mengalami pendarahan vagina pada senggama pertama, sedangkan 35%-nya tidak berdarah karena mungkin robeknya selaput dara pada tempat yang tidak ada pembuluh darahnya, atau karena memiliki selaput dara yang elastis. Ciri-ciri seseorang masih perawan hanya bisa dilihat dari selaput daranya oleh dokter. Sebenarnya makna suatu perkawinan tak tergantung pada selaput dara, tetapi pada cinta Anda kepada pasangan calon istri atau sebaliknya. Kalau Anda memang cinta pada calon istri, Anda harus mau menerima pasangan Anda itu seperti apa adanya. Seret tidaknya vagina tidak menentukan seorang wanita masih perawan atau tidak. Ok, selamat melangsungkan perkawinan.***

Kumpulan Konsultasi SEX Dengan Dokter Boyke : Tips Kencangkan Otot Vagina

Tips Kencangkan Otot Vagina
Dokter Boyke yang terhormat…. Dok, saya ibu rumah tangga dengan tiga anak yang masih kecil-kecil, masing-masing berusia 8 tahun, 6 tahun dan 4 tahun. Saya berbahagia sekali memiliki buah hati tersebut karena mereka lucu-lucu, menggemaskan, dan pandai berbicara. Kehadiran mereka menjadi teman yang tidak membosankan selama menunggu suami pulang kerja. Tetapi satu hal yang kini mencemaskan saya adalah bentuk vagina saya sepertinya sudah tidak seksi lagi dan karenanya rasa sensasi ketika making love (ML) dengan suami jadi jauh berkurang. Saya susah mencapai orgasme. Akhirnya saya jadi tak terlalu bersemangat bermesraan dengan suami. Saya malah merasa lebih asyik bersua dan bercanda dengan anak-anak. Dok, apa yang harus saya lakukan agar bentuk vagina saya bisa seperti dulu lagi? Apakah saya harus melakukan operasi vagina agar “menciut” lagi? Adakah cara lain, tanpa perlu melakukan operasi? Dok, saya sering mendengar iklan produk yang katanya bisa merapatkan vagina yang sudah kendor, apakah klaim itu benar? Apakah vagina akan semakin kendor bila kita tidak melakukan tindakan perbaikan? Apakah kasus yang saya alami ini biasa terjadi pada perempuan lain yang telah melahirkan 4 anak? Apakah usaha perbaikan ini tidak terlambat, mengingat usia saya sudah 39 tahun? Ratna Wulandari by email
Jawab:
Iklan-iklan memperbaiki bentuk vagina melalui krim-krim tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Lebih baik mengikuti senam otot-otot panggul pada masa nifas dan setelah melahirkan. Hal tersebut telah terbukti dapat mengembalikan kekencangan otot vagina. Pada umumnya wanita yang melahirkan secara normal mengalami perubahan vaginanya. Jadi, hal ini merupakan hal yang umum saja. Sudah diteliti bahwa senam kegel dapat mengembalikan sensasi yang hilang setelah melahirkan.

Kumpulan Konsultasi SEX Dengan Dokter Boyke : Asap Rokok Hambat Kehamilan

Asap Rokok Hambat Kehamilan
Dokter Boyke…. Saya perempuan berusia 29 tahun. Dalam satu tahun terakhir ini, saya dilanda kecemasan karena tak kunjung hamil setelah 3 tahun usia perkawinan. Terus terang, saya memang perempuan karier dengan jabatan cukup tinggi di sebuah perusahaan dan juga perokok berat. Saya mulai merokok saat masih duduk di bangku kuliah dan makin parah hingga saat ini. Sehari saya bisa menghabiskan 3 bungkus rokok jenis mild. Aktivitas seksual kami tidak ada masalah, bahkan boleh dibilang cukup “hot” karena kami melakukannya rata-rata 3 kali seminggu dengan kualitas hubungan yang luar biasa. Artinya, kami berdua sama-sama selalu bisa mencapai puncak. Namun, sebagai pasangan suami istri, kami tentu juga ingin mempunyai keturunan. Apakah ketidaksuburan ini disebabkan oleh kebiasaan saya yang suka merokok? Ataukan, karena faktor suami yang juga suka merokok? Apakah saya harus benar-benar berhenti merokok atau cukup mengurangi saja? Apakah suami juga harus berhenti merokok? Kalau boleh tahu, zat apa sih yang terkandung dalam rokok, khususnya yang menyebabkan kemandulan? Selain berhenti merokok, apa yang harus saya lakukan agar saya bisa hamil? Apakah ada vitamin khusus untuk meningkatkan kesuburan saya maupun suami? Dari banyak pengalaman pasangan suami istri lainnya yang perokok, apakah berhenti merokok benar-benar bisa memperbaiki tingkat kesuburan seseorang? Putri Ananda / Petukangan Utara, Jaksel
Jawab:
Sudah jelas tertulis dalam pernyataan bahaya merokok pada iklan maupun bungkus rokok bahwa rokok dapat menyebabkan kanker, impotensi dan kemandulan. Oleh karena itu jika ingin cepat hamil, baik suami maupun istri harus berhenti merokok. Suami yang merokok dapat menjadikan istrinya perokok pasif dan menimbulkan kesulitan hamil juga, bahkan jika wanita tersebut bisa hamil, janinnya dalam kandungan akan mengalami pertumbuhan yang terhambat. Zat-zat yang terkandung dalam rokok yang membahayakan tubuh adalah nikotin, tar, gas CO dan ratusan zat berbahaya lainnya. Beberapa ahli bahkan mengumpamakan seorang perokok sama dengan bernafas dengan hidung ditaruh pada knalpot mobil yang dinyalakan. Selain berhenti merokok, mengonsumsi makanan bergizi, berolah raga, memanaj stres yang ada, dapat meningkatkan kesuburan suami dan istri.***

Kumpulan Konsultasi SEX Dengan Dokter Boyke : Jakun dan Disfungsi Ereksi

Jakun dan Disfungsi Ereksi
Dokter Boyke yang terhormat Kenalkan nama saya Aprianto, pria berusia 22 tahun. Dok saya punya masalah dengan jakun, yaitu tidak menonjol seperti teman-teman pria lainnya. Padahal, tubuh saya kurus. Dari info yang saya dengar dari teman-teman, pria yang jakunnya tidak nongol seperti saya, kemampuan seksnya tidak kuat. Katanya saya memiliki kecenderungan untuk menjadi seorang perempuan. Apakah info itu benar? Apa yang harus saya lakukan agar leher saya berjakun seperti pria kebanyakan. Sebenarnya apakah fungsi jakun itu? Apakah saya harus operasi untuk mendapatkan jakun? Treatment apa yang saya harus lakukan…dok? Dok, teman saya pernah mengeluh katanya ia akhir-akhir ini sering mengalami kesulitan dalam berhubungan seksual dengan istrinya. Apakah keluhan itu akibat stress yang dialaminya akibat beban kerjanya yang begitu banyak. Karena saya tidak mengerti tentang seks, saya katakan untuk rajin berolahraga untuk meningkatkan staminanya. Usaha itu katanya sudah dilakukan, tetapi kok tidak pengaruh ya? Apakah ada cara lain dok? Saya lihat wajahnya tidak lagi sumringah seperti dulu-dulu…. Aprianto / Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jawab:
Pertumbuhan jakun memang dikaitkan dengan adanya perkembangan seks sekunder pada pria, di samping perubahan suara, tumbuhnya rambut/kumis serta adanya mimpi basah pada saat pubertas. Pertumbuhan jakun tidak dikaitkan dengan kemampuan seks. Yang jelas, jakun itu pasti tumbuh hanya mungkin tidak terlalu menonjol. Seperti juga kumis tidak selalu setiap laki-laki tumbuhnya lebat. Fungsi jakun sebenarnya hanya dikaitkan dengan tanda seks sekunder saja, tidak ada fungsi yang khusus. Jadi tidak perlu cemas, selama fungsi ereksi dan ejakulasi anda masih normal, semua akan berjalan baik-baik saja. Mengenai temanmu itu, ia nampaknya mengalami disfungsi ereksi, di mana salah satu penyebabnya adalah stress dan kelelahan. Beban pekerjaan yang menumpuk selain mengakibatkan kelelahan, juga timbul stress yang berkepanjangan. Apalagi jika di tambah dia tidak berolah raga, tubuhnya gemuk, mempunyai kebiasaan merokok dan minum minuman keras, maka semua faktor tersebut memperburuk kemampuan ereksinya. Anjuran anda agar ia berolah raga sudah tepat, karena tubuh yang bugar akan membuat seksnya menjadi bugar. Namun, jika faktor stressnya tidak teratasi, tetap saja akan terjadi disfungsi ereksi. Saran saya, coba anjurkan ia untuk berkonsultasi dengan konsultan seks untuk diobati, karena selain stress, beberapa penyakit seperti gula (diabetes melitus), darah tinggi, kelainan pembuluh darah, kelainan syaraf dan gangguan hormon dapat pula menjadi penyebab disfungsi ereksi.***

Kumpulan Konsultasi SEX Dengan Dokter Boyke : Jumlah Sperma Kurang

Jumlah Sperma Kurang
Dokter Boyke, Sejak menikah dua tahun lalu, kami belum juga dikarunia keturunan. Setelah berkonsultasi dengan dokter, istri saya dinyatakan normal dan sehat. Masalahnya ada pada saya, yaitu jumlah sperma dibawah rata-rata. Apa maksud informasi ini dok? Padahal, saya tidak punya punya penyakit berat seperti stroke atau jantung. Kalau melihat penampilan saya pun orang tidak akan menyangka saya memiliki sperma dibawah rata-rata, karena tubuh saya proporsional dan terlihat bugar? Mengapa sperma seseorang bisa di bawah rata-rata? Bila kondisinya demikian, apa yang harus saya lakukan dok? Apakah ada cara yang cepat dan tepat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma? Apakah masalah ini bisa diatasi dengan makanan tertentu atau olahraga tertentu. Sampai jumlah berapa sperma bisa dikatakan diatas ratarata itu. Bagaimana mengetahui kalau sperma saya telah meningkat? Bila kondisinya sudah diatas rata-rata, apa yang saya harus lakukan lagi agar istri saya cepat hamil. Terima kasih banyak atas informasinya. Rudi Ismadi / Ciputat, Tangerang
Jawab:
Kemampuan sperma dalam membuahi sel telur agar terjadi kehamilan sangat tergantung pada jumlah dan kwalitas sperma. Biasanya dokter akan menilai volume semen (normal 2-5 ml), jumlah sperma (minimal 20-40 juta/ml), gerakan sperma (minimal 60 persen harus mampu bergerak lurus dan cepat) serta bentuk sperma yang normal yang jumlahnya sekitar 80 persen. Penyebab jumlah sperma yang kurang dapat disebabkan oleh karena kelelahan, tidur yang kurang, kegemukan ataupun kebiasaan merokok dan minum minuman keras, serta stress berkepanjangan. Adanya gangguan hormon testosteron, adanya varicocele (pembuluh darah vena di buah zakar), infeksi (misalnya penyakit kelamin), kelainan khromosom dapat menjadi penyebab jumlah sperma yang kurang. Berolah raga teratur, makan makanan yang banyak mengandung zink (sea food, terong), vitamin E (tauge) dapat membantu meningkatkan jumlah sperma. Namun di samping mengalami kehidupan yang sehat, coba berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi agar dapat diketahui penyebabnya serta diobati sesuai dengan penyebabnya. Untuk mengetahui sperma sudah bertambah jumlahnya biasanya setelah 3-6 bulan pengobatan dokter akan memeriksa ulang analisa sperma, dan dibandingkan hasilnya dengan sebelum pengobatan. Jika jumlah dan kwalitas sperma sudah baik, selama tidak ada gangguan kesehatan reproduksi pada istri, biasanya mudah terjadi kehamilan.

Kumpulan Konsultasi SEX Dengan Dokter Boyke :Sulit Orgasme

Sulit Orgasme
Dr Boyke sayang … Saya mungkin termasuk seorang istri yang kurang beruntung dalam kehidupan seks kami. Terus terang saja dok, saya jarang sekali mengalami kepuasan setiap kali melakukan senggama bersama suami. Ini karena sikap suami saya, yang entah karena egois atau memang ada kelainan, setiap kali melakukan hubungan seks, ia cepat sekali selesai. Saya belum apa-apa, atau baru mulai “panas”, suami sudah langsung “tancap gas” dan terkesan terburu-buru. Biasanya setelah puas, suami saya langsung tidur mendengkur. Tidak jarang, bahkan langsung membelakangi saya. Hal macam ini sudah berlangsung bertahun-tahun, dan biasanya saya hanya bisa tercenung melihat suami yang sudah terlelap. Akibatnya, saya sering melakukan onani. Beruntung, saya cukup terhibur dengan kehadiran tiga anak perempuan yang cantik-cantik. Kehadiran mereka membuat saya tetap mencintai suami saya. Namun kalau mengingat kehidupan seks kami, saya jadi sedih dan sering uring-uringan sendiri. Bagaimana ini dok? Sebenarnya saya ingin sekali berkomunikasi dengan suami, tapi saya malu dan takut menyinggung perasaannya. Bukankah seorang istri tak pantas menuntut, apalagi menuntut soal yang “satu” itu? Memang, sejauh ini kami hidup berkecukupan karena suami termasuk orang yang terpandang dan sukses dalam karier di sebuah perusahaan BUMN dengan jabatan cukup tinggi pula.
Mariana S / Cililitan, Jakarta Timur
Jawab:
Mariana di Cililitan, Etika berhubungan seks yang hanya mementingkan diri sendiri dapat mengurangi kualitas hubungan seks dan keharmonisan. Seharusnya, baik suami maupun istri dapat saling memberikan rangsangan seksual yang cukup sehingga pasangan puas. Seorang wanita membutuhkan waktu orgasme lebih lama dibanding pria. Oleh sebab itu, rangsangan-rangsangan pada daerah erogen (peka rangsang) harus diberikan sampai istri menjelang orgasme. Pada saat itu barulah tepat dilakukan penetrasi penis, sehingga orgasme dan ejakulasi dapat dicapai bersama-sama. Setelah dicapai orgasme, suami istri masih tetap melanjutkan rangsangan dan saling memeluk, saling mengucapkan terima kasih atas kenikmatan yang diberikan. Itulah etika seksual yang umum dilakukan. Sebenarnya untuk mengkomunikasikan masalah seks pada suami, mudah saja selama suami dapat berpikiran bahwa hubungan seksual bertujuan untuk kepuasan bersama. Tak perlu takut, sampaikan saja pada saat yang tepat (di tempat tidur) dan cara yang tepat (dengan kata-kata yang lembut, tanpa menyalahkan). ***
Sungguh Puaskah Istri Anda ?