Jadilah Lelaki Perkasa, Seperkasa Kuda Putih

Monday, September 24, 2012

Cerita Dewasa Nafsu Anak Sekolah

Cerita Dewasa Mengenang kembali masa kuliah, dimana aku mempunyai seorang adik angkat, Ni Chen namanya...itu hanya nama Mandarin yang kuberikan padanya, sebenarnya dia keturunan Jawa murni, hanya saja, dia memang tak seperti gadis jawa pada umumnya...
Lahir pada tahun 1984 atau 3 tahun lebih muda dariku, Ni Chen duduk selisih beberapa semester di bawahku, tapi karena ada beberapa mata kuliah dasar yang kuulang, jadilah aku bertemu dengannya.

Awal-awal pertemuan, Ia tampak sangat judes denganku, padahal aku juga sama sekali tak punya ketertarikan padanya, hanya sekedar formalitas sapaan yang selalu kuberikan hampir kepada semua rekan kuliahku...
Tetapi akhirnya kami jadi begitu dekat, bahkan saling menganggap kakak dan adik karena mantanku notabene adalah teman baiknya, dan kami sering diskusi bersama...Dia juga pada akhirnya memanggilku "Koko"...
Hari itu begitu panas, ditambah mata kuliah auditing yang membuatku serasa ingin cepat-cepat pergi dari kelas, bukan karena aku malas, tapi karena enggan melihat wajah dosenku yang killer dan suka "nembak" siswa yang dianggapnya "sok pintar"...
Di lapangan parkir, aku sudah bersiap mengenakan helm & men-starter motorku saat tiba-tiba kurasakan jemari lembut meraih dan menggayut di lenganku...
"Ko..."
aku menoleh reflek..."Eh, Ni Chen...ada apa?", sahutku urung mengenakan helm...
"Anterin Ni Chen dong...lagi pengen makan bakwan yang baru di Jalan T. itu lho..."
"Hmmm...sebenarnya aku nggak terlalu lapar sih, tapi ayo-lah..."
Kulihat sepintas senyumnya tampak lain hari itu, tapi aku tak perduli...

Tak sampai 10 menit, kami sampai di Bakwan T. yang lumayan terkenal di kota kami, letaknya tak jauh dari sebuah sekolah tinggi informatika, hmmm...kebetulan pemiliknya adalah istri pelatih musikku, Ci Jen Yi namanya...

Begitu kami masuk, Ci Jen Yi yang duduk di meja kasir langsung menyambutku karena dari jauh sudah mengenali aku & motorku...

"Lho...Lie, lama nggak main kesini, wah...pacar baru ya?" Ci Jen Yi langsung nyerocos begitu rupa...
Tanpa kusadari, Ni Chen menggamit lenganku dengan manja...dan dagunya disandarkan pada pundakku...
"Ni Chen...jangan gitu ah, malu nih..."
"Aaah..Koko jahat ah, gini aja gak boleh..." kecamnya dengan muka merengut...
Ci Jen Yi tertawa melihat ulah Ni Chen....
"Ah, kalian ini, dasar anak muda, ya udah, pesenannya kaya biasa kan?" Tanpa menunggu jawaban Ci Jen Yi segera berlalu ke dapur & menyuruh pelayannya menyiapkan pesanan kami...

Selang kami duduk berdua, Ni Chen memulai pembicaraan yang tak pernah kulupakan, dan juga sedikit kusesali setelahnya.

"Ko, jangan marah ya, aku mau ngomong serius nih sama koko..."
(Aku tetap diam sambil menyeruput es jeruk manis dari gelasku)
"Beberapa malam ini tuh aku terus ngimpiin koko dalam tidurku"
(Aku hampir saja mati tersedak..., tapi aku tetap berlagak bego...)
"Lha, kok bisa sih Chen...", sahutku polos sambil menatap matanya, dan baru kusadari, dia serius...
"Entahlah, mungkin aku mengagumi koko yang selalu tampil dewasa & sering kasih aku nasihat dalam kuliah, koko juga satu2 nya orang yang selalu ada buatku saat ada masalah...sepertinya...aku...jadi malu sama koko..."
"Kenapa harus malu...?" Tanyaku mulai tak sabar...
"Koko sibuk nggak, temani Ni Chen di rumah ya...ada soal Excell yang rumusnya bingung, dari kemaren salah terus..." Jawabnya mengalihkan topik pembicaraan...
Aku mendengus perlahan (kesal sih...), tapi tetap bersabar...
Selesai makan, dia langsung kuantar pulang, setelah memasukkan motor ke garasi rumahnya yang hanya 10 menit perjalanan dari kampus...akupun masuk ke rumahnya, mengagumi setiap sudut eksotis interior rumahnya yang baru dibangun ayahnya, seorang aktivis LSM terkemuka, dan juga menyempatkan diri mematung sebentar di depan kolam ikan di tengah rumahnya...cari inspirasi...hehehe...
Sepertinya rumah itu sedang kosong, 2 hari yang lalu aku ingat kalau Ni Chen bilang kedua orang tuanya pergi ke sebuah acara di Jakarta, sementara adiknya masih latihan basket sampai malam...

"Koko...sini masuk..."
Sapaan Ni Chen mengagetkanku, aku pun segera melangkah masuk ke kamarnya yang penuh dengan peralatan fitness, buku, dan...beberapa pakaian dalam sexy yang sedikit berantakan...
"Aduh maaf ya, tadi bangunnya kesiangan, jadi Ni chen lupa mau beresin kamar", sahutnya sambil memunguti beberapa celana dalam hitam berenda...
Tanpa sadar aku membayangkan Ni Chen yang berkaki jenjang & putih mulus itu sedang mengenakan CD itu...hmmm...
"Hayo ngelamun apa!", gertaknya sambil memukul bahuku...
"Ah, nggak kok..." Buru-buru kubuka laptop Toshiba warna silver nya yang sedang dalam kondisi hibernate, setelah layar menyala, kulihat bahwa media player dalam keadaan menyala, karena penasaran film apa yang dilihat Ni Chen, aku me-restore windownya, saat itu ni Chen pergi ke dapur mengambilkan minum...

Jreeeng....
Apa aku nggak salah nih...Film yang ditonton Ni Chen memperlihatkan seorang gadis Jepang yang telanjang sambil mengangkangkan kaki, menikmati sentuhan jari seorang pria bertato...lenguhan gadis dalam film itu membuatku sedikit terangsang...

"KOKO....!!!!!", "OH NO WAY !!!"
Jeritan Ni Chen membuatku kaget dan langsung berdiri membelakangi Laptop di meja belajar Ni Chen dan gelagapan...
"Chen, sorry, aku nggak bermaksud..."
"Sudah!!!" Ni Chen memerah mukanya sembari menutup laptopnya sedikit kasar...
Dia duduk di meja belajar sambil nafasnya terlihat memburu, dia hanya diam dan memandangku penuh makna...dia terlihat sangat marah...
Aku perlahan duduk di tempat tidur depan meja belajarnya sambil menunduk...

"Chen...maaf, koko nggak tahu, tadi koko hanya bermaksud menutup film itu..."
Aku berusaha sebisa mungkin tak menyinggung masalah film itu...tetapi Ni Chen sepertinya tetap ingin membahasnya...

"Ko, maafkan Ni Chen ya sebelumnya..."
"Ni Chen nggak tahu mulai kapan, tapi Ni Chen sepertinya suka sama koko..."
"Kadang Ni Chen suka membayangkan Koko ada disini, menemani aku tidur, memeluk aku, laying on my top..."
"STOP..." you don't know what you've said...
"But I...Ko...I'm so sorry..."
(Kami masih berdialog dalam bahasa Inggris, aku suka melakukannya dengan Ni Chen karena dia pernah tinggal di Singapura dan aku butuh sparring partner dalam meningkatkan kemampuan speaking-ku)...
"Apa sih yang membuat kamu tertarik secara seksual sama aku..., kurasa banyak pria lain yang lebih menarik & cukup dekat dengan kamu?"
Ni Chen terdiam...dia hanya melangkah mendekat ke arahku, menarik kedua lenganku, membuatku berdiri, dan secara cepat dan tak terduga, Ni Chen mendorongku ke atas tempat tidurnya, dan memelukku sambil menangis...

"Aku hanya sayang sama koko, cuma koko yang bisa mengerti aku, please...ijinkan aku memiliki koko sepenuhnya, walau hanya hari ini..."
"Aku sering iri mendengar cerita CiCi Cha Lien (mantanku), bahwa koko dulu begitu romantis & penuh pengorbanan sama Ci Cha Lien...aku tahu koko bisa memberikan rasa itu sama aku..."

(Dalam hati : Damn you, Cha Lien...kenapa pengalaman pribadi kita kau ceritakan sama seorang gadis yang sudah kuanggap adikku sendiri...)

"Tapi...", selanjutnya aku tak mampu berkata-kata lagi....
Bibir Ni Chen yang padat penuh namun mungil dan merah merekah itu melumat bibirku dengan penuh nafsu...

Mulanya aku tahan sebisa mungkin gejolak nafsuku, aku tak mau mengikuti permainan Ni Chen, tapi lama-kelamaan pertahananku goyah juga, Ni Chen yang begitu polos dimataku ternyata adalah seorang gadis yang cukup liar di ranjang, tangannya menyelusup ke dalam T-Shirt Guess hitamku, mengangkatnya ke atas dan lidahnya spontan menjilati dada bidangku, sesekali menggigit putingnya, membuatku menggelinjang kegelian...

Tak sadar aku meremas payudara Ni Chen yang masih terbungkus blouse coklat rimple yang masih menutupinya, terasa kenyal dan padat, tidak terlalu besar, namun proporsional dengan tingginya yang 165 cm itu...Ni Chen melenguh disertai sedikit geraman liar, buru-buru dibukanya kancing blousenya, membiarkan tanganku lebih leluasa meng-eksplorasi dadanya yang indah itu...sungguh putih, halus, dengan putting merah kecoklatan yang tegang...

Aku menarik tubuh Ni Chen yang sedang menindihku sedikit ke atas, lalu kukulum putting payudaranya perlahan, kuberikan tekanan-tekanan intens dengan lidahku, sementara tanganku menelanjangi sisa pakaian bagian atasnya...Lalu untuk pertama kalinya, kami berciuman dengan sangat-sangat liar, semua itu benar-benar membuatku lupa bahwa selama ini hubungan kami dibatasi oleh jarak kakak adik yang begitu erat...

Ni Chen lalu membuka kancing celana jeans A? nya, memelorotkannya sebatas paha, dan menyusul celana dalam hitam berendanya yang sexy...memberikan aku tontonan luar biasa, gundukan daging putih dengan rambut-rambut yang amat halus, sedikit lebat di bagian atas, namun jarang di bagian belahannya, menampakkan belahan bibir vagina berwarna merah yang sedikit basah...

Tanganku dibimbing Ni Chen untuk bermain di seputar vaginanya, juga klitoris mungilnya yang tampak sangat menggairahkan...Dia terus mengerang nikmat, sementara kedua tangannya terus melepas celananya, membuangnya ke lantai, dan kini yang kudapati adalah Ni Chen yang polos tanpa sehelai benangpun, dan dia duduk di atas dadaku...

Tiba-tiba dia naik, menyorongkan vaginanya ke mulutku, aku yang kaget langsung gelagapan menerima sodoran belahan daging segar nan hangat itu...Sluuurrrpp...lidahku pun mulai menjelajah dangkalnya vagina Ni Chen, berusaha masuk lehttp://www.google.co.id/bih dalam dengan memutar-mutarnya, sementara tanganku asyik meremas kedua buah dadanya yang semakin tegang...

Di tengah permainan, Ni Chen tiba-tiba turun dari tempat tidur, menarik paksa celana jeans dan celana dalamku yang sudah setengah turun...membuat penisku yang tegang berdiri tegak....Ni Chen tampak takjub memandang penisku yang tak panjang, tetapi sangat tebal itu...Dia langsung menggenggamnya, dan selanjutnya kecipak lidahnya bermain mengulum penisku dengan gerakan yang sangat menggairahkan, seringkali sorot matanya tampak tajam saat menghisap, lalu memejamkan mata saat menghunjamkan mulutnya ke pangkal penisku, memberikan sensasi yang luar biasa

15 menit kami bercumbu, aku takut ada yang datang ke rumah, maka ingin segera kusudahi permainan ini...aku mengocok vagina Ni Chen dengan jari tengahku dengan cepat, sementara kakinya mengangkang di tepi tempat tidur...aku mendekat, kugesekkan kepala penisku di tepian vaginanya...dan langsung kudorong sekali masuk dengan sedikit memaksa...terasa licin dan hangat...

Oooouuuggghhh...hmmm...aaghhh...Koko....erang Ni Chen...
Aku meremas pantat Ni Chen dan segera menggoyangnya maju mundur, sesekali kucium bibirnya dan kumainkan payudaranya dengan lidahku...
Vaginanya masih rapat walau ia sudah tak lagi perawan, sangat sensasional...
Pijatan Vagina Ni Chen membuatku cepat-cepat ingin menumpahkan maniku ke dalam kehangatan vaginanya...Tak terasa 30 menit kami bergumul dalam posisi yang berganti-ganti...
aEsChen...koko mau keluar...aEt
aEsPlease koko...keluarin di dalem aja, nggak papa kok...please, give me your cum...aEt
Aku semakin mempercepat kocokan batang penisku...

aEsOhhh...ssooo...Greaattt...koko...I'm cumming...Eeeennggghhh...Ahhh...aEt
Ni Chen menghentakkan vaginanya ke depan menyambut penisku dengan sangat dalam....
Aku yang sudah tak tahan langsung memuntahkan amunisiku dengan ganas...
Crrooottt...crottt...crrttt....
Entah berapa kali aku menyemburkan maniku, hingga meluber keluar dari vagina Ni Chen...
Masih tak puas, aku menyodorkan penis bersalut mani dan cairan kewanitaannya ke mulutnya yang masih menganga...kudorong sampai dalam, dan Ni Chen dengan lahapnya menghisap bersih penisku sampai lemas...

Kami lalu berciuman dan berpelukan mesra...Hari sudah menjelang malam...
Kami buru-buru membersihkan diri di kamar mandi dan segera berpakaian, lalu aku segera duduk di ruang tamu...
Ni Chen membuatkanku secangkir teh manis hangat dan menemaniku duduk...

aEsKo...thank you so much, you're so adorable...aEt Katanya memuji...
aku hanya mengecupnya, tak sanggup berkata apa-apa...Lalu segera pamit pulang
Di depan pagar rumahnya, kembali ia mengecup lembut bibirku...

Selama beberapa bulan selanjutnya, hubungan kami masih berlanjut, sampai akhirnya dia memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di Singapura...
Banyak kenangan manis yang telah kami lewati berdua, semoga tetap jadi kenangan manis bagi kami berdua, walau tak berujung bersatunya kami...Yeah, actually, we're totally different...

Sunday, September 23, 2012

Gaji sopir TransJakarta Naik jadi Rp 5 Juta

Gaji sopir TransJakarta - Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta tengah merencanakan untuk meningkatkan gaji supir TransJakarta 2,5 kali lipat. Gaji mereka akan naik dari Rp 2 juta menjadi Rp 5 juta. "Ini adalah bentuk perbaikan pelayanan sekaligus kesejahteraan para pramudi," ujar Kepala BLU TransJ, M Akbar.

Gaji sopir TransJakarta



Gaji sopir TransJakarta


Jenjang pendidikan yang tinggi juga menjadi persyaratan pramudi TransJ. Syarat pramudi adalah Sarjana (S1). "Kalau S1 diberi gaji Rp 2 juta, mereka tidak akan mungkin tertarik," ujar Akbar.
Pihaknya berharap para supir Busway punya motivasi lebih baik dengan adanya kenaikan gaji tersebut.
Jika pramudi digaji Rp 5 juta, mereka akan berpikir dua kali untuk bekerja tidak profesional. Kalau dipecat, ia akan sulit cari pekerjaan dengan gaji setinggi itu.

Kenaikan Gaji sopir TransJakarta ini juga bertujuan untuk menekan angka kecelakaan yang disebabkan kelalaian supir. "Kenaikan upah supir Busway masih membutuhkan waktu dikarenakan perlu adanya perubahan dari segi regulasi dan administrasi," ujar Akbar. Kontrak dan peraturan perlu dikaji sebelum dapat diubah.

Kenaikan upah Gaji sopir TransJakarta ini akan dimulai pada Koridor XI (Pulo Gebang-Kampung Melayu). "Kita akan mulai dari Koridor yang baru, karena aturannya dimulai dari awal," ujar dia.

Tidah salahnya juga membaca : Kota Sex di Indonesia

Cerita Dewasa Istriku Seorang Pelacur

Cerita Dewasa Kenalkan namaku Indah. Umurku 24 tahun. Statusku bersuami dengan 2 orang anak. Pekerjaanku pelacur. Tetapi nanti dulu, jangan mencemoohku dulu. Saya bukan pelacur kelas Kramat Tunggak apalagi Monas di Jakarta atau Gang Dolly di Surabaya. Saya seorang pelacur profesional. Oleh karena itu tarip pemakaian saya juga tidak murah. Untuk short play sebesar US$ 200, dengan uang muka US$ 100 dibayar saat pencatatan pesanan dan kekurangannya harus dilunasi sebelum pengguna jasa saya sebelum menaiki tubuh saya.

Jelasnya, sebelum kunci kamar tempat berlangsungnya permainan dikunci. Short play berlangsung 1 jam, paling lama 3 jam, tergantung stamina customer. Kalau sesudah 1 jam, sudah merasa capai, dan tidak memiliki lagi kekuatan untuk ereksi, apalagi untuk ejakulasi, artinya permainan sudah usai. Semua kesepakatan ini tertulis dalam tata cara pemakaian tubuh atau jelasnya lagi tata cara persewaan kemaluan saya. Ini sudah penghasilan bersih, sudah merupakan take home pay.

Saya tidak mau tahu soal sewa kamar, minum, makan malam dan sebagainya. Semua aturan ini saya buat dari hasil pengalaman menjadi pelacur selama 3 tahun (saya berniat berhenti menjadi pelacur dua tahun lagi, bila modal saya sudah cukup). Saya tidak pernah diskriminasi, apakah pembeli saya itu seorang pejabat atau konglomerat. Pokoknya ada uang kemaluan saya terhidang, tak ada uang silakan hengkang. More money more service, no money no service.

Biasanya para langganan yang sudah ngefans betul pada saya masih memberi tips. Setelah persetubuhan selesai, saya akan menanyakan, "Bapak (atau Mas) puas dengan layanan saya?" Jawabnya bisa macam-macam. "Luar biasa!" mengatakan demikian sambil menggelengkan kepalanya. Atau ada yang menganggukkan kepala, "Biasa!". Tetapi ini yang sering, tanpa berkata sepataHPun memberikan lembaran ratusan ribuan dua atau tiga lembar. Untuk tarip long-play atau all night, tergantung kesepakatan saja, namun tidak akan kurang dari enam ratus dolar. Itu tentang tarip.

Sekarang tentang service. Saya akan menuruti apa saja yang diminta oleh pelanggan (customer) selama hal itu tidak merusak atau menyakiti tubuh saya atau tubuh pelanggan. Dengan mulut, oke, begitu juga mandi kucing atau mandi susu yaitu memijati tubuh pelanggan dengan buah dada saya yang putih dan montok, juga oke-oke saja. Tetapi bersetubuh sambil disiksa, atau saya harus menyiksa pasangan saya, saya akan menolak.

Tiga tahun menjadi pelacur telah memberikan pengalaman hidup yang besar sekali dalam diri saya. Saya mempunyai buku catatan harian tentang hidup saya. Saya selalu menulis pengalaman persetubuhan saya dengan bermacam-macam orang, suku bangsa bahkan dengan laki-laki dari bangsa lain (Afrika, India, Perancis, dan lain-lain). Tetapi kalau selama tiga tahun saya menggeluti profesi saya itu lahir dua orang anak manusia, (masing-masing berumur 2 tahun 3 bulan dan satunya lagi 1 tahun), tentunya saya tidak bisa bahkan tidak mungkin mengetahui siapa bapak masing-masing anak itu. Cobalah dihitung, kalau dalam seminggu saya disetubuhi oleh minimal 10 orang, dalam 1 bulan ada 30 orang yang memarkir kemaluannya di kemaluan saya (1 minggu saat menstruasi, saya libur).

Tetapi ini tidak berarti anak itu tanpa bapak. Resminya anak itu adalah anak Pak Hendrik (nama samaran). Dia adalah boss tempat saya secara resmi bekerja. Seorang notaris dan sekarang sedang merintis membuka kantor pengacara. Pekerjaan resmi (pekerjaan tidak resmi saya adalah pelacur) ini cocok dengan pendidikan saya. Saya, mahasiswa tingkat terakhir Fakultas Hukum salah satu universitas swasta, jurusan hukum perdata. Tetapi nantinya saya kepingin menjadi notaris, seperti Pak Hendrik ini.

Sebetulnya saya ditawari Pak Hendrik untuk menangani kantor pengacara yang akan didirikannya tadi. Tetapi saya tidak mau. Menurut persepsi saya (mudah-mudahan persepsi saya salah) dunia peradilan di negeri kita masih semrawut. Mafia, nepotisme, sogok, intimidasi masih kental mewarnai dunia peradilan kita. Dari yang di daerah sampai ke Mahkamah Agung (ini kata majalah Tempo loh). Tetapi sudahlah itu bukan urusan saya. Lalu darimana saya kenal dengan Pak Hendrik? Itu terjadi pada tahun pertama saya menjadi pelacur.

Waktu itu saya hamil 2 bulan. Kebetulan Pak Hendrik mem-booking saya. Setelah selesai menikmati tubuh dan kemaluan saya sepuasnya, saya muntah-muntah. Itu terjadi waktu saya bangun pagi. Dia bertanya apa saya hamil. Saya jawab iya. Lalu dia bertanya siapa bapaknya. "Ya entahlah", jawab saya. Waktu itulah dia menawari pekerjaan untuk saya, kesediaan untuk secara resmi menjadi suami saya dan tentunya melegalisir bayi yang akan saya lahirkan.

Saya tidak tahu bagaimana dia mengurus tetek bengeknya di kantor catatan sipil dan bagaimana dia dapat menjinakkan isterinya. Yang jelas setelah itu tiap hari Selasa dan Kamis saya berkantor di kantor Pak Hendrik. Lalu apa keuntungan Pak Hendrik? Ya pasti ada. Tiap hari Selasa dan Kamis, dia akan sarapan kedua. Mulai dari menciumi, meraba-raba badan dan buah dada, dan terakhir menyutubuhi. Kadang-kadang saya malah tidak sempat bekerja karena selalu dikerjai oleh suami saya tersebut. (Bangunan yang dipakai sebagai kamar kerja Pak Hendrik dan saya terpisah dengan bangunan untuk ruang kerja stafnya).

Wajah saya memang cantik. Tinggi dan berat serasi, bahkan berat badan di atas angka ideal, namun terkesan seksi. Buah dada cukup besar, tetapi tidak kebesaran seperti perempuan yang menjalani operasi plastik dengan mengganjal buah dadanya dengan silikon. Kata orang saya cukup seksi tetapi dari sikap dan penampilan sehari-hari juga terkesan cerdas. Singkat kata, kalau ada perempuan laku disewa Rp 1,6 juta sekali pakai, bayangkan sendiri bagaimana penampilan, penghidangan dan rasanya. Baiklah terakhir saya ceritakan tentang pengawal saya, atau bodyguard saya.

Namanya Mulyono. Saya biasa memanggilnya Dik Mul, karena memang usianya baru 21 tahun, tiga tahun lebih muda dari saya. Orangnya tinggi, atletis dengan potongan rambut cepak, dan penampilannya seperti militer. Konon katanya, sehabis lulus SLTA Mulyono pernah mengikuti tes masuk di AKMIL, tetapi jatuh pada tes psikologi tahap 2. Orangnya sopan (asli dari Klaten, Jawa Tengah) dan disiplin, dia juga sangat loyal pada saya (saya sudah sering mengetes kesetiaannya tersebut).

Mulyono sudah saya anggap adik sendiri. Menjadi sopir pribadi, mengurus pembayaran kontrak, mengatur waktu kerja, melindungi dari berbagai pemerasan oknum keamanan dan sebagainya, pokoknya seperti sekretaris pribadi. Hanya saja dia tidak tinggal serumah dengan saya. Saya kontrakkan dekat dengan rumah saya. Selain itu dia masih mengikuti kuliah di Universitas Terbuka, Fakultas Hukum. Lalu berapa gajinya? Itu rahasia perusahaan.

Tetapi yang jelas, sebagai seorang penjaga putri cantik, atau penjaga kebun wisata, sekali waktu dia saya beri kesempatan untuk mencicipi atau menikmati keindahan kebun itu. Mula-mula dia memang menolak. Itu terjadi pada suatu malam minggu di rumah. Dia saya panggil, saya minta dia memijati badan saya. Dia menurut. Saya hanya mengenakan gaun malam tipis dengan celana dalam dan BH yang siap dilepas. Mula-mula kaki saya dipijatnya pelan-pelan, enak sekali rasanya. Rasanya tangannya berbakat untuk memijit. Kemudian naik ke betis, yang kiri kemudian yang kanan.

"Dasternya ditarik ke atas saja Dik Mul", kata saya waktu dia mulai memijat bokong.

Saya sengaja memancing nafsu seksnya sedikit demi sedikit. Sementara nafsu saya sudah mulai terbangun dengan pemijatan pada bokong tadi. Bokong saya diputar-putar, dan nafsu seks saya semakin bertambah. Terus pemijatan pada pinggang, lalu punggung. Pada pemijatan di punggung kancing BH saya lepas, sehingga seluruh punggung dapat dipijat secara merata tanpa ada halangan.

Waktu Mulyono memijat leher, dia terlhat sangat berhati-hati. Setelah saya membalikkan badan, Mul akan memulai memijat dari kaki. Tetapi saya mengatakan agar dari atas dulu. Rupanya dia bingung juga kalau dari atas mulai darimana kepala atau leher, padahal dada saya sudah terbuka sehingga kedua bukit kembar yang putih dan kekar itu terbuka dan merangsang yang melihatnya. Belum sampai dia menjawab pertanyaan saya, saya sudah mengatakan..

"Dik Mul, Mbak Indah dicium dulu yach!"
"Ach enggak Mbak jangan."
"Lho kenapa? Dik Mul nggak sayang sama Mbak ya?"

Tanpa menunggu jawaban, saya sambar leher Mul, saya peluk kuat-kuat, saya cium bibirnya. Dengan kedua kaki saya, tubuhnya saya telikung, saya sekap. Dia terlihat gelagapan juga. Lama leher dan kepala Dik Mul dalam dekapan saya. Rasanya seperti mengalahkan anak kecil dalam pergulatan karena Dik Mul ternyata diam saja. Baru setelah lima menit, Dik Mul memberikan perlawanan. Pelukan saya lepaskan. Dia mulai mencium lembut pipi saya, turun ke dagu, lalu dada, di antara kedua buah dada saya. Disapunya dengan bibirnya semua daerah sensitif di sekitar mulut, dada dan leher. Saya menikmati benar ciuman ini. Apalagi setelah bibirnya turun ke bawah di sekitar pusat, pangkal paha dan sekitar kemaluan saya.

Tanpa saya sadari tubuh saya meliuk-liuk, mengikuti dan menikmati rangsangan erotis yang mengalir di seluruh tubuh. Kemaluan saya mulai basah, menanti sesuatu yang akan masuk. Setelah puas diciumi, saya berbisik..

"Dik Mul, masukkan sekarang kemaluannya ya! Saya sudah nggak tahan.."

Dia lalu berdiri dan mulai melepaskan, baju, celana, kaus baju dan terakhir celana dalamnya. Kini penisnya terlihat utuh putih kehitaman, dengan semburat urat-urat kecil di sekitar pangkalnya. Ujungnya seperti ujung bambu runcing, lebih panjang bagian bawah. Penis itu mencuat ke atas, membentuk sudut lebih kurang 30 derajat dengan bidang horisontal.

Pelan-pelan penis itu mulai ditelusupkan di antara bibir kemaluan saya. Setelah itu ditarik secara pelan-pelan. Kemaluannya dan kemaluan saya dapat diibaratkan dua kutub magnit, pergesekannya membangkitkan arus listrik yang merambat dari kemaluan keseluruh tubuh, juga dari kemaluannya dan memberikan rasa nikmat yang sangat kepada pasangan yang sedang ber-charging tersebut. Gosokan kemaluan Mulyono yang semakin cepat membuat seluruh tubuh saya seperti terkena listrik. Kemaluan saya terasa berdenyut meremas kemaluan Mulyono.

Saya orgasme, dan ini terulang lagi beberapa kali, multi orgasme. Makin lama rangsangan itu semakin meningkat. Bersetubuh dengan Mulyono memang saya rasakan agak lain. Biasanya saya bersikap meladeni kepada para pelanggan, tetapi dengan Mulyono saya seperti diladeni, dipuaskan rasa haus saya. Gerakan keluar-masuk kemaluannya yang lambat, ciuman disekitar buah dada yang terkadang diselingi dengan menghisap-hisap putingnya, dan reaksi menggeliat-geliatnya tubuh saya, seperti suatu pertunjukkan slow motion yang mengasyikkan. Dan ketika saraf tubuh saya tak lagi kuat menampung muatan listrik itu, saya berbisik..

"Dik Mul, tembak sekarang ya!" Dan Mulyono mempercepat gesekan kemaluannya, sampai pada puncaknya kakinya mengejang. Bersama itu pula saya peluk kuat-kuat tubuh Mulyono.

Inilah puncak persetubuhanku dengan Mulyono. Teman-teman, sekian dulu perkenalan saya yang panjang lebar.

Saturday, September 22, 2012

Cerita Dewasa Kisah Waria

Cerita Dewasa Kejadian ini sudah 3 tahun yang lalu tapi masih sering teringat di benakku. Suatu malam, jam 3 pagi, aku berkeliling di Taman Lawang, saat menikung dari lampu merah kulihat, makhluk indah ini. Tinggi semampai dengan rok mini hitam yang ketat dan memakai atasan kaos putih yang tipis sekali dan ketat. Lekuk-lekuk tubuhnya jelas menerawang dari balik pakaiannya. Aku hentikan mobil lebih kurang 4 meter dari tempat dia berdiri. Dia datang ke depan grand civic-ku, berdiri di depan 1 m dari kap mobil, berkacak pinggang. Terlihat jelas payudaranya dari balik kaos yang super tipis, tidak terlalu besar, namun indah. Tampaknya tanpa bra, dia kemudian memutar ke arah pintu kiri, kubuka pintu lalu dia naik. Namanya Rina. Dia tanya mau ke mana, aku bilang hanya ingin mutar-mutar di dekat sini sambil berkenalan dengan dia. Aku merencanakan keliling sampai ujung Kuningan dan kembali ke Taman Lawang. Dia mengajak ke rumahnya atau ke hotel, aku bilang lain kali saat ini aku hanya kepingin kenalan saja, karena aku sedang tidak "in the mood" untuk "gituan".

Dia bilang, "Yang benar? kamu hanya ingin kenalan." Sambil berkata begitu dia membuka 2 kancing bajuku yang teratas, jemarinya menyelusup ke dalam meraba dadaku, mempermainkan puting di dadaku dengan jarinya. Baru satu kali aku merasakan permainan seperti ini, jemarinya sangat terampil memuntir sampai aku terangsang. Dia melakukan ini mulai dari ujung utara jalan Kuningan sampai balik ke ujung selatannya jalan Kuningan. Sambil mempermainkan puting di dadaku, dia merayu untuk kencan. Mengeluarkan kata-kata, janji tentang nikmatnya kencan dengan dia, dia bilang kita lihat sampai di ujung jalan nanti apakah benar aku tidak berminat untuk mencicipi tubuhnya malam ini. Aku terangsang hebat, kuusahakan nyetir dengan konsentrasi tapi jemarinya tetap menari dan bisikan serta ajakannya membakar tubuhku.

Akhirnya kami kembali ke Taman Lawang dan memarkir mobil di belakang di tempat gelap. Jepitan yang diselingi puntiran dan tarikan-tarikan di puting dadaku makin menggila setelah mobil berhenti. Dia mulai meraba selangkanganku, akhirnya aku buka ritsluiting jeansku. Rani minta aku melepas jeansku semuanya. Jadilah aku masih memakai baju namun telanjang bulat di bagian bawah. Dia meremas kemaluanku yang sudah mengeras sejak tadi sambil jemarinya tetap memberikan rasangan dahsyat ke putingku. Kadang tarikannya terasa agak sakit namun nikmat.

Aku tidak tahan, kuraih dia lalu menciumnya. Kurasakan lidahnya bermain dengan lidahku. Aku pun meraba payudaranya dan selangkangannya. Kami saling pagut dan saling raba dengan nafsu yang memuncak, dia kemudian mengeluarkan penisnya dari balik rok mininya.
Aku bilang, "Stop! Kita cari tempat lain untuk menuntaskan ini."
Dia bilang, "Jangan. Goyang Rani di sini saja Bang. Rani kepingin banget."
Dia tarik bahuku agar pindah ke atas tubuhnya di jok depan kiri yang sudah rebah. Aku terangsang sekali. Takut kepergok orang karena ini public place. Tapi dia rebah dengan penis yang tegak ke atas, dia kocok-kocok sambil bilang, "Ewek Rani Bang.. Bang.. Ewek Rani Bang.." Takut kepergok, tapi nafsu kebinatanganku memuncak. Kubuka kondom dan kupasang, langsung menindih tubuh Rani. Penisku memasuki tubuhnya dan kami lupa pada dunia sekitar, aku merajamkan penisku dengan ganas. Dia mengelepar di bawah tindihanku, saling kulum saling gigit, akhirnya kita keluar barengan. Aku keluar, air maninya membasahi perut kami berdua. Pengalaman tergila yang pernah kulakukan.

Waktu selesai sudah jam 4.30. Kuantar dia ke rumahnya di Manggarai dan tidak dapat menolak rayuan dia untuk singgah ke tempat kostnya. Mulanya aku khawatir takut mobilku dikerjain orang, tapi ada keamanan dibayar Rp.10000, mobil boleh parkir di suatu tanah kosong dan di jaga. Tiba di kostnya, wah surprise juga kostnya bagus, seperti paviliun, ada kamar mandi di dalam dan dapur kecil. Kami mandi dan makan Indomie masakan Rina. Lalu ngeseks lagi untuk kedua kalinya. Akupun bolos kerja hari itu.

Awalnya aku berencana tidur setelah makan dan mandi. Saat aku terkantuk-kantuk dia bilang mau dipijitin nggak biar tidurnya nikmat. Aku bilang ya. Dia kemudian mengambil minyak dari lemari, nggak tahu namanya apa tapi baunya harum. Aku disuruh bangun dulu dan dia membentangkan plastik seperti untuk jok mobil yang cukup lebar untuk menutupi ranjang king size-nya, supaya sprei jangan kotor kena minyak katanya. Aku telungkup, dia menuangkan minyak ke telapak tangannya kemudian disapukan ke bahu, dia memijat dari bahu ke punggung. Pijatannya nikmat aku semakin mengantuk kemudian aku disuruh balik telentang, seluruh tubuhku disapu oleh minyak yang harum itu. Bagian-bagian intim tidak luput dari sapuan minyak di jemarinya, kadang geli.

Aku disuruh telungkup lagi dan dia sekarang menuangkan minyak langsung ke punggungku dan memijat punggung, lengan kiri dan kanan tengkuk. Kemudian dia menuangkan minyak di antara kedua bongkahan pantatku, geli rasanya merasakan minyak itu mengalir. Saat antara sadar dan tidak aku tiba-tiba merasakan pijatannya turun ke bokong menyentuh pinggiran anusku, kemudian dia melebarkan pahaku. Aku mulai terangsang, penisku meronta akibat tertindih karena aku telungkup. Nikmatnya saat kedua tangannya meremas bongkahan pantatku dengan sekali-kali jarinya memutar di sekitar lubang anusku.

Saat rangsangan mulai naik mengaliri darahku, aku merasakan satu tangannya lepas tidak ikut meremas bongkahan pantatku. Kenikmatan yang mulai bangkit terasa berkurang. Aku menoleh ke belakang untuk memprotes, ya ampun apa yang kulihat Rani setengah berjongkok dia memijatku dengan 1 tangan sementara tangannya yang lain meremas dan mengocok penisnya yang tampaknya kepalanya bengkak berkilat urat-urat di batang penisnya. Terbayang, aku kepingin memakan penisnya hidup-hidup. Tubuhnya juga sudah mengkilat oleh minyak.
Rani bilang, "Kamu doyan ya? sama waria yang burungnya gede, kamu doyan burungku." Vulgar sekali omongannya bikin aku makin merangsang. Lalu kami tuntaskan permainan seks dengan Rani untuk yang kesekian kalinya.

Terapi Ikan Bisa Tularkan HIV

Terapi Ikan Bisa Tularkan HIV - Belum lama ini Health Protection Agency (HPA) mengklaim orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, memiliki luka terbuka, ataupun penderita diabetes atau psioriasis (menurunnya sistem kekebalan tubuh) tidak dianjurkan untuk melakukan fish therapy atau terapi ikan. Pasalnya, terapi ini berpotensi menularkan sejumlah virus penyebab infeksi seperti hepatitis ataupun HIV.

Terapi Ikan Bisa Tularkan HIV

Terapi Ikan Bisa Tularkan HIV


Layanan fish spa atau Terapi Ikan Bisa Tularkan HIV saat ini banyak ditawarkan di mal-mal atau pusat-pusat perbelanjaan. Terapi dengan memanfaatkan ratusan ikan Garra Rufa ini dipercaya dapat mengatasi berbagai permasalahan seputar kulit.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (Perdalin) Jakarta Raya yang juga staf pengajar dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, Hindra Irawan Satari menyatakan tidak yakin akan laporan yang mengatakan HIV bisa ditularkan melalui ikan dan air kolam.

Terapi Ikan Bisa Tularkan HIV - "Menularkan HIV tidak sesederhana itu. Menularkan HIV memerlukan kontak yang erat, jumlah virus yang banyak, media yang baik, dan daya tahan. Air kolam bukan media yang baik untuk virus HIV," katanya, saat ditemui dalam acara Seminar Sehari Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (7/11/2011).

Hindra menambahkan, sampai saat ini, dia belum pernah mendengar bahwa ada ikan yang dapat membawa HIV. Selain itu, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ikan bisa menjadi perantara transmisi HIV antar manusia ke manusia.

"Kita tahu, kalau demam berdarah itu ditularkan melalui gigitan nyamuk, begitu juga dengan penyakit kaki gajah dan leptospirosis pada gigitan tikus. Tapi belum ada publikasi yang menyatakan bahwa virus HIV bisa ditularkan lewat ikan," katanya.

Hindra mengatakan, air bak atau kolam yang cenderung kotor mungkin saja bisa menjadi faktor pemicu timbulnya penyakit kulit, karena banyaknya bakteri dan kuman di dalammya. Namun jika dikaitkan dengan penularan Terapi Ikan Bisa Tularkan HIV, Hindra mengaku belum mempunyai bukti yang pasti antara keduanya.

Terapi Ikan Bisa Tularkan HIV - "Saya tidak yakin air yang di kolam itu media yang bagus untuk virus HIV. Dan logika saya, penularan HIV tidak sesederhana itu dan HIV medianya bukan air kolam," terangnya.

Thursday, September 20, 2012

Cerita Dewasa Dengan Chatty

Cerita Dewasa Kali ini kami akan menceritakan seorang public figure new comer presenter di industri music dan entertainment. Catherine S, atau lebih kita kenal sebagai Cathy. Seorang VJ MTV INDONESIA, gadis cantik kelahiran Jakarta Oktober 1982. dengan tinggi 170 dan berat 48kg dengan kulit putih mulus ini, tak heran mahasiswi semester 3 London School Of public Relationship ini selalu menjadi pusat perhatian. Bandingkan dengan rekannya VJ Nirina yang tingginya hanya kurang sebahu Cathy. Wajahnya yang damai dan tidak membosankan, sempurna dengan kedua lesung pipitnya.

Malam itu Cathy hanya ditemani oleh seorang pembantunya. Ortu dan saudaranya kebetulan juga sedang keluar kota. Cathy sebenarnya ingin ikut dengan mereka, tapi ia ada tugas sebagai VJ MTV harus menuntutnya siap kapanpun. Hari telah malam, Cathy pun bergegas mempersiapkan dirinya untuk pergi tidur, ia pun mencuci mukanya, dan mengenakan daster yang terbuat dari sutra berwarna biru muda. Cathy sungguh terlihat sexy dengan pakaian tidurnya itu. Tubuhnya terlihat indah dibalik kain sutra tipis itu, kedua payudaranya yang meskipun tidak terlalu besar tapi kencang dan padat, nampak menonjol jelas, benar-benar cantik dan sexy.

Ketika Cathy sudah masuk kamar dan bersiap akan tidur, ia mendengar bel berbunyi, tetapi ia tidak mempedulikannya. Hmm, biar saja pembantu yang membukakan, pikir Cathy dalam hati. Tidak lama kemudian Cathy terkejut mendengar suara ribut-ribut di ruang tengah seperti ada orang yang sedang berkelahi. Ia segera beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi. Alangkah kagetnya Cathy saat ia membuka pintu kamarnya, ia melihat segerombolan lelaki tak dikenal sedang mengobrak-abrik ruangan tengah rumahnya sembari berteriak-teriak, mereka semua terlihat membawa parang yang terhunus.

Melihat itu Cathy mencoba masuk kembali kedalam kamarnya, tetapi terlambat seorang rampok segera menangkap Cathy dan membekapnya dari belakang"Mau kemana Kamu Jangan macam-macam ya Nanti saya bunuh kamuu", bentak rampok itu.
Cathy mencoba meronta dan berteriak minta tolong.
"Toloong, tooloong, maliing.. maliing".
"PLAAKK", tiba-tiba belum selesai ia berteriak, sebuah tamparan keras mendarat dipipinya yang mulus.
"DIAM KAMU!, atau saya gorok leher kamu".
Mendengar itu Cathy terdiam ketakutan.

Rampok itu segera mengikat tangan Cathy dengan seutas tali dan didudukannya Cathy dilantai dekat kamarnya. Para rampok itu segera sibuk menjarah segala yang berharga di rumah tersebut, mereka masuk kedalam kamar dan menjarah Handphone, jam tangan perhiasan, dan sejumlah uang.
Setelah beberapa saat, seorang rampok berteriak"Mana harta yang laen? koq Cuma segini, masak rumah sebesar ini duitnya Cuma secuil? Hei Non, mana uang yang laen?".
Nampaknya mereka tidak puas dengan hasil jarahannya.
"Tidak tahu pak. tidak ada uang lagi Cuma segitu." jawabnya.
"Yang benar saja kamu bohong ya jawab yang benar, mana uang kamu", Bentak seorang rampok tidak puas akan jawaban Cathy.
"Benar paak orang tua saya lagi pergi, cuman ada segitu.".

Rampok itu menghampiri Cathy dan berjongkok didekatnya.
"Jadi ga ada uang lagi? cuman ada segini?" Tanya rampok itu.
Cathy hanya mengangguk pelan.
"Teman-teman, denger katanya cuman ada segini uangnya dikit banget, percuma nih kita cape-cape cuman dapat secuil."
Temannya menyahutinya dengan jawaban-jawaban kasar, penuh makian.
"Hei. ini kan Cathy, VJ MTV, man" seorang rampok yang kebetulan sering menonton MTV mengenalinya.
"Gila beruntung banget gue. Cathy sayang, tiap kali liat elo di MTV gue pasti sambil ngocok nih kontol. Gue gak tahan pengin tau rasanya nunggangin elo Cathy".
Cathy terkejut mendengarnya.
"Boleh juga kita pesta sebentar" kata rampok tersebut sembari memandangi Cathy yang ketakutan.
Semua teman-temannya yang berjumlah 7 orang berteriak setuju.
Mendengar itu, rampok tadi tersenyum dan berkata kepada Cathy"Ya udah kalo gitu manis, terpaksa non ganti rugi ke kita pake tubuh Non", ujarnya sambil tersenyum dan membelai wajah Cathy yang cantik.

Dipandanginya sebentar Cathy yang gemetaran ketakutan.
"Kamu emang cantik, gua terangsang juga nih. Ngeliat body lu."
Rampok itu mulai menggerayangi buah dada Cathy yang hanya dilapisi kain sutra halus tipis itu. Cathy mencoba melawan dan meronta.
"Jangan Pak jangan ampunn, jangan, aduuh, jangaan paak& ampuunn jangan perkosa saya, ampuun", tangis Cathy.
Mereka hanya tertawa mendengar tangisan Cathy dan membuat mereka semakin bernafsu. Rampok yang tadi terus menggerayangi payudara Cathy yang montok dan empuk itu dengan kedua tangannya.

Dengan penuh nafsu, ia meremas-remas susu Cathy selama kurang lebih 3 menit, lalu ia mencoba menyingkapkan bawahan daster Cathy yang memang mini itu, sehingga terlihat paha mulus Cathy.
"Gila men pahanya putih banget, mulus lagi kaya sutra".
Rampok itu mengelus perlahan paha indah tersebut, lalu meremas dan menjilatinya. Kemudian ia membopong tubuh Cathy dan membawanya ke kamar lalu direbahkannya gadis malang itu di ranjang Rampok yang lain pun turut serta masuk ke kamar, nampaknya mereka akan berpesta pora dengan tubuh seorang gadis VJ MTV yang mempunyai ribuan fans di seluruh Indonesia itu.

Seorang rampok yang berdiri di pinggir ranjang mulai membuka bajunya, terlihat tubuhnya yang berkulit hitam legam penuh dengan tato. Nampaknya ia adalah ketua gerombolan perampok ini. Kemudian ia perlahan naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya diatas tubuh Cathy yang tergolek tidak berdaya. Rampok itu mulai memeluk dan menciumi wajah Cathy tercium olehnya wangi tubuh Cathy yang segar dan sungguh membuat nafsu bergejolak. Rampok tersebut semakin cepat mencumbu Cathy sembari tangannya terus menggerayangi payudara dan selangkangan Cathy.

Tidak lama kemudian, rampok itu tidak sabar lagi, dirobeknya daster sutra itu.
Ia sungguh-sungguh terpesona dengan pemandangan di depan matanya, Cathy yang sudah tidak mengenakan BH, terlihat sepasang payudara indah milik seorang gadis yang cantik tegak lengkap dengan pentilnya yang berwarna coklat muda Cathy hanya mengenakan CD G-string putih, sehingga sepertinya celana dalam itu hanya menutupi vaginanya dan pantatnya dibiarkan bebas terbuka, sungguh membuat semua rampok itu menelan air liur ingin mencoba tubuh Cathy.

Kembali rampok itu beraksi, kali ini kedua payudara Cathy yang dikerjain habis-habisan. Diremas-remas, dipijat-pijat, bahkan ia sampai mencubit kedua puting mungil itu dan menariknya keatas lalu melepasnya, sehingga kedua susu Cathy terguncang. Sepertinya perampok itu ingin mengetes tingkat kekenyalan dan kepadatan payudara Cathy.
"Oouuhh, mmhh", Cathy hanya bisa melenguh pasrah menahan derita kenikmatan sekaligus rasa sakit pada kedua buah dadanya.
Rampok itu melanjutkan aksinya dengan menciumi dan menjilat payudara Cathy mulai dari lembah sampai ke puncaknya. Sampai di puncak, ia menghisap dan mengulum pentil itu dengan penuh semangat sampai terkadang saking gemasnya ia gigit pentil Cathy.
"Aahh, ampunn. pakk. mphh. janggann", Cathy terus teriak sambil meronta.

Puas dengan gunung kembar itu, rampok tersebut mulai berpindah sasaran kali ini ia segera melucuti celana dalam Cathy. Ia pun kembali terpana melihat vagina Cathy yang indah hanya ditutupi bulu-bulu halus, Tidak tahan lagi rampok tersebut segera menyerang vagina itu dengan lidahnya Dibentangkannya kaki Cathy lebar-lebar, ia pun segera menukik menyerang selangkangan Cathy yang sudah wide open itu. Lidah tersebut bergerak lincah ke segala arah menjelajahi vagina Cathy.
"Oohh, giillaa. oouhh. jaanngaa..aann pakk".
Permainan itu berlangsung kira-kira 5 menit, lalu rampok itu maju ke babak berikutnya. Kali ini giliran Cathy yang beraksi.

Sang rampok menbuka celana dalamnya sendiri. Terlihat batang penisnya yang hitam sudah benar-benar berdiri menunggu giliran, dikocok-kocoknya sebentar batang itu. Lalu diarahkannya ke wajah Cathy. Digesek-gesekkannya batang penis itu di wajah cantik Cathy. Cathy tidak bisa menolak, ia hanya pasrah membiarkan batang itu bergesekan dengan wajahnya. Setelah itu sang rampok memaksa Cathy untuk membuka mulutnya.
"HEH Buka mulut loe ayo isap, AYOO"
Cathy dengan perlahan membuka mulutnya, segera saja rudal rampok itu masuk kedalam mulutnya dan bergerak maju mundur di dalam mulut Cathy. Hei ayo goyangin lidah lu, jilat dan isap penis gua. Mendengar itu Cathy mematuhinya, ia mulai menjilat batang penis itu dengan perlahan. Rampok itu semakin cepat menggoyangkan pinggulnya di hadapan wajah Cathy.

Setelah puas, ia langsung mencoba menyerang bibir Cathy yang satu lagi yang berada di selangkangan. Diarahkannya rudal itu ke lobang kenikmatan Cathy akhirnya berhasil diterobos juga, penis hitam dan besar itu akhirnya berhasil keluar masuk di vagina Cathy. Pertama-tama gerakannya perlahan tetapi lama kelamaan semakin cepat dan brutal, ia tidak mempunyai rasa kasihan kepada Cathy yang berteriak kesakitan karena dimasuki oleh penis yang begitu besar.
"Euh, eanaak ayo neng, teruss, enaak, uuh", gumam sang rampok sembari memompa vagina Cathy, Sementara kedua tangan rampok bersandar di payudara Cathy, Sembari sesekali dipilin-pilinnya pentil Cathy

Sungguh pemandangan yang mengundang hawa nafsu, seorang gadis cantik tinggi berkulit putih bersih dan telanjang bulat berada di posisi bawah ditindih seorang preman yang bertato. Mendapat perlakuan itu Cathy hanya bisa menggeliat menahan sakit dan rangsangan yang begitu hebat. Tetapi ia mencoba bertahan untuk tidak orgasme, walau dipompa sedemikian rupa oleh penis sang rampok. 20 menit kemudian, sang rampok tidak tahan lagi, akhirnya ia memuntahkan air maninya didalam vagina Cathy.
"Euuh. euuhh, entott. sstt aah. pejuhh. gua ngecrot aah. enaak", Gumam sang rampok sembari penisnya memuntahkan lahar putihnya itu.
Tubuh sang rampok terlihat berkelejotan saat berejakulasi, Nampak benar-benar nikmat sekali orgasme sang rampok Rampok itu masih terdiam di atas tubuh Cathy dan membiarkan penisnya tetap berada di dalam vagina Cathy untuk beberapa saat untuk merasakan denyutan otot-otot ronga vagina Cathy yang menjepit penisnya. Ia membiarkan sisa-sisa spermanya untuk keluar sampai tetes sperma terakhir, lalu ia mulai menarik keluar penisnya dari vagina Cathy, tampak penisnya yang sudah mengecil itu masih basah karena semprotan air maninya sendiri dan cairan vagina Cathy.

Lalu ia memberikan kesempatan kepada teman-temannya yang lain. Rekan rampok yang lain bergerak maju, kali ini ia menyerang Cathy dari belakang. Diserangnya anus Cathy dengan gencar. Posisi Cathy sekarang seperti anjing yang sedang kawin, Rampok itu dengan kasar memasukkan penisnya ke lubang anus Cathy yang sangat sempit karena pantatnya yang kecil. Cathy hanya bisa mengerang kesakitan. Tubuhnya bergerak-gerak akibat hentakan sang rampok sampai-sampai payudaranya pun terbanting-banting akibat goyangan sang rampok, Rampok tersebut memegangi kedua bongkah pantat Cathy agar tetap terarah sesekali ia tampar pantat Cathy seperti layaknya memecut pantat kuda. Hngga pantat Cathy memerah panas.

Goyangan sang rampok semakin cepat, lalu tangan kirinya menjambak rambut Cathy ke arah belakang. Lalu ditariknya tubuh Cathy sampai punggung Cathy telah menempel di dada sang rampok. Sang rampok segera menggerayangi payudara Cathy dari belakang sambil ia menciumi leher Cathy yang sexy. Dengan penis yang masih mengenjot dubur Cathy. Kumis sang rampok yang tebal mencucuki leher Cathy, sehingga ia merasa geli. Cathy hanya bisa memejamkan mata menahan derita itu sambil sesekali merintih, dan mendesah sehingga desahannya semakin merangsang semua rampok yang ada dikamar tersebut.

"Euuh aahh, periih, aduuhh. duburr guee. ampuunn, paak" rintih Cathy.
"Aaahh, dikit lagi neengg ayoo, sstt. aahh, oohh", Teriak sang rampok sembari goyangannya dipercepat.
Rupanya ia akan segera klimaks, tak lama kemudian ia akhirnya menyemburkan air maninya didalam lubang anus Cathy. Air maninya sangat banyak sampai menetes keluar menyelusuri anus dan paha Cathy.

Rampok itu tersenyum puas akhirnya ia bisa merasakan pantat seorang wanita cantik yang sangat sexy bahkan anusnya lah yang pertama kali ditembusnya. Setelah itu kembali giliran rampok yang lain, kali ini ia memaksa Cathy untuk berlutut dan melayani penisnya dengan mulutnya. Penis rampok yang berikut ini sungguh besar dan sudah berdiri tegang. Cathy tak ada pilihan lain untuk melayani kemauan rampok itu. Dengan ganas rampok itu menggoyang-goyangkan penisnya dimulut Cathy.
"Ayoo. sedoott, yang kencaang ayoo", Bentaknya sembari memegangi kepala Cathy dan mengarahkannya maju mundur.
Hentakannya sangat cepat sampai-sampai buah zakarnya memukul-mukul dagu Cathy. Tak sampai 10 menit ia pun tidak tahan lagi, sentuhan lidah dan bibir Cathy membuat penisnya mabuk berat. Ia pun segera memuntahkan air maninya yang banyak di dalam mulut Cathy,

"Aaahh, enaak, aahh, aahh, Ouhh, Oouhh, sstt", Erangnya sambil menahan kepala Cathy agar tidak lepas saat ia berejakulasi dan seluruh air maninya tumpah ruah di dalam mulut Cathy.
Cathy terpaksa menelain air mani itu sampai habis. Setelah itu para rampok yang lain tidak sabar lagi, mereka maju bersamaan rupanya Cathy diperkosa rame-rame. Seorang mengambil posisi untuk menyerang dari belakang, tubuh Cathy ditaruh diatasnya dengan posisi memunggungi rampok tersebut. Lalu yang lain menyerang vagina Cathy sementara seorang mengambil posisi di dada Cathy meletakkan penisnya dan bergerak maju mundur diantara payudara Cathy didempetkan sehingga menjepit penisnya, seorang lagi mengangkangi kepala Cathy memasukkan rudalnya ke mulut Cathy seorang rampok yang lain mengambil tangan kanan Cathy membuatnya mengocok penis nya. Rasanya sungguh nikmat dikocok oleh tangan mungil Cathy mereka terus mengerjai Cathy mantap di posisinya masing-masing mereka terus bergiliran berotasi mencicipi anus, vagina, payudara, mulut dan ketiak Cathy

Beberapa saat kemudian Cathy tidak tahan lagi ia akhirnya hancur juga pertahanannya, akhirnya Cathy ejakulasi dengan deras, cairan Cathy keluar sangat banyak karena ia sedari tadi menahan rangsangan yang ia terima. Peristiwa itu disambut para perampok dengan teriakan-teriakan tertawa membahana, bahkan tanpa rasa jijik seorang dari mereka menjilat cairan vagina Cathy.
"Sluurrpp, sluurrpp, hmm, nikmaat, rasanya air mani gadis ini, hahaha."
Cathy dikeroyok selama setengah jam, tidak lama kemudian satu persatu nyaris bersamaan para perampok itu orgasme di tempat 'proyek'-nya masing-masing.

Tubuh Cathy yang seksi itu sudah penuh oleh sperma. Para perampok tertawa puas, Cathy berpikir mimpi buruknya telah berakhir, ternyata ia salah, 3 orang rampok yang pertama rupanya belum puas, mereka merangsek maju lagi dan memperkosa Cathy untukkedua kalinya. Bahkan salah seorang dari mereka mengambil obeng yang mereka pakai untuk membuka pintu dan memasukkan gagang obeng besar itu ke vagina Cathy Dikocok-kocoknya vagina Cathy dengan gagang obeng itu, Cathy menggeliat kesakitan dan kenikmatan. Ia memang merasakan perih di lubangnya tapi juga merasakan kenikmatan tiada tara. Cathy menggeliat dan membanting tubuhnya ke kiri dan kekanan membuat rampok itu semakin cepat mengocok vagina Cathy dengan obeng akhirnya Cathy kembali ejakulasi untuk kedua kalinya.

Sang rampok begitu senang melihat cairan mengalir deras dari vagina Cathy lalu kembali ia menggarap tubuh Cathy sampai puas. Kedua rekan yang lain dengan sabar menanti giliran. Akhirnya Cathy digilir oleh masing-masing rampok itu 2x. Setelah puas menggarap Cathy rampok itu segera beranjak pergi sambil membawa barang jarahannya meninggalkan Cathy masih bugil terkulai lemas di ranjangnya yang penuh dengan bercak sperma dan darahnya. Dia hanya bisa menangis sesenggukan meratapi nasibnya.
"Oh mimpi buruk apa aku", isaknya.

Mencegah menopause dini

Wanita perokok berpotensi mengalami menopause lebih cepat daripada mereka yang tidak memiliki kebiasaan merokok. Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa menopause dini bisa mempengaruhi risiko perkembangan tulan dan penyakit jantung.

Mencegah menopause dini

Mencegah menopause dini


Penelitian yang dipublikasikan dalam Menopause Journal, yaitu kumpulan data dari beberapa studi sebelumnya, melibatkan 6.000 responden wanita di Amerika Serikat, Polandia, Turki, dan Iran.

Wanita yang tidak merokok rata-rata mencapai menopause antara usia 46 - 51 tahun. Sementara wanita yang merokok, menopaue terjadi lebih cepat antara usia 43 - 50 tahun.

Mencegah menopause dini

Selama menopause, indung telur berhenti memproduksi telur. Oleh karena itu, wanita menopause tidak bisa lagi hamil. "Hasil penelitian kami membuktikan bahwa merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan terjadinya menopause. Kami menyarankan agar wanita menghindari kebiasaan ini," kata Volodymyr Dvornyk, peneliti dari Universitas Hong Kong, seperti dilaporkan oleh Reuters.

Mencegah menopause diniDvornyk dan teman-temannya menganalisis wanita berusia 50 atau 51 tahun yang mengalami menopause terlambat atau lebih awal. Dari 43.000 responden, ternyata 43% adalah perokok. Hal ini menunjukkan jumlah yang mengalami menopause dini dibandingkan wanita non perokok.

Menurut Jennie Kline, ahli epidemiologis dari Columbia University's Mailman School of Public Health di New York, mengatakan ada dua teori mengapa merokok dapat menyebabkan menopause dini. Merokok memiliki efek bagaimana tubuh wanita membuat atau mengesampingkan penggunaan estrogen. Beberapa peneliti juga mempercayai bahwa komponen pada asap rokok bisa membunuh telur.

Sayangnya, tim Dvornyk tidak memiliki informasi berapa lama para wanita itu merokok dan berapa banyak rokok yang dikonsumsi sehari. Jadi tim peneliti tidak bisa menentukan bagaimana faktor-faktor mempengaruhi usia menopause.
Sungguh Puaskah Istri Anda ?