By Jakongsu
Bersama seorang temanku yang fotografer kami sepakat menghabiskan cuti dengan liburan ke Wamena, Papua. Dari Jakarta, tidak bisa terbang langsung ke Wamena, Kami harus menginap semalam di Jayapura. Keesokan paginya dengan pesawat Merpati, kami terbang menuju Wamena. Pemandangan cukup indah, selepas take off dari bandara Sentani. Danau Sentani yang sangat luas kelihatan sangat memukau. Perjalanan 45 menit menuju Wamena, menjelang mendarat kami disuguhi pemandangan yang indah. Dua puncak gunung di kiri kanan pesawat, seolah pesawat kami sedang meliwati dua puncak gunung. Tidak lama kemudian pesawat mendarat di bandara Wamena.
Waktu itu bandara Wamena tidak terlalu besar. Hanya bangunan dengan dengan bentuk atap honey ( rumah suku Dani) kalau nggak salah ada 3 bangunan yang menyatu.
Aku sudah 3 kali ke Wamena, sehingga agak menguasai medan, dibandingkan temanku yang fotografer yang baru kali ini. Dari bandara kami berjalan kaki menuju Pasar Nayak. Udara dingin di Wamena, tidak membuat kami cepat berkeringat, meskipun perjalanan agak jauh. Sebuah losmen yang berhadapan dengan pasar Nayak menjadi pilihan kami. Pemiliknya adalah seorang janda yang berasal dari Jawa.
Kamar yang kami tempati, lumayan bersih dan apik. Tidak perlu AC, karena hawa Wamena sudah cukup dingin. Air kamar mandi sampai membuat ngilu jika digunakan untuk kumur, karena terlalu dingin.
Siang itu kami gunakan untuk berkeliling kota sambil jeprat-jepret. Wah disini kalau ngambil foto harus bayar untuk setiap orang waktu itu, seribu perak. Bangkrut juga kalau terlalu banyak motret orang.
Temanku kayaknya sudah siap dengan pecahan seribu di kantong jaketnya. Semua sudut dia foto. Sedangkan aku hanya memilih ambil foto wanita Wamena yang telanjang dada dan susunya masih bagus. Terutama yang masih abg atau yang baru tumbuh susunya. Yah sekali-kali motret yang laki pakai koteka kalau memang tampangnya unik.
Setelah berjalan sampai ke jembatan akar, lalu kami kembali ke hotel sudah menjelang sore. Ibu pemilik hotel merekomendasikan kami untuk makan udang sungai Membramo di satu warung yang tidak jauh letaknya.
Makan malam ku sangat istimewa, udang air tawar yang lumayan besar aku santap sebanyak mungkin, karena memang rasanya gurih dan warna merahnya sangat menggoda. Untung waktu itu aku belum ada problem kolesterol.
Malam tidak ada hiburan apa-apa. Kami lebih cepat tidur agar besok pagi sebelum matahari terbit sudah bisa jalan merekam fajar di Wamena.
Pagi-pagi buta yang dingin temanku membangunkan. Sebenarnya aku masih rada ngantuk, tetapi karena temanku sangat antusias ingin merekam foto fajar di sepanjang sungai yang ada jembatan akarnya, akhirnya aku mengalah dan bangun.
Hari masih gelap ketika kami menuju jembatan akar. Pemandangan ketika fajar memang luar biasa. Aku sesekali ikut merekam gambar. Tetapi aku lebih tertarik menunggu di jembatan akar, karena banyak ABG bawa kayu bakar untuk di jual ke pasar Nayak. Teteknya masih montok dan mancung. Aku lebih banyak menghabiskan memoriku untuk mengambil foto yang gituan.
Setelah matahari tinggi kami kembali ke hotel. Sarapan ala kadarnya dengan mi instan, sambil ngopi dan duduk-duduk di teras hotel yang terbuka.
Seorang remaja cowok datang mendekat. “ Bapa kita bisa kasi gaid untuk keliling Wamena,” dia menawarkan jasa guide.
Tanpa panduannya aku sudah banyak tau mengenai Wamena, jadi sebetulnya jasa dia tidak terlalu kami perlukan. Rupanya dia tidak kehilangan akal, “ Bapa mau anak sekolah, saya ada teman beberapa, kalau bapa mau boleh saya kasih tunjuk,” katanya.
Tawaran ini bagiku sangat menarik, karena selama ini aku ke Wamena belum pernah mendapat tawaran kayak gini. Dia menawarkan 3 cewek untuk tahap pertama. Aku ingin melihatnya dulu. Cewek yang ditawarkan itu adalah asli suku Dani, tetapi sudah bersekolah, jadi tidak lagi telanjang dada dan memakai yali (rok dari tali).
Robert demikian nama anak yang menawarkan diri menjadi guide itu kemudian minta izin untuk menghubungi temannya. Sekitar 30 menit kemudian dia sudah muncul lagi. “ Bapa, nanti 3 teman saya akan lewat depan bapa boleh melihat,” katanya.
Tak lama kemudian berjalan 3 anak remaja berlalu di jalan yang jaraknya dari teras hotel sekitar 10 meter, kalau dari pandangan saya mereka sudah berumur 17 tahun, tapi kata Robert masih SMP. Ketiganya aku rasa kurang menarik. Mereka berlalu sambil menoleh kearah kami.
Aku minta dia menunjukkan yang lain. “ Ada bapa, tetapi ini kakak beradik. Kakaknya kelas 2 SMP adiknya kelas ! SMP, apa bapa mau liat juga,” katanya.
Aku setuju dan si Robert lalu menghilang lagi. Setelah dia kembali tak lama kemudian melintaslah di depan kami 2 abg yang masih ranum asli suku Dani.
Aku setuju, langsung memesan kedua abg itu. Kata Robert eksekusi tidak bisa di Hotel, karena semua hotel di Wamena dilarang menerima pasangan mesum. Kalau bapa mau sekarang kita bisa pigi ke Pasir Putih, tetapi kalau nanti malam kita bisa di Wamena saja, saya tau tempatnya,” katanya.
Jalan ke Pasir Putih, meski dengan angkutan jaraknya lumayan jauh. Jalan ke arah Desa Kurulu itu adalah dataran di atas perbukitan yang memang tergelar pasir putih. Disana banyak semak-semak terlindung. Aku merasa riskan bermain siang-siang di sana. Akhirnya aku setujui nanti malam saja di Wamena.
Setengah tujuh malam Robert sudah muncul di hotelku. Dia mengatakan kedua cewek itu sudah menunggu di luar. Udara cukup dingin, aku mengenakan jaket tebal. Temanku tidak berminat, sehingga dia memilih tinggal di hotel saja.
“Bapa kita tidak bisa jalan sama dengan nona-nona, kita harus jalan lebe dulu, baru mereka ikut,” kata Robert.
Aku pun setuju jalan dulu bersama Robert. Kedua ABG itu mengikuti dengan jarak sekitar 100 m. Tempat yang dituju Robert adalah semak belukar yang tingginya lebih tinggi dari orang dewasa. Tidak ada tempat khusus, seperti gubuk, atau tempat yang agak bersih. Jika ingin melakukan eksekusi yang semak itu dirobohkan lalu melakukannya di atas situ. Aku jadi kehilangan nyali melakukan eksekusi di wilayah seperti itu. Kedua abg tadi sudah tiba dan segera bergabung. Robert menunjukkan tempatnya untuk aku melakukan eksekusi. Aku masih belum berani melakukannya. Lantas kalau aku batalkan, kasian juga kedua cewek ini. Akhirnya aku putuskan membayar mereka penuh, tetapi aku hanya mengambil foto mereka bugil. Mulanya mereka keberatan. Walah saudara-daranya juga bugil, kok mereka masih malu sih, batinku.
Akhirnya demi uang itu mereka mau juga menelanjangkan diri. Tempatnya memang sangat gelap gulita. Aku sampai tidak tahu dimana sasaran fotoku . Ketika lampu blitz menyala baru aku tahu bahwa mereka ada di depan. Aku mengambil gambar berkali-kali sampai pose yang kuinginkan bisa terekam. Sebab aku tidak tau ketika kujepret, ternyata memeknya ditutupi, atau teteknya ditutupi. Aku jadi ambil berulang.ulang. Setelah puas, mereka kusuruh pakai baju lagi dan langsung kubyar di tempat.
Mereka jalan terlebih dahulu, 5 menit kemudian baru aku menyusul bersama Robert. Kutanya Robert, tempat apa yang baru di datangi tadi. Ternyata kata Robert itu adalah kuburan. Aku memang menangkap ada bayangan kayak rumah Toraja kecil. Kalau pesawat mendarat atau take off biasanya aku melihat sebidang kuburan dan diantaranya ada bangunan Toraja itu.
Aku bersukur dalam hati tidak jadi mengeksekusi kedua cewek itu tadi. Betapa ngerinya ngewe di kuburan. Belum lagi kalau tiba-tiba ada tombak terhunus di tengkuk. Wah enggak deh.
Kuminta ke Robert agar besok diulangi lagi dengan tujuan Pasir putih.
Jam 9 pagi Robert sudah muncul, dia mengajakku langsung menuju terminal angkot yang menuju ke Kurulu. Temanku ikut, dia ingin jalan-jalan sampai Kurulu, katanya. Sebetulnya tidak ada pemandangan yang menarik di Kurulu, kecuali lahan pertanian ubi jalar yang digarap oleh ibu-ibu.
Kata Robert kedua cewe itu akan menyusul dengan angkot berikutnya.
Cukup lama juga aku menunggu di Pasir putih. Tempat itu memang terkenal sebagai tempat eksekusi. Aku lihat ada beberapa pasangan yang datang ke situ lalu menghilang ke balik semak-semak.
Dengan suitan khas akhirnya kedua cewek itu berjalan ke arah kami. Robert mencari tempat yang agak tersembunyi tetapi lebih bersih.
Sebetulnya aku tidak merasa nikmat dengan cara ngewe di tempat terbuka gini. Apalagi di daerah asing, yang aku kurang yakin keamanannya. Tapi jiwa petualangan akhirnya mendorong aku untuk mencoba mengeksekusi. Giliran pertama aku minta cewek yang lebih kecil membuka baju, sehingga telanjang . Dia berbaring di bajunya yang dia hamparkan di rumput. Aku hanya menurunkan celanaku saja dan memasang kondom. Meski katanya masih kelas 1 SMP tapi sudah ada jembutnya. Jadi mungkin saja umurnya sudah diatas 14, atau mungkin juga lebih muda dari itu. Dengan disaksikan kakaknya dan Robert aku melakukan eksekusi . Mungkin hanya 5 menit sudah tuntas aku mencapai ejakulasi.
Dia segera berbenah dan mengenakan baju lagi. Aku perlu waktu istirahat sejenak untuk eksekusi yang kedua terhadap kakaknya. Udara dingin dengan menghisap kretek rasanya nyaman sekali. Kepalaku membayangkan prestasiku mengeksekusi cewek asli suku Dani. Cewek pertama yang aku eksekusi tadi rasanya biasa saja dan memang sudah tidak perawan lagi. Teteknya masih baru tumbuh, pentilnya kecil dan masih kenyal ketika diremas. Aku tidak berminat menjilatnya, karena tidak tahan bau khas penduduk Wamena ini. Konon mereka melumuri minyak babi untuk menahan dingin pada malam hari. Nah parahnya mereka jarang pula mandi, meskipun yang sudah berpendidikan gini. Mungkin air untuk mandi terlalu dingin.
Hampir 1 jam aku ngobrol, si kakak kuminta meremas-remas penisku yang kukeluarkan dari celana. Aku pun meremas-remas susunya yang sudah agak besar juga, dan masih kencang. Akhirnya birahiku bangkit juga. Dia kuminta melepas semua pakaiannya dan Robert kutawari untuk menikmati adiknya, dia rupanya tidak menampik. Maka kami ngewe berjajar aku dengan kakaknya, dan Robert dengan adiknya. Aku tetap menggunakan kondom. Masalahnya dari kabar yang aku dengar . Di Wamena merebak penyakit raja singa dan banyak diidap oleh anak-anak sekolah. Mereka melakukan sex bebas antara sesama teman dan para pendatang.
Memang rasanya tersiksa banget pake kondom pada ronde kedua ini. Aku jadi susah keluar. Padahal aku sudah mengubah-ubah posisi mulai dari MOT, WOT, Dogie, tapi tidak juga kunjung muncrat. Rasa memeknya juga tidak istimewa, malah terkesan longgar. Mungkin juga karena aku pakai kondom, atau memang struktur memek mereka agak gede mengikuti penis orang setempat yang rata-rata juga lebih gede dari orang Indonesia di wilayah lain. Si Robert sudah tamat dari tadi, sedangkan aku masih terus menggenjot. Aku perlu berkonsentrasi pada posisi MOT kembali sampai akhirnya dengan susah payah tercapai juga ejakulasi kedua.
Aku tidak tahu apakah kedua cewek itu tadi mencapai orgasme atau tidak, Tapi aku rasa mereka tidak mencapai orgasme. Mereka santai saja di bantai di semak-semak, sementara aku stress.
Katanya orang Dani kalau melakukan hubungan suami istri terhadap istrinya sekali pun tidak pernah dilakukan di rumah. Mereka jalan ke hutan lalu di hutan itulah mereka melakukannya. Struktur perumahan suku Dani memang unik, Laki-laki baik yang sudah kawin atau yang belum tinggal di satu rumah, Wanitanya tinggal di rumah terpisah, yang lainnya bangunan kandang babi. Jadi memang tidak ada rumah keluarga.
Aku puas sudah menuntaskan avonturirku mencicipi wanita Dani. Mereka para cewek setelah menerima duit langsung naik angkot balik ke Wamena. Aku masih berjalan-jalan di sekitar pasir putih Aku bertemu dengan pasangan lokal. Mereka kelihatan ingin menyapaku, bahkan menawarkan diri untuk difoto. Aku tau motifnya pasti minta duit. Tapi gak apalah , Ceweknya masih segar dan teteknya besar. Timbul sifat usilku. Aku tawari duit gede asal mereka mau aku foto dalam keadaan berhubungan badan. Keduanya saling pandang-pandangan. Kayaknya mereka lama berdiskusi dalam bahasa Dani. Kutanya Robert, apa yang mereka bicarakan. Istrinya mau karena lagi butuh duit, tetapi suaminya malu. Istrinya terus mendesak lakinya agar menerima saja. Akhirnya mereka setuju. Mereka minta aku bayar di depan. No problem bagiku, yang penting aku punya gambar langka. Mereka sebenarnya suami istri, tetapi perempuannya adalah istri yang ke empat.
Suatu tempat yang lumayan bagus pencahayaannya , Mereka siap beraksi. Si perempuan posisinya seperti orang merangkak tanpa melepas yali. Lakinya mencopot koteka dan langsung menghunjamkan kontolnya dari arah belakang. Wah diluar perkiraanku mereka melakukannya dengan cara demikian. Aku pasrah saja dan mengambil foto dari berbagai arah. Mereka terus main dengan posisi itu. Ketika aku minta mereka melakukan posisi MOT, si laki bingung. Dengan bantuan penterjemah Robert, Akhirnya silakinya mengerti, Tetapi dia bingung, karena ceweknya ditidurkan tengkurap, setelah aku arahkan agar ceweknya telentang, baru dia mengerti. Kaku sekali kayaknya mereka melakukan adegan ini sehingga aku terpaksa membantu memperbaiki posisinya. Sialnya memek si Cewek tetap saja nggak kelihatan, karena ketutup rumbai-rumbai yali. Aku minta yalinya di buka,si perempuan keberatan. Ya udah lah.
Bosen karena semua arah sudah aku potret,aku minta mereka melakukannya dengan posisi WOT. Wah lama sekali menjelaskan posisi ini. Si perempuannya juga kelihatan malu menduduki penis suaminya. Aku tidak tau apa penis suaminya masuk apa tidak ke dalam memek istrinya. Mereka seperti tidak mimik lagi ******* sebabnya, Jadi raut mukanya kurang natural gitu deh.
Bener juga rupanya penisnya tidak masuk, ketika Robert menerjemahkan pertanyaanku, barulah si cewek menggapai penis suaminya dan melesakkan ke dalam memeknya. Nah muka ngentotnya jadi natural.
Setelah selesai aku pusing jadinya . Rupanya si laki dan perempuan minta aku membayar 3 kali lipat dari kesepakatan awal. Alasan mereka karena aku meminta mereka mengubah posisi sampai ada 3 posisi. Jadi harga tadi sebenarnya adalah harga 1 posisi. Wah sekarang aku yang bodoh , atau mereka yang pintar ya kok sampai begini jadinya.
Apa boleh buat aku terpaksa mengeluarkan sejumlah yang mereka minta. Toh nilai foto ini sangat luar biasa dan pasti merupakan barang langka.
Aku puas dan sesampai di hotel, temanku yang fotografer ngiri melihat hasil fotoku. Sementara dia di Kurulu tidak banyak dapat foto bagus. Dia hanya sempat mampir ke 2 desa yang masih menyimpan mummi. Bagi ku foto mumi adalah hal yang biasa, siapa saja bisa membuat foto itu, tapi koleksiku ini tidak sembarang orang bisa membuatnya.
Keesokan harinya ada pesta besar suku Dani, Berbondong-bondong orang berlarian membawa rumput, kayu bakar ubi jalar dan entah apa lagi. Kelihatannya satu kampung bersama-sama laki dan perempuan berlari-lari membawa bahan makanan dan ada yang memanggul babi. Rupanya hari itu ada pesta bakar batu. Setiap kelompok membuat lubang dan membuat perapian untuk membakar batu. Dalam lubang itu dialasi dengan daun ubi jalar, lalu diatasnya disusun batu yang membara diatasnya di rentangkan daging babi lalu daun ubi lalu batu lagi lantas di atasnya ubi jalar, begitu berlapis-lapis. Setelah tertutup semua sekitar 2 jam baru dibongkar. Aku dengan temanku berkeliling-keliling. Ketemu dengan cewek yang kemarin aku eksekusi, dia menawarkan babi dan ubi jalar. Tapi aku menolaknya dengan halus. Waduh rasanya gak ketelan aja gitu.
Begitulah para pembaca cerita pengembaraanku ke Wamena. Mohon maaf jika cerita ini menyinggung suku Dani, tetapi itu adalah pengalaman. ***
Wednesday, July 28, 2010
Pengembaraan ke Wamena
Tuesday, July 27, 2010
jadi nafsu kuda ibu kost
Peristiwa ini aku alami waktu masih SMU (dulu SMA). Karena aku harus melanjutkan sekolah di semarang, sementara di kota itu aku tidak memiliki famili ataupun saudara, maka mau tidak mau akupun harus tinggal di tempat kost. Setelah beberapa kali mencari akhirnya aku memilih kost di tempat sebut saja tante Rini, seorang janda janda muda yg cantik dan rumahnya memang di buat khusus untuk tempat kost anak-anak sekolah.
Aku memilih kost di rumah tante Rini karena selain nyaman dan linkungannya bersih, juga karena jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat sekolahku. sama sekali tidak ada pikiran kalau aku memilih kost di situ karena ibu kostnya seorang janda cantik.
Pada bulan-bulan awal aku tinggal di rumah tante Rini, aku memang sudah merasakan gejala-gejala yg lain dari Ibu kost-ku itu. dari sekian banyak anak kost yg tinggal di rumahnya, hanya akulah yg mendapatkan perhatian lebih. bahkan untuk makan-pun aku di istimewakan. Awalnya aku sama sekali tidak punya pikiran apa-apa dengan hal itu. sampai akhirnya Tante Rini menyuruhku pindah ke kamar lain (salah satu kamar yg ada di rumah induk), karena kamarku yg lama akan di isi anak kost baru.
Awalnya aku memang sedikit sungkan karena di olok-olok teman-temanku, tapi aku sendiri tidak sanggup menolaknya dan akhirnya pindah juga ke kamar kost yg letaknya tidak jauh dari kamar tidur ibu kost ku.
Sejak tinggal di kamar yg baru, perhatian Tante Rini makin bertambah. Ia tidak hanya mengistimewakan aku dalam hal makan, tapi juga sering mengajakku ngobrol berdua, biasanya di ruang tengah, hingga makin lama aku tidak sungkan lagi dan tidak ada rikuh di antara kami.
Satu malam, Tante Rini minta tolong kepadaku untuk memijat tubuhnya yg katanya sangat capek dan pegel-pegel setelah seharian berpergian. ?Tolong pijitin aku sebentar ya Rud? kata Tante Rini sambil mengajakku ke kamarnya.
Di dalam kamarnya yg sepi dan serba rapi itulah tante Rini melepas baju atasnya. Sementara di balik baju atasnya yg berwarna biru muda itu Ia tidak mengenakan apa-apa lain. Setelah bajunya di tanggalkan dengan posisi membelakangiku, Tante Rini lalu ke ranjangnya dan tidur dengan posisi tengkurap. Karena tidak di tutupi apapun aku jadi bebas menatap punggungnya, kulitnya begitu mulus putih bersih.
?Ah ini juga hanya ngawur kok, Tante? sahutku tak kalah lirihnya, sementara jemari tanganku masih terus menari-nari di atas punggung Tante Rini.
Entah di sengaja atau tidak! tiba- tiba Tante Rini membalikkan tubuhnya. Aku yg sejak tapi bersusah payah untuk megendalikan gejolak birahiku, kontan jadi kebinggungan. Meski Usia Tante Rini sudah 40-an tahun tapi tubuh Tante Rini masih sintal dan padat. Demikian pula dengan ?dua bukit kembar? di dadanya masih tampak kenyal dan menantang.
Entah setan mana yang merasuk otakku., dengan beraninya aku tiba-tiba meraih kedua buah dada Tante Rini lalu meremas-remasnya. ?Rud..Ohh? bisik desah Tante Rini, sementara tangganya balas meremas tangganku yg masih asyik memainkan payudaranya.
Merasa mendapatkan respon, maka aku jadi makin berani. Kini tidak hanya tangganku saja yg asyik bermain, tapi juga lidah dan mulutku. ?Ohhh?terus Rud?? desah Tante Rini dengan mata setengah terpejam saat aku menjilati dan mengulum puting susunya yg coklat kemerahan itu.
Puas dengan payudarannya ciumanku makin melorot ke bawah dan kulucuti celana dalamnya. Kini ciumanku hinggap di selangkangan tante Rini. Bibir vaginanya yg berbulu aku lumat dan aku jilati dengan penuh nafsu sampai Tante Rini mengelinjang dan mendesah-desah.
Rupanya Tante Rini tidak mau menjadi objek saja. Dengan ganasnya di merubah posi dan menelajangiku. Matanya terbelalak menyaksikan Rudal di selangkanganku yg tegak dengan gagahnya. Dengan penuh nafsu di mencium, menjilati dan mengocok torpedoku itu dengan mulutnya. Aku yg belum pernah merasakan hal itu sebelumnya hanya bisa melenguh dan sesekali mengeliat nikmat merasakan keganasan tante Rini meng-oral penisku. Rasa nikmatnya tak bisa ku ucapkan dengan kata-kata.
Setelah puas meng-oral rudalku Tante Rini langsung mengambil posisi telentang dan aku mengambil posisi di atasnya. Ia membimbing kejantaannku yang diarahkannya ke liang surganya. ?Masukin ya Rud, Tante sudah ngak tahan nih..? rengeknya. Aku yang juga sudah tidak sabar lagi akhirnya mulai mendorongkan kejantananku agar masuk kedalam memek Tante Rini. Ohh..rasanya nikmat sekali?, dengan gerakan teratur aku mulai melakukan gerakan maju-mundur. ?Aduh..ohhh?terus Rud..teruskan Rud..? desah Tante Rini tidak tertahankan lagi.
Sejak kejadian itu hubunganku dengan Tante Rini semakin mesra saja. Setiap ada keinginan dan kesempatan Aku selalu tidak menolak dan bahkan semakin ketagihan untuk memenuhi hasrat seks Tante Rini yang mengelora
Monday, July 26, 2010
ibunya pacarku
ceriatanya begini...
aku udah punya seorang cewek......yah dia kan udah gede ...tinggi banget anaknya
alkisah, aku pacaran ama dia lama banget, tapi aku belum pernah sekalipun bertemu engan keluarganya..dikarenakan dia tinggal dengan neneknya. Ibunya tinggal di luarkota untuk cari duit. Pertamanya aku kasihan lihat cewekku, bapaknya kan udah cerai ama ibunya. so dia tinggal sendiri sama neneknya.
Pernah sih sesekali ngobrol lewat telpon sama ibunya. enak juga sih diajak ngobrol, klihatannya kalo dari gaya bicaranya, dia masih muda banget, lalu aka tanyain ama cewekku, eh ternyata apa katanya?????
Umurnya masih 25..hehehe masih sexy tuh paling
Setahun sudah aku pacaran ma dia, sebut saja namanya rani. Aku ga tau kenapa nekad aja, pas suatu malam.
Aku ajak dia jalan2 keliling kota, pertamanya sih ga ada niatan apa2, tapi pas kita berhenti di suatu toko, aku ga sengaja lihat majalah yang agak senonok gitu deh.
otakku jadi kaco. nafsuku jadi semakin ga karuan..Tanpa ba bi bu, aku ajak aja si rina pulang. "Ayo rin kerumahku dulu, kita nyante dulu dirumah", ajak ku.
setibanya dirumah, kayaknya emang kesempatan memihak padaku. Rumahku sepi banget
orang2 ga ada dirumah.....
Basa basi dulu deh ma rani
"ran ibumu ga pulang yah?" tanyaku.
"pulang bulan depan mas, "jawab rani lugu.
"oh gitu yah?" ku tanggapi dengan bimbang,karena nafsuku udah ga tahan nih pingin segera meletus letus.
Langsung aja deh aku deketin dia pelan2, seperti biasanya kalo aku sedang ingin kissing.
dia juga membalas ciumanku dengan mesra dan penuh kasih sayang, tapi aku mencumbunya dengan penuh nafsu...
Tanganku mulai bergerilya di balik kaos ketat merk c59 itu, segera menerjang kebelakang untuk membuka Bra yang dipakainya.
Tanpa melepas kaosnya, aku udah melepas ikatan Branya
...(orang buru2 yah gini ini)
Tak begitu lama, segera saja tanganku pindah kedepan, kuraba dengan halus kulit nya yang sangat mulus, sampa iakhirnya kurasakan bagian yang agak menonjol. 34 b
setelah kuremas pelan bagian yang kenyal itu, lalu aku raba sedikit bagian pucuk pentilnya
aku mainkan sedikit di bagian itu, eh dia mulai ga konsen dengan ciumannya, dia malah merem melek, mendesis seperti ular ketemu mangsanya...." SSSZZZZTTTTTT" desahnya yang bikin aku ngaceng banget
Ga sabar banget nih, rasanya ubun2ku udah mau pecah
Segera aja aku buka kaosnya beserta Branya...
Langsung aku lahap puntingnya, dan ku hisap hisap sampai dia menggerang "aaooouuhgghht"
Sebalah kiri ku hisap, sebelah kanan ku remas remas pelan.
Setalah cukup disebelah kiri segara saja aku hisap juga sebelah kanan.....
"Aaaaggghhttt, mas geli ah" rintihnya
"tapi enak kan dek?" tanyaku dengan canda
"iiiyyyaaa massss, aagghhhhtthh" dia mulai kehilangan pegangan
melihat dia lupa daratan, segera kuslipkan jemariku di balik celananya.
ohhh begitu hangatnya dan sangat basah disini
dia terlihat diam dan menikmatinya
semakin aku ingin memainkan klitorisnya
"aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh mas aaaahhhhhggggtt" rintihnya mengeras saat itu kudengar suara motor masuk ke garasi
segera saja aku dan rani langsung sadar...(padahal aku belum perawani dia)
kenapa kesempatan ga ada yah??/???? "sial" umpatku
well akhirnya aku ga berhasil perwani dia hahahaha(jangan kecewa, masih ada yang lainnya kok)
akhirnya, tiba hari dimana ibunya Rani pulang.
Aku ikut menyambut kedatangan Ibunya rani(sebut saja tante lia) di rumah tante lia sendiri.
ternyata tante lia benar2 masih muda n sexy banget......wajahnya ga jauh beda dengan anaknya
"Selamat datang Tante,"sembari kusalami tante lia, tercuim bau harum menusuk hidungku
"Oh iya, km yah pacarnya Rani?" Tanya nya dengan pandangan yang liar.
"Iya tante," jawabku dengan sedikit grogi.
"tolong dong kamu bantuin rani angkat barang2 di taksi" dia memintaku
" baik tante," segera saja aku angkat barang2nya.
(langsung aja di hari yang paling enak)
ku ambil motor, setelah aku berdandan rapi
aku niatnya sih apel kerumah rani,
tapi begitu aku sampai dirumah rani...............
kuketok pintu rumah rani.....apa yang aku lihat benar2 membuatku ga tahan.
Tante lia keluar membuka pintu dengan pakaian yang sangat minim, celana pendek 15 cm diatas lutut dan baju tanpa lengan...
"tante Raninya ada?" tanyaku dengan sopan dan halus.
"Aduh Rani tadi masih aku suruh ambil barang dirumah neneknya," jawabnya dengan halus. wah padahal rumahnya si nenek jauh banget.
"dah dari tadi yah tante?" tanyaku penasaran.
"barusan berangkat nih, masuk dulu deh, ditunggu aja, toh dia juga ga lama, cuma ambbil barang," sembari menyuruhku masuk.
"iya deh tante," jawabku sangat sopan.
setelah aku duduk di kursi, tante membuatkanku minum, saat kulihat dari belakang...buseeeeeeettttt pantatnya...bikin ga tahan aja
"ini diminum dulu dek," sambil menyuguhkan minuman dingin.
"iya makasih tante," hehe
"Tante mandi dulu ya dek, gerah banget di sini," minta izin dengan sedikit senyuman nakal.
"Iya tante biar saya disini aja," keringat dingin keluar di seluruh tubuhku
sambil mengisi waktu luang, aku melihat2 foto2 yang ada di dinding..... foto masa kecil rani, foto bapaknya, dan foto masa muda tante lia.
Emang bener2 cantik masa muda tante lia..
Beberapa menit berlalu, aku mulai bosan melihat foto2 ini.
Aku beranjak dari tempatku melihat foto, ehhh ternyata....kamar mandinya ga ditutup rapat pintunya

Bergegas saja aku menuju pintu kamar mandi itu, aku menyelipkan pandanganku di balik pintu itu.
Disana terlihat tubuh yang indah dan begitu mulusnya tanpa bercak sedikitpun.
Beberapa menit berlalu, saat tante mulai menggosok badanya dengan sabun, torpedoku mulai terangkat, mulai ga mau diatur.

aku pegang saja torpedoku agar terasa enak gitu.........
sampai2 aku tak sadar kalo tante udah mulai ambil handuk.....segera saja aku berlari ke kursiku, dengan sedikit membuat suara gaduh karena buru buru.
tante mulai berjalan kekamarnya........
tak lama kemudian terdengar suara mamanggilku
"dek randy tolong kesini sebentar dong, bantuin tante....," suara tante.
"iya tante," dengan hati berdegub aku datang kekamar tante lia.
sesampainya di kamar, aku lihat tante memakai celana + bra, tapi branya ga di talikan.

"Tolong ini ikatin dong dek." pintanya manja.
"ii iiya tante," aku semakin gemetar.air liurku serasa habis aku telan terus.
terasa begitu halus kulit tante lia, seakan aku mau terus menyentuhnya, aku ga memasang Branya.
"lho dek, ayo dong cepet pasang, gimana sih?" pintanya.
"ooo iya tante, maaf," aku terkejut, seakan di tampar seribu kali,
"Dek tadi apa ada orang masuk rumah?" Tanyanya menyela.
"Ga ada tuh tante. emang kenapa?" tanyaku penasaran.
"Ga, tadi kayaknya ada yang ngintip aku mandi deh." .........
Wah aku semakin kalut., keringatku semakin bercucuran, untung saja aku udah selesai memasang Branya
"eeehh anuuu tante,,, giniii eeehhh,mmmmmm" aku mulai gugup
"anu kenapa? jangan2..............," tante mulai curiga.
"Tidak tante, aku tudak ngintip lho, aku ga tau sama sekali, bener deh, aku ga tau pokoknya" kegugupan ku semakin parah
"Lho ya, kok kamu gugup banget, santai aja..."sembari dia memegang pinggangku.

"kalo dek randy yang ngintip aku iklas kok," langsung saja dilemparkannya tubuhku ke atas tempat tidur.
Aku tak bisa apa apa, hanyabisa menelan air liur yang sudah habis dari tadi.
Segera saja, dia ikut terjun di atas tempat tidur, dengan tanpa memakai pakaian.
Tepat berada diatasku.
Kembali dia tanggalkan bra yang aku pasangin tadi
"dek udah pernah ngerasaain belu?" tannyanya dengan tangannya mulai menggerayangi torpedoku yang udah menegang dari tadi.
"mmeemmmmmmmmmmmmmmhhhhhhhh" aku tak bisa berkata apapun.
Dia langsung aja mencopot ikat pinggangku beserta celanaku....sampai akhirnya torpedoku keluar semua tanpa ada yang tertutupi.
Dibuangnya celanaku dengan keras di bawah tempat tidur....
Dengan pandangan centil, langsung saja dia melahap torpedoku.....
Hangat sekali rasanya..... "ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh" rintihku pelan menikmati permainan tante lia.
dia sanngat prof dalam masalah ginian. maklumlah namanya juga udah tante
dilahap semua sampai tak tersisa, sampai2 dua telurku juga di jilat, ah bener2 nikmat.
Sekarang dia mulai mencopot celananya, tetapi mulutnya masih saja menjilati torpedoku, seakan dia tak mau membiarkan torpedoku istirahat barang sejenak.
Begitu celananya terlepas dari tubuhnya, dia memindah posisinya....
Kepalaku di apit oleh kedua pahanya. Terus dia tetap aja menjulati dan menghisap torpedoku.
Aku tak tau harus bagai mana. tapi begitu ada daging merah yang ditumbuhi bulu2 halus itu, segera saja aku juga menjilatinya dengan pelan dan lembut.
setiap lipatan kunikmati, ku julurkan lidahku kedalam,........
ohhhh baunya benar2 nikmat...........
ku jilati klitorisnya, kupermainkan, g\ku gigit...
saat kurasakan tubuhnya mulai gemetar, semakin keras kupermainkan kliorisnya............
tak lama kemudian
"aaaahhhhhhhhhhhh" tante lia merintih kecil, disertai kluarnya cairan hangat dan kental dari lubang indah itu.
Tak mau melewatkannya, ku jilat habis cairan itu.
"Ayo dek, tante udah ga tahan, gatal banget di dalam sana." pintanya dengan mesra.

segera saja dia berpindah arah, dia duduk diatas tubuhku, dan memasukan torpedoku ke dalam lubang indah itu.
"aaahhhh" rintihku kenakan. benar - benar hangat dan begitu sempitnya lubang vagina ini.
dia mulai bergerak pelan, naik turun, sembari menata tubuh.
Setelah mulai tertata. tempo gerakannya mulai dipercepat........sampai terdengar suara.."plok plok plok," suara pantatnya menepuk - nepuk pahaku.
"aaaahhh ahhh" tante mulai hilang kendali, merintih tanpa pedulikan apapun
Sampai 3 menit..........gerakan tante semakin keras,, tak tau kenapa, sangat keras gerakanya sampai akhirnya......
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH," terasa di atas torpedoku cairan hangat yang memenuhi lubang nikmat itu, memaksa torpedoku untuk keluar dari lubang itu,

tante tak bergerak sedikitpun, Terlihat dia lemas. lalu
"dek kamu di atas yah," pintanya dengan memelas
"iya deh," Segera saha aku berdiri dan pindah posisi.
Aku mulai memasukan torpedoku ke dalam lubang itu,
aku gerakan maju mundur dengan pelan.......
saat udah mulai lancar, aku sedikit menambah kecepatann pergerakanku...
kurasakan posisiku agak begitu tak nyaman. ku angkat kedua kakinya, berada di pundakku.
"aaaahhh dek, aaaaaaaahhhh kamu pinter dekm," dengan wajahnya yang sangat menikmati permainanku.
"alah tante nih bisa aja." sambil ku tersenyum....
"aahhhh dek aaaah ayo lebih cepat dek," pintanya sambil dia menggigit bibirnye.
Akupun menjadi semakin menggila, ku pecepat gerakanku....
"Aaahh terus dekk kkkkk haaaaaaaahhhhhhhhhhhhh tuh kan keluar lagi tante," sambil mempermainkan klitorisnya sendiri..
Aku tetap menggerakan torpedoku maju mundur walau apapun yang terjadi.........
" Dekkkk dogy yu..." pintanya dengan terlihat sangat kelelahan..tapi juga sangat kenikmatan.
Tanpa banyak kata segera saja aku cabut torpedo ini..........
dia langsung memasang posisinya, dan terlihat dari belakan, daging merah yang merekah, yang membuatku terpana.
"ayo deeekk, kok malah bengong, masukin donk..bikin tante seneng,." pintanya dengan genit.
"iya tante, maaf" aku malu banget, karena kurang banyak bicara.
segera kuhujamkan turpedo ku kedalam lipatand aging itu, serasa lain rasanya kalau lewat belakang.
"Aaahhh bener gitu dek ahhhh." rintihnya menikmati.
" ahhh ahh enak tante, vagina mantap" aku sudah berani bicara........
"aaaaaaaaahhhhhhhhhh tersu dek, tabah kecepatan dek" dengan menggrutu, dia meremas remas senduru susunya.
"aaaahhhh dek tersuuuuuuuuuuuuuuusssssssss" semakin keras menggrutu
tak lama, kurasakan, ada sesuatu yang mau keluar dari tubuhku, seakan tak mau ditahan, aku tak sanggup menahannya
aku semakin keras menghentak kan tubuhku,,
"aahhhh ayo dek aku juga mau keluar nih,,,,,,,,,'" keras banget suarnya..
sampai akhirnya
tak tertahan " ahhhhhhhhhhhhhhhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh tante,,,, ga tahan ahhhaaaaaaaaaaahhhggggggttt " kukeluarkan semua cairan sperma yang ada di tubuhku.
Rasanya seperti hilang semua energiku.................
Kudiamkan beberapa detik torpedoku di lubang itu, sampai akhirnya kami berdua terkulai lemas.........

akhirnya....acara apelku gagal, aku pulang, tapi aku puas bisa mlampiaskan nafsuku....

aku udah punya seorang cewek......yah dia kan udah gede ...tinggi banget anaknya
alkisah, aku pacaran ama dia lama banget, tapi aku belum pernah sekalipun bertemu engan keluarganya..dikarenakan dia tinggal dengan neneknya. Ibunya tinggal di luarkota untuk cari duit. Pertamanya aku kasihan lihat cewekku, bapaknya kan udah cerai ama ibunya. so dia tinggal sendiri sama neneknya.
Pernah sih sesekali ngobrol lewat telpon sama ibunya. enak juga sih diajak ngobrol, klihatannya kalo dari gaya bicaranya, dia masih muda banget, lalu aka tanyain ama cewekku, eh ternyata apa katanya?????
Umurnya masih 25..hehehe masih sexy tuh paling
Setahun sudah aku pacaran ma dia, sebut saja namanya rani. Aku ga tau kenapa nekad aja, pas suatu malam.
Aku ajak dia jalan2 keliling kota, pertamanya sih ga ada niatan apa2, tapi pas kita berhenti di suatu toko, aku ga sengaja lihat majalah yang agak senonok gitu deh.
otakku jadi kaco. nafsuku jadi semakin ga karuan..Tanpa ba bi bu, aku ajak aja si rina pulang. "Ayo rin kerumahku dulu, kita nyante dulu dirumah", ajak ku.
setibanya dirumah, kayaknya emang kesempatan memihak padaku. Rumahku sepi banget
orang2 ga ada dirumah.....
Basa basi dulu deh ma rani
"pulang bulan depan mas, "jawab rani lugu.
"oh gitu yah?" ku tanggapi dengan bimbang,karena nafsuku udah ga tahan nih pingin segera meletus letus.
Langsung aja deh aku deketin dia pelan2, seperti biasanya kalo aku sedang ingin kissing.
dia juga membalas ciumanku dengan mesra dan penuh kasih sayang, tapi aku mencumbunya dengan penuh nafsu...
Tanganku mulai bergerilya di balik kaos ketat merk c59 itu, segera menerjang kebelakang untuk membuka Bra yang dipakainya.
Tanpa melepas kaosnya, aku udah melepas ikatan Branya
Tak begitu lama, segera saja tanganku pindah kedepan, kuraba dengan halus kulit nya yang sangat mulus, sampa iakhirnya kurasakan bagian yang agak menonjol. 34 b
setelah kuremas pelan bagian yang kenyal itu, lalu aku raba sedikit bagian pucuk pentilnya
aku mainkan sedikit di bagian itu, eh dia mulai ga konsen dengan ciumannya, dia malah merem melek, mendesis seperti ular ketemu mangsanya...." SSSZZZZTTTTTT" desahnya yang bikin aku ngaceng banget
Ga sabar banget nih, rasanya ubun2ku udah mau pecah
Segera aja aku buka kaosnya beserta Branya...
Langsung aku lahap puntingnya, dan ku hisap hisap sampai dia menggerang "aaooouuhgghht"
Sebalah kiri ku hisap, sebelah kanan ku remas remas pelan.
Setalah cukup disebelah kiri segara saja aku hisap juga sebelah kanan.....
"Aaaaggghhttt, mas geli ah" rintihnya
"tapi enak kan dek?" tanyaku dengan canda
"iiiyyyaaa massss, aagghhhhtthh" dia mulai kehilangan pegangan
melihat dia lupa daratan, segera kuslipkan jemariku di balik celananya.
dia terlihat diam dan menikmatinya
semakin aku ingin memainkan klitorisnya
"aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh mas aaaahhhhhggggtt" rintihnya mengeras saat itu kudengar suara motor masuk ke garasi
segera saja aku dan rani langsung sadar...(padahal aku belum perawani dia)
kenapa kesempatan ga ada yah??/???? "sial" umpatku
well akhirnya aku ga berhasil perwani dia hahahaha(jangan kecewa, masih ada yang lainnya kok)
akhirnya, tiba hari dimana ibunya Rani pulang.
Aku ikut menyambut kedatangan Ibunya rani(sebut saja tante lia) di rumah tante lia sendiri.
ternyata tante lia benar2 masih muda n sexy banget......wajahnya ga jauh beda dengan anaknya
"Selamat datang Tante,"sembari kusalami tante lia, tercuim bau harum menusuk hidungku
"Oh iya, km yah pacarnya Rani?" Tanya nya dengan pandangan yang liar.
"Iya tante," jawabku dengan sedikit grogi.
"tolong dong kamu bantuin rani angkat barang2 di taksi" dia memintaku
" baik tante," segera saja aku angkat barang2nya.
(langsung aja di hari yang paling enak)
ku ambil motor, setelah aku berdandan rapi
aku niatnya sih apel kerumah rani,
tapi begitu aku sampai dirumah rani...............
kuketok pintu rumah rani.....apa yang aku lihat benar2 membuatku ga tahan.
Tante lia keluar membuka pintu dengan pakaian yang sangat minim, celana pendek 15 cm diatas lutut dan baju tanpa lengan...
"tante Raninya ada?" tanyaku dengan sopan dan halus.
"Aduh Rani tadi masih aku suruh ambil barang dirumah neneknya," jawabnya dengan halus. wah padahal rumahnya si nenek jauh banget.
"dah dari tadi yah tante?" tanyaku penasaran.
"barusan berangkat nih, masuk dulu deh, ditunggu aja, toh dia juga ga lama, cuma ambbil barang," sembari menyuruhku masuk.
"iya deh tante," jawabku sangat sopan.
setelah aku duduk di kursi, tante membuatkanku minum, saat kulihat dari belakang...buseeeeeeettttt pantatnya...bikin ga tahan aja
"ini diminum dulu dek," sambil menyuguhkan minuman dingin.
"iya makasih tante," hehe
"Tante mandi dulu ya dek, gerah banget di sini," minta izin dengan sedikit senyuman nakal.
"Iya tante biar saya disini aja," keringat dingin keluar di seluruh tubuhku
sambil mengisi waktu luang, aku melihat2 foto2 yang ada di dinding..... foto masa kecil rani, foto bapaknya, dan foto masa muda tante lia.
Emang bener2 cantik masa muda tante lia..
Beberapa menit berlalu, aku mulai bosan melihat foto2 ini.
Aku beranjak dari tempatku melihat foto, ehhh ternyata....kamar mandinya ga ditutup rapat pintunya
Bergegas saja aku menuju pintu kamar mandi itu, aku menyelipkan pandanganku di balik pintu itu.
Disana terlihat tubuh yang indah dan begitu mulusnya tanpa bercak sedikitpun.
Beberapa menit berlalu, saat tante mulai menggosok badanya dengan sabun, torpedoku mulai terangkat, mulai ga mau diatur.
sampai2 aku tak sadar kalo tante udah mulai ambil handuk.....segera saja aku berlari ke kursiku, dengan sedikit membuat suara gaduh karena buru buru.
tante mulai berjalan kekamarnya........
tak lama kemudian terdengar suara mamanggilku
"dek randy tolong kesini sebentar dong, bantuin tante....," suara tante.
"iya tante," dengan hati berdegub aku datang kekamar tante lia.
sesampainya di kamar, aku lihat tante memakai celana + bra, tapi branya ga di talikan.
"Tolong ini ikatin dong dek." pintanya manja.
"ii iiya tante," aku semakin gemetar.air liurku serasa habis aku telan terus.
terasa begitu halus kulit tante lia, seakan aku mau terus menyentuhnya, aku ga memasang Branya.
"lho dek, ayo dong cepet pasang, gimana sih?" pintanya.
"ooo iya tante, maaf," aku terkejut, seakan di tampar seribu kali,
"Dek tadi apa ada orang masuk rumah?" Tanyanya menyela.
"Ga ada tuh tante. emang kenapa?" tanyaku penasaran.
"Ga, tadi kayaknya ada yang ngintip aku mandi deh." .........
Wah aku semakin kalut., keringatku semakin bercucuran, untung saja aku udah selesai memasang Branya
"eeehh anuuu tante,,, giniii eeehhh,mmmmmm" aku mulai gugup
"anu kenapa? jangan2..............," tante mulai curiga.
"Tidak tante, aku tudak ngintip lho, aku ga tau sama sekali, bener deh, aku ga tau pokoknya" kegugupan ku semakin parah
"Lho ya, kok kamu gugup banget, santai aja..."sembari dia memegang pinggangku.
"kalo dek randy yang ngintip aku iklas kok," langsung saja dilemparkannya tubuhku ke atas tempat tidur.
Aku tak bisa apa apa, hanyabisa menelan air liur yang sudah habis dari tadi.
Segera saja, dia ikut terjun di atas tempat tidur, dengan tanpa memakai pakaian.
Tepat berada diatasku.
Kembali dia tanggalkan bra yang aku pasangin tadi
"dek udah pernah ngerasaain belu?" tannyanya dengan tangannya mulai menggerayangi torpedoku yang udah menegang dari tadi.
"mmeemmmmmmmmmmmmmmhhhhhhhh" aku tak bisa berkata apapun.
Dia langsung aja mencopot ikat pinggangku beserta celanaku....sampai akhirnya torpedoku keluar semua tanpa ada yang tertutupi.
Dibuangnya celanaku dengan keras di bawah tempat tidur....
Dengan pandangan centil, langsung saja dia melahap torpedoku.....
Hangat sekali rasanya..... "ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh" rintihku pelan menikmati permainan tante lia.
dia sanngat prof dalam masalah ginian. maklumlah namanya juga udah tante
dilahap semua sampai tak tersisa, sampai2 dua telurku juga di jilat, ah bener2 nikmat.
Sekarang dia mulai mencopot celananya, tetapi mulutnya masih saja menjilati torpedoku, seakan dia tak mau membiarkan torpedoku istirahat barang sejenak.
Begitu celananya terlepas dari tubuhnya, dia memindah posisinya....
Kepalaku di apit oleh kedua pahanya. Terus dia tetap aja menjulati dan menghisap torpedoku.
Aku tak tau harus bagai mana. tapi begitu ada daging merah yang ditumbuhi bulu2 halus itu, segera saja aku juga menjilatinya dengan pelan dan lembut.
setiap lipatan kunikmati, ku julurkan lidahku kedalam,........
ohhhh baunya benar2 nikmat...........
ku jilati klitorisnya, kupermainkan, g\ku gigit...
saat kurasakan tubuhnya mulai gemetar, semakin keras kupermainkan kliorisnya............
tak lama kemudian
"aaaahhhhhhhhhhhh" tante lia merintih kecil, disertai kluarnya cairan hangat dan kental dari lubang indah itu.
Tak mau melewatkannya, ku jilat habis cairan itu.
"Ayo dek, tante udah ga tahan, gatal banget di dalam sana." pintanya dengan mesra.
"aaahhhh" rintihku kenakan. benar - benar hangat dan begitu sempitnya lubang vagina ini.
dia mulai bergerak pelan, naik turun, sembari menata tubuh.
Setelah mulai tertata. tempo gerakannya mulai dipercepat........sampai terdengar suara.."plok plok plok," suara pantatnya menepuk - nepuk pahaku.
"aaaahhh ahhh" tante mulai hilang kendali, merintih tanpa pedulikan apapun
Sampai 3 menit..........gerakan tante semakin keras,, tak tau kenapa, sangat keras gerakanya sampai akhirnya......
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH," terasa di atas torpedoku cairan hangat yang memenuhi lubang nikmat itu, memaksa torpedoku untuk keluar dari lubang itu,
tante tak bergerak sedikitpun, Terlihat dia lemas. lalu
"dek kamu di atas yah," pintanya dengan memelas
"iya deh," Segera saha aku berdiri dan pindah posisi.
Aku mulai memasukan torpedoku ke dalam lubang itu,
aku gerakan maju mundur dengan pelan.......
saat udah mulai lancar, aku sedikit menambah kecepatann pergerakanku...
kurasakan posisiku agak begitu tak nyaman. ku angkat kedua kakinya, berada di pundakku.
"aaaahhh dek, aaaaaaaahhhh kamu pinter dekm," dengan wajahnya yang sangat menikmati permainanku.
"alah tante nih bisa aja." sambil ku tersenyum....
"aahhhh dek aaaah ayo lebih cepat dek," pintanya sambil dia menggigit bibirnye.
Akupun menjadi semakin menggila, ku pecepat gerakanku....
"Aaahh terus dekk kkkkk haaaaaaaahhhhhhhhhhhhh tuh kan keluar lagi tante," sambil mempermainkan klitorisnya sendiri..
Aku tetap menggerakan torpedoku maju mundur walau apapun yang terjadi.........
" Dekkkk dogy yu..." pintanya dengan terlihat sangat kelelahan..tapi juga sangat kenikmatan.
Tanpa banyak kata segera saja aku cabut torpedo ini..........
dia langsung memasang posisinya, dan terlihat dari belakan, daging merah yang merekah, yang membuatku terpana.
"ayo deeekk, kok malah bengong, masukin donk..bikin tante seneng,." pintanya dengan genit.
"iya tante, maaf" aku malu banget, karena kurang banyak bicara.
segera kuhujamkan turpedo ku kedalam lipatand aging itu, serasa lain rasanya kalau lewat belakang.
"Aaahhh bener gitu dek ahhhh." rintihnya menikmati.
" ahhh ahh enak tante, vagina mantap" aku sudah berani bicara........
"aaaaaaaaahhhhhhhhhh tersu dek, tabah kecepatan dek" dengan menggrutu, dia meremas remas senduru susunya.
"aaaahhhh dek tersuuuuuuuuuuuuuuusssssssss" semakin keras menggrutu
tak lama, kurasakan, ada sesuatu yang mau keluar dari tubuhku, seakan tak mau ditahan, aku tak sanggup menahannya
aku semakin keras menghentak kan tubuhku,,
"aahhhh ayo dek aku juga mau keluar nih,,,,,,,,,'" keras banget suarnya..
sampai akhirnya
tak tertahan " ahhhhhhhhhhhhhhhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh tante,,,, ga tahan ahhhaaaaaaaaaaahhhggggggttt " kukeluarkan semua cairan sperma yang ada di tubuhku.
Rasanya seperti hilang semua energiku.................
Kudiamkan beberapa detik torpedoku di lubang itu, sampai akhirnya kami berdua terkulai lemas.........
akhirnya....acara apelku gagal, aku pulang, tapi aku puas bisa mlampiaskan nafsuku....
Sunday, July 25, 2010
Bu BROTO dan Mbak RESTY
Perselingkuhanku dengan bu Broto sudah berlangsung mulus selama 3 bulan. Kami sepakat, untuk menjaga keamanan nasional, kami melakukannya hanya setiap Sabtu pagi disaat aku ngga pulang kampung. Kini bu Broto melakukannya sudah tidak sungkan2 lagi. Lebih gilannya lagi setiap Jumat malam Sabtu aku diminta mengintip dia bersetubuh dengan suaminya. Untuk memperlihatkan bahwa dia ngga pernah orgasme dengan suaminya yang hanya sebentar dan langsung tidur.
Seperti halnya yang kami lakukan Sabtu pagi ini. Kami melakukan dengan penuh nafsu. Permainan bu Broto kini semakin berani, dia sudah mulai mahir memainkan lidahnya dikemaluanku. Diapun sudah ngga malu2 lagi mendesah keenakan dan mengerang disaat orgasme. Untung rumah sepi jadi suara kami tidak terdengar oleh siapa2. Hampir dua jam kami melakukannya pagi ini. Aku sampai dua kali ejakulasi sedangkan bu Broto lebih dari 6 x.
Setelah selesai kami melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri dengan hanya bertelanjang bulat. Baru saja kami menutup kamar mandi, tiba2 terdengar agak keras orang mengetuk pintu. Aku terkejut, "Wah, jangan2 pak Broto pulang, tapi kok suara Vespanya ngga kedengaran..." Aku langsung memakai celana pendek dan kaosku dan segera keluar kamar mandi, sedang bu Broto tetap didalam pura2 sedang BAB. Baru selangkah dari pintu kamar mandi kembali terdengar TOK, TOK, TOK !!
Kini suaranya lebih keras dari yang pertama, " Ya.. sebentar " teriaku sambil berlari kearah pintu depan dan saat aku melewati kamar bu Broto yang berantakan aku sempatkan menutup pintunya.
Pintu depan segera aku buka (ternyata kami lupa menguncinya) dan didepan pintu ternyata berdiri seorang wanita berwajah manis berkulit bersih (sedikit lebih gelap dari warna kulit bu Broto) mengenakan celana jeans ketat yang membungkus pantat dan paha yang masih indah dengan paduan baju longggar berwarna krem dengan assesori ikat pinggang besar. Dari wajahnya, usianya sekitar diatas 40 an. Disampingnya ada sebuah koper pakaian. Kayaknya baru datang dari luar kota.
" Mana mbak Tati (nama bu Broto) ?! " tanyanya agak keras, seperti orang kesal.
" Maksud mbak bu Broto ? beliau sedang dikamar mandi, mbak siapa ya ? " tanyaku masih mencoba bersopan santun.
" Saya Resti adiknya mas Broto yang dari Surabaya " jawabnya ketus.
" Oh, eh silakan masuk mbak Resti.." aku agak gugup dan mempersilakannya masuk.
" Siapa de Budi ? " tiba2 bu Broto berteriak dari belakang setelah keluar dari kamar mandi dan melangkah keluar " Waah ada tamu jauh to, loh Res, kamu mau datang kok ngga kasih kabar dulu biar kami jemput, de Budi ini Resti adik kandung satu2nya pak Broto, Resti ini Budi yang kos disini...eh de Budi tolong bawain kopornya mbak Resti ke kamar tengah. " mereka pun berpelukan saling menyapa dan akupun menenteng kopor mbak Resti ke kamar tengah selanjutnya aku kekamar mandi dan pura2 tiduran membiarkan mereka saling kangen2an akhirnya akupun tertidur beneran bangun2 ketika ada yang mengetuk pintu kamarku " de Budi, de Budi..." suara pak Broto memanggilku dan melihat jam dinding baru jam 11.17 padahal biasanya pak Broto pulang sekitar jam 1, aku kaget dan bingung " Wah ada apa lagi nih, jangan2 pak Broto tahu hubunganku dengan istrinya dan dia panggil adiknya untuk menyelesaikannya...wah gawat nih " pikirku bingung tapi tanganku tetap membuka pintu kamarku " Wah maaf nih de Budi bapak ngganggu istirahatnya, anu...bapak mau ke Cirebon sama atasan bapak sampai hari Rabu dan ditunggu di Terminal, tolong anterin bapak ya de Budi, nanti Vespanya de Budi bawa pulang. " kata pak Broto dan membuat hatiku lega,
" Bisa, bisa pak sebentar saya cuci muka dan ganti baju dulu..." jawabku spontan.
" Ya de Budi makan dulu saja baru kita berangkat..."
Setelah mengantar pak Broto aku ngga langsung pulang, tapi nonton bioskop dulu, pulang2 jam 5.30 sore dan langsung mandi, aku sekilas melihat bu Broto dan mbak Resti lagi ngobrol sambil nonon TV.
" De Budi sini dulu de " bu Broto memanggilku dari dalam saat aku keluar dari kamar mandi.
" Ya sebentar bu, " jawabku sambil masuk kamar dan menyisir rambutku kemudian mendekati mereka yang sedang duduk disofa panjang yang memang satu2nya tempat duduk depan TV.
" Ini, Resti mau bicara denganmu" kata bu Broto begitu aku berdiri didekat mereka dan aku lihat mbak Resti yang mengenakan piyama batik dan kelihatan lebih segar dari ketika dia datang, menggeser duduknya supaya aku bisa duduk disampingnya dan dia sekarang berada ditengah. " Silakan duduk disini de Budi " dan akupun duduk disampingnya.
" Begini de Budi, saya adalah teman dari kecil dengan mbak Tati, usia kami hanya beda 1 tahun, saya lebih muda dan saya menganggap dia sebagai kakak kandungku sendiri dan diantara kami sudah ngga ada lagi rahasia2an dan mas Broto juga mengenal mbak Tati ini sejak kecil walaupun mereka tidak akrab. Saya tahu, mbak Tati ini orangnya sangat setia pada suami..." kata mbak Resti begitu aku duduk disebelahnya dan kata2 terakhirnya yang terputus membuatku berdebar2 dan aku hanya bisa diam menanti lanjutannya.
" Saya benar2 bingung dan kaget dia bisa berselingkuh dengan de Budi..." kembali kata2nya terhenti dan matanya tajam menatapku yang kaget dan kebingungan.
" Mmmaksud mbak...? " aku pura2 bloon dan mataku minta bantuan ke bu Broto, tapi dia asyik nonton TV.
" Saya tahu apa yang terjadi tadi pagi karena pintu depan lupa dikunci begitu juga kamar tidur yang terbuka sehingga aku bisa nonton adegan seru kalian dan tadinya aku ngga percaya sama mbak Tati tapi tadi kami sudah ngobrol dan ternyata kami mempunyai masalah yang sama . " lanjut mbak Resti
" Sudah 2 tahun lebih suamiku menderita diabetes kronis dan dia sudah ngga bisa berbuat apa2 denganku..." suara mbak Resti mulai pelan
" Sekarang aku mau buat kesepakatan dengan de Budi, aku akan diam tidak melaporkan ke mas Broto tapi de Budi harus melakukan yang sama seperti de Budi melakukan mbak Tati, mau ? "
Kembali mataku minta pertolongan bu Broto, kali ini dia menolongku, sambil tersenyum dia mengangguk2an kepalanya tanda setuju tapi timbul keisenganku sama mbak Resti.
" Terus saya harus berbuat apa ? " aku pura2 bertanya
Tiba2 mbak Resti mendekati telingaku dan berkata pelan " aku juga ingin dipuaskan seperti mbak Tati tadi pagi " tangan kanannya langsung mengelus kemaluanku yang hanya mengenakan celana pendek tanpa CD. Tangan kananku langsung menarik pinggangnya sehingga mbak Resti duduk dipangkuanku dan mbak Resti langsung menciumi bibirku tanpa ada perasaan risih ada bu Broto disampingnya, sedangkan bu Broto hanya pura2 batuk " ehem...ehem...dah sana didalam..."
Tapi mbak Resti ngga nggubris dia terus mencium bibirku penuh nafsu terdengar dari nafasnya yang memburu, aku melirik ke bu Broto dan dia nampak tegang sambil pura2 nonton TV tapi matanya sebentar2 melirik kearah kami. Aku yakin baru kali ini dia melihat secara langsung sepasang laki2 dan perempuan berciuman dengan penuh nafsu apalgi kini mbak Resti sudah membuka baju piyamanya dan pantatnya terus digayang2kan di kemaluanku, ternyata dia ngga pakai bra sehingga payudaranya yang berkuran sedang dan sudah mulai turun menantang untuk diraba dan dihisap, sesaat aku perhatikan ada yang berbeda dengan punya bu Broto, puting payudara mbak Resti masih kecil kayak wanita yang belum punya anak, tangan kananku mulai meraba payudaranya ternyata masih kenyal. "...aahh..." desahnya disaat tanganku meraba payudaranya dan tangan kirinya membantu menekan tanganku supaya aku meremas lebih keras payudaranya, tangan kanannya menarik kepalaku supaya aku menghisap payudara kirinya dan desahannyapun makin keras disaat lidahku menjilat2 di putingnya. Sambil menjilat mataku melirik bu Broto yang semakin gelisah tapi aku ngga peduli lidahku terus aku mainkan di payudara mbak Resti dan membuat dia semakin bernafsu. Kini dia turun dari pangkuanku dan berlutut didepanku dan tangannya langsung melorotkan celana pendeku hingga terlepas dan tentu sala kemaluanku yang sudah tegang dari tadi langsung menyembul keluar sebentar mbak Resti mengelus2 kemaluanku dan dia menarik sedikit posisi duduku supaya lebih melorot dan dia mengarahkan mulutnya kearah biji pelerku dan lidahnya bermain2 disini, permainan lidah mbak Resti lebih berpengalaman dari bu Broto terasa lebih halus demikian juga saat lidahnya mulai bermain dibatang kemaluanku sampai aku ngga bisa nahan suara kenikmatanku
"...aagghhh..." dan ketika sambil menahan nikmat tanganku meraih tangan bu Broto yang sedari tadi terlihat hanya tegang aku merasakan tangannya sedikit gemetar dan saat dia menoleh kearahku aku melihat mukanya agak merah, ngga tahu apa karena malu atau nafsu atau karena keduanya. Sebentar bu Broto memandangku dan aku menarik tangannya supaya dia lebih mendekat kearahku dan diapun menggeser duduknya dan aku bisa meraih bahunya kemudian mencium bibirnya yang juga gemetar tapi dia langsung membalas ciumanku dan nafasnya makin memburu saat tangan kananku meraih payudaranya yang juga tanpa bra dan kami bertigapun sudah sangat dibakar nafsu birahi.
Sesaat kemudian kami bertiga sudah tidak ada lagi yang mengenakan pakaian dan sudah pindah kekamar bu Broto, yang lebih agresif adalah mbak Resti, mungkin karena sudah lebih dari 2 tahun dia ngga dipuaskan suaminya jadinya sekarang seperti kehausan. Kini dia sudah berbaring di tempat tidur dan minta aku menyetubuhinya, tapi aku mau membuat dia lebih bernafsu supaya cepat orgasme karena ku masih menghadapi lawan satunya yakni bu Broto. Aku memang merangkak keatas tubuh mbak Resti sedang bu Broto kembali sebagai penonton, aku hanya mencium sesaat bibirnya kemudian lidahku merayap ke payudaranya sebenta bermain dikedua payudaranya sambil tangan kananku mengelus gundukan memeknya yang berbulu tipis, jilatanku merayap keperutnya dan bermain dipusarnya kemudian ke selangkangannya tapi aku ngga menjilat memeknya membuat mbak Resti penasaran, aku justru membalikan tubuh mbak Resti supaya tengkurap dan aku menciumi punggungnya terus turun ke kedua bongkahan pantatnya disini kadang aku menggigit pelang pantatnya membuat desahannya semakin keras aplagi saat lidahku mulai bermain dipaha bagian dalamnya dengan sedikit gigitan kecil membuat dia mengangkat pantatnya minta memeknya yang sudah sangat basah untuk dijilat dan tidak langsung menjilat memeknya aku terus menjilat bagian samping luar memeknya dan ini membuat pantatnya lebih tinggi terangkat dan pahanya lebih lebar terbuka dan akupun mulai memasukan kepalaku diantara kedua pahanya sambil mengadah keatas menghadap memeknya dan mulai menjilat klitnya dan cairan kentalnyapun makin banyak keluar sampai menetes ke daguku. Kedua tangan mbak Resti meremas sprei dan mulutnya terus mendesis bagai ular tiba2 tangannya menarik paha bu Broto dan mulutnya langsung menyergap memek bu Broto yang juga sudah basah, tiba2 mulut mbak Resti mengerang dan pantatnya memeknya ditekankan kuat2 ke mulutku sambil badannya bergetar "..bbud aku kkluarr.." dan dagukupun semakin basah tersiram lendir mbak Resti yang banyak mengeluarkan lendir. Sesaat diapun tergeletak dikasur dengan nafas memburu sedang bu Broto yang dari tadi juga sudah naik nafsunya oleh jilatan maut mbak Resti langsung naik diatas tubuhku memasukan kemaluanku ke liang memeknya dan langsung menggoyang dari atas. Ruapanya mbak Resti ingin membuat sensasi lain dia kembali bangun dan meraih payudara bu Broto dan langsung menghisapnya membuat bu Broto berteriak kecil menahan nikmat dan tangan kiriku yang nganggur langsung mengarah ke memek mbak Resti yang sedikit terbuka dan langsung aku masukan kedalamnya, memek mbak Resti sangat licin akibat orgasme tadi dan akibat sentuhan jariku dimemeknya nafsu mbak Resti bangkit lagi dan diapun menjilat payudara bu Broto dengan sangat bernafsu membuat bu Broto semakin tinggi melambung dan sebentar kemudian goyangannya semakin liar dan semakin liar dan diapun mencapai klimaksnya dan ambruk yang segera diaganti mbak Resti . Kali ini mbak Resti memperlihatkan kemahirannya diatas ranjang dimenggoyang dengan lembut tapi pasti membuat kemaluanku seakan dipijat2 dan dan membuat aku tidak tahan untung rupanya mbak Resti bukan pemain yang lama diapun sudah tidak beraturan goyangannya dan akhirnya aku keluar duluan disusul beberapa detik kemudian mbak Restipun orgasme. Dan kamipun tertidur kecapaian.
Seperti halnya yang kami lakukan Sabtu pagi ini. Kami melakukan dengan penuh nafsu. Permainan bu Broto kini semakin berani, dia sudah mulai mahir memainkan lidahnya dikemaluanku. Diapun sudah ngga malu2 lagi mendesah keenakan dan mengerang disaat orgasme. Untung rumah sepi jadi suara kami tidak terdengar oleh siapa2. Hampir dua jam kami melakukannya pagi ini. Aku sampai dua kali ejakulasi sedangkan bu Broto lebih dari 6 x.
Setelah selesai kami melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri dengan hanya bertelanjang bulat. Baru saja kami menutup kamar mandi, tiba2 terdengar agak keras orang mengetuk pintu. Aku terkejut, "Wah, jangan2 pak Broto pulang, tapi kok suara Vespanya ngga kedengaran..." Aku langsung memakai celana pendek dan kaosku dan segera keluar kamar mandi, sedang bu Broto tetap didalam pura2 sedang BAB. Baru selangkah dari pintu kamar mandi kembali terdengar TOK, TOK, TOK !!
Kini suaranya lebih keras dari yang pertama, " Ya.. sebentar " teriaku sambil berlari kearah pintu depan dan saat aku melewati kamar bu Broto yang berantakan aku sempatkan menutup pintunya.
Pintu depan segera aku buka (ternyata kami lupa menguncinya) dan didepan pintu ternyata berdiri seorang wanita berwajah manis berkulit bersih (sedikit lebih gelap dari warna kulit bu Broto) mengenakan celana jeans ketat yang membungkus pantat dan paha yang masih indah dengan paduan baju longggar berwarna krem dengan assesori ikat pinggang besar. Dari wajahnya, usianya sekitar diatas 40 an. Disampingnya ada sebuah koper pakaian. Kayaknya baru datang dari luar kota.
" Mana mbak Tati (nama bu Broto) ?! " tanyanya agak keras, seperti orang kesal.
" Maksud mbak bu Broto ? beliau sedang dikamar mandi, mbak siapa ya ? " tanyaku masih mencoba bersopan santun.
" Saya Resti adiknya mas Broto yang dari Surabaya " jawabnya ketus.
" Oh, eh silakan masuk mbak Resti.." aku agak gugup dan mempersilakannya masuk.
" Siapa de Budi ? " tiba2 bu Broto berteriak dari belakang setelah keluar dari kamar mandi dan melangkah keluar " Waah ada tamu jauh to, loh Res, kamu mau datang kok ngga kasih kabar dulu biar kami jemput, de Budi ini Resti adik kandung satu2nya pak Broto, Resti ini Budi yang kos disini...eh de Budi tolong bawain kopornya mbak Resti ke kamar tengah. " mereka pun berpelukan saling menyapa dan akupun menenteng kopor mbak Resti ke kamar tengah selanjutnya aku kekamar mandi dan pura2 tiduran membiarkan mereka saling kangen2an akhirnya akupun tertidur beneran bangun2 ketika ada yang mengetuk pintu kamarku " de Budi, de Budi..." suara pak Broto memanggilku dan melihat jam dinding baru jam 11.17 padahal biasanya pak Broto pulang sekitar jam 1, aku kaget dan bingung " Wah ada apa lagi nih, jangan2 pak Broto tahu hubunganku dengan istrinya dan dia panggil adiknya untuk menyelesaikannya...wah gawat nih " pikirku bingung tapi tanganku tetap membuka pintu kamarku " Wah maaf nih de Budi bapak ngganggu istirahatnya, anu...bapak mau ke Cirebon sama atasan bapak sampai hari Rabu dan ditunggu di Terminal, tolong anterin bapak ya de Budi, nanti Vespanya de Budi bawa pulang. " kata pak Broto dan membuat hatiku lega,
" Bisa, bisa pak sebentar saya cuci muka dan ganti baju dulu..." jawabku spontan.
" Ya de Budi makan dulu saja baru kita berangkat..."
Setelah mengantar pak Broto aku ngga langsung pulang, tapi nonton bioskop dulu, pulang2 jam 5.30 sore dan langsung mandi, aku sekilas melihat bu Broto dan mbak Resti lagi ngobrol sambil nonon TV.
" De Budi sini dulu de " bu Broto memanggilku dari dalam saat aku keluar dari kamar mandi.
" Ya sebentar bu, " jawabku sambil masuk kamar dan menyisir rambutku kemudian mendekati mereka yang sedang duduk disofa panjang yang memang satu2nya tempat duduk depan TV.
" Ini, Resti mau bicara denganmu" kata bu Broto begitu aku berdiri didekat mereka dan aku lihat mbak Resti yang mengenakan piyama batik dan kelihatan lebih segar dari ketika dia datang, menggeser duduknya supaya aku bisa duduk disampingnya dan dia sekarang berada ditengah. " Silakan duduk disini de Budi " dan akupun duduk disampingnya.
" Begini de Budi, saya adalah teman dari kecil dengan mbak Tati, usia kami hanya beda 1 tahun, saya lebih muda dan saya menganggap dia sebagai kakak kandungku sendiri dan diantara kami sudah ngga ada lagi rahasia2an dan mas Broto juga mengenal mbak Tati ini sejak kecil walaupun mereka tidak akrab. Saya tahu, mbak Tati ini orangnya sangat setia pada suami..." kata mbak Resti begitu aku duduk disebelahnya dan kata2 terakhirnya yang terputus membuatku berdebar2 dan aku hanya bisa diam menanti lanjutannya.
" Saya benar2 bingung dan kaget dia bisa berselingkuh dengan de Budi..." kembali kata2nya terhenti dan matanya tajam menatapku yang kaget dan kebingungan.
" Mmmaksud mbak...? " aku pura2 bloon dan mataku minta bantuan ke bu Broto, tapi dia asyik nonton TV.
" Saya tahu apa yang terjadi tadi pagi karena pintu depan lupa dikunci begitu juga kamar tidur yang terbuka sehingga aku bisa nonton adegan seru kalian dan tadinya aku ngga percaya sama mbak Tati tapi tadi kami sudah ngobrol dan ternyata kami mempunyai masalah yang sama . " lanjut mbak Resti
" Sudah 2 tahun lebih suamiku menderita diabetes kronis dan dia sudah ngga bisa berbuat apa2 denganku..." suara mbak Resti mulai pelan
" Sekarang aku mau buat kesepakatan dengan de Budi, aku akan diam tidak melaporkan ke mas Broto tapi de Budi harus melakukan yang sama seperti de Budi melakukan mbak Tati, mau ? "
Kembali mataku minta pertolongan bu Broto, kali ini dia menolongku, sambil tersenyum dia mengangguk2an kepalanya tanda setuju tapi timbul keisenganku sama mbak Resti.
" Terus saya harus berbuat apa ? " aku pura2 bertanya
Tiba2 mbak Resti mendekati telingaku dan berkata pelan " aku juga ingin dipuaskan seperti mbak Tati tadi pagi " tangan kanannya langsung mengelus kemaluanku yang hanya mengenakan celana pendek tanpa CD. Tangan kananku langsung menarik pinggangnya sehingga mbak Resti duduk dipangkuanku dan mbak Resti langsung menciumi bibirku tanpa ada perasaan risih ada bu Broto disampingnya, sedangkan bu Broto hanya pura2 batuk " ehem...ehem...dah sana didalam..."
Tapi mbak Resti ngga nggubris dia terus mencium bibirku penuh nafsu terdengar dari nafasnya yang memburu, aku melirik ke bu Broto dan dia nampak tegang sambil pura2 nonton TV tapi matanya sebentar2 melirik kearah kami. Aku yakin baru kali ini dia melihat secara langsung sepasang laki2 dan perempuan berciuman dengan penuh nafsu apalgi kini mbak Resti sudah membuka baju piyamanya dan pantatnya terus digayang2kan di kemaluanku, ternyata dia ngga pakai bra sehingga payudaranya yang berkuran sedang dan sudah mulai turun menantang untuk diraba dan dihisap, sesaat aku perhatikan ada yang berbeda dengan punya bu Broto, puting payudara mbak Resti masih kecil kayak wanita yang belum punya anak, tangan kananku mulai meraba payudaranya ternyata masih kenyal. "...aahh..." desahnya disaat tanganku meraba payudaranya dan tangan kirinya membantu menekan tanganku supaya aku meremas lebih keras payudaranya, tangan kanannya menarik kepalaku supaya aku menghisap payudara kirinya dan desahannyapun makin keras disaat lidahku menjilat2 di putingnya. Sambil menjilat mataku melirik bu Broto yang semakin gelisah tapi aku ngga peduli lidahku terus aku mainkan di payudara mbak Resti dan membuat dia semakin bernafsu. Kini dia turun dari pangkuanku dan berlutut didepanku dan tangannya langsung melorotkan celana pendeku hingga terlepas dan tentu sala kemaluanku yang sudah tegang dari tadi langsung menyembul keluar sebentar mbak Resti mengelus2 kemaluanku dan dia menarik sedikit posisi duduku supaya lebih melorot dan dia mengarahkan mulutnya kearah biji pelerku dan lidahnya bermain2 disini, permainan lidah mbak Resti lebih berpengalaman dari bu Broto terasa lebih halus demikian juga saat lidahnya mulai bermain dibatang kemaluanku sampai aku ngga bisa nahan suara kenikmatanku
"...aagghhh..." dan ketika sambil menahan nikmat tanganku meraih tangan bu Broto yang sedari tadi terlihat hanya tegang aku merasakan tangannya sedikit gemetar dan saat dia menoleh kearahku aku melihat mukanya agak merah, ngga tahu apa karena malu atau nafsu atau karena keduanya. Sebentar bu Broto memandangku dan aku menarik tangannya supaya dia lebih mendekat kearahku dan diapun menggeser duduknya dan aku bisa meraih bahunya kemudian mencium bibirnya yang juga gemetar tapi dia langsung membalas ciumanku dan nafasnya makin memburu saat tangan kananku meraih payudaranya yang juga tanpa bra dan kami bertigapun sudah sangat dibakar nafsu birahi.
Sesaat kemudian kami bertiga sudah tidak ada lagi yang mengenakan pakaian dan sudah pindah kekamar bu Broto, yang lebih agresif adalah mbak Resti, mungkin karena sudah lebih dari 2 tahun dia ngga dipuaskan suaminya jadinya sekarang seperti kehausan. Kini dia sudah berbaring di tempat tidur dan minta aku menyetubuhinya, tapi aku mau membuat dia lebih bernafsu supaya cepat orgasme karena ku masih menghadapi lawan satunya yakni bu Broto. Aku memang merangkak keatas tubuh mbak Resti sedang bu Broto kembali sebagai penonton, aku hanya mencium sesaat bibirnya kemudian lidahku merayap ke payudaranya sebenta bermain dikedua payudaranya sambil tangan kananku mengelus gundukan memeknya yang berbulu tipis, jilatanku merayap keperutnya dan bermain dipusarnya kemudian ke selangkangannya tapi aku ngga menjilat memeknya membuat mbak Resti penasaran, aku justru membalikan tubuh mbak Resti supaya tengkurap dan aku menciumi punggungnya terus turun ke kedua bongkahan pantatnya disini kadang aku menggigit pelang pantatnya membuat desahannya semakin keras aplagi saat lidahku mulai bermain dipaha bagian dalamnya dengan sedikit gigitan kecil membuat dia mengangkat pantatnya minta memeknya yang sudah sangat basah untuk dijilat dan tidak langsung menjilat memeknya aku terus menjilat bagian samping luar memeknya dan ini membuat pantatnya lebih tinggi terangkat dan pahanya lebih lebar terbuka dan akupun mulai memasukan kepalaku diantara kedua pahanya sambil mengadah keatas menghadap memeknya dan mulai menjilat klitnya dan cairan kentalnyapun makin banyak keluar sampai menetes ke daguku. Kedua tangan mbak Resti meremas sprei dan mulutnya terus mendesis bagai ular tiba2 tangannya menarik paha bu Broto dan mulutnya langsung menyergap memek bu Broto yang juga sudah basah, tiba2 mulut mbak Resti mengerang dan pantatnya memeknya ditekankan kuat2 ke mulutku sambil badannya bergetar "..bbud aku kkluarr.." dan dagukupun semakin basah tersiram lendir mbak Resti yang banyak mengeluarkan lendir. Sesaat diapun tergeletak dikasur dengan nafas memburu sedang bu Broto yang dari tadi juga sudah naik nafsunya oleh jilatan maut mbak Resti langsung naik diatas tubuhku memasukan kemaluanku ke liang memeknya dan langsung menggoyang dari atas. Ruapanya mbak Resti ingin membuat sensasi lain dia kembali bangun dan meraih payudara bu Broto dan langsung menghisapnya membuat bu Broto berteriak kecil menahan nikmat dan tangan kiriku yang nganggur langsung mengarah ke memek mbak Resti yang sedikit terbuka dan langsung aku masukan kedalamnya, memek mbak Resti sangat licin akibat orgasme tadi dan akibat sentuhan jariku dimemeknya nafsu mbak Resti bangkit lagi dan diapun menjilat payudara bu Broto dengan sangat bernafsu membuat bu Broto semakin tinggi melambung dan sebentar kemudian goyangannya semakin liar dan semakin liar dan diapun mencapai klimaksnya dan ambruk yang segera diaganti mbak Resti . Kali ini mbak Resti memperlihatkan kemahirannya diatas ranjang dimenggoyang dengan lembut tapi pasti membuat kemaluanku seakan dipijat2 dan dan membuat aku tidak tahan untung rupanya mbak Resti bukan pemain yang lama diapun sudah tidak beraturan goyangannya dan akhirnya aku keluar duluan disusul beberapa detik kemudian mbak Restipun orgasme. Dan kamipun tertidur kecapaian.
Subscribe to:
Posts (Atom)

