Ciri - ciri Wanita Masih Perawan yang Mungkin Belum Anda Ketahui - Keperawanan Sangat penting buat seorang wanita. Bayangkan saja, jika kita menikah dengan wanita yang sudah tidak perawan, berarti kita bukan orang pertama yang mencicipi barang yang sangat berharga yang dipunyai oleh seorang wanita.
Wanita masih perawan sangatlah sulit diketahui ciri - cirinya secara pasti, karena keperawanan seseorang hanya bisa dibuktikan secara medis. Tetapi jika kita ingin mengetahui ciri - ciri wanita sudah tidak perawan sangatlah mudah, tinggal lihat fisiknya saja, sudah kelihatan.
Karena letaknya keperawanan ada didalam, orang awam seperti kita ini tidak bisa menuduh wanita itu masih perawan atau sudah jebol. Untuk lelaki, perjaka atau tidak, kita tidak bisa mengetahuinya. Ini dikarenakan hilang perawan dibuktikan dengan adanya darah mengalir pada liah vaginanya yang disebut darah perawan. Sementara untuk hilang perjaka tidak adanya hal itu.
Dibawah ini adalah ciri - ciri wanita masih perawan
1. Dahi
Gadis yang masih suci, dahinya licin. Bila selalu senggama licinnya hilang, justru yang timbul kedutan (garis2) yang kadang nampak kadang tidak ketika ngobrol. Kedutan karena sudah tidak suci, tidak sama dengan kedutan wajah yang dimakan usia. Kedutan suci yang telah hilang, tidak begitu ketara dan tidak begitu nampak, kecuali ketika muka menunjukkan reaksi tertentu seperti sedang ketawa dan bicara, sementara kedutan karena dimakan usia senantiasa nampak dan kekal. Jangan dihilangkan dengan sembarang minyak, walaupun di zaman sekarang ada bermacam2 minyak.
Tetapi kedutan karena hilangnya kesucian tidak mudah dihilangkan. Untuk memudahkan melihat gadis yang masih suci atau tidak. Coba perhatikan dahi gadis yang sudah bersuami dengan yang belum. Perhatikan betul2 niscaya nampak kelainannya. Gadis yang sudah tidak suci terdapat beberapa kedutan garis2 timbul dan melekuk didahi gadis itu. Perhatikan betul2 sebab garis2 itu tidak begitu nampak (terang).
2. Hidung
Gadis yang masih suci atau tubuhnya belum disentuh oleh lelaki, ujung hidungnya berwarna kemerah-merahan, jika disentuh ujung hidungnya nampak merah. Gadis yang tidak suci ujung hidungnya merah tetapi merah pucat, terkadang warna merah tidak nampak, yang nampak hanyalah pucat, tak percaya coba liat ujung hidung anak perempuan, merahkan..? Bagi lelaki yang suka merusak kesucian wanita, hidungnya berbelang, oleh karena itu disebut lelaki hidung belang. Wallohu a’lam
3.Mata
Kita menggunakan mata untuk memandang dan melihat seseorang, cantikkah, bugarkah, luweskah, dsb. Terkadang kita memandang wanita cantik dibagian luar saja, tapi bagian dalamnya sudah habis, untuk mengetahui wanita itu masih suci atau tidak coba tengoklah matanya.
Bila bagian bawah kelopak terlipat sedikit dan terdapat tanda lebam (tanda memar) berarti gadis itu sudah tidak suci lagi, mungkin sudah bersuami. lebam yang menunjukkan tidak suci nampak semacam garis2 hitam di bawah kelopak mata disampىng warna hitam dibawah kelopak mata sedikit kelihatan berkeriput (berkedut). Gadis yang masih suci matanya berseri2, tidak ada warna hitam, lebam maupun garis2. Apabila gadis itu tertawa di bawah kelopak matanya tidak terdapat apapun, seperti kedut (berkeriput) , bergaris dll.
4. Punggung
Punggung gadis berubah melalui 2 proses:
1. Punggung gadis menjadi besar karena proses hormon.
2. Punggung gadis menjadi besar karena lelaki.
Punggung yang sudah kena sentuhan lelaki akan menjadi besar, lebih2 yang sudah berhubungan badan. Punggung gadis yang masih suci walaupun gemuk ia masih kelihatan cantik, sebab masih kental dan tegang serta tidak lesu dan jatuh. Cobalah perhatikan pinggang gadis, kalau pinggangnya masih ramping dan punggung tidak besar, tidak montok dan kenyal pada punggungnya. Kalau berjalan punggungnya tidak goyah sebab dagingnya masih solid dan tidak lembut kalau dipegang, artinya dia masih suci. Bagi yang pernah melakukan hubungan badan, punggungnya memang berisi dan besar tetapi tidak kental, punggungnya nampak jatuh, lebih2 disaat ia berjalan, goyangannya tidak melantun.
Kenapa punggung gadis yang pernah melakukan hubungan badan bisa jatuh? Disaat melakukan hubungan badan lebih kurang 90% hormon yang ada di bagian punggung akan tertumpu kebagian kemaluan, sebab di masa kepuncak (organsme), punggung gadis menjadi tegang.
Apabila sudah selesai berhubungan badan punggung yang tegang akan mengendur semula dan ini menyebabkan punggung menjadi kendur dan jatuh. Lebih kerap gadis itu melakukan hubungan badan, punggung akan semakin jatuh dan lesu, leper. Wallahu a’lam.
5. Telinga
Telinga termasuk salah satu panca indra yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah gadis itu masih suci atau tidak. Di negeri china telinga sebagai peramal untuk mengetahui penyakit didalam tubuh seseorang. Gadis yang tidak pernah disentuh oleh laki2, telinganya cantik dan nampak bersih, kalau gadis itu pernah disetubuhi atau telinganya pernah digigit atau dicium dan disentuh, secara otomatik bentuk telinga gadis itu akan berubah menjadi lebih leper sedikit dan tidak lagi kemerah-merahan dan menjadi pucat. Bagi gadis yang masih suci tapi pernah kena sentuh lelaki, pucatnya tidaklah ketara sangat. Wallahu a’lam.
6. Payudara
Peranan buah dada memang banyak, bukan sekedar menggoda nafsu lelaki saja, tapi buah dada sebagai bukti kalau gadis itu pernah disentuh atau tidak. Buah dada gadis yang belum pernah kena sentuh, senantiasa tegang. Tetapi kalau sudah kena sentuhan, buah dada itu tegangnya berkurang dan membesar sedikit dari pada ukuran asalnya, lebih kerap disentuh, lebih kendur. Perhatikan gadis disaat berjalan atau berlari, bergerak2 dan melambai jatuh (ke bawah) dan berbuai sekali berarti ketegangan sudah hilang. Kalau belum kena sentuhan, walaupun buah dada berbuai disaat berlari tetapi buaiannya tidak terlalu melambai2 berarti ketegangan masih ada.
Puting buah dada yang pernah kena sentuhan menjadi panjang dan terjojol (keluar) sedikit dari tempat persembunyiannya. Buah dada yang selalu kena remas akan menjadi lebih besar, dan jangan menuduh gadis yang berbuah dada besar itu kena remas. Sebab, buah dada yang besar kena remas dan yang besar karna alami memang berbeda.
Buah dada yang kena remas menjadi besar tetapi tidak tegang. Sementara buah dada yang besar karna alami senantiasa tegang dan disaat berjalan tidak bergoyang, kalau yang kena remas bergoyang terbuai-buai seperti telinga gajah, berbuai kekiri, kekanan, keatas, kebawah terkadang melambung2 ketika gadis itu berjalan atau berlari.
Mengapa buah dada bila kena sentuhan bisa jatuh dan apa hubungan telapak tangan dengan otot buah dada? Di kala buah dada itu dipegang atau diremas2 gadis merasa gairah, disaat bergairah hormon2 akan mengisi ruang buah dada sehingga menjadi tegang. Setelah bergairah buah dada yang tegang lalu mengendur yang membuat ototnya mengendur pula. Buah dada yang kena hisap putingnya menjadi lebam, yang belum kena hisap putingnya berwarna merah jambu. Sekiranya gadis itu tidak suci, buah dadanya jatuh terjuntai seperti buah pepaya yang terjuntai di pohon. Pada buah dada memang mengandung seribu tanda tanya, termasuk mengetahui wanita yang sudah punya anak atau belum. Perhatikan putingnya kalau tegangnya menghala ke atas yaitu mendangak ke atas berarti wanita itu sudah pernah melahirkan, kalau putingnya senantiasa terjojol keluar dan mendangak ke atas berarti wanita itu sudah pernah melakukan hubungan badan, tetapi belum pernah beranak. Namun payudara sering kali dianggap sebagai simbol seks, sebagian besar wanita dan lelaki sangat menyukai buah dada disaat melakukan hubungan sexsual, karena mereka dapat mencapai organsme (kenikmatan) hanya karena rangsangan buah dada.
Seorang gadis jika telah dewasa, kecil kemungkinan ukuran payudaranya berubah, kecuali bila berat badannya bertambah. Pembengkakan payudara karena kehamilan, menyusui atau pengaruh pil kontrasepsi adalah bersifat kondisional. Postur tubuh yang baik akan membentuk payudara nampak lebih besar. Coba tanyakan, apakah ia senang payudaranya disentuh atau tidak? Sebagian wanita memiliki puting payudara yang sangat sensitif sebagian lainnya tidak, mereka mungkin ingin payudaranya disentuh atau mungkin tidak.
Tetapi umumnya wanita menyukai sentuhan lembut dan ciuman pada payudara dan juga pada puting payudara. Payudara dan putingnya akan mengeras apabila dirangsang. Begitulah tanda2 yang paling jelas bila ia terangsang, meskipun tidak semuanya demikian. Tanda2 lainnya adalah lubrikasi (pelendiran) pada liang vagina, kemerah-merahan di dada dan meningkatkan kecepatan denyut.
7. Garis Tangan
Gadis yang berkulit tebal dan kasar, coba perhatikan kedua telapak tangannya, jikalau retak (peca urat, urat2 yg mrupai retak), bukan karena mungkin di sebabkan tidak tahan bahan pencuci yang mengandung kimia, berati gadis itu sudah hilang kesuciannya. Gadis yang masih suci, kedua telapak tangannya halus dan licin. Jika kesuciannya telah hilang, kedua telapak tangannya ketika di tekan warnannya pucat tidak merah, jika di pecet langsung menanjal balik. Satu cara lagi, coba perhatikan telapak tangan kanan, jika ada garis putus2 bagian tengah berarti kesuciannya telah hilang, bila tidak terputus2 berarti ada harapan kesuciannya belum hilang. setelah melihat telapak tangan yang kanan, coba gemgam ibu jari tangannya sebentar saja kira2 satu menit, bila disaat megemgam terasa hangat dan ibu jarinya merah ketika dilepaskan, berarti ada harapan masih suci. Perhatikan pula ibu jarinya, bila nampak pucat sekali walaupun ada rasa hangat berarti kemungkinan besar kesuciannya sudah terbang.
Coba pegang erat jari kelingkingnya, kira2 satu menit, lalu lepaskan, tanyalah bagaimana rasanya ketika dipegang erat dan dilepaskan ? Kalau ia menjawab tak ada rasa, mintalah maaf banyak2, kemungkinan ia tidak suci lagi. Tapi kalau ia menjawab ada rasa rangsangan, jantungnya berdebar2 atau ada rasa sakit seperti berdenyut2.
8. Jari Tangan
Dengan jari2lah lelaki suka memegang dan menggoda perempuan, begitu pula halnya jari2 perempuan, jari2 adalah kawasan yang paling mendasar untuk mengetahui gadis yang suci atau tidak. Caranya cukup mudah, terlebih dahulu berjabat tangan, selama berjabat tangan remas2lah tangannya, kalau laki2 bukan mahramnya boleh memegang tangan seorang gadis, itu menunjukkan dara kecil dibagian tangannya sudah ternodai. Apabila tangan dan jari2 gadis itu boleh di remas2 berarti peluang untuk memegang tempat2 yang lain terbuka lebar. Coba jari2 gadis itu di belai2 dan di remas2 dengan lembut, bagaimana perasaan gadis itu?
Sentuhan lelaki dijarinya memang membawa satu rasa yang ni’mat dan birahi yang tersendiri. Sentuhan tangan sentuhan ajaib, dari tanganlah akan menjalar ke zona2 yang lain. Sentuhan tangan memang sahdu, kalau tidak percaya cobalah betapa bahagianya berjalan sambil bergandengan tangan. Bila anda ingin mengetahui gadis itu terbiasa di sentuh atau tidak, Coba ulurkan tangan dan bersalaman dengannya, selama bersalaman genggamlah tangannya dengan lembut dan coba sentuh jari kelingking gadis itu. Ketika menyentuh jari kelingkingnya tengoklah wajah gadis itu, apakah dia nampak gelisah dan resah serta terperayuh?, kalau dia terkejut dan terperayuh berarti besar kemungkinan dia masih suci, kalaupun dia pernah berasmara, mungkin belum sampai tersondol. Jika disaat jari kelingkingnya disentuh dia nampak rilex saja, dan tak mau bicara, besar kemungkinan kesuciannya sudah lenyap.
9. Perut
Peribahasa mengatakan biar pecah di perut jangan pecah di mulut, begitulah kata peribahasa, tapi tubuh wanita bukanlah peribahasa. Kalau pecah kegadisannya, pasti pecah perut. Bila gadis pernah melakukan hubungan badan, maka perutnya akan menjadi mengembang dan menjadi buncit sedikit. Oleh karena gadis yang belum pernah melakukan hubungan badan pinggangnya masih ramping dan perutnya masih kempis. Mengapa perut menjadi buncit sedikit?
Di saat gadis itu melakukan hubungan badan sudah barang tentu gadis itu sampai ke puncak (organsme), di saat sampai ke puncak gadis itu tidak tahan dan menahan dibagian perut. Otot2 bagian perut menahan ke puncak dengan daya tahan yang sangat tinggi dan kuat. Ketika itulah perut itu mengembang dan setelah melakukan hubungan badan perutpun membuncit. Satu lagi tanda di perut, kalau gadis itu sudah pernah melakukan hubungan badan, ada garis panjang dari bawah buah dada sampai ke perut dan dari pusar sampai kekemaluan.
Garis ini tidak terjadi pada semua gadis, tetapi kalau ada gadis yang memeliki garis ini artinya ia tidak suci lagi. Ada sebagian gadis yang sudah pernah melakukan hubungan badan hanya memiliki garis dari bagian bawah pusar sampai kekemaluan. Kalau gadis itu sudah hamil, garis itu akan terbagi dua, coba lihat perut wanita yang hamil, mesti ada garis2 retak yang melintang di perutnya. Gadis yang masih suci pada umumnya perutnya masih lembut. Bagi yang sudah pernah berhubungan badan, kulit perutnya agak kasar sedikit. Ada juga yang menjadi keras sebab hormon2 dan lemak mewujudkan gumpalan dibagian bawah dinding perut. Wallahu a’lam
10. Rambut
Rambut merupakan mahkota wanita tetapi juga berperan menentukan gadis itu masih suci atau tidak. Gadis yang masih suci, rambutnya memang rapi, kelihatan segar dan tidak kasar, sementara gadis yang sudah hilang kesuciannya, rambutnya kelihatan tidak bergairah. Di zaman nenek moyang kita dulu, mungkin masih ada yang diamalkan sampai saat ini.
Ketika seorang gadis hendak dinikahkan, ahli penghias pengantin terlebih dahulu memotong rambut didahi, ditekuk dan disebelah belakang telinga kiri dan kanan. Rambut2 inilah yang oleh mereka disebut rambut perawan. Dengan menggunting rambut2 ini, mereka mengetahui apakah gadis itu masih suci atau tidak. untuk membuktikan coba sediakan satu buah kelapa muda yang sudah dilobangi dan airnya tidak dibuang lalu masukkan potongan rambut tersebut. Jika rambut2 itu terapung dipermukaan air kelapa artinya gadis itu masih suci. Jika semua rambut itu tenggelam artinya gadis itu sudah tidak suci. satu lagi caranya, kalau dىsaat ditiup angin rambut gadis itu mengembang lembut dan kembali ketempat asalnya.
11. Bibir
Percaya atau tidak bahwa bibir gadis yang pernah dicium lebih menarik dan cantik. Apabila bibir bertemu bibir, maka akan membuat pergerakan darah akan mengalir kebibir dan membentuk bibir yang baru. Lebih kerap dicium, lebih cantik pula bibirnya. Tapi ada juga gadis yang mempunyai bibir mulut yang cantik walaupun tidak pernah dicium. Gadis yang belum pernah dicium bibirnya kelihatan berwarna merah jambu dan tidak ada garis lembam (bengkak) atau hitam di sekitar bibirnya.
Bibir gadis yang tidak pernah dicium tidak tampak pucat dan bibirnya licin dan basah. Bibir yang pernah kena cium akan nampak lembam walaupun hanya satu kali saja, dan dapat merubah bibirnya juga terdapat garis-garis kasar yang memperindah bentuk bibir seperti irisan jeruk. Bila gadis itu tidak suci lagi, bagian tengah bibirnya nampak retak, seakan-akan terbagi dua, retaknya tidak begitu jelas, akan tetapi nampak kalau diperhatikan betul-betul. Ada pula yang mengatakan gadis tidak suci ketika ia tertawa bibirnya nampak lebih lebih besar dari pada tidak tertawa dan bibir bawah tampak keluar dari pada bibir yang atas.
12. Kemaluan
Ini Tentunya hanya diketahui setelah menikah. Permukaan gadis yang pernah melakukan hubungan badan, terkesan lembam (memar), pintu kemaluan tidak tertutup rapat, agak renggang sedikit. Kalau gadis yang masih perawan, kemaluannya senantiasa tertutup rapat. Sebenarnya selaput darah bisa dilihat langsung kedalam kemaluan gadis. Bila kemaluan masih ciut berarti gadis itu masih suci. Kalau lobang itu terbuka sedikit berarti gadis itu sudah tidak perawan lagi.
Coba perhatikan warna kemaluan gadis, kalo permukaannya pintu kemaluannya berwarna ungu, kemerah-merahan berarti dia masih suci, akan tetapi kalau warna merah sudah pudar malah menjadi pucat, berarti dia sudah tidak suci lagi.satu lagi, biasanya disaat malam pertama, lelaki biasanya agak susah memasukkan zakar (penis) nya kedalam kemaluan gadis. Pertama kali melakukan hubungan badan dengan seorang gadis yang baru pecah selaput darahnya memang tidak memuaskan, karena gadis itu tidak nyaman dengan darah yang keluar pada malam pertama (kebiasaannya) dan rasa perih pada kemaluannya. Sehingga ia tidak akan mau berlama-lama. Untuk mengetahui selapaut dara yang pecah, coba kosentrasikan mata anda kedahi istri anda, kalau dia berkerut artinya dia menahan sakit, tetapi kalau dia berpura-pura, rilex ajalah…
Wallahu’alam..
13. Leher
Leher juga menjadi salah satu tempat yang dapat menunjukkan gadis itu masih suci atau tidak. Bila leher perempuan itu nampak berkedut-kedut, artinya perempuan itu pernah disentuh laki-laki. Garis kedutnya bukan seperti garis kedutan karena tua, garisnya kecil-kecil, pendek-pendek dan putus-putus, bukan garis yang panjang.
Kalau ingin melihat dengan jelas tunggulah gadis itu menundukkan kepalanya. Lihatlah dengan cepat dan cermat.!. bila gadis itu sering sering diusung lelaki, maka lehernya terdapat tanda-tanda hitam kecil dilobang romanya dan warna lembab kecil seperti bintik-bintik. Adakalanya lobang bulu roma tampak jelas dileher, ini juga berarti gadis itu sering disentuh. Kalau gadis itu berleher panjang (jenjang), coba perhatikan dibagian lehernya, jika terdapat garis-garis urat yang bersilang artinya gadis itu masih suci. Jika terdapat garis-garis yang melintang, bukannya urat yang melintang, ini berarti perempuan itu sudah beranak (pernah melahirkan).
14. Pipi
Wanita yang tidak suci lagi wajahnya tidak berseri-seri, pipi gadis yang masih suci senantiasa menggairahkan dan merah segar. Kalau pipi gadis yang pernah dicium warna kemerah-merahan akan hilang. Kalau pipi itu merah karena dicium ayah atau saudara sekandung maka tidak membahayakan terhadap kesucian gadis tersebut. Coba perhatikan betul-betul pipi gadis yang tidak perawan lagi terdapat garis melintang yang tidak begitu jelas/tampak.
Walau bagaimanapun pipi gadis yang pernah kena cium masih tetap cantik, akan tetapi kalau sudah biasa dicium/disentuh laki-laki, lesung pipinya kurang dalam dan terdapat satu garis disebelah lekuk lesung pipinya. Gadis yang masih suci, bila berbicara disekitar pipi kanannya maupun kiri cepat berkeringat, dan keringat ini akan keluar walaupun ditempat yang sejuk. Keringat yang dimaksud mungkin tidak nanpak kecuali dilap dengan tissue. Coba perhatikan bagian tepi telinga seorang gadis. Dibagian itu terdapat anak rambut yang halus dan lembut. Apa bila gadis itu tidak suci lagi, anak rambut itu tidak akan gugur, tetapi masih tetap ada, namun menjadi keras bahkan kasar. Apabila ditiup angin anak rambut itu nampak begitu kasarnya dan disisi pipi kelihatan agak gelap walaupun gadis itu berkulit hitam manis.
Itulah tadi ciri - ciri wanita masih perawan. Artikel diatas semoga hanya dijadikan pengetahuan saja. Perawan atau tidaknya yang tahu hanya si wanita tersebut. Keperawan memang enting, tapi masih ada yang lebih penting yaitu ketulusan cintanya kepada kita. So...kepada para pria, jadilah pria yang selalu menjaga keperjakaan Anda. InsyaAllah anda akan dikasih jodoh yang perawan. Amin... Semoga bermanfaat
sumber : http://zonaaneh.blogspot.com/2013/04/ciri-ciri-wanita-masih-perawan-yang.html
Friday, July 19, 2013
tanda tanda wanita yang mandul
Kemandulan atau dalam bahasa kedokteran disebut infertilitas merupakan istilah yang dipakai untuk menyebut pasangan yang gagal untuk hamil dan mempunyai anak setelah berusaha selama setahun. Perempuan yang berhasil hamil namun selalu mengalami keguguran juga bisa disebut mandul.
Kehamilan merupakan hasil dari suatu proses komplek yang terdiri dari :
* Seorang perempuan harus menghasilkan sel telur yang berasal dari indung telur atau ovarium.
* Sel telur harus bergerak menuju rahim melalui saluran tuba.
* Dalam perjalanan ini, sel sperma dari laki laki harus membuahi sel telur.
* Telur yang sudah dibuahi kemudian harus menempel pada dinding rahim bagian dalam.
Kemandulan terjadi bila keempat proses diatas mengalami gangguan.
Apakah kemandulan hanya milik perempuan?
Tidak, kemandulan bukan hanya monopoli kaum perempuan. Faktor perempuan hanya sepertiga dari total kasus kemandulan, sepertiganya lagi merupakan faktor laki laki dan sepertiga sisanya merupakan gabungan antara faktor laki laki dan perempuan.
Apa penyebab kemandulan pada laki laki?
Kemandulan pada laki laki umumnya disebabkan oleh :
* Gangguan pada pabrik sperma sehingga sel sperma yang dihasilkan sedikit atau tidak sama sekali.
* Gangguan pada kemampuan sel sperma untuk mencapai sel telur dan membuahinya. Masalah ini biasanya disebabkan oleh karena bentuk sperma yang tidak normal sehingga pergerakannya pun tidak normal.
Kadang kala masalah sperma ini sudah dibawa sejak lahir, namun masalah ini bisa juga didapat setelah usia dewasa.
Apa yang menyebabkan resiko kemandulan pada laki laki meningkat?
Biang kerok dari semua ini adalah perubahan gaya hidup. Beberapa gaya hidup yang tidak bersahabat dengan sperma antara lain :
* Suka minum alkohol.
* Suka menggunakan narkoba.
* Polusi udara.
* Merokok.
* Masalah kesehatan lainnya.
* Obat obatan yang tidak jelas.
* Penggunaan radiasi dan kemoterapi untuk pengobatan kanker.
* Umur.
Apa yang menyebabkan kemandulan pada perempuan?
Gangguan yang paling sering dialami perempuan mandul adalah gangguan ovulasi. Bila ovulasi tidak terjadi maka tidak akan ada sel telur yang bisa dibuahi. Salah satu tanda wanita yang mengalami gangguan ovulasi adalah haid yang tidak teratur dan haid yang tidak ada sama sekali.
Gangguan lain yang bisa menyebabkan kemandulan pada perempuan adalah :
* Tertutupnya lubang saluran tuba yang disebabkan oleh karena infeksi, endometriosis dan operasi pengangkatan kehamilan ektopik.
* Gangguan fisik rahim.
* Mioma uteri.
Apakah yang menyebabkan peningkatan resiko mandul pada perempuan?
* Umur.
* Stress.
* Kurang gizi.
* Terlalu gemuk dan terlalu kurus.
* Merokok.
* Alkohol.
* Penyakit menular seksual.
* Gangguan kesehatan yang menyebabkan terganggunya keseimbangan hormon.
Apa pengaruh umur pada kemampuan perempuan untuk mempunyai anak?
Saat ini banyak perempuan yang menunda kehamilan sampai dengan umur 30 tahun. Padahal kenyataannya hanya 20 persen dari kelompok usia ini yang mempunyai kemampuan untuk hamil. Jadi umur memegang peranan penting dalam masalah kesuburan.
Umur menurunkan kemampuan seorang perempuan untuk hamil karena :
* Kemampuan indung telur melepaskan sel telur akan menurun seiring dengan peningkatan usia.
* Kesehatan sel telur yang dihasilkan juga ikut ikutan menurun.
* Pada perempuan berumur sering dijumpai penyakit lain yang mempengaruhi kesuburan.
* Perempuan yang sudah berumur rentan mengalami keguguran.
Apa yang bisa dilakukan seorang perempuan agar hamil sebelum ke dokter?
Bagi perempuan sehat yang berusia dibawah 30 tahun, mereka tidak perlu khawatir akan mandul kecuali mereka telah berusaha selama setahun untuk sekedar hamil. Bila hal ini terjadi baru mereka harus ke dokter untuk melakukan pemeriksaan kesuburan. Sang suami harus menyertai ke dokter untuk mendiskusikan kemungkinan kegagalan hamil disebabkan oleh pihak suami.
Bagi perempuan yang berumur diatas 30 tahun, mereka harus segera ke dokter untuk memeriksa kesuburan meskipun usaha yang dilakukan hanya 6 bulan. Kemampuan seorang perempuan yang berusia diatas 30 tahun untuk hamil akan menurun dengan cepat.
Beberapa masalah kesehatan yang meningkatkan resiko terjadinya kemandulan antara lain :
* Haid yang tidak teratur atau tidak muncul sama sekali.
* Nyeri haid yang diluar kebiasaan.
* Endometriosis.
* Penyakit radang panggul.
* Keguguran lebih dari sekali.
Tidak peduli berapapun usia anda, bila salah satu dari kelima hal diatas terjadi maka sebaiknya anda segera ke dokter sebelum anda memutuskan untuk hamil. Dokter akan membantu anda menyiapkan fisik yang optimal bagi kehamilan anda.
Bagaimana seorang dokter mencari tahu tentang kemandulan?
Terkadang seorang dokter baru mengetahui bahwa sepasang suami istri mengalami kemandulan setelah melakukan tes kesuburan yang lengkap. Tes ini seperti biasa dimulai dengan pemeriksan fisik yang kemudian dilanjutkan dengan menanyakan riwayat kesehatan terdahulu. Jika ternyata terdapat ditemukan masalah yang bisa diselesaikan dengan tes kesuburan maka tes akan dilakukan namun bila tidak maka akan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terkait.
Menemukan penyebab kemandulan sering merupakan proses yang panjang, komplek dan sangat emosional. Bahkan ada beberapa kasus yang memerlukan waktu berbulan bulan untuk sekedar menyelesaikan semua pemeriksaan dan tes kesuburan. Jadi jangan heran jika biaya yang diperlukan sangatlah mahal. Kesemuanya tentu dapat membuat beberapa pasangan mandul putus asa dalam melanjutkan tes sampai dengan selesai.
Pada laki laki, dokter biasanya memulai dengan melakukan tes sperma. Pada tes ini akan dilihat jumlah, bentuk dan pergerakan sperma. Bila diperlukan, dokter juga akan melakukan tes kadar hormon laki laki.
Pada perempuan, langkah pertama adalah dengan melakukan tes untuk mengetahui apakah telah terjadi ovulasi tiap bulan. Ada beberapa cara untuk melakukan ini, diantaranya, pasien disuruh mencatat terjadinya ovulasi di rumah dengan cara mengukur suhu tubuh di pagi hari dalam beberapa bulan. Pasien juga dapat mencatat kondisi dan gambaran lendir servik dalam beberapa bulan serta mencatat gambaran siklus menstruasi yang terjadi. Semua catatan tersebut akan dianalisa oleh dokter sehingga diketahui adanya masalah pada ovulasi.
Dokter juga dapat melakukan tes darah dan USG ovarium untuk mengetahui terjadinya ovulasi pada seorang perempuan. Jika ternyata ovulasi berlangsung dengan normal maka diperlukan tes lanjutan.
Beberapa tes kesuburan lanjutan pada perempuan antara lain :
* Histerosalpingografi (HSG). Pada tes ini dokter akan menggunakan rontgen untuk melihat bentuk fisik dari saluran tuba dan rahim. Tes dimulai dengan memasukan cairan khusus ke rahim melalui vagina. Cairan ini harus tampak pada foto rontgen. Dokter akan melihat apakah cairan ini bergerak normal dari dalam rahim menuju saluran tuba. Jika terdapat sumbatan maka pergerakan cairan akan terhenti pada sumbatan tersebut. Sumbatan inilah yang akan menghalangi pergerakan sel telur di dalam saluran tuba menuju rahim. Sumbatan juga menghalangi sperma yang akan membuahi sel telur.
* Laparoskopi. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menggunakan alat yang disebut laparoskop guna melihat keadaan bagian dalam rongga perut. Dokter akan membuat irisan kecil pada kulit perut bagian bawah lalu memasukan alat laparoskop. Dengan menggunakan laparoskop, dokter dapat melihat kondisi ovarium, saluran tuba dan rahim apakah terjadi masalah fisik yang disebabkan oleh suatu penyakit. Dokter juga dapat menemukan terjadinya endometriosis dengan alat ini.
Bagaimana cara mengobati kemandulan?
Kemandulan dapat diobati dengan obat, pembedahan dan inseminasi serta bayi tabung. Pada beberapa keadaan semua cara tersebut akan digabung. Sepertiga dari pasangan mandul akan dapat memiliki anak setelah diobati dengan baik dan tepat. Sebagian besar kasus kemandulan ditangani dengan obat obatan dan pembedahan.
Seorang dokter akan melakukan tindakan berdasarkan pada :
* Hasil tes kesuburan.
* Umur dari pasangan mandul.
* Kondisi kesehatan pasangan secara umum.
* Keinginan pasien.
Pada laki laki yang mandul, dokter akan melakukan langkah berikut :
* Masalah seksual. Jika seorang laki laki mengalami disfungsi ereksi atau ejakulasi dini, dokter sedapat mungkin akan mengatasi masalah ini dulu sebelum melakukan tindakan selanjutnya.
* Sel sperma yang terlalu sedikit. Jika seorang laki laki memproduksi sperma yang terlalu sedikit maka pembedahanlah yang dapat menyelesaikan masalahnya. Antiobiotika kadang diperlukan untuk mengatasi infeksi yang mengakibatkan masalah produksi sperma.
Di pasaran, banyak sekali macam obat yang dapat digunakan mengatasi masalah ovulasi pada perempuan. Sangatlah penting bagi anda untuk selalu berkonsultasi dengan dokter dalam memilih obat tersebut. Anda harus paham resiko, keuntungan dan efek samping dari obat tersebut.
Dokter juga dapat melakukan pembedahan untuk mengatasi penyebab kemandulan pada perempuan. Masalah pada ovarium, saluran tuba dan rahim terkadang dapat diatasi dengan cara ini.
Inseminasi intra uterine saat ini sudah banyak dipakai oleh para dokter dalam menangani pasien dengan kemandulan. Caranya adalah dengan menyuntikan sel sperma pilihan ke dalam rahim. Sebelum dilakukan tindakan sang perempuan terlebih dahulu diberikan obat perangsang ovulasi.
sumber :http://thomp.blogdetik.com/2010/07/08/tanda-wanita-mandul/
Masturbasi enak bgt (cerita dewasa 21 )

Bagaimana aku tahu? Dari sebagian besar email yang masuk memang kubalas semua dengan mencantumkan persyaratannya, mereka bukannya memenuhi persyaratanku tapi malah mundur teratur. Mundur sich tidak masalah, namun rata-rata dari mereka tetap nekad mengontak saya walau tanpa memenuhi persyaratannya. Eeh, malah pada nekad ngajak ML segala, gila nich anak, pikirku, HP saja pulsa masih minta orang tua kok berani-beraninya ngajak ML? Emangnya kalau aku mau sungguhan apakah aku juga yang harus bayar hotelnya? Wah gawat, pikirku.
Tapi terus terang dalam benakku, aku sempat berpikir juga, bagaimana rasanya aku melakukan ML dengan anak yang usianya belasan tahun? Seandainya ada anak yang usianya belum 20 tahun dan ternyata mampu memenuhi syarat dariku untuk berkenalan, kemudian seandainya kami bertukar foto dst, dst, dst.
Saat ini kubayangkan hal itu sambil rebahan di tempat tidur. Malam belum terlalu larut, saat ini jam baru menunjukkan pukul 21.15. Aku memang sudah berada di atas tempat tidur, siap-siap untuk tidur, namun tiba-tiba terbayang di kepalaku ide seperti tadi. Jika benar-benar ada anak yang jauh lebih muda dariku yang saat ini berusia 28 tahun. Dalam emailnya, mereka ada yang memanggilku Tante, hi.. hi.. hi..! Bayangkan saja kalau aku yang masih berusia 28 tahun saja mereka panggil Tante, berarti jangan-jangan mereka ada yang masih berusia 10 tahun, tapi apa mungkin seusia itu sudah menjelajah ke situs [MA]?
Ah, persetan dengan usia mereka, yang penting bayanganku saat ini adalah seandainya memang benar ada anak yang berusia belasan tahun, pokoknya di bawah usia 20 tahun, tiba-tiba kami berkenalan dan dia mengajakku ML, bagaimana ya rasanya? Sambil membayangkan hal itu, aku yang saat ini sedang tiduran tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh, tiba-tiba jadi terangsang sendiri.
Kubayangkan Toni (misalnya) yang usianya saat ini masih berusia 19 tahun dan sebelumnya belum pernah melakukan ML, jangankan ML, melihat tubuh wanita yang sesungguhnya telanjang bulat di hadapannya saja ia belum pernah. Selama ini Toni hanya diam-diam curi-curi menonton BF di kamarnya dan setelah menonton BF yang dia beli di pinggir-pinggir jalan, dia rupanya sudah tidak tahan lagi hingga penisnya langsung ereksi dan satu-satunya jalan yang harus ditempuh apa lagi kalau bukan masturbasi?
Kubayangkan lagi, saat ini Toni sedang bersamaku berduaan saja di tempat tidur, dan kami berdua sama-sama dalam keadaan tanpa berbusana sama sekali. Tubuh kami sama-sama telah telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menutupinya. Kulihat penis Toni sudah berdiri tegak, ukurannya sih tidak terlalu besar dan panjangnya sekitar 14 cm saja. Mata Toni terbelalak melihat tubuh bugilku, keringat dingin mulai mengucur di dahinya saat dia melihat pangkal pahaku yang ditumbuhi bulu-bulu halus.
Tinggiku yang 170 cm, sedikit lebih tinggi dari Toni yang tingginya hanya 165 cm. Di atas ranjang, perbedaan tinggi ini tidak menjadi masalah bagi kami. Kucium bibir Toni dan dia balas melumat bibirku dengan penuh nafsu. Walau mungkin juga baru kali ini Toni berciuman dengan lawan jenisnya, namun tampaknya dia punya bakat alami walau cukup hanya belajar dari BF yang pernah dia tonton di rumahnya.
Tangannya langsung sibuk menjamah payudaraku yang padat dan sintal, diremas-remasnya dengan sedikit kasar, mungkin karena Toni belum terbiasa meremas payudara seorang wanita, maka dia meremasnya dengan penuh nafsu. Sengaja kubiarkan saja apapun yang dia lakukan terhadap diriku, karena aku benar-benar ingin menikmati tindakan alami darinya.
Aku sedikit mengajari Toni dalam hal bercinta, terlebih dulu kujulurkan lidahku ke dalam rongga mulutnya, karena sejak tadi kami berciuman, Toni hanya melumat bibirku saja, sedangkan nafsuku sudah mulai merambah naik. Toni mulai mengerti maksudku, dia langsung menghisap lidahku yang memasuki rongga mulutnya, dan dia juga mulai membalas dengan menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku.
Uuff! Tangan Toni tiba-tiba menyentuh pangkal pahaku, jari-jarinya tanpa sengaja tepat menggesek klitorisku, sehingga membuat kakiku sedikit terangkat karena dikejutkan oleh sebuah rangsangan, yang tiba-tiba muncul di situ saat mendapat sentuhan jari Toni. Tangan Toni dengan kasarnya meraba seluruh bagian permukaan vaginaku hingga kakiku jadi terbuka lebih lebar dan vaginaku pun juga mulai basah oleh cairanku sendiri.
Kepala Toni kudorong sedikit agar turun ke payudaraku. Rupanya dia juga mengerti apa yang kuinginkan. Lidahnya tetap terjulur menelusuri leherku dan terus turun ke bawah tepat di gundukan payudaraku. Lidahnya tetap turun menjilat kulit tubuhku kesana kemari. Jilatannya sudah mengarah ke sasaran yang tepat dipayudaraku, puting susuku dimainkannya dengan lidahnya. Rupanya dalam hal yang satu ini Toni cukup piawai.
Sementara mulutnya menghisap dan menjilat payudaraku, tangannya terus digosokkan di area vaginaku, jari-jari tangannya memainkan bibir vaginaku, dikoreknya dari bawah ke atas terus menerus berulang-ulang. Akibatnya cairan yang keluar dari dalam liang vaginaku mengalir semakin deras, tumpah ruah membasahi bagian luar vaginaku sehingga vaginaku semakin licin saja.
Rupanya Toni belum berpengalaman betul akan seluk beluk vagina seorang wanita, terbukti G Spot yang paling rawan di bagian vagina sejak tadi tidak juga disentuhnya dengan sungguh-sungguh hingga karena memang sudah tidak tahan lagi, kuraih dan kutuntun tangannya menuju klitorisku. Kutunjukkan dengan tanganku dimana letak klitorisku, dan kubantu jari-jari tangannya untuk menggesek-gesek klitorisku.
Toni pun cepat tanggap rupanya karena kemudian jari-jarinya aktif bermain di klitorisku, kini jari tengah, jari manis dan jari kelingkingnya disusupkan melalui belahan bibir vaginaku. Jarinya memaksa masuk ke dalam liang vaginaku yang sudah basah kuyup oleh lendir yang mengalir keluar dari dalam liang vaginaku. Sementara itu jari telunjuknya dengan nakalnya mengorek-ngorek klitorisku, sehingga aku tidak tahan menahan geli yang bercampur nikmat di seputaran selangkanganku. Kepalaku hanya bisa menggeleng ke kanan dan ke kiri merasakan nikmat yang timbul dari permainan jari-jari tangan Toni.
Puas menjilati payudaraku, lidah Toni kini makin turun menjilati seluruh bagian perutku, lidahnya juga meliuk-liuk di pusarku, terus ke bawah ke bagian pangkal pahaku. Dengan tanpa merasa jijik sedikit pun, mulut Toni langsung saja menyambar vaginaku, bibirnya dengan rakus melumat habis bibir vaginaku.
Rupanya Toni sudah mengetahui dimana letak daerah erogen wanita yang paling sensitif, terbukti dengan lidahnya yang menjulur mengais-ngais klitorisku. Pantatku jadi terangkat oleh jilatan lidahnya di ujung klitorisku, Toni juga menghisap-hisap klitorisku dengan penuh gairah dan nafsu, sehingga tanpa sadar kujepit kepalanya dengan kedua pahaku.
Tanganku meremas rambut kepalanya dan sedikit menekan agar kepalanya lebih terbenam di pangkal selangkanganku. Rupanya Toni tahu bahwa nafsuku sudah mencapai puncaknya hingga kepalanya digeleng-gelengkannya ke kanan dan ke kiri sementara bibir mulutnya tetap menempel ketat di bibir vaginaku dan aku menjadi semakin menggelepar dibuatnya.
"Oo.. Ooh! Ton..! Aku sudah tidak kuat lagi, ayo masukin dong!", rengekku.
Dan Toni rupanya cukup berbaik hati. Dia merangkak naik kembali mencium bibirku. Bibirnya melumat bibirku, sementara batang kemaluannya yang sudah berdiri tegak sejak tadi sengaja disentuhkannya ke bibir vaginaku. Langsung saja kuarahkan sedikit dengan membetulkan posisi pantatku. Kini batang kemaluannya berada tepat di celah lipatan bibir vaginaku yang sudah menganga agak lebar.
"Masukin dong!", pintaku lirih.
Toni-pun mendorong batang kemaluannya maju, dan kugoyang sedikit pinggulku hingga akhirnya benar-benar pas, dan blee.. eess! Slee.. Eep! Slee.. Eep! Slee.. Eep! Batang kemaluan Toni langsung masuk dan memompa vaginaku.
"Uu.. Uucch! Oo.. Oocch! Aa.. Aacch!", hanya itu yang bisa keluar dari mulutku, sambil kugoyang-goyangkan pantatku mengimbangi pompaan batang kemaluan Toni yang keluar masuk di dalam liang vaginaku.
Pompaan batang kemaluan Toni semakin cepat dan akhirnya.. Tzee.. Eerrt! Tzee.. Eerrt! Tzee.. Eerrt! Muncrat sudah sperma Toni di dalam liang vaginaku. Banyak sekali sehingga liang vaginaku jadi sangat becek.
Sialan nich anak, gerutuku dalam hati, cepat benar sudah orgasme? Rupanya Toni mengalami ejakulasi dini, sementara aku masih belum apa-apa. Terus terang aku sangat kecewa, namun apa mau dikata, kenyataan memang beginilah resikonya kalau ML bersama anak ingusan, namun untungnya ini tadi semua hanya imajinasiku belaka.
Namun akibat imajinasiku tadi melakukan ML dengan seorang bocah yang masih ingusan, vaginaku menjadi benar-benar basah dan libidoku juga benar-benar naik ke puncaknya, sebab saat aku membayangkan ML tadi jari tangan kiriku asyik menggosok-gosok klitoris, sedangkan jari tangan kananku mengobok-obok liang vaginaku.
Gesekan jariku menggesek klitorisku semakin lama kubuat semakin cepat, demikian pula kocokan jari tangan kananku yang mengocok-ngocok liang vaginaku, semakin lama iramanya semakin kupercepat, sehingga terdengar bunyi berkecipak dari dalam liang vaginaku.
"Uu.. Uucch! Aa.. Aaff! Oo.. Oocch! Aa.. Aacch!", badanku tiba-tiba menggigil dan sedikit kejang, pantatku terangkat tinggi-tinggi. Sambil menggeliat aku akhirnya mengalami orgasme juga, ini adalah orgasme yang sesungguhnya dan orgasme yang benar-benar kuinginkan.
"Oo.. Ooh!", desahku dengan napas panjang mengiringi semburan terakhir pelumasku yang keluar banyak sekali dari dalam vaginaku.
Badanku mejadi lemas dan tergeletak begitu saja di tempat tidur, mataku terpejam sambil menikmati sisa-sisa orgasme yang baru saja terjadi. Tanpa kusadari akhirnya aku pun benar-benar pulas tertidur sampai pagi dengan dibuat rasa nikmat yang menyelimuti seluruh tubuh telanjangku.
sumber dari : http://www.okesex.com/?aku-gesek-gesek-terus-bibir-vaginaku-dengan-jariku,557
cerita dewasa21 ,sepermah ku bikin awet muda
Kejadian ini terjadi ketika aku kelas 3 SMP, yah aku perkirakan umur aku waktu itu baru saja 14 tahun. Aku entah kenapa yah perkembangan sexnya begitu cepat sampai-sampai umur segitu ssudah mau ngerasain yang enak-enak. Yah itu semua karena temen nyokap kali yah, Soalnya temen nyokap Aku yang namanya Tante Erni (biasa kupanggil dia begitu) orangnya cantik banget, langsing dan juga awet muda bikin aku bergetar.
Tante Erni ini tinggal dekat rumahku, hanya beda 5 rumahlah, nah Tante Erni ini cukup deket sama keluargaku meskipun enggak ada hubungan saudara. Dan dapat dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu suka ngumpul di rumahku buat sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminya sendiri. Nah Tante Erni inilah yang bikin aku cepet gede (maklumlah anak masih puber kan biasanya suka yang cepet-cepet).
Biasanya Tante Erni kalau ke rumah Aku selalu memakai daster atau kadang-kadang celana pendek yang bikin aku ser.. ser.. ser.. Biasanya kalau sudah sore tuh ibu-ibu suka ngumpul di ruang TV dan biasanya juga aku pura-pura nonton TV saja sambil lirak lirik. Tante Erni ini entah sengaja atau nggak aku juga enggak tahu yah. Dia sering kalau duduk itu tuh mengangkang, kadang pahanya kebuka dikit bikin Aku ser.. ser lagi deh hmm.
Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengaja Aku juga enggak bisa ngerti, tapi yang pasti sih aku kadang puas banget sampai-sampai kebayang kalau lagi tidur. Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa sampai lupa kalau duduk nya Tante Erni ngangkang sampai-sampai celana dalemnya keliatan (wuih aku suka banget nih). Pernah aku hampir ketahuan pas lagi ngelirik wah rasanya ada perasaan takut malu sampai-sampai Aku enggak bisa ngomong sampai panas dingin tapi Tante Erni malah diam saja malah dia tambahin lagi deh gaya duduknya. Nah dari situ aku sudah mulai suka sama tuh Tante yang satu itu. Setiap hari pasti Aku melihat yang namanya paha sama celana dalem tuh Tante.
Pernah juga Aku waktu jalan-jalan bareng ibu-ibu ke puncak nginep di villa. Ibu-ibu hanya bawa anaknya, nah kebetulan Mami Aku ngsajak Aku pasti Tante Erni pula ikut wah asyik juga nih pikir ku. Waktu hari ke-2 malam-malam sekitar jam 8-9 mereka ngobrol di luar deket taman sambil bakar jagung. Ternyata mereka sedang bercerita tentang hantu, ih dasar ibu-ibu masih juga kaya anak kecil ceritanya yang serem-serem, pas waktu itu Tante Erni mau ke WC tapi dia takut. Tentu saja Tante Erni di ketawain sama gangnya karena enggak berani ke WC sendiri karena di villa enggak ada orang jadinya takut sampai-sampai dia mau kencing di deket pojokan taman.
Lalu Tante Erni menarik tangan Aku minta ditemenin ke WC, yah aku sih mau saja. Pergilah aku ke dalam villa sama Tante Erni, sesampainya Aku di dalam villa Aku nunggu di luar WC eh malah Tante Ernin ngsajak masuk nemenin dia soalnya katanya dia takut.
"Lex temenin Tante yah tunggu di sini saja buka saja pintu nya enggak usah di tutup, Tante takut nih", kata Tante Erni sambil mulai berjongkok.
Dia mulai menurunkan celana pendeknya sebatas betis dan juga celana dalamnya yang berwarna putih ada motif rendanya sebatas lutut juga. "Serr.. rr.. serr.. psstt", kalau enggak salah gitu deh bunyinya. Jantungku sampai deg-degan waktu liat Tante Erni kencing, dalam hatiku, kalau saja Tante Erni boleh ngasih liat terus boleh memegangnya hmm. Sampai-sampai aku bengong ngeliat Tante Erni.
"Heh kenapa kamu Lex kok diam gitu awas nanti kesambet" kata Tante Erni.
"Ah enggak apa-apa Tante", jawabku.
"Pasti kamu lagi mikir yang enggak-enggak yah, kok melihatnya ke bawah terus sih?", tanya Tante Erni.
"Enggak kok Tante, aku hanya belum pernah liat cewek kencing dan kaya apa sih bentuk itunya cewek?" tanyaku.
Tante Erni cebok dan bangun tanpa menaikkan celana sama CDnya.
"Kamu mau liat Lex? Nih Tante kasih liat tapi jangan bilang-bilang yah nanti Tante enggak enak sama Mamamu", kata Tante Erni.
Aku hanya mengangguk mengiyakan saja. Lalu tanganku dipegang ke arah vaginanya. Aku tambah deg-degan sampai panas dingin karena baru kali ini Aku megang sama melihat yang namanya memek. Tante Erni membiarkanku memegang-megang vaginanya.
"Sudah yah Lex nanti enggak enak sama ibu-ibu yang lain dikirain kita ngapain lagi".
"Iyah Tante", jawabku.
Lalu Tante Erni menaikan celana dalam juga celana pendeknya terus kami gabung lagi sama ibu-ibu yang lain.
Esoknya aku masih belum bisa melupakan hal semalam sampai sampai aku panas dingin. Hari ini semua pengen pergi jalan-jalan dari pagi sampai sore buat belanja oleh-oleh rekreasi. Tapi aku enggak ikut karena badanku enggak enak.
"Lex, kamu enggak ikut?" tanya mamiku.
"Enggak yah Mam aku enggak enak badan nih tapi aku minta di bawain kue mochi saja yah Mah" kataku.
"Yah sudah istirahat yah jangan main-main lagi" kata Mami.
"Erni, kamu mau kan tolong jagain si Alex nih yah, nanti kalau kamu ada pesenan yang mau di beli biar sini aku beliin" kata Mami pada Tante Erni.
"Iya deh Kak aku jagain si Alex tapi beliin aku tales sama sayuran yah, aku mau bawa itu buat pulang besok" kata Tante Erni.
Akhirnya mereka semua pergi, hanya tinggal aku dan Tante Erni berdua saja di villa, Tante Erni baik juga sampai-sampai aku di bikinin bubur buat sarapan, jam menunjukan pukul 9 pagi waktu itu.
"Kamu sakit apa sih Lex? kok lemes gitu?" tanya Tante Erni sambil nyuapin aku dengan bubur ayam buatannya.
"Enggak tahu nih Tante kepalaku juga pusing sama panas dingin aja nih yang di rasa" kataku.
Tante Erni begitu perhatian padaku, maklumlah di usia perkawinannya yang sudah 5 tahun dia belum dikaruniai seorang buah hati pun.
"Kepala yang mana Lex atas apa yang bawah?" kelakar Tante Erni padaku.
Aku pun bingung, "Memangya kepala yang bawah ada Tante? kan kepala kita hanya satu?" jawabku polos.
"Itu tuh yang itu yang kamu sering tutupin pake segitiga pengaman" kata Tante Erni sambil memegang si kecilku.
"Ah Tante bisa saja" kataku.
"Eh jangan-jangan kamu sakit gara-gara semalam yah" aku hanya diam saja.
Selesai sarapan badanku dibasuh air hangat oleh Tante Erni, pada waktu dia ingin membuka celanaku, kubilang, "Tante enggak usah deh Tante biar Alex saja yang ngelap, kan malu sama Tante"
"Enggak apa-apa, tanggung kok" kata Tante Erni sambil menurunkan celanaku dan CDku.
Dilapnya si kecilku dengan hati-hati, aku hanya diam saja.
"Lex mau enggak pusingnya hilang? Biar Tante obatin yah"
"Pakai apa Tan, aku enggak tahu obatnya" kataku polos.
"Iyah kamu tenang saja yah" kata Tante Erni.
Lalu di genggamnya batang penisku dan dielusnya langsung spontan saat itu juga penisku berdiri tegak. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti sampai-sampai aku melayang karena baru pertama kali merasakan yang seperti ini.
"Achh.. cchh.." aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tanganku memegang vagina Tante Erni yang masih di balut dengan celana pendek dan CD tapi Tante Erni hanya diam saja sambil tertawa kecil terus masih melakukan kocokannya. Sekitar 10 menit kemudian aku merasakan mau kencing.
"Tante sudah dulu yah aku mau kencing nih" kataku.
"Sudah, kencingnya di mulut Tante saja yah enggak apa-apa kok" kata Tante Erni.
Aku bingung campur heran melihat penisku dikulum dalam mulut Tante Erni karena Tante Erni tahu aku sudah mau keluar dan aku hanya bisa diam karena merasakan enaknya.
"Hhgg..achh.. Tante aku mau kencing nih bener " kataku sambil meremas vagina Tante Erni yang kurasakan berdenyut-denyut.
Tante Ernipun langsung menghisap dengan agresifnya dan badanku pun mengejang keras.
"Croott.. ser.. err.. srett.." muncratlah air maniku dalam mulut Tante Erni, Tante Erni pun langsung menyedot sambil menelan maniku sambil menjilatnya. Dan kurasakan vagina Tante Erni berdenyut kencang sampai-sampai aku merasakan celana Tante Erni lembab dan agak basah.
"Enak kan Lex, pusingnya pasti hilang kan?" kata Tante Erni.
"Tapi Tante aku minta maaf yah aku enggak enak sama Tante nih soalnya Tante.."
"Sudah enggak apa-apa kok, oh iya kencing kamu kok kental banget, wangi lagi, kamu enggak pernah ngocok Lex?"
"Enggak Tante"
Tanpa kusadari tanganku masih memegang vagina Tante Erni.
"Loh tangan kamu kenapa kok di situ terus sih". Aku jadi salah tingkah
"Sudah enggak apa-apa kok, Tante ngerti" katanya padaku.
"Tante boleh enggak Alex megang itu Tante lagi" pintaku pada Tante Erni.
Tante Erni pun melepaskan celana pendeknya, kulihat celana dalam Tante Erni basah entah kenapa.
"Tante kencing yah?" tanyaku.
"Enggak ini namanya Tante nafsu Lex sampai-sampai celana dalam Tante basah".
Dilepaskannya pula celana dalam Tante Erni dan mengelap vaginanya dengan handukku. Lalu Tante Erni duduk di sampingku
"Lex pegang nih enggak apa-apa kok sudah Tante lap" katanya. Akupun mulai memegang vagina Tante Erni dengan tangan yang agak gemetar, Tante Erni hanya ketawa kecil.
"Lex, kenapa? Biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih" kata Tante Erni.
Dia mulai memegang penisku lagi, "Lex Tante mau itu nih".
"Mau apa Tante?"
"Itu tuh", aku bingung atas permintaan Tante Erni.
"Hmm itu tuh, punya kamu di masukin ke dalam itunya Tante kamu mau kan?"
"Tapi Alex enggak bisa Tante caranya"
"Sudah, kamu diam saja biar Tante yang ajarin kamu yah" kata Tante Erni padaku.
Mulailah tangannya mengelus penisku biar bangun kembali tapi aku juga enggak tinggal diam aku coba mengelus-elus vagina Tante Erni yang di tumbuhi bulu halus.
"Lex jilatin donk punya Tante yah" katanya.
"Tante Alex enggak bisa, nanti muntah lagi"
"Coba saja Lex"
Tante pun langsung mengambil posisi 69. Aku di bawah, Tante Erni di atas dan tanpa pikir panjang Tante Erni pun mulai mengulum penisku.
"Achh.. hgghhghh.. Tante"
Aku pun sebenarnya ada rasa geli tapi ketika kucium vagina Tante Erni tidak berbau apa-apa. Aku mau juga menjilatinya kurang lebih baunya vagina Tante Erni seperti wangi daun pandan (asli aku juga bingung kok bisa gitu yah) aku mulai menjilati vagina Tante Erni sambil tanganku melepaskan kaus u can see Tante Erni dan juga melepaskan kaitan BH-nya, kini kami sama-sama telanjang bulat.
Tante Erni pun masih asyik mengulum penisku yang masih layu kemudian Tante Erni menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung mencium bibirku dengan nafas yang penuh nafsu dan menderu.
"Kamu tahu enggak mandi kucing Lex" kata Tante Erni.
Aku hanya menggelengkan kepala dan Tante Erni pun langsung menjilati leherku menciuminya sampai-sampai aku menggelinjang hebat, ciumannya berlanjut sampai ke putingku, dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, terus turun ke selangkanganku dan penisku pun mulai bereaksi mengeras. Dijilatinya paha sebelah dalamku dan aku hanya menggelinjang hebat karena di bagian ini aku tak kuasa menahan rasa geli campur kenikmatan yang begitu dahsyat. Tante Erni pun langsung menjilati penisku tanpa mengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap bijiku dan juga terus sampai-sampai lubang pantatku pun dijilatinya sampai aku merasakan anusku basah.
Kulihat payudara Tante Erni mengeras, Tante Erni menjilati sampai ke betisku dan kembali ke bibirku dikulumnya sambil tangannya mengocok penisku, tanganku pun meremas payudara Tante Erni. Entah mengapa aku jadi ingin menjilati vagina Tante Erni, langsung Tante Erni kubaringkan dan aku bangun, langsung kujilati vagina Tante Erni seperti menjilati es krim.
"Achh.. uhh.. hhghh.. acch Lex enak banget terus Lex, yang itu isep jilatin Lex" kata Tante Erni sambil menunjuk sesuatu yang menonjol di atas bibir vaginanya.
Aku langsung menjilatinya dan menghisapnya, banyak sekali lendir yang keluar dari vagina Tante Erni tanpa sengaja tertelan olehku.
"Lex masukin donk Tante enggak tahan nih"
"Tante gimana caranya?"
Tante Erni pun menyuruhku tidur dan dia jongkok di atas penisku dan langsung menancapkannya ke dalam vaginanya. Tante Erni naik turun seperti orang naik kuda kadang melakukan gerakan maju mundur. Setengah jam kami bergumul dan Tante Erni pun mengejang hebat.
"Lex Tante mau keluar nih eghh.. huhh achh" erang Tante Erni.
Akupun di suruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakan ada sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina Tante Erni. Hmm sungguh pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina Tante Erni mungurut-urut penisku dan juga menyedotnya. Kurasakan Tante Erni sudah orgasme dan permainan kami terhenti sejenak. Tante Erni tidak mencabut penisku dan membiarkanya di dalam vaginanya.
"Lex nanti kalau mau kencing kaya tadi bilang ya" pinta Tante Erni padaku.
Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan Tante Ernipun langsung mengocok penisku dengan vaginanya dengan posisi yang seperti tadi.
"Achh .. Tante enak banget achh.., gfggfgfg.." kataku dan tak lama aku pun merasakan hal yang seperti tadi lagi.
"Tante Alex kayanya mau kencing niih"
Tante Erni pun langsung bangun dan mengulum penisku yang masih lengket dengan cairan kewanitaanya, tanpa malu dia menghisapnya dan tak lama menyemburlah cairan maniku untuk yang ke 2 kalinya dan seperti yang pertama Tante Erni pun menelannya dan menghisap ujung kepala penisku untuk menyedot habis maniku dan akupun langsung lemas tapi disertai kenikmatan yang alang kepalang.
Kami pun langsung mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang bulat dan kami melakukannya lagi di kamar mandi dengan posisi Tante Erni menungging di pinggir bak mandi. Aku melakukannya dengan cermat atas arahan Tante Erni yang hebat. Selasai itu jam pun menunjukan pukul 1 siang langsung makan siang dengan telur dadar buatan Tante Erni, setelah itu kamipun capai sekali sampai-sampai tertidur dengan Tante Erni di sampingku, tapi tanganku kuselipkan di dalam celana dalam Tante Erni. Kami terbangun pada pukul 3 sore dan sekali lagi kami melakukannya atas permintaan Tante Erni, tepat jam 4:30 kami mengakhiri dan kembali mandi, dan rombongan ibu-ibu pun pulang pukul 6 sore.
"Lex kamu sudah baikan?" tanya Mamiku.
"Sudah mam, aku sudah seger n fit nih" kataku.
"Kamu kasih makan apa Ni, si Alex sampai-sampai langsung sehat" tanya Mami sama Tante Erni.
"Hanya bubur ayam sama makan siang telur dadar terus kukasih saja obat anti panas" kata Tante Erni.
Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobil pun aku duduk di samping Tante Erni yang semobil denganku. Mami yang menyopir ditemani Ibu Herman di depan. Di dalam mobilpun aku masih mencuri-curi memegang barangnya Tante Erni.
Sampai sekarang pun aku masih suka melakukannya dengan Tante Erni bila rumahku kosong atau terkadang ke hotel dengan Tante Erni. Sekali waktu aku pernah mengeluarkan spermaku di dalam sampai 3 kali. Kini Tante Erni sudah dikarunia 2 orang anak yang cantik. Baru kuketahui bahwa suami Tante Erni ternyata menagalami ejakulasi dini. Sebenarnya kini aku bingung akan status anak Tante Erni.
Yah, begitulah kisahku sampai sekarang aku tetap menjadi PIL Tante Erni bahkan aku jadi lebih suka dengan wanita yang lebih tua dariku. Pernah juga aku menemani seorang kenalan Tante Erni yang nasibnya sama seperti Tante Erni, mempunyai suami yang ejakulasi dini dan suka daun muda buat obat awet muda, dengan menelan air mani pria muda. hehehehe
sumber dari :http://www.okesex.com/?obat-awet-muda-untuk-tante-erni,45
Tante Erni ini tinggal dekat rumahku, hanya beda 5 rumahlah, nah Tante Erni ini cukup deket sama keluargaku meskipun enggak ada hubungan saudara. Dan dapat dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu suka ngumpul di rumahku buat sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminya sendiri. Nah Tante Erni inilah yang bikin aku cepet gede (maklumlah anak masih puber kan biasanya suka yang cepet-cepet).
Biasanya Tante Erni kalau ke rumah Aku selalu memakai daster atau kadang-kadang celana pendek yang bikin aku ser.. ser.. ser.. Biasanya kalau sudah sore tuh ibu-ibu suka ngumpul di ruang TV dan biasanya juga aku pura-pura nonton TV saja sambil lirak lirik. Tante Erni ini entah sengaja atau nggak aku juga enggak tahu yah. Dia sering kalau duduk itu tuh mengangkang, kadang pahanya kebuka dikit bikin Aku ser.. ser lagi deh hmm.
Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengaja Aku juga enggak bisa ngerti, tapi yang pasti sih aku kadang puas banget sampai-sampai kebayang kalau lagi tidur. Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa sampai lupa kalau duduk nya Tante Erni ngangkang sampai-sampai celana dalemnya keliatan (wuih aku suka banget nih). Pernah aku hampir ketahuan pas lagi ngelirik wah rasanya ada perasaan takut malu sampai-sampai Aku enggak bisa ngomong sampai panas dingin tapi Tante Erni malah diam saja malah dia tambahin lagi deh gaya duduknya. Nah dari situ aku sudah mulai suka sama tuh Tante yang satu itu. Setiap hari pasti Aku melihat yang namanya paha sama celana dalem tuh Tante.
Pernah juga Aku waktu jalan-jalan bareng ibu-ibu ke puncak nginep di villa. Ibu-ibu hanya bawa anaknya, nah kebetulan Mami Aku ngsajak Aku pasti Tante Erni pula ikut wah asyik juga nih pikir ku. Waktu hari ke-2 malam-malam sekitar jam 8-9 mereka ngobrol di luar deket taman sambil bakar jagung. Ternyata mereka sedang bercerita tentang hantu, ih dasar ibu-ibu masih juga kaya anak kecil ceritanya yang serem-serem, pas waktu itu Tante Erni mau ke WC tapi dia takut. Tentu saja Tante Erni di ketawain sama gangnya karena enggak berani ke WC sendiri karena di villa enggak ada orang jadinya takut sampai-sampai dia mau kencing di deket pojokan taman.
Lalu Tante Erni menarik tangan Aku minta ditemenin ke WC, yah aku sih mau saja. Pergilah aku ke dalam villa sama Tante Erni, sesampainya Aku di dalam villa Aku nunggu di luar WC eh malah Tante Ernin ngsajak masuk nemenin dia soalnya katanya dia takut.
"Lex temenin Tante yah tunggu di sini saja buka saja pintu nya enggak usah di tutup, Tante takut nih", kata Tante Erni sambil mulai berjongkok.
Dia mulai menurunkan celana pendeknya sebatas betis dan juga celana dalamnya yang berwarna putih ada motif rendanya sebatas lutut juga. "Serr.. rr.. serr.. psstt", kalau enggak salah gitu deh bunyinya. Jantungku sampai deg-degan waktu liat Tante Erni kencing, dalam hatiku, kalau saja Tante Erni boleh ngasih liat terus boleh memegangnya hmm. Sampai-sampai aku bengong ngeliat Tante Erni.
"Heh kenapa kamu Lex kok diam gitu awas nanti kesambet" kata Tante Erni.
"Ah enggak apa-apa Tante", jawabku.
"Pasti kamu lagi mikir yang enggak-enggak yah, kok melihatnya ke bawah terus sih?", tanya Tante Erni.
"Enggak kok Tante, aku hanya belum pernah liat cewek kencing dan kaya apa sih bentuk itunya cewek?" tanyaku.
Tante Erni cebok dan bangun tanpa menaikkan celana sama CDnya.
"Kamu mau liat Lex? Nih Tante kasih liat tapi jangan bilang-bilang yah nanti Tante enggak enak sama Mamamu", kata Tante Erni.
Aku hanya mengangguk mengiyakan saja. Lalu tanganku dipegang ke arah vaginanya. Aku tambah deg-degan sampai panas dingin karena baru kali ini Aku megang sama melihat yang namanya memek. Tante Erni membiarkanku memegang-megang vaginanya.
"Sudah yah Lex nanti enggak enak sama ibu-ibu yang lain dikirain kita ngapain lagi".
"Iyah Tante", jawabku.
Lalu Tante Erni menaikan celana dalam juga celana pendeknya terus kami gabung lagi sama ibu-ibu yang lain.
Esoknya aku masih belum bisa melupakan hal semalam sampai sampai aku panas dingin. Hari ini semua pengen pergi jalan-jalan dari pagi sampai sore buat belanja oleh-oleh rekreasi. Tapi aku enggak ikut karena badanku enggak enak.
"Lex, kamu enggak ikut?" tanya mamiku.
"Enggak yah Mam aku enggak enak badan nih tapi aku minta di bawain kue mochi saja yah Mah" kataku.
"Yah sudah istirahat yah jangan main-main lagi" kata Mami.
"Erni, kamu mau kan tolong jagain si Alex nih yah, nanti kalau kamu ada pesenan yang mau di beli biar sini aku beliin" kata Mami pada Tante Erni.
"Iya deh Kak aku jagain si Alex tapi beliin aku tales sama sayuran yah, aku mau bawa itu buat pulang besok" kata Tante Erni.
Akhirnya mereka semua pergi, hanya tinggal aku dan Tante Erni berdua saja di villa, Tante Erni baik juga sampai-sampai aku di bikinin bubur buat sarapan, jam menunjukan pukul 9 pagi waktu itu.
"Kamu sakit apa sih Lex? kok lemes gitu?" tanya Tante Erni sambil nyuapin aku dengan bubur ayam buatannya.
"Enggak tahu nih Tante kepalaku juga pusing sama panas dingin aja nih yang di rasa" kataku.
Tante Erni begitu perhatian padaku, maklumlah di usia perkawinannya yang sudah 5 tahun dia belum dikaruniai seorang buah hati pun.
"Kepala yang mana Lex atas apa yang bawah?" kelakar Tante Erni padaku.
Aku pun bingung, "Memangya kepala yang bawah ada Tante? kan kepala kita hanya satu?" jawabku polos.
"Itu tuh yang itu yang kamu sering tutupin pake segitiga pengaman" kata Tante Erni sambil memegang si kecilku.
"Ah Tante bisa saja" kataku.
"Eh jangan-jangan kamu sakit gara-gara semalam yah" aku hanya diam saja.
Selesai sarapan badanku dibasuh air hangat oleh Tante Erni, pada waktu dia ingin membuka celanaku, kubilang, "Tante enggak usah deh Tante biar Alex saja yang ngelap, kan malu sama Tante"
"Enggak apa-apa, tanggung kok" kata Tante Erni sambil menurunkan celanaku dan CDku.
Dilapnya si kecilku dengan hati-hati, aku hanya diam saja.
"Lex mau enggak pusingnya hilang? Biar Tante obatin yah"
"Pakai apa Tan, aku enggak tahu obatnya" kataku polos.
"Iyah kamu tenang saja yah" kata Tante Erni.
Lalu di genggamnya batang penisku dan dielusnya langsung spontan saat itu juga penisku berdiri tegak. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti sampai-sampai aku melayang karena baru pertama kali merasakan yang seperti ini.
"Achh.. cchh.." aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tanganku memegang vagina Tante Erni yang masih di balut dengan celana pendek dan CD tapi Tante Erni hanya diam saja sambil tertawa kecil terus masih melakukan kocokannya. Sekitar 10 menit kemudian aku merasakan mau kencing.
"Tante sudah dulu yah aku mau kencing nih" kataku.
"Sudah, kencingnya di mulut Tante saja yah enggak apa-apa kok" kata Tante Erni.
Aku bingung campur heran melihat penisku dikulum dalam mulut Tante Erni karena Tante Erni tahu aku sudah mau keluar dan aku hanya bisa diam karena merasakan enaknya.
"Hhgg..achh.. Tante aku mau kencing nih bener " kataku sambil meremas vagina Tante Erni yang kurasakan berdenyut-denyut.
Tante Ernipun langsung menghisap dengan agresifnya dan badanku pun mengejang keras.
"Croott.. ser.. err.. srett.." muncratlah air maniku dalam mulut Tante Erni, Tante Erni pun langsung menyedot sambil menelan maniku sambil menjilatnya. Dan kurasakan vagina Tante Erni berdenyut kencang sampai-sampai aku merasakan celana Tante Erni lembab dan agak basah.
"Enak kan Lex, pusingnya pasti hilang kan?" kata Tante Erni.
"Tapi Tante aku minta maaf yah aku enggak enak sama Tante nih soalnya Tante.."
"Sudah enggak apa-apa kok, oh iya kencing kamu kok kental banget, wangi lagi, kamu enggak pernah ngocok Lex?"
"Enggak Tante"
Tanpa kusadari tanganku masih memegang vagina Tante Erni.
"Loh tangan kamu kenapa kok di situ terus sih". Aku jadi salah tingkah
"Sudah enggak apa-apa kok, Tante ngerti" katanya padaku.
"Tante boleh enggak Alex megang itu Tante lagi" pintaku pada Tante Erni.
Tante Erni pun melepaskan celana pendeknya, kulihat celana dalam Tante Erni basah entah kenapa.
"Tante kencing yah?" tanyaku.
"Enggak ini namanya Tante nafsu Lex sampai-sampai celana dalam Tante basah".
Dilepaskannya pula celana dalam Tante Erni dan mengelap vaginanya dengan handukku. Lalu Tante Erni duduk di sampingku
"Lex pegang nih enggak apa-apa kok sudah Tante lap" katanya. Akupun mulai memegang vagina Tante Erni dengan tangan yang agak gemetar, Tante Erni hanya ketawa kecil.
"Lex, kenapa? Biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih" kata Tante Erni.
Dia mulai memegang penisku lagi, "Lex Tante mau itu nih".
"Mau apa Tante?"
"Itu tuh", aku bingung atas permintaan Tante Erni.
"Hmm itu tuh, punya kamu di masukin ke dalam itunya Tante kamu mau kan?"
"Tapi Alex enggak bisa Tante caranya"
"Sudah, kamu diam saja biar Tante yang ajarin kamu yah" kata Tante Erni padaku.
Mulailah tangannya mengelus penisku biar bangun kembali tapi aku juga enggak tinggal diam aku coba mengelus-elus vagina Tante Erni yang di tumbuhi bulu halus.
"Lex jilatin donk punya Tante yah" katanya.
"Tante Alex enggak bisa, nanti muntah lagi"
"Coba saja Lex"
Tante pun langsung mengambil posisi 69. Aku di bawah, Tante Erni di atas dan tanpa pikir panjang Tante Erni pun mulai mengulum penisku.
"Achh.. hgghhghh.. Tante"
Aku pun sebenarnya ada rasa geli tapi ketika kucium vagina Tante Erni tidak berbau apa-apa. Aku mau juga menjilatinya kurang lebih baunya vagina Tante Erni seperti wangi daun pandan (asli aku juga bingung kok bisa gitu yah) aku mulai menjilati vagina Tante Erni sambil tanganku melepaskan kaus u can see Tante Erni dan juga melepaskan kaitan BH-nya, kini kami sama-sama telanjang bulat.
Tante Erni pun masih asyik mengulum penisku yang masih layu kemudian Tante Erni menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung mencium bibirku dengan nafas yang penuh nafsu dan menderu.
"Kamu tahu enggak mandi kucing Lex" kata Tante Erni.
Aku hanya menggelengkan kepala dan Tante Erni pun langsung menjilati leherku menciuminya sampai-sampai aku menggelinjang hebat, ciumannya berlanjut sampai ke putingku, dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, terus turun ke selangkanganku dan penisku pun mulai bereaksi mengeras. Dijilatinya paha sebelah dalamku dan aku hanya menggelinjang hebat karena di bagian ini aku tak kuasa menahan rasa geli campur kenikmatan yang begitu dahsyat. Tante Erni pun langsung menjilati penisku tanpa mengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap bijiku dan juga terus sampai-sampai lubang pantatku pun dijilatinya sampai aku merasakan anusku basah.
Kulihat payudara Tante Erni mengeras, Tante Erni menjilati sampai ke betisku dan kembali ke bibirku dikulumnya sambil tangannya mengocok penisku, tanganku pun meremas payudara Tante Erni. Entah mengapa aku jadi ingin menjilati vagina Tante Erni, langsung Tante Erni kubaringkan dan aku bangun, langsung kujilati vagina Tante Erni seperti menjilati es krim.
"Achh.. uhh.. hhghh.. acch Lex enak banget terus Lex, yang itu isep jilatin Lex" kata Tante Erni sambil menunjuk sesuatu yang menonjol di atas bibir vaginanya.
Aku langsung menjilatinya dan menghisapnya, banyak sekali lendir yang keluar dari vagina Tante Erni tanpa sengaja tertelan olehku.
"Lex masukin donk Tante enggak tahan nih"
"Tante gimana caranya?"
Tante Erni pun menyuruhku tidur dan dia jongkok di atas penisku dan langsung menancapkannya ke dalam vaginanya. Tante Erni naik turun seperti orang naik kuda kadang melakukan gerakan maju mundur. Setengah jam kami bergumul dan Tante Erni pun mengejang hebat.
"Lex Tante mau keluar nih eghh.. huhh achh" erang Tante Erni.
Akupun di suruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakan ada sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina Tante Erni. Hmm sungguh pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina Tante Erni mungurut-urut penisku dan juga menyedotnya. Kurasakan Tante Erni sudah orgasme dan permainan kami terhenti sejenak. Tante Erni tidak mencabut penisku dan membiarkanya di dalam vaginanya.
"Lex nanti kalau mau kencing kaya tadi bilang ya" pinta Tante Erni padaku.
Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan Tante Ernipun langsung mengocok penisku dengan vaginanya dengan posisi yang seperti tadi.
"Achh .. Tante enak banget achh.., gfggfgfg.." kataku dan tak lama aku pun merasakan hal yang seperti tadi lagi.
"Tante Alex kayanya mau kencing niih"
Tante Erni pun langsung bangun dan mengulum penisku yang masih lengket dengan cairan kewanitaanya, tanpa malu dia menghisapnya dan tak lama menyemburlah cairan maniku untuk yang ke 2 kalinya dan seperti yang pertama Tante Erni pun menelannya dan menghisap ujung kepala penisku untuk menyedot habis maniku dan akupun langsung lemas tapi disertai kenikmatan yang alang kepalang.
Kami pun langsung mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang bulat dan kami melakukannya lagi di kamar mandi dengan posisi Tante Erni menungging di pinggir bak mandi. Aku melakukannya dengan cermat atas arahan Tante Erni yang hebat. Selasai itu jam pun menunjukan pukul 1 siang langsung makan siang dengan telur dadar buatan Tante Erni, setelah itu kamipun capai sekali sampai-sampai tertidur dengan Tante Erni di sampingku, tapi tanganku kuselipkan di dalam celana dalam Tante Erni. Kami terbangun pada pukul 3 sore dan sekali lagi kami melakukannya atas permintaan Tante Erni, tepat jam 4:30 kami mengakhiri dan kembali mandi, dan rombongan ibu-ibu pun pulang pukul 6 sore.
"Lex kamu sudah baikan?" tanya Mamiku.
"Sudah mam, aku sudah seger n fit nih" kataku.
"Kamu kasih makan apa Ni, si Alex sampai-sampai langsung sehat" tanya Mami sama Tante Erni.
"Hanya bubur ayam sama makan siang telur dadar terus kukasih saja obat anti panas" kata Tante Erni.
Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobil pun aku duduk di samping Tante Erni yang semobil denganku. Mami yang menyopir ditemani Ibu Herman di depan. Di dalam mobilpun aku masih mencuri-curi memegang barangnya Tante Erni.
Sampai sekarang pun aku masih suka melakukannya dengan Tante Erni bila rumahku kosong atau terkadang ke hotel dengan Tante Erni. Sekali waktu aku pernah mengeluarkan spermaku di dalam sampai 3 kali. Kini Tante Erni sudah dikarunia 2 orang anak yang cantik. Baru kuketahui bahwa suami Tante Erni ternyata menagalami ejakulasi dini. Sebenarnya kini aku bingung akan status anak Tante Erni.
Yah, begitulah kisahku sampai sekarang aku tetap menjadi PIL Tante Erni bahkan aku jadi lebih suka dengan wanita yang lebih tua dariku. Pernah juga aku menemani seorang kenalan Tante Erni yang nasibnya sama seperti Tante Erni, mempunyai suami yang ejakulasi dini dan suka daun muda buat obat awet muda, dengan menelan air mani pria muda. hehehehe
sumber dari :http://www.okesex.com/?obat-awet-muda-untuk-tante-erni,45
cerita sex ngesex dengan adik laki-laki ku

Sudah setahun lebeih aku menikah dengan suamiku Badrul. Aku belum juga mendapatkan seorang anak pun, sebagai buah hati. Aku selalu mendapat sindiran dari keluarga suamiku, juga sesekali dari keluargaku. Bila aku mendapat sindiran dari keluargaku, aku hanya menunduk saja. Sebagai putri tertua dari keluargaku, aku memiliki empat orang adik. Dua perempuan dan dua laki-laki. Suamiku adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dan satu-satunya laki-laki. Dari keluargaku, baru aku yang menikah, sedangkan dari keluarga suamiku, semua sudah menikah.
Suamiku selalu menentang apa yang disindirkan oleh keluarganya. Bahkan ada keluarga yang menyindir, agar suamiku menikah lagi, mana tau bisa cepat punya anak. Bukankah kedua orang tua Badrul suamiku sudah tua? Aku merasa sedih atas sindiran, walau pun disampaikan secara seloro. Sebagai seorang perempuan, aku merasa sangat tersinggung. Aku tahu kemampuan suamiku. Terkadang baru ujung penisnya yang menempel di bibir kemaluanku, dia sudah menyemprotkan spermanya. Untuk itu aku menganjurkan agar dia berobat ke dokter spesialis, juga ke “orang pintar”. Keduanya-duanya pun dijalani suamiku. Termasuk pijat khusus. Hasilnya sedikit lumayan. Penis suamiku sempat memasku liang vaginaku dan sesaat kemudian dia menembakkan spermanya.
Hanya sebulan dalam pernikahan, kami merasakan hidup sebagai suami isteri yang pas, karean suamiku walau bersusah payah, sempat membobol perawanku. S etelah sebulan, dia mengalami ejakulasi dini. Mungkin karena banyaknya merokok (suamiki perokok berat) dan kurangnya olah raga.
Saat pernikahan adik bungsu ibuku, keluarga besar kami berangkat menghadirinya, kecuali adikku Khaidir tidak ikut, karean harus mengkuni Ujian Negara (UN). Dia sudah kelas 3 SMP. Saat belajar, aku menemaninya bahkan mengajarninya. Suamiku sudah tertidur pulas, karean sebagai ontrantor, dia sangat letih. Aku memang memanjakan adikku yang berusia 14 tahun itu. Aku suka memeluknya, mungkin karean itu sudah terbiasa sejak dia masih kecil dan kami semua memanjakannya, karena dia anak bungsu.
Usai belajar, aku memeluk dan mencium pipinya dengan kasih sayang. Adikku membalas ciumanku. Tidak seperti biasanya, dia membalas mencium pipiku. Adikku justru memegang tengkukku dan mencium bibirku. Darahku berdesir. Tapi dai adalah adikku. Kelembutan bibirnya berlaga dengan bibirku, membuat nafsuku cepat bergolak. Akhirnya kami berciuman dan lidah kami berkaitan. Aku pun membiarkan ketika tangan adikku menyelusup ke dalam dasterku dan mengelus tetekku.
“Kamu mau, dik?” tanyaku.
“Aku menginginkannya, mBak,” adikku balas berbisik. Aku melepas kancing dasterku dan mengeluarkan tetekku dan adikku dengan cepat mengisap tetekku dan meremas yang sebelahnya lagi. Tiba-tiba aku sadar, kalau di rumah ada suamiku.
“Besok aja dik. Ada Mas Badrul,” kataku. Aku melihat adikku kecewa. Wajahnya lesu. Aku takut besok di bangku ujian, ini bisa mempengaruhi jiwanya. Aku tahu apa yang diinginkan oleh adikku. Saat aku meraba celananya, aku merasakan penisnya sudah mengeras.
“Boleh cepat?” bisikku. Dia diam saja. Kulepas celananya dan dia duduk di atas kursi. Setelah kulepas celana dalamku, aku menaiki dan mengangkangi tubuhnya, kemudian aku memasukkan penisnya yang keras ke dalam vaginaku. Aku tak menyangka, rasanya baru kemarin aku mandi bersama dengan adikku. Kini penisnya justru sudah besar dan berbulu lebat. Begitu cepatkah adik bungsu yang selama ini masih aku anggap anak-anak, menjaadi dewasa?
AKu mengoyangnya, sampai spermanya muncar beberapa kali. Nah… justru aku yang kecewa, karean belum terpuaskan. Aku berbisik padanya, agar besok sepulang ujian bisa dilanjutkan. Adikku mengangguk dan masuk ke kamarnya. Aku pun memasuki kamar tidur, lalu menelentangkan diriku di samping suamiku. Aku sudah tidur dan terus membayangkan yang baru saja terjadi.
Kenapa aku bisa melakukannya dengan adik kandungku sendiri? Betapa berdosanya aku sebagai seorang kakak tertua. Namun, aku merasakan, kalau penis adikku jauh lebih baik dibanding dengan penis suamiku. Akhirnya kata hatiku yang berkata. Inilah kesempatan bagiku. Aku akan bersetubuh dengan adikku, tanpa siapapun yang tau, agar aku segera hamil.
Aku terlambat bangun pagi, karean susah tertidur tadi malam. Namun aku masih sempat memberi sarapan suami dan adikku. Kemudian suamiku mengantarkan adikku ke sekolah untuk UN. Pukul 11.00 WIB adikku sudah berada di rumah. Dia kelihatan riang sekali, karean dia dengan cepat bisa mengerjakan semua soal-soal ujian. Katanya dia sangat senang dan tadi malam dia bisa cepat tertidur pulas.
“Pasti kamu bisa tertidur pulas, setelah kamu….” kataku dengan senyum nakal. Senyumku dibalas dengan senyum nakal pula oleh adikku yang tinggi kami sudah sama, walau dia masih SMP.
Usai makan siang aku memeluknya dan menciumnya. Adikku membalas ciumanku dengan nafsunya yang bergelora. Aku mengelus-elus kepalanya, saat aku memasukkan pentil tetekku kemulutnya. Aku merasakan jilatan dan emutan pentil tetekku demikian lembut dan sangat nikmat. Aku merasa adikku jauh lebih pintar memainkan pentil tetekku daripada suamiku sendiri.
“Dik.. maukah kamu menghamiliku?” bisikku perlahan di telingannya. Adikku tidk menjawab. Dia hanya menatap wajahku sejenak, kemudian mengemut kembali pentil tetekku lebih agrsif. Satu-satu kancing dasterku bagian depan dilepasnya. Aku tinggal memakai celana dalam saja. Oh…. aku merasa demikian senang. Beda umur kami enam tahun, tapi bukan menajdi penghalang bagi kami untuk mendapatkan kenikmatan. Aku juga heran, kenapa adikku demikian cepat dewasa dan mampu bermain seks seakan sempurna.
Aku pun melepas semua pakaiannya. Kami sudah bertelanjang bulat di ruang dapur yang tak begitu besar. Kami saling memagut dan aku merasakan inilah benar-benar kenikmatan. Aku sudah basah sekali. Vaginaku sudah berlendir, bahkan sudah meleleh di pahaku.
“Dik… dimasukkaaaaannnn…” rintihku, menarinya untuk telentang di lantai dapur yang memang sudah bersih aku pel. Aku menelentangkan diriku dan membuka lebar-lebat kedua pahaku, kemudian aku menarik tubuh adikku untuk menindihku.
“Ayo dik… dimasukkkkkk…”
Adikku menusukkan penisnya ke dalam vaginaku. Seperti orang kelaparan tidak makan selama berbulan-bulan, aku langsung menjepit kedua kakiku di pantat adikku dan aku menggoyangnya dari bawah. Aku tak ingin kehilangan kenikmatanku, sementara adikku terus mengemut bibir dan lidahku. Adiku membenamkan saja penisnya jauh ke dalam lubangku dan aku terus menggoyangnya. Aku pun merintih kenikmatan dan memeluk adikku sekuat tenagaku. Terasa ada sesuatu yang membuncah keluar dari tubuhku yang teramat dalam dan aku merasakan nikmat yang teramat sangat yang tak pernah kutemukan selama dalam hidupku.
Perlahan tubuhku melemah dan kedua kakiku tak lagi menjepit tubuh adikku. Adikku tersenyum dan menciumi pipiku. Kemudian dia mengelus-elus kepalaku. Duh… aku merasa bahagia sekali diperlakukan seperti anak kecil oleh adikku yang usianya jauh di bawahku. Aku merasa mendapat seorang laki-laki yang menyayangiku sepenuh hati.
Adikku mulai menusuk-tarik penisnya dalam vaginaku Gesekan-gesekan batang penis adikku pada dinding vaginaku, membuatku kembali bernafsu. Terlebih bibir adikku yang mengemut-emut tetekku. Aku membelai tubuhnya dengan kasih sayang dan memciumi lehernya dan m,enjilatnya. Saat adikku menjilat leher sebelah kiriku, aku menjilat leher sebelah kirinya pula. Kami terus saling menjilati dan mengelus.
Dalam benakku terbersit juga pertanyaan singkat, dari mana aduik bungsuku mengerti soal seks, sementara usianya masih 14 tahun. Untuk sementara pertanyaan itu aku buang, karean aku takut kehilangan momen yang terindah dalam hidupku.
“mBak.. aku udah mau keluar….” rintihnya. Aku menjepit tubunya dengan kedua kakiku dan aku memberikan respons yang kuat dari bawah. Saat adikku menghunjam-hunjamkan batangnya dalam vaginaku, aku mulai memutar-mutar batang penisnya dalam liangku. Kami berpelukan. Semakin kuat akyu memeluk tubuh aduikku, lebih kuat pula adikku memelukku dan menekan jauh ke dalam batangnya di dalam vaginaku.
Aku merasakan siraman lendir kental beberapa kali dalam laing vaginaku dan aku merasakan terbang melayang dan rasa nikmatku sampai ke ubun-ubun. Aku sampai pada puncak terindah dengan berdesir-desirnya air kental keluar dari dalam tubuhku. Aku juga merasakan kehangatan sperma adiku dalam liangku. Kami bepelukan kuat sekali. Aku sampai menahan nafasku, sakin kuatnya aku memeluk tubuh adikku.
Lama kelamaan pelukan kami berdua melemas. Nafasku memburu dan aku juga mendengar nafas adikku yang memburu. Tubuh kami dipenuhi keringat. Adikku menatap mataku dan dia menghadiahiku sebuah senyuman yang manis. Aku menyambut senyumannya itu dengan senyuman manis pula, sembari aku mengecup pipinya.
“Semoga aku cepat hami, agar keluarga Mas Badrul tidak menyindirku lagi, ” kataku.
“Ya.. aku kasihan pada mBak yang selalu disindir.”
“Karenanya, hamili aku Dik,”
“Semoga mBak bisa hamil. Bila mBak hamil, berarti itu adalah anakku, kan?”
“Ya.. anak kita, DIk. Tapi anak rahasia kita,” bisikku. Kami sama-sama tersenyum.
Setelah nafas kami niormal, kami bangkit dan berdua kami ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan berpakain.
“Besok lagi, ya mBak…” bisiknya.
Aku hanya tersenyum dan mengangguk
Empast hari adikku mengikuti ujain negara (UN) dan empat hari pula kami melakukannya. Akhirnya aku menyampaikan kepada suamiku, kalau adik bungsuku tinggal bersama kami saja, karean aku selalu sepi di rumah sendirian. Aku tidak diizinkan bekerja, terkadang suamiku dua sampai tiga hari tak pulang bila ke luar kota memerika pekerjaanya. Ternyata suamiku sangat senang. Dia tahu, kalau aku sebagai anak tertua sangat memanjakan adik bungsuku. Hal itu kusampaikan juga kepada ayah dan ibuku. Mereka juga setuju. MUlailah adikku tinggal bersama kami dan semua pakaian dan sepatu basket untuk olahraganya dibelikan oleh suamiku. JUga sebuah speeda motor matic dan suamiku menyuruh adikku ikut les mengenderai mobil. Adikku sangat senang.
Mungkin, aku adalah isteri membawa rezeki. Atau mungkin adikku, atau mungkin kami berudua. Suamiku pun berkata, kehadiran adiku bersama akmi membuatnya tenang bila keluar kota dan rezeki terus membaik. Suamiku pun membeli sebuah villa mungil berkisar 14 Km dari rumah kami dengan harga murang, namun harus diperbaiki. Villa itu dijual pada suamiku, karena terdesak untuk menutupi hutang di bank dan diberbagai tempat. Biasalah kontraktor, selalu saja ada pasang surut dan [pasang naiknya.
Waktu terjadi perbaikan, aku meminta pada suamiku agar aku punya kegiatan dan mumpung adikku masih libir, agar aku diizinkan menata tamannya dan menanami bunga-bunga hias. Suamiku senang sekali dan memberikan uang kepoadaku, utnuk membeli bunga apa saja yang aku mau. Aku dan adikku membeli bunga dan meminta diantar ke villa baru kami. Ajku dan adikku berboncengan naik sepeda motor. Dalam perjalanan aku memeluk adikku dari belakang. Bila jalan sunyi, sesekali dengan nakal aku mengelus penisnya dari balik celananya.
“mBak.. nanti dia bangun…”
“Biarin aja dia bangun. mBak ingin agar dia segera bangun,” kataku nakal menangapinya.
“Kalau dia bangun, mana mungkin dia ditidurkan di tepi jalan…” adikku seloro pula.
“Karenanya, yang cepat, biar segera sampai,” kataku. Benar adiku tancap gas dan kami lari kencang meliuk-liuk menaiki bukit dan kami sudah melihat villla kami dari kejauahan. Aku merasa diriku sepati BG kembali. Terlebih tubuhku memang mungil. Jika aku memakai seragam SMP. mungkin saja masih banyak yang percaya. Hahahaha….
Sesampai di villa, kami melihat pekerja mulai memasang pagar tinggi mengelilingi villa kami. Ada yang mengecat, ada yang memperbaiki genteng dan kami mulai asyik mengangkatan bvunga-bunga dan tanaman hias ke mana yang akan kami tanam. Tak lama suamiku datang dan melihat aku dan adikku sedang serius bekerja, padahal kami baru saja bercanda. Dia begitu kagum pada kami berdua. Dia mnghadiahi kami dua bungkus nasi padang yang lezat dan kami bersantap. Untuk suamiku ingat beli nasi, kalau tidak mungkin kami kelapan.
Tak lama suamiku pergi kembali ke kantornya dan pekerja istirahat. Kami naik ke lantai dua villa dan mengunci pintu pada tangga dan kami duduk sejenak pada balkon di lantai dua memandang ke kali berair jernih dan bening. Kami terlindung dari semu apandangan dan aku mulai memeluk adiku dan menciumnya. Kami pun bercerita, terutyama tentang pacarnya, tentang seks yang diketahuinya. Mendengar ceritanya, aku baru mengetahui. Sejak empat bulan lalu, adikku sudah mengerti dan melakukan hubnungan seks. Hubungan seks itu dia lakukan dengan anak tetangga ibuku yang baru mingu lalu menikah.
Adiku bercerita, kalau anak tetanga itulah mengajari segalanya dari A sampai Z. Buluku bergidik mendengarnya. Tapi aku ingin adiku melakukannya. Menjilati vaginaku, seperti apa yangh diajarkan oleh anak tetangga itu. Adikku pun melakukannya dan menjilati vaginaku. Aku menggelinjang, karena seumur hidupku, aku baru merasakannya. Akhirnya kami melakukian persetubuhan yang sebenarnya. Sejak itu pula aku ingin pula mengetahui bagaimana sebenarnya, kalau penis masuk ke dalam ronga mulutku dan itu pun kami lakukan.
Semua rehabilitasi villa sudah selesai. Aku dan adikku setiap hari ke villa, karena banyak bunga yang belum ditanami. Kami bahkan diantar oleh suamiku. Bila ingin pulang, kami menghubunginya dan suamiku akan menjemput kami. Villa sudah berisi perabotan masak dan makan serta semuanya sudah lengkap.
Tentu saja kelengkapan itu tak kami sia-siakan bersanma adikku.
Suamiku pun merasa senang, kalau aku sudah hamil. Saat tidur malam, aku membangunkan penisnya dengan elusanku, kemudian aku menaiki tubuhnya, hingga berkali spermanya tumbah dalam liang vaginaku. Tapi hanya aku dan Tuhan yang mengetahui, kalau janin dalam rahimku adalah dari sperma adikku.
Jika suamiku tidak ada, aku merasakan, kalau adikku sangat menyayangiku bahkan memanjakan diriku. Rasanya aku sering kikuk saat menerima kemanjaan dari adikku, tapi aku menikmatinya.
Usaha suamiku pun semaki besar dan maju. Peerlahan-lahan secara diam-diam aku mengumpulkan uang sembunyi-sembunyi yang disimpan dalam rekening adikku. Kamu harus hemat dik. Biar bila kamu sudah sarjana nanti, kamu bisa buka usaha sendiri, kataku pad adikku. Sementara segala kebutuhan sekolahnya, dipenuhi oleh suamiku.
Saat adikku lulus SMA kami sudah memiliki sepasang anak. Suamiku setuju, kalau rahimku ditutup agar aku bisa intens mengasuh kedua sepasanga nak kami. Suamiku pun terus pijat agar dia benar-benar sembuh. Aku pun mendorongnya agar terus pijat, walau dalam hati aku tersenyum. Aku terkadang harum, bila suamiku demikian menyayangi kedau anakku. Di sisi lain adiku justru selalu pergi menghindar, biloa suamiku sedang ememlukda nemncium kedua anak kami. Bila suamiku pergi bekerja, baru adikku memanjjakan mereka.
Setelah rahimku ditutup, hubungan seks kami semakin intens dan kami tidak takut untuk kehamilan beruikutnya. Terlebih setelah suamiku mengalami kecelakaan, penisnya total lumpuh walau tubuhnya kelihatan gagah seperti tiada masalah. Aku bersyukur aku tak bisa hamuil lagi, hingga bila aku bersetubuh dengan adikku, tiada kecurigaan dari siapapun.
KIni usiaku sudah 50 tahun dan adikku sudah 42 tahun, suadgh menikah dan memiliki dua orang anak dan sudab melanjutkan usahan suamiku, karena suakimu sudagh mengalami stroke. Selain itu, adikku membuka usaha untuk dirinya sendiri. Suamiku sangat bersyukur adikku mau melanjutkan usahanya dengan keuntungan 50%-50%. Jangan dikiera dalam usia 50 tahun aku berhenti bersetubuh dengan adikku. Justru dalam usia ini aku dan adiku masih menggebu-gebu. Mungkin adikku mengalami puber keduanya dan aku mengalami puber ketiga. Hahahaha… Yang jelas hubungan seks kami berjalan lancar.
tamat.... sekian
sumber http://si-dudut.blogspot.com/2013/02/foto-bugil-kirana-larasati.html
cerita sex.. awalnya dari sms
"Mas, komputernya hang lagi nih..!" teriakku. Tidak berapa lama, Bryan masuk ke kamarku. "Kamu emang gatek, Yen.." celetuk Bryan kakak iparku. Belum sempat aku bangun dari tempat duduk, kedua tangan Bryan sudah berada di bawah ketiakku.

Jemarinya yang berbulu, begitu cepat menekan tombol 'Ctrl-Alt- Del'. Komputer di depanku kembali berfungsi. Aku terhenyak. Bryan masih berdiri menunduk di belakangku. Dengan sengaja kedua tangannya menyentuh payudaraku. Aku tidak bereaksi. Memang ini yang kuinginkan.
Jujur saja, aku sebetulnya dapat mengatasi masalah komputer 'hang'. Sebenarnya yang tadi hanya trik saja untuk 'memancing' Mas Bryan masuk ke kamarku. "Lembut banget Yen..," bisiknya lirih. Tidak lama kemudian dia keluar kamar. Hampir aku tidak mendengar ucapannya. Pikiranku jauh menerawang. "Seandainya Mas Bryan menjadi milikku..," gumanku dalam hati.
Aku terus membayangkan bagaimana bahagianya Priscilla, kakak sulungku, bersuamikan seorang Bryan. Badannya tinggi tegap. Kulitnya yang putih bersih, ditumbuhi bulu-bulu halus. Mas Bryan yang peranakan Jawa- Pakistan, sudah satu setengah tahun tinggal di rumah kami.
Karena Cilla, panggilan kakak sulungku, sedang mengandung, Mama meminta mereka tinggal sementara di rumah ini. Dering handphone membuyarkan lamunanku. Ahh, rupanya hanya SMS saja. Tapi, wooww ternyata itu pesan dari Mas Bryan. Isinya singkat, "YEN, TOKETNYA INDAH BANGET, SORRY YA NGACENG AJA." Aku tersenyum membacanya. Aku mengerti maksud kata-kata terakhirnya, bukan ngaceng aja, tapi ngga sengaja.
Kalaupun Mas Bryan benar-benar terangsang ketika berada di kamarku, memang wajar. Bukan hanya dia yang mengatakan buah dadaku indah, bahkan teman-teman cewek di kampus pun iri melihat punyaku ini. Apalagi sebelum Mas Bryan masuk kamarku, aku sengaja hanya mengenakan kaos oblong tanpa BH. Malamnya, Mas Bryan SMS lagi. Dia sedang asyik menonton liga Italy di home theatre rumahku. Dalam pesannya, dia minta ditemani nonton bola. Kujawab tidak.
Aku memang tidak senang menonton bola. "KALO BOLA YANG LAIN MAU." pancingku me-reply pesannya. Sebetulnya aku ingin sekali berdua dengannya di malam seperti ini. Tetapi yang menjadi masalah adalah letak home theatre yang di pojok dekat taman persis bersebelahan dengan kamar tidur Mamaku. Kalau ketahuan kan jadi kacau semua.
Kamar Mas Bryan sendiri ada di lantai atas, bersebelahan dengan adikku yang bungsu. Tetapi, kalau nonton TV Mas Bryan lebih senang di bawah. Mbak Cilla sudah tahu kebiasaan suaminya menonton bola di bawah. Kesempatan ini kumanfaatkan sekalian. Tetap lewat sarana SMS, kupancing Mas Bryan masuk kamarku. Gairah seksku sedang memuncak- muncaknya malam itu.
Mungkin karena mau dapat mens. Aku harus berterima kasih banyak pada fasilitas SMS lintas operator ini. Sudah dua minggu lebih, saya dan Mas Bryan saling kirim pesan rahasia. Padahal kami sama-sama berada di rumah. Kalau bicara langsung atau telepon kan beresiko ada yang menguping. SMS benar-benar menghubungkan cintaku padanya.
Pintu kamar terkuak perlahan. Dengan sedikit berjinjit Mas Bryan masuk kamarku. Mengenakan celana pendek dan kasus oblong. Kumis dan cambangnya baru dicukur. Birahiku menggelora melihat wajah Mas Bryan di depanku. Bahunya yang lebar mendatar ditambah dadanya yang bidang membuatku ingin segera menggelayutinya manja. "Blom tidur Yen..?" tanyanya berbasa-basi. Tidak kujawab.
Aku hanya tersenyum manja sambil mengibas rambutku. Malam itu aku memakai baju tidur model 'you can see' dan celana selutut. Agak lama kukibaskan rambutku. Mas Bryan pasti tidak melewatkan kesempatan emas ini. Dengan kaos 'you can see', jelas terlihat olehnya payudaraku yang putih menyembul. Pelukan hangat Mas Bryan langsung menyergap. Memeluk dari belakang, membuat tangannya bebas-puas menggerayangi payudaraku. Sambil mendesis- desis, bibirnya yang seksi mulai melumat leher dan belakang kupingku. Pantas saja Mbak Cilla betah di kamar.
Mas Bryan memang paling jago memanjakan cewek. Permainannya lembut dan halus. Baru kali ini aku merasakan sentuhan-sentuhan seorang lelaki yang membuatku nikmat keenakan. Tidak seperti Joko pacarku, Mas Bryan sangat sabar menelusuri seluruh bagian tubuhku.
Dia begitu menikmati jengkal demi jengkal lekuk tubuhku. Aku sangat menikmati permainan jilatan lidah dan remasan jari-jarinya yang nakal. Kini aku hanya menyisakan celana dalam saja. Pakaian tidur dan BH sudah dicampakannya.
Entah kenapa, Mas Bryan belum juga menjamah bagian paling peka dari tubuhku. Padahal aku sudah sangat mengharapkan jilatan demi jilatan merambah bibir kemaluanku yang sudah mulai membasah. Ternyata, kesabaran Mas Bryan menjelajahi bagian tubuhku berhenti sampai disitu. Tiba-tiba dia mengangkat tubuhku ke tempat tidur. Dengan sedikit tergesa-gesa, dia membaringkan tubuhku di pinggir tempat tidur. Buru-buru dia melepas celana dalamku dan CD- nya. Dengan berlutut di pinggir tempat tidur, Mas Bryan sudah mengeluarkan senjata pamungkasnya.
Sebatang daging keras memanjang sudah mendekati selangkanganku. "Jangan dulu Mas..! " sahutku lirih. Aku kecewa berat. Kenapa sih setiap lelaki selalu ingin cepat- cepat memasukkan batangnya ke lubang kemaluannya wanita. Padahal aku masih butuh foreplay yang lama.
Kenikmatan tidak hanya didapat ketika batang itu ada dalam lubang kemaluan. "Mas sudah ngga tahan, sayang..!" katanya. Batang kokoh berurat itu mulai menekan-nekan. Aku meringis kesakitan. "Ahh.., perlahan dong Mas..!" aku menahan sakit. Seperti tidak mendengar permintaanku, Mas Bryan semakin kencang menekan. Kedua tangannya menyangga tubuhnya di bibir tempat tidur. Sementara kedua lututnya bertekuk di lantai. Gaya seperti ini pernah saya lihat di film biru. Kedua kakiku ditekuknya seperti kecoa kepanasan.
Menurut cerita teman-temanku, posisi inilah yang didambakan setiap wanita. Dalam posisi seperti ini, penetrasi alat vital pria akan maksimal. Sementara kedua tangannya akan bebas meremas payudara si wanita. Tetapi semua itu tidak kuperoleh dari Mas Bryan. Tidak seperti yang kuduga, sudah hampir tiga menit Mas Bryan belum berhasil menembus keperawananku. Puluhan kali dia mendorong batang kemaluannya, aku belum merasakan nikmatnya batangan daging memenuhi rongga vaginaku. Tiba-tiba Mas Bryan berkata, "Mau keluar nih Cilla..!" sambil meringis menahan sakit. Aku tersenyum mendengar ucapannya.
Mas Bryan tidak sadar kalau tubuh yang dihimpitnya adalah tubuhku, adik iparnya, bukan Mbak Cilla istrinya. Dan, "Cret.. cret.. cret.." cairan putih kental menghujam perutku. Aku masih telentang ketika Mas Bryan mengenakan celananya. Tanpa permisi, dia langsung meninggalkanku. Cairan sperma Mas Bryan terasa meleleh ke bawah. Kemudian terhenti dan menggumpal di sela-sela bulu kemaluanku yang lebat. Seperti tidak percaya, aku mengenang kejadian beberapa menit yang lalu.
Bukan tidak percaya pada hal yang kami berdua lakukan, tetapi pada 'kemampuan' Mas Bryan. Mungkin aku terlalu tinggi menghayal dan berharap Mas Bryan sebagai lelaki perkasa, sehingga aku merasa kecewa dalam kenyataannya. Padahal, kalau Mas Bryan tidak terburu-buru, akan kuberikan pertama kali kenikmatan untuknya. Biarlah, Joko pacarku mengambil sisanya, karena memang aku tidak berharap banyak dari Joko. Hubunganku selama ini dengannya lebih karena aku menuruti keinginan Mama saja. Maklum sudah tua, menjanda pula.
Mama ingin, aku Yennita, satu-satunya anak perempuan yang single, berjodohan dengan keponakan Papa almarhum. Paginya aku bangun kesiangan. Seluruh badan terasa pegal, mungkin karena permainan semalam yang tidak tuntas. Kusambar handphone-ku, lagi-lagi SMS dari Mas Bryan. Tidak seperti biasanya, kali ini pesannya agak panjang. Intinya, dia minta maaf atas 'happy ending' yang kurang bagus tadi malam.
Menurut pengakuannya dalam SMS yang berturut-turut, sebelum tubuhku dibawanya ke atas tempat tidur, dia sudah merasa khawatir kalau Mbak Cilla atau Mama mengetahui kejadian itu. Dasar lelaki, Mas Bryan tidak mau melepaskan kesempatan itu begitu saja. Maka yang terjadi adalah dia buru-buru mengarahkan batang kemaluannya ke liang keperawananku. Dia masih sempat menikmati ejakulasi. Sementara aku, hanya dapat pegal dan kecewa saja. Tapi sudahlah. Hari-hari berikutnya, kami masih sering ber-SMS ria. Isinya apalagi kalau bukan saling memancing birahi.
Belajar dari film "Mission Impossible," kami selalu langsung menghapus setiap pesan SMS. Bahkan, kalau sedang tiduran di samping Mbak Cilla pun, Mas Bryan sengaja menyimpan handphone- nya di bawah bantal, agar dering atau vibrasinya tidak terdengar istrinya. Pernah suatu ketika, lewat SMS Mas Bryan memberitahu kalau dia mau 'main' sama Mbak.
Dia menantangku kalau mau mengintip permainan 'bola'-nya. Pintu kamarnya sengaja dibuka sedikit, memberi celah bagiku menikmati permainan seru mereka. Penasaran, kuturuti tantangannya. Dan alamaak, Bryan di atas ranjang memang seperti yang kudambakan selama ini. Kakakku sampai kewalahan mengimbangi irama permainan suaminya.
Dari wajahnya, terlihat mereka lemas kelelahan. Kenikmatan duniawi akhirnya mereka renggut berdua malam itu. Sementara aku hanya dapat menelan ludah. Ada juga lucunya Mas Bryan ini. Masih dengan SMS, dia 'melaporkan' hasil permainan dengan kakakku Cilla. Ternyata isi dalam SMS-nya adalah, "Aku membayangkan tubuh Yennita ketika menindih Mbak Cilla." Gila..! Aku balas SMS itu, "BUKTIKAN DENGANKU MAS, JANGAN HANYA MEMBAYANGKAN." aku mulai memancing dia lagi. TAMAT
sumber dari :http://adultstory21.blogspot.com/2013/01/lewat-sms.html#_
sumber dari :http://adultstory21.blogspot.com/2013/01/lewat-sms.html#_
Subscribe to:
Posts (Atom)

