Jadilah Lelaki Perkasa, Seperkasa Kuda Putih

Wednesday, October 3, 2012

Lagi, Politikus Prancis Dituduh Memperkosa

Mantan menteri yang kini menjadi Wali Kota Prancis dituduh telah melakukan tindakan perkosaan terhadap pekerja wanita di balai kota.


Georges Tron, merupakan mantan Menteri Pelayanan Sipil dituduh telah melakukan pemerkosaan dan kekerasan seksual pada anak buahnya.

Tron (53), ditangkap pada Senin kemarin menyusul tuduhan adanya kekerasan seksual terhadap pekerja wanita di kantornya di Balai Kota Draveil, kantor di mana dia saat ini menjabat menjadi wali kota.

Jaksa Penuntut Marie-Suzanne Le Queau mengatakan, Tron menyangkal memiliki hubungan seksual dengan korban.

Tron dibebaskan dengan jaminan. Ancaman yang dikenakan terhadap tuduhan tersebut dikenakan penjara maksimal selama 20 tahun.

Seperti dilansir AFP, Kamis (23/6/2011), asisten Tron di kantor wali kota, Brigitte Gruel, juga dituduh melakukan pemerkosaan dan kekerasan seksual namun diberikan pembebasan bersyarat.

Dua orang korban yang melaporkan berusia 34 dan 36, dipaksa Tron untuk memijit kakinya pada saat di kantor, hingga akhirnya Tron melakukan kekerasan seksual.

Terkait dengan hal serupa, mantan pimpinan IMF yang juga berasal dari Prancis, Dominique Strauss-Kahn dituduh telah melakukan pemerkosaan pada saat berada di New York.

Tron yang mundur dari pemerintahan pada 29 Mei lalu menduga bahwa para pesaing Khan mencoba untuk mengambil keuntungan dari kasus yang dialami oleh Strauss-Kahn.

Shahrukh Khan Bakal Segera Dioperasi

Artis populer India, Shahrukh Khan, dikabarkan mengalami kerusakan di bagian lutut dan harus segera menjalani operasi. Operasi tersebut direncanakan akan dilakukan pada minggu terakhir bulan July ini di kota Mumbai.

Shah Rukh Khan segera dioperasi


Shah Rukh Khan segera dioperasi

Dr Ali Irani, dokter yang dulu juga pernaha melakukan operasi pada bagian bahu Shahrukh Khan, menjelaskan bahwa, sebagaimana pernah dilaporkan sebelumnya, Shahrukh Khan mengalami kerusakan pada tendon dan ligamen otot lutut. Akibatnya artis yang populer lewat film KUCH KUCH HOTA HAI tersebut harus segera menjalani tindakan khusus agar kondisinya tidak semakin parah.

Namun demikian, Shah Rukh Khan segera dioperasi saat ini, sebagaimana dilansir dari www.apunkachoice.com, berada dalam kondisi sangat baik, karena ditangani oleh dokter spesialis yang sangat ahli menangani masalah otot.

Selain itu, Andrew Leipus, salah satu tim dokter yang juga menangani Shahrukh Khan, mengungkapkan bahwa artis yang kini telah berusia 45 tahun tersebut diharapkan akan segera pulih setelah menjalani rangkaian operasi dan treatment medis yang dilakukan dokter.

Semoga semua berjalan lancar. Get well soon, Shahrukh Khan! Penggemarmu menanti!

Source : Shahrukh Khan Bakal Segera Dioperasi

Bocah 6 tahun Terbang Berjam-Jam dengan Balon udara

Bocah enam tahun terbawa balon helium terbang di langit Colorado, Amerika Serikat. Dia sempat terbang selama berjam-jam seorang diri di ketinggian ribuan kaki sebelum ditemukan selamat.

Sherrif Larimer County James Alderen mengatakan bocah bernama Falcon Heen itu saat ditemukan sudah berada di garasi rumahnya. Balon mendarat selamat sebuah tanah basah.


"Dia berada di sanan sepanjang waktu, sembunyi dalam kotak di loteng garasi," kata Alderen seperti dikutip Reuters, Jumat (16/10/2009).

Kakak tertua Falcon menyatakan dia melihat adiknya memanjat balon hellium berbentu pesawat ruang angkasa dan masuk ke kompartemnnya. Balon tersebut dibuat oleh ilmuwan amatir yang tak lain adalah ayah mereka. Entah mengapa pengait balon itu tiba-tiba terlepas dari rumah di Fort Collins, Colorado, AS.

Insiden ini sempat menggegerkan media Amerika Serikat. Beberapa stasiun televisi bahkan menyiarkan langsung. Pesawat kecil Mylar bahkan sempat merekam balon terbang itu hingga 80 kilometer ke arah utara Colorado selama dua jam. Helikopter milik Pasukan Garda AS juga ikut melakukan pencarian.

Otoritas setempat sempat menyatakan Falcon tidak selamat saat balon ditemukan kosong, tanpa Falcon. Pencarian besar-besaran pun dilakukan. Siapa sangka bocah itu pulang sendiri ke rumah dan bersembunyi di sebuah kotak.

Source :  Bocah 6 tahun Terbang Berjam-Jam dengan Balon udara

Cerita Dewasa Polisi Bajingan Haus Nafsu

Cerita Dewasa Saya pertama kenal Vira ketika melihatnya menjadi model cover di sebuah majalah di Jakarta, kemudian ia juga menjadi bintang sinetron Abad 21. Vira berumur 17 tahun, cantik, kulitnya putih mulus, ramah dan yang paling menarik perhatian orang-orang adalah buah dadanya yang bundar dan padat berisi. Semua orang yang menatap Vira pandangannya akan langsung tertarik ke arah buah dadanya yang membusung. Tidak terlalu besar memang, tapi sangat proporsional dengan tubuh dan wajah Vira.

Saya berkenalan dengannya, pertama melalui surat kemudian bertemu, sesekali menelepon dirinya. Lama-kelamaan kita semakin sering bertemu dan percakapan yang ada semakin menjurus ke hal-hal yang pribadi. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mengajaknya keluar makan malam.

Suatu hari saya memberanikan diri untuk mengajaknya dan ternyata Vira senang sekali mendengar ajakan saya, dan langsung setuju. Saya gelisah sekali menunggu pada saat menjemput Vira di rumahnya.

Setelah pulang kerja dan berganti pakaian saya menjemput Vira, untuk kemudian makan malam di sebuah restoran. Di sana kami bercakap-cakap panjang lebar, setelah itu dilanjutkan sebuah diskotik untuk sedikit menggoyangkan tubuh dan minum. Di tengah-tengah percakapan di diskotik, Vira mengajak saya untuk kembali ke rumahnya dan melanjutkan sisa malam itu di rumahnya. Bagaimana saya bisa menolak tawaran itu?

Sepanjang perjalanan pulang Vira berkata bahwa ia belum pernah mengalami hari yang menyenangkan seperti yang baru ia alami malam itu, dan ia juga berkata, di rumah nanti giliran dirinya yang akan membuat diri saya tidak akan melupakan malam ini.

Saya begitu bergairah dan berhasrat untuk lekas-lekas sampai ke rumah Vira, ketika tanpa sadar saya mengendarai mobil melebihi batas maksimal kecepatan di jalan. Tiba-tiba saya tersadar ketika di sebelah kanan sudah ada mobil Polantas yang berusaha menghentikan mobil saya. Saya meminggirkan mobil di tempat parkir sebuah toko dan menunggu Polantas tadi mendekati mobil kami. Ia bertanya hendak ke mana kami sampai-sampai kami membawa mobil itu melebihi batas kecepatan. Rupanya alasan saya tidak masuk akal sehingga Polantas tadi meminta STNK dan SIM saya.

Setelah melihat surat-surat itu Polantas itu menjengukkan kepalanya ke dalam mobil kami dan lama sekali mengamati Vira yang duduk terdiam. aEsAnda harus meninggalkan mobil Anda di sini dan ikut saya ke kantoraEt, perintah Polantas tadi. Akhirnya sepuluh menit kemudian kami sampai ke sebuah kantor polisi yang terpencil di pinggir kota.

Waktu itu sudah lewat pukul 11 malam, dan dalam kantor polisi itu tidak terdapat siapa pun kecuali seorang Sersan yang bertugas jaga dan Polantas yang membawa kami. Ketika kami masuk, Sersan itu memandangi tubuh Vira dari bawah hingga ke atas, kelihatan sekali ia menyukai Vira. Kami dimasukkan ke dalam sel terpisah, saling berseberangan.

Sepuluh menit kemudian, Polantas yang berumur sekitar 40-an dan berbadan gemuk dan Sersan yang tinggi besar berbadan hitam, dan umurnya kira-kira 45 tahun kembali ke ruang tahanan. Polantas tadi berkata, aEsKalian seharusnya jangan mengemudi sampai melebihi batas kecepatan yang ada. Tapi kita semua bener-benar kagum, soalnya dari semua yang kami tangkap baru kali ini kita dapat orang yang cantik seperti kamu.aEt Sersan tadi menimpali, aEsBetul sekali, dia bener-bener kualitas nomer satu!aEt Saya sangat takut mendengar nada bicara mereka, begitu juga Vira yang terus-menerus ditatap oleh mereka berdua.

Mereka lalu membuka sel Vira dan masuk ke dalam. aEsSekarang denger gadis manis, kalau kamu berkelakuan baik, kita akan lepasin kamu dan pacar kamu itu. Mengerti!aEt Sersan tadi langsung memegangi kedua tangan Vira sementara Polantas menarik kaos yang dikenakan Vira ke atas. Dalam sekejap seluruh pakaian Vira berhasil dilucuti tanpa perlawanan berarti dari Vira yang terus dipegangi oleh Sersan. aEsWow, lihat dadanya.aEt Vira terus meronta-ronta tanpa hasil, sementara Sersan yang tampaknya sudah bosan dengan perlawanan Vira, melemparkan tubuh Vira hingga jatuh telentang ke atas ranjang besi yang ada di sel Vira. Dan dengan cepat diambilnya borgol dan diborgolnya tangan Vira ke rangka di atas kepala Vira.

Kemudian mereka dengan leluasa menggerayangi tubuh Vira. Mereka meremas-remas dan menarik buah dada Vira, kemudian memilin-milin puting susunya sehingga sekarang buah dada Vira mengeras dan puting susunya mengacung ke atas. Kadang mereka mengigit puting susu Vira, sedangkan Vira hanya bisa meronta dan menjerit tak berdaya.

Saya berdiri di dalam sel di seberang Vira tak berdaya untuk menolong Vira yang sedang dikerubuti oleh dua orang itu. Kedua polisi itu lalu melepaskan pakaian mereka dan terlihat jelas kedua batang kemaluan mereka sudah keras dan tegang dan siap untuk memperkosa Vira. Polantas mempunyai batang kemaluan paling tidak sekitar 25 senti, dan Sersan mempunyai batang kemaluan yang lebih besar dan panjang. Vira menjerit-jerit minta agar mereka berhenti, tapi kedua polisi itu tetap mendekatinya.

aEsLebih baik kamu tutup mulut kamu atau kita berdua bisa bikin ini lebih menyakitkan daripada yang kamu kira.aEt kata Polantas.
aEsSekarang mendingan kamu siap-siap buat muasin kita dengan badan kamu yang bagus itu!aEt
aEsDia pasti sempit sekaliaEt, kata Sersan sambil memasukan jari-jarinya ke lubang kemaluan Vira.
Ia menggerakkan jarinya keluar masuk, membuat Vira menggelinjang kesakitan dan berusaha melepaskan diri.
aEsBetul kan, masih sempit sekali.aEt

Kemudian Polantas tadi naik ke atas ranjang di antara kedua kaki Vira. Kemudian mereka membuka kaki Vira lebar-lebar dan Polantas memasukkan batang kemaluannya ke dalam lubang senggama Vira. Vira mengeluarkan jeritan yang keras sekali, ketika perlahan batang kemaluan Polantas membuka bibir kemaluan, dan masuk senti demi senti tanpa berhenti. Kadang ia menarik sedikit batang kemaluannya untuk kemudian didorongnya lebih dalam lagi ke lubang kemaluan Vira.

Sementara itu, Sersan naik dan mendekati wajah Vira, mengelus-elus wajah Vira dengan batang kemaluannya. Mulai dari dahi, pipi kemudian turun ke bibir. Vira menggeleng-gelengkan kepalanya agar tidak bersentuhan dengan batang kemaluan Sersan yang hitam.
aEsAyo dong manis, buka mulut kamuaEt, kata Sersan sambil meletakkan batang kemaluannya di bibir Vira.
aEsKamu belum pernah ngerasain punya polisi kan?aEt Vira tak bergeming.
aEsBuka!aEt bentak Sersan.
aEsBuka mulut kamu, brengsek!aEt Perlahan mulut Vira terbuka sedikit, dan Sersan langsung memasukkan batang kemaluannya ke dalam mulut Vira.

Mulut Vira terbuka hingga sekitar 6 senti agar semua batang kemaluan Sersan bisa masuk ke dalam mulutnya. Batang kemaluan Sersan mulai bergerak keluar masuk di mulut Vira, saya melihat tidak semua batang kemaluan Sersan dapat masuk ke mulut Vira, batang kemaluan Sersan terlalu panjang dan besar untuk bisa masuk seluruhnya dalam mulut Vira. Ketika Sersan menarik batang kemaluannya terlihat ada cairan yang keluar dari batang kemaluannya. Julurin lidah kamu!aEt Vira membuka mulutnya dan mengeluarkan lidahnya. Sersan kemudian memegang batang kemaluannya dan mengusapkan kepala batang kemaluannya ke lidah Vira, membuat cairan kental yang keluar tadi menempel ke lidah Vira.

aEsSan, dia nggak mungkin bisa masukin punya Sersan ke mulutnya, biar saya coba. Gantian!aEt Mereka kemudian bertukar tempat, Sersan sekarang ada di antara kaki Vira dan Polantas berjongkok di dekat wajah Vira. Sersan mulai mendorong batang kemaluannya masuk ke liang senggama Vira. Terlihat sekali dengan susah payah batang kemaluan Sersan yang besar itu membuka bibir kemaluan Vira yang masih sempit. Polantas, mengacungkan batang kemaluannya ke mulut Vira. aEsKamu mungkin nggak bisa masukin punya Sersan ke mulut kamu, tapi kamu musti ngerasain punya saya ini, seluruhnya.aEt Dengan kasar ia mendorong batang kemaluannya masuk ke mulut Vira, sampai akhirnya batang kemaluan itu masuk seluruhnya hingga sekarang testis Polantas berada di wajah Vira. Ia kemudian menarik batang kemaluannya sebentar untuk kemudian didorongnya kembali masuk ke tenggorokan Vira. Setelah lima kali, keluar masuk, Polantas sudah tidak bisa lagi menahan orgasmenya.

aEsSaya keluuarrhh. Aaahhh!aEt Ia tidak menarik batang kemaluannya keluar dari mulut Vira, batang kemaluannya tampak bergetar berejakulasi di tenggorokan Vira, menyemprotkan sperma masuk ke tenggorokannya. Saya mendengar Vira berusaha menjerit, ketika sperma Sersan mengalir masuk ke perutnya. Terlihat sekali Sersan yang sedang mencapai puncak kenikmatan tidak menyadari Vira meronta-ronta berusaha mencari udara.

aEsIyyaaE| yaah! Telleeen semuaa! AaahhhaE| aahhhaE| nikhmaattt!aEt
Ketika selesai ia menarik keluar batang kemaluannya dan Vira langsung megap-megap menghirup udara, dan terbatuk-batuk mengeluarkan sperma yang lengket dan berwarna putih. Vira berusaha meludahkan sperma yang masih ada di mulutnya. Polantas tertawa melihat Vira terbatuk-batuk, aEsKenapa? Nggak suka rasanya? Tenang aja, besok pagi, kamu pasti sudah terbiasa sama itu!aEt

Sementara Sersan yang masih mengerjai kemaluan Vira sekarang malah memegang pinggul Vira dan membalik tubuh Vira. Vira dengan tubuh berkeringat dan sperma yang menempel di wajahnya tersadar apa yang akan dilakukan Sersan pada dirinya, ketika dirasanya batang kemaluan Sersan mulai menempel di lubang anusnya.
aEsJangan Pak, jangan! Ampun Pak, ampun, janganaE|aEt
aEsAaahkk! Jangaaan!aEt
Vira menjerit-jerit ketika kepala batang kemaluan Sersan berhasil memaksa masuk ke liang anusnya. Wajah Vira pucat merasakan sakit yang amat sangat ketika batang kemaluan Sersan mendorong masuk ke liang anusnya yang kecil. Sersan mendengus-dengus berusaha memasukkan batang kemaluannya ke dalam anus Vira. Perlahan, senti demi senti batang kemaluan itu tenggelam masuk ke anus Vira. Vira terus menjerit-jerit minta ampun ketika perlahan batang kemaluan Sersan masuk seluruhnya ke anusnya. Akhirnya ketika seluruh batang kemaluan Sersan masuk, Vira hanya bisa merintih dan mengerang kesakitan merasakan benda besar yang sekarang masuk ke dalam anusnya.

Sersan beristirahat sejenak, sebelum mulai bergerak keluar masuk. Kembali Vira menjerit-jerit. Sersan terus bergerak tanpa belas kasihan. Batang kemaluannya bergerak keluar masuk dengan cepat, membuat testisnya menampar-nampar pantat Vira. Sersan tidak peduli mendengar Vira berteriak kesakitan dan menjerit minta ampun ketika sodomi itu berlangsung. Saya melihat berulang kali batang kemaluan Sersan keluar masuk anus Vira tanpa henti. Akhirnya Sersan mencapai orgasme ia menarik batang kemaluannya dan sperma menyemprot keluar menyembur ke punggung Vira, kemudian menyembur ke pantat Vira dan mengalir turun ke pahanya, dan terakhir Sersan kembali memasukkan batang kemaluannya ke anus Vira lagi dan menyemprotkan sisa-sisa spermanya ke dalam anus Vira. Sersan kemudian melepaskan pegangannya dari pinggul Vira dan berdua dengan Polantas mereka keluar dari sel dan menguncinya. Saya masih dapat mendengar Sersan berkata pada Polantas, aEsPantat paling hebat yang pernah ada. Dia bener-bener sempit!aEt

Dini hari, ketika Vira kelelahan menangis dan merintih, mereka berdua dengan langkah sempoyongan dan dengan botol bir di tangan masuk kembali ke dalam sel Vira. Mereka menendang tubuh Vira agar terbangun dan mereka mulai memperkosanya lagi. Sekarang Polantas menyodomi Vira sementara Sersan berbaring di bawah Vira dan memasukkan batang kemaluannya ke dalam kemaluan Vira. Kemudian mereka berganti posisi. Mereka juga menyiksa Vira dengan memasukkan botol bir ke dalam liang kemaluan dan anusnya sementara batang kemaluan mereka dimasukkan ke mulut Vira. Mereka terus berganti posisi dan Vira terus menerus menjerit dan menjerit hingga akhirnya ia kelelahan dan tak sadarkan diri. Melihat itu polisi-polisi tersebut hanya tertawa terbahak-bahak meninggalkan tubuh Vira yang memar-memar dan belepotan sperma dan bir.

Keesokan paginya, Sersan masuk dan membuka sel kami.
aEsKalian boleh pergi.aEt
Saya membantu Vira mengenakan pakaiannya. Tubuhnya lemah lunglai berbau bir dan sperma-sperma kering masih menempel di tubuhnya. Kami pergi dari kantor polisi itu dan akhirnya sampai ke rumah Vira. Kemudian saya membersihkan tubuh Vira dan menidurkannya. Ketika saya tinggal, saya mendengar ia merintih, aEsJangan Pak, ampun Pak, sakitaE| ampuunnaE| sakiiitaE|aEt.

Tuesday, October 2, 2012

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Adik Sutradara

Cerita Dewasa Akhir 2011 merupakan batas bagiku untuk harus menyelesaikan kuliah pada Fak.Teknik Mesin di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Aku butuh biaya yang tidak sedikit dan umurku telah mencapai hampir 27 tahun. Sehingga hampir segala macam jenis pekerjaan untuk mendapatkan minimal 60% tambahan untuk biaya kuliah, ujian lokal maupun ujian negara kuusahakan semaksimal mungkin karena aku sudah menghentikan pemberian dari orang tuaku, kupikir mereka sudah cukup membiayaiku selama hampir 7 tahun selama aku kuliah.

Bekerja part time antara lain aku ikut dalam pembuatan beberapa film Nasional baik di dalam negeri maupun sampai keluar negeri, mengikuti salah satu sutradara yang cukup terkenal, aku sekaligus merangkap sebagai figuran dan kru film itu sendiri.

Selama mengikuti pembuatan beberapa film di Jakarta, aku sempat berkenalan dengan salah satu pemain wanita yang pada saat itu cukup terkenal dan cukup aduhai baik wajah dan bentuk tubuhnya. Umurnya 38 tahun dengan tinggi kira-kira 164 cm serta berat badan ideal bagi wanita seumurnya, rambutnya panjang dikepang satu, pokoknya amat ideal menurut ukuran favoritku. Dia isteri seorang pengusaha dan merupakan adik dari salah satu sutradara terkenal di Jakarta untuk film-film action di saat itu dimana aku ikut bekerja. Oleh karenanya itu Mbak Evie (demikian kami menyapanya) sering menjadi pemeran pembantu dihampir semua produksi film yang kuikuti tersebut. Raut serta kelengkapan wajahnya, kehalusan dan warna kulitnya kalau boleh aku bandingkan dengan bintang sinetron masa kini mirip sekali dengan Vonny Cornelya.

Aku sendiri pada saat itu masih muda, wajahku lumayan dengan kumis hitam yang lebat, didukung dengan tinggi badan 173 cm, berat 68 kg, postur tubuhku cukup bagus yang kujaga berkat hasil olahraga keras seperti pencak silat tradisionil selama masa kuliah serta aku mempunyai sikap kebiasaan yang cukup sabar, penuh perhatian terhadap segala sesuatu yang menarik perhatianku juga kepada hal-hal yang baru khususnya dibidang fotografi dan perfilman disertai bicara apa adanya kadang seenaknya tapi tetap menjaga sopan santun khususnya kepada yang lebih tua. Ini menjadi modal utama bagiku yang pada saat itu sehingga aku amat dekat dengan Mas Mahesa Jenar (Sang Sutradara). Kedekatannya denganku membuat para figuran ingin bersahabat denganku terutama wanita-wanita muda yang cantik dan berharap untuk bisa tampil pada setiap adegan dalam setiap film yang dibuat oleh Mas Echa (kru film menyapanya dengan panggilan ini).

Perkenalanku dengan Mbak Evie berlanjut secara tidak sengaja terjadi pada saat aku bersama kru film yang lain sedang mengambil shooting bertempat di lokasi Cibodas dimana aku sudah beranjak naik dari figuran kemudian dipercaya oleh Mas Echa untuk menjadi juru foto atau aE~Still PhotoaE? menurut istilah perfilman (aku mempunyai hobby fotografi sampai dengan saat ini) dan akhirnya aku dipercaya sebagai asisten Mas Echa. Bekerja dengan Mas Echa, seorang sutradara yang amat baik tetapi tegas dalam memberikan kesempatan kepada setiap anggota kru film dibawah pimpinannya untuk berkembang sehingga hampir semua pekerjaan yang menyangkut pembuatan film kukuasai (kita bekerja dengan system kekeluargaan yang erat). Secara kebetulan aku juga memiliki sedikit keahlian untuk mengurut/memijat badan/anggota tubuh yang kupelajari seiring dengan kegiatan bela diri tradisionil yang telah kusebut di atas dan akhirnya para kru tahu bahwa mereka punya aE~tukang urutaE? untuk relaks setelah menjalankan kegiatan sehari-hari. Inilah awal aku jadi lebih akrab dengan Mbak Evie yang manis dan menggairahkan dengan umurnya 38 tahun dan sudah mempunyai anak 2 puteri yang cantik-cantik, Cempaka yang sulung kelas 1 SMA dan Melati yang bungsu kelas 2 SMP.

Beberapa kali seperti biasanya apabila setelah kegiatan shooting selesai pada malam hari kami berkumpul bersama sutradara dan beberapa kru film yang telah menjadi akrab seperti saudara sendiri serta juga Mbak Evie berada diantara kami. Dan pada suatu saat kami sedang melakukan shooting film di sebuah villa di Cibodas.

aEsDhitya, katanya jari-jari kamu pandai melemaskan otot yang kaku, coba sekarang buktikan sama Mbak kalau kamu memang benar-benar ahli.aEt kata Mbak Evie pada suatu malam disaat aE~breakaE? sehabis shooting kami berkumpul di villa Cibodas di ruang tengah yang mana hadir juga beberapa kru dan Mbak Ranti yang merupakan isteri Mas Echa, orangnya lembut dan amat baik hati, seperti biasanya sebagian kru termasuk aku duduk di lantai yang dilapisi karpet tebal.
aEsIya Dhit, aku juga mau diurut badanku terutama bagian belakang dan pinggangku rasanya pegal sekali, aku sudah hampir 2 malam berturut-turut tidurku nggak nyenyak,aEt sambung Mas Echa yang langsung rebah telungkup di bawah dekat aku duduk bersimpuh.
aEsMas, kasihan Dhitya dong, jangan lama-lama yaa. Dia kan perlu istirahat juga.aEt Mbak Ranti langsung memotong kata-kata suaminya, aku tersenyum dan maklum bahwa Mbak Ranti sangat sayang kepadaku dan dia menganggapku sebagai adiknya sendiri karena aku sudah agak lama mengikuti kru film Mas Echa dan selalu membantu apa yang diperintah mereka berdua diluar kerja film, bahkan beberapa kali Mbak Ranti memberiku uang untuk tambahan biaya kuliah dan ujian, pernah juga dia menemuiku tertidur di atas meja di kamar editing film Mas Echa, di rumahnya karena saking lelahnya bekerja, dia mengambil selimut dan menutupi tubuhku agar tidak kedinginan karena editing room harus selalu dalam keadaan sejuk dengan suhu maksimal 15 derajat Celsius.

Kembali pada keadaan di villa Cibodas malam itu, Mas Echa seperti tidak peduli dengan ucapan isterinya tadi seperti yang kuceritakan di atas, dia dengan wajah yang gagah, kelaki-lakian atau HE-MAN menurut istilah perfilman serta tubuhnya tinggi besar sudah tegeletak telungkup di hadapanku dengan dada telanjang. Aku pun langsung action mengurut Mas Echa sambil melirik dan berkata kepada Mbak Evie, aEsSebentar yaa Mbak, aku selesaikan Mas Echa setelah itu aku akan mengurut Mbak.aEt
aEsBenar lho, kamu mau mengurutku, awas kalau kamu bohong,aEt jawabnya dengan senyum yang manis dan rasanya ada sesuatu luar biasa.

Seperti biasanya Mas Echa kalau sudah kena tanganku mengurutnya dalam tempo 15 menit langsung terdengar dengkurnya yang khas, kulihat Mbak Ranti yang masih asyik mengobrol dengan Mbak Evie menggeleng-gelengkan kepalanya dan bangkit dari kursi lalu meninggalkan kami menuju kamar tidur sambil berkata, aEsVie, aku tidur duluan ya, Mas-mu itu kalau sudah diurut lupa sama semuanya, dan ini selimutnya ya Dhit, untuk kamu sama Mas Echa.aEt
Memang salah satu kebiasaanku dan Mas Echa kalau shooting di luar kota terutama di daerah pegunungan kami selalu tidur di ruang tengah villa, jadi selimut selalu disiapkan oleh Mbak Ranti.

Sementara teman-teman yang lain satu persatu meninggalkan ruang tengah untuk langsung istirahat tidur karena biasanya pagi-pagi sebelum matahari terbit kegiatan shooting sudah mulai kembali.Tinggal kami bertiga, Mas Echa yang sudah tertidur dengan dengkurnya yang khas, Mbak Evie yang dengan penuh perhatian memandang ke arah tanganku yang bergerak dengan pasti dan lentur mengurut punggung serta pinggang Mas Echa dan aku sendiri aE?si tukang urutaE?.

Kutengok ke arah Mbak Evie yang sedang melamun. Aduh mak! manisnya ini wanita dengan dadanya yang montok, padahal anaknya sudah 2 dan tubuhnya masih padat dan montok itu.

Sudah 20 menit aku mengurut Mas Echa dan kelihatannya dia sudah terbang ke alam mimpi.
aEsBagaimana Mbak Evie, jadi nggak dikerjain badannya?aEt sapaku enteng acuh tak acuh sambil tersenyum.
aEsJadi dong, memangnya aku mau nungguin kamu dengan percuma tanpa hasil?aEt jawabnya tertawa halus dan renyah terdengar olehku.
aEsTapi aku nggak mau di sini, ayo kita ke kamarku,aEt katanya lagi setengah berbisik, aku terkejut dan jadi bertanya-tanya dalam hati, dia ini serius ya?.
aEsMbak, nggak enak dong sama Mas Echa dan Mbak Ranti nantinya kalau mereka tahu kita berdua di dalam kamar aku mengurut Mbak,aEt jawabku pelan dan agak ragu.
aEsAlaahh, nggak pa-pa kok, mereka kan sudah pada tidur, ayo cepetan aku juga sudah mulai ngantuk nih.aEt tukasnya dengan kerlingan mata yang penuh arti.

Nah lho, aku berpikir sejenak, ini adalah kesempatanku berdua dengan Mbak Evie yang dari sejak pertemuan pertama aku sudah membayangkan bagaimana bentuk tubuhnya yang indah kalau tanpa sehelai benang melekat di tubuhnya, tapi aku masih ragu-ragu soalnya dia kan adiknya Mas Echa dan sementara itu banyak orang di sekitar kami meskipun semua sudah pada tidur di kamarnya masing-masing. Kuselimuti Mas Echa yang sudah mendengkur seperti suara gergaji pemotong balok kayu itu. Kulihat Mbak Evie sudah naik dan masuk ke kamarnya yang terletak di bagian atas villa yang disewa itu dan perlahan-lahan aku mengikuti dari belakang.

aEsSebentar ya Dhit aku ganti baju,aEt katanya, dia masuk ke kamar mandi, beberapa saat kemudian dia keluar mengenakan celana olahraga yang amat pendek sehingga pahanya yang putih mulus terlihat dengan indah dan dia mengenakan kaos T-Shirt yang membuatku tertegun sejenak menelan ludah karena buah dadanya yang ternyata besar dan masih mencuat padat, terlihat membekas putingnya pada T-Shirt tersebut karena dia tidak memakai BH. Aku pura-pura tidak memperhatikannya.
aEsTerus posisi tidurku harus bagaimana Dhit?aEt tanyanya terlihat seolah-olah masa bodoh dengan penampilannya yang menggairahkan itu.
aEsYa terserah Mbak, mungkin sebaiknya tengkurap dahulu supaya saya bisa mulai mengurut dari kaki Mbak.aEt jawabku agak bingung menghadapi tubuh indah dan menggemaskan itu.
Tanpa banyak bicara Mbak Evie langsung tidur tertelungkup di atas tempat tidur jenis single bed di depanku. Aduh Mak! mimpi apa aku ini ada tubuh montok di hadapanku.

Aku masih tertegun melihat sepasang betis dan paha yang putih mulus di depanku.
aEsAyo dong mulai, kok jadi ngelamun.. hayo mikir apa, mikir yang bukan-bukan yaa..aEt tegurnya halus sambil menoleh ke arahku sambil tersenyum penuh arti, aku tersadar sejenak.
aEsOh.. eh maaf Mbak, aku juga heran kok aku jadi bengong melihat betis dan paha Mbak yang mulus ini. Mbak pasti rajin ikut body language ya, pasti nih rajin senam ya Mbak,aEt jawabku seenaknya tanpa sadar, mungkin aku juga mulai ngawur.
aEsAh kamu, dasar laki-laki.. semua sama saja nggak bisa lihat barang mulus, pasti nafsu deh.aEt juga jawabnya sekenanya.
aEsMaaf ya Mbak, aku mulai yaa..aEt kataku sambil mulai memijat telapak kakinya, kemudian naik ke arah betis yang bagaikan padi bunting terus ke bagian paha dengan keahlian gerakan jari-jariku dengan lentur.

Beberapa saat kemudian terdengar keluhannya halus, aEsOh.. Dhit, kamu kok pintar sih mijat, Mbak belum pernah merasakan pijatan seperti ini,aEt katanya lembut, aku juga merasakan gerakan tubuhnya yang mulai seperti terangsang oleh gerakan jari-jariku pada bagian belakang betis, paha serta pantatnya, pinggulnya yang terasa olehku masih padat dan gempal.

Aku memiliki sedikit pengetahuan dalam hal urut-mengurut bagian tubuh wanita maupun pria sejak masa SMA dari seorang ahli massage olahraga dan menurutnya ada daerah yang amat sensitif di atas pantat sedikit dan di bagian bawah pinggang apabila terkena pijatan atau tekanan jari yang tepat dapat menimbulkan nafsu birahi yang tinggi, dan aku mencoba melakukan hal tersebut pada tubuh Mbak Evie, ternyata aku melihat satu hasil nyata, gerakan nikmat darinya disertai nafasnya yang mulai tidak teratur akibat pijatanku tersebut.

aEsAaaahhh.. kamu kok mijetnya tambah enak siiihh Dhit?aEt keluhnya lagi.
aEsMbak.. nikmati saja dulu, komentar belakangan deh.aEt jawabku acuh tak acuh, padahal aku sendiri mulai payah rasanya dan horny dengan desahan-desahannya serta erangannya yang menggemaskan.
Tidak berapa lama kemudian, dia menggeliat dan sekonyong-konyong Mbak Evie membalikkan badannya sehingga tanganku secara tidak sengaja menyentuh perutnya yang putih akibat tersingkapnya T-shirt yang agak kebesaran dengan gerakan badan yang tiba-tiba itu, tangannya serta merta memegang serta menarik tanganku dan ditempelkan ke dadanya yang besar dan membusung itu. Aku sempat tercengang sebentar, lalu dengan refleks aku menggenggam kedua bukit indah itu, lembut.aEtOhhhh.. Dhitya, pijet susu Mbak yang enak yaa..aEt keluhnya penuh nikmat.

Tanpa diminta dua kali aku langsung meremas lembut kedua susunya yang besar dan masih agak kenyal itu dengan kenikmatan luar biasa, terus kuremas sambil mengangkat kaos T-Shirtnya sehingga akhirnya aku dapat melihat bukit indah itu dengan jelas, bukan main putih, besar dengan puting berwarna coklat muda dan menggemaskan. Secara perlahan-lahan kuciumi, dan aku sudah tidak peduli lagi dengan desahan-desahan dan erangan-erangan Mbak Evie yang menikmati permainan jariku serta lidahku yang menjilat serta menghisap kedua susunya dengan puting berwarna coklat muda. Aku rasanya persis seperti bayi minum ASI. Penisku mulai berontak di balik celanaku, tapi aku masih asyik dengan permainan susu Mbak Evie yang memang benar-benar impianku untuk memeluk serta menghisapnya sepuas-puasnya.

aEsOoohh.. Dhiitt.. kamu pinter sekali Dhiiit, terus isep susuku Dhiiit..aEt keluh kesahnya tertahan kenikmatan.
Aku pun mulai dengan kegilaanku, kukecup, kuhisap bergantian kedua puting berwarna coklat muda yang mengeras sebesar biji buah kelengkeng itu dengan kenikmatan yang luar biasa sambil meremas-remas lembut. Gerilya mulutku terus turun ke arah perutnya yang agak berkerut, maklum sudah melahirkan 2 anak tapi masih cukup mulus bagiku, terus turun dan tanganku membuka celana pendeknya sekaligus CD-nya yang berwarna hitam tipis berenda itu. Mbak Evie juga mengangkat pantatnya guna memudahkan aku melepas celananya. Tanganku kembali meremas susunya yang besar, kenyal dan masih padat itu dengan gemasnya, sementara lidahku bergerilya pada ujung vagina Mbak Evie yang ditumbuhi bulu-bulu lebat hitam keriting itu, kujilat lembut sambil mengecup perlahan. Tangan kanannya meremas kepalaku sambil menekan ke arah vaginanya yang basah berlendir bening terasa agak asin di lidahku, sementara tangan kirinya terasa membantuku meremas susunya sambil mendengus tertahan menahan rasa nikmat permainan bibir dan lidahku di vaginanya.

Kuangkat serta kubuka pahanya yang putih mulus itu, terlihatlah dengan jelas dan menggairahkan lubang kenikmatan bagi pria itu berwarna merah muda dan basah oleh cairan yang telah kujilat dan kutelan dengan penuh kenikmatan. Sekali lagi kukecup dan kujilat kedua bibir indah itu dan kugigit kecil klitorisnya yang mungil tapi bukan main menggemaskan. aEsDhityaaa.. ooohhh.. mmmfff!aEt dia mengerang halus mungkin karena sadar bahwa di ruang tengah ada Mas Echa dan di kamar bawah ada Mbak Ranti, tiba-tiba dia menekankan kepalaku ke vaginanya sehingga aku agak gelagapan untuk bernafas disertai jepitan kedua pahanya di kiri kanan kepalaku, terasa cairan hangat kental melumuri lidahku, bibirku, hidungku. Wooow, dia mencapai orgasme. Terdengar sayup-sayup jeritan tertahan keluar dari mulut Mbak Evie, aEsAduuuh.. Dhiiit, kamuuuu.. ngggmmm.. gilaaa.. ooohhh..aEt

Beberapa saat terasa jepitan kedua pahanya masih terasa kuat dan perlahan-lahan mengendur dan akhirnya aku dapat bernafas dengan lega setelah Mbak Evie melepaskan jepitan pahanya di kepalaku serta melepaskan tekanan tangannya di kepalaku dari vaginanya yang nikmat. Mulutku penuh dengan cairan hangat kental dan agak asin itu, tanpa berpikir panjang langsung kutelan karena aku tahu bahwa cairan itu intisari dari makanan yang penuh gizi, sementara tanganku membenarkan penisku yang terjepit CD-ku sendiri supaya agak bebas dari ketegangan yang baru saja terjadi.

aEsOoohhh.. Dhitya, kamu nakal deh, tapi pinter..aEt bisiknya sambil tersenyum, kulihat dia dari arah pangkal paha yang putih mulus itu.
aEsMbak.. Mbak sendiri yang buat gara-gara, jadi aku nggak tahan untuk itu,aEt jawabku perlahan sambil menghela nafas dan antara sadar dan tidak menikmati apa yang baru saja terjadi, tapi agak takut kedengaran orang lain.
aEsDhiiit.. sini dong sayaaang..aEt kata Mbak Evie sambil mengulurkan kedua tangannya, kusambut tangannya dan dia menarikku dan mengecup bibirku serta menciumi seluruh wajahku yang masih basah dengan sisa-sisa air kenikmatan yang keluar dari vaginanya itu seolah tidak dirasakannya sama sekali.
aEsKamu telah memberikan kepuasan pada Mbak malam ini, Mbak nggak sangka kamu hebat dengan permainan oral seks kamu.aEt sambil membelai wajahku dengan lembut. Edan! aku sendiri jadi sadar sekarang bahwa aku baru saja mengalami permainan oral seks dengan wanita yang selama ini menjadi impianku untuk bermain cinta.

aEsMas Iwan nggak pernah berbuat seperti apa yang kamu lakukan tadi, aahhh..aEt keluhnya lagi, Mas Irawan/Iwan adalah suaminya. Sementara aku berkeringat dingin menahan nafsu seksku yang kian memuncak melihat pemandangan di depanku ini, tubuh indah setengah telanjang dari dada ke bawah terbuka tanpa sehelai benang menempel tapi aku sendiri tidak berani untuk mencoba-coba yang aneh-aneh sampai tangan Mbak Evie menyusup ke dalam celanaku dan menyentuh serta meremas penisku yang sudah tegang sejak aku melakukan oral seks terhadapnya.

aEsAduuuh.. panjang amat burungmu ini Dhit, berapah sih ukurannya?aEt tanyanya berbisik manja.
aEs16 cm Mbak.. tapi jangan sekarang, Mbak.. aku takut nanti Mas Echa atau Mbak Ranti bangun gara-gara ini.. mati aku nanti, Mbak..aEt kataku berbisik dan was-was penuh kekawatiran tapi juga kepingin karena memang benar aku sudah seperti keluarga sendiri bagi Mas Echa dan Mbak Ranti, kalau aku tertangkap basah bercinta dengan adiknya, habis, tamat, the end riwayatku.
aEsAh.. nggak pa-pa Dhit, kamar ini kan di atas dan terpisah agak jauh dari kamar Mas Echa dan mereka sudah pada mimpi.. siniii jangan jauh-jauh tidurannya.aEt jawabnya lagi merayuku sambil tetap meremas lembut penisku dan menarik tubuhku supaya tetap menempel dengan tubuhnya. Aduh Mak, meskipun aku amat bernafsu, aku masih ragu-ragu. aEsTeruskan Dhit, kau memang bodoh kalau membuang kesempatan emas yang sudah kamu tunggu-tunggu,aEt kata hatiku.

Tertegun sejenak, aku kembali sadar dengan remasan tangan di penisku dan kecupan bibir sensual Mbak Evie di pipiku, terus bergeser ke mataku, akhirnya bibir kami berpagut penuh nafsu birahi yang tinggi, tanganku kembali mengusap serta meremas lembut susunya serta puting Mbak Evie yang menggemaskan itu, sementara Mbak Evie juga tidak ingin kalah agresif menggerakkan tangannya naik turun pada penisku yang masih di dalam celana jeans-ku.

aEsDhitya, buka celanamu sayang, aku jadi gemas banget dan biar tanganku bebas mengelus burungmu ini,aEt katanya lagi.
Sejenak permainan tanganku terhenti sejenak, aku bangun dan melepaskan celanaku juga baju serta sweater yang kupakai untuk menahan dinginnya malam di Cibodas. Kulihat Mbak Evie juga serta merta melepas T-Shirt yang dipakainya dan tampaklah tubuh perempuan 38 tahun, masih mulus dengan kedua susunya yang besar (akhirnya kuketahui ukurannya 38A, wooow!), putih mulus dihiasi dengan puting coklat muda. Aku berbalik dan menghadapnya dengan tubuh yang sudah tanpa sehelai benang dan penisku tegak bak meriam si Jagur yang terpampang di Stadhuis stasiun Kota meskipun udara Cibodas cukup dingin menggigit kulit. Mbak Evie tertegun kaget sambil menutup mulutnya yang sensual pada saat dia melihat ke arah penisku yang tegak di hadapannya, kuraih tangannya menyentuh penisku sambil kugenggamkan, dia menurut sambil memandangku kagum.
aEsOooh Dhitya, panjang amat.. bohong kalau kamu bilang 16 cm,aEt katanya sambil meremas lembut serta mulai menggerakkan maju mundur.

Aku sudah tidak sanggup berkata apa-apa lagi tetapi masih bisa berpikir sambil mendekati serta naik ke tempat tidur. Kami sudah duduk berhadapan saling berpandangan, sejenak aku berpikir, aEsInilah kesempatanku untuk menikmati tubuh montok Mbak Evie yang sudah sejak perkenalan pertama yang kuimpi-impikan, meskipun sudah dalam keadaan telanjang bulat itu aku masih takut kalau-kalau Mas Echa atau Mbak Ranti terbangun dan mencariku atau Mbak Evie dan kami tidak berada di ruang tengah dan mendapati kami sedang berbugil ria di kamar Mbak Evie maka seperti yang aku katakan di atas, aEsI AM DEAD!aEt

Akan tetapi di depanku sudah tersedia yang kuinginkan selama ini, tunggu apa lagi. Kusentuh dan kuremas susu yang besar putih dan montok itu dengan sebelah tangan, sambil merebahkan diri Mbak Evie masih tetap memegang penisku dan aku menarik selimut dan menutupi badan kami berdua agar tetap hangat. Tanganku bergerilya di balik selimut tebal, memilin puting susunya yang coklat muda terus turun ke arah vaginanya yang mulai membasah lagi sementara bibir kami saling berpagutan dan permainan lidah Mbak Evie yang jelas lebih berpengalaman dariku, membuatku tersengal-sengal.

aEsDhiiittt.. masukin ya sayang, aku nggak tahan lagi..aEt desahnya dan terasa dia membuka pahanya serta merta mengarahkan penisku yang tegang dengan tangannya menyentuh klitorisnya dan agak memaksa ditekan memasuki lubang vaginanya yang terasa pas-pasan bagiku, mungkin juga Mbak Evie rajin senam body language, maklum sudah 2 kepala bayi keluar lewat lubang tersebut tetapi itu vagina masih lumayan sempit.

Bukan main, aku merasakan nikmat luar biasa kehangatan dinding vagina Mbak Evie serta kejutan-kejutan kecil mulai dari kepala hingga pangkal penisku yang masuk tertelan habis ke dalam lubang kenikmatan itu.

aEsOoohhh.. Dhitya, kamu lain rasanya sama Mas Iwan..aEt desahnya penuh nikmat, sedangkan aku sudah tidak bisa berbicara apa-apa karena merasakan kenikmatan seperti yang kukatakan di atas sambil memejamkan mataku.
aEsMbaaak.. mmmff, enak Mbaakkk..aEt desahku berbisik di kuping kirinya, kemudian dengan lembut karena aku tidak ingin cepat-cepat kehilangan nikmat dunia ini berlalu dengan segera kukecup keningnya, matanya yang terpejam manis, hidungnya yang mirip hidung Vonny Cornellya itu (agak mancung dan bangir) berakhir di bibirnya yang sensual, kukecup sambil mempermainkan lidah, kupagut habis-habisan sementara dia pun memeluk leher serta kepalaku sambil mendesah-desah kecil.

Aku mulai gerakan turun naik pinggul serta pantatku, reaksi Mbak Evie juga demikian, dia menggerakkan pinggulnya dengan perlahan, makin cepat.. makin cepat, aku merasakan denyut-denyut kecil di kepala penisku. Woooww.. aku hampir orgasme, aku mencoba menahan klimaks yang akan terjadi dengan segera kulepaskan bibir sensual itu dan kukecup, kuhisap serta kujilati bergantian kedua susunya yang besar dan montok itu, rupanya itu merupakan bagian sensitif kedua setelah vaginanya, dia menjerit kecil dan segera kututup dengan tanganku agar tidak keterusan yang dapat berakibatkan, aEsI AM DEAD.aEt

aEsDhiiit.. ooohh, teruuuss Dhiiitt..aEt suaranya berbisik terdengar setelah aku melepaskan dekapan tanganku dari mulutnya yang mungil itu sementara aku masih dengan kegilaan yang menjadi-jadi mengisap, menjilati serta menggigit-gigit kecil kedua susu beserta putingnya yang indah itu.Gerakan pinggulku serta pantatku makin cepat.. makin cepat.. makin cepat naik.. turun.. naik.. turun.. naik.. turun yang diikuti oleh gerakan pinggul Mbak Evie yang juga makin hot dan menggila itu.

aEsMbaaakk.. akuuu.. nggaaak tahaaannn..aEt aku mengerang tertahan agar tidak berteriak keras.Badanku mengejang dan beberapa saat paha mulus Mbak Evie menjepit pinggangku dengan kuat serta pagutannya pada bibirku diikuti dengan permainan lidahnya yang hebat dan dia melepaskan pagutannya disertai, aEsAduuuhh.. teruuus Dhiiit, akuu mauu.. mmmff..aEt dia memelukku dengan keras dan, aEsCrettt!aEt meledaklah segala yang ada di dalam diri kami dengan menyemburnya spermaku ke dalam vagina Mbak Evie yang disertai orgasmenya sendiri, terasa dengan makin basah dan hangatnya penisku sambil berdenyut aE~terurutaE? oleh otot-otot vagina Mbak Evie. Kami berpelukan dengan erat di balik selimut tebal yang menutupi hangat tubuh kami, beberapa saat kami lupa diri.. di mana.. sedang apa.. siapa yang ada di sekitar kami, LUPA, LUPA, LUPA!

Kulepaskan pelukanku atas tubuh Mbak Evie yang montok itu sambil memandangnya, terlihat matanya yang indah itu tertutup sedikit dan perlahan dia membuka kembali matanya sambil menatapku sayu.
aEsOohhh.. Dhitya, hari ini kamu memang hebat! selama hampir 17 tahun aku kimpoi baru hari ini aku merasakan kenikmatan orgasme yang enaaak..aEt katanya sambil tersenyum puas sambil mengusap kedua belah pipiku.
aEsMbak.. aku juga mau jujur sama Mbak, sebenarnya aku juga ingin begini sama Mbak sejak pertemuan pertama di rumah Mas Echa beberapa bulan yang lalu, tapi.. yah aku ini apalah.. hanya pembantu kru filmnya Mas Echa dan..aEt belum sempat aku meneruskan kata-kataku tangan wanita berumur 38 tahun itu yang halus menutup mulutku dengan lembut.
aEsMbak sudah tahu dan merasakannya Dhit, aku juga sebenarnya senang sama kamu sejak awal kita bertemu dan Mbak Ranti sudah banyak menceritakan tentang kamu, jadi aku kasihan, yaa senang, yah.. akhirnya ya begini jadinya, tapi aku puas lho.aEt katanya lagi sambil mengecup bibirku.
aEsMbak.. sudah jam berapa ini, besok masih ada shooting, jadi kita stop dulu yaa..aEt aku mengingatkan dia. Mbak Evie mengangguk dan kami saling melepaskan diri, bangun menuju kamar mandi sambil berjingkat-jingkat agar tidak menimbulkan suara-suara yang mencurigakan para kru yang lain yang kebetulan beberapa diantara mereka tidur di villa yang sama dengan kami. Dengan gaya seperti maling aku melangkah kembali ke ruang tengah, kulihat Mas Echa masih tergeletak mendengkur dengan keras di atas lantai yang dilapisi karpet yang cukup tebal dan aku naik ke atas sofa, menarik selimut dan memejamkan mata sambil kembali melamunkan tentang apa yang baru saja terjadi antara aku dengan Mbak Evie yang cantik dan montok itu.

Sejak kejadian di villa Cibodas itu, Mbak Evie dan aku sering bertemu di rumah Mas Echa atau aku suka diajak ke rumahnya, bertemu dan berkenalan dengan Mas Irawan suaminya yang hobinya bermain golf (olahraga kaum executive yang sukses), cukup gagah Mas Irawan menurutku, pada awalnya aku tidak mengerti mengapa Mbak Evie agak acuh terhadap suaminya kalau kebetulan aku berkunjung ke rumahnya dan ada Mas Irawan. Hubunganku dengan anak-anak mereka cukup baik, bahkan mereka merasa senang dengan kehadiran aEsMas DhityaaEt yang sering membantu membuat PR juga dalam menjaga hubungan baik itu aku sering diminta tolong oleh Mas Iwan untuk mengantar putri sulungnya Cempaka juga adiknya Melati untuk pergi ke supermarket atau ke restaurant atau ke toko buku baik bersama Mbak Evie ataupun tidak.

Lama kelamaan aku tahu juga dari para kru filmnya Mas Echa bahwa ternyata Mas Irawan punya simpanan kekasih gelap atau WIL (wanita idaman lain), akibatnya Mbak Evie pernah memergoki suaminya berkencan dengan WIL-nya itu melakukan balas dendam yaitu ikut main film bersama kakaknya dan bercinta denganku yang jelas tanpa diketahui oleh keluarganya meskipun beberapa teman kru film sepertinya mencium hubunganku dengan Mbak Evie ada aE?sesuatu yang istimewaaE?.

Beberapa kali kami bercinta di rumah Mbak Evie pada saat anak-anak sedang sekolah ataupun di hotel dan aku baru mengetahui bahwa sejak 1 tahun terakhir Mbak Evie sangat jarang bercinta dengan Mas Iwan sehingga aku bisa mengerti kalau kami bercinta di rumahnya ataupun di hotel serta di lokasi shooting film di luar kota di mana kami menginap 3-4 hari dia berlaku seperti kekasihku dengan manja dan kadang-kadang bersikap garang ingin dipuaskan keinginan seksualnya yang menggebu-gebu dan meletup-letup karena dendam juga haus sentuhan laki-laki, aku pun senang melayaninya, yah.. laki-laki mana tidak akan gandrung melihat perawakan Mbak Evie yang menggemaskan itu tapi akan berpikir 2 kali untuk mencoba untuk menggodanya begitu tahu siapa kakaknya, sedangkan aku hanya sekedar aE~tukang urutaE? yang kebetulan bernasib baik dipercaya oleh Mas Echa untuk ikut kerja bersamanya dan bisa aEsnempelaEt dengan Mbak Evi yang cantik itu. Sementara aku tetap bersikap biasa dan patuh seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu yang istimewa diantara kami sebagaimana biasanya aturan kru film kepada Mas Echa, Mbak Ranti dan juga Mbak Evie bila bertemu dalam kegiatan shooting film.

Monday, October 1, 2012

Ramai-ramai Perpanjang Organ Intim di Kuba

Demi menunjang performa seksual mereka, banyak pria muda Kuba melakukan operasi memperbesar organ intim mereka. Tak jarang, mereka menggunakan jalur pembiayaan kesehatan publik.

Seorang seksolog Kuba, Ramiro Fragas, menyarankan agar pria yang bermaksud meningkatkan performa seksual mereka tidak menggunakan dana perawatan gratis dari negara. Bentuk umum meningkatkan performa seks pria muda ini adalah memperpanjang ukuran organ vital mereka.

"Tidak perlu alat vital yang panjang untuk memuaskan seorang wanita. Karena wanita memiliki banyak area erotis yang bisa distimulasi," kata Fragas yang juga seorang pakar di Departemen Kesehatan Masyarakat Kuba.


Kepada harian Kuba Juventud Rebelde, permintaan memanjangkan alat vital para pemuda Kuba belakangan meningkat signifikan. Meskipun operasi tersebut bebas biaya, sebelum menjalani operasi, pasien memerlukan persetujuan dari tim dokter.

Fragas juga menyatakan, ukuran panjang penis pria Kuba rata-rata 11-15 cm, sama dengan ukuran rata-rata organ vital pria di dunia. Fragas memeringatkan pengobatan ini tak banyak memberi perubahan pada fisik alat vital. "Paling-paling, panjangnya hanya bertambah satu atau dua sentimeter," katanya.

Pemerintah Kuba menerima puluhan permintaan operasi pertambahan alat vital. Sejauh ini, para dokter telah melakukan operasi perbesaran penis pada 20 pasien pria yang lahir cacat atau dengan masalah medis lainnya.

"Harga diri dan pengetahuan adalah cara terbaik untuk memerangi kecemasan ketika memiliki penis kecil", Fragas menyimpulkan seperti dikutip dari Huffington Post.

Source :  Perpanjang Organ Intim

Cerita Dewasa Sex Ekspress

Cerita Dewasa Namaku Joko.Aku adalah seorang manajer di sebuah perusahaan swasta di Jakarta.Walaupun aku sudah lama bekerja tetapi aku masih melajang.Kisah ini diawali saat aku bertemu seorang mahasiswi yang sedang magang di kantorku.Mahasiswi tersebut bernama Erika.Aku tidak begitu tahu kuliah apa yang ia ambil,tetapi ia bekerja sebagai sekretaris di kantorku.

Adapun Erika adalah gadis yang sangat manis,berkulit putih layaknya wanita keturunan Chinese,memiliki tubuh langsing bak gitar,rambutnya berwarna hitam kecoklatan dgn panjang sebahu,dan raut wajahnya mirip-mirip Dian Sastrowardoyo.Penampilan Erika sangat menarik perhatian pria2 di kantorku,krn dia berpenampilan layaknya mahasiswi di kampus.Ini menjadi angin segar tersendiri untuk kami para pria di kantor.

Suatu hari Erika datang ke ruanganku untuk meminta tanda tanganku.Aku terkejut melihat penampilannya yang sexy sekali.Ia mengenakan kaos hitam lengan pendek yg sangat ketat,rok mini berbahan jeans yg di atas lutut,dan sepasang sandal hak tinggi utk wanita.Aku bisa melihat bentuk payudaranya yg membusung dr balik kaos ketat itu dgn jelas dan juga pahanya yg putih mulus itu bisa kupandangi sepuasku.

Erika masuk ke ruanganku dan menyerahkan beberapa dokumen utk kutandatangani.Saat ia berada di dekatku,sepintas tercium harum semerbak dari tubuhnya yang sedikit2 mulai merangsang penisku.Kulihat Erika agak tegang,jadi kupersilakan ia duduk di depan mejaku.Sambil pura2 baca dokumen,aku mulai sedikit2 bicara dengannya,basa basi layaknya atasan dan bawahan,sambil saling berkenalan.aEtKamu kok sering bgt pakai baju itu sih??aEt,tanyaku pada Erika.Erika jadi tersipu malu mendengar pertanyaanku seraya menjawab,aEtHabisnya kata temen2 aku keliatan cantik kayak model klo aku pakai baju ini.Memangnya kenapa pak??aEt.aEtNgga apa2 kok,saya juga suka ngeliat kamu berpakaian seperti ini,betul2 cantik kayak model.aEt,ujarku padanya.aEtBapak bisa aja ah,aEt,tukas Erika sambil tersipu malu.

Kuberanikan diri bertanya lebih jauh padanya,aEtErika,kamu udah punya pacar belum??aEt.aEtSudah,pak.aEt,jawab Erika.Aku agak kecewa mendengarnya,tp aku terus berusaha memancingya untuk bicara ttg seks.aEtBeruntung sekali orang yg jadi cowo kamu,dia pasti bahagia sekali bisa berhubungan seks dengan cewe sesexy kamu.aEt,ujarku sambil bercanda.Erika tiba2 terlihat sedih,ternyata dia belum pernah sekalipun berhubungan seks dgn pacarnya dan hal itu membuatnya malu di hadapan teman2nya di kampus yg sudah pernah berhubungan seks dgn pacar masing2 dan pacar Erika juga orangnya sangat alim shg sulit diajak ngesex.Aku hanya menggangguk saja mendengar penuturannya.Terlihat hasrat Erika utk merasakan nikmat duniawi,tetapi pengetahuannya ttg sex juga masih tergolong dangkal.

aEsPak,temen2 saya bilang sex itu nikmat.Bener ga sih??aEt,tanya Erika padaku.Aku sempet terkejut mendengar pertanyaannya,lalu kujawab,aEtBener,temen2 kamu itu bener.Sex itu mang nikmat kok,temen2 saya juga bilang begitu.Saya sendiri juga blom pernah nyoba sihaEt.Erika terlihat makin sedih,menyadari ketidakmampuan dirinya dalam berhubungan seks.Kuhibur ia sejenak,sambil kuajak bercanda dan berkata,aEtGimana klo kamu coba ML sama saya skrng disini,nanti saya ajarin teknik2nya deh biar cowo kamu bisa tunduk ama kamu di atas ranjang,bahkan bisa aja cowo kamu yang ketagihan nantiaEt .

Erika terlihat gelisah,aEtGimana nanti klo ketauan/diintip orang2 sini,pak??aEt,tanyanya padaku.aEtTenang,kita seks kilat aja,sekitar 10-15 menitan.aEt,ujarku.Erika pun menerima tawaranku,dan akupun bersorak kegirangan dalam hati.aEtKesempatan bagus nih.aEt,ujarku dalam hati.Kebetulan setiap ruang untuk direktur dan manajer di kantorku ada toilet pribadi yang terpisah dgn toilet umum.Kutuntun Erika masuk ke dalan toilet pribadi dalam ruanganku,dgn maksud agar suara kami tak terdengar ke luar.

Aku segera mengunci pintu toilet dari dalam,seraya mulai memeluk Erika.Lalu aku duduk di atas kloset dan kusuruh Erika duduk di atas pangkuanku,dgn posisi payudaranya menghadap wajahku.Sejenak kunikmati harum tubuhnya,sambil menjamah2 kaos ketatnya yg hitam legam itu.Lalu aku menyibakkan rok mininya yg terbuat dr jeans itu,shg terlihatlah paha putih mulus dan cd Erika yang berwarna hitam.krn ini seks kilat,maka aku hanya memelorotkan cd Erika sedikit,lalu kuselipkan penisku pada cd Erika,menuju memeknya yang masih berbulu jarang itu.

Tanpa kesulitan,aku berhasil mencapai aE~targetaE?,penisku sudah menancap pd memek Erika.kedua tanganku memegang pinggul Erika dan menggerakkannya ke atas-bawah.nikmat sekali rasanya,dan raut wajah Erika menunjukkan bahwa ia sangat menikmati perhelatan ini,pdhal ini pertama kali untuknya.desahan2 Erika menjadi makin tak terkendali,pertanda dirinya sudah tenggelam dalam nikmat duniawi.sekali2 ia menjambak rambutku dan menekan kepalaku shg wajahku menempel di atas payudaranya,sambil kujilati dan kuhisap payudara yg tertutup kaos ketat itu.kulumat bibir Erika dengan maksud utk meredam suara desahannya.sengaja kulepaskan kedua tanganku dari pinggulnya,dan pinggul Erika sudah bergerak naik turun dgn sendirinya.lama kelamaan pinggul Erika bergerak tak beraturan,seperti ce penyanyi dangdut lagi goyang pinggul.

Kuselipkan kedua tanganku ke dalam kaos ketat Erika,melewati bhnya,dan akhirnya memegang payudaranya tanpa dilapisi apapun.sejuk rasanya sewaktu kupegang payudaranya,sepertinya ia kedinginan dari tadi sewaktu kuajak ngobrol.tak lupa tanganku menjamah bagian2 tubuh Erika yg lain seperti pantat,paha,kaki,dll.kuangkat kaki kiri Erika dgn tanganku sekitar 60 drajat,lalu kujilati pahanya yg mulus.kadang aku kembali melumat bibirnya bila ia mulai mendesah tak karuan.penisku sudah becek sekali krn terus berada dlm memek Erika yg basah itu.

tak terasa 15 menitpun sudah berlalu.kami belum sempat orgasme,tetapi paling tidak bisa merasakan nikmat duniawi dlm sekejap mata.kusadarkan Erika yang sudah larut dlm nikmat duniawi itu.Erika yg tersadar jd tersipu malu krn sadar dirinya sudah seperti wanita murahan saja.kucoba mancabut penisku yg dijepit memek Erika dr tadi,awalnya sulit krn godaan utk terus lanjut,tetapi akhirnya bisa setelah berhasil melemaskan penisku.Erika buru2 mengencangkan celana dalamnya dan aku merapikan celana panjangku,lalu kubantu mengeringkan kaos ketat Erika yg basah krn ludahku tadi.untung saja ludahku yg menempel pada paha Erika sudah kering.

aku pun keluar lebih dulu dr toilet utk mengecek keadaan di luar ruang kantorku.kebetulan banyak karyawan sedang makan siang,jd keadaan relatif aman.aEtKapan2 kita lanjutin lagi deh yg tadi,tp di luar kantor.Gimana,seks itu nikmat kan??aEt,ujarku pada Erika.Erika hanya mengangguk sambil tersenyum malu.Lalu Erika pun segera keluar dr ruanganku dan kembali ke meja kerjanya.sejak kejadian ini,aku dan Erika sering curi2 kesempatan di kantor untuk melakukan seks kilat,mumpung Erika masih magang di kantorku .
Sungguh Puaskah Istri Anda ?