Jadilah Lelaki Perkasa, Seperkasa Kuda Putih

Wednesday, March 3, 2010

Pasang Iklan Murah di Blog Dunia Malam

Pasang Iklan Murah di Blog Dunia Malam - Bagi kalian semua yang berminat pasang iklan di Dunia Malam biasa lihat contoh tata letak dibawah ini.

Blog Dunia Malam ini mempunyai trafick yang lumayan dan cocok bagi anda-anda untuk mempromosikan semua bidang usaha atau produk-produk anda.

Untuk tarif pasang iklan di Blog Dunia Malam :

* Iklan Banner 125 x 125
1 bulan : Rp. 40.000
2 bulan : Rp. 75.000
3 bulan : Rp. 110.000

* Iklan Banner 468 x 60 Di bagian atas posting (available)
1 bulan : Rp. 75.000
2 bulan : Rp. 135.000
3 bulan : Rp. 195.000

* Iklan Banner 300 x 250 Di sidebar kanan di bawah Iklan Banner 125 x 125 (available)
1 bulan : Rp. 140.000
2 bulan : Rp. 260.000
3 bulan : Rp. 380.000

Peletakan iklan bisa juga ditaruh di :

- Diatas/bawah Judul Post
- Didalam Post ( diatas/bawah atau pojok kiri/kanan artikel )
- DiFooter

- Link di semua banner adalah dofollow + anchor text (alt) dan banner ditampilkan di semua jenis halaman.
- Jika menghendaki pasang iklan di slot banner iklan yg masih disewa oleh advertiser, silahkan hubungi dulu untuk informasi tentang selesainya kontrak iklan tersebut. Anda sebagai advertiser dapat memesan terlebih dahulu dan memasang iklan di slot tersebut setelah masa kontrak iklan sebelumnya selesai.

Keuntungan Pasang Iklan di Blog Dunia Malam:

  • Iklan dilihat oleh banyak visitor.
  • Iklan muncul disemua halaman.
  • Iklan mudah dilihat karena template sangat simple dan sederhana.
  • Posisi iklan sangat baik untuk mendatangkan klik dari visitor.
  • Pilihan bentuk dan jenis iklan lebih dari satu.
  • Bisa pasang iklan TEKS yang menarik dengan harga murah.
  • Iklan dengan Link Dofollow. Selain berpromosi juga dapat Baclink dofollow.
  • Biaya pasang iklan sangat murah. Bisa perbulan.
  • Bisa pasang lebih dari satu iklan.
  • Hampir 80% visitor berasal dari Indonesia. Sangat cocok untuk iklan anda.

Masih banyak lagi keuntungan yang bisa Anda dapatkan

Syarat dan Ketentuan :

Iklan atau Banner dibuat oleh pemasang iklan.
Isi materi iklan sepenuhnya tanggung jawab pemilik iklan. Admin Blog Dunia Malam tidak bertanggung jawab atas segala tuntutan materi.
Jika semua proses seperti pembayaran dan materi iklan sudah tersedia dan telah selesai, pemasangan iklan dilakukan dan akan tayang di Blog selambat-lambatnya 1x24 jam.
Pemilik Dunia Malam berhak menolak iklan yang dianggap melanggar hukum seperti iklan yang mengandung pornografi, SARA, dll.

Untuk pemasangan iklan silahkan hubungi saya :

di Email : smran2@gmail.com
Untuk nomer HP dan Kontak lainnya menyusul

Pembayaran menggunakan Bank BCA/BRI
Nomor rekening bank akan saya berikan setelah menghubungi saya

Tunggu apalagi ayo segera promosikan produk anda dengan memasang iklan di blog Dunia Malam.

Tuesday, March 2, 2010

Hospital - Kenikmatan Tak Terduga

Waktu ku sadar, ku coba membuka mataku perlahan.. duh berat banget ini mata..
Ku paksa lagi buka mataku pelan2, dan akhirnya aku bisa melihat bahwa aku berada di ruangan yang penuh warna putih, terang, terasa sejuk..
Pemandangan itu tak terlihat jelas, terang banget..



Pelan2 ku coba perhatikan lagi sekelilingku.. akh!! masih belum jelas juga.
Kucoba gerakkan tanganku, lemes banget....
Lahh?? Jangan2 aku udah meninggal ya??

"Oi bro!!"
Muncul sebuah kepala didepan wajahku.
"WAAAAAAAAAAAAAAA........!!!!!"
"Kenapa loe teriak kayak liat setan aja!", kata sosok tersebut.
Lama2 kuperhatikan, ternyata wajah itu sangat ku kenal sekali.

"Loe ngapain disini, bro? Kapan matinya?", tanyaku.
"Sembarangan loe masa gue dibilang mati!", jawab fuckboy dengan kesal.
"Loh ini bukannya di surga ya?"
"Hah? surga? sadar dong bro! Loe lagi diopname, belom meninggal".
"Opname? emang gue diopname kenapa??", tanyaku heran.
"Ngigo yah? Khan elo sakit typus, kayak sakit parah aja nih sampe ilang ingetan".

Ku coba perhatikan sekeliling ternyata aku baru sadar, aku terbaring tak berdaya di kamar rumah sakit.
"Nih jauh2 gue dari Jakarta bawain oleh2 buat loe, cepet sembuh ya bro!", fuckboy menaruh kantong plastik di meja kecil sebelahku.

"Wahhh.. makasih nih, baik banget loe bawain buah2an buat gue!"
"Yang bilang buah2an siapa? Nih gue burn bokep2 ke DVD buat loe, kasian loe nggak bisa download bokep".

"Gimana keadaan loe?Enak nggak disini?",tanya fuckboy.
"Hah?Orang diopname kok ditanyain enak apa nggak sih".
"Yah khan loe masuk rumah sakit yang penuh suster2 cantik, makanya gue bela2in jenguk sampe ke sini".

"Permisi, maaf.. jam besuknya sudah habis", kata seorang suster yang tiba2 muncul dihadapanku dan fuckboy.
"Tuh tuh... bener khan bro?? Mantaff..!!", fuckboy berbisik padaku.
Wow.. cantik banget nih suster, jarang2 liat suster cantik begini. Belahan kerah seragam susternya sampai di dada, wuihh.. dahsyat!

"Bro, pulang dulu ya! Ntar kita online di YM lagi kalo udah pulang".
Akh! Si fuckboy membuyarkan lamunanku. Akupun mengangguk, mataku masih tertuju pada belahan dada suster cantik itu.

Setelah fuckboy menghilang dari peredaran, suster cantik tersebut mendekatiku dan bertanya, "Gimana keadaannya? udah membaik? ada keluhan?".
Waoww... terlihat jelas sekali belahan dadanya di depan mataku.
"Se... se... seger kok, sehat banget"

Si suster pun tersenyum, "Iya.. tapi masih harus dirawat 3 hari lagi ya, karna belum bener2 pulih".
"Nggak papa kok, iya emang harus dirawat lamaan lagi, biar makin sehat". Wah sehat nih aku ngeliat pemandangan gini tiap hari.

"Sekarang udah waktunya makan siang, udah bisa dibawa kesini makanannya?",tanya suster cantik itu.
"Iya sus, boleh".
"Cukup panggil namaku aja, aku Rika"
"Oke Rika!"
Rika tersenyum, "Aku ambil makan siangnya dulu, kalau ada apa2, pencet bel disini ya", kata Rika sambil menunjukkan tombol bel di dekat ranjang.
Aku menggangguk.
"Ok kalo gitu, semoga kamu puas dengan layanan VIP kami".
"Eh? VIP? Seingetku aku minta di kamar kelas 1".
"Iya, tapi atas saran Joss, kamu dipindahkan kesini, biar dapet layanan yang lebih baik". Rika tersenyum, lalu keluar dari kamarku.

***




Aku meraih remote TV di meja kecil sebelahku, ku arahkan remote ke TV yang berada didepanku lalu kutekan tombol ON.
Terlihat seorang suster cantik namun seperti sedang membawa berita.
"Welcome to DS Forum Royal Hospital, @#%#&#@$!@#&$*&*%*(^#$^$%!!$!@$?%@^$... ". Waduh, nggak ngerti aku bahasa inggrisnya tingkat tinggi.

Ku lihat remote TV, ternyata ada tombol AUDIO. Setelah kupencet, ada pilihan beberapa bahasa, kupilih bahasa Indonesia.

"Selamat datang di Rumah Sakit Royal DS Forum, kami menyediakan fasilitas yang canggih dan servis yang pastinya akan membuat anda nyaman sampai kondisi anda pulih. Diantaranya servis yang paling diminati pasien kami adalah Hand Job",
Muncul cuplikan video seorang suster sedang memasturbasikan pasiennya. Wah gila nih.. masa ada pelayanan begini disini?

"Kami juga menyediakan servis yang lainnya, yaitu... ", Muncul lagi cuplikan video pasien sedang menyetubuhi suster dengan posisi doggy style.
GILAA.. aku juga mau nih kyk begini!
"Permisi..", tiba2 suara Rika terdengar. Aku langsung buru2 mematikan TV. Ia datang membawa makan siang ku.
"Abis nonton TV yah?", tanyanya sambil matanya terarah pada remote TV di tanganku.
Waduh ketauan juga nih.. Aku hanya tersenyum malu.

"Mau tanya nih, Rika.. emang pelayanan seperti itu ada ya di sini?"
"Pelayanan apa?"
"Ya.. yang gitu2..", jawabku dengan gugup.
"Oooo...", Rika tersenyum. "Iya, pasti."
"Pelayanan itu dikasihnya kapan?", tanyaku lagi.
"Tergantung pasien maunya kapan, kenapa Max?", Rika tersenyum lagi.
"Kalo aku maunya sekarang?bisa?"
"Bisa dong, kalo gitu aku panggil suster2 lainnya dulu ya, tinggal kamu pilih mau sama siapa", kata Rika hendak keluar dari kamarku.
"EEEH... ga usah.. aku maunya kamu aja kok".


Rika pun mendekatiku.
"Kamu mau diapain, Max?"
"E... Engga kok.. aku cuma mau... ehm... susu", Mataku tertuju pada belahan dadanya. Penasaran banget aku pengen liat dadanya tanpa ditutup apapun.
Rika pun tersenyum, "Ooh. kamu mau ini?", sambil menuntun tanganku dan mengusap dadanya.
"I.. i.. iya...". Wah.. kayaknya montok nih. "Ayo dibuka..", pintaku.

Rika pun perlahan2 membuka kancing seragamnya dan akhirnya, LEPAS!
Hanya terlihat ia mengenakan bra hitamnya. Wah.. terlihat kenyal banget.. kuperhatikan terus kebawah, ternyata ia tidak mengenakan celana dalam.
Bulu kemaluannya tercukur rapih. "Kok perhatiinnya kesitu? Katanya mau ini..", Rika melepaskan bra hitamnya.
Putingnya berwarna kecoklatan yang terlihat kontras dengan warna kulitnya yang putih.



"Nunggu apa lagi, Max?". Rika mendekatkan buah dadanya ke wajahku.
Putingnya langsung ku lahap nafsu, walau perut terasa lapar, nafsu birahiku harus terpuaskan dulu.
Ku kulum putingnya dengan lembut sementara tangannya mengusap kepalaku dengan penuh kasih sayang. Lidahku menjilat2 dan sesekali putingnya kuhisap.
"ahh... kamu masih muda tapi pinter banget ya".

Rika melepaskan jilatanku, ia membuka selimutku dan menurunkan celana piyamaku. Lalu Rika naik keatasku, dan mengarahkan putingnya lagi ke mulutku.
Kujilat lagi puting susunya. Tiba2 aku merasakan sentuhan yang hangat di batang kemaluanku. Rika menempelkan m*meknya di k*ntolku. Hangat.. dan terasa agak lengket. Lagi enaknya aku menjilati putingnya, ia menggesek2kan m*meknya di k*ntolku. Wah perasaan itu sangat dahsyat, udah badan lemes begini, malah dienakin. Mana kuat?

Rika mendesah keenakan merasakan kenikmatan atas bawah. Rika melepaskan kenyotan ku di putingnya, lalu lebih konsen pada gesekan di k*ntolku.
"aarrghh.. gila kamu Rika! enak banget!"
"ahh... kamu suka?"
"ooouughh... bangeeettt..."

Tiba2 Rika menghentikan gesekannya, ia memegangi k*ntolku dan mengarahkannya ke m*meknya.
"EEhhh!! STOP STOP!! aku nggak mau itu.. cukup di sepong aja". Gila, lemes begini masa mau di*ntot. Bisa makin sekarat aku.
"Yaudah, nggak papa kok, aku nggak maksa", Rika tersenyum nakal. Lohh? Kok kesannya dia yang pengen ya?

Rika mendekati k*ntolku dan mulai menjilati batang k*ntolku dari bawah ke atas, sementara jari2nya mengusap biji ku dengan lembut.
"hhh.. kalo gini sih nggak sembuh2 nih aku"
"Nggak papa, biar disepongin tiap hari lagi sampe sembuh".




Rika langsung melahap k*ntolku, disepongnya penuh nafsu, k*ntolku jadi basah keluar masuk dari mulut Rika. Dikocokkannya k*ntolku dalam mulutnya dengan irama cepat - pelan - cepat lagi. Belum lagi kepala k*ntolku dihisap hisap kuat serasa mau lepas tapi sangat sangat nikmat. "Arrghh!! enak banget, Rikaa!!"

Setelah 20menit disepong Rika, ada sesuatu yang mendesak ingin keluar dari k*ntolku. "Rika... mau keluar nihh..!! Ouhhh...".
Rika melepaskan sepongannya dan mengocok k*ntolku dengan tangannya dengan cepat. Sentuhan tangannya yang halus membuat k*ntolku makin keenakan.
Beberapa saat kemudian "Ri.. Rika....", cairan putih kental keluar dari k*ntolku. Seakan lahar yang keluar dahsyat dari letusan gunung merapi.

Lega, tapi badanku jadi semakin lemas.. wah.. kapan sembuhnya aku?
Rika menjilati sperma yang menempel di tangannya lalu menjilati yang menempel di k*ntolku, sambil di sepong lagi.
Aku pun pasrah apapun perlakuan Rika, ada pelayanan begini yah jangan disia2kan.

Tak lama kemudian mataku terasa ngantuk, Rika pun selesai men-servisku, ia kembali mengenakan seragam susternya dan menyelimutiku.
Aku pun memejamkan mataku dan tertidur pulas..

Perawat Plus Plus....



Halo… Kali ini aku mau cerita tentang musibah yang berubah menjadi anugerah. Sekitar setahun yang lalu, aku kenal dengan seorang mahasiswi keperawatan di salah satu universitas di Jakarta. Namanya Renna, dia keturunan Chinese yang hampir lulus, karena sewaktu aku berkenalan dengannya, dia sudah sedang menyusun tugas akhirnya. Anaknya cantik, kulitnya kuning langsat, rambutnya sebahu dan bodynya cukup langsing dengan dada yang tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil. Sejak itu, kita sering sms-an dan kirim2 email. Hubungan kami sebenarnya hanya sebatas sahabat, kita suka bertukar pikiran dan aku sering menanyakan masalah kesehatanku. Suatu kali dia sms dan minta tolong untuk carikan kost yang bagus tapi murah di Bali, tapi untuk bulan berikutnya. Karena dia mendapat kabar bahwa lamarannya diterima di sebuah RS kecil yang bekerja sama dengan RS di Siangapura B**C. Kebetulan, kamar disebelah kamar kostku masih kosong, aku langsung saja booking dan bayar kepada pemilik kost ku karena takut akan terisi sebelum bulan depan.

Pada saat kedatangannya di Bali, dia kaget karena ternyata kamarnya disebelah kamarku, dalam hati memang sengaja aku atur supaya aku ada teman. Dan kebetulan, di Bali juga hampir tidak ada angkot, jadi aku yang antar dia untuk melihat2 Bali dengan motor. Sangat senang rasanya, karena akhirnya aku mendapat teman dari Jakarta, apalagi dia cantik dan sekarang sedikit tergantung padaku. Singkat cerita, setelah dia bekerja sekitar 7 bulan, aku mendapat musibah, dimana aku ditabrak oleh motor lain dari arah samping kanan yang menyebabkan kakiku luka-luka. Sialnya keperjakaanku juga menjadi korban, karena tertimpa oleh stang motor saat aku sedikit terpental. Rasanya sakit sekali, aku pikir salah satu buahnya pecah, karena ada bercak darak di celanaku. Untungnya, hal ini terjadi pada hari Jumat, dimana besok jadwal Renna off (dalam seminggu boleh memilih 2 hari off, Renna memilih Sabtu dan Minggu). Jadi setidaknya kalau aku dirawat dirumah atau di RS, ada Renna yang bisa menemani dan mengurusi aku. Setelah aku dibawa ke dokter dan dirawat, aku sedikit lega, karena ternyata darah dicelanaku disebabkan karena selangkanganku yang sobek, bukan keperjakaanku. Tetapi tetap saja aku tidak bisa pakai celana, hanya sarung. Aku juga diizinkan pulang, selanjutnya aku hanya rawat jalan, tetapi itupun tidak aku laksanakan karena ada Renna yang merawatku di rumah.



Sorenya, Renna pulang dengan menebeng temannya karena aku tidak bisa jemput dan aku sudah kabari sejak siang. Sesampainya di kost, dia langsung ke kamarku dan mendapati aku telanjang, hanya bagian kemaluanku saja ditutup handuk. Renna sepintas agak malu masuk ke kamarku, mungkin merasa takut aku malu juga. Tapi aku suruh dia untuk masuk, aku katakan tidak apa-apa. Diapun menanyakan keadaanku, lalu dia berpamitan sebentar untuk kembali ke kamarnya untuk mandi. Setelah mandi, dia datang lagi dan menanyakan kalau aku mau bersih-bersih atau tidak, karena jalanpun susah bagiku. “Aku mau-mau saja, tapi apa Renna mau memandikan aku dengan washlap?” tanyaku. Jawabannya sungguh membuat aku tenang, katanya: “Gw ini perawat, emang uda tugas gw kali...”. lalu dia mempersiapkannya, dibawanya sebuah ember berisi air. Badanku pun mulai dilap olehnya, mulai dada, perut sampai punggung. Sambil memandikan aku, dia tanya bagian mana saja yang luka, akupun tunjukan lukaku yang rata2 di kaki. Dan aku katakan, satu lagi lukaku di bagian selangkangan. Setelah badan bagian atas selesai di lap, dengan hati-hati dia membersihkan luka-lukaku. Lalu, meminta izin untuk melihat luka yang dari tadi belum dilihatnya, bagian selangkangan. Akupun sempat berfikir, apa aku beri izin atau tidak, tapi aku malu, tapi yah mau bagaimana lagi... hanya dia yang bisa kuandalkan saat ini. Renna pun akhirnya kuizinkan, tapi handuk penutupnya aku yang buka. Setelah terbuka, Renna sempat sedikit tersipu, karena melihat barang punya temannya sendiri. Dengan hati-hati dia memegang dan menyampingkan tombakku beserta buahnya, dan aku sendiri... aku hanya bisa merem menahan malu sekaligus sedikit nikmat karena dipegang cewek cantik. Renna kemudian membersihkan lukanya.



Keesokan harinya, Renna kembali datang ke kamarku dan kembali memandikan aku. Setelah itu, dia membawa motorku ke bengket terdekat untuk diservice dan membelikan makan siang untukku. Sore hari, Renna juga kembali melakukan apa yang dikerjakannya kemarin. Rutin ia bersihkan semua lukaku dan diaobati selama sekitar seminggu sampai luka ku membaik, sampai-sampai aku dan Renna pun sudah hampir tidak malu lagi karena aku telanjang. Luka di selangkangankupun mulai membaik, dan Renna bilang, selanjutnya bersihkan sendiri yah, karena lukanya sudah kering dan hampir sembuh. Saat dia bilang itu, aku mengatakan padanya, “Renna, thanks yah... Lu uda mau ngerawat gw, biar gw harus telanjang, lu masi setia ngerawat gw”. Dia hanya tersenyum membalas perkataanku. Setelah selesai, dia duduk di sebelahku dan aku mulai menggodanya.

“Ren, gw boleh tanya ga?”
“Kenapa”
“Tapi jangan marah yah... Lu ngerasa risih ga waktu pertama harus ngebersiin luka gw yang di itu...?”
“... (terdiam sejenak) Ya... Sebenernya sih gw malah ga enak ama lu... Soalnya lu terpaksa nahan malu. Kalo gw sendiri...”
“Kenapa Ren...???”
“Tapi lu jangan bilang sapa2 yah... (dia berbisik dikupingku) Sebenernya gw uda ga virgin...”
“Hah... (akupun kaget...). Yah.... sebenernya gw... gw juga... uda pernah sih...”

Akhirnya pembicaraan kita malah mengarak pada pengakuan satu sama lain. Kita saling kaget, karena ga pernah nyangka kalo satu salam lain uda pernah ngelakuinnya... dan saat itu, aku langsung pegang tangan Renna dan bilang... “Ren, jangan bilang kesiapa-siapa kalo ada luka di selangkangan gw dan lu yang ngerawat gw yah...”. Renna hanya tersenyum dan mengangguk, rupanya dia tau kalo aku malu. Lalu, ga tau dari mana, pikiran kotorku kembali, dan aku tanya Renna: “Ren, sorry yah... Ng.... Mmm... Boleh ga... gw... liat punya... lu...?” Saat itu, Renna baru pulang dari kerjanya dan belum mandi, jadi dia masih pake baju perawat. Setelah Renna terdiam sejenak, dia mulai bicara lagi: “Mmm... Kalo lu mau liat... lu harus sembuh dulu..., kalo lu uda sembuh, nanti gw pikir-pikir lagi...”. sambil ngomong itu, mukanya memerah, tanda dia tidak menolak tapi tidak langsung mengijinkan juga... Mungkin dia takut terasngsang, tapi tidak bisa melampiaskan karena selangkanganku masih baru akan sembuh. 4 hari kemudian, aku sudah sembuh, hanya luka di kaki saja yang masih ditutup perban, sedangkan yang diselangkangan, bekas lukanya sudah megelotok. Saat menjemput Renna, sembari diperjalanan aku kembali menggudanya dengan menyuruh pegangan yang erat, karena memang saat itu, angin berhembus kencang, membuat sesekali motor menjadi oleng.



Di perjalanan pulang, aku kembali mempertanyakan keinginanku yang sempat aku utarakan. “Ren, kan sekarang uda sembuh, aku boleh dong liat itu...???”. Renna kembali membisu sesaat, lalu dia mendekatkan mulutnya ke kupingku, aku pikir dia mau membisikan sesuatu, ternyata dia menjewer halus kupingku dengan mulutnya, lalu dia bilang “Liat aja nanti... Sekarang di jalan, bahaya”. Dengan jawaban itu, aku makin menggebu dan menancap gas supaya cepat sampai kost. Sesampainya di kost, ternyata Renna langsung masuk ke kamarnya, dan aku sedikit kecewa karenanya. Tapi tidak lama berselang, dia SMS, “Bisa ke kamarku sekarang ga?”. Wah... mendapat sms seperti itu, aku langsung bangun dan ke kamarnya, didepan pintu kamarpun, tombakku sudah tegang. Aku ketuk kamarnya dan dia membalas supaya aku lagsung masuk. Di dalam, Renna ternyata ada di atas ranjang dengan pakaian perawatnya masih dipakai, aku kembali sdikit kecewa tapi tidak ditunjukan.



“Kenapa Ren?”
“Lu beneran... pengen... liat punya gw?”
“Yah... gw... sekedar... tanya aja...”
“Oh... jadi Cuma tanya doang... ga serius khan??? Soalnya kalo serius... yah... Boleh...”
“Eh... yah... kalo lu mau... gw juga ga nolak...”
“Tapi lu tanggung jawab ya...”.
Awalnya aku ga tau apa maksudnya dia bicara seperti itu. Dan ternyata, di balik roknya yang tertutup, dia sudah melepas CD nya. Dengan posisi tiduran, dia mengangkat kakinya menekuk dan menarik roknya. Terlihatlah bukit kemaluannya... dan rupaya dia minta tanggung jawab, karena ternyata setelah itu, aku pun langsung terangsang. Bagaimana tidak... ternyata Renna rajin mencukur halus bulu-bulunya, sehingga terlihat bersih sekali, klinis. Renna memanggilku untuk mendekat, setelah mendekat, dia mulai membukakan celanaku dengan alasan mau lihat perkembangan lukanya, karena sejak 4 hari terakhir, aku yang membersihkan sendiri. Dalam hitungan detik, akupun kembali teanjang di hadapannya, dan aku sudah tidak bisa menahan sabar lagi, aku langsung mengayunkan tanganku kedalam roknya yang terangkat sembari melepaskan roknya dengan tangan yang 1 lagi. “Oh... Lex... Jangan dipegang... Nanti gw... aaauuh...” Kata-katanya terpotong, karena aku sedikit memasukan jari jempolku kedalamnya... Kemudian aku langsung melumat bibirnya dan melepaskan bajunya, mungkin terkesan agak sedikit kasar, karena kancingnya semapt putus 2, tapi ini jug karena dia yang merangsang, pelorku di pegang dengan tangan kiri dan tombaknya dengan tangan kanan.dengan ccepat, aku menelanjanginya dan untuk pertama kalinya, aku melihat dia telanjang. Tangannya melepaskan tombakku dan menutupi dadanya, lalu aku mengatakan untuk tidak perlu malu, karena dia sudah melihat semua badanku dan akupun juga. Barulah setelh kukatakan itu, dia melepas kembali tangannya dan membantuku juga melepas kaosku, kamipun telanjang bulat bersama.



Dengan keadaan telanjang bulat bersama, kami mulai melampiaskan nafsu yang tidak lagi tertahan. Sambil berciuman, aku meremas pantatnya, Renna menjambak rambutku. Ciumanku kemudian turun sampai ke leher dan dadanya, tercium dengan kuat aroma tubuhnya... terutama karena Renna juga baru pulang kerja dan belum sempat mandi, sungguh membuatku bertambah nafsu. Dengan nafsu yang begitu menggebu, aku berinisiatif menggendongnya dan memasukkan tombakku sambil menggendongnya. Kedua tangannya merangkul kepalaku sehingga kepalaku tepat ad di depan dadanya, sedangkan kakinya melingkari pinggangku. Secara perlahan aku merenggangkan tanganku yang menahan perutnya sehingga ia turun dan tombakku dapat tepat menancap pada lubangnya. Saat Tombakku mulai menyodok masuk, Renna kelihatan sedikit menahan dan mengangkat pantatnya. “Aauuu... Lex... Sakit...” keluhnya... Akupun heran, karena ia sebelumnya sudah pernah melakukannya. Sekalipun ia merasa sakit, aku tetap meneruskan niatku, aku kembali menurunkannya perlahan-lahan. Secara lamban tapi pasti, jleb... masuklah akhirnya tombakku seluruhnya dengan diiringi rintihan-rintihan kecil. Kemudian kakinya berpindah pada pahaku agar dapat berpijak, kemudian Renna mulai bergerak-gerak naik turun dan pantatnya digoyang-goyangkan. Aku juga tidak menyangka kalau lubanynya masi sangat kesat dan sempit. Plak...plak...plak... bunyi pantatnya yang putih beradu dengan pahaku... selain suara itu, suara kami juga menambah keramaian kamar kostnya. Lalu ia meraih remot Tv dan menyalakan dengan suara agak besar, agar menyaingi suara kami.

“Ah... Lex... Ah... Oh God... Oh...”
“Damn... yeah... yeah... Ren... Trus Ren... Goyang... Shss....”
“Anj***... Ah... Lex... tahan... stop...stop...”
Lalu aku menghentikan dan bertanya ada apa... Renna menyuruhku duduk dipinggir ranjangnya dan ia memutar badannya dengan tombakku masih menancap...
“Aaa...aaa...aah... Ren...Aauuuh...” tidak menyangka ia tau caranya memberikan kenikmatan lebih... Kulit tombakku otomatis bergesekan dengan dinding-dinding lubangnya membuatku bertambah melayang. Setelah berputar, ia kembali menggenjot dan kali ini aku menjilati punggungnya dan kedua tanganku kedepannya dan mencubit-cubit buah dadanya yang menggantung. Dengan posisi yang baru ini, kami bermain cukup lama, ekitar 45 menit, sampai akhirnya tubuh kami mengejang hebat dan kami mencapai puncak bersama sama. Crot...crot...crot... spermaku ditembakkan di dalam lubangnya dan dia pun juga membanjiri lubangku dengan cairannya... kamipun terkulai lemas, aku berbaring diranjangnya dan dia juga langsung merebahkan tubuhnya diatas tubuhku. Dan yang hebat, tombakku juga tidak terlepas dan masih mengganjal.



Sambil mengambil nafas, aku menanyakan kenapa dia masih merasa sakit sewaktu tadi tombakku mulai menancap, padahal sebelumnya sudah pernah... Ternyata dia melakukan itu baru sekali, dan itupun sudah 3 tahun yang lalu, saat dia baru masuk kuliah smester 2. Setelah kami beristirahat sejenak, kami memutuskan untuk mandi, tetapi di kamar ku, karena kamar mandinya lebih besar dan ada showernya. Di kamar mandi kami sebenarnya ingin melakukan lagi, tetapi aku kasihan melihat Renna, baru pulang kerja dan kelihatan agak kecapean. Rencanaku pun aku urungkan, namun tetap membuat aku menikmati mandi kali ini, bagaimana tidak, aku minta dibolehkan menyabuni seluruh tubuhnya, dengan begitu, tidak ada bagia tubuhnya yang tidak tersentuh tanganku. Setelah mandi, aku menghandukinya dengan handukku karena dia lupa membawa handuknya dri kamarnya dan kami istirahat dengan keadaan telanjang bulat, kami putuskan malam itu untuk bertelanjang ria dan tidur bersama. Keesokan harinya, sampai seminggu kemudian, ia meminum obat penunda kehamilan agar terhindah dari kehamilan, mengingat seluruh spermaku masuk kedalam tubuhnya. Beruntung, ia tidak hamil dan kamipun melanjutkan permainan kami ini di setiap kami inginkan, bahkan sampai sekarang. Sayangnya tidak dapat kami lakukan setiap hari, karena kost kami sekarang berbeda, ia pindah ke kost yang lebih dekat dengan tempatnya bekerja.

Sumber : DS Lex

Monday, March 1, 2010

5 Sepeda Motor Termahal Di Dunia

Kita boleh terkaget-kaget mendengar cerita tentang harga moge (motor besar) yang sama dengan mobil atau mencapai ratusan juta rupiah. Ternyata, dibandingkan dengan sepeda motor berikut, hal itu belum ada apa-apanya. Dari penelusuran berbagai media online, ternyata ada 5 sepeda motor termahal di dunia.Kisaran harganya, paling rendah (tidak bisa disebut murah), mulai dari 139.567 dollar AS (Rp 1,57

NANDA, dan Nikmat Tubuhnya

Terasa terik menyengat sinar mentari disiang ini, laju sepeda motor matic-ku pun melaju dengan kencangnya. Sekali-kali mataku melirik spidometer tangki bensinku yang sebentar lagi akan terisi penuh oleh bensin di dekat renon, denpasar.



Saat itu ku kenakan jaket kesayangan ku merk At**** yg merupakan brain terkenal band kesayanganku ”Blink 182” begitu pula sepatuku ber merk Mac**** yg sama juga terkenalnya. Terlihat sosok gadis belia seumuranku 2 tahun yang lalu saat turun darimotor untuk mengantre, dan sekarang saya sendiri kini menginjak umur 18 tahun smester 2 di PTN fave Bali. Terlihat putih mulus kulitnya, begitu juga pakiannya girlie banget tak luput wajahnya yang menawan, membuatku tak karuan tak sengaja dipandang olehnya. Rasa grogi menyertaiku ketekia menyapa dengan kata

” hai!, sndiri ya.. jaket km keren, beli dmn? gua nyari kyk ntu kok gak nemu-nemu ya?”, katanya rada nyeroscos.
”hei, gw bli di b********** kmaren stoknya tinggal ini, hehe..kalo mau ntr bisa dibantu kok nyarina! hahaha..”,
sahut gw dengan deg degan. Maklum lah gw berparas biasa saja, namun banyak tman sma bilang kalo aku ganteng apalagi aku juga anak band. Tmn-tmn biasa memanggil saya Reno
”okey, thx ya..tapi gw cepet-cepet neh..”, sembari ia membalas
dan ia pergi begitu saja..

sial, hilang gitu aja tuh ikan gua, fikirku.

Sampai juga dirumah, dan kumelepas sapatu dan menaruh tasku yg berisi laptop yg selalu kubawa.
” Bluggghhh..... Fiuhh...!!”
terdegar suara seperti itu mungkin. Kulihat hp menunjukan pukul 4 sore, dan 3 pesan masuk dan semuanya dai tmn ku sma yang mengatakan akan main kerumaku yang dulunya tempat tangkringan anak-anak. kulempar hp tak peduli bgtu saja setelah membalas sms tersebut.



Jam telah menunjukan pukul 8 malam, setelah badanku harum dan perutku terisi penuh oleh lauk yg dimasakan mama, akhirnya tmanku si dio datang. Kedatanganya kusambut dgn memukul perutnya yang begitu besar,
”hey Jlek..pa kbr?”, lontar pertanyaan dari mulutnya
”haha.,,dasar gendut, baek..Cuma stres ama kuliahan neh! ntah gimana hasil uas kmaren blom jelas”, sahutku dengan nyroscossnya,,
Kita pun mengobrol panjang lebar sampe akhirnya dia pergi dan menitipkan sebuah nomor telepon temannya yang bernama Nanda. Dio sempet bercerita sedikit tentang Nanda yang berawakan sexy, putih, menggairahkan. langsung kubayangkan bagaimana jadinya ketika memerhatikan nomor itu.

Kumulai dari sebuah missed call yang kucoba ke nomernya, dan trnya ta, Greath!! nyambung. Alhirnya kuberanikan diriku mengirimkan sms ke dia.
”hai, Nanda ya? lam knal. reno”, pesan ku terkirim ternyata sangat kilat, tumben bgt nie operator gak sinting ”pikrku”
”hey, iya ini Nanda, lam knal. anak mna? Btw dpt nomerku drmn?” balasnya cukup lama, namun bergeas ku balas
”anak *******, dari Deo! hehe..”
sms kami lakukan hingga pukul 12 malam, ntah apa sja kami bicarakan. Sampai akhirnya dia menelponku. Terdengar suaranya yang ramah, rame, asik. Terlihat dipembicaraan kita pertama sangatlah akur dan nyambung, sehingga terbesit rasa yang tak biasa kurasakan. Topic demi topic pembicaraan terlontarkan hingga jam menunjukan 2 pagi, namun karena keasikan pembicaraan terus dilanjutkan. Sampai akhirnya sebuah topic tentang seks kita bicarakan, dan tercium bau kalau Nanda suka melakukan hubungan seksual dengan pacar sebelumnya, dan kitapun saling bertukar pengalaman kita masing-masing. Dan tersirat kata dari bibirnya
”main donk kesini, qt jalan kek ato gmn, mau?” pinta nanda

“okey, maybe lusa aja ya, skalian maen gitu ke rumah kakak spupu”, sahutku

”Ok, asik...udah ya, Nanda bobo dlu, Muacchhh” katanya langsung menutup telepon, dan kurasakan ada sambaran dengan kecupan dari jarak jauh tersebut.




Singakat waktu, hari itupun tiba. Ku pacu matic ku dengan rasa penasaran dan deg-degan yang selalu menghantui. Memang sulit mencari tempatnya kos, sampai aku memutar-mutar 3 kali. ”Damn!” fikirku, dan akhirnya ketemu juga nomer rumah kosnya. Kutelpon dia dari depan kosnya. Tak lam kutunggu keluarlah sesosok wnita cantik, putih bersih, bertoked kencang yang kelihatan dari kaosnya yang berwarna putih, sambil membawa handuk kecil mengusap-usapkan rambutnya yang terlihat sehabis keramas.

”hey, Reno? ayo masuk”, ajaknya

”iya, ok-ok”

sesampainya didalam rumah kos, kita berbincang ria diberan kosny yang pas banget ada sofa and mejanya. Lalu sebuah minuman botol menghampiriku. ”lega....” kurasa....hehe.

”eh no bole liat kamar kamu gak nda?”, pintaku

”eh, masuk aja kali..biasain aj, sory berantakan”

sudut demi sudut kupandangi, ternyata kamar yang lumayan untuk anak putri itu terdapat sbuah Tv, lemari, kasur, kipas angin dan WC didalam, dan kulihat pula beberapa pakianya yag dijemur, ”huhuh gila, g-string man!!!” fikirku..



sengaja dia rebahkan dirinya dikasur sembari menonton acara tv anak muda, dan kudekati dia. Ku duduk disampingnya dan menghadap ke tv. Sekali-kali kupandangi Nanda yang saat itu mngenakan kaos putih ketatnya, celana pendek diatas lutut, erlihat juga bra nya berwarna putih samar-samar.

”Nda, lu cantik ya, manis, No jd gmes ma km” sembari ku mencubut pipinya,

”aah....paan sih, pake nyubit segala, thx buat pujiannya”, sahutnya
Kurebahkan badanku sampingnya, dan terlihat dia enjoy aja dengan posisi itu. Lalu kita bercanda ria hingga sore menjelang. Kuberanikan diriku mendekatinya ebih dekat lagi, kucoba peluk dia. ”great!!”, dia tidak menolak sedikitpun, dan kuangkat dagunya, kulumat dengan lembut bibirnya yang sexy.

”mmmmMMmmphh......sluRRpppsssss....MMmmmpphh. .” terdengar suara lumatan kita berdua beradu saat itu. Kuberanikan diri untuk merangsangnya, kumulai dari turun kelehrnya, kuliat dia menggelinjang nikmat dengan perlakuanku yang serakah menjilati lehernya. Terkadang kusempatkan diri untuk menjilati telinganya”

”Aarrrghhh.....ssssshhh....OOOuuurrgghh...Noooo... ..eeemmpph...”, desahnya yang terdengar ditelingaku, takkusangka tanganya telah menyusup masuk kedalam celana jeans ku, dan mencoba untuk menggapai kntl ku yang sudah mengeras. Digenggamnya dengan erat kntlku olehnya, terlihat dia meremas-remas kntlku dengan ganasnya.
Tank mau kalah, ak melepas kaosnya yang ketat, kugapai kedua buah toketnya yang WOW...ukurannya menakjubkan bagiku, kutarik bra-nya kebawah lalu kujilat, kuisap, kusedot putingnya yang telah mengeras akibat rangsanganku. Terlihat olehnya tangan kiriku meremas-remas dengan ganasnya, sesekali ku pelintir putingnya. Mulutkupun semakin buas memainkan putingsusunya bergantian.

”oohhh...renn...ttrrrr,,,,,,,,,trrrruuss,,,renn,,, oh,....enak bgt ren......
udah lammm...aa...aku gak ngerasain belaian .......nikmat kayak gini”, eragnya begitu nikmat tersengal-sengal agak terputus-putus,



Kuberanikan diri untuk menulusuri kebawah, dengan tangan kiriku mencoba menyelip kedalam isi cd nya, tanpa halangan berhasil. Terasa bulu-bulu yang tercukur rapi tumbuh sektiar 1-2cm begitu lebat sesuai feel tanganku yang meraba, dan basah V-nya pun ak bisa dibendung lagi. ternyata nanda juga berusaha untuk mengocok Kntl ku yang keras ga karuan. Mungkin karena sulit, dengan manjanya ia merayuku aga melapas seluruh bajuku. Kontan, ia dengan ganasnya membuka bajuku serta celana ku. Tiada pakian yang masih tersisa ditubuhku yang melekat lagi, lalu kupaksa ia juga membuka bajunya. seblum sempat kumembuka bajunya, tanganya denagn ganas menggapai Kntl ku, mendekatkan wajahnya dengan Kntlku, lalu mulai denagn kecupan mesra yang mengawali sentuhan bibirnya yang begitu sensual dengan Kntlku yang berukuran kurang lebih 18cm.

”sLuurrrppsss....mmmmmpphh...mmmmppHhhhh.......cup pz....slurpz.ss.....”; cuapan mulutnya menjelajahi senti demi senti bagian Kntlku. Tak pernah kurasakan kenikmatan Blowjob yang dilakukan Nanda, sungguh luar biasa. Sekitar 20 menit puas menjilati, mengulum Kntlku dengan ganas, kuberanikan diri untu memutar posisi tubuhnya, dan ku incar selangkangannya. Kudapati V yang begitu menawan. Terlihat V berwarna pink, dengan kulit V yang masi kencang dan eknyal, beitu juga bulu-bulu yang tercukur rapi menawan. Mata lelaki mana yang tidak ingin mencicipi V yang begitu menawan seperti ini, fikirku sejenak. Langsung lidah ki mulai menjilati V-nya yang begitu sexy, seraya kubuka V-nya dengan jariku.

Mulai kujilati sedikit demi sedikit terjelajahi isi V Nanda. Tercium bau yang khas dari V Nanda.



”Ouuhhh.....mmmpphh.....Renn....Truss Ren.....oowwhh......Enak beibh....Oh.......mmmph”, Terlotar kata-kata sekan di begitu menikmati jilatan lidahku yang bgitu ganas merajahi isi-isinya, seraya ia mengigit bibirnya.

”Ohhhhmm.....Sayyaaaaaannnnnggg.....aaakkuu keluaaaarrrrrrrrr....oh......Mphh”,
Blassss....Orgasme pertama Nanda ditandakan dengan mucratnya cairan-cairan yang terpadu dilihaku. Kuisap-isap kembali hingga tubuhnya yang montok menggelinjang tak karuan.

”Renn...Masuukkkiinn please...aku udah ga tahaannn...mmpphh...”, pintanya lanjut dengan desahan-desahan dasyat

lalu ku mulai melepas V nya, kuancungkan Kntlku ke arah V-ny Nanda. Mulai ku gesek-gesekan Kntlku di antara belahan V-ny. terlihat wajahnya yang bergerak kekanan kiri terangag berat dengan perlakuanku. Kucoba masukkan Kntlku kedalam V-nya, dengan bantuan tanggan lebutnya juga menaikkan bulu-bulu yang menghalangi jalan kami.

”Awww....Ohh...pelan=pelan Ren”, pintanya padaku

Terasa sekali V-nya sangat keset, mungkin karena sudah lama Nanda tidak melakukan hubungan intim. Kudesak, dan agak kupaksa untuk memasukan penisku yang kelihatan sekali urat-utratnya (nanda sempat mengatakan kntlku kayak ktntl org arab, keras, berotot, sawo matang). Kutekan-tekan pinggulku agar lebih leuasa memasuki liang V-ny. BlAsss.... Akhirnya!

”Aww....Oooouugghh...mmmppphh...Oughh...genjo t Say...please...”, rintih nanda ketika kntlku baru saja masuk kedala V-ny yang begitu nikmat.

Mulai kugerakan pinggul ke, melaju kedapan kebelakang dengan tempo yang santai, agar qta sama-sama bisa menikmati. Jujur kalau aku lebih suka hardcore, aku suka menggenjot dengan ganas hingga pasanganku tergeletak lemah, bahkan aku pernah mengeluarkan Sprm sendiri dengan tangan gara-gara pasanganku sudah tak kuat dengan gaya Hardcoreku. Kembali dengan permainanku dengan nanda, terasa sekali V nanda seperti memijatku dengan otot-otot V-ny.
”Oh.......beibhb.........mmmmpph...aku sayaaaaaaannnggg kkmmuuuu.,,,oohh..”, kudegar keluh nanda yang tak kupedulikan, yang kufikirkan adalah kenikmatan V-nya begitu menakjubkan.
Kini berganti posisi, nanada berada diatasku, menggerakan pantatnya naik turun begitu cepat dari sebelumnya. Masih terasa keset V-nanda dalam genjotan demi genjotan yang kita lalui bersama. tak kusia-siakan kesempatan yang ada, kumainkan kedua buah toketnya yang ranun. Kuremas-remas...kusedot-sedot, hingga kubuat banyak sekali tanda diekitar toketnya. hanya desahan yang kudengar dari bibirnya yang sexy, kulumat kulepas, kulumat, dan kulepas kemabali. Sampai akhirnya badan Nanda mulai bergetar beda dari genjotan-genjotanya.

”ren..aku keluaaaaaaaaarr.....Oowwwhhhhhhh........aaahhhh... aahhhhhh.....”, nanda kembali orgasme untuk ke dua kalinya saat ini.

Kini kuubah posisi berganti kepososi Doggy, sambil kuremas-remas toketnya yang ranun begitu indah. Belum pernah kuremas toket seranun dan sesexy ini, fikitku. Kupercepat genjotanku maju mundur, terlihat dia makin menjadi-jadi. Nanada meremas tanganku, dicengkramnya hinga ad secuil luka di jariku karena kukunya yang panjang bercatkan hijau. kurasakan sensasi yang sangat-sangat indah, tak pernah kubayangkan aku bisa menikmati tubuh gadis ini.

”ren, aku cape..........bntar lagi aku keluaar:, kata nanda
”sabar sayang dikit lagi ren keluar kok, kit akluarin bareng aj”, sahutku sambil menggenjot tubuhnya
”iya sayang....mmmmphh...ohh.....trus say....ahhhhh.....aaaauugggghh...”, rintihnya kembali.

setelah 30 menit menggenjotnya, mulai kurasakan akan keluarnya Sprm ku.
’beib, aku mau keliar.....oooouuurgghh:, kataku padanya
”aku juga..” sahutnya

”’Crooottttzz,,,,,crottt...crooott,,,,croottt..... croottt....crtooooottt..” banyak kali terasa spermaku muncrat kedalam V-ny.
ternyata beda tipis selisih waktu kita keluar. Kucabut Kntlku dari V-ny. Terlihat Sprm ku mengalir dan menetes dari V-ny. Reflek tangan Nanda mengembat Kntlku langsung di emut-nya menghabisi sisa Sprm yg ada di Kntlku.

”MMmmmmphh..say Sprm km nikmat, walo dapet dkit.....mmphhh” dengan ganasnya menikmati Kntlku.



Terasa kelelahan meyertai kita, bergegas aku kekamar mandinya untuk membersihkan tubuhku, begitu jug adirinya. Tak luput ku mainkan juga toketnya yang indah disana.

”Nan, ga papa aq ngluarin didlm?”, tanyaku
”Gpp Ren, aku ada obat kok, nanti ku minum. Thx ya, aku satang kamu, aku sayang arab-mu, aku mau km ngisi kesepian ku ren”,pintanya
”ok Nda, aku sayang kamu” , jwbku singkat seraya memeluknya lalau mencium keningnya.
setelah kejadian itu, kami masih sering melakukan hubungan.

Sumber : DS

Akhrinya Dapet Juga Tante ini


Akhrinya Dapet Juga tante gw yang gw dambakan dari gw SMP dari gw kenal ama yang namanya bokep...
Tante gw tuh mukanya Indonesia banget deh item manis banget,cantik,badan 160-an,umur 40,anak 1 cewe umur 15[anaknya juga mantep]bodynya mirip ama Julia Perez bohay banget,toketnya kenceng.
Dari dulu tuh gw sering ngintip kamar tante gw,soalnya rumah gw sebelahan ga ada tembok penghalang dan kamar mandi tante gw deket ama kamar gw.
Tapi,pas gw ngintip pernah juga ketauan tapi dia cuma senyum-senyum aja dan bilang
tante:"Hayo ngapain?"
gw:"mmm...Engga tante lagi mau nembak cicak di tembok situ"
tante:"ah boong,emang tante ga tau.Lagi ngintip kan?"
gw:"engga tante,tapi cuma keliatan dikit"
tante"dikit apa banyak?kok ada yang bediri?"sambil nyolek gw
gw:"hehe"

Setelah kejadian itu gw makin berani ngintip si tante...
gw juga punya kesempatan soalnya anaknya itu tiap hari ada aja yang minta diajarin buat pelajaran sekolahnya...
nah waktu itu jam 5-an gw dipanggil ama anaknya bilang dia minta diajarin Matematik.
Pas sampe dirumahnya gw langsung masuk kamar anaknya.
ga kaya biasa nih anak pake hotpants dan tanktop mau ga mau ade gw bangun dari tidur.
tapi nih anak alim kok jadi ga mungkin bisa gw apa-apain
gw cuma seneng aja ngeliatnya.
setelah selesai dia bilang mau pergi ama temenya dan katanya nyokapnya nyariin gw.
anak tante:"mas itu mama nyariin masuk aja ke kamar mama"
gw:"iya,bentar mau pipis dulu"



5 menit kemudian gw masuk ke kamar tante
gw:"misi tan"
tante:"iya bentar masuk aja,tante ganti baju dulu"
gw langsung berpikir yang engga-engga
dia keluar pake daster merah selutut yang bikin horny banget
tante:"gimana anak tante ada kemajuan ga?"
gw:"yah lumayan tante udah mulai masuk ke otaknya dia apa yang aku ajarin"
tante:"oh bagus deh"
gw:"tapi kok tumben sih tante dia pake baju yang mini-mini"
tante:"kenapa kamu suka yah yang mini-mini gitu?"
gw:"engga tante kan ngga enak kalo diliat temen-temenya"
tante:"yah dia kan udah gede bebas lah dia mau pake apa"
gw:"oh yaudah deh"
tante:"bentar yah tante mau pipis dulu"


ga lama dia keluar pake daster merah juga tapi yang seksi abis parah
gw cuma bisa melongo...
tante:"tante tau kamu suka ngintipin tante di jendela kamar mandi,tante juga tau kamu udah horny dari tadi"
gw diem aja
tante:"kamu mau ga nemenin tante"
gw tetep diem
tapi si tante langsung ngelus-ngelus gw
jadi gw bales pake ciuman
pertama gw cium lehernya dengan lembut terus ke mulutnya
gw tau dia seneng dia mulai mendesah mendesah enak
gw mulai berani gw raba-raba toketnya.Toketnya enak banget kenceng kenyel gede,gw emut-emut pentilnya dia cuma mendesah "mmhhh""enak banget"
kayanya dia ga pernah dikasih ama suaminya lagi deh



lama-lama dia mulai pegang-pegang ****** gw.dia buka retsletingnya celana gw.Dipelorotin celana gw dai cuma bilang "besar juga punya kamu"
entah kenapa disitu gw langsung tambah hornya.Dia cuma ngelus-ngelus ****** gw tapi gw langsung arahin ke mulut dia.Eih gila ****** gw yang 15 cm masuk semua ke mulut dia enak banget deh "mmhh..." itu kata yang keluar dari mulut gw.Lama-kelamaan maju mundur mulut dia makin kenceng.Karena gw udah ga tahan akhirnya mulai deh gw masukin ****** gw ke liang kenikmatanya."blep""blep" bunyi dari ****** gw si tante bilang "terussss...lebih kenchhheng...ahhh"ga gw gubris kata-kata tante karena gw pengen buat ini jadi semacam softcore...Setelah 10 menitan si tante bilang"Ahhhh.Taaante mauu keeeluar" gw bilang "keluarin aja tante aku belom mau keluar".Akhirnya tante keluar juga desahan panjang keluar dari mulut tante "ahhhhhhhhhh,enaaak bangeeet" gw masih belom keluar buat cooling gw minta sepong sama tante "tante emut dulu nih"



langsung tanpa babibu gaya berubah jadi 69 sumpah ini pengalaman pertama banget...Karena gw rasain udah mau keluar gw mulai masukin lagi ****** gw ke vagina tante 5 menit kemudian tante mau keluar lagi "gw bilang keluarin bareng aja tante" ga lama akhirnya kita keluar bareng-bareng.Dia jilatin sperma di ****** gw dan gw juga jilatin vagina dia...



Setelah itu kita ciuman lagi dan mandi bareng...
Di kamar mandi itu juga dia ngasih gw sepongan yang tiada tara rasanya
tante:"makasih banget yah"
gw:"aku yang makasih tante udah dikasih kaya gini"
gw:"tante tuh sering aku buat bahan colian dari SMP"
tante:"kenapa kamu ga bilang aja kalo kamu mau kaya gini"
gw cuma diem ngasih ciuman



Akhrinya Dapet Juga Tante gw ini
dan lo tau ga??
gw pengen dapetin anaknya juga bos
nyobain ibu ama anak

Nude Dancer Hotel Classic (utk yang belum punya)

LINK >>> http://uploadbox.com/files/2a6075a1c4/

Sungguh Puaskah Istri Anda ?